Tag Archives: penggunaan

5 Langkah Kelola Sampah Rumah Tangga Biar Nggak Numpuk, Bisa Jadi Cuan!



Jakarta

Setiap rumah menghasilkan sampah dari berbagai kegiatan. Namun, sering kali sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, sehingga hanya menumpuk di suatu lahan, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

Hal ini menjadi perhatian Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN, Sony Teguh Trilaksono yang prihatin dengan penumpukan sampah. Ia pun mulai mengolah sampah dan tidak membuang sampah ke luar rumah.

“Sejak 2005 saya sudah tidak membuang sampah keluar, terutama sampah yang dikirim ke tukang pemulung atau tukang sampah. Kita sekarang kelola sendiri Dan itu sudah lebih dari 15 tahun. Alhamdulillah, nggak ada masalah karena sebetulnya mudah,” ujar Sony kepada detikcom belum lama ini.


Selain menjaga lingkungan, mengolah sampah rumah tangga menguntungkan juga lho. Yuk, simak caranya berikut ini.

Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga

1. Mengurangi Produksi Sampah

Pertama, ada baiknya mulai dengan mengurangi produksi sampah. Sony menyarankan untuk menerapkan 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle untuk mencegah sampah.

“Tiga unsur (yaitu) reduce, reuse, dan recycle ini kita terapkan di dalam pengelolaan sampah skala rumah tangga di perkotaan,” ucapnya.

Reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan plastik. Misalkan membawa tas belanja daripada menggunakan kantong plastik.

Reuse adalah menggunakan suatu barang secara berulang agar tidak menimbulkan sampah baru. Seperti mengisi ulang botol air minum daripada membeli air minum kemasan plastik.

Terakhir, recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi barang baru. Contohnya kumpulan kemasan plastik diubah menjadi ecobrick untuk membuat bangku.

2. Memilah Sampah

Lalu, sediakan setidaknya tiga jenis tempat sampah di rumah untuk memilah sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan beracun dan berbahaya). Sampah organik bisa berupa makanan dari dapur atau sampah dari pekarangan.

“Kalau di rumah tangga ada sampah organik dapur (atau disingkat) SOD namanya. Lalu, ada sampah organik yang lain-lainnya contohnya daun, ranting-ranting. Itu namanya sampah organik,” jelasnya.

Sementara sampah anorganik di antaranya berbahan gelas, plastik, besi, karton, hingga kaleng. Sedangkan sampah B3 termasuk baterai dan obat-obatan.

3. Menyetor ke Bank Sampah

Sampah anorganik yang masih bernilai masih bisa kamu jual ke bank sampah setelah dibersihkan. Hal ini lumayan menguntungkan untuk mendapat penghasilan dari sampah rumah tangga.

“Setiap botol yang sudah kita tidak pakai, kita simpan, kita kumpulkan, setiap minggu kita setor kepada bank sampah. Nah, itu ditukar dengan tabungan yang kita bisa ambil 6 (bulan) sampai 1 tahun ke depan,” terangnya.

Bahkan, minyak jelantah bisa kamu jual ke bank sampah seharga Rp 5 ribu per kilonya. Untuk itu, Sony mengajak masyarakat untuk menjadi anggota bank sampah.

“Jadi rumah kecil, rumah tanah kecil itu ikutlah bank sampah dulu. Ikut menjadi anggota bank sampah. Sebagian besar masalah (sampah rumah tangga) sudah terselesaikan,” imbuhnya.

Namun, sampah B3 yang diserahkan ke bank sampah atau pengelola harus dimusnahkan agar tidak mencemari lingkungan.

4. Membuat Kompos

Sampah organik dapur (SOD) bisa kamu masukan ke dalam lubang resapan biopori agar terurai secara alami. Sampah di dalam tanah akan menyusut dalam beberapa hari saja. Lubang ini juga bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan mendukung menyerapan air ke tanah.

Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

Sementara sampah dedaunan dan ranting-ranting bisa kamu kompos di dalam bak tertutup. Caranya dengan mencacah sampah pekarangan dan menyemprotkan cairan bioaktivator untuk mempercepat proses penguraian.

Setelah 2-4 minggu, kamu akan menghasilkan kompos yang bisa digunakan untuk tanaman di rumah. Kalau mau untung, kamu juga bisa menjual komposnya.

5. Membuat Prakarya

Nah, terkadang ada saja sisa sampah plastik atau sampah anorganik yang tidak layak jual. Misalkan sisa kemasan obat atau potongan kemasan plastik kecil.

Sampah ini bisa dipotong kecil-kecil untuk dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol plastik. Ini disebut ecobrick, yang bisa kamu gunakan untuk merakit furniture. Kamu bisa menjual ecobrick satuan atau berupa furniture yang sudah jadi.

“Ada pengrajin yang memang mengumpulkan ecobrick. Jadi kalau rata-rata ecobrick yang sudah jadi itu yang bahan bakunya padat itu rata-rata Rp10.000 harganya (per botol seberat 500 gram),”katanya.

“Satu bangku ini (terbuat dari) Rp 10.000 kali 16 (botol). Berapa itu? Rp 160.000. Harganya memang bangku ini Rp 250.000. Ini tahan lama,” pungkasnya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Tips Buat Ruang Kedap Suara dan Pilihan Materialnya Biar Nggak Ganggu Tetangga


Jakarta

Rumah seharusnya menjadi tempat bagi penghuninya mendapatkan ketenangan, beristirahat, dan bersenang-senang. Namun, apabila hidup bertetangga, jangan sampai cara kamu bersenang-senang mengganggu tetangga, begitu pun sebaliknya.

Apabila kamu senang karaoke, menyetel lagu yang cukup keras, atau mengadakan pesta di rumah, jangan sampai suara tersebut terdengar ke luar hingga mengganggu tetangga. Bagaimana bisa?

Tentu memungkinkan. Saat ini sudah ada banyak cara untuk meredam suara agar tidak terdengar hingga ke luar ruangan. Sama seperti konsep ruang bioskop, di rumah pun bisa dibuat ruangan kedap suara.


Dengan cara ini, kamu dan tetangga akan sama-sama nyaman karena kamu dapat bersenang-senang, tetangga kamu juga tidak akan terganggu kegiatan dan istirahatnya. Lantas, bagaimana cara membuat ruangan kedap suara?

Mengutip dari The Spruce, Sabtu (31/8/2024), berikut ini tips membuat ruangan kedap suara.

Membuat Dinding dan Ruangan Kedap Suara

Ketika ingin mendekorasi ruangan agar kedap suara, kamu memerlukan material yang menghalau suara tersebut keluar. Benda berbahan keras, tidak menjamin suara tidak keluar ruangan. Mulai dari dinding, kamu bisa meletakkan rak buku ataupun kabinet pada dinding untuk meminimalisir transmisi suara. Material dan barang-barang yang diletakkan di rak maupun kabinet mampu menahan getaran dan mengurangi transmisi suara.

Selain itu, tambahkan perabotan berbahan lembut seperti sofa serta bantal-bantal untuk menyerap dan meredam suara.

Material yang Bisa Meredam Suara

Ada beberapa jenis material yang dapat digunakan untuk meredam suara pada sebuah ruangan, berikut di antaranya:

1. Mass-loaded vinyl (MLV)

MLV adalah vinil tipis berukuran 1/16 inci dan sangat padat yang ditempel dengan partikel logam. Penggunaan MLV bisa menjadi solusi untuk meredam suara dengan harga murah dan material tipis.

2. Panel Akustik

Material satu ini adalah sebuah papan atau kain yang digantung di dinding untuk meredam suara. Panel akustik memiliki 2 jenis, yaitu untuk menghentikan kebisingan agar tidak memantulkan dari permukaan keras di bagian dalam dan ada yang menghalangi masuknya suara melalui pintu atau jendela.

3. Acoustic Foam

Jika tadi seperti kayu atau kain, acoustic foam terbuat dari poliuretan yang lembut dan berpori. Fungsinya dapat menyerap suara dalam ruangan dengan membatasi getaran yang menimbulkan suara.

4. Drywall Konvensional dan Soundproofing

Jika kamu menginginkan material yang lebih bagus kinerjanya untuk menghalau suara, kamu bisa memilih drywall konvensional Soundproofing Drywall.

Drywall konvensional merupakan bahan bangunan yang berat dan padat sehingga bisa menambah masa pada dinding ruangan untuk mencegah suara dapat melewatinya. Sementara itu, Soundproofing Drywall tidak jauh berbeda dengan drywall konvensional hanya saja harganya lebih mahal.

Sebab, satu lapisan Soundproofing Drywall sudah cukup untuk membuat ruangan kedap suara, sementara drywall konvensional membutuhkan 2 lembar untuk dapat meredam suara.

Membuat Lantai Kedap Suara

Tidak cukup pada dinding, kamu juga bisa melapisi lantai dengan karpet agar suara hanya terdengar di dalam ruangan. Bisa juga menambahkan bantalan di bawah karpet yang tebal untuk meningkatkan potensi meredam suara.

Membuat Jendela Kedap Suara

Apabila di ruangan tersebut terdapat jendela, kamu perlu menambahkan menggunakan tirai akustik atau tirai kedap suara yang diletakkan di trim jendela untuk menghalangi suara. Pilihan lainnya adalah dengan memakai weatherstripping pada jendela maupun pada pintu. Weatherstripping ini biasanya digunakan untuk menghalangi angin, air hujan, dan lainnya masuk ke dalam rumah.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Plafon Tinggi Bikin Rumah Lebih Adem Mitos atau Fakta? Begini Kata Ahli


Jakarta

Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan desain yang bisa membuat rumah terasa sejuk dan adem. Sebab, rumah yang terasa pengap dan panas sepanjang waktu pasti membuat penghuni rumah tidak nyaman, terutama saat tidur. Beberapa orang percaya salah satu aspek penting yang membuat rumah lebih sejuk adalah ketinggian plafon rumah. Kira-kira mitos atau fakta ya?

Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak dapat menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Justru rumah dengan plafon tinggi membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan jika di dalamnya ditambahkan AC.

Dengan demikian, saat membangun rumah dengan plafon tinggi, kamu tidak bisa sembarangan menentukan ketinggiannya. Perlu mempertimbangkan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.


“Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

Denny rumah setidaknya memiliki banyak ventilasi, tritisan, dan jendela agar terasa lebih sejuk dan hemat material pembangunannya.Lebih lanjut, berikut penjelasannya.

1. Perbanyak Ventilasi Udara

Setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Setidaknya ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang. Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa keluar masuk melalui ventilasi tersebut. Ventilasi silang ini juga lebih optimal apabila ditambah dengan adanya kipas angin.

“Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

Meskipun ada ventilasi yang cukup, rumah bisa panas apabila sinar matahari menyorot langsung ke dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa batasi pancaran sinar dengan menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

“Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” ujarnya.

3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

Tidak hanya perlu menghalau sinar matahari, kamu juga harus mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam daur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

“Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

Selain itu, ada material alternatif lain yang bisa digunakan seperti roster atau kerawang bata untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

5 Contoh Minibar di Dapur Kecil yang Aesthetic untuk Memaksimalkan Ruang


Jakarta

Minibar semakin banyak diminati karena sekaligus menambah estetika area dapur. Dengan penataan yang tepat, minibar bisa dimanfaatkan sebagai tempat bersantai bersama keluarga.

Minibar tak harus berada di dapur yang besar. Ketika berada di dapur kecil, minibar menjadi solusi praktis dan stylish untuk memaksimalkan ruang.

5 Contoh Minibar di Dapur Kecil yang Aesthetic

Ada beberapa contoh minibar di dapur kecil yang bisa menjadi inspirasi. Berikut beberapa rekomendasinya.


1. Minibar dengan Meja Bundar

Kitchen set dengan meja bundar.Kitchen set dengan meja bundar. Foto: 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta

Mini bar pada kitchen set ini tampil beda dengan kaca bundar di bagian tepinya. Meski tidak terlalu umum digunakan dalam desain, tapi lingkaran bisa menarik perhatian, memberi penekanan, dan mengatur hal-hal agar tetap terpisah.

Menurut buku 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta, dilihat secara keseluruhan, bentuk kitchen set minibar ini menyiku. Area pantrynya menempel di dinding dan minibar tegak lurus dengan dinding.

2. Minibar Gantung

Kitchen set serba menggantung.Kitchen set serba menggantung. Foto: 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta

Desain minibar dan kitchen set ini memanjang dan memiliki perbedaan level ketinggian lantai. Pada minibar, terdapat dua tiang besi yang memberikan efek menggantung.

Aksesoris lampu di atasnya juga dipilih menggantung dengan finishing HPL putih glossy. Perpaduan warna putih dan coklat pada minibar dan kitchen set menampilkan kesan yang elegan.

3. Minibar Lengkung

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil Foto: Buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus

Kitchen set dan semi minibar lengkung bisa diletakan di sudut ruang. Dibentuk seperempat lingkaran, semi minibar memiliki kabinet bawah.

Mengutip buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus, meja tersebut dibuat dengan sistem geser. Jika dibutuhkan meja yang luas, maka dapat digeser ke luar. Tapi, jika tidak dibutuhkan, maka meja bisa digeser ke dalam. Selain bisa memberikan tempat yang lebih luas, keberadaan meja bisa berfungsi sebagai pembatas area masak dan ruang di luar area memasak.

4. Minibar Minimalis

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil Foto: Buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus

Minibar ini dibuat dengan material marmer dan aksesori penggantung gelas di atas. Selain memberikan kesan elegan, aksesori penggantung gelas ini memudahkan penghuni rumah untuk melakukan aktivitas minum.

Sementara itu, penyediaan lemari di samping minibar digunakan untuk menyimpan berbagai aksesori dapur. Lemari ini juga bisa difungsikan untuk menempatkan berbagai makanan dan minuman.

5. Minibar Tinggi

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil (Buku 45 Kitchen Set Elegan oleh Dini Cahya Indah Putri, dkk)

Sama seperti desain sebelumnya desain minibar ini kitchen set ini menyatu dengan kitchen set. Menurut buku 45 Kitchen Set Elegan olrh Dini Cahya Indah Putri, dkk, bangku yang digunakan cukup tinggi menyesuaikan tinggi meja minibar. Penggunaan marmer pada keseluruhan kitchen set dan minibar menampilkan kesan yang mewah sekaligus hangat.

Itulah beberapa contoh minibar di dapur kecil. Semoga beberapa desain ini menginspirasimu ya.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


Jakarta

Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

Menetapkan Prioritas

Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

Standar Ukuran Dapur yang Ideal

Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

Menyusun Tata Letak Dapur

Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

Memaksimalkan Ukuran Dapur

Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Mudah! 6 Tips Cegah Rayap Rusak Perabotan Kayu di Rumah


Jakarta

Rayap merupakan sebuah hama yang sangat mengganggu dan merusak. Rayap berukuran kecil dan memiliki jumlah yang banyak, sehingga untuk membasminya harus menggunakan cara khusus.

Furnitur rumah banyak menggunakan bahan kayu, sedangkan kayu menjadi makanan untuk rayap. Faktanya, apapun yang terbuat dari kayu tidak lepas dari hama perusak ini. Tidak hanya kayu, rayap juga bisa merusak bahan seperti kardus dan drywall.

Dilansir dari woodthrive, Kamis (12/09/2024), berikut ini cara mudah untuk melindungi furniture kayu dari rayap.


Tutup Area Berisi Perabotan Kayu

Langkah awal yang sangat penting untuk mengamankan furnitur kayu dan membasmi rayap yang menyerang rumah kamu.

Dengan menyegel jendela, pintu, dan celah-celah di sekitar rumah kamu menggunakan penyegel kayu yang efektif lalu mengaplikasikan cat anti-rayap ke sekitar area.

Memperbaiki Kebocoran

Rayap secara alami tertarik dengan habitat yang lembap dan basah, terutama pada furnitur kayu, karena mereka membutuhkan air untuk bertahan hidup. Pastikan kebocoran dan genangan air di dalam dan di luar rumah diperbaiki. Talang air yang kotor dan basah juga menjadi tempat yang ideal bagi rayap untuk berkembang biak.

Periksa Ruang Penyimpanan

Rayap dapat memakan kayu yang disimpan di rumah kamu. Simpan kayu di dalam rumah seperti garasi atau di luar ruangan. Menyimpan kayu dalam jumlah besar akan mengundang rayap untuk masuk dan menyerang furnitur kamu.

Beri Umpan dan Racun Rayap

Memberi umpan rayap atau produk pembunuh rayap cair sangat ideal untuk penggunaan di luar ruangan, tetapi banyak orang memilih untuk menggunakannya karena akan mencemarkan akibat zat kimia dan racun demi keselamatan penghuni rumah. Meskipun aman disentuh, menghirup racun rayap bisa sangat berbahaya untuk kesehatan.

Gunakan Kayu Anti-rayap

Walaupun tidak ada jenis kayu yang sangat anti-rayap, ada beberapa kayu yang tidak dapat dimakan oleh rayap. Kayu yang diawetkan dengan tekanan dan produk kayu komposit buatan dirancang khusus untuk rumah guna mencegah rayap dan memperpanjang umur bangunan. Kayu merah, cedar kuning, jati, cemara juga menjadi kayu yang dihindari oleh rayap.

Hubungi Teknisi untuk Membasmi Rayap

Hal yang paling penting, kamu perlu meminta profesional untuk memeriksa rumah. Biasanya para profesional dapat menggunakan berbagai strategi untuk membasmi rayap.

Dengan tindakan pengendalian rayap yang efektif, akan mencegah rayap untuk kembali dan furniture kayu rumah kamu akan aman tidak dimakan oleh rayap.

Itulah beberapa cara untuk mencegah rayap merusak perabotan kayu di rumah.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Alat Elektronik yang Bikin Boros Listrik di Rumah


Jakarta

Tidak semua peralatan dibuat sama, meskipun setiap peralatan di rumah kamu mengonsumsi listrik. Penggunaan masing-masing peralatan akan berdampak berbeda pada tagihan listrik kamu.

Mengetahui peralatan mana yang paling banyak menggunakan listrik dan kapan peralatan tersebut menarik daya dari jaringan listrik dapat membantu kamu menghemat tagihan listrik secara signifikan.

Melansir perchenergy, Jumat (20/09/2024), berikut ini beberapa peralatan rumah tangga yang paling banyak menggunakan listrik.


Pemanas dan Pendingin Rumah

Konsumsi listrik terbesar di rumah tangga rata-rata adalah peralatan pemanas dan pendingin rumah sebesar 45-50%.

AC dan pemanas sentral menggunakan banyak energi untuk menjaga suhu rumah kamu tepat. Meskipun tergantung mana yang lebih banyak kamu gunakan. Pemanas umumnya menggunakan lebih banyak listrik sepanjang tahun, yang mencakup 25% dari penggunaan listrik tahunan.

Pemanas Air

Jika kamu menggunakan pemanas air listrik, kemungkinan besar pemanas air tersebut merupakan konsumen energi terbesar kedua di rumah kamu sebesar 12%. Menggunakan pemanas air untuk berbagai keperluan seperti mandi.

Secara keseluruhan kegiatan yang menggunakan pemanas air menghabiskan banyak energi setiap bulannya.

Pencahayaan

Bohlam lampu telah menjadi jauh lebih hemat energi selama bertahun-tahun. Saat ini, teknologi pencahayaan teratas, yaitu LED. LED menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada pendahulunya (bohlam pijar).

LED juga bertahan lebih lama sehingga mengurangi pemborosan. Belum lagi biaya operasional yang lebih murah. Meski begitu, pencahayaan menyumbang porsi signifikan sekitar 9-12% penggunaan listrik kamu setip bulan karena besarnya pemakaian.

Kulkas

Meskipun lemari es sebenarnya tidak memerlukan banyak energi untuk beroperasi setiap jam, namun kulkas menghabiskan cukup banyak listrik sekitar 8% karena selalu menyala.

Mesin Cuci

Penggunaan energi bulanan mesin cuci tentu saja bergantung pada seberapa sering kamu mencuci. Saat kamu menjalankan mesin cuci, cenderung menyedot banyak listrik, terutama jika kamu menjalankan mesin cuci dengan air panas. Rata-rata, mencuci pakaian menghabiskan sekitar 5% dari penggunaan listrik tahunan kamu.

Itulah beberapa alat elektronik yang bikin boros listrik di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kompor Kaca vs Kompor Gas Konvensional, Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?


Jakarta

Memilih kompor, nggak boleh sembarangan karena harus pertimbangkan karakteristik yang cocok buat kamu. Terdapat dua jenis kompor yang populer digunakan, yaitu kompor kaca dan kompor gas konvensional dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Sering kali konsumen bingung untuk menentukan antara keduanya. Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik?

Simak perbedaan kompor kaca dan kompor gas konvensional berikut seperti yang dikutip dari keterangan NIKO, Minggu (22/9/2024).


Perbedaan Kompor Kaca dan Kompor Gas Konvensional

1. Estetika

Kompor Kaca Foto: Getty Images/RYosha

Kompor kaca dikenal memiliki desain yang modern dan estetis. Dengan permukaan kaca yang mengkilap, kompor ini menambah kesan elegan pada dapur, terutama yang memiliki konsep minimalis atau kontemporer.

Sementara itu, kompor gas konvensional umumnya memiliki desain yang lebih sederhana dan fungsional. Namun, kesederhanaan ini justru sering kali lebih cocok untuk dapur yang mengutamakan fungsi daripada penampilan.

2. Desain

Salah satu keunggulan utama kompor kaca adalah perawatannya yang mudah. Permukaan kaca yang rata dan tanpa celah membuat sisa-sisa makanan atau tumpahan dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan kain basah.

Berbeda dengan kompor gas konvensional yang memiliki banyak sudut dan celah pada bagian burner dan grid, sehingga memerlukan usaha lebih dalam membersihkannya.

Kompor Gas Konvensional Foto: Getty Images/Adipra

3. Material

Kompor kaca biasanya terbuat dari kaca tempered yang tahan terhadap panas tinggi. Beberapa model bahkan dilengkapi dengan fitur keamanan, seperti pemutus gas otomatis jika api padam, yang menambah kenyamanan penggunaan. Namun, meskipun tahan panas, kompor kaca tetap memiliki risiko pecah jika terkena benturan keras.

Sedangkan kompor gas konvensional yang biasanya terbuat dari material logam, lebih tahan lama dan kuat terhadap benturan, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk penggunaan berat atau intensif.

4. Harga

Soal harga, kompor gas konvensional cenderung lebih ekonomis dan terjangkau bagi sebagian besar konsumen. Hal ini membuat kompor gas konvensional pilihan yang populer di kalangan masyarakat.

Sebaliknya, kompor kaca, dengan segala kelebihan estetika dan fitur keamanannya, umumnya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.

Dalam menentukan jenis kompor, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Jika mencari kompor yang mudah dibersihkan dan menambah estetika dapur, kompor kaca bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, bagi mereka yang mengutamakan kekuatan, ketahanan, dan harga yang lebih terjangkau, kompor gas konvensional mungkin lebih sesuai.

Salah satu merek kompor kaca lokal, NIKO menawarkan kompor yang andal, tahan lama, serta memberi pelayanan after sale. Sejak 2022, NIKO menarik perhatian publik dan para ahli di industri dengan kompor berkualitas dan fungsionalitas.

“Kompor NIKO hadir dengan berbagai pilihan mulai dari 1-3 tungku, di atas meja atau di tanam, pengapian mekanis maupun otomatis, bahan kaca maupun stainless,” ujar Direktur Marketing NIKO Tjandra Lianto dalam keterangan tertulis, Minggu (22/9/2024).

“Semua pilihan hadir dengan spesifikasi dan harga yang sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

2 Pilihan Warna Lampu yang Bisa Bantu Tidur Makin Nyenyak


Jakarta

Warna dari cahaya dapat mempengaruhi jam biologis alami tubuh. Saat cerah, tubuh tahu bahwa sudah waktunya untuk bangun dan saat gelap tubuh akan bersiap untuk tidur.

Kamar yang gelap adalah kondisi terbaik untuk tidur. Maka dari itu, lebih baik tidur dalam keadaan lampu mati. Namun, sebelum tidur warna cahaya yang disarankan adalah warna yang lebih hangat daripada cahaya yang lebih dingin. Hal ini karena cahaya berpengaruh pada kualitas tidur seseorang.

Melansir Sleep Foundation, Senin (23/09/2024), berikut ini beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk dinyalakan pada saat tidur.


Lampu Warna Terbaik untuk Tidur

1. Lampu Warna Merah

Lampu berwarna merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian atau pola yang diikuti oleh tubuh manusia dalam siklus 24 jam, yang berfungsi sebagai jam internal tubuh. Warna ini merupakan salah satu lampu terbaik untuk digunakan di malam hari.

Penelitian menunjukkan paparan lampu warna merah dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin. Paparan cahaya merah saat tidur hingga bangun tidur dapat mengurangi rasa lelah dan bingung di pagi hari.

2. Lampu Warna Kuning dan Oranye

Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian sehingga pilihan yang tepat untuk dinyalakan di malam hari.

Paparan cahaya ini dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

Warna Cahaya yang Nggak Baik

1. Cahaya BIru

Penerima cahaya di mata yang mempengaruhi ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya biru. Cahaya biru tidak hanya menekan melatonin, tetapi juga mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

Melihat cahaya biru secara teratur di malam hari meyakinkan tubuh bahwa saat itu masih siang, hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

Hindari penggunaan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur.

2. Cahaya Lampu Hijau

Mirip dengan cahaya biru, cahaya hijau juga mengurangi rasa kantuk dengan mengurangi produksi melatonin. Meskipun cahaya biru dapat mengurangi kadar melatonin dua kali lipat dari cahaya hijau.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Warna Lampu Tidur yang Terbaik dan Terburuk agar Makin Nyenyak



Jakarta

Cahaya mempengaruhi jam biologis alami tubuh yang berlangsung 24 jam. Saat cerah tubuh tahu bahwa sudah waktunya untuk bangun, dan saat gelap tubuh akan bersiap untuk tidur.

Kamar yang gelap adalah tempat terbaik untuk tidur. Namun, pada jam-jam sebelum tidur, warna cahaya yang lebih hangat lebih baik dari cahaya yang lebih dingin. Hal ini karena cahaya memainkan peran penting dalam mengatur tidur dan terjaganya seseorang.

Melansir sleepfoundation, Senin (23/09/2024), selain warna putih kuning dan warm white, berikut ini beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk tidur.


Lampu Warna Terbaik untuk Tidur

Lampu Warna Merah

Lampu berwarna merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian, warna ini merupakan salah satu lampu terbaik untuk digunakan di malam hari.

Penelitian menunjukkan paparan lampu warna merah dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin.

Paparan cahaya merah saat tidur dan saat bangun tidur dapat mengurangi kemungkinan merasa lelah dan bingung di pagi hari.

Lampu Warna Kuning dan Oranye

Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian dan merupakan pilihan yang baik untuk digunakan di malam hari.

Paparan cahaya ini dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

Warna Cahaya Terburuk untuk Tidur

Cahaya BIru

Reseptor cahaya di mata yang mempengaruhi ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya biru. Cahaya biru tidak hanya menekan melatonin, tetapi juga mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

Melihat cahaya biru secara teratur di malam hari meyakinkan tubuh bahwa saat itu masih siang, hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

Hindari penggunaan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur.

Cahaya Lampu Hijau

Mirip dengan cahaya biru, cahaya hijau juga mengurangi rasa kantuk dengan mengurangi produksi melatonin.

Meskipun cahaya biru dapat mengurangi kadar melatonin dua kali lipat dari cahaya hijau, kamu mungkin tetap ingin menghindari cahaya hijau sebelum tidur.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com