Tag: penopangnya

  • Bekisting Adalah? Ini Fungsi, Material, dan Jenis-jenisnya


    Jakarta

    Di dunia bangunan dikenal istilah bekisting. Singkatnya, bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton saat dituang dan dibentuk sesuai bentuk cetakannya. Dalam bahasa Inggris, bekisting disebut dengan formwork.

    Beton diketahui menjadi bahan bangunan yang banyak digunakan di dunia. Untuk mencetak beton dengan bentuk yang diinginkan, bekisting harus cukup kuat untuk menahannya hingga mengeras. Ketahui lebih lanjut tentang fungsi, material, dan jenis-jenis bekisting pada uraian di bawah.

    Apa Itu Bekisting?

    Mengutip Panduan Pembuatan Panel Beton oleh Sri Wiwoho Mudjanarko, dkk, bekisting adalah suatu konstruksi pembantu berupa cetakan yang bersifat sementara. Dalam pembangunan, bekisting dipasang pada bagian samping dan bawah dari suatu konstruksi beton yang akan dibangun.


    Dikarenakan cetakan sementara, bekisting harus bisa dibongkar jika beton yang dituang sudah cukup kering, keras, dan menguat. Selain itu, kekuatan bekisting harus diperhatikan agar tidak rusak akibat beton yang mengering.

    Kebersihan bekisting juga perlu diperiksa sebelum cairan beton dituangkan ke dalamnya agar tidak ada kotoran yang ikut mengeras bersama beton.

    Fungsi Bekisting

    Dikutip dari E-Journal milik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, bekisting secara umum memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

    • Untuk memberikan bentuk pada sebuah konstruksi beton
    • Untuk memperoleh struktur permukaan yang diharapkan
    • Untuk menahan beton sampai cukup keras sehingga bagian atasnya dapat memikul atau dilalui tenaga kerja dan peralatan bangunan.

    Bahan Bekisting

    Bahan bekisting dikatakan baik bila memenuhi beberapa persyaratan: tidak bocor dan menghisap air dalam campuran beton, kuat, memiliki tekstur seperti beton yang ingin dihasilkan, dan dimensi presisi sesuai dengan perencanaan. Nah, berikut material yang biasa dijadikan bekisting:

    1. Kayu

    Kayu termasuk material yang banyak digunakan untuk bekisting. Bahan ini khususnya masih sering dipakai pada tipe bekisting konvensional dan semi konvensional.

    Material kayu untuk bekisting haruslah kuat tetapi hanya boleh setengah kering. Maksudnya, kayu tidak boleh terlalu basah karena bisa menyusut dan melengkung saat cuaca panas. Dan jika kayu terlalu kering maka bisa membengkak ketika dibasahi.

    2. Plywood

    Semenjak diperkenalkannya kayu lapis atau plywood, bahan ini jadi material yang lumrah dipakai juga untuk bekisting. Plywood memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

    Untuk dijadikan material bekisting, plywood dapat dilapisi polyfilm atau tidak. Kayu lapis yang dilapisi polyfilm lebih awet dan dapat digunakan berulang kali. Pemakaiannya juga bisa lebih lama dibanding plywood yang tidak dilapisi polyfilm.

    3. Baja

    Baja digunakan sebagai bahan bekisting pada tipe bekisting semi konvensional dan bekisting sistem. Material ini dijadikan sebagai support atau sabuk pada bekisting kolom dan dinding. Penggunaan baja sebagai bekisting tergolong tahan lama dan dapat dipakai berulang kali.

    Jenis-jenis Bekisting

    Secara garis besar, tipe-tipe bekisting dibedakan menjadi tiga, yaitu:

    1. Bekisting Konvensional

    Material utama bekisting jenis ini adalah kayu. Kelebihan bekisting konvensional adalah fleksibilitasnya yang tinggi, sedang kekurangannya yaitu membutuhkan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Di sisi lain, material kayunya tidak dapat dipakai berulang kali.

    2. Bekisting Semi Modern

    Bekisting semi modern merupakan jenis bekisting yang memadukan kayu dan bahan fabrikasi. Keunggulannya yaitu lebih hemat biaya lantaran kayu bukanlah material utama bekisting. Kayu berupa plywood hanya digunakan pada bagian tertentu.

    3. Bekisting Modern

    Bahan yang digunakan pada bekisting modern yaitu material fabrikasi. Pemasangan bekisting dengan cara ini sudah cukup sederhana sehingga tidak memberatkan pekerja bangunan. Namun kekurangannya, bekisting jenis ini tergolong mahal.

    Bekisting semi sistem merupakan perkembangan dari bekisting konvensional di mana terdapat peningkatan kualitas material sehingga dapat digunakan berulang dan cukup awet.

    Material yang digunakan untuk bekisting semi sistem adalah scaffolding. Cetakannya terbuat dari material kayu lapis atau plat sedangkan penopangnya terbuat dari baja yang difabrikasi.

    Bekisting sistem atau full system merupakan bekisting universal yang difabrikasi. Pemasangannya sudah sangat disederhanakan dan pengerjaannya ringan. Akan tetapi, material bekisting ini terbilang mahal.

    Nah, itu tadi penjelasan mengenai bekisting yang merupakan cetakan sementara untuk membentuk cairan beton dalam pembangunan. Pastikan detikers menggunakan bekisting yang tepat, sehingga rumah detikers terjamin kuat dan kokoh.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Kasur Harus Diputar dan Dibalik? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Salah satu dari kualitas tidur yang baik adalah kasur yang berkualitas. Namun, kamu harus memperhatikan beberapa perawatan yang perlu kamu lakukan.

    Memutar dan membalik kasur secara rutin bertujuan agar mencegah kerusakan pada titik-titik tertentu dan guna memperpanjang umur kasur.

    Seberapa Sering Kamu Harus Memutar Kasur?

    Melansir Better Homes & Gardens, memutar kasur bertujuan untuk mencegah dari keausan pada tempat tertentu, ini sangat penting bagi kasur yang tidak perlu dibalik. Sebaiknya kamu melakukan hal ini setiap enam sampai satu tahun sekali, hal ini dapat kamu sesuaikan dengan waktu dan kebutuhan.


    Untuk mencegah tekanan pada tubuh, putar kasur kamu dari bagian kepala sampai kaki, lakukan setidaknya sekali setiap bulan selama enam bulan pertama. Kamu membutuhkan lima kali rotasi untuk memastikan distribusi yang merata.

    Kamu dapat menambahkan penyangga dengan pegas kontak atau bilah dan platform kasur jika mendapati masalah pada kasur.

    Seberapa Sering Kamu Harus Membalik Kasur?

    Sama halnya dengan memutar kasur, dengan membalik kasur membantu mengurangi kendur dan mempertahankan bentuk serta penopangnya, lakukan setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Namun, kasur tersedia dalam beberapa desain, maka ada beberapa jenis yang tidak perlu dibalik sama sekali.

    Kasur yang dapat dibalik adalah kasur dengan dua sisi yang dimana pada bagian bawah tempat tidurnya sama dengan bagian atasnya. Kasur ini tak lagi menjadi standar industri dan jauh lebih sulit lagi ditemukan.

    Kasur dengan bantal pada bagian atasnya, contohnya, yang memiliki satu sisi yang di peruntukan untuk tidur dan tidak perlu dibalik sama sekali. Intinya, pastikan kamu memeriksa desain kasur sebelum membaliknya.

    Cara Membalik dan Memutar Kasur

    Siapa pun yang pernah memindahkan atau membongkar kasur pasti tahu kalau kasur itu berat. Pada beberapa kasus, kamu pasti perlu bantuan orang lain guna bisa memutar kasur, terutama yang berukuran besar.

    Akan jauh lebih mudah jika kamu memutarnya bersama orang lain, tapi kamu dapat melakukannya sendiri dengan cara perlahan dan putar sedikit demi sedikit.

    Jika kasur kamu tidak memiliki pegangan, angkatlah dengan hati-hati dari bagian ujungnya dan putar sedikit demi sedikit, perhatikan agar bagian tengah pada kasur tetap menyentuh rangka tempat tidur. Angkat menggunakan kaki untuk mencegah ketegangan pada punggung, lalu panggil bantuan teman atau keluarga jika memungkinkan.

    Itulah informasi mengenai seberapa sering kasur dibalik dan diputar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com