Tag: pengurugan

  • Bisa Jadi Solusi Rumah yang Rawan Banjir, Segini Perkiraan Biaya Meninggikan Rumah



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, beberapa wilayah pasti mengkhawatirkan rumahnya akan kembali tergenang banjir. Terutama di wilayah yang sudah ‘langganan’ banjir setiap tahunnya. Berbagai cara pasti pernah dilakukan untuk mencegah air masuk ke dalam rumah. Namun, pernahkah kamu berpikir untuk mencoba meninggikan rumah?

    Memang untuk hal-hal yang berkaitan mengenai renovasi rumah pasti membutuhkan biaya yang besar. Namun, apabila dengan meninggikan rumah, kamu bisa terhindar dari banjir bukankah pengeluaran jadi lebih sedikit. Kamu juga tidak perlu susah-susah mengungsi jika banjirnya tidak begitu tinggi di luar.

    Agar kamu memiliki gambaran biaya yang dibutuhkan untuk meninggikan rumah, Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki memberikan gambaran untuk itu.


    Panggah mengatakan, pemilik rumah perlu mengukur perkiraan ketinggian air ketika banjir. Selanjutnya, merencanakan kebutuhan ruangan.

    “Pastinya dengan mengubah tinggi rumah akan mengubah komposisi ruangan. Setelah sudah ada rencananya, maka langsung bisa eksekusi,” tuturnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Setelah mendapat perkiraan ketinggian yang dibutuhkan, pihak arsitek atau kontraktor yang kamu gaet akan menghitung biaya yang diperlukan. Sebagai gambaran, Panggah mengatakan untuk meninggikan seluruh bagian rumahmembutuhkan biaya Rp 150 juta hingga Rp 200 juta untuk rumah tipe 36.

    “Harganya berkisar Rp 150-200 juta yang meliputi biayanya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurugan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, pengecatan rumah,” jelasnya.

    Adapun perkiraan lama pengerjaannya sekitar 3-4 bulan. Selama pengerajaannya kamu juga harus menghitung biaya makan, air, kopi, dan lainnya untuk tukang.

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat menambahkan, biaya meninggikan rumah untuk tipe 36 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, biayanya tidak tidak semahal ketika membangun rumah baru.

    “Yang jelas, nggak seperti bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru sekitar Rp 4 juta (per meter), kalau ninggiin (rumah) itu per meter sekitar Rp 2,5 juta,” tuturnya.

    “Pengurugan itu didatangin dari luar, 1 kubik (tanah urugan) sudah Rp 500 ribu itu 1 mobil kijang, kalau tipe 36 (mau tinggiin) tinggi setengah meter aja butuh 18 kubik itu bisa 20 mobil kijang didatengin. Belum dinding dinaikkan, kalau dinding bata kalau sudah diplester aci itu sekitar Rp 170 ribu per meter, belum plafonnya kalau diganti. Kalau plafon diganti, 1 plafon sekitar Rp 250 ribu, belum kalau atapnya diganti, ya lumayan lah kalau mau ninggiin rumah,” paparnya.

    Biaya meninggikan lantai juga akan berbeda jika hanya ingin bagian lantainya saja. Namun, jika ingin meninggikan bagian lantai kamu perlu memiliki plafon yang tinggi. Dikhawatirkan saat hanya lantai yang dinaikkan justru jarak ke plafon terlalu pendek. Efeknya selain susah bergerak, sirkulasi udara di dalam rumah juga terhalang.

    Perkiraan biaya meninggikan lantai saja untuk rumah tipe 36 diperkirakan sekitar Rp 10 juta hingga Rp 12 juta. Itu sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik.

    “Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tinggiinnya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, (tanpa) bongkar atap,” ujar Taufiq.

    Untuk lama pengerjaannya, Taufiq juga menyebutkan hal yang serupa dengan Panggah yakni sekitar 3 bulan untuk proses meninggikan bangunan seluruhnya. Namun jika hanya lantai saja, bisa lebih cepat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hitung-hitungan Biaya Meninggikan Rumah agar Aman dari Banjir


    Jakarta

    Saat ini beberapa daerah di Indonesia banyak yang dilanda banjir. Bahkan daerah yang bukan langganan banjir pun ikut terendam air.

    Di saat-saat seperti ini kamu perlu lebih waspada dan mempersiapkan diri, terutama di daerah yang rawan banjir. Daripada pasrah menerima banjir masuk ke dalam rumah, bagaimana kalau kamu meninggikan rumah agar lebih aman?

    Meninggikan rumah tidak merombak keseluruhan bangunan, melainkan hanya meninggikan bagian lantai dan akses masuk atau pintu. Dengan begitu, air tidak akan masuk ke rumah karena terhalang dinding. Kamu tidak perlu repot membersihkan air yang masuk atau pergi ke pengungsian apabila ketinggian airnya hanya sebatas mata kaki.


    Jika kamu masih ragu karena takut biayanya mahal, berikut gambaran besaran biaya meninggikan bangunan.

    Biaya Meninggikan Rumah

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, biaya meninggikan seluruh bagian rumah diperkirakan membutuhkan biaya Rp 150-200 juta untuk rumah tipe 36. Dengan masa pengerjaan sekitar 3-4 bulan. Biaya tersebut perlu disesuaikan dengan ketinggian rumah.

    “Harganya berkisar Rp 150-200 juta yang meliputi biayanya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurukan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, pengecatan rumah,” jelasnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.

    Senada dengan Panggah, CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menuturkan biaya meninggikan seluruh bagian rumah untuk tipe 36 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, masih tidak semahal ketika membangun rumah baru.

    “Yang jelas, nggak seperti bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru sekitar Rp 4 juta (per meter), kalau ninggiin (rumah) itu per meter sekitar Rp 2,5 juta,” tuturnya.

    “Pengurugan itu datang dari luar, 1 kubik (tanah urugan) sudah Rp 500 ribu itu 1 mobil kijang, kalau tipe 36 (mau ditinggikan) tinggi setengah meter aja butuh 18 kubik itu bisa 20 mobil kijang didatangkan. Belum dinding dinaikkan, kalau dinding bata kalau sudah diplester aci itu sekitar Rp 170 ribu per meter, belum plafonnya kalau diganti. Kalau plafon diganti, 1 plafon sekitar Rp 250 ribu, belum kalau atapnya diganti, ya lumayan lah kalau mau ninggiin rumah,” paparnya.

    Hitung-hitungan biaya untuk meninggikan lantai saya jauh lebih murah daripada keseluruhan bangunan untuk ukuran yang sama. Ia memperkirakan sekitar Rp 10-12 juta. Itu sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik.

    “Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tinggiinnya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, (tanpa) bongkar atap,” ujar Taufiq.

    Menurut Taufiq, lama pengerjaannya tergantung dari luas rumah dan desain elevasi rumah yang dilakukan. Jika meninggikan rumah secara total, bisa sekitar 3 bulan tetapi jika hanya meninggikan lantai bisa lebih cepat daripada itu.

    Tips Meninggikan Rumah

    Panggah juga memberikan beberapa tips untuk kamu yang ingin meninggikan rumah supaya benar-benar aman dari banjir.

    1. Perkirakan Tinggi Air Ketika Banjir

    Agar proses peninggian bangunan ini benar-benar bisa menghalau air masuk, kamu perlu memperkirakan ketinggian air yang biasa merendam daerahmu. Hal itu karena jika langsung meninggikan rumah tanpa tahu tinggi permukaan air maka tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, rumah bisa saja tetap kebanjiran.

    2. Gunakan Bahan Material yang Baik

    Tinggi saja tidak cukup. Kamu membutuhkan kualitas dinding yang baik dan tahan terhadap air, jangan sampai mudah rembes atau bocor. Oleh karena itu, kamu perlu memakai material yang berkualitas. Meskipun harganya lebih mahal, tetapi kualitasnya terjamin dan fondasi tersebut tahan lama.

    3. Pakai Jasa Profesional

    Tentu saja, kamu perlu tenaga ahli untuk meninggikan rumah. Apalagi estimasi pengerjaannya bisa sampai 3 bulanan, kamu tidak bisa mengerjakan sendiri apalagi jika tidak memiliki pengalaman dalam pembangunan rumah. Sebaiknya, gunakan jasa profesional untuk perencanaan dan pelaksanaan supaya hasilnya sesuai harapan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Lantai Kamar Mandi Kuat dan Anti Licin, Begini Cara Bangunnya!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan di rumah yang sangat penting karena digunakan setiap hari untuk membersihkan diri. Kamar mandi termasuk ruangan yang paling sering digunakan untuk beraktivitas selama 24 jam. Maka dari itu, setiap interior atau elemen di dalam kamar mandi harus diperhatikan guna keselamatan dan keamanan penghuni rumah termasuk lantainya.

    Permukaan lantai kamar mandi perlu perhatian yang berbeda dari lantai di ruangan lain sebab tidak boleh licin dan tidak boleh ada air yang menyebabkan genangan. Hal ini menjadi penting selain karena keamanan juga menyangkut kekuatan lantai kamar mandi yang akan dibuat.

    Merujuk dari artikel berjudul “Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi pada Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Reny Kartika Sary dari Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang, konstruksi lantai kamar mandi khususnya di rumah dibuat dengan lapisan berikut:


    • Tanah.
    • Pasir uruk dengan tinggi maksimal 10 cm.
    • Lantai kerja dengan tinggi maksimal 5 cm.
    • Spesi atau adukan dengan tinggi 2-3 cm.
    • Bahan penutup berupa kayu, ubin, dan semen.

    Ternyata, konstruksi lantai kamar mandi pada umumnya itu belum dapat memenuhi keselamatan, keamanan, serta kekuatan lantai. Sebab, konstruksi itu rentan akan kebocoran lantai yang membuat air merembes ke bawah sehingga tanah turun atau air merembes ke atas sehingga keramik akan pecah. Selain itu, bahaya lain bisa datang dari binatang-binatang tanah yang muncul dari rongga keramik yang patah.

    Oleh karena itu, pada artikel disebutkan bahan-bahan pada konstruksi lantai kamar mandi perlu ditambah menjadi:

    • Tanah yang sudah dipadatkan.
    • Pasir uruk dengan tinggi 10 cm untuk meratakan tanah yang bergelombang menjadi rata.
    • Lantai kerja dengan tinggi 5-8 cm berfungsi untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    • Waterproofing di atas lantai kerja.
    • Beton ringan dengan ketinggian 6-10 cm (sesuai dengan elevasi yang diperlukan).
    • Plastik cor.
    • Spesi atau adukan 2-3 cm.
    • Terakhir bahan finishing berupa ubin, kayu atau semen.

    Adapun, cara penerapannya adalah sebagai berikut.

    1. Pemadatan tanah, bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama stemper. Tanah ditumbuk dengan menggunakan stemper sampai dengan kepadatan yang maksimal, pemadatan tanah ini berguna agar lantai kamar mandi bisa stabil.
    2. Melakukan pengurugan pasir. Pasir urug ini berguna untuk perataan terhadap tanah yang masih miring sehingga permukaan lantai akan sama dan juga sebagai penghalang air untuk meresap ke atas permukaan lantai.
    3. Lantai kerja berguna untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    4. Waterproofing, berguna untuk anti bocor.
    5. Beton ringan, berguna sebagai pengeras konstruksi yang digunakan pada lantai kamar mandi agar tidak patah dan juga berfungsi untuk menahan air supaya tidak turun ke bawah sehingga mengakibatkan longsor atau turunnya lantai kamar mandi.
    6. Plastik cor, berguna untuk menahan air dari atas agar tidak mudah tembus ke bawah.
    7. Spesi (adukan) berfungsi untuk merekatkan keramik pada lantai kamar mandi.
    8. Pemasangan keramik lantai dengan baik dan rata, keramik harus direndam terlebih dahulu di air sebelum dilakukan pemasangan, sehingga antara keramik dan spesi benar-benar bisa merekat dengan sempurna serta hal ini berguna agar keramik tidak mudah meledak dan patah.
    9. Terakhir pemasangan nat, sebaiknya nat kamar mandi menggunakan mortar khusus untuk kamar mandi.

    Dengan langkah-langkah diatas, maka lantai kamar mandi semakin kuat. Standar kemiringan lantai pada kamar mandi juga harus diperhatikan yaitu minimal 1% dari panjang lantai untuk membantu mengarahkan air bekas ke floor drain yang akan diteruskan ke pipa pembuangan.

    Demikian cara membuat lantai kamar mandi rumahmu menjadi aman dan anti licin. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com