Tag: penjelasannya

  • Nggak Cuman Beli, Kamu Juga Bisa Ajukan KPR Buat Bangun Rumah


    Jakarta

    Setiap orang mempunyai definisi rumah impian tersendiri yang belum tentu tersedia di pasaran. Nah, membangun rumah menjadi opsi untuk memperoleh hunian, apalagi bagi kamu yang pengin merancang sendiri.

    Namun, membangun rumah pribadi sebetulnya cukup menantang dan berisiko dibandingkan membeli rumah yang sudah jadi. Mulai dari proses pembangunan yang panjang hingga pembiayaan yang menguras kantong bisa bikin pusing kepala.

    Umumnya orang-orang mengajukan pinjaman berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk membantu mereka membeli rumah. Ternyata pinjaman seperti ini bisa digunakan untuk membangun rumah dari nol, lho!


    Mengajukan KPR Bangun Rumah

    1. Persyaratan

    Profesional kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki mengatakan, rumah yang dibangun dari nol bisa juga dibiayai menggunakan pinjaman KPR dengan cara mempersiapkan syarat-syarat yang diperlukan.

    “Untuk pembiayaannya bisa dilakukan dengan pinjam bank, persyaratannya dibutuhkan sertifikat agunan yang dijaminkan, kemudian dokumen RAB dan arsitek yang lengkap,” kata Panggah pada detikcom beberapa waktu lalu.

    Seirama dengan pernyataan tersebut, CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat juga menjabarkan tata cara dan persyaratan pinjaman KPR ini meliputi identitas diri pemilik rumah, assessment, agunan, skor kredit yang tidak bermasalah, dan pendapatan tetap.

    2. Agunan

    Taufiq juga menjabarkan agunan yang diserahkan memiliki periode waktu jangka panjang dan pendek tergantung keputusan pemilik rumah.

    “Bisa menggunakan KPR untuk bangun rumah sendiri dari nol. Tata caranya bisa datang ke bank pilihan yang ada produk pinjaman KPR, dan disana kamu akan dikasih tau syarat-syaratnya apa saja. Dan untuk persyaratannya ada identitas diri, assessment, agunan, fixed income, dan skor kredit yang tidak bermasalah,” ucap Taufiq pada detikcom, dihubungi terpisah.

    3. Tenor

    “Pinjaman KPR ini ada yang pengembaliannya jangka panjang dan jangka pendek. Untuk pinjaman jangka panjang, bank membutuhkan agunan dan memiliki tenor sampai dengan 20 tahun. Sedangkan, pinjaman jangka pendek periodenya dibawah 5 tahun,” sambungnya.

    Perlu diperhatikan juga kemungkinan setiap bank memiliki syarat pengajuan KPR yang berbeda-beda. Dengan demikian, opsi pinjaman KPR bisa menjadi solusi yang bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan untuk memudahkan proses bangun rumah impian Kamu.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian dan Faktor yang Memengaruhinya


    Jakarta

    Membeli rumah dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan solusi untuk meringankan beban pembayaran. Sistem pembayaran ini menyesuaikan kemampuan finansial pembeli selaku debitur.

    Namun, untuk mengajukan KPR ke bank, ada proses ketat yang yang harus dilalui debitur. Lalu, apa itu appraisal? Yuk, simak penjelasannya berikut.

    Apa itu Appraisal?

    Melansir dari situs BTN Properti, Senin (1/7/2024) appraisal dalam KPR adalah prosedur untuk menaksir nilai sebuah bangunan yang dilakukan oleh pihak bank. Prosedurnya berupa menilai kondisi bangunan dan melakukan verifikasi keabsahan dokumen pengajuan kredit oleh calon debitur. Tujuannya adalah untuk menentukan nilai jual dari rumah objek KPR tersebut.


    Prosedur ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 101/PMK.01/2014, dimana peraturan tersebut menjelaskan bahwa appraisal merupakan proses yang dilakukan untuk memberi opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI).

    Prosedur ini juga hanya boleh dilakukan oleh petugas ahli yang patuh terhadap Kode Etik Penilai Indonesia. Oleh karena itu, pihak bank penyedia KPR sudah bekerja sama dengan penilai ahli dari pihak ketiga untuk melakukan prosedur appraisal KPR ini.

    Proses appraisal ini biasanya memakan waktu selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu. Maka dari itu, calon debitur sebaiknya menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum proses dimulai.

    Apa saja dokumen yang perlu disiapkan sebelum melakukan appraisal?

    • Formulir pengajuan KPR
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Fotokopi Buku Nikah (bagi pemohon yang sudah menikah)
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
    • Fotokopi Rekening Koran
    • Fotokopi Slip Gaji tiga bulan terakhir
    • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    Dan yang terakhir, calon debitur baiknya sudah memastikan bahwa properti yang akan ditaksir harganya sudah memiliki akta kepemilikan dan Surat Hak Milik Tanah Bangunan untuk memverifikasi legalitas properti objek KPR.

    Faktor yang Memengaruhi Hasil Appraisal

    Mungkin kamu bertanya-tanya, apa saja sih faktor yang mempengaruhi hasil appraisal? Daripada bingung, sebaiknya kamu pahami dulu faktor-faktornya di bawah ini.

    1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

    Hal yang pertama diperiksa oleh appraiser adalah NJOP yang tertera pada Pajak Bumi dan Banguan dari bangunan yang akan ditaksir. Walaupun NJOP bukanlah hal yang mutlak dalam menentukan nilai jual bangunan, tetapi appraise bisa menjadikan nilai ini sebagai pertimbangan dalam pendekatan harga pasar dan pendekatan biaya.

    2. Kondisi Fisik Properti

    Kondisi fisik bangunan tentu menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan nilai jual properti. Bentuk kerusakan kebocoran, jamur, rayap, tembok yang retak, cat yang pudar, dan bentuk kecacatan lain bisa mengurangi nilai harga jual properti.

    Kualitas dari fitur-fitur properti seperti listrik, saluran air, dan lingkungan properti juga menjadi faktor penentu dalam menentukan nilai jual properti tersebut, tentunya semakin buruk kondisinya, semakin kecil nilainya.

    3. Lokasi

    Lokasi dari properti akan mempengaruhi nilai dari properti tersebut. Tentunya Lokasi yang strategis seperti dikelilingi fasilitas kesehatan, pusat belanja, sekolah, transportasi umum dan lainnya akan meningkatkan nilai jual properti tersebut.

    Lokasi geografis juga bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Properti yang terletak di lokasi rawan bencana alam pastinya memiliki nilai lebih rendah.

    4. Akses Lokasi

    Akses seperti ketersediaan jalan dan kemudahan transportasi tentunya akan mempengaruhi nilai jual dari properti tersebut.

    5. Lingkungan Sekitar

    Yang terakhir adalah lingkungan di sekitar properti seperti keamanan, pengairan, dan kebersihan. Walaupun sering dianggap sepele tetapi para tenaga ahli appraisal juga memperhatikan hal kecil ini, karena lingkungan sekitar properti juga bisa mendatangkan resiko terhadap calon penghuni.

    Nah, itulah pengenalan singkat terkait appraisal. Setelah mengenalnya lebih dalam apakah kamu tertarik untuk mengajukan KPR demi rumah impianmu?

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah di Gang Nggak Bisa Jadi Agunan, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Rumah di gang memiliki lokasi yang sedikit menantang karena aksesnya yang kecil. Tak hanya akses, rumah tersebut juga dianggap sulit untuk dijadikan agunan saat ingin mengajukan pinjaman ke bank.

    Pasalnya, pengajuan pinjaman ke bank tidak mudah karena pihak bank melakukan penilaian yang ketat dan selektif, apalagi soal agunan. Lantas, bagaimana kalau aset yang kita bisa jaminkan berupa rumah di gang? Apakah bank akan menolak pengajuan pinjaman?

    Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan jaminan adalah ‘second way out’, di mana jalan utama dalam penyelesaian pembiayaan adalah kemampuan debitur membayar dengan pendapatan yang diperolehnya.


    “Apabila debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka bank akan melakukan menjual jaminan,” ujar Arianto kepada detikcom, Rabu (4/7/2024).

    Arianto mengungkapkan rumah di gang bisa dijadikan agunan ke bank selama ada bukti historis yang menunjukkan kawasan rumah likuid atau mudah untuk dijual. Hal ini akan dibuktikan oleh pihak bank melalui appraisal dengan wawancara lapangan serta mencari data jual beli dari mitra notaris atau Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.

    “Yang membuat (rumah di gang) tidak bisa diagunkan, di luar syarat dokumen yang tidak dapat dipenuhi, adalah valuasi harga pasar dan likuiditas (mudah atau tidak untuk dijual),” katanya.

    Selain itu, pastikan rumah yang akan dijadikan agunan ada dokumen lengkapnya, seperti sertifikat, Akta Jual Beli (AJB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Lalu, properti yang diagunkan tidak bermasalah, salah satunya dibuktikan dengan pernyataan tidak ada sengketa.

    Di samping itu, ia mengakui agunan berupa rumah di gang biasanya lebih sulit disetujui oleh bank. Sebab, bank mempertimbangkan akses jalan sekitar rumah yang menjadi agunan.

    “Penjualan rumah dalam gang tidak semudah penjualan rumah dengan akses jalan yang lebih lebar, misal dapat dilalui mobil, baik searah maupun dua arah. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan bank untuk menolak membiayai pembelian rumah dalam gang apabila objek tersebut yang dijaminkan,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, agunan berupa rumah di gang bisa saja menjadi tantangan untuk mengajukan pinjaman untuk KPR. Banyak yang mengira rumah dengan lokasi tersebut sering ditolak pengajuan KPR-nya.

    “Jadi (pengajuan KPR) bukan soal penolakan atas penggunaan dana pembiayaannya, tetapi lebih pada permasalahan penyerahan aset agunan/jaminan yang lebih mudah dieksekusi (jual),” pungkas Arianto.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Gara-gara Ini Rumah Kamu Bisa Dimasuki Ular, Begini Cara Hadapinya


    Jakarta

    Kadang kala ada saja kejadian ular masuk rumah atau ditemukan di dalam rumah yang dialami warga Indonesia. Mulai dari kamar mandi, plafon rumah, atau bahkan lemari bisa menjadi tempat persembunyian ular.

    Hal ini bisa menimbulkan kepanikan penghuni rumah, mengingat ular tergolong hewan yang berbahaya. Adapun ular cenderung menyukai tempat yang gelap dan lembab karena ular adalah hewan berdarah dingin.

    Lantas, kenapa ular masuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Ketua Sioux Snake, Sioux One menjelaskan alasan ular masuk ke rumah adalah untuk mencari makan dan mencari tempat berlindung. Meskipun kejadian ular masuk rumah sudah sering terjadi, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular mendekat ke rumah.

    Oleh karena itu, cara mencegah ular masuk rumah adalah dengan mengurangi makanannya dan menjaga kebersihan rumah.

    “Ular mendekat ke rumah karena mencari makan dan mencari tempat berlindung. Cara agar ular tidak mendekat adalah kurangi makanannya dengan cara buang sisa makanan di tempat sampah dan jangan sampai keluar ke selokan, khawatir mengundang tikus. Lalu, jangan menumpuk barang terlalu lama, pohon yang sudah menjulang ke arah rumah dipangkas,” ujar Sioux One kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Cara-cara tersebut bisa dilakukan untuk menghindari ular masuk ke rumah. Namun, apa yang harus dilakukan jika ular sudah terlanjur masuk rumah? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak orang-orang saat pertama kali melihat ular di rumah. Biasanya karena takut dan panik, kebanyakan orang akan berlari.

    Padahal, hal pertama yang harus dilakukan saat bertemu ular di rumah adalah tenang dan waspada. Ular yang masuk ke rumah belum tentu menyerang penghuninya. Akan tetapi, ular akan mudah terprovokasi saat melihat gerakan-gerakan yang mengagetkan, jadi sangat disarankan untuk meminimalisir gerakan.

    “Kalo sudah terlanjur ular masuk ke dalam rumah, tenang. Gunakan metode STOP, pantau ular geraknya ke mana, jika ke dalam kamar, lebih baik ditutup agar tidak keluar. Jika terlihat tidak masuk ruangan, usahakan ruangan yang bisa di jangkau tutup pintu nya. Call Sioux Snake Rescue atau Damkar terdekat,” kata Sioux menjelaskan.

    Sempat disebutkan apabila ular masuk rumah gunakan metode STOP. Metode STOP adalah Silent, Thinking, Observe, dan Prepare. Berikut ini caranya.

    Cara Hadapi Ular Masuk Rumah

    1. Silent

    Ketika menemukan ular di dalam rumah, kamu harus diam sejenak. Meski berdiam, bukan berarti kamu tidak boleh bersuara. Kamu masih bisa memanggil orang lain asalkan tidak bergerak.

    2. Thinking

    Lalu, coba berpikir dengan jernih deskripsi ular ang dilihat dan di mana lokasinya.

    3. Observe

    Lihat dan perhatikan lingkungan sekitar untuk mencari alat atau tempat yang aman untuk menghindar.

    4. Prepare

    Kemudian, persiapkan diri untuk langkah selanjutnya, baik menjauh atau tindakan lainnya. Sebaiknya menjauh sambil memantau ke mana ular pergi.

    Selain itu, Sioux juga mengatakan tidak ada bahan yang bisa untuk mengusir atau mencegah ular masuk rumah, termasuk penggunaan garam. Namun, ular bisa diusir dengan menggunakan sapu, gagang pel, atau obat nyamuk.

    “Untuk mengusir apabila ular sudah masuk, bisa pakai sapu bergagang, kain pel bergagang, dorongan air bergagang, atau semprotkan obat nyamuk atau pewangi ruangan,” pungkasnya.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarak Pandang yang Nyaman buat Nonton Berdasarkan Ukuran TV



    Jakarta

    TV merupakan salah satu peralatan elektronik yang sering ditemui di rumah-rumah. Tak heran, menonton TV memang kegiatan yang cocok untuk bersantai di rumah.

    Namun, penempatan TV di dalam ruangan pun perlu kamu perhatikan, lho. Pasalnya, jarak pandang saat menonton TV bisa mempengaruhi kenyamanan.

    Nah, kamu bisa menentukan jarak pandang berdasarkan ukuran TV. Biasanya semakin jauh tempat kamu duduk dari TV, maka semakin besar TV-nya. Selain nonton jadi lebih nyaman, kamu bisa memilih ukuran TV yang pas dengan ruang yang kamu punya.


    Lalu, berapa jarak pandang untuk menonton TV berdasarkan ukurannya? Yuk, simak caranya penjelasannya berikut ini dikutip dari Herne Bay Domestics, Rabu (21/8/2024).

    Sebelumnya, kamu harus tahu dulu arti ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran yang disebutkan oleh produsen diukur dari sudut ke sudut secara diagonal, termasuk rangka luar TV.

    Jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai area TV. Sementara untuk kamar tidur, kamu bisa mengukur jarak antara tempat TV dan bantal.

    Nah, untuk menentukan jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV, kamu bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, kamu juga bisa menghitung jarak antara tempat duduk dan TV, lalu dibagi dua. Hasil perhitungan itu adalah ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Misalkan, kamu punya TV berukuran 55 inci, maka jarak pandang yang pas adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Banyak Jenis Colokan Listrik, Ternyata Ini Bedanya


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya mempunyai serangkaian alat elektronik, mulai dari kulkas, TV, hingga lampu. Nah, ada komponen kecil yang penting banget buat menyalakan alat elektronik, yaitu stop kontak listrik atau juga disebut colokan.

    Ternyata ada banyak jenis colokan listrik, lho. Jenis colokan yang dipakai bisa berbeda berdasarkan negara tempat kamu berada ataupun kapasitas listrik yang dibutuhkan.

    Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.


    Lalu, apa saja jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Kapasitas Listrik

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    4. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 4 Alasan KPR Ditolak Bank dan Cara Menyiasatinya


    Jakarta

    Salah satu cara untuk membayar pembelian rumah adalah melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Sistem pembayaran kredit seperti ini bagi sebagian orang sangat membantu karena mereka bisa membeli rumah dan membayarnya secara mencicil selama beberapa tahun. Namun, ternyata nggak semua debitur bisa diterima pengajuannya oleh bank. Lantas, apa yang menyebabkan KPR ditolak bank?

    KPR ditolak oleh bank biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Mereka menilai debitur tersebut tidak sanggup untuk melunasi sehingga berisiko jika diberikan kredit. Sebab, banyak debitur yang awalnya dinilai sanggup untuk melunasi cicilan, tetapi pada akhirnya berhenti di tengah jalan karena kondisi ekonomi yang tiba-tiba merosot.

    Di luar itu, ada banyak faktor lain yang menyebabkan pengajuan KPR ditolak bank. Menurut Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo, bank biasanya menilai debitur dengan rumus 4C. Apa itu? Berikut penjelasannya.


    Penyebab KPR Ditolak

    1. Karakter (Character)

    Bank memprioritaskan debitur yang bisa melunasi kredit tepat waktu. Maka dari itu, wajar jika bank akan mengecek karakter calon debitur (peminjam). Caranya dengan mengecek riwayat kredit di SLIK OJK atau lainnya. Di sana juga terdapat skor kredit yang menunjukkan baik atau buruk aktivitas kredit sebelumnya. Memiliki tunggakan atau kredit macet saat ini, pekerjaan atau penghasilan tidak stabil, hingga usianya terlalu muda atau terlalu tua.

    Bank juga tidak memberikan KPR kepada calon debitur yang memiliki pinjaman online atau pinjol. Mereka bisa melihatnya melalui BI Check. Batas utang seseorang seharusnya hanya sekitar 30-40%.

    “Batas rule of thumb-nya (biasanya) tidak lebih dari 30-40% penghasilan, cukup untuk mengangsur bulanan,” kata Arianto saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    2. Kemampuan (Capacity)

    Debitur dengan kemampuan bayar kredit yang rendah dinilai berisiko oleh bank. Selain itu, debitur yang mengambil uang dengan nominal besar juga akan menjadi pertimbangan. Biasanya bank akan mencocokkan kemampuan bayar debitur dengan nilai yang hendak diambil.

    3. Jaminan (Collateral)

    Setiap pinjaman, kreditur tentu akan meminta sebuah jaminan atau nilai agunan untuk berjaga-jaga jika di tengah jalan debitur kesulitan melunasi cicilannya. Jaminan ini tentu harus cukup untuk mengganti nilai uang kredit yang telah diberikan kepada debitur.

    4. Keadaan (Condition)

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, kemampuan debitur sangat mempengaruhi keputusan bank. Mereka akan ragu untuk menyetujui KPR kepada debitur yang kondisi ekonomi yang tidak stabil. Namun ada pula yang kondisinya cukup stabil tetapi tidak disetujui KPR-nya karena berbagai alasan lain.

    Cara Lolos Pengajuan KPR

    Agar kamu lolos saat mengajukan KPR ke bank, menurut Arianto, kamu perlu mempelajari bagaimana bank melakukan analisis kredit seperti yang disebutkan sebelumnya menggunakan rumus 4C.

    1. Tepat Waktu Membayar Pinjaman

    Pertimbangan paling utama terhadap debitur yang ingin mengajukan KPR adalah apakah dia bisa membayar cicilan tepat waktu hingga akhir. Cara bank mengetahui tersebut adalah salah satunya dengan mengecek riwayat kreditnya melalui SLIK OJK dan lainnya. Jika kamu selalu bisa melunasi utang tersebut, kemungkinan pengajuanmu akan berhasil. Setelah melunasi utang, kamu juga perlu minta bukti pelunasannya.

    “Kalau melakukan pelunasan, pihak kreditur akan mengeluarkan bukti pelunasan. Dan bagi debitur sebaiknya selalu minta bukti pelunasan pada saat menyelesaikan kewajibannya,” kata Arianto beberapa waktu yang lalu.

    2. Cicilan Tidak Boleh Lebih dari 30% dari Penghasilan

    Arianto menegaskan besaran cicilan KPR tidak boleh lebih dari 30% jumlah penghasilan. Ini adalah cara aman agar kamu bisa melunasi KPR tanpa terasa berat. Kamu bisa mulai mengatur keuanganmu agar bisa mengambil cicilan. Kamu juga bisa meningkatkan penghasilan misalnya dengan membuka usaha sampingan sehingga sumber pendapatan tidak hanya dari satu pintu.

    3. Memilih Jaminan yang Tepat

    Pemilihan jaminan yang tepat dapat meyakinkan pihak bank. Sebagai contoh, jaminan yang tepat itu adalah aset yang cukup nilai dan likuidnya. Likuid adalah jaminan yang mudah untuk dikonversikan menjadi uang tunai atau mudah dijual.

    “Jaminan yang tepat adalah cukup nilainya bila dibandingkan dengan pinjaman yang diterima dan likuid untuk dapat ‘dijual’ sewaktu gagal bayar,” jelas Arianto.

    4. Perkirakan Momen yang Tepat

    Kemudian, ada pula faktor luar yang perlu kamu lihat secara cermat. KPR memiliki bunga yang harus kamu bayarkan bersamaan dengan cicilan rumah yang kamu beli. Cicilan bulanan akan terasa berat apabila kamu mengambilnya saat kondisi ekonomi dan kebijakan bank terkait KPR tidak baik. Sebelum mengajukan KPR kamu bisa melakukan riset antar bank, mana yang cocok dengan kondisi keuangan saat ini.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Tinggi Bikin Rumah Lebih Adem Mitos atau Fakta? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan desain yang bisa membuat rumah terasa sejuk dan adem. Sebab, rumah yang terasa pengap dan panas sepanjang waktu pasti membuat penghuni rumah tidak nyaman, terutama saat tidur. Beberapa orang percaya salah satu aspek penting yang membuat rumah lebih sejuk adalah ketinggian plafon rumah. Kira-kira mitos atau fakta ya?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak dapat menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Justru rumah dengan plafon tinggi membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan jika di dalamnya ditambahkan AC.

    Dengan demikian, saat membangun rumah dengan plafon tinggi, kamu tidak bisa sembarangan menentukan ketinggiannya. Perlu mempertimbangkan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.


    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Denny rumah setidaknya memiliki banyak ventilasi, tritisan, dan jendela agar terasa lebih sejuk dan hemat material pembangunannya.Lebih lanjut, berikut penjelasannya.

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Setidaknya ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang. Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa keluar masuk melalui ventilasi tersebut. Ventilasi silang ini juga lebih optimal apabila ditambah dengan adanya kipas angin.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Meskipun ada ventilasi yang cukup, rumah bisa panas apabila sinar matahari menyorot langsung ke dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa batasi pancaran sinar dengan menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” ujarnya.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Tidak hanya perlu menghalau sinar matahari, kamu juga harus mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam daur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ada material alternatif lain yang bisa digunakan seperti roster atau kerawang bata untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Nonton yang Pas Berdasarkan Ukuran TV



    Jakarta

    Menonton TV merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan di rumah. Akan tetapi, penempatan TV di dalam rumah harus diperhatikan karena jika terlalu dekat bisa membuat mata cepat lelah sehingga kurang nyaman.

    Agar bisa menonton TV dengan nyaman, kamu harus meletakkan TV di tempat yang pas. Biasanya semakin jauh tempat kamu duduk dari TV, maka semakin besar TV-nya. Selain nonton jadi lebih nyaman, kamu bisa memilih ukuran TV yang pas dengan ruang yang kamu punya.

    Lalu, berapa jarak pandang untuk menonton TV berdasarkan ukurannya? Yuk, simak caranya penjelasannya berikut ini dikutip dari Herne Bay Domestics.


    Sebelumnya, kamu harus tahu dulu arti ukuran TV yang tertera pada produk. Ukuran yang disebutkan oleh produsen diukur dari sudut ke sudut secara diagonal, termasuk rangka luar TV.

    Jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai area TV. Sementara untuk kamar tidur, kamu bisa mengukur jarak antara tempat TV dan bantal.

    Nah, untuk menentukan jarak pandang yang nyaman sesuai ukuran TV, kamu bisa mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, kamu juga bisa menghitung jarak antara tempat duduk dan TV, lalu dibagi dua. Hasil perhitungan itu adalah ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Misalnya, kamu punya TV berukuran 55 inci, maka jarak pandang yang pas adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah ukuran TV dan jarak yang pas agar lebih nyaman saat menonton TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Air Keran, Ini Air yang Paling Baik buat Siram Tanaman



    Jakarta

    Tanaman sebaiknya disiram dengan jumlah dan intensitas yang tepat agar tumbuh optimal. Tak hanya itu, ternyata jenis air yang dipakai buat siram tanaman juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya, lho.

    Dilansir dari Spectrum News 1, ternyata air hujan merupakan opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Soalnya, hujan memiliki kandungan bermanfaat yang tidak dapat oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Nggak heran, pekarangan rumah yang baru disiram air hujan yang lebat tampak lebih segar. Namun, apa yang membuat air hujan lebih unggul daripada air keran ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Siram Tanaman?

    Air hujan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung nitrogen. Lalu, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur.

    Belum lagi ada senyawa karbon dioksida yang terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Di sisi lain, air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata tanpa meninggalkan celah. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Jika cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Di samping itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Kamu bisa mengecek sendiri kelembapan tanah menggunakan jari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com