Tag: pengurasan

  • Kapan Septic Tank Perlu Dikuras agar Tidak Meledak? Pemilik Perlu Tahu!


    Jakarta

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.


    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 4 Cara Mencegah Pertumbuhan Lumut di Toren Air


    Jakarta

    Toren air atau tangki air berfungsi untuk penampungan cadangan air di rumah. Kondisi toren yang lembap menjadi tempat yang cocok buat lumut bertumbuh.

    Terkadang lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena terpapar sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Hal ini bisa mengganggu kebersihan air di rumah, lho.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumur di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Selasa (23/7/2024).


    Cara Cegah Toren Air Lumutan

    1. Tutup tangki dengan rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut padatoren air di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Septic Tank bisa Meledak? Ini Tanda-tandanya Jika Penuh


    Jakarta

    Tangki septik atau septic tank adalah komponen penting dalam sistem pembuangan limbah rumah tangga. Jika dibiarkan terlalu lama, septic tank yang penuh bisa mengalami penumpukan gas berbahaya yang berpotensi meledak.

    Makanya, perawatan tangki septik yang tepat penting untuk menghindari masalah serius pada sistem sanitasi.

    Septic Tank Meledak Karena Apa?

    Dikutip dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), septik tank bisa meledak karena adanya penumpukan gas yang dihasilkan dari proses penguraian limbah.


    Gas yang dihasilkan di antaranya ada gas metana, hidrogen sulfida, amoniak, karbondioksida, dan sejumlah senyawa lain. Misal, metana sendiri merupakan senyawa hidrokarbon fraksi ringan yang karakteristiknya mudah terbakar.

    Gas-gas tersebutlah yang menjadi penyebab utama dari kasus meledaknya septic tank di rumah.

    Ciri-ciri Septic Tank Penuh

    Dilansir laman King Service, berikut adalah tanda-tanda jika bila septik tank penuh:

    1. Adanya Genangan Air

    Adanya genangan air menandakan septic tank penuh. Oleh karena itu, periksa saluran drainase secara teratur untuk melihat genangan air.

    Air akan mulai menggenang ketika cairan berat berisi limbah menyumbat sistem, hal ini membuat air naik ke permukaan. Menentukan apakah air berasal dari tangki septik bisa diketahui dari baunya.

    2. Saluran Air yang Lambat

    Setiap saluran pembuangan di rumah akan mengarah ke sistem septik. Jika saluran pembuangan lambat, artinya ada penyumbatan di sistem pipa atau tangki yang penuh.

    3. Tercium Bau Busuk

    Jika di sekitar rumah tercium bau busuk khas limbah, berarti ada penyumbatan serius di sistem septik.

    4. Suara Gemericik Pipa

    Suara gemericik merupakan suara gelembung berfrekuensi rendah yang sering terdengar saat air mengalir dari wastafel, toilet, maupun pancuran. Sumbatan pada pipa bisa menyebabkan suara gemericik, karena udara terperangkap.

    Hal ini membuat cairan tidak bisa mengalir dengan baik. Hal inilah yang jadi tanda peringatan dini bahwa ada yang salah dengan pipa ledeng.

    5. Saluran Pembuangan Toilet Terlalu Lambat

    Apakah toilet kamu tidak lagi bertenaga seperti dulu? Saluran pembuangannya terlalu lambat? Ini bisa menandakan adanya penyumbatan pada sistem septik.

    6. Banyak Serangga di Sekitar Septic Tank

    Nyamuk dan lalat suka bertelur di genangan air dan limbah. Jika tangki septic tank penuh, kamu pasti akan melihat peningkatan jumlah tersebut (terutama di sekitar tangki).

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki, mengungkapkan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan.

    Biasanya, ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah yakni model konvensional dan biotank.

    Untuk septic tank konvensional tidak perlu sering mengurasnya, karena tidak mudah penuh.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” jelas Basuki kepada detikProperti.

    Sementara, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. supaya tidak lekas penuh, septic tank biotank perlu dikuras minimal 1-2 tahun sekali.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” kata Basuki.

    Ini adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air. Di dalamnya ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    Kesimpulannya, waktu yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank perlu pengurasan lebih sering, jika dibandingkan yang konvensional.

    Mengosongkan dan merawat septic tank bisa menjadi proses yang rumit dan berpotensi membahayakan. Maka dari itu, sebaiknya mengandalkan tenaga profesional.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Sampai Mampet, Ini Waktu yang Tepat Bersihkan Toren Air!



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki tangki air atau biasa disebut toren. Fungsi dari toren sendiri adalah menampung air siap pakai yang nantinya akan mengalir ke setiap saluran air di rumah seperti dapur, kamar mandi, wastafel, hingga keran halaman depan.

    Kebersihan air di rumah juga dipengaruhi oleh kebersihan dari toren air itu sendiri. Maka dari itu, kamu perlu memastikan toren air dalam keadaan bersih dan terawat. Toren air memang tidak perlu setiap hari dibersihkan karena lumut tidak akan secepat itu menyebar di dalamnya. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membersihkan toren air?

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, mengatakan bahwa mayoritas klien menggunakan jasanya saat air di rumah mereka keruh atau keran mampet.


    “Tapi cuci toren itu nunggu air keruh atau mampet baru orang order cuci toren rata-rata,” ungkap Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com beberapa waktu lalu, seperti yang dikutip pada Sabtu (26/10/2024).

    “Rata-rata yang order itu torennya itu kan sampai nggak dicuci bertahun-tahun, nunggu air nggak ngalir, baru order. Rata-rata kayak gitu masalah mampet, banyak lumut, banyak lumpur di saluran,” lanjut Suratman.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan penyebab toren air lebih cepat kotor. Menurutnya pemicu utamanya adalah pertumbuhan lumut dan endapan lumpur di dalam toren tersebut. Pertumbuhan lumut biasanya terjadi karena paparan sinar matahari ke air yang ada di dalam toren. Sementara itu, lumpur di dalam toren berasal dari endapan dari kotoran-kotoran yang ada di dalam kandungan air. Seperti yang diketahui rata-rata rumah di Indonesia memakai air tanah sehingga saat air masuk ke dalam toren air, ada tanah yang terbawa.

    Dua benda ini yang apabila diabaikan justru menyumbat pipa yang menyambungkan toren dengan keran.

    “Jadi keran yang mampet karena lumpur itu jadi endapan di toren itu udah penuh, jadi kotoran itu ke instalasi ke keran. Jadi menutup ke pipa,” jelas Suratman.

    Seberapa Sering Toren Air Harus Dikuras?

    Membersihkan dan menguras toren harus dilakukan rutin, sedikitnya satu sampai dua kali dalam setahun. Banyaknya pengurasan tergantung pada tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” jelas Suratman.

    Suratman menyampaikan Proses membersihkan dan menguras toren pun ternyata hanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebelum dibersihkan, toren air harus dalam keadaan kosong agar waktu pembersihannya semakin cepat.

    “Kalau biasa kita tuh paling lama satu jam, paling cepat 30 menit, tergantung kondisi air, kosong atau penuh pas kita datang. Kosongin dulu itu hampir setengah jam,” jelas Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jangka Waktu Toren Air Harus Dibersihkan, Catat!


    Jakarta

    Toren air merupakan salah satu komponen penting dalam penyediaan air di banyak rumah dan gedung. Meskipun sering digunakan, mungkin ada yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan toren air.

    Pasalnya, air yang disimpan dalam toren berpotensi kotor karena berlumut atau terkontaminasi jika tidak dirawat dengan baik. Lalu, seberapa sering toren air harus dibersihkan?

    Jangka Waktu Toren Air Harus Dikuras

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (16/9/2023), pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.


    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Alasan Toren Air Harus Dikuras

    Alasan kita perlu rutin menguras toren air yaitu agar air bisa selalu tetap bersih. Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, tentunya hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare.

    Cara agar Toren Air Tidak Berlumut

    • Rutin dibersihkan.
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk.
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk.
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, No Ribet!


    Jakarta

    Toren air atau tangki air adalah penampungan cadangan air di atap rumah. Karena selalu diisi air, kondisi toren tentu menjadi lembap, sehingga cocok buat lumut bertumbuh.

    Selain kondisi lembap, lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Nah, sebaiknya mencegah pertumbuhan lumut di toren air supaya tidak mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Senin (6/7/2025).


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Toren Biru Lebih Banyak yang Beli



    Jakarta

    Toren atau tandon air memiliki beberapa jenis. Salah satu yang sering dibedakan dari segi warna.

    Toren yang sering ditemukan warna oranye dan biru. Lalu apa perbedaan daru keduanya?

    Sebenarnya selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Namun ternyata toren warna biru lebih banyak diminati.


    Toren Biru Lebih Tahan Lumut

    Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

    Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

    Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

    Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

    Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

    Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

    Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

    Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Efektif Cegah Toren Air Berlumut Agar Selalu Bersih


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki tangki atau toren air yang menyimpan cadangan air bersih. Kandungan air itu membuat kondisi tangki menjadi lembap, sehingga rawan ditumbuhi lumut.

    Lumut juga bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, perlu ada langkah pencegahan agar toren air tidak berlumut. Sebab, lumut di toren air bisa mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini,dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Harus Bersihkan Toren Air? Ini Waktu Idealnya



    Jakarta

    Toren air menampung cadangan air bersih untuk kebutuhan penghuni rumah. Kandungan air di dalam tangki perlu dijaga, salah satunya dengan rutin membersihkan atau menguras toren air.

    Meskipun sering digunakan, kebersihan toren air terkadang terlupakan atau terabaikan. Padahal, kandungan airnya berpotensi menjadi kotor karena pertumbuhan lumut atau kontaminasi unsur lain.

    Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare. Oleh karena itu, penting sekali merawat kebersihan toren air.


    Namun, seberapa sering toren air perlu dibersihkan atau dikuras? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Waktu Ideal Bersihkan Toren Air

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.

    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Cara Agar Toren Air Tidak Berlumut

    Supaya air selalu dalam keadaan bersih, berikut cara agar toren air tidak berlumut.

    • Rutin dibersihkan
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Septic Tank Bisa Meledak? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Kasus septic tank meledak sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Penyebab septic tank meledak bermacam-macam.

    Pertanyaannya kenapa septic tank bisa meledak? Lalau bagaimana cara mencegahnya?

    Sebelum mengetahui tentang itu, perlu dipahami dulu apa itu septic tank dan kegunaannya?


    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, tangki septik adalah bak kedap air yang berfungsi sebagai tempat penampungan limbah kotoran manusia. Melalui tangki septik, kotoran manusia akan tertampung di dalamnya.

    Nantinya, bagian cairnya akan keluar dari tangki septik dan diresapkan ke sumur resapan. Apabila tidak memungkinkan, maka dibuat suatu filter untuk mengelola cairan tersebut.

    Lantas, bagaimana bentuk dan ukuran septik tank yang baik?

    Tangki septik terdiri dari 2 jenis, yaitu tangki septik sistem tercampur dan terpisah. Tangki septik sistem tercampur maksudnya adalah tangki septik yang digunakan dari buangan air limbah rumah tangga yang meliputi mandi, cuci, kakus. Sementara itu, tangki septik terpisah adalah tangki septik yang digunakan hanya dari buangan kakus alias kotoran manusia.

    Melansir dari SNI 2398:2017, ada beberapa kriteria standar bentuk dan ukuran untuk tangki septik, di antaranya yaitu:

    • Bentuk segi empat dengan panjang x lebar 2:1 sampai 3:1
    • Lebar minimal 0,75 meter
    • Panjang minimal 1,5 meter
    • Tinggi minimal 1,5 meter termasuk ambang batas 0,3 meter
    • Volume disesuaikan dengan jumlah penghuni. Misalnya, jika suatu rumah dihuni oleh 5 orang, maka ukuran tangki dengan periode pengurasan 3 tahun menggunakan tangki septik sistem terpisah maka diperlukan tangki septik ukuran panjang 1,6 meter, lebar 0,8 meter, dan tinggi 1,3 meter.

    Ketika membangun tangki septik juga pastikan ada saluran udara yang baik. Sebab, air limbah yang ditampung pada tangki septik menghasilkan gas metana (CH4) yang jika tidak dikeluarkan, maka tangki septik berpotensi untuk meledak.

    Gas metana juga punya sifat mudah terbakar, sehingga harus dihindarkan dari sumber api atau bahan mudah terbakar lainnya.

    Selain itu, jarak dari tangki septik ke sumber air bersih minimal 10 meter. Hal ini supaya air bersih tidak tercemar dengan isi dari tangki septik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com