Tag: pengkristalan

  • Kenapa Harus Pakai Cat Dasar Sebelum Ngecat Dinding? Ini Alasannya



    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kalian harus mengaplikasikan cat beberapa kali hingga dinding tertutup sempurna dan rata. Untuk memastikan lapisan paling atas menempel dengan erat, dibutuhkan lapisan paling bawah yang kuat atau sering disebut cat dasar atau cat primer.

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki berbagai warna.

    Selain untuk mengeratkan lapisan di atasnya, keberadaan cat dasar punya banyak manfaat. Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.


    Ada pun pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati menambahkan bahwa cat dasar dibutuhkan karena dapat melindungi dinding dari air dan kelembapan yang merupakan musuh terbesar dinding.

    “Musuh terbesar daripada tembok adalah air dan kelembapan. Apalagi di Indonesia, air itu sangat tinggi. Oleh karena itu, cat dasar itu sangat dibutuhkan,” ungkap Niluh saat ditemui dalam acara Press Conference Dulux Professional: 2-in-1 Evolution, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

    Niluh membenarkan jika saat ini cat primer dengan cat pelapis atas adalah dua produk yang berbeda. Konsumen perlu membeli dua produk berbeda untuk mengecat dinding. Namun, saat ini sudah ada inovasi produk yang telah menyatukan dua jenis cat tersebut dalam satu produk yakni Dulux Professional Interior Express 2-in-1 A700 yang dapat dipakai di dalam ruangan.

    Produk ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang lebih murah, pemakaiannya cepat, dan lebih ramah lingkungan. Sebab, ada satu step yang akan dilewatkan yakni pengecatan primer karena dalam produk tersebut sudah mencakup cat primer dan cat lapisan atas.

    “Tapi karena cat dasar itu membutuhkan dua bahan yang berbeda dengan top coat, jadi menyatukan menjadi satu. Jadi dia udah pelindung alkalinya, warnanya. Jadi dua menjadi satu,” jelas Niluh.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Noda Putih Saat Menyentuh Cat Dinding? Begini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Cat dinding yang berkapur dapat mengotori benda apa pun yang menempel di atasnya. Mulai dari pakaian, tangan, rambut, hingga barang lainnya.

    Pada awalnya tidak ada yang menyadari jika cat dinding tersebut bermasalah. Ketika ada yang menyandarkan badan ke dinding atau hendak meletakkan tangan di dinding, muncul noda berwarna putih pada pakaian dan tangan.

    Sebenarnya dari mana asal kapur tersebut dan bagaimana cara mengatasi cat dinding yang seperti itu?


    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kondisi cat dinding seperti itu disebabkan oleh kesalahan pada saat pengacian hingga pengecatan. Semua yang menempel pada bata tidak sepenuhnya menempel.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Pengerjaan yang buru-buru dan tidak menunggu hingga semua proses mengering secara sempurna menimbulkan transfer warna dari cat dinding.

    “Jadi setiap proses acian di atas plesteran, cat di atas acian itu, harus ada jeda minimal 2 minggu. Untuk mengering. Jadi proses itu harus terjadi,” jelasnya.

    Lalu, untuk mencegah munculnya kapur atau garam-garam pada permukaannya, dinding juga harus dilapisi dengan cat pencegah munculnya alkali. Pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Untuk mencegah muncul lapisan alkali adalah dengan memakai cat dasar atau cat primer sebelum mengecat lapisan lainnya. Cat dasar ini biasanya berwarna putih, tetapi saat ini sudah banyak produsen yang menyediakan warna lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

    Cara Mengatasi Dinding yang Berkapur atau Muncul Kristal Alkali

    Denny mengatakan untuk mengatasi muncul kapur atau kristal alkali pada dinding adalah dengan mengupas seluruh lapisan dinding. Kemudian, dilakukan pelapisan ulang. Setiap lapisan harus ditunggu selama 2 minggu sampai dipastikan benar-benar mengering.

    “Cara memperbaikinya adalah harus dikupas, dikasih alkali. Alkali itu harus dikupas. Kalau nggak, percuma. Waktu tunggunya 2 minggu, supaya kelembapannya hilang,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Gelembung Saat Musim Hujan? Begini Cara Cegah dan Atasinya



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, salah satu bagian rumah yang harus diperhatikan adalah kondisi cat dinding. Meningkatnya intensitas hujan dapat menyebabkan rumah lebih lembap yang dapat menyebabkan muncul gelembung pada cat dinding.

    Cat menggelembung ini ada yang berukuran kecil dan besar tergantung pada isinya. Setiap gelembung biasanya berisi udara atau air. Gelembung ini bisa dipecahkan, tetapi bisa merusak cat dinding.

    Menurut Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya penyebab utama cat dinding menggelembung adalah adanya penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.


    Masalah ini harus diatasi sebelum dinding dicat karena tidak ada cara memperbaiki penggumpalan garam alkali pada cat yang sudah menempel pada dinding.

    Cara mencegah terjadi penggumpalan garam alkali adalah dengan memakai cat dasar yang mengandung anti garam alkali. Setelah itu baru bisa memakai cat dinding bagian atas atau disebut pula dengan top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman saat ditemui detikcom di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025) lalu.

    Sementara itu, untuk memperbaiki cat dinding yang sudah terlanjur menggelembung adalah dengan melakukan pengecatan ulang. Namun, Rahman tidak menyarankan dengan cara ditimpa. Sebelum dicat ulang, cat-cat lama harus dibersihkan dengan cara dikeruk menggunakan alat bernama kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” ungkap Rahman.

    Setelah tidak ada cat yang menempel, pastikan dinding tidak lembap. Setelah itu baru bisa mulai dicat dengan cat dasar. Pastikan cat tersebut sudah dilengkapi dengan komposisi anti garam alkali. Setelah cat dasar kering, lapisi lagi dinding dengan cat luar atau top coat sebanyak 2 lapis agar warnanya terlihat dan rata.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Cat Dinding Lembap dan Mengelupas Beserta Penyebabnya


    Jakarta

    Cat dinding di rumah bisa berubah dari waktu ke waktu. Faktornya bukan hanya karena lama pemakaian, tetapi bisa karena faktor lain.

    Masalah yang paling sering ditemui pada dinding adalah cat mengelupas dan dinding terasa lembap.

    Dilansir laman Home Building and Renovating, ada beberapa penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut.


    1. Perubahan Suhu Ekstrim

    Dinding lembab disebabkan karena suhu. Ketika dinding lembap, cat tembok akan dengan mudah bereaksi, seperti mengelupas, menggelembung, hingga berkerut.
    Salah satu solusinya adalah cat yang terpasang harus tepat yakni dipasang cat dasar dahulu. Baru setelah itu cat atas atau top coat.

    2. Kondensasi

    Bukan hanya lembap, saat udara kering dan panas dapat memberikan efek pada dinding. Hal ini dinamakan kondensasi pada dinding. Kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    3. Masalah Garam Alkali

    Menurut Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya banyak masalah pada kualitas cat dinding disebabkan karena penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar. Hal ini menyebabkan cat tidak erat menempel pada dinding.

    4. Dinding Retak

    Dinding yang retak masalahnya ada pada kualitas plesteran dan acian. Celah pada permukaan dapat berpengaruh pada kualitas cat tersebut. Seiring waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan halus hingga retak lebar.

    Retakan ini menjadi celah kelembapan masuk ke dinding dan merusak cat dinding. Apabila retaknya lumayan besar air bisa masuk ke dinding dan menyebabkan dinding lembap.

    Cara Mengatasi Dinding Lembap dan Mengelupas

    Menurut kontraktor Wildan, apabila dinding lembap dan cat mengelupas solusinya adalah dengan diperbaiki dari awal.

    1. Lepas Semua Cat

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat lama, baik yang masih menempel dan yang sudah mengelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang bersih dan cat dinding yang baru bisa menempel sempurna pada dinding tersebut.

    Cara membersihkan tembok bisa menggunakan alat pengikis atau disebut dengan kape. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Cari Sumber Retakan

    Dinding yang lembap dan cat mengelupas perlu diperbaiki retak-retak yang menjadi celah udara dan kelembapan masuk. Mengampelas kembali seluruh dinding tentu menghabiskan biaya dan waktu yang banyak. Jadi lebih baik cari dahulu titik-titik yang perlu ditutup kembali.

    Wildan menyarankan cara mencegah cat dinding retak atau berkerut adalah dengan diplamir. Plamir adalah proses untuk menutup pori-pori dinding sehingga halus dan mudah dilapisi cat.

    “Kalau retak itu caranya diplamir ulang, plamir itu materal buat nutup lubang,” ungkap Wildan kepada detikcom, Rabu (9/7/2025).

    3. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding diplamir, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer untuk mencegah adanya pengkristalan garam alkali. Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    4. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Setelah cat dasar kering, cat bagian permukaannya atau topcoat. Minimal bagian topcoat dicat dua kali. Namun, untuk cat putih perlu lebih dari 3 lapisan. Masing-masing lapisan harus ditunggu minimal 2 jam hingga kering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Jamur Dinding di Area Belakang Lemari


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap ditemui di rumah adalah muncul noda jamur di sudut-sudut rumah. Keberadaan jamur terutama jamur hitam atau black mold tidak hanya merusak penampilan rumah, melainkan dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah.

    Salah satu lokasi yang kerap ditemui jamur hitam atau black mold adalah di belakang lemari. Hal ini dikarenakan area belakang lemari jarang terkena sinar matahari. Menurut arsitek Denny Setiawan, sinar matahari merupakan anti bakteri terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan sumber penyakit di rumah.

    Ketika suatu tempat tidak terpapar sinar matahari selama berturut-turut yang terjadi adalah meningkatnya kelembapan. Area tersebut menjadi tempat yang pas untuk berkembangnya jamur. Tanda dinding sudah ditumbuhi jamur adalah muncul noda kehitaman, putih, coklat, atau warna lainnya yang berbeda dari warna cat dinding.


    Apabila terjadi demikian, jamur harus segera dimusnahkan. Caranya menurut kontraktor Wildan dengan cara pengecatan ulang.

    “Solusi buat dinding jamuran atau biasanya disebut black mold itu harus dibasmi daerah yang terdampaknya. Kalau mau yang solusinya permanen perlu di cat ulang,” kata Wildan kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Cara Mengecat Ulang Dinding yang Berjamur

    1. Dikupas

    Dinding yang sudah berjamur, cat dindingnya harus dilepas hingga bersih sebelum dicat ulang. Cat dinding yang berjamur harus diperbaiki dari lapisan terbawah, bukan hanya menimpa dengan lapisan baru.

    2. Lakukan Pengacian Ulang

    Setelah seluruh cat dinding lama dibersihkan, bagian lapisan aci juga harus diperbaiki. Tutup celah-celah tempat kelembapan masuk. Wildan menyarankan untuk melapisi juga dengan waterpoof wall agar air dan kelembapan tidak bisa menembus dinding.

    3. Cat Primer atau Cat Dasar

    Cat primer adalah lapisan paling awal dari cat dinding. Peran cat primer adalah untuk mencegah terjadi pengkristalan garam alkali.

    Sebagai informasi, pengkristalan atau penggumpalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Lapisan cat primer cukup dilapisi 1 kali. Tunggu kering sekitar 1-2 jam. Biasanya cat primer berwarna putih untuk area interior. Namun, untuk eksterior ada yang berwarna abu-abu.

    4. Lapisan Top Coat

    Apabila lapisan cat primer sudah kering, dinding bisa dilapisi dengan cat biasa atau disebut dengan top coat. Cat ini banyak warnanya, bisa disesuaikan dengan keinginan.

    Proses pengecatan top coat membutuhkan 2 kali lapisan. Setiap lapisan perlu ditunggu 1-2 jam hingga kering. Untuk cat warna putih butuh lebih dari 3 lapisan agar warnanya keluar dan tidak belang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Menggelembung? Ini Penyebab, Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Pemilik rumah perlu merawat dinding karena kondisi catnya bisa rusak seiring waktu, salah satu masalahnya muncul gelembung. Gelembung ini bisa dipecahkan, tetapi bakal merusak cat dinding.

    Cat menggelembung ini ada yang berukuran kecil dan besar tergantung pada isinya. Setiap gelembung biasanya berisi udara atau air.

    Namun, kenapa bisa muncul gelembung pada cat dinding ya? Simak penyebab, cara mencegah, serta memperbaikinya berikut ini.


    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan cat dinding menggelembung utamanya disebabkan oleh penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung

    Jika tak ingin cat dinding menggelembung, pemilik perlu mencegah terjadi penggumpalan garam alkali. Caranya dengan menggunakan cat dasar yang mengandung anti garam alkali. Setelah itu, pemilik baru bisa memakai cat dinding bagian atas alias top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Cara Perbaiki Cat Dinding Menggelembung

    Kalau cat dinding sudah terlanjur menggelembung, pemilik dapat memperbaikinya dengan melakukan pengecatan ulang. Namun pengecatan nggak boleh asal, ikuti tipsnya berikut ini.

    1. Keruk Cat Lama

    Rahman tidak menyarankan cat bergelembung langsung ditimpa cat baru. Sebelum dicat ulang, lapisan cat lama perlu dibersihkan dengan cara dikeruk menggunakan alat kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” ucapnya.

    2. Pastikan Dinding Kering

    Setelah tidak ada cat yang menempel, pastikan dinding tidak lembap. Keringkan dinding sebelum memulai proses pengecatan.

    3. Aplikasikan Cat Dasar

    Kemudian, dinding baru bisa dicat dengan cat dasar. Pastikan cat dasar mempunyai komposisi anti garam alkali.

    4. Aplikasikan Cat Luar

    Setelah cat dasar kering, aplikasikan cat luar atau top coat pada dinding. Aplikasikan dua lapis top coat agar warnanya terlihat dan rata.

    Itulah informasi seputar cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Muncul Gelembung pada Cat Dinding? Ternyata Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Cat dinding sangat mempengaruhi estetika rumah. Jika catnya rusak, tampilan rumah jadi terkesan kotor dan tidak terawat.

    Salah satu kerusakan cat berupa permukaan yang menggelembung. Biasanya kondisi dinding seperti ini muncul saat musim hujan.

    Ukuran gelembung bisa besar maupun kecil. Isinya bisa mengandung udara atau air.


    Lalu, kenapa cat dinding menggelembung ya? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya sempat mengatakan penyebab utama cat dinding menggelembung adalah penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) merupakan kondisi munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk tersebut kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung

    Pemilik rumah perlu mencegah terjadi penggumpalan garam alkali agar tidak terbentuk gelembung pada cat di dinding. Langkah pencegahannya dengan mengaplikasikan cat dasar yang mengandung anti-garam alkali. Kemudian, pemilik rumah dapat mengaplikasikan cat dinding bagian atas alias top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Cara Perbaiki Cat Dinding Menggelembung

    Jika cat dinding menggelembung, cara perbaikinya adalah dengan mengecat ulang. Berikut ini langkah-langkah untuk mengecat ulang tembok.

    1. Keruk Cat Lama

    Jangan langsung menimpa cat bergembung dengan cat baru. Lapisan cat lama harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dikeruk pakai alat kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” jelasnya.

    2. Pastikan Dinding Kering

    Setelah dinding bebas cat, pastikan dinding tidak lembap. Keringkan dinding sebelum mengecat ulang.

    3. Aplikasikan Cat Dasar

    Selanjutnya, dinding sudah bisa diaplikasikan cat dasar. Gunakan cat dasar yang mengandung komposisi anti garam alkali ya.

    4. Aplikasikan Cat Luar

    Kalau cat dasar sudah kering, aplikasikan cat luar atau top coat pada tembok. Oleskan dua lapis top coat supaya warna cat pekat dan merata.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com