Tag: penghalang

  • Cara Ampuh Lindungi Tanaman di Rumah dari Hama, Mudah!


    Jakarta

    Adanya hama bisa membuat tanaman kamu rusak atau bahkan mati. Tentunya kamu nggak mau kan hal itu terjadi?

    Nah, sebaiknya sebelum menanam tanaman, kamu simak tips beberapa berikut ini untuk menghindari hama yang merusak tanaman. Berikut ini beberapa tipsnya.

    Pasang Pembatas

    Dilansir dari Real Simple, Minggu (7/7/2024), kamu bisa memasang pagar pembatas dari kawat untuk mencegah serangga yang lebih besar, tupai, atau bahkan kelinci yang mau memakan tanaman kamu. Jika kamu memiliki pohon buah, bungkus buah dengan plastik agar tidak dimakan oleh hewan lainnya, misalnya seperti kelelawar.


    Pasang Tanaman Jebakan atau Penghalang

    Kamu bisa membuat jebakan seperti menanam tanaman lain di dekat tanaman kamu. Misalnya, jika kamu memiliki tanaman tomat, kamu bisa menanam bunga nasturtium di dekatnya. Dengan demikian, kumbang atau serangga lainnya akan lebih tertarik ke bunga nasturtium dibandingkan tomat.

    Perhatikan Genangan Air

    Adanya genangan air bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Jangan sampai air yang ada di kebun kamu justru menjadi rumah bagi nyamuk.

    Maka dari itu, kamu harus membersihkan genangan air yang da di taman atau kebun. Misalnya di pot tanaman, kandang burung, atau memotong semak-semak di sekitar kebun.

    Tanam Tanaman Khas Daerah Tertentu

    Menurut Profesor Departemen Entomologi Penn State, John Tooker menanam beragam spesies tanaman asli sesuai dengan daerah masing-masing bisa mendukung komunitas serangga yang kuat. Dengan adanya komunitas tumbuhan dan serangga yang beragam harus mendukung dan menyertakan predator alami yang dapat membantu mengendalikan spesies hama.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari (pemakaian) insektisida kecuali tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bikin Rumah Nggak Gerah Tanpa AC


    Jakarta

    Rumah di negara beriklim tropis biasanya memiliki udara yang panas dan gerah, bahkan terasa pengap di dalam rumah. Hal ini disebabkan akibat kurangnya ventilasi yang memungkinkan sirkulasi udara.

    Udara panas yang terperangkap di dalam rumah tentu bikin penghuni rumah kegerahan. Peran jendela sebagai ventilasi untuk sirkulasi udara pun menjadi penting. Pemasangan jendela di depan rumah bisa membawa udara segar masuk ke dalam rumah, tetapi tidak mengeluarkan udara panas.

    Alhasil, rumah masih terasa panas walau jendela sudah dibuka. Kalau seperti ini, kamu membutuhkan ventilasi lain sebagai jalur panas untuk keluar dari rumah.


    Ventilasi itu juga berupa jendela yang berada di sisi lain tetapi masih berhadapan dengan jendela utama di depan yang mengirim udara segar masuk ke dalam rumah. Akses masuk dan keluar udara di dalam rumah tersebut disebut dengan ventilasi silang atau cross ventilation.

    Ventilasi Silang

    Melansir dari architropics pada Selasa (9/7/2024), ventilasi silang adalah suatu bentuk ventilasi alami yang memungkinkan angin masuk ke satu sisi ruangan dan keluar dari sisi lainnya.

    Ventilasi silang menggunakan tenaga yang digerakkan oleh angin untuk membawa udara dingin dari luar dan menggantikan udara dalam ruangan yang pengap dan hangat. Memakai sistem ventilasi silang ini dinilai efektif membuat rumah lebih sejuk.

    Jalur pertukaran udara ini tidak boleh terhalang oleh perabotan apa pun. Biarkan jendela depan dan belakang berhadapan tanpa ada meja, dinding, atau rak yang menghalangi sirkulasi udara. Penghalang juga membuat arah angin segar yang masuk ke rumah tidak bisa mendorong udara panas keluar.

    Hal lain yang perlu diperhatikan saat menerapkan ventilasi silang di rumah adalah membuat bingkai jendela yang lebar. Selain itu, kecepatan angin di luar juga faktor penting rumah dapat menjadi sejuk.

    Kekurangan Ventilasi Silang

    Meski dinilai sangat efektif membuat rumah jauh lebih sejuk, tentu sistem ini hanya berlaku bagi rumah yang memiliki 2 sisi rumah yang terbuka dan tidak berdempetan dengan tembok. Misalnya yang hanya memiliki taman belakang atau yang rumahnya berhalaman luas.

    Namun, untuk yang tinggal di komplek perumahan yang rumahnya berdempetan, rusun, atau apartemen yang hanya memiliki 1 sisi yang memiliki jendela, ventilasi silang bisa diterapkan antara jendela dan pintu yang terbuka. Maka dari itu, setidaknya rumah memiliki jendela agar rumah memiliki perputaran udara yang baik.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Pilih Pagar yang Cocok buat Kebutuhan dan Kondisi Rumah Kamu


    Jakarta

    Memasang pagar rumah adalah salah satu cara untuk melindungi hunian beserta isinya dari orang luar. Pagar juga berfungsi untuk menjaga privasi penghuni dengan menghalangi pandangan mata.

    Ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Kalau kamu bingung mau pilih yang mana, kamu bisa tentukan yang paling cocok dengan kondisi rumah dan kebutuhanmu.

    Lalu, bagaimana cara memilih pagar yang cocok ya? Yuk simak caranya berikut ini dikutip dari Jacksons Fencing, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Pagar yang Cocok buat Rumahmu

    1. Privasi

    Pagar Tembok dengan Variasi Bambu.Tips Pilih Pagar Foto: lingkarwarna.com/Pinterest

    Salah satu aspek utama dari pagar adalah privasi. Kalau mau mendapatkan privasi maksimal di luar rumah, maka tinggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Pagar menjadi pertahanan pertama yang kita miliki untuk menghalau serangan dari luar rumah. Sering kali, pagar menjadi keamanan sering kali menjadi prioritas tinggi bagi pemilik rumah.

    Pagar Tembok dari Batu Alam.Tips Pilih Pagar Foto: Ide Desain Rumah/Pinterest

    Sangat penting untuk memilih pagar yang menawarkan batas yang aman. Pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi

    Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu, mungkin ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Lingkungan

    Pagar Tembok dengan Kayu Berwarna Hitam.Tips Pilih Pagar Foto: Rose/Pinterest

    Kalau rumah kamu berada di daerah yang rawan angin, kamu harus pertimbangkan pagar mana yang kuat menahan kondisi berangin. Panel semi-solid selalu paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas

    Kualitas pagar sangat menentukan berapa lama pagar akan bertahan. Selalu cari pagar dengan material kokoh dan bisa tahan lama.

    Itulah beberapa tips memilih pagar yang cocok buat rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Asal, Ini 4 Alasan Pintu Rumah Harus Dibuka ke Arah Dalam!


    Jakarta

    Pernahkah kamu memperhatikan, kenapa pintu di rumah ada yang hanya bisa didorong atau ditarik? Berbeda dengan pintu-pintu di area pertokoan yang bisa didorong dan ditarik. Ternyata arah pintu terbuka ini tergantung pada letak engsel pintu. Kira-kira lebih baik dan aman yang mana ya untuk arah pintu terbuka?

    Dalam konsep Feng Shui, pintu adalah akses utama rezeki masuk ke dalam rumah sehingga arah terbukanya pintu dipercaya dapat mempengaruhi keberuntungan penghuninya.

    Sebagai informasi, menurut The Spruce Feng Shui adalah praktik Tiongkok Kuno dalam menata benda untuk mendorong keselarasan dengan alam. Dalam Feng Shui banyak dibahas mengenai aturan penempatan perabotan dan tata aturan seputar rumah.


    Melansir dari Vivid Doors, Rabu (4/9/2024), berikut penjelasan mengenai aturan arah terbukanya pintu menurut Feng Shui.

    Arah Terbukanya Pintu Rumah

    Feng Shui menyarankan terbukanya pintu sebaiknya ke arah ke dalam. Banyak alasan yang mendasarinya, berikut di antaranya

    1. Keamanan

    Dari segi keamanan, pintu yang terbuka ke arah dalam lebih aman dari pencurian atau penyusupan. Pintu yang terbuka ke dalam memiliki engsel di bagian dalam sehingga tidak mudah dijangkau dari luar.

    2. Cuaca

    Pintu yang terbuka ke dalam akan terlindungi dari tempias air saat hujan. Selain itu, saat ada angin kencang saat kamu membuka pintu tidak akan sulit karena mengikuti arah angin.

    3. Keselamatan

    Dengan menggunakan pintu yang terbuka ke arah ke dalam, penyelamatan akan lebih mudah apabila terjadi hal darurat. Misalnya kebakaran, ada hewan berbahaya di dalam rumah, atau penyerangan. Polisi atau pemadam kebakaran bisa dengan cepat membuka pintu apabila arah bukanya ke dalam.

    4. Kepercayaan

    Dalam ilmu Feng Shui, seperti yang dilansir dari situs Favourite Homes, pintu yang terbuka ke dalam dapat menarik energi ‘chi’ positif ke dalam rumah. Sementara jika terbuka ke luar seperti membuang energi chi ke luar.

    Bolehkah Pintu Dibuka ke Luar?

    Dari beberapa kelebihan posisi pintu rumah terbuka ke dalam, sebenarnya apakah boleh posisi pintu terbuka ke arah luar?

    Rumah di beberapa negara seperti di Swedia menggunakan pintu yang dapat terbuka ke luar. Alasannya ada suatu peristiwa di mana, sekelompok orang mati dalam sebuah kebakaran karena tidak dapat melarikan diri. Alasan lainnya rumah Skandinavia bentuknya kecil dan penuh perabotan di dalamnya. Apabila pintu terbuka ke arah dalam, hanya akan memakan tempat.

    Teori selanjutnya berkaitan dengan iklim di Swedia yang dingin dan sering turun salju. Dengan pintu terbuka keluar, mereka yang membuka pintu akan sekaligus mendorong salju ke luar sehingga membersihkan depan rumah dari tumpukan salju.

    Selain apa yang terjadi di Swedia, pintu mengarah ke arah luar juga cocok dipakai untuk kebutuhan berikut.

    1. Pintu Darurat

    Pintu darurat sebaiknya dibuat dapat didorong keluar untuk mempermudah saat menyelamatkan diri. Dalam situasi darurat, orang hanya memiliki waktu singkat untuk melarikan diri. Dengan pintu bisa terbuka keluar dapat searah dengan arah tempat melarikan diri.

    Selain itu, pintu darurat juga harus bisa terbuka penuh tanpa terhalang sehingga orang bisa lewat dengan lebih mudah. Termasuk di rumah, jika kamu memiliki pintu darurat, buatlah pintu tersebut terbuka ke luar.

    2. Pintu Bangunan Publik

    Bangunan publik seperti di supermarket, kantor pemerintahan, dan tempat wisata biasanya menggunakan pintu yang dapat terbuka ke arah luar. Alasannya untuk mempermudah pergerakan dan mudah terbuka tanpa penghalang.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

    Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

    Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

    Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

    Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

    Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

    Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

    Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

    1. Privasi

    Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi Pemasangan

    Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Faktor Lingkungan

    Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas Material

    Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

    Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Menangani Kelelawar yang Hinggap di Atas Loteng


    Jakarta

    Kehadiran kelelawar bisa mengganggu dan membuat jengkel pemilik rumah. Untuk mengatasi hal ini, pahami langkah-langkah untuk mencegah kelelawar masuk ke dalam loteng maupun rumah.

    Berikut ini cara untuk mencegah kelelawar masuk ke dalam rumah.

    Memastikan Titik Masuk Tertutup Dengan Baik

    “Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari titik masuk,” kata pemilik Pest Control Weekly AH David yang dikutip dari Homes and Garden, Jumat (11/10/2024).


    Layaknya saat mengusir rakun atau tupai di loteng, carilah ruangan yang berukuran kecil di sekitar atap dan lis atap rumah kamu, kamu akan mudah menemukan titik masuk ini ketika malam hari karena, kelelawar aktif di malam hari.

    Panggil Tenaga Ahli

    Ketika kamu menghadapi loteng kamu dihinggapi banyak kelelawar, kamu tidak perlu khawatir karena kamu bisa menghubungi tenaga ahli untuk menangani hal tersebut. Saat dihadapkan dengan koloni kelelawar yang besar, kamu akan melihat kelelawar muda berterbangan.

    Akan tetapi, kelelawar muda tidak akan mampu untuk terbang di bulan-bulan tertentu, maka kelelawar muda akan hinggap dan bersinggah di loteng. Dalam hal ini, segeralah berkonsultasi dengan tenaga ahli satwa liar yang sudah berpengalaman.

    Pasang Penghalang

    Melansir familyhandyman.com, menggunakan metode penghalang adalah cara yang efektif. Dengan memasang jaring atau layar yang menggantung sebelah kaki di bawah titik kelelawar keluar, kamu bisa merekatkan jaring pada bagian samping dan atas, lalu biarkan bagian bawahnya terbuka, agar kelelawar bisa keluar dan tidak akan bisa masuk kembali.

    Tambah Pencahayaan

    Dilansir The Spruce, memasang lampu yang terang akan mengusir mereka dari rumah kamu, karena kelelawar lebih menyukai kegelapan. Kamu bisa memasang lampu yang dapat diaktifkan dengan menggerakkan dekat atap rumah kamu, ketika kelelawar mendekat lampu akan otomatis menyala seketika.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menangani Kelelawar yang Hinggap di Atas Loteng


    Jakarta

    Biarpun kelelawar terlihat seperti makhluk yang menyenangkan dan terkadang menyeramkan, namun kehadiran makhluk ini bisa mengganggu dan membuat jengkel pemilik rumah. Untuk mengatasi hal ini, pahami langkah-langkah untuk mencegah kelelawar masuk ke dalam loteng.

    Memastikan Titik Masuk Tertutup Dengan Baik

    “Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari titik masuk,” kata pemilik Pest Control Weekly AH David yang dikutip dari homesandgardens.com, Minggu (27/10/2024). Layaknya saat mengusir rakun atau tupai di loteng, carilah ruangan yang berukuran kecil di sekitar atap dan lis atap rumah kamu, kamu akan mudah menemukan titik masuk ini ketika malam hari karena, kelelawar aktif di malam hari.


    Panggil Tenaga Ahli

    Ketika kamu menghadapi loteng kamu dihinggapi banyak kelelawar, kamu tidak perlu khawatir karena kamu bisa menghubungi tenaga ahli untuk menangani hal tersebut. Saat dihadapkan dengan koloni kelelawar yang besar, kamu akan melihat kelelawar muda berterbangan.

    Tetapi, kelelawar muda tidak akan mampu untuk terbang di bulan-bulan tertentu, maka kelelawar muda akan hinggap dan bersinggah di loteng. Dalam hal ini, segeralah berkonsultasi dengan tenaga ahli satwa liar yang sudah berpengalaman.

    Memasang Penghalang

    Melansir familyhandyman.com, menggunakan metode penghalang adalah cara yang efektif. Dengan memasang jaring atau layar yang menggantung sebelah kaki dibawah titik kelelawar keluar, kamu bisa merekatkan jaring pada bagian samping dan atas, lalu biarkan bagian bawahnya terbuka, agar kelelawar bisa keluar dan tidak akan bisa masuk kembali.

    Menambah Pencahayaan

    Mengutip thespruce.com, memasang lampu yang terang akan mengusir mereka dari rumah kamu, karena kelelawar lebih menyukai kegelapan. Kamu bisa memasang lampu yang dapat diaktifkan dengan menggerakan dekat atap rumah kamu, ketika kelelawar mendekat lampu akan otomatis menyala seketika.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, rumah dengan dataran rendah sangat rentan mengalami banjir. Untuk menanggulangi banjir, kamu bisa membuat sebuah penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Selain penahan, tentu akan diperlukan jalur pembuangan yang baik agar air tidak menggenang. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah?

    Berikut beberapa cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah ketika hujan.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Dinding penahan baik dibuat di halaman yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Tambahkan pula aliran air yang mengarah ke selokan. Ini untuk menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Bagian halaman rumah bisa dipasang paving block agar air meresap atau mengalir melalui sela-selanya. Paving block ini memiliki beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk penyerapan air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Tetapi sebelum itu ketahui tempat yang tepat untuk menanam pohon agar tidak membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Rumah Aman, Segini Jarak Ideal Tanam Pohon di Halaman


    Jakarta

    Halaman tanpa pohon atau tanaman rasanya kosong dan gersang. Saat panas terik, cahaya matahari dapat langsung menyorot ke dalam rumah dan pada saat hujan air ‘tumpah’ ke halaman tanpa ada penghalang.

    Meskipun keberadaan pohon sangat penting, terutama di halaman rumah, kamu perlu tahu jarak aman untuk menanam pohon. Jarak ini dapat menjadi ruang jika pohon tersebut tumbang sehingga tidak menimpa rumah atau barang berharga di sekitar rumah.

    Dilansir Jimstrees.com, berikut jarak aman menanam pohon di halaman rumah.


    • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter

    Adanya jarak ideal, bukan hanya untuk menghindari kerusakan pada properti jika pohon tumbang, melainkan bermanfaat untuk tujuan lain, berikut di antaranya.

    1. Daun Kering Tidak Mengotori Bagian Rumah dan Selokan

    Seperti yang kita tahu, daun yang sudah kering pasti berguguran. Kita tidak bisa mencegahnya karena itu sudah menjadi bagian dari siklus pohon. Tugas kita hanya membersihkannya jika daun kering tersebut.

    Jika halaman kamu sempit dan tidak ada ruang antara bangunan dan pohon, dikhawatirkan daun kering tersebut jatuh ke area rumah. Bahayanya jika daun kering tersebut banyak yang jatuh ke dalam talang air atau selokan. Daun kering bisa menghambat jalur air, terutama pada saat hujan.

    Apabila antara pohon dan rumah memiliki jarak yang pas, daun kering tersebut bisa jatuh ke halaman dan lebih mudah dibersihkan.

    2. Mengamankan Rumah dari Akar Pohon

    Pertumbuhan pohon bukan hanya pada batangnya yang semakin tinggi dan lebar, melainkan akarnya yang semakin panjang dan kuat. Jangan sepelekan pertumbuhan akar ini karena ada beberapa akar yang bahkan bisa merusak badan jalan, aspal, hingga area lainnya.

    Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat tumbuhnya ketinggian si pohon itu. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah.

    Kamu juga harus menjauhkan pohon dengan akar yang besar dari pipa air tanam dan septic tank. Jika terlalu dekat, berisiko dapat merusak pipa air dan septic tank.

    3. Menjaga Kondisi Tanah

    Ada pohon di rumah juga berpotensi membuat tanah menyusut. Sebab, pepohonan menyebabkan kelembapan tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Tanah dapat menyusut dan mengembang yang berdampak pada tekanan pada fondasi rumah. Imbasnya muncul retak-retak rambut atau keretakan serius di dinding.

    4. Mencegah Pengendapan beton

    Kondisi tanah yang menurun dapat berpengaruh pada beton yang ikut turun. Saat beton mengendap, kemungkinan besar dinding rumah akan retak dan bergeser. Kondisi ini seperti trotoar yang rusak di sekitar pohon yang akarnya timbul ke permukaan. Dengan adanya jarak yang aman antara bangunan dan pohon, maka rumah dapat tetap aman.

    Itulah informasi terkait jarak aman menanam pohon di halaman rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Akar 5 Tanaman Ini Bisa Merusak Bangunan


    Jakarta

    Menanam pohon bisa menjadi solusi agar rumah tidak terasa panas. Pohon sendiri dapat menghalau sinar matahari langsung masuk ke rumah dan membuat halaman jauh lebih sejuk.

    Namun, pohon yang ditanam di depan rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, ada beberapa jenis pohon yang akarnya justru berbahaya bagi rumah. Akar tersebut dapat membesar dan merambat ke bagian fondasi bangunan hingga menimbulkan kerusakan dan retak.

    Berikut beberapa pohon yang disarankan tidak ditanam di dekat bangunan.


    1. Pohon Beringin

    Seorang warga mengamati pohon beringin berukuran besar di Hutan Hujan Tropis Kahung, Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/8/2024). Hutan tersebut  memiliki kaeanekaragaman hayati khas Pegunungan Meratus seperti pohon Binuang Laki, Beringin yang berukuran besar dan aneka jenis jamur serta terdapat fenomena kejadian bumi (geologi) yang telah ditetapkan menjadi salah satu situs Geopark Meratus untuk diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.Seorang warga mengamati pohon beringin berukuran besar di Hutan Hujan Tropis Kahung, Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/8/2024). Hutan tersebut memiliki kaeanekaragaman hayati khas Pegunungan Meratus seperti pohon Binuang Laki, Beringin yang berukuran besar dan aneka jenis jamur serta terdapat fenomena kejadian bumi (geologi) yang telah ditetapkan menjadi salah satu situs Geopark Meratus untuk diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S

    Seperti yang kamu tahu, pohon beringin memiliki ukuran yang besar. Dilansir situs Greg ukuran akar pohon beringin dapat merambat hingga kedalaman 3-4,5 meter, tergantung kondisi tanah. Akarnya yang dapat menembus tanah sedalam itu berguna untuk menyerap air di area yang dalam, terutama pada kemarau.

    Jika halaman rumah kamu tidak begitu luas, sebaiknya tidak menanam pohon beringin. Sebab, akarnya dapat merusak pipa atau fondasi rumah.

    2. Pohon Mangga

    Pohon mangga di Kompleks Keraton Jogja, Rabu (20/12/2023).Pohon mangga di Kompleks Keraton Jogja, Rabu (20/12/2023). Foto: Anandio Januar/detikJogja

    Pohon mangga adalah tanaman yang mudah untuk dirawat. Pohon ini pun mudah untuk berbuah. Namun, menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

    3. Bambu

    pohon bambupohon bambu Foto: (Kurnia/detikTravel)

    Menurut Better Homes, akar bambu menajalar di atas tanah. Tanaman ini dapat merusak paving block, menembus pagar, dan berbahaya apabila ditanam di dekat rumah. Bahkan untuk menebang tanaman ini agak sulit karena memiki akar yang bercabang.

    4. Pohon Karet

    Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu. Foto: Antara Foto

    Pohon karet termasuk dalam pohon yang harus dihindari ditanam di dekat rumah atau halaman. Akarnya dapat menjalar panjang dan merusak struktur rumah apabila sudah terlalu panjang.

    5. Pohon Alpukat

    Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

    Menurut California Polytechnic State University, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Kamu dapat mengurangi kerusakan dengan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya sejauh 7,5 meter dari bangunan. Bikin penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com