Tag: penggunaan ruang

  • 3 Cara Mengubah Kamar yang Sempit Terlihat Lebih Luas dan Nyaman


    Jakarta

    Sebagai tempat paling sering ditempati di rumah, kamu pasti menginginkan kamar tidur dibuat senyaman mungkin. Namun, kondisi kamarmu tidak begitu besar sehingga tidak bisa diisi begitu banyak barang di dalamnya. Lantas bagaimana cara mendekorasi kamar yang sempit agar nyaman ditempati?

    Mendekorasi kamar tidur yang sempit adalah sebuah tantangan karena ruang yang terbatas, sementara kebutuhan barang akan bertambah seiring waktu. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena saat ini banyak cara agar kamar terlihat luas, meski ruang terbatas. Karena tak banyak ruang untuk menempatkan benda dekorasi.

    Dikutip dari Klopmart, Kamis (1/8/2024), berikut tips mendekorasi kamar yang sempit jadi terlihat lebih luas dan nyaman.


    1. Pemilihan Warna yang Tepat

    Kamu bisa membuat ilusi kamar terlihat lebih luas dengan memainkan warna. Pilih warna cat yang terang atau pastel, hindari warna-warna yang gelap. Warna juga dapat memberikan efek psikologis pada suasana hati dan kenyamanan dalam ruangan. Warna terang dapat menciptakan atmosfer yang lebih tenang dan santai, yang dapat membuat kamu merasa lebih nyaman dalam ruangan sempit.

    Kamu juga dapat menggunakan warna dengan cerdik untuk menciptakan titik fokus dalam ruangan yang sempit. Misalnya, dinding dengan warna yang lebih cerah dapat menjadi latar belakang yang sempurna untuk menonjolkan sebuah lukisan atau barang dekoratif.

    2. Pilih Perabotan yang Multifungsi

    Saat ini sudah banyak inovasi dilakukan pada perabotan rumah. Satu benda yang sebelumnya hanya diperuntukkan satu fungsi, saat ini bisa dimanfaatkan untuk beragam hal. Salah satunya adalah kasur. Selain jadi tempat tidur, kasur juga bisa digunakan untuk tempat penyimpanan sehingga bisa menghemat tempat.

    Kamu bisa menggunakan tempat penyimpanan tersebut untuk meletakkan pakaian, sprei, atau barang-barang lainnya tanpa perlu memiliki lemari tambahan. Jika kamu memerlukan meja samping di sebelah tempat kos, pertimbangkan meja yang dapat dilipat. kamu dapat melipatnya saat tidak digunakan untuk menghemat ruang.

    3. Pakai Perabotan yang Minimalis

    Ruangan yang tidak begitu luas, sebaiknya menggunakan bentuk perabotan yang mudah ditempatkan dan tidak makan tempat. Memilih lemari pakaian dengan pintu geser lebih efisien dalam penggunaan ruang daripada lemari dengan pintu yang terbuka ke luar. Pasang rak dinding di dinding kamar kos kamu untuk menyimpan buku, dekorasi, atau barang-barang kecil lainnya tanpa mengambil banyak ruang lantai.

    Jika kamu memiliki meja rias di kamar kos, pertimbangkan meja yang dapat dilipat agar tidak mengganggu ruang ketika tidak digunakan. Gunakan ruang di bawah tempat tidur dengan menyimpan kotak penyimpanan atau laci bawah tempat kos untuk menyimpan barang-barang seperti seprai atau outfit kamu.

    4. Hindari Meletakkan Banyak Barang di Kamar

    Jika perabotannya sudah minimalis, kamu tidak membutuhkan banyak barang di kamar. Lalu, untuk dekorasi kamar juga tidak perlu terlalu berlebihan. Dengan dekorasi sederhana, kamu dapat menciptakan kesan visual bahwa kamar kos kamu lebih luas daripada yang sebenarnya. Desain yang terlalu rumit atau berlebihan dapat membuat ruangan terasa sesak dan berantakan. Dekorasi sederhana memungkinkan kamu untuk memaksimalkan penggunaan ruang tanpa mengisi ruang dengan barang-barang yang tidak perlu.

    5. Hindari Menempelkan Banyak Dekorasi di Dinding

    Warna cat sebenarnya sudah cukup untuk mendekorasi kamar. Namun, jika kamu merasa butuh menambahkan lukisan atau poster untuk memberikan fokus pada kamar, tempelkan seperlunya agar tidak terlihat berantakan.

    Pilih seni dinding yang vertikal dan ramping, seperti lukisan atau poster panjang. Ini akan membantu memanfaatkan ruang vertikal dan mengarahkan pandangan ke atas, menciptakan ilusi ketinggian yang lebih besar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Banyak Rumah Tidak Punya Ruang Tamu


    Jakarta

    Biasanya, rumah tamu sering kita jumpai di bagian depan rumah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, desain rumah tanpa ruang tamu semakin banyak diterapkan.

    Kebanyakan hal ini ditemui di rumah bergaya minimalis. Lalu, apa alasan di balik itu?

    Alasan Rumah Tidak Punya Ruang Tamu

    Bukan tanpa alasan, hilangnya eksistensi ruang tamu di rumah juga terjadi karena ada gaya hidup juga yang telah berubah.


    Sebagaimana yang diungkapkan oleh Arsitek, Ogie Hartantyo, bahwa hal tersebut terjadi karena adanya perubahan aktivitas dan kebutuhan manusia.

    “Seiring berjalannya waktu, aktivitas manusia berubah, kebutuhannya juga berubah. Maka, berdasarkan teori dasar arsitektur, ruang-ruang yang ada pada rumah tinggal ikut berubah. Sebab, ruang diciptakan untuk mewadahi aktivitas manusia,” ujar Ogie kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Jika diamati, rumah-rumah di perkotaan, misalnya rumah tipe 36, 45, atau 50 sudah ‘menghilangkan’ ruang tamu. Kebanyakan hanya ada ruang keluarga, dapur serta kamar tidur. Berbeda dengan rumah-rumah di daerah yang masih ada ruang tamu.

    Dari catatan detikProperti, lebih lanjut berikut adalah beberapa alasan kenapa rumah zaman sekarang tidak punya ruang tamu:

    1. Menghemat Penggunaan Ruang

    Menurut Ogie, kecenderungan semakin modern zaman, membuat huniannya semakin compact. Ini membuat rumah dirancang untuk memprioritaskan penggunaan ruang dengan efisien.

    2. Mahalnya Harga Properti

    Semakin hari, harga properti semakin melambung. Mahalnya harga properti juga menjadi alasan penggunaan ruang tamu tidak dihadirkan lagi.

    “Mahalnya harga properti menyebabkan rumah yang bisa dibeli atau dibangun menjadi semakin kecil, sehingga pemiliknya perlu membuat ruang-ruang sesuai kebutuhan dan luas bangunan,” ujar Ogie.

    3. Adanya Pergeseran Fungsi Ruang Tamu

    Fungsi-fungsi ruang untuk bertemu saat ini bisa digantikan di tempat umum. Misalnya, banyak orang kini memilih ketemuan di kafe daripada di rumah.

    Habit-nya juga beda. Orang-orang di kota-kota besar tidak terlalu sering bertamu seperti di daerah karena di kota banyak ruang-ruang publik, baik yang gratis ataupun komersil. Jadi, mereka lebih senang ketemu di kafe, di mal, taman, atau tempat lainnya,” ungkap Ogie.

    Ogie juga menilai kalau ‘menghilangkan’ bagian ruang tamu bukan lah hal yang saklek. Ruang tamu di rumah bisa disesuaikan dengan kebutuhan, maupun aktivitas penghuni rumah itu sendiri.

    “Kalau pertanyaannya (ruang tamu) diperlukan atau tidak, balik lagi aktivitas penghuni (rumahnya) gimana,” katanya.

    Fungsi Ruang Tamu

    Sejatinya, fungsi rumah tamu bisa bergantung pada gaya dan preferensi pribadi pemilik rumah. Secara umum, ruang tamu gunanya untuk menjadi tempat pertemuan yang formal maupun kurang formal bagi mereka yang berkunjung ke rumah.

    Mengutip laman Southern Living, Penata gaya kreatif senior, Karina Lameraner, mengatakan bahwa ruang tamu seringnya dijadikan tempat memamerkan sesuatu yang terbaik di rumah tersebut.

    “Biasanya ruang tamu dirancang di bagian depan rumah, sering kali tepat di luar pintu masuk untuk dijadikan tempat memamerkan ‘yang terbaik dari yang terbaik’ di rumah tersebut’”.

    Kalau pemilik rumah suka menggunakan ruang tamu untuk menjamu tamu dan keluarga, maka ruangan tersebut bisa ditambahkan TV untuk bersantai bersama keluarga juga (mirip seperti ruang keluarga).

    Antara ruang tamu dan ruang keluarga bisa disesuaikan dari seberapa sering keduanya digunakan. Biasanya, ruang tamu digunakan untuk liburan dan jamuan.

    “Biasanya kita melihat dua sofa yang saling berhadapan di ruang tamu, atau bahkan dua kursi yang berhadapan langsung dengan sofa, untuk menciptakan tata letak yang nyaman. Ruang tamu jelas merupakan tempat yang dekorasinya menjadi pusat perhatian,” ujar Lameraner.

    Pemilik rumah bisa menata ruang tamu agar sesuai dengan kebutuhan. Supaya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul, perhatikanlah tata letak furnitur yang tepat.

    Menurut Ogie, sekarang ini tak hanya ruang tamu saja yang fungsi ruangannya bisa digantikan. Contohnya seperti ruang untuk mencuci pakaian. Karena saat ini sudah banyak tempat laundry di sekitar pemukiman rumah.

    “Nggak ruang tamu aja sebetulnya, ruang kerja misalnya atau ruang cuci bisa di-replace karena laundry makin banyak dan ruang-ruang lainnya,” pungkasnya.

    Ke depannya, kemungkinan ruang tamu bisa saja hilang. Ruang itu akan digantikan oleh ruang hobi, ruang kebugaran di rumah, maupun ruang rekreasi utama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ruang Tamu Nyaris ‘Punah’ di Rumah Perkotaan, Apa Penyebabnya?



    Jakarta

    Ruang tamu menjadi salah satu bagian yang wajib ada di rumah-rumah di Indonesia. Tapi beberapa tahun terakhir rumah baru semakin banyak yang mengadopsi desain tanpa ruang tamu.

    Desain rumah tanpa ruang tamu biasanya ditemui di rumah bergaya minimalis. kenapa hal itu bisa terjadi?

    Alasan Rumah Tidak Punya Ruang Tamu

    Bukan tanpa alasan, hilangnya eksistensi ruang tamu di rumah juga terjadi karena ada gaya hidup juga yang telah berubah.


    Seperti yang diungkapkan oleh Arsitek, Ogie Hartantyo, bahwa hal itu terjadi karena adanya perubahan aktivitas dan kebutuhan manusia.

    “Seiring berjalannya waktu, aktivitas manusia berubah, kebutuhannya juga berubah. Maka, berdasarkan teori dasar arsitektur, ruang-ruang yang ada pada rumah tinggal ikut berubah. Sebab, ruang diciptakan untuk mewadahi aktivitas manusia,” ujar Ogie kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Jika diamati, rumah-rumah di perkotaan, misalnya rumah tipe 36, 45, atau 50 sudah ‘menghilangkan’ ruang tamu. Kebanyakan hanya ada ruang keluarga, dapur serta kamar tidur. Berbeda dengan rumah-rumah di daerah yang masih ada ruang tamu.

    Dari catatan detikProperti, lebih lanjut berikut adalah beberapa alasan kenapa rumah zaman sekarang tidak punya ruang tamu:

    1. Menghemat Penggunaan Ruang

    Menurut Ogie, kecenderungan semakin modern zaman, membuat huniannya semakin compact. Ini membuat rumah dirancang untuk memprioritaskan penggunaan ruang dengan efisien.

    2. Mahalnya Harga Properti

    Semakin hari, harga properti semakin melambung. Mahalnya harga properti juga menjadi alasan penggunaan ruang tamu tidak dihadirkan lagi.

    “Mahalnya harga properti menyebabkan rumah yang bisa dibeli atau dibangun menjadi semakin kecil, sehingga pemiliknya perlu membuat ruang-ruang sesuai kebutuhan dan luas bangunan,” ujar Ogie.

    3. Adanya Pergeseran Fungsi Ruang Tamu

    Fungsi-fungsi ruang untuk bertemu saat ini bisa digantikan di tempat umum. Misalnya, banyak orang kini memilih ketemuan di kafe daripada di rumah.

    Habit-nya juga beda. Orang-orang di kota-kota besar tidak terlalu sering bertamu seperti di daerah karena di kota banyak ruang-ruang publik, baik yang gratis ataupun komersil. Jadi, mereka lebih senang ketemu di kafe, di mal, taman, atau tempat lainnya,” ungkap Ogie.

    Ogie juga menilai kalau ‘menghilangkan’ bagian ruang tamu bukan lah hal yang saklek. Ruang tamu di rumah bisa disesuaikan dengan kebutuhan, maupun aktivitas penghuni rumah itu sendiri.

    “Kalau pertanyaannya (ruang tamu) diperlukan atau tidak, balik lagi aktivitas penghuni (rumahnya) gimana,” katanya.

    Fungsi Ruang Tamu

    Sejatinya, fungsi rumah tamu bisa bergantung pada gaya dan preferensi pribadi pemilik rumah. Secara umum, ruang tamu gunanya untuk menjadi tempat pertemuan yang formal maupun kurang formal bagi mereka yang berkunjung ke rumah.

    Mengutip laman Southern Living, Penata gaya kreatif senior, Karina Lameraner, mengatakan bahwa ruang tamu seringnya dijadikan tempat memamerkan sesuatu yang terbaik di rumah tersebut.

    “Biasanya ruang tamu dirancang di bagian depan rumah, sering kali tepat di luar pintu masuk untuk dijadikan tempat memamerkan ‘yang terbaik dari yang terbaik’ di rumah tersebut’”.

    Kalau pemilik rumah suka menggunakan ruang tamu untuk menjamu tamu dan keluarga, maka ruangan tersebut bisa ditambahkan TV untuk bersantai bersama keluarga juga (mirip seperti ruang keluarga).

    Antara ruang tamu dan ruang keluarga bisa disesuaikan dari seberapa sering keduanya digunakan. Biasanya, ruang tamu digunakan untuk liburan dan jamuan.

    “Biasanya kita melihat dua sofa yang saling berhadapan di ruang tamu, atau bahkan dua kursi yang berhadapan langsung dengan sofa, untuk menciptakan tata letak yang nyaman. Ruang tamu jelas merupakan tempat yang dekorasinya menjadi pusat perhatian,” ujar Lameraner.

    Pemilik rumah bisa menata ruang tamu agar sesuai dengan kebutuhan. Supaya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul, perhatikanlah tata letak furnitur yang tepat.

    Menurut Ogie, sekarang ini tak hanya ruang tamu saja yang fungsi ruangannya bisa digantikan. Contohnya seperti ruang untuk mencuci pakaian. Karena saat ini sudah banyak tempat laundry di sekitar pemukiman rumah.

    “Nggak ruang tamu aja sebetulnya, ruang kerja misalnya atau ruang cuci bisa di-replace karena laundry makin banyak dan ruang-ruang lainnya,” pungkasnya.

    Ke depannya, kemungkinan ruang tamu bisa saja hilang. Ruang itu akan digantikan oleh ruang hobi, ruang kebugaran di rumah, maupun ruang rekreasi utama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com