Tag Archives: penipuan

Bakal Ada Payment ID! BI Bisa Ngintip Transfer Gopay & Dana-Transaksi Online


Jakarta

Bank Indonesia (BI) akan memperkenalkan Payment ID sebagai inovasi baru dalam sistem pembayaran. Sistem canggih ini menjadi bagian dari rencana dalam pengembangan sistem pembayaran nasional melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

Payment ID sendiri adalah sebuah kode unik yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi pembayaran, dengan format yang menggabungkan NIK dan kode ID.

“17 Agustus nanti akan keluar yang namanya Payment ID. Payment ID ini sangat powerful,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dudi Dermawan, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/7/2025).


Menurut Dudi, Payment ID akan memberi otoritas seperti BI kemampuan untuk melihat dan menganalisis profil keuangan setiap warga negara. Ini termasuk pendapatan dan belanjanya serta profil pajak dan investasinya.

Lebih jauh, sistem ini juga akan berguna dalam mendeteksi penipuan atau kecurangan keuangan (fraud). Bahkan, seluruh informasi dari berbagai akun bank atau platform keuangan yang dimiliki satu orang dapat disatukan dalam Payment ID.

Dudi menegaskan bahwa BI akan sangat berhati-hati dalam mengelola sistem ini. Ia pun memberikan contoh penerapan Payment ID dalam proses pengajuan kredit.

Dengan adanya Payment ID, bank dapat melakukan pengecekan kredit secara langsung. Misalnya, Bapak A mengajukan kredit ke Bank B, karena semua profil keuangan calon debitur ada di Payment ID, nantinya pihak bank tinggal mengirimkan pesan berisi pengajuan ‘consent’ di ponsel debitur.

“Nanti begitu saya klik OK, nanti Bank B akan nge-lead ke BI-Payment Info,” ungkap Dudi.

Data keuangan yang muncul akan sangat lengkap, termasuk informasi dari e-wallet atau layanan pembayaran digital. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan layanan seperti GoPay, Shopeepay, dan OVO juga meminta NIK saat pendaftaran.

“Sehingga kami (BI) akan melindungi semua pemilik dari Payment ID dan demikian juga menghindari penyalahgunaan dari pihak-pihak yang tidak kami inginkan,” tegasnya.

Selain itu, nantinya, BI akan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk memperkuat keamanan sibernya dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

(ily/hns)



Sumber : finance.detik.com

Ajakan Tak Bayar Pinjol Makin Marak, Pemerintah Diminta Turun Tangan


Jakarta

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turun tangan menindak konten-konten berisi ajakan gagal bayar utang fintech peer-to-peer lending (P2P) atau pinjaman daring (pindar).

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menyoroti tentang maraknya ajakan di media sosial untuk tidak membayar utang pindar atau yang dulu lebih dikenal dengan pinjol. Hal ini mengganggu keseimbangan dalam industri pembiayaan P2P lending sendiri.

Oleh karena itu, Nailul merekomendasikan agar OJK beserta Komdigi melakukan pelacakan terhadap konten-konten yang mengajak orang lain melakukan aksi tersebut. Harapannya, praktik fraud atau penipuan terkait gagal bayar ini bisa diantisipasi.


“Jadi banyak sekali gagal-gagal bayar ini yang mengajak orang lain untuk gagal bayar juga. Jadi kita harap dari Komdigi maupun dari OJK juga menyisir konten, memberantas joki ilegal, campaign dan sebagainya, dan itu bisa mengatai mengenai praktik gagal bayar,” kata Nailul, dalam Diskusi Publik di Kantor Celios, Jakarta, Senin (11/8/2025).

Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan agar fokus kepada kelompok kerja (pokja) pindar untuk pemberantasan pinjol ilegal. Hal ini selaras dengan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait pengelolaan pinjaman online.

Celios juga merekomendasikan agar implementasi credit scoring secara prudent dengan kualitas data yang bagus sehingga bisa menandakan validasi kredit seseorang dengan lebih baik. Pihaknya juga mendorong peningkatan literasi keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

“Meningkatkan literasi keuangan dengan cara kolaborasi kampanye, memasukkan itu di kurikulum dan sebagainya. Pada saat ini memang masih sulit untuk dilakukan, tapi kita selalu dorong bahwa literasi keuangan itu bukan hanya masalah di OJK, Komdigi, tapi juga di setiap sektor, termasuk juga sektor di pendidikan,” kata dia.

Sebagai informasi, Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan (AFPI) Entjik S Djafar sempat menyoroti heboh di media sosial ajakan gagal bayar pinjol. Fenomena ini muncul akibat kelompok-kelompok tertentu yang secara sengaja mendorong masyarakat agar tidak membayar utang pinjol lewat media sosial.

“Jadi ada kelompok gagal bayar itu ada di Youtube, Instagram, Facebook, dan lain-lain di sosial media. Bahkan di TikTok juga ada. Nah, ini sangat mengganggu kita dan sangat merugikan tentunya, merugikan industri kami,” kata Entjik kepada detikcom, Senin (16/6/2025).

Dorongan yang masif membuat banyak orang menjadi ikut-ikutan. Entjik memperkirakan sudah ada ribuan orang yang ikut tren gagal bayar utang pinjol ini.

“Ada, akhirnya banyak. Bukan ada lagi, banyak. Karena kalau kita lihat di Facebook, member mereka itu ribuan, bahkan ratusan ribuan yang menjadi member di sosial media itu, baik Instagram maupun Facebook dan beberapa sosial media yang lain. Jadi ada beberapa,” ucapnya.

Tren ini dimanfaatkan orang yang sebenarnya tidak punya utang. Mereka mencoba mengajukan pinjaman dengan niat tidak akan membayar utang tersebut. Orang yang sudah punya utang pun tidak lagi mau mencicil angsuran.

Menurutnya, kreditur kesulitan saat melakukan penagihan utang. Para peminjam dana online ini yang mengikuti cara-cara menghindari pembayaran sesuai ajakan kelompok-kelompok tersebut dari media sosial.

Tonton juga video “Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T” di sini:

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

7 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Terjun ke Dunia Forex Indonesia


Jakarta

Pasar forex global mencatat volume transaksi harian lebih dari US$ 7 triliun pada tahun 2025. Di Indonesia, minat terhadap trading forex meningkat pesat, terutama pada kelompok usia produktif 25 sampai 50 tahun yang mencari alternatif investasi dan sumber penghasilan tambahan.

Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses ke platform trading membuat semakin banyak orang ingin memahami cara kerja forex serta pentingnya memilih broker forex Indonesia yang terpercaya.

Namun, sebelum memulai aktivitas trading, Anda perlu memahami aspek legalitas, risiko, serta standar pemilihan broker agar transaksi berlangsung aman dan sesuai regulasi. Oleh karena itu, silakan simak pembahasan berikut sampai selesai untuk mengetahui tujuh hal krusial yang wajib diketahui berdasarkan sumber resmi dan informasi kredibel.


1. Apa Itu Forex dan Mengapa Populer di Indonesia?

Forex atau foreign exchange adalah aktivitas perdagangan mata uang asing yang bertujuan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi nilai tukar. Popularitas forex di Indonesia terus meningkat karena beberapa alasan penting.

Pertama, pasar forex dapat beroperasi selama 24 jam pada hari kerja. Ini tentu membuat trader menjadi lebih fleksibel dalam melakukan trading. Kedua, potensi keuntungan dari pergerakan harga mata uang tergolong tinggi sehingga menarik minat masyarakat.

Ketiga, platform trading kini dapat diakses melalui perangkat mobile dan desktop, sehingga memungkinkan transaksi dilakukan dari mana saja.

Selain itu, kemampuan teknologi kelas menengah di Indonesia semakin tumbuh. Ini sedikit banyaknya turut menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya aktivitas trading. Kesadaran akan pentingnya diversifikasi investasi juga membuat masyarakat mulai mencari instrumen yang lebih dinamis dibandingkan tabungan atau deposito. Bahkan, banyak generasi muda kini menjadikan forex sebagai sarana belajar memahami pasar keuangan global.

Banyak masyarakat urban dan suburban mulai menjadikan forex sebagai alternatif investasi jangka pendek. Likuiditas pasar yang tinggi serta akses informasi yang semakin mudah memperkuat minat para trader pemula untuk belajar dan mencoba strategi di pasar forex.

2. Legalitas dan Regulasi Forex di Indonesia

Seluruh aktivitas trading forex di Indonesia berada dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Bappebti menetapkan aturan agar kegiatan perdagangan berjangka berlangsung secara aman dan transparan.

Lembaga ini juga merilis daftar broker forex legal yang telah memenuhi persyaratan izin usaha dan standar perlindungan dana nasabah.

Menggunakan broker yang tidak memiliki izin adalah tindakan berisiko karena tidak ada perlindungan hukum terhadap dana maupun aktivitas transaksi yang dilakukan. Risiko penipuan, manipulasi harga, dan kesulitan penarikan dana dapat terjadi jika Anda memilih broker ilegal sehingga memahami regulasi menjadi langkah penting sebelum memulai trading.

Selain Bappebti, lembaga kliring seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI) juga berperan penting dalam menjamin penyelesaian transaksi para nasabah. Hadirnya sistem pengawasan berlapis ini membantu mencegah praktik tidak transparan dalam pergerakan harga serta memastikan bahwa broker mematuhi ketentuan perlindungan dana.

3. Cara Memilih Broker Forex Indonesia yang Terpercaya

Memilih broker merupakan keputusan yang sangat penting bagi setiap trader. Jadi, Anda perlu memastikan bahwa broker sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappebti. Namun, selain aspek legalitas broker, terdapat beberapa hal lain perlu diperhatikan agar aktivitas trading lebih aman dan nyaman.

Pertama, perhatikan struktur biaya dan spread yang diberikan. Spread rendah biasanya lebih menguntungkan bagi trader. Kedua, pastikan platform trading memiliki antarmuka yang mudah digunakan serta dilengkapi chart, indikator, dan eksekusi cepat.

Ketiga, pilih broker yang menyediakan edukasi agar Anda dapat mempelajari dasar trading secara lebih terarah.

Broker terpercaya umumnya juga menyediakan layanan dukungan pelanggan yang responsif, mengutamakan biaya yang transparan, serta memiliki rekam jejak yang baik. Selain itu, broker terpercaya juga menawarkan fitur seperti akun demo, metode deposit yang aman, dan proses penarikan yang cepat juga menjadi indikator kualitas sebuah broker.

Salah satu contoh platform yang memberikan layanan edukasi dan transparansi adalah RRFX, sebuah platform forex terpercaya di Indonesia. RRFX menyediakan materi pembelajaran untuk membantu trader pemula memahami analisis pasar dan cara mengelola risiko.

4. Risiko Trading Forex yang Harus Diwaspadai

Trading forex mengandung risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risikonya sebelum memulai.

Trading forex memiliki karakteristik high risk high return. Maka dari itu, trading forex memiliki potensi keuntungan dan kerugiannya sama besar.

Pergerakan harga mata uang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global sehingga pasar dapat berubah dalam waktu singkat.

Salah satu faktor risiko utama adalah penggunaan leverage. Leverage memungkinkan Anda membuka posisi dengan modal yang lebih kecil.

Namun leverage juga dapat memperbesar kerugian jika prediksi Anda tidak tepat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap manajemen risiko menjadi hal wajib.

Tanpa strategi yang terukur, kerugian dapat terjadi dalam waktu cepat. Oleh karena itu, pastikan untuk menetapkan strategi pengelolaan risiko.

Beberapa teknik pengelolaan risiko yang umum digunakan adalah penggunaan stop loss, pembatasan ukuran posisi, dan menjaga alokasi modal dengan disiplin.

Selain itu, risiko non-teknis seperti gangguan server, volatilitas akibat berita mendadak, serta kondisi psikologis trader juga berperan besar. Ini yang menyebabkan banyak pemula melakukan overtrading karena euforia setelah profit atau panik setelah mengalami kerugian, sehingga keputusan menjadi tidak rasional.

5. Tips Memulai Trading Forex untuk Pemula

Untuk memulai trading forex secara lebih aman, terdapat beberapa langkah dasar yang perlu Anda lakukan.

Pertama, gunakan akun demo untuk berlatih tanpa risiko. Akun demo memungkinkan Anda memahami fitur platform dan mencoba strategi sebelum menggunakan dana nyata.

Kedua, fokus pada pair mata uang utama seperti EUR USD atau USD JPY karena likuiditasnya tinggi dan pergerakan harganya lebih dapat diprediksi. Ketiga, pelajari dasar analisis teknikal dan fundamental agar Anda dapat membuat keputusan berdasarkan data dan kondisi pasar.

Untuk belajar lebih jauh, Anda dapat memanfaatkan materi edukasi dari berbagai platform. Contohnya, Anda bisa mempelajari lebih lanjut di RRFX yang menyediakan panduan bagi trader pemula.

Selain itu, pemula sebaiknya menghindari penggunaan leverage tinggi dan tidak tergoda untuk mengejar profit cepat. Penting untuk membiasakan diri mencatat setiap transaksi dalam jurnal trading agar Anda bisa mengevaluasi strategi yang digunakan dan memperbaiki kesalahan secara konsisten.

6. Peran Teknologi dalam Trading Forex Modern

Peran teknologi dalam trading forex semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Platform trading modern hadir dengan fitur seperti chart real time, indikator teknikal lengkap, dan eksekusi cepat yang mendukung pengambilan keputusan.

Penggunaan algoritma dan kecerdasan buatan mulai berkembang dalam analisis pasar. Teknologi ini mampu memproses data dalam jumlah besar untuk membantu trader membaca pola dan peluang.

Meski demikian, Anda tetap perlu memastikan bahwa broker yang digunakan memiliki infrastruktur teknologi yang stabil, aman, dan sesuai dengan strategi trading yang Anda jalankan.

7. Tren Forex Indonesia di Tahun 2025

Tren pasar forex Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data dari Bappebti dan media industri, jumlah trader forex meningkat lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh akses edukasi yang lebih mudah serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih broker legal. Lebih lanjut, pasar forex Indonesia diprediksi menjadi lebih stabil dan semakin diminati oleh masyarakat.

Broker yang semakin mengutamakan transparansi dan menyediakan edukasi bagi para trader merupakan salah satu faktor utama dari perkembangan forex di Indonesia. Disisi lain, regulasi di Indonesia semakin kuat dengan akses informasi yang semakin luas, seiring dengan Bappebti memperketat regulasi untuk melindungi nasabah dari risiko penipuan dan manipulasi pasar.

Selain itu, perkembangan ekosistem digital seperti pembayaran online, dompet elektronik, dan akses internet cepat turut mempercepat perkembangan industri forex di Indonesia. Banyak trader pemula kini belajar melalui webinar, komunitas trading, hingga platform edukasi digital yang memberikan wawasan tentang analisis teknikal, fundamental, hingga psikologi trading.

Memahami dunia Forex Indonesia adalah langkah penting sebelum memulai aktivitas trading. Anda perlu memahami regulasi, risiko, serta memilih broker forex Indonesia yang legal dan terpercaya.

Dengan mengikuti aturan Bappebti serta mempelajari strategi yang tepat, Anda dapat memulai trading dengan lebih aman dan percaya diri. Untuk memperdalam pengetahuan, Anda dapat pelajari lebih lanjut di RRFX.

Simak juga Video ‘Oikos Nomos: China Tutup Keran Wisata ke Jepang, Bisnis Travel Amsyong!’:

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Lewat Fitur Ini, Pluang Perkuat Sistem Keamanan Cegah Online Scam


Jakarta

Maraknya modus penipuan digital seperti telepon palsu, tautan berbahaya, hingga aplikasi tiruan membuat perlindungan data pribadi dan aset digital menjadi semakin krusial. Menjawab tantangan tersebut, Pluang menghadirkan lapisan keamanan terbaru berbasis biometrik untuk memastikan setiap akun hanya bisa diakses oleh pemiliknya.

Melalui fitur Liveness Check dan Face Match, Pluang kini menerapkan triple layer security yang mampu mendeteksi keaslian pengguna secara real-time. Teknologi ini memastikan bahwa proses login tidak hanya mengandalkan kata sandi atau kode OTP, tetapi juga verifikasi wajah yang mencocokkan pengguna asli dengan data biometrik yang tersimpan.

Lapisan keamanan tambahan ini memberikan proteksi maksimal, termasuk jika ada pihak lain yang mencoba masuk melalui perangkat atau email pribadi pengguna. Dengan sistem biometrik tersebut, upaya pengambilalihan akun dapat diminimalisir, sehingga aktivitas investasi dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.


Pluang menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan data serta aset pengguna. Untuk memastikan operasional yang transparan dan terpercaya, Pluang juga bekerja sama dengan berbagai mitra yang berizin serta diawasi oleh lembaga pemerintah terkait.

Dengan pengamanan yang semakin ketat ini, pengguna dapat berinvestasi dengan lebih tenang, tanpa perlu khawatir terhadap ancaman penipuan online yang semakin canggih.

Simak juga Video ’97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam Kamboja’:

(akd/ega)



Sumber : finance.detik.com

Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran, Siapa Sebenarnya Timothy Ronald?


Jakarta

Influencer Timothy Ronald terseret dalam laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Laporan itu berkaitan dengan aktivitas trading kripto yang disebut-sebut menyebabkan sejumlah orang mengalami kerugian.

Pelapor berinisial Y menyebut para korban mayoritas berusia 18-27 tahun dan nilai kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Korban mengaku mendapat janji keuntungan ratusan persen dari kripto namun berujung merugi.

Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia yang dikenal luas sebagai influencer dan pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.


Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett dan buku-buku fundamental seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham serta ‘Security Analysis’, ia mempelajari setiap seluk-beluk pasar modal.

“Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

Berjualan pomade dan sedotan adalah caranya bisa memiliki modal awal berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September tahun 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

Melihat perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain dan investasi kripto kepada generasi muda.

Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Timothy pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group dan Co-Owner di FLOQ.

Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi di platform YouTube pribadinya @TimothyRonald. Ia berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang juga terseret dalam laporan tersebut.

Saksikan juga Ekslusif Update, Suyudi: UU Narkoba Penting untuk Direvisi agar Relevan

Tonton juga video “Modus Pria Bandung Bobol Situs Kripto London Rp 6,6 M”

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Heboh Fenomena Gen Z FOMO Investasi Kripto, Kok Bisa Sih?


Jakarta

Asetkripto semakin tenar di Indonesia sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia per November 2025 mencapai 19,56 juta konsumen atau naik 2,5% dibandingkan posisi Oktober 2025.

Sayangnya, tidak sedikit generasi muda seperti Gen Z yang berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO), tanpa mendalami instrumen tersebut.

Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat rentan terkena penipuan. Salah satunya, terbaru ramai dibahas laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum menyeret nama influencer Timothy Ronald.


Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir menilai, maraknya Gen Z yang FOMO berinvestasi pada kripto merupakan fenomena yang sangat wajar. Hal ini mengingat banyak sekali influencer kripto yang menjual sisi kemewahan dan kekayaan dari hasil investasi tersebut.

“Sehingga ini membuat banyak sekali Gen Z ataupun termasuk generasi millennial yang cenderung untuk mencari cara agar bisa cepat kaya, agar bisa cepat keluar dari rat race. Tentunya salah satu kendaraannya adalah kripto,” kata Christopher, saat dihubungi detikcom, Senin (12/1/2026).

Meski menurutnya bukan tidak mungkin investasi kripto menghasilkan cuan yang besar, namun masyarakat juga perlu dipahami bahwa kripto merupakan investasi dengan risiko tinggi.

“Dengan beli kripto, ada juga risiko yang dapat menghilangkan dana investasi kita. Sehingga menurut saya ada baiknya untuk dipelajari terlebih dahulu apa yang diinvestasikan agar tidak nyangkut ke koin-koin yang tidak jelas. Dikarenakan banyak koin-koin yang tidak jelas ini bisa saja hilang dalam waktu 1 menitan. Jadi sangat penting untuk cek dan recheck dari koin yang kita beli,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat kripto, Desmond Wira mengatakan, fenomena FOMO investasi sejatinya tidak hanya terjadi pada instrumen kripto, melainkan semua jenis aset yang mengalami kenaikan harga tajam seperti saham, emas, dan lainnya.

“Saat harga naik tajam, pada berbondong-bondong membeli aset tersebut, tanpa melihat risikonya, fundamentalnya, bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya yang dibeli, asal ikut. Istilahnya FOMO, yang ia tahu dan inginkan cuma harga akan naik lagi, dapat profit. Padahal belum tentu, bisa jadi malah ambrol,” jelas Desmond dihubungi terpisah.

Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya influencer yang sering kali melakukan pom-pom aset tersebut. Alhasil, saat harga aset tersebut ambruk banyak yang merasa ditipu influencer tersebut.

“Hal ini bukan pula kematangan finansial. Tapi cuma sifat serakah dari investor yang tidak mau melakukan analisis atau riset tentang aset berisiko yang mau dibeli,” kata dia.

Menurutnya, setiap investor seharusnya melakukan riset mendalam sebelum memutuskan membeli aset tertentu, jangan sampai hanya FOMO atau bahkan percaya pada sembarang influencer. Sebab, bagaimanapun influencer itu merupakan orang asing.

“Idealnya kita harus melakukan riset sendiri, sesuai profil risiko kita sendiri. Untuk itulah sangat penting meningkatkan literasi finansial diri kita sendiri,” ujarnya.

(shc/eds)



Sumber : finance.detik.com

Rekam Jejak Timothy Ronald, Influencer yang Terseret Kasus Kripto


Jakarta

Nama influencer Timothy Ronald muncul dalam laporan dugaan penipuan terkait aktivitas trading kripto. Pengaduan tersebut dilayangkan sehubungan dengan transaksi aset digital yang disebut telah menimbulkan kerugian bagi sejumlah pihak.

Pelapor berinisial Y menyampaikan bahwa para korban sebagian besar berasal dari kelompok usia 18 hingga 27 tahun dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Para korban mengaku sempat dijanjikan imbal hasil ratusan persen dari investasi kripto, namun justru berakhir dengan kerugian.

Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia yang dikenal luas sebagai influencer dan pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.


Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett dan buku-buku fundamental seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham serta ‘Security Analysis’, ia mempelajari setiap seluk-beluk pasar modal.

“Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungkap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

Berjualan pomade dan sedotan adalah caranya bisa memiliki modal awal berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September tahun 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

Melihat perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain dan investasi kripto kepada generasi muda.

Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Timothy pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group dan Co-Owner di FLOQ.

Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi di platform YouTube pribadinya @TimothyRonald. Ia berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang juga terseret dalam laporan tersebut.

Tonton juga video “Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Capai Rp 3 M”

(ily/hns)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Rontok Jadi Rp 482 T, Mayoritas Bursa Kripto RI Gigit Jari


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut turun dibandingkan tahun 2024, yakni sebesar Rp 650 triliun.

“Nilai transaksi sepanjang tahun lalu sampai akhir Desember 2025 tercatat di angka Rp 482,23 triliun. Trennya mengalami penurunan,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi, dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Hasan mengatakan, penurunan transaksi sejalan dengan kerugian yang dialami bursa kripto. Ia mengatakan, 72% dari 29 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) atau bursa kripto menelan kerugian sepanjang 2025.


Hasan mengatakan, kerugian yang dialami perusahaan kripto domestik terjadi lantaran investor lebih memilih bursa global. Kondisi ini menjadi catatan bagi otoritas untuk memperkuat penetrasi industri kripto domestik.

“Dari data yang ada memang ditengarai atau terindikasi sebagian besar atau mayoritas transaksi konsumen lokal atau domestik masih disalurkan atau dilakukan tanpa melalui ekosistem domestik dan masih dilakukan melalui, katakan lah para pedagang dan bursa-bursa di regional dan global,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengatakan kontribusi kripto terhadap pajak meningkat pada 2025 menjadi Rp 719,61 miliar. Sebelumnya, kontribusi industri kripto terhadap pajak sebesar Rp 620,40 miliar.

“Kontribusi pajak perdagangan kripto sekalipun transaksinya lebih tinggi Rp 650 triliun (2024) angkanya adalah Rp 620,4 miliar (kontribusi pajak). Tapi kita lihat 2025, sekalipun transaksinya lebih rendah dengan besaran komponen pengenaan pajak yang sama, kontribusi pajaknya jauh lebih tinggi,” pungkasnya.

Simak juga Video ‘Belajar dari Gegernya Dugaan Penipuan Trading Timothy Ronald, Kita Bisa Apa?’:

(ahi/ara)



Sumber : finance.detik.com

OJK Buka Suara soal Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal dugaan penipuan trading kripto melibatkan influencer Timothy Ronald. Dalam surat laporan tersebut, korban mengklaim diberikan sinyal untuk membeli koin Manta dengan janji kenaikan hingga 300-500% pada awal 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menjelaskan OJK telah menerima laporan kasus penipuan tersebut.

Namun, dia enggan mengungkap rinci lantaran masih dalam proses investigasi.


“Kita saat ini sedang dalam, sudah masuk ke kita, sedang kita dalami,” ujar Friderica kepada wartawan di Gedung Maramis, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Friderica mengatakan proses investigasi mencakup pemeriksaan dan penelaahan. OJK juga akan mempublikasikan hasil investigasi tersebut ke publik.

“Kita nggak bisa sharing ke teman-teman. Tapi nanti ketika sudah bisa, kita akan sampaikan pada kesempatan pertama,” janji perempuan biasa disapa Kiki itu.

Sebagai informasi dugaan penipuan Timothy Ronald dilayangan pria berinisial Y. Dikutip dari unggahan @cryptoholic yang memuat laporan kepolisian, korban mengklaim diberikan sinyal untuk membeli koin Manta dengan janji kenaikan hingga 300-500% pada awal 2024.

Dalam laporan tersebut, tercatat dana investasi untuk membeli koin Manta ini sebesar Rp 3 miliar. Namun hingga saat ini, koin Manta justru anjlok meski sempat menyentuh nilai tertingginya di awal tahun 2024 silam.

Dikutip dari detikNews, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya laporan yang menyeret pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald. Namun, terlapor dalam hal ini masih dalam penyelidikan.

Dugaan penipuan ini dilaporkan oleh pria berinisial Y. Budi menuturkan pelapor berinisial Y itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Polisi, kata Budi, juga anak menganalisa barang bukti laporan tersebut.

“Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya,” kata Budi kepada wartawan, dikutip dari detikNews, Minggu (11/1/2026).

Simak juga Video: Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Capai Rp 3 M

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Emiten COIN Dorong Biaya Transaksi Kripto Dipangkas, Ini Tujuannya


Jakarta

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mendukung bursa kripto miliknya, PT Central Finansial X (CFX), untuk memangkas biaya transaksi. Langkah ini dianggap mampu memperbesar pangsa pasar melalui peningkatan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar.

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu menilai penyesuaian struktur biaya adalah upaya untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang industri aset kripto. Pemangkasan biaya transaksi yang dilakukan juga menjadi respons terhadap dinamika pasar dan momentum peningkatan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global.

“Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar,” jelas Ade dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).


Strategi pemangkasan biaya transaksi ini sejalan dengan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) terkait tantangan utama industri aset kripto dalam negeri, yakni memperdalam likuiditas dan biaya transaksi yang kompetitif.

Riset ini juga menyoroti sensitivitas pengguna terhadap biaya transaksi, di mana 54,5% investor kripto memilih beralih platform jika biaya transaksi dinilai mahal. Data ini mengindikasikan besarnya potensi capital outflow dan adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.

Tonton “#Tanyadetikfinance Belajar dari Gegernya Dugaan Penipuan Trading Timothy Ronald, Kita Bisa Apa?”

(ahi/ara)



Sumber : finance.detik.com