Tag: pengusir

  • Sederet Penyebab dan Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Ular yang masuk ke dalam rumah tentu menjadi momok bagi banyak orang. Kehadirannya tak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga bisa berbahaya, terutama jika jenis ular yang masuk tergolong berbisa.

    Mencegah ular datang ke rumah tidak bisa sebatas menutup celah-celah masuk, tetapi juga perlu berbagai upaya lain. Seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari adanya tumpukan barang, hingga memanfaatkan aroma tertentu yang tidak disukai ular.

    Penyebab dan Waktu Ular Kerap Datang ke Rumah

    Dikutip dari laman Northwest, ular lebih sering terlihat saat cuaca berada di suhu berkisar antara 27-32°C. Ular paling aktif pada pagi dan sore hari, sedangkan saat siang terik mereka cenderung bersembunyi.


    Menjelang akhir musim panas, aktivitas ular kembali meningkat sebelum mereka masuk kembali ke masa hibernasi atau brumasi. Sebelum mengetahui cara mencegahnya, pastikan kamu tahu seberapa mudah ular masuk ke rumahmu.

    Beberapa penyebab ular masuk ke rumah di antaranya:

    1. Mencari Habitat

    Habitatnya di alam kemungkinan sudah rusak atau terganggu oleh manusia. Kalau rumah kamu dekat dengan pohon, rerumputan, persawahan, atau area-area yang bisa menjadi tempat persembunyian ular, mungkin ini penyebab utama mudahnya ular masuk rumah.

    2. Mencari Tempat Berteduh

    Ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat saat musim hujan, tapi juga mencari tempat berlindung dari panas. Ular mencari tempat yang teduh untuk berlindung saat musim kemarau.

    3. Musim Berkembang Biak

    Waktu pergantian musim biasanya menjadi musim ular berkembang biak. Jadi baiknya hati-hati dengan keberadaan ular yang lebih sering dari biasanya.

    4. Pakan Melimpah

    Mungkin di sekitar wilayah tersebut, tersedia pakan yang melimpah seperti tikus dan binatang lainnya, sehingga ular memilih tinggal dan berkembang biak di permukiman.

    Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah dan Ogah Datang Lagi

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular dari lingkungan tempat tinggalmu. Salah satu langkah sederhana adalah menutup celah atau lubang di sekitar rumah serta menjaga kebersihan taman.

    Dalam situs Lingkungan dan Warisan Pemerintah NSW, sebetulnya ular memiliki peran penting dalam ekosistem dan sebagian besar tidak berbahaya. Mereka hanya akan menyerang manusia jika merasa terancam atau terluka.

    Sebagian besar kasus gigitan terjadi ketika seseorang mencoba menangkap atau membunuh ular. Jadi, jika kamu menemukan ular di rumah atau taman, sebaiknya tidak bertindak sendiri.

    Menghubungi penangkap ular profesional atau damkar, sesegera mungkin setelah kamu melihat adanya ular, adalah langkah yang paling aman. Berikut cara mencegah ular masuk ke rumah, dikutip dari laman Homes to Love:

    Ular sering mencari tempat yang gelap dan terlindung seperti atap, bawah rumah, atau garasi. Pastikan kamu menutup semua celah dan lubang di area tersebut agar ular tidak memiliki akses untuk bersarang.

    Pemasangan kasa pada pintu dan jendela juga bisa menjadi solusi untuk menjaga aliran udara tanpa memberikan celah bagi ular masuk.

    2. Menjaga Kebersihan Taman

    Taman yang berantakan dengan tumpukan daun atau kayu bisa menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Jaga agar rumput tetap pendek, bersihkan bedengan taman dari sisa tanaman, dan susun kayu dengan rapi agar tidak menjadi tempat berlindung ular maupun hewan pengerat yang menjadi mangsanya.

    Jika rumahmu sering didatangi ular, ubah kondisi kebun agar tidak menarik perhatian mereka. Potong rumput secara teratur, taburi bahan yang sulit dilewati ular seperti kerikil tajam atau kulit telur.

    Jangan lupa, potong ranting pohon yang menjulur ke atap atau jendela, karena mungkin ular merayap ke dalam rumah melalui jalur tersebut.

    Ular sering menggunakan celah pada dinding batu sebagai tempat berjemur, berlindung, atau mencari makanan seperti tikus dan katak. Jika kamu memiliki dinding berbatu atau struktur serupa, pastikan semua rongga tertutup agar tidak menjadi sarang ular.

    4. Jauhkan Kandang Ayam dan Burung

    Ular dapat tertarik pada ayam atau burung peliharaan, baik sebagai mangsa maupun karena sisa makanannya yang mengundang tikus. Gunakan kawat kasa di sekitar kandang ayam dan burung untuk mencegah ular masuk. Menjaga kebersihan kandang juga membantu mengurangi daya tarik bagi ular.

    5. Membuang Sisa Makanan dengan Benar

    Sisa makanan yang dibiarkan terbuka dapat menarik tikus, yang akhirnya dapat mengundang ular ke rumahmu. Pastikan semua sampah makanan dibuang ke tempat sampah tertutup agar tidak menarik hewan-hewan yang menjadi mangsa ular.

    6. Beri Aroma Menyengat sebagai Pengusir Ular

    Salah satunya kamu bisa taburi kamper yang memiliki bau menyengat dan tidak disukai ular. Letakkan di dekat lubang atau celah yang berpotensi menjadi tempat masuk ular.

    Tapi, kamper beracun bagi anak-anak dan hewan peliharaan, jadi gunakan dengan hati-hati. Adapun bahan alami lainnya yakni semprotkan minyak cengkeh dan kayu manis.

    Senyawa asam sulfonat dalam bawang juga dapat mengusir ular, jadi bisa juga gunakan air campuran bawang putih dan bawang merah dengan garam batu. Racikan lainnya bisa dengan tuangkan cuka putih dan potongan cabai di sekeliling area tersebut. Aroma menyengat sangat tidak disukai ular di antaranya adalah cuka dan cabai.

    Ramuan lainnya yakni campurkan jeruk nipis dengan cabai rawit atau minyak pepermin, lalu taburkan di sekitar rumah. Campuran ini mengeluarkan bau yang tidak disukai ular dan juga menyebabkan iritasi pada kulit mereka.

    7. Menanam Tanaman yang Beraroma

    Jenis tanaman juga dapat mempengaruhi keberadaan ular. Semak-semak dan berdaun rimbun bisa menjadi tempat persembunyian ular. Beberapa tanaman dengan aroma kuat diyakini dapat membantu mengusir ular, meskipun penelitian tentang efektivitasnya masih terbatas.

    Salah satunya bunga marigold memiliki warna mencolok seperti kuning dan oranye. Menurut laman Times of India, bunga ini mengeluarkan aroma yang cukup kuat dan tidak disukai oleh ular, sehingga cocok dijadikan tanaman hias sekaligus pencegah ular.

    Adapula sereh yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, juga dikenal ampuh mengusir ular. Tanaman ini memiliki aroma pedas yang kuat, yang membuat ular enggan mendekat ke rumah.

    Selain itu, menanam lavender dalam pot dan meletakkannya di sekitar pintu atau jendela bisa menjadi cara alami untuk mencegah ular masuk. Lidah mertua yang memiliki daun runcing juga tidak disukai ular.

    Adapun tanaman lainnya yakni basil, kaktus, rosemary, hingga menanam bawang merah dan bawang putih bisa jadi tanaman penangkal ular. Jika semua metode alami ini tidak berhasil dan kamu masih sering menemukan ular di sekitar rumah, sebaiknya hubungi ahli pengendalian hama atau penangkap ular profesional.

    Langkah Menghadapi Ular yang Masuk ke Rumah

    Menurut Richie Gilbert dari Sunshine Coast Snake Catchers dalam laman Homes to Love, produk-produk alat kejut untuk mengusir ular tidak terbukti efektif. Hewan peliharaan juga dinilai tidak mampu secara alami mengusir ular.

    Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan agar ular tidak tertarik datang. Selain itu, ada juga klaim bahwa ampas kopi dan garam dapat mengusir ular karena baunya yang kuat. Tetapi, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

    Lalu, apa yang bisa dilakukan saat kita mendapatkan adanya ular di dalam rumah? Dikutip dari laman Satpol PP Sleman, dalam berbagai kasus yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan tidak panik.

    Kalau tidak memiliki pengalaman dalam menangani ular, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau snake rescuer untuk meminta bantuan. Selain itu, amati pergerakan ular dan lokasi persembunyiannya agar petugas lebih mudah menemukannya.

    Jika ingin mencoba menghalau atau menangkap ular sendiri, hindari kontak langsung, terutama pada bagian kepalanya. Gunakan peralatan yang tersedia di rumah sesuai dengan ukuran ular, seperti botol air mineral, toples, ember, atau sapu untuk menangkapnya dengan aman.

    Itulah tadi penyebab dan pencegahan ular datang ke rumah. Semoga bisa membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Tawon Sering Bersarang di Lampu dan Cara Mengusirnya


    Jakarta

    Tawon sering kali ditemukan bersarang di sekitar lampu, baik di dalam maupun luar rumah. Keberadaan mereka tentu dapat mengganggu, apalagi jika jumlahnya semakin banyak.

    Tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tawon juga bisa menjadi ancaman karena sengatannya yang menyakitkan. Lalu, kenapa tawon sering bersarang di lampu? Bagaimana cara mengusirnya?

    Penyebab Tawon Sering Bersarang di Lampu

    Tawon merupakan serangga yang cenderung agresif dan dapat menyengat jika merasa terancam. Kehadirannya di sekitar rumah bisa menjadi ancaman bagi manusia, terutama karena tawon tidak hanya menyengat sekali, tetapi berulang kali.


    “Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” ujar Ray Hess, seorang ahli pengendalian hama, dikutip dari laman Real Simple.

    “Tidak seperti lebah madu, alat penyengatnya tidak berduri, sehingga memungkinkan mereka (tawon) menyengat berulang kali,” lanjutnya.

    Dalam laman Martha Stewart, dijelaskan bahwa tawon memiliki kecenderungan tertarik pada cahaya dan panas yang dihasilkan oleh lampu. Inilah yang membuat mereka sering terbang di sekitar lampu pada malam hari atau bahkan membangun sarang di tempat-tempat yang memiliki pencahayaan terang.

    Selain itu, beberapa jenis tawon juga mencari tempat yang aman dan hangat untuk berlindung, terutama menjelang musim dingin. Tak cuma ‘numpang’ tinggal dan membuat sarang, serangga penyengat ini juga bakal berkumpul di halaman saat bunga mulai bermekaran.

    Tapi selain di lubang lampu, tawon juga dapat membangun sarang di berbagai tempat, termasuk di bawah tanah, pohon, semak, atap, tiang listrik, ban bekas, rumah, gudang, serta bangunan lainnya.

    Kalau kamu sering melihat banyak tawon berkumpul, kemungkinan besar ada sarang tawon di sekitar rumahmu. “Mendengar suara dengungan atau menemukan tawon mati menunjukkan adanya sarang tawon potensial di suatu tempat di dalam ruangan, biasanya di rongga dinding atau loteng,” kata Timothy Wong, direktur teknis di M&M Pest Control (MMPC) dalam laman Martha Stewart.

    Berikut sederet penyebab tawon tertarik untuk membangun sarang di dekat rumahmu.

    1. Ketersediaan Makanan dan Minuman

    Tawon kerap tertarik pada makanan dan minuman yang tertinggal. Tawon bisa mendapatkan karbohidrat yang mereka butuhkan dari buah-buahan, minuman manis, dan makanan manis lainnya.

    Jadi, mereka juga bisa mencari makanan di sekitar meja makan, tong sampah, dan apapun makanan yang terbuka di area rumahmu terutama yang sifatnya manis. Untuk menghindarinya, pastikan untuk membersihkan sisa makanan, remah-remah, atau tumpahan minuman, serta menutup tempat sampah dengan rapat.

    2. Ada Bunga

    Nektar dari bunga juga merupakan bagian penting dari pola makan mereka. Apalagi kalau kamu menanam bunga dengan warna-warna cerah dan beraroma manis, pasti mereka bakal senang untuk bersarang di sana.

    3. Mencari Cahaya dan Kehangatan

    Tawon juga menyukai cahaya dan kehangatan. Mereka sering masuk ke dalam rumah melalui celah atau jendela yang terbuka untuk mencari tempat berlindung.

    “Banyak spesies memiliki siklus hidup di mana mereka mencari tempat bersarang yang terlindungi untuk melewati musim dingin, lalu muncul kembali pada musim semi untuk membangun sarang baru,” ujar Wong.

    Cara Mengusir Tawon yang Bersarang di Rumah

    Parahnya lagi, Wong menyebut tawon lambat laun dapat mengunyah kayu dan menggunakannya sebagai bahan dasar sarang mereka. Jika ada potongan kayu yang hilang pada pagar, furnitur, atau struktur kayu lain di sekitar rumah, itu bisa menjadi tanda adanya aktivitas tawon.

    Tentunya, hal ini bakal bikin perabotan rumahmu jadi tak cantik lagi. Tawon paling aktif selama paruh kedua musim panas. Dilansir dari laman Martha Stewart dan Good Housekeeping, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut guna mencegah mereka bersarang di dekat rumah:

    1. Matikan Lampu di Malam Hari

    Tawon cenderung tertarik pada cahaya, sehingga memadamkan lampu pada malam hari dapat mengurangi kemungkinan tawon mendekati rumah. Gunakan lampu LED atau lampu berwarna kuning kalau ingin menyalakannya.

    Sebab, lampu LED memancarkan lebih sedikit panas dibandingkan lampu pijar, sehingga tidak terlalu menarik perhatian tawon. Lampu berwarna kuning dirancang khusus untuk menghalau serangga terbang, karena spektrum cahayanya membuat mereka kesulitan melihat sumber cahaya.

    2. Hindari Menanam Bunga Beraroma Kuat

    Menanam bunga memang mempercantik taman, tetapi juga berisiko menarik tawon. Jika kamu ingin mengurangi jumlah tawon di sekitar rumah, batasi tanaman berbunga yang harum dan berwarna cerah. Selain itu, hindari tanaman dengan dedaunan lebat seperti keladi, pakis, dan sukulen.

    3. Jaga Kebersihan Halaman

    Menjaga halaman tetap bersih sangat penting dalam pencegahan datangnya tawon. Tawon tertarik mampir ke area yang memiliki banyak sampah makanan dan wadah daur ulang yang tidak dicuci dengan baik. Pastikan untuk menutup makanan sebelum dan sesudah memasak dan menyimpan minuman manis dalam wadah tertutup.

    4. Gunakan Minyak Peppermint

    Minyak peppermint merupakan pengusir tawon alami yang efektif. Campurkan beberapa tetes ekstrak peppermint dengan air dalam botol, semprot dan gunakan di area yang mungkin didatangi tawon.

    5. Cegah Tawon Masuk ke Rumah

    Tawon bisa masuk ke rumah melalui celah kecil di fondasi atau retakan. Menyegel celah ini dengan kasa pada pintu atau jendela, akan membuat tawon susah masuk.

    6. Semprot dengan Sabun dan Air

    Campurkan dua sendok makan sabun cuci piring dengan air dalam botol semprot, lalu semprotkan ke sarang tawon. Larutan ini dapat menyumbat pori-pori pernapasan tawon dan membunuhnya hampir seketika.

    7. Gunakan Campuran Cuka dan Air

    Cuka merupakan bahan yang umum ditemukan di rumah karena memiliki banyak kegunaan, mulai dari memasak hingga membersihkan perabotan. Selain itu, cuka juga bisa dimanfaatkan sebagai pengusir tawon yang ampuh.

    Kandungan asam asetat dalam cuka memiliki aroma khas yang tidak disukai tawon. Dengan mencampurkan cuka (baik cuka masak maupun cuka apel) dengan air dan gula, dapat dibuat larutan perangkap yang efektif.

    Caranya, campurkan bahan-bahan tersebut dalam mangkuk dan letakkan di dekat sarang tawon. Aroma manis dari larutan akan menarik tawon untuk mendekat, lalu mereka akan terperangkap dan tenggelam di dalamnya.

    8. Semprotkan Minyak Cengkeh

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi minyak esensial cengkeh, geranium, dan serai efektif dalam mengusir tawon. Untuk membuat larutan pengusir tawon, campurkan beberapa tetes minyak cengkeh, geranium, dan serai dengan sabun cuci piring, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

    Jika hanya memiliki minyak cengkeh, larutan ini tetap bisa digunakan. Campurkan minyak cengkeh dengan sedikit sabun cuci piring dan air, lalu aduk rata sebelum disemprotkan ke sarang tawon.

    Aroma kuat dari minyak cengkeh bertindak sebagai pengusir alami yang membuat tawon enggan untuk tetap bersarang.

    9. Gunakan Cengkeh Utuh

    Selain minyaknya, cengkeh dalam bentuk utuh juga bisa digunakan untuk mengusir tawon. Cukup letakkan atau gantungkan beberapa biji cengkeh di sekitar area yang sering didatangi tawon atau di dekat sarangnya.

    Salah satu cara efektif adalah dengan menempelkan cengkeh pada potongan lemon, lalu meletakkannya di lokasi yang strategis. Aroma dari kombinasi ini akan membuat tawon menjauh.

    10. Taburkan Bedak Bayi

    Bedak bayi juga bisa menjadi solusi alami untuk mengusir tawon. Serangga ini tidak menyukai aroma dari bedak bayi, sehingga ketika bedak ditaburkan di sekitar sarangnya atau area yang sering dilalui tawon, mereka akan segera pergi.

    Nah, itulah tadi penyebab dan cara mengusir tawon yang bersarang di rumah. Dengan menggunakan cara-cara ini, rumah dapat terbebas dari gangguan tawon tanpa perlu menghadapi risiko tersengat.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Rawat Taman Ini Bisa Mengundang Hama ke Rumah, Hindari!


    Jakarta

    Memiliki taman rumah bisa membuat suasana sejuk, asri, dan segar. Banyaknya tanaman di kebun rumah memang memanjakan mata, namun terkadang bisa mengundang hama.

    Keberadaan hama ini bisa merusak tanaman dengan cepat. Hama maupun hewan pengganggu tanaman bisa saja datang karena kelalaian dari pemilik rumah. Tentunya pemilik rumah nggak mau dong hal itu terjadi? Nah, ada beberapa kesalahan umum yang harus diperhatikan karena bisa mengundang hama ke taman rumah.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasi mengenai kesalahan yang dapat mengundang hama tanaman.


    1. Penyiraman Berlebihan

    Penyiraman tanaman secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama datangnya hama ke taman rumah. Hal itu menyebabkan kelembapan berlebihan yang menjadi tempat perkembangbiakan beberapa serangga, seperti nyamuk dan agas.

    Untuk mencegahnya, penghuni rumah bisa memasang jadwal penyiraman tanaman serta memasang timer pada selang.

    Selain itu, penghuni rumah juga sebaiknya menghilangkan genangan air karena bisa menjadi tempat perkembangbiakan serangga. Genangan air ini biasanya ada di tanah maupun bawah pot.

    2. Tidak Membuang Bahan yang Membusuk

    Hama tertarik pada bahan tanaman yang membusuk. Kebun menghasilkan sejumlah besar bahan yang membusuk, seperti daun yang mati, buah yang terlalu matang, maupun sampah organik lainnya. Hal tersebut memungkinkan hama untuk mencari tempat persembunyian serta berkembang biak.

    Langkah yang bisa dilakukan adalah bersihkan kebun dari apa pun yang jatuh. Buah yang membusuk dengan cepat menarik hama yang tidak diinginkan, jadi segera ambil. Masukkan bahan yang membusuk ke dalam tempat sampah kompos atau tempat sampah.

    3. Membunuh Predator Alami

    Menurut pakar pengendalian hama dan pengelolaan vegetasi di Teminix, Terry Keyzer, membunuh predator alami adalah kesalahan berkebun umum yang menarik hama,

    “Penting untuk tidak membunuh semua serangga. Dari semua spesies serangga yang biasa ditemukan di kebun, 99 persen bermanfaat,” katanya.

    Untuk melindungi predator alami spesies hama, sangat penting untuk tidak menyemprotkan insektisida di mana-mana, sebaliknya menggunakan pendekatan yang terarah untuk menghilangkan masalah hama.

    4. Mengabaikan Keanekaragaman Tanaman

    Mengabaikan keanekaragaman tanaman adalah kesalahan berkebun lain yang mengundang hama yang tidak diinginkan. Kebun tidak hanya menyediakan sumber makanan bagi hama, tetapi juga menyebabkan penipisan nutrisi tanah, yang dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan hama.

    Sebaiknya pahami tanaman pendamping dari tiap tanaman yang ada di kebun agar lebih beranekaragam.

    5. Tidak Menanam Tanaman Pengusir Serangga

    Menanam tanaman yang dapat mengusir serangga bisa menghindari kebun rusak karena hama serangga. Contohnya, penghuni rumah bisa menanam basil atau kemangi, serai, lavender, maupun daun mint untuk mengusir lalat maupun nyamuk.

    Itulah beberapa kesalahan yang bisa mengundang hama ke taman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman yang Bikin Tikus Ogah Dekati Rumah



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang kerap masuk pekarangan dan rumah. Hewan ini bisa merusak tanaman di pekarangan maupun barang-barang di dalam rumah.

    Tak hanya merusak, tikus tergolong hewan kotor pembawa penyakit. Tikus juga kerap membuat kotoran sembarangan di dalam rumah.

    Kalau menemukan tikus di rumah, penghuni bisa membasminya dengan perangkap maupun racun. Di samping itu, penghuni rumah bisa melakukan langkah pencegahan dengan menghalau tikus mendekati rumah.


    Mulai dari pekarangan, penghuni rumah bisa menanam atau menaruh tanaman yang dibenci tikus. Pakar hewan dari Glenlivet Wildlife, Sam Bryant, ada tumbuhan yang bisa mengusir tikus karena aromanya tidak disukai yakni bunga lily, marigold, dan mint.

    “Menambahkan tanaman pengusir tikus ke dalam taman dapat berfungsi sebagai pencegah alami. Tanaman ini memiliki bau atau rasa yang tidak disukai tikus,” kata Sam Bryant seperti yang dikutip dari Mirror.

    Bunga lily dan bunga marigold adalah spesies tanaman hias yang memiliki bentuk dan warna yang indah. Keduanya juga memiliki harum yang lebih wangi dari mawar. Siapa sangka keduanya bisa untuk mengusir tikus dari rumah dan taman.

    “Marigold mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi tikus. (bunga lily) karena wanginya yang kuat. Dengan menanamnya di samping sayuran atau bunga dapat memberikan perlindungan tambahan (pada tanaman),” jelas Sam.

    Ada satu lagi tanaman yang ampuh untuk mengusir tikus yakni mint. Tumbuhan ini memang hanya berwarna hijau dengan daun kecil, tetapi memiliki segudang khasiat untuk tubuh dan biasa dicampurkan di dalam makanan karena memiliki sensasi rasa yang menyegarkan.

    Tanaman mint juga ampuh mengusir tikus karena mengeluarkan aroma yang tajam yang mengganggu bagi hewan ini.

    “Tanam tanaman mint di sekeliling taman atau di dekat tanaman yang rentan untuk mengusir tikus dengan aromanya yang kuat. Aroma mint yang kuat dapat menutupi aroma tanaman lain, sehingga kurang menarik bagi tikus,” tambahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Garam, Begini Cara Ampuh Cegah Ular Berkeliaran di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Ular adalah hewan berbisa yang bisanya mengandung racun yang dapat mempengaruhi sel dan jaringan pada makhluk yang terkena gigitan mereka. Banyak yang percaya bahwa untuk mengusir ular bisa menggunakan garam karena ular takut. Ternyata anggapan tersebut salah.

    Dilansir detikEdu, menurut laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular, bermula dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Siput dan keong memang kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak menunjukkan hasil yang sama pada ular.

    Kira-kira kenapa ya?


    Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air. Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi.

    Layaknya manusia, tubuh tidak boleh mengalami dehidrasi berat karena dapat mengganggu tekanan dan volume darah, mengganggu fungsi organ vital, dan paling parah bisa menyebabkan kematian.

    Hal-hal seperti ini tidak berfungsi efektif pada ular. Lantas, bagaimana cara yang ampuh untuk mengusir ular? Dilansir Pulse, berikut caranya.

    1. Jaga Rumah dan Lingkungan Sekitar Bersih

    Ular menyukai lingkungan di mana banyak tempat persembunyian bagi mereka. Misalnya tumpukan kayu, rumput, dan dedaunan. Jika rumah kalian memiliki halaman yang luas, sering-sering membersihkan rumput dan jangan biarkan tumbuh terlalu tinggi.

    2. Siapkan Predator Alami

    Mungkin memasang perangkap akan sulit menangkap ular, coba ganti dengan memelihara hewan predator yang ditakuti oleh ular seperti burung hantu.

    3. Gunakan Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Daripada memakai garam, coba pakai bawang putih dan bawang bombai. Kedua bahan alami ini mengandung asam sulfonat yang dapat mengusir ular. Caranya dengan membuat cairan dari campuran kedua bawang dan air. Lalu cairan tersebut disemprot ke ular atau area yang menjadi tempat keluar masuk ular.

    4. Biji Kola

    Kola di sini bukanlah nama minuman bersoda melainkan sebuah tanaman bernama kola atau cola. Biji kola bisa mengusir ular. Caranya dengan menyebarkan potongan biji kola ke berbagai tempat di sekitar rumah dan di halaman.

    5. Tanam Tanaman Pengusir Ular

    Beberapa tanaman juga ampuh untuk mengusir ular seperti marigold, serai, dan lidah mertua. Aroma yang dikeluarkan tanaman ini dapat mengganggu penciuman mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak Video ‘Lansia 66 Tahun Ditelan Ular Piton 6 Meter’:

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Dibenci Ular, Cegah Mereka Masuk Taman Rumah


    Jakarta

    Berbagai hewan bisa muncul di pekarangan dan masuk ke rumah. Salah satu hewan yang mengkhawatirkan kalau ada dekat rumah adalah ular.

    Meski ularnya tidak berbisa, hewan melata ini ditakuti banyak orang. Ular dapat mengigit, melilit, dan memakan makhluk hidup di dalam rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu waspada akan kemunculan ular. Caranya dengan membuat lingkungan rumah tidak nyaman buat didekati ular.


    Dilansir Envynature, beberapa tanaman bisa mencegah ular mendekati rumah. Sebab, tanaman dapat menciptakan lingkungan tidak menyenangkan dengan mengeluarkan aroma tajam.

    Namun, ular masih bisa menahan aroma tajam kalau terdapat banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan di sekitar rumah. Selain menanam tanaman yang dibenci ular, penghuni juga perlu merawat halaman.

    Cara Merawat Pekarangan Agar Bebas Ular

    • Membersihkan gundukan tanah, yang mungkin jadi tempat persembunyian ular.
    • Menanam tanaman yang tidak berbentuk semak-semak rapat.
    • Memangkas tanaman liar secara teratur.
    • Memastikan pekarangan bebas hewan pengerat yang jadi sumber makanan ular.
    • Menempatkan tanaman pengusir ular di sejumlah titik masuk potensial ular untuk mengurangi kemungkinan hewan melata tersebut memasuki pekarangan.

    Tanaman yang Dibenci Ular

    Sejumlah tanaman yang mengeluarkan aroma tajam dapat ditanam di halaman rumah. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut sederet tanaman yang bisa mencegah ular masuk ke pekarangan rumah menurut ahli pengendali hama:

    1. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold memiliki aroma yang kuat yang dapat mengusir serangga dan ular. Tanaman berbunga cerah ini memiliki akar yang tumbuh dalam dan agresif.

    Akarnya yang kokoh dapat mengeluarkan bau tajam yang mampu mengusir ular dan tikus Akar marigold yang tumbuh agresif juga bisa menjangkau persembunyian ular sehingga baunya akan mencapai jauh ke dalam tanah.

    2. Lavender

    Lavender.Lavender Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Lavender mengeluarkan aroma menyengat yang dibenci ular dan mampu mengganggu indera penciumannya. Hewan melata itu akan menghindari tanaman berbunga ungu ini dan menjauh. Lavender dapat ditanam di area pekarangan sebanyak 5-10 tanaman.

    3. Rosemary

    Woman holding a flowerpot of growing rosemary in her hand.Rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/pcess609

    Rosemary mempunyai bau tajam yang dapat menghalangi ular masuk halaman rumah. Meski begitu, tanaman herba ini sebaiknya cukup ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot karena daunnya yang lebat khawatir menjadi tempat persembunyian ular.

    4. Allium

    Genus tanaman allium efektif mengusir ular dan hama lainnya karena mengandung sulfonat dan mengeluarkan bau yang menyengat. Tanaman allium antara lain bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    5. Serai

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Tanaman Serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Aroma serai yang menyegarkannya sangat bermanfaat untuk bumbu masakan, tetapi bau ini ternyata tidak disenangi oleh ular. Tanaman rempah ini dapat ditanam di atas tanah alih-alih di dalam pot.

    Hindari menanam terlalu banyak serai di pekarangan karena bentuknya yang mirip semak khawatir menjadi tempat bersembunyi ular.

    6. Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaLidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Disebut juga sansevieria atau ‘snake plant’, tanaman lidah mertua ini mempunyai daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang membuat ular tidak suka. Entah karena hewan melata itu merasa terancam atau karena tepi daunnya yang tajam.

    Lidah mertua subur di luar ruangan di wilayah beriklim hangat. Untuk menanamnya, letakkan di tempat yang terang tetapi jangan tepat di bawah sinar matahari langsung. Hindari menanamnya di tanah basah karena dapat menyebabkan akarnya membusuk.

    7. Eucalyptus

    tanaman EucalyptusTanaman Eucalyptus Foto: iStockphoto

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat sepanjang tahun. Berkat aromanya itu, tanaman ini bukan hanya dapat mengusir serangga tapi juga ular. Pertimbangkan menanam eucalyptus jika memiliki halaman sempit.

    8. Daffodil

    Daffodil secara tidak langsung dapat mencegah ular masuk pekarangan. Tanaman ini lebih tepatnya mengusir tikus yang jadi makanan ular. Semakin sedikit sumber makanan ular di halaman rumah maka semakin kecil kemungkinan hewan melata itu datang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Bahan Kimia, Begini Cara Alami Usir Nyamuk di Taman Rumah


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga pengganggu yang kerap ditemukan di dalam maupun di luar rumah. Serangga satu ini sangat mengganggu karena gigitannya yang bikin gatal, apalagi saat sedang di taman.

    Untuk mengusir nyamuk, tentu senjata andalan kebanyakan orang adalah menyemprotkan obat nyamuk. Namun, semprotan ini mengandung berbagai bahan kimia yang bisa mengganggu tumbuhan dan kehidupan di taman.

    Nah, ada beberapa cara mengusir nyamuk dengan cara alami. Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Alami Usir Nyamuk di Taman Rumah

    Inilah beberapa cara mengusir nyamuk tanpa menggunakan bahan kimia, dikutip dari The Spruce.

    1. Tanaman Pengusir Nyamuk

    Ada banyak tanaman yang dibenci nyamuk yang bisa ditanam di taman. Tanaman seperti lavender, allium, geranium abadi, ageratum, marigold, dan catmint berbunga bisa mengusir nyamuk.

    Selain itu, menanam bawang putih atau daun kucai di kebun sayur juga dapat membantu mengusir nyamuk.

    2. Semprotan Alami

    Semprotan pengusir nyamuk bisa dengan mudah dibuat sendiri di rumah menggunakan minyak esensial. Untuk membuat semprotan ini, hanya membutuhkan botol semprot kaca, air, dan bermacam-macam minyak esensial.

    Minyak esensial terbaik untuk semprotan nyamuk alami ini antara lain serai, geranium, kemangi manis, serai, kayu cedar, lavender, peppermint, dan kayu putih.

    3. Perangkap Nyamuk

    Cara lain membasmi nyamuk adalah menggunakan perangkap sederhana untuk menarik nyamuk yang sudah ada di taman. Beberapa bahan yang digunakan dalam perangkap nyamuk meliputi ragi, gula, cuka, soda kue, dan es kering.

    4. Hilangkan Genangan Air

    Genangan air adalah tempat nyamuk berkembang biak. Genangan ini bisa muncul setelah hujan deras di ember dan pot bunga. Jaga area berkebun tetap rapi untuk menghindari masalah genangan air.

    5. Pangkas Tanaman Liar

    Memangkas tanaman secara umum dapat membantu mengurangi populasi serangga termasuk nyamuk. Semakin banyak tanaman yang tumbuh di halaman, semakin banyak permukaan yang dapat dimakan, ditumbuhi, dan dihinggapi nyamuk.

    Itulah cara mengusir nyamuk secara alami di taman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Area di Rumah yang Bisa Jadi Sarang Nyamuk, Cek Sekarang!



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga pengganggu yang sering muncul di rumah. Biasanya nyamuk muncul pada malam hari untuk mengganggu penghuni rumah. Mereka menghisap darah manusia melalui kulit lalu meninggalkan rasa gatal disertai bentol pada kulit.

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management (APJIPMI), Boyke Arie Pahlevi, nyamuk yang paling sering muncul di rumah adalah Aedes Aegypti (penyebab demam berdarah), Culex (nyamuk malam yang sering terdengar berdengung), dan Anopheles (penyebab malaria yang umumnya di daerah tertentu). Selain itu, menurutnya, nyamuk juga lebih banyak muncul pada musim hujan.

    “Nyamuk lebih banyak muncul di musim hujan karena banyak genangan air yang jadi tempat ideal buat mereka bertelur dan berkembang biak,” kata Boyke saat dihubungi detikcom, pada Jumat (18/04/2025).


    Boyke juga mengatakan bahwa terdapat area di rumah yang berpotensi menjadi tempat atau sarang pertumbuhan jentik nyamuk. Di antaranya adalah ember atau wadah yang menampung air, pot tanaman terutama yang ada tatakan air, tempurung kelapa serta botol atau barang bekas yang bisa menampung air hujan, saluran air yang tersumbat, hingga kolam ikan yang tidak terawat.

    Jika terdapat salah satu dari area tersebut di rumah, sebaiknya cepat dibasmi agar tidak menambah pertumbuhan jentik nyamuk yang lebih banyak.

    “Caranya terapkan prinsip 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas. Gunakan larvasida pada tempat air yang tidak bisa dikuras. Rutin bersihkan dan buang air di wadah minimal seminggu sekali. Serta pastikan tidak ada air yang menggenang lebih dari 7 hari,” ujar Boyke.

    Mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain membasmi area sarang nyamuk di rumah, kamu juga bisa melakukan pencegahan agar mengurangi genangan air yang menjadi penyebab timbulnya sarang nyamuk. Boyke menyarankan 4 langkah pencegahan sebagai berikut.

    Rutin bersihkan tempat-tempat yang bisa jadi tempat air menggenang.

    • Pasang kasa nyamuk di jendela dan ventilasi.
    • Gunakan obat nyamuk (semprot, elektrik, atau oles).
    • Tanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai wangi, atau daun mint.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah, Auto Nggak Betah


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu menggemaskan yang sering dipelihara di rumah. Namun, berbeda hal dengan kucing liar yang terkadang bikin geram karena suka masuk halaman rumah dan buang kotoran.

    Meski sudah sering diusir, kucing liar terkadang kembali lagi. Kalau menemukan kondisi seperti ini, diperlukan langkah strategis buat mencegah kucing masuk halaman rumah.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan buat menghalau kucing liar? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah cara mencegah kucing liar masuk ke halaman rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Hilangkan Sumber Makanan

    Kucing liar akan tinggal di daerah yang ada banyak sumber makanan. Hindari memberi makan kucing agar mereka tidak merasa betah. Kemudian, tutup tempat sampah dengan rapat supaya nggak jadi tempat kucing mencari makan.

    2. Hilangkan Tempat Berlindung

    Tutup lubang di gudang, garasi, teras, atau tempat berlindung sederhana seperti tumpukan kayu. Langkah ini guna menghindari adanya tempat tinggal bagi kucing liar.

    3. Beri Tekstur pada Permukaan Tanah

    Kucing suka berjalan di halaman rumah. Coba tabur kerikil, pecahan kulit telur, atau lapisan kawat ayam agar kucing liar merasa tidak nyaman berjalan di sana.

    4. Beri Aroma Pengusir Kucing

    Taburkan bahan pengusir kucing liar di kebun. Misalnya menaruh kamper, kain lap yang dibasahi amonia, bubuk mustard, cabai rawit, bubuk kopi, dan semprotan berbahan jeruk. Ingatlah untuk menaruh kembali pengusir kucing tersebut setelah hujan lebat.

    5. Buat Pagar Anti Kucing

    Halangi kucing masuk ke area rumah dengan mengamankan pagar. Pagar anti-kucing meliputi pemasangan jaring anti-kucing yang tidak dapat dipanjat kucing dan palang beroda di bagian atas pagar, sehingga kucing tidak dapat memanjatnya.

    Jika kucing melompati pagar di satu area, coba taruh kaleng kosong yang diisi dengan kelereng. Letakkan kaleng di area yang diinginkan agar ketika jatuh, kucing yang melompat ke pagar ketakutan.

    Pilihan lainnya adalah menggunakan bel atau lonceng angin yang sensitif. Benda ini akan mengeluarkan suara saat kucing menimbulkan getaran.

    Itulah tips mencegah kucing masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau-Bauan Ini Ampuh Usir Nyamuk dari Rumah, Yuk Coba!



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu hewan yang sering ada di rumah. Keberadaannya merugikan manusia sebab nyamuk dapat menggigit dan mengisap darah dari kulit manusia. Efeknya kulit akan terasa gatal, memerah, dan timbul bentol. Bila tidak dibasmi, nyamuk dapat memberikan risiko yang lebih besar yaitu penyakit malaria.

    Besarnya bahaya akibat gigitan nyamuk membuat kita harus sadar untuk mengusir nyamuk dari rumah. Berbagai cara bisa dilakukan, misalnya membersihkan rumah, membuang genangan air, memasang kelambu, hingga menyemprotkan obat nyamuk. Namun, selain hal tersebut, kita juga bisa melakukan beberapa cara alami untuk mengusir nyamuk.

    Melansir dari situs The Spruce, ternyata nyamuk tidak suka terhadap bau-bau tertentu. Nah, untuk mendapatkan bau atau aroma ini dapat kamu temukan pada bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut selengkapnya.


    Serai

    Serai merupakan bahan alami yang sudah populer sebagai bahan pengusir nyamuk. Sebab, nyamuk tidak menyukai aroma herbal yang datang dari serai dan akan menjauhinya jika bau serai berhembus di udara. Kamu bisa letakkan lilin beraroma serai di luar ruangan atau di meja yang strategis untuk mengusir nyamuk.

    Bunga Mawar

    Selain itu, nyamuk juga membenci aroma segar dan herbal dari bunga mawar. Kamu bisa menanam mawar di dalam pot dan meletakkannya di sekitar rumah.

    Lemon

    Nyamuk juga tidak menyukai aroma jeruk yang menyegarkan, apapun jenis jeruknya mau itu lemon atau jeruk bali.

    Kopi

    Kopi yang baru diseduh dan beraroma kuat itu ternyata tidak disukai nyamuk lho. Mereka akan menjauh saat mencium bau kopi. Kamu bisa menyebarkan bubuk kopi di sekitar rumah seperti di halaman.

    Bunga Lavender

    Ingat lotion nyamuk yang sering kamu pakai biasanya ada yang memiliki aroma lavender? Nah, memang lavender menjadi salah satu aroma yang tidak disukai nyamuk. Lavender suka digunakan oleh para tukang kebun untuk mengusir nyamuk. Kamu bisa menanam lavender di teras menggunakan vas agar lebih cantik.

    Bawang Putih

    Bawang putih juga bisa mengusir nyamuk karena punya aroma yang menyengat. Caranya potong bawang putih menjadi beberapa siung lalu letakkan di sekitar luar halaman rumah.

    Kayu Putih

    Selain menenangkan dan segar, aroma kayu putih juga bisa mengusir nyamuk karena nyamuk tidak menyukainya. Kamu bisa tanam pohon kayu putih, lilin kayu putih, atau produk semprotan yang beraroma kayu putih.

    Itulah beberapa aroma yang tidak disukai nyamuk sehingga bisa mengusir nyamuk dengan mudah. Silakan dicoba, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com