Tag Archives: penghasil

7 Game Penghasil Uang, Bisa Cuan Sambil Rebahan!

Jakarta

Kini main game online sambil rebahan bisa menghasilkan cuan lho. Ada sejumlah aplikasi game yang tidak hanya untuk bermain permainan, tapi juga mendatangkan pundi-pundi uang.

Aplikasi game ini dapat diunduh di Play Store maupun App Store. Umumnya ada misi dan tantangan yang perlu diselesaikan saat bermain game. Nantinya, pemain memperoleh reward berupa koin atau poin yang dapat ditukar dengan voucher atau saldo dompet digital.

Rekomendasi Game yang Menghasilkan Uang

Sejumlah game penghasil uang ini ternyata sudah banyak diunduh dan dimainkan. Berikut beberapa contohnya dikutip dari laman laman Dev Technosys dan Google Play Store:


1. Mager

  • Rating Google Play Store: 4,7
  • Total Download: 1 juta.

Game pertama yang dapat menghasilkan uang yaitu Mager. Ada sejumlah permainan seru yang dapat dimainkan di game ini. Nantinya ada beberapa misi dan tantangan yang perlu diselesaikan untuk memperoleh reward.

Reward berupa golden ticket, silver ticket, atau koin Mager. Bila koin yang dikumpulkan sudah banyak, bisa ditukarkan dengan voucher diamond game atau saldo dompet digital.

2. Hago

  • Rating Google Play Store: 4,1
  • Total Download: 100 juta.

Aplikasi Hago memiliki banyak sekali game, mulai dari Ludo, Rummy, Oh Sheep, hingga Werewolf. Selain game, antar pengguna juga dapat mengobrol di ruang obrolan, nonton streaming, sampai berkaraoke.

Setiap kemenangan dari game yang dimainkan dapat menghasilkan koin. Dengan mengundang teman untuk bergabung di Hago dan menonton iklan juga bisa memperoleh koin. Kabarnya, koin dapat ditukarkan dengan voucher pulsa.

3. The Lucky Miner

  • Rating Google Play Store: 3,7
  • Total Download: 1 juta.

The Lucky Miner merupakan game menambang emas yang cukup mudah. Selain penambang emas, ada beberapa game lain yang dapat dimainkan. Sebanyak waktu yang dihabiskan saat bermain game akan diberi imbalan poin. Poin ini yang nantinya dapat ditukar dengan saldo uang dan voucher.

Mengundang teman untuk bergabung dengan The Lucky Miner juga bisa memperoleh poin lebih banyak lagi lho.

4. Lemo

  • Rating Google Play Store: 4,5
  • Total Download: 10 juta.

Di Lemo, kamu dapat bermain game tanam sayur. Selain itu, juga dapat melakukan video siaran langsung bareng teman-teman yang muat sampai 10 orang. Sambil ngobrol bisa pula mendengarkan lagu-lagu favorit.

Di sini juga perlu menyelesaikan misi harian dan nonton iklan untuk mendapatkan cuan. Undang teman bergabung ke Lemo bisa memperoleh tambahan uang. Nantinya uang dapat ditarik ke e-wallet.

5. Island King Pro

  • Rating Google Play Store: 4,2
  • Total Download: 10 juta.

Di Island King Pro, kamu dapat bermain game bangun desa, monopoli, bingo, maupun solitaire. Untuk mendapatkan koin harus menyelesaikan misi dan tantangan dalam game. Koin juga bisa diperoleh dari memutar slot dan putaran gratis lain.

Semakin tinggi level, koin yang didapat juga akan bertambah. Koin nantinya dapat ditukar dengan saldo dompet digital.

6. Big Time Cash

  • Rating Google Play Store: 4,1
  • Total Download: 10 juta.

Kamu dapat berpartisipasi dalam mini game di Big Time Cash untuk mendapatkan poin. Poin yang diterima dapat ditukar menjadi kartu hadiah. Bisa pula ditarik menjadi uang tunai atau menjadi saldo dompet digital. Poin juga dapat diperoleh dari mengundang teman untuk gabung bermain game ini.

7. Play and Win

  • Rating Google Play Store: 3,8
  • Total Download: 1 juta.

Di Play and Win, kamu perlu bermain game tanya jawab trivia yang seru seperti teka-teki dan kuis. Permainan ini akan mengetes pengetahuanmu, jadi jawablah dengan tepat untuk memperoleh poin yang banyak. Poin yang telah dikumpulkan disebutkan dapat ditukar menjadi uang tunai.

Sebelum memainkan game penghasil cuan, pastikan detikers telah membaca seluruh ketentuan. Kendati menghasilkan uang, bukan berarti seluruh waktu detikers hanya untuk bermain game. Kamu tertarik memainkan sejumlah game di atas nggak nih?

(row/row)



Sumber : finance.detik.com

BPJPH Dorong Kesiapan Industri Nonpangan Sambut Kewajiban Sertifikasi Halal



Jakarta

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI terus mendorong kesiapan industri non-pangan dalam menyambut kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026.

Sekretaris Utama (Sestama) BPJPH, Muhammad Aqil Irham menjelaskan sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek religius, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi yang memberikan peluang usaha lebih luas bagi pelaku usaha penghasil produk halal.

“Halal saat ini sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup yang dalam beberapa tahun terakhir ini diproyeksikan mencapai US$2,8 triliun pada 2025. Jumlah penduduk Muslim dunia juga diprediksi akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030,” ujar Aqil dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).


Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara pada forum Coaching Clinic Sertifikasi Halal Non-Food dalam rangkaian Indonesia Retail Summit & Expo 2025 yang digelar hari ini di Swissotel PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (27/8/2025).

Aqil menyampaikan data tersebut menunjukkan industri halal diprediksi akan terus meningkat pesat setiap tahunnya. Berdasarkan data dari State Global Islamic Economic Report (SGIER) 2024/2025, besarnya data pengeluaran konsumen Muslim dunia tidak hanya untuk sektor pangan (makanan dan minuman) tetapi juga sektor non-pangan seperti kosmetik, obat, pariwisata, fashion, hingga barang gunaan serta gaya hidup halal dalam beberapa tahun terakhir. Adapun angka ini diproyeksikan akan terus meningkat.

Dengan proyeksi peningkatan belanja umat Muslim dunia, Indonesia berpeluang untuk memperkuat perdagangan produk halal dan memperluas perannya dalam rantai pasok global. Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-3 dalam Indikator Ekonomi Islam Global (SGIER 2024/2025).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk bersertifikat halal harus dijawab dengan kesiapan industri. Jika peluang ini tidak diambil oleh pelaku usaha Indonesia, maka pelaku usaha asing sudah bersiap untuk mengambil peluang yang ada.

Menurutnya, hal ini sudah jelas terpampang nyata betapa banyak negara penghasil produk halal bukanlah negara yang penduduknya beragama Islam.

“Pelaku usaha Indonesia harus segera bersertifikat halal jika kita tidak siap, ini bisa menjadi ancaman serius bagi daya saing pelaku usaha dalam negeri,” ungkap Aqil.

Selain kegiatan seminar, pada sesi BPJPH juga dilanjutkan dengan sesi coaching clinic yang diikuti oleh pelaku industri retail nasional dan internasional, produsen, supplier, vendor, pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan, hingga UMKM.

Hadir pula peserta dari kalangan akademisi dan peneliti di bidang retail dan ekonomi. Diskusi berjalan interaktif, dengan fokus pada pemahaman regulasi, tahapan proses sertifikasi, serta tantangan implementasi di sektor non-food.

Melalui kegiatan ini, BPJPH juga mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat kolaborasi ekosistem halal di Indonesia. Pasalnya, sertifikasi halal bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga peluang untuk memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di era perdagangan bebas secara global.

(akn/akn)



Sumber : www.detik.com