Tag: penghubung

  • Cara Pasang Saklar Ganda dengan Benar, Ini Langkah-langkahnya


    Jakarta

    Saklar adalah komponen listrik yang memutus dan menyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian listrik tertutup. Salah satu jenis dari saklar adalah saklar ganda.

    Saklar ganda merupakan komponen listrik yang banyak digunakan untuk pengendalian dua perangkat atau lampu. Meski terlihat sederhana, pemasangan saklar ganda perlu diketahui dengan benar.

    Apa Itu Saklar Ganda?

    Saklar ganda adalah jenis saklar yang bisa menghubungkan dan memutuskan dua lampu atau dua golongan lampu, baik secara bersama-sama atau bergantian. Umumnya, saklar ganda terdiri dari 2 tombol yang bersebelahan.


    Jenis saklar ini sering disebut juga sebagai saklar seri. Mengutip laman Universitas Medan Area, saklar ganda biasanya menjadi pemutus dan penghubung sirkulasi listrik di ruangan yang berbeda. Misalnya, satu tombol untuk menyalakan lampu ruang tamu, satu lagi untuk teras.

    Cara Pasang Saklar Ganda

    Menurut laman distributor resmi alat-alat listrik dan mekanikal, berikut cara memasang saklar ganda:

    1. Pastikan aliran listrik benar-benar mati. Periksa menggunakan alat tespen
    2. Gunakan kabel fase, kabel netral, dan kabel tambahan untuk menghubungkan dua lampu. Kupas ujung kabel
    3. Sambungkan dua kabel ke terminal keluar (biasanya diberi tanda 1 dan 2). Kabel ini akan terhubung ke masing-masing lampu. Hubungkan kabel dari terminal 1 ke lampu utama dan kabel dari terminal 2 ke lampu kedua. Sambungkan kabel netral ke masing-masing lampu.
    4. Pasang saklar yang telah diberi pengkabelan ke dinding dengan menggunakan obeng.
    5. Pastikan saklar terpasang dengan kencang. Nyalakan kembali aliran listrik dengan menaikan saklar MCB di panel listrik
    6. Cek apakah lampu berhasil menyala dan mati sesuai tekanan.

    Jenis Saklar Lainnya

    Selain saklar ganda, ada beberapa jenis saklar lainnya yang digunakan sebagai instalasi penerangan:

    1. Saklar Tunggal

    Mengutip laman Elektro Universitas Negeri Malang, saklar tunggal adalah saklar yang berfungsi mengontrol atau mengendalikan satu buah lampu atau sekelompok lampu dari satu tempat. Jenis saklar ini hanya terdiri dari satu tuas. Sehingga, penggunanya bisa menghidupkan atau mematikan banyak lampu hanya dengan sekali tekan.

    2. Saklar Tukar

    Saklar tukar adalah rangkaian instalasi listrik yang bisa mengontrol satu atau beberapa lampu oleh dua saklar. Sehingga, pengguna bisa menghidupkan dan mematikan lampu dengan dua saklar yang berbeda.

    Misalnya, sebuah lampu dipasang di daerah tangga. Dua buah saklar untuk lampu tersebut diletakkan dengan dia posisi, satu di bawah tangga dan satu lagi di atas tangga. Sehingga orang yang berada di bawah dan di atas tangga bisa mematikan dan menyalakan saklar tersebut.

    3. Saklar Silang

    Menurut laman penyedia jasa kalibrasi, saklar silang merupakan rangkaian yang bisa mengontrol lampu dari tiga tempat. Pemasangannya harus benar-benar diperhatikan agar saklar bisa berfungsi dengan baik.

    4. Saklar Tarik

    Saklar tarik biasanya digunakan di kamar tidur. Cara penggunaannya adalah menarik tangkai dengan perangkat tali sebagai penariknya.

    (elk/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi Ideal Pasang Stop Kontak dan Sakelar yang Aman Tak Terendam Banjir



    Jakarta

    Pemasangan stop kontak dan sakelar di rumah, ternyata ada aturan mengenai ketinggian dan posisinya lho, tidak bisa dipasang sembarangan. Hal ini untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dari jangkauan anak kecil dan terhindar dari rendaman air apabila rumahnya berada di area rawan banjir.

    Sebagai informasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stop kontak adalah tempat menghubungkan arus listrik. Sementara, sakelar adalah penghubung dan pemutus aliran listrik atau alat untuk menghidupkan dan mematikan lampu.

    Lantas di mana posisi yang dianjurkan untuk memasang stop kontak dan sakelar?


    Arsitek Denny Setiawan menyarankan letak stop kontak sebaiknya berada di area yang dekat dengan lokasi aktivitas penghuninya seperti ranjang, meja, atau area hiburan seperti TV. Pastikan lokasi tersebut memang tidak mudah diakses oleh anak kecil dan pilihlah stop kontak yang memiliki pelindung anti-korsleting.

    “Yang ideal adalah yang tidak terakses langsung atau tidak mudah dijangkau oleh anak kecil, tapi cukup dekat dengan kebiasaan pengguna melakukan kegiatan. Yang ideal adalah colokan itu ada di samping ranjang, di atas nakas, kayak di hotel. Lalu di atas area TV,” sebutnya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    Dalam catatan detikcom pada Februari 2024 lalu, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta Ranu Scarvia Ria Fitri mengatakan, pemasangan sakelar di dinding sebaiknya sekitar 90 cm dari lantai. Ketinggian ini dianggap ideal karena sakelar lebih mudah diraih dan bisa menghindari terendam banjir.

    “Rumah kita yang kita bangun itu di daerah banjir, artinya sakelar harus di atas minimal 90 cm dari lantai,” kata Ranu dalam acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024) lalu.

    Sakelar yang berada di kamar tidur, bisa diletakkan di lokasi yang mudah diraih, salah satunya di samping tempat tidur. Ia tidak mewajibkan untuk memasangnya di samping pintu atau di samping stop kontak.

    “Jadi sakelar tempatnya dengan (bersebelahan) stop kontak itu juga tidak. Itu kadang sudah kebiasaan. Kebiasaan ada stop kontak, ada saklar sebelahnya. Jadi tidak diharuskan,” tegasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com