Tag: penggunaan warna

  • Usir Lalat Pakai Cat Warna Kuning, Beneran Ampuh? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Lalat merupakan serangga hama yang cukup mengganggu di rumah. Kehadirannya juga bisa dianggap membahayakan karena membawa penyakit dan identik dengan hal yang kotor. Bahkan, riset mengatakan lalat bisa menyebarkan lebih dari 65 penyakit, termasuk demam tifoid, kolera, dan diare.

    Oleh karena itu ada baiknya jika banyak lalat di rumah segera cari cara untuk mengusirnya. Banyak cara yang digunakan untuk mengusir lalat, mulai dari menyemprot racun serangga, hingga menggunakan warna yang dibenci lalat seperti warna kuning.

    Banyak yang beranggapan bahwa lalat membenci warna kuning, tapi apakah benar begitu?


    Menurut riset yang dilakukan oleh University of Florida, lalat tiga kali lebih tertarik pada warna biru dibandingkan kuning dan bahwa warna kuning tampaknya bisa mengusir lalat.

    Hasil penelitian di dalam Journal of Medical Entomology edisi terkini, mengukur preferensi warna lalat dengan menggunakan tes perilaku yang menentukan warna mana yang paling dituju lalat.

    Dengan menggunakan alat elektroretinogram yang bisa mengukur reaksi mata lalat, menunjukkan bahwa serangga tersebut juga lebih merespons warna biru dibandingkan warna kuning.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga menunjukkan bahwa lalat cenderung tidak mendekati warna kuning. Mereka melakukan percobaan dengan menyiapkan dua meja dengan piring makanan, satu dicat dengan warna kuning cerah dan yang lainnya tidak di cat.

    Hasilnya menunjukkan bahwa lalat lebih tertarik pada meja yang tidak berwarna kuning. Akhirnya, karena dianggap cukup efektif, eksperimen tersebut menghasilkan Project Yellow Canteen. Project ini menyulap kantin sekolah menjadi warna kuning, yang nyatanya ampuh untuk mengusir lalat di kantin.

    Maka dari itu, jika kamu ingin mengusir lalat, kamu bisa coba untuk menggunakan warna kuning di rumah atau di ruang makan. Tak hanya itu, kamu bisa juga mengusir lalat dengan menggunakan lampu LED kuning.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Menghadirkan Warna ke Dapur Rumah agar Terlihat Cantik



    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan yang paling banyak kegiatan di rumah. Seperti untuk memasak, bersantap hingga menyiapkan makanan untuk keluarga atau tamu di rumah.

    Dengan menciptakan desain fungsional yang juga menginspirasi kehidupan sehari-hari menjadi lebih penting. Warna dapat berperan, meskipun terasa menakutkan untuk menggunakan banyak warna di dapur.

    Melansir Ideal Home, Berikut beberapa cara sederhana menghadirkan warna ke dapur rumah agar terlihat menarik dan nyaman saat berada di dapur.


    Pilih Dua Warna

    Berpegang pada satu warna yang mencolok terkadang terasa seperti keputusan yang lebih besar daripada memilih beberapa corak. Dengan satu blok warna, kamu bebas memilih warna tertentu yang disukai dan yang akan bertahan lama.

    Sedangkan memilih tampilan dua warna akan memberi kamu lebih banyak fleksibilitas saat menerapkan skema warna itu ke seluruh rumah dan akan mengurangi tekanan pada keputusan kamu.

    Gunakan Pola

    Salah satu tren terbesar tahun ini adalah mewarnai seluruh ruangan dengan satu warna mencolok, termasuk semua bagian dari papan pinggir hingga langit-langit. Ini adalah tren yang terlihat sangat mengesankan tetapi membuat penggunaan warna lebih mudah.

    Pertimbangkan untuk menambah beberapa pola ke dalam warna agar lebih menarik dan berkilau. Melakukan hal itu akan menambah dimensi pada skema tetapi juga memudahkan kamu untuk mengambil warna dari ide wallpaper dapur untuk digunakan.

    Cat Dinding Bukan Lemari

    Ide cat merupakan salah satu cara paling serbaguna untuk menambahkan kepribadian ke rumah dan dapat menggantinya sesering yang diinginkan. Baik itu satu dinding atau seluruh dapur, warna ini akan menambahkan corak warna yang tegas.

    Jangan Takut Mencoba Warna Gelap

    Jika kamu memutuskan untuk mengecat lemari dapur atau membeli warna tertentu saat sedang dalam proses desain, memilih warna gelap mungkin merupakan pilihan terbaik.

    Memilih cat harus mencerminkan tampilan dan nuansa yang disukai dan warna yang bagus untuk menutupi tumpahan, cipratan, benturan, dan noda sehari-hari di dapur.

    “Warna hijau sedang hingga tua mungkin merupakan warna yang paling serbaguna untuk dipadukan dengan setiap gaya dekorasi interior dan memberikan kesan tenang di ruangan yang paling sibuk dan paling banyak digunakan,” kata Marianne Shillingford.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Cat yang Sebaiknya Nggak Dipakai buat Teras Rumah Menurut Ahli


    Jakarta

    Mengecat bagian teras depan rumah bisa membuat hunian lebih menarik. Namun, penggunaan warna yang salah justru bisa menjadi mimpi buruk bagi pemilik rumah.

    Terdapat warna-warna cat yang sebaiknya tidak digunakan pada bagian teras rumah. Contohnya adalah warna gelap.

    Penggunaan warna gelap bisa menyerap panas dan biasanya lebih cepat mengelupas. Jika cat sudah mengelupas, tentunya pemilik rumah harus mengecat ulang agar bangunan tersebut tidak terlihat usang.


    Melansir dari Martha Stewart, berikut ini beberapa warna cat yang sebaiknya tidak dipakai pada bagian teras rumah.

    Warna Gelap

    A front porch with two rocking chairs, stamped concrete floors, and double glass doors.ilustrasi teras rumah warna gelap. Foto: Getty Images/iStockphoto/ucpage

    Penggunaan warna gelap bisa membuat teras rumah terasa lebih kecil. Belum lagi, warna gelap juga bisa menyerap panas sehingga sangat tidak cocok untuk kamu yang tinggal di wilayah beriklim panas.

    Putih Terang

    Front door and porch of a residential homeilustrasi teras rumah warna putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/CRobertson

    Penggunaan warna putih pada bagian teras memang bisa menciptakan kesan klasik, bersih, dan segar. Namun, warna tersebut bisa cepat kotor.

    “Warna-warna terang, seperti putih atau krem, menonjolkan setiap titik debu. Namun, warna yang lebih gelap, seperti hijau tua dan cokelat, dapat menonjolkan penumpukan jamur dan serbuk sari-terutama di lingkungan yang lembap,” kata desainer interior dan pemilik MDI Luxury Design, Margaret Donaldson.

    Kalau ingin menggunakan warna terang, pemilik rumah bisa pakai warna netral, earthy tones, atau biru lembut.

    Kuning

    A very colorful entrance way to a Pensacola Florida homeilustrasi teras rumah warna kuning. Foto: Getty Images/HHLtDave5

    Kuning memang bisa memberikan kesan ceria namun sulit untuk mendapatkan nuansa warna yang pas. Kuning terang bisa terasa berlebihan sementara kuning pucat sering kali tampak pudar di bawah sinar matahari.

    Belum lagi, warna kuning bisa cepat pudar jika berada di tempat yang sering terkena sinar matahari. Rona cerah yang dipancarkan dari warna kuning bisa langsung terlihat kusam dalam waktu singkat.

    Itulah beberapa warna yang sebaiknya tidak dipakai di teras rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Pakai Handuk Warna-warna Berikut, Ini Sederet Alasannya


    Jakarta

    Handuk memiliki beragam warna yang sering digunakan, seperti hijau, kuning, putih, dan lainnya. Namun, ada beberapa warna yang sebaiknya tidak digunakan.

    Hal itu karena bisa membuat handuk cepat kotor atau bahkan tidak terlihat kotor dan terus menerus dipakai padahal bisa menimbun kotoran. Maka dari itu, kamu bisa mempertimbangkan warna-warna berikut ini sebelum membeli handuk.

    Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini beberapa warna handuk yang sebaiknya dihindari.


    Putih Terang

    Dilansir dari Homes & Gardens, warna putih terang memang sering digunakan pada handuk. Akan tetapi, untuk menjaga warnanya tetap putih terang cukup sulit.

    Jika sering digunakan dan dipakai, bukan tidak mungkin warnanya bisa kusam meski sudah dicuci.

    Hitam

    Handuk berwarna hitam bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak ingin menggunakan warna terang. Dilansir dari Livingetc, warna ini juga bisa membuat kotoran pada handuk tidak terlihat. Namun, hal ini justru bisa membuat handuk lebih kotor.

    “Semakin gelap handuknya, semakin kotor pula handuk tersebut karena noda tidak terlihat,” kata manajer pemasaran di Sheridan, Ruth Stevens.

    Dari sudut pandang estetika, handuk hitam juga dapat terlihat terlalu gelap di kamar mandi.

    “Meskipun tampak elegan, handuk hitam sebenarnya dapat membuat kamar mandi terasa lebih kecil dan gelap, yang tidak ideal untuk ruangan yang seharusnya terasa terbuka dan menarik,” jelas Liam Davis, pakar warna dan Sejarawan Seni di Art File Magazine.

    Merah

    Handuk warna merah juga sebaiknya dihindari. Dari perspektif psikologi, warna ini mungkin agak mencolok untuk ruangan yang kecil.

    “Meskipun warnanya berani dan penuh gairah, ini bukan pilihan terbaik untuk handuk mandi. Warna ini bisa terlalu merangsang dan beberapa orang mengatakan warna ini bahkan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga sulit untuk rileks setelah mandi,” kata Liam.

    Abu-abu Muda

    Penggunaan warna ini justru bisa membuat handuk tampak kusam setelah beberapa kali cuci. Maka dari itu, sebaiknya hindari warna ini.

    Kalau kamu menggunakan warna netral, bisa memilih beige. Warna tersebut bisa membuat suasana terasa santai.

    Itulah beberapa warna handuk yang sebaiknya tidak dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Mana, Toren Warna Oranye atau Biru?



    Jakarta

    Toren merupakan penampung air bersih yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak. Jika diperhatikan, toren atau tandon memiliki bentuk yang sama yakni tabung besar dengan bukaan di bagian atas.

    Meskipun bentuknya sama, tandon diproduksi dengan beberapa warna. Namun, terdapat dua warna yang paling banyak digunakan di Indonesia yakni biru dan oranye. Ternyata penggunaan warna ini bisa berpengaruh pada kualitas air lho.

    Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, dapat lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.


    Warna toren yang memudar dapat membuat air di dalam toren lebih mudah terpapar sinar matahari. Akibatnya adalah lumut lebih cepat muncul di dalam toren. Keberadaan lumut dapat berpengaruh pada kualitas air.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Dilansir detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang mandiri, mereka bisa mendapatkan makanan dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap, seperti toren yang sering terkena panas dan dingin.

    Lantas, apakah lebih baik menggunakan toren berwarna gelap daripada terang?

    Pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, Hendri, menyampaikan banyak konsumen yang meyakini demikian. Warna yang paling banyak dipilih adalah toren hitam dan biru tua.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023) lalu.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

    Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

    Lumut tetap dapat dibersihkan dan dicegah dengan sering membersihkan toren apa pun warna yang dipakai sehingga setiap rumah tetap bisa mendapat air bersih. Suratman menyarankan periode pengurasan dan pencucian toren air adalah 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ujar Suratman.

    Namun, apabila kualitas air di rumah tidak bagus, mengandung sadah, berwarna kuning, atau berlumpur, toren perlu dibersihkan sesering mungkin. Apabila jarang dibersihkan justru dapat menyebabkan iritasi kulit dan berbahaya jika digunakan untuk memasak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com