Tag: penularan

  • Jangan Sembarangan, Begini Cara Buang Bangkai Tikus yang Benar


    Jakarta

    Tikus adalah hewan pengerat yang sering bikin banyak masalah di rumah. Bukan hanya saat hidup, tikus mati juga bikin banyak masalah. Membuang bangkai tikus ternyata bukan perkara sederhana.

    Jika kamu menemukan bangkai tikus di dalam rumah, penting untuk mengetahui bagaimana menangani bangkai tikus tersebut. Mengutip dari Terminix, Senin (12/2/2024), berikut ini cara membuang bangkai tikus dengan benar.

    Cara Membuang Bangkai Tikus

    Tikus merupakan hewan pengerat yang membawa berbagai jenis penyakit. Hama ini dapat menularkan banyak penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menyingkirkan bangkai tikus sembarangan bisa berisiko kamu tertular penyakit. sebaiknya hubungi ahli pengendalian hewan pengerat untuk menangani situasi ini. Namun, jika kamu bersikeras melakukannya sendiri, berikut cara membuang tikus mati yang benar.


    Alat dan Barang yang Dibutuhkan

    • Sarung tangan dan pakaian pelindung

    • Masker respirator atau penyaring debu

    • Sebuah kantong plastik

    • Sebuah kantong sampah

    Setelah mengenakan masker dan alat pelindung, masukkan tikus ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Kemudian, masukkan kantong plastik tersebut ke dalam kantong sampah terpisah dan ikat kantong sampah tersebut dengan erat.

    Meski mungkin tampak berlebihan, tetapi lebih baik mencegah penularan penyakit dari bangkai tikus. Kamu dapat membuang bangkai tikus di tempat sampah ataupun di luar ruangan. Pastikan kamu membuang tikus jauh dari lingkungan kamu.

    Tindakan Pencegahan Setelah Membuang Bangkai Tikus

    • Lakukan terus perbaikan dan pemeliharaan bangunan rumah untuk menghilangkan celah masuk untuk tikus.

    • Pangkas cabang-cabang pohon agar tidak menyentuh bangunan atau rumahmu sehingga tikus tak dapat memanjat.

    • Tutup talang air hujan dengan kawat atau jaring agar tikus tidak bisa memasuki dan memanjatnya.

    • Gunakan tempat sampah luar ruangan yang tidak bisa dimasuki tikus.

    • Pastikan persiapan makanan dan area makan dibersihkan dengan benar dan simpan makanan dalam wadah kedap udara.

    Demikian cara membuang bangkai tikus yang benar. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Ini di Kamar Tidur, Bikin Nggak Mood


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan tempat untuk beristirahat dan bersantai. Maka dari itu, sebaiknya jangan simpan barang yang kurang mendukung suasana dan interior kamar kamu.

    Terkadang kita bisa menyimpan barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan di dalam kamar. Daripada kamar kamu dipenuhi barang yang kurang nyaman atau jarang digunakan, akan lebih baik kalau disingkirkan.

    Kira-kira barang apa saja yang sebaiknya disingkirkan dari kamar tidur ya? Berikut daftar susunan barang yang sangat mengganggu kedamaian dan ketenangan kamu.


    1. Selimut dan Bantal Berusia Lebih dari Lima Tahun

    Melansir Homify, pada Selasa (22/10/2024), ada sedikit perdebatan tentang jangka waktu seseorang harus mengganti selimut serta bantal. Sebagian orang ada yang menyarankan untuk membeli sprei baru setiap tahun, sedangkan sebagian lainnya sudah menggunakan sprei selama bertahun-tahun.

    Sebagian besar ahli menyarankan titik tengahnya adalah selimut dan bantal yang usianya lebih dari lima tahun wajib diganti.

    2. Buku Baca yang Tidak Pernah Dibaca

    Sebagian dari kita membaca beberapa halaman sesaat sebelum tidur sebagai bentuk relaksasi. Namun, hal itu berubah ketika kamar tidur sudah dipenuhi dengan buku-buku lama yang sudah tidak dibaca lagi.

    Hindari buku-buku yang sudah tidak terpakai dengan menyumbangkannya kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Hal ini agar bisa menciptakan suasana yang nyaman dan damai.

    3. Kasur yang Tidak Nyaman

    Tak semua dari kita memiliki perlengkapan tidur yang sama, beberapa sprei dan selimut membuat kita merasa seperti dirumah, dan yang lainnya tak tahu bagaimana terlalu kasar, terlalu halus, terlalu tipis, terlalu tebal.

    Kamu perlu segera mengganti barang-barang yang nggak nyaman digunakan dengan yang lebih baik. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri di kamar tidur.

    4. Pakaian Lama yang Tak Terpakai

    Sebagian besar dari kita memiliki lemari pakaian di kamar tidur dan terkadang lemari itu penuh dengan tumpukan pakaian yang sudah tidak terpakai. Hal ini bisa bikin kamar berantakan dan pikiran pun resah. Maka itulah sebabnya semua harus membersihkan dan menyingkirkan barang yang tidak diperlukan lagi.

    5. Hewan Peliharaan

    Walaupun kamu menyayangi anjing dan kucing, sebaiknya hewan peliharaan tidak tidur di satu kamar yang sama dengan kamu karena bulunya rontok dan sering kali membawa kotoran dari luar rumah ke tempat tidur. Ini bisa menimbulkan risiko penularan parasit dan bakteri patogen.

    Semua demi kesehatan dan kebersihan hewan itu sendiri, hewan peliharaan harus ditaruh pada keranjangnya sendiri di waktu malam hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Pemicu Kelelawar Datang ke Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Kelelawar adalah hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Pada pagi hingga siang hari, mereka akan bertengger di pohon, celah batu, atau bangunan. Selama beristirahat, mereka memang tidak mengganggu karena biasanya hanya diam. Namun, keberadaan kelelawar sebenarnya berbahaya lho.

    Hewan bersayap ini dapat membawa penyakit di antara SARS, Ebola, virus nipah, dan lainnya. Maka dari itu, sebaiknya kelelawar jangan sampai bertengger di suatu bangunan yang diisi manusia di dalamnya terutama di rumah.

    Untuk dapat mencegah kelelawar datang, kamu perlu tahu apa pemicu mereka datang ke suatu bangunan. Melansir dari The Spruce berikut beberapa alasannya.


    1. Sumber Panas

    Kelelawar menyukai tempat yang hangat sebagai tempat tinggal dan bersalin. Cara mereka menemukan tempat yang hangat dengan melihat petunjuk rasa hangat yang keluar dari celah rumah. Apabila fasad atau atap rumah terdapat celah, mereka bisa memanfaatkan spot tersebut.

    2. Sumber Makanan

    Sama seperti hewan lainnya, saat mencari tempat tinggal, kelelawar pasti mencari lokasi yang dekat dengan sumber makanannya yakni serangga dan buah-buahan.

    3. Air

    Kelelawar juga membutuhkan air sama seperti makhluk hidup lainnya. Rumah pasti memiliki sumber air yang cukup, terutama yang rumahnya terawat. Biasanya kelelawar suka minum di kolam, air mancur, kolam renang, dan sumber air lainnya.

    Cara Usir Kelelawar dari Rumah

    1. Jauhkan Sumber Makanan Kelelawar

    Makanan kelelawar adalah buah-buahan dan serangga. Jika kamu tidak ingin kelalawar datang ke rumah apalagi tinggal di sana, kamu perlu tahu alasan kedatangan mereka. Apabila karena buah-buahan, kamu bisa membungkus buah di pohon agar tidak dimakan kelelawar. Dengan cara ini serangga juga tidak berdatangan. Lalu jaga kebersihan bagian depan rumah atau di dekat celah-celah rumah agar serangga tidak muncul di sekitar rumah.

    2. Tutup Akses Masuk Kelelawar

    Cara paling efektif adalah menutup akses masuk kelelawar. Sebagai contoh celah di atap, fasad, atau jendela.

    3. Letakkan Bahan Alami yang Dibenci Kelelawar

    Apabila kamu tidak bisa memperbaiki akses masuk kelelawar, kamu bisa menggunakan wewangian dari bahan alami seperti peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Wewangian ini dibenci oleh kelelawar dan membuat mereka tidak mau mendekat.

    Jika ingin menggunakan peppermint atau kayu putih, kamu bisa menggunakan minyak esensial tersebut yang dicampurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula. Semprotkan campuran ini ke sarang kelelawar atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mencegahnya menetap di sana.

    4. Pasang Lampu Terang di Kebun

    Sebagai hewan yang hidup di malam hari, kelelawar sensitif terhadap cahaya. Memasang lampu yang terang di kebun atau area yang berpotensi jadi spot favorit mereka dapat membuat kelelawar enggan mendekat.

    5. Panggil Jasa Profesional

    Langkah ini apabila kelelawar sudah tidak bisa diusir dan mulai mengotori rumah. Dengan jasa profesional, kamu bisa terhindar dari penularan penyakit dan masalah akan lebih cepat selesai.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk atau Jongkok? Ini Anjuran dalam Islam dan Kesehatan



    Jakarta

    Toilet yang juga dikenal sebagai WC atau jamban adalah fasilitas sanitasi yang digunakan untuk membuang kotoran seperti urin dan feses. Di Indonesia, dikenal dua jenis toilet yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Pada umumnya di RI menggunakan toilet jongkok, tetapi seiring berkembangnya zaman, keberadaan toilet jongkok mulai tergeser dengan toilet duduk.

    Penggunaan toilet jongkok dan toilet duduk mempengaruhi proses seseorang dalam buang air besar atau buang air kecil. Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran Islam menggunakan toilet jongkok juga ada hubungannya jika ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menjelaskan bahwa ketika posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.


    Selain itu, buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.

    Toilet jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet. Hal ini bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Namun, toilet jongkok tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena ketidaknyamanannya. Toilet jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Sehingga, toilet duduk lebih direkomendasikan untuk orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan orang yang keseimbangannya buruh

    Oleh sebab itu, penggunaan toilet jongkok lebih dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, toilet duduk juga diperbolehkan untuk orang tua yang sudah renta karena sudah tidak kuat atau orang yang memiliki kelebihan berat badan yang kesulitan berjongkok.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua, yang sudah pasti adalah ketika hendak buang air besar atau buang air kecil usahakan tidak berdiri kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Handuk Bisa Jadi Sarang Mikroba Meski Tampak Bersih



    Jakarta

    Handuk memiliki bahan yang berbeda dari kain yang lain karena mampu menyerap air dengan cepat. Namun, serat atau bahan dari handuk ini ternyata juga bisa menyimpan banyak kotoran.

    Melansir dari situs BBC, tubuh kita masih dipenuhi oleh mikroba bahkan setelah kita mandi. Mikroba ini justru dapat berpindah ke handuk kita. Jadi, handuk tidak hanya menyimpan mikroba dari sumber lain seperti udara yang membawa bakteri, tetapi juga dari tubuh kita sendiri.

    Menyimpan handuk di kamar mandi juga tidak dianjurkan, sebab kamar mandi adalah area yang banyak air. Setiap penghuni rumah menyiram air di toilet, bisa saja mengenai handuk yang ada di dekatnya.


    Seiring berjalannya waktu, mikroba pada handuk lama-kelamaan dapat mengubah tampilan handuk. Bahkan, dalam waktu dua bulan, handuk bisa lebih memudar warnanya.

    Mikroba-mikroba dalam handuk ini memang sangat berbahaya, sebab menurut profesor biologi dari Universitas Simmons, AS, Elizabeth Scott, mengatakan bahaya mikroba pada handuk bisa berisiko terhadap penularan infeksi. Oleh karena itu, semakin lama seseorang menggunakan handuk maka semakin lama juga handuk bisa lembap dan menjadi tempat bertumbuhnya mikroba.

    Maka, solusinya adalah mencuci handuk secara teratur dapat membantu mengurangi infeksi bakteri. Scott menyarankan cuci handuk setiap seminggu sekali, tetapi jika seseorang sakit, maka handuk harus dicuci setiap hari.

    “Mereka perlu punya handuk sendiri dan handuk tersebut perlu dicuci setiap hari. Itulah yang kami sebut kebersihan terarah untuk menangani risiko,” ujar Scott.

    Scott juga menyarankan bahwa mencuci handuk berbeda dengan jenis kain yang lain. Handuk perlu suhu lebih panas sekitar 40 hingga 60 derajat celcius dan waktu yang lebih lama saat mencuci. Jika ingin dicuci pakai suhu rendah, bisa tambahkan pemutih untuk melawan mikroba pada handuk.

    Akan tetapi, menurutnya, cara paling efektif membersihkan handuk adalah dengan mencuci dengan desinfektan sekaligus deterjen sambil mengeringkan di bawah sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ganti Toilet Jongkok Jadi Duduk? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Masih banyak kamar mandi di Indonesia yang menggunakan toilet jongkok. Sebagian orang mungkin sedang mempertimbangkan untuk beralih ke toilet duduk.

    Toilet duduk terkesan lebih modern dan praktis untuk digunakan. Namun, apakah menggunakan toilet duduk keputusan terbaik?

    Bagi yang sedang mempertimbangkan buat pasang toilet duduk, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasannya, dilansir dari Bigger Bathroom.


    Kelebihan Toilet Duduk

    Inilah poin plus kalau menggunakan toilet duduk.

    1. Postur Duduk

    Toilet ini memungkinkan penggunanya buang air dalam posisi duduk. Postur tersebut terbilang aman dan nyaman, terutama bagi lansia. Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram ketika bangun.

    Lalu, postur ini membuat kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga bisa menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    2. Teknologi Modern

    Selain itu, toilet duduk menggunakan teknologi modern. Benda ini memiliki fitur yang lebih canggih sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Kekurangan

    Di sisi lain, toilet duduk punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

    1. Proses BAB Lebih Sulit

    Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang. Hal ini membuat proses BAB akan lebih sulit kalau menggunakan toilet duduk.

    2. Kulit Bersentuhan dengan Dudukan

    Ketika pengguna duduk di kloset, kulitnya bersentuhan langsung dengan dudukannya. Hal ini membuat bakteri dan parasit pada toilet mudah berpindah ke manusia. Hal ini memungkinkan risiko penularan penyakit, terutama di toilet umum.

    3. Berisiko Timbul Penyakit

    Posisi duduk memang nyaman, tetapi penggunanya bisa terlena dan melakukan aktivitas lain di kamar mandi. Misalnya buang air sambil baca buku, merokok, atau bermain ponsel. Padahal buang air besar dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko wasir.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan toilet duduk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Bersarang, Ini Cara Cegah Kelelawar Masuk Rumah


    Jakarta

    Kelelawar merupakan hewan yang sering kali muncul di luar rumah saat malam hari. Keberadaannya sering kali mengganggu penghuni rumah.

    Selain membuat penghuni tidak nyaman, kelelawar juga bisa membawa penyakit seperti virus nipah, SARS, dan lainnya. Tak heran, banyak penghuni yang berusaha untuk mengusirnya agar tidak bersarang di rumah.

    Ada beberapa hal yang memicu kelelawar datang ke rumah. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Penyebab Kelelawar Masuk Rumah

    Sumber Makanan dan Air

    Biasanya kelelawar mencari lokasi bernaung yang dekat dengan sumber makanan yaitu serangga dan buah-buahan. Jadi kalau di rumah ada pohon buah, harus hati-hati ya karena bisa saja jadi pemicu kelelawar datang ke rumah.

    Selain itu, kelelawar juga butuh air untuk bertahan hidup. Biasanya kelelawar suka minum air di kolam, air mancur, kolam renang, dan sumber air lainnya.

    Sumber Panas

    Selain sumber makanan dan air, kelelawar juga mencari tempat yang hangat. Cara mereka menemukan tempat yang hangat dengan melihat petunjuk rasa hangat yang keluar dari celah rumah. Apabila fasad atau atap rumah terdapat celah, mereka bisa memanfaatkan spot tersebut.

    Cara Cegah Kelelawar Masuk Rumah

    Tutup Akses Masuk Kelelawar

    Cara paling efektif untuk mencegah kelalawar masuk rumah adalah dengan menutup akses masuknya. Contohnya seperti menutup celah di atap, fasad, atau jendela.

    Jauhkan Sumber Makanan Kelelawar

    Salah satu sumber makanan kelelawar adalah buah-buahan. Kalau di rumah ada pohon buah dan sedang berbuah, sebaiknya bungkus buah agar tidak dimakan kelelawar. Cara itu juga bisa mencegah serangga berdatangan. Selain itu, jaga kebersihan bagian depan rumah atau di dekat celah-celah rumah agar serangga tidak muncul karena hewan itu salah satu makanan kelelawar juga.

    Pasang Lampu Terang di Kebun

    Sebagai hewan yang hidup di malam hari, kelelawar sensitif terhadap cahaya. Memasang lampu yang terang di kebun atau area yang berpotensi jadi spot favorit mereka dapat membuat kelelawar enggan mendekat.

    Panggil Jasa Profesional

    Langkah ini dilakukan apabila kelelawar sudah tidak bisa diusir dan mulai mengotori rumah. Dengan jasa profesional, penghuni rumah bisa terhindar dari penularan penyakit dan masalah akan lebih cepat selesai.

    Itulah cara mencegah kelelawar masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Asupan Pendongkrak Imun Saat Cuaca Serba Tak Menentu

    Jakarta

    Belakangan ini cuaca terasa cepat berubah. Siang bisa panas, lalu menjelang sore langit mendung dan hujan turun tiba-tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada dalam masa puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari.

    Saat kondisi seperti ini, tubuh biasanya lebih mudah terasa lelah dan imun bisa menurun. Karena itu, memilih makanan yang tepat menjadi salah satu cara sederhana agar tubuh tetap fit menghadapi perubahan cuaca.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi udara yang lembab dan suhu yang lebih dingin dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh. Salah satunya dipublikasikan di jurnal Nutrients tahun 2020, yang menjelaskan bahwa sistem imun cenderung melemah saat tubuh berada terlalu lama dalam lingkungan lembab dan dingin. Maka, pangan yang mendukung daya tahan tubuh bisa membantu menjaga kondisi agar tidak mudah sakit.


    Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh

    Beberapa asupan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh adalah sebagai berikut:

    1. Sayuran Hijau

    Bayam, kangkung, sawi, brokoli, dan jenis sayuran hijau lainnya mengandung vitamin A, vitamin C, folat, dan antioksidan yang penting untuk imunitas. Seratnya pun membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang dikenal sebagai salah satu pusat sistem kekebalan tubuh. Studi dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2019 menemukan bahwa pola makan yang kaya sayuran hijau berkaitan dengan fungsi imun yang lebih optimal. Untuk menjaga nutrisinya, sayuran bisa diolah dengan cara ditumis sebentar, dikukus, atau dijadikan sup.

    2. Jahe

    Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman atau bumbu masakan yang memberi sensasi hangat. Senyawa gingerol di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi. Publikasi di Phytotherapy Research tahun 2021 menunjukkan bahwa gingerol dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan serta mendukung respons imun tubuh. Jahe bisa dicampur ke dalam teh atau dibuat wedang jahe sederhana.

    3. Tinggi Protein

    Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel imun. Pilihan sumber protein yang mudah dijumpai seperti telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam. Menurut studi dalam jurnal Nutrients tahun 2022, asupan protein yang cukup membantu tubuh merespons paparan patogen dengan lebih baik.

    4. Buah-buahan

    Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, jambu biji, dan stroberi mengandung vitamin C yang berperan dalam pembentukan sel imun. Studi tahun 2017 yang berjudul Vitamin C and Immune Function menyebutkan bahwa vitamin C membantu meningkatkan aktivitas sel fagosit yang berfungsi melawan patogen.

    5. Teh Hangat

    Teh mengandung polifenol dan katekin yang bersifat antioksidan. Penelitian di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2019 menyebut bahwa katekin dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Mengonsumsi teh hangat juga membantu menjaga hidrasi tubuh dan memberi efek relaksasi.

    6. Probiotik

    Keseimbangan mikrobiota usus berpengaruh besar terhadap sistem imun. Probiotik dapat membantu meningkatkan produksi antibodi dan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Pilihan yang mudah ditemukan antara lain yogurt plain, kefir, tempe fermentasi baik, atau kimchi.

    Jaga Pola Hidup Sehat

    Selain konsumsi makanan di atas, daya tahan tubuh yang kuat juga dibentuk dari kebiasaan sehari-hari.

    1. Penuhi Asupan Gizi Seimbang

    Usahakan makanan harian mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari berbagai jenis makanan. Pola makan yang beragam membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga energi dan daya tahan.

    2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Sering mencuci tangan, membersihkan area rumah yang lembab, serta menjaga kebersihan alat makan dan minum dapat membantu menekan risiko penularan penyakit, terutama saat musim hujan.

    3. Tidur yang Cukup

    Tidur 7-8 jam setiap malam memberi waktu bagi tubuh untuk memulihkan jaringan dan menguatkan sistem imun. Tidur yang teratur membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun.

    4. Rutin Berolahraga

    Olahraga ringan seperti jalan cepat, peregangan, yoga, atau bersepeda dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan mendukung respons imun. Tidak perlu lama, yang penting konsisten.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Jemaah Umrah Diimbau Pakai Masker-Rutin Cuci Tangan saat Ibadah



    Jakarta

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengimbau jemaah umrah agar senantiasa mengenakan masker wajah selama beribadah. Jemaah juga diimbau untuk rutin mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit.

    “Jemaah yang terhormat, pastikan umrah Anda aman dan sehat dengan mengenakan masker selama menjalankan ibadah untuk melindungi diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda,” demikian imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui X, dikutip Rabu (28/8/2024).

    Pemakaian masker yang kering dan bersih ditekankan pada saat berada di area Masjidil Haram. Imbauan ini bertujuan untuk melindungi jemaah dari tertularnya penyakit hingga mencegah tertularnya penyakit dari jemaah yang sakit kepada jemaah yang sehat.


    Selain itu, jemaah umrah diimbau untuk menjaga kesehatan diri dengan senantiasa mencuci tangan.

    “Di tempat berkumpul yang padat penduduk seperti saat umrah, terdapat peningkatan risiko gangguan pernapasan penyakit menular. Oleh karena itu, disarankan untuk benar-benar mematuhi penggunaan masker yang bersih dan kering, sering mencuci tangan,” bunyi keterangannya.

    Jemaah turut diimbau untuk menjaga makanannya dari sumber kontaminasi. Pihak Arab Saudi menyebut sudah megupayakan keamanan pangan dalam fasilitas umrah.

    Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam surat edaran kesehatannya juga merekomendasikan agar menghindari kontak hingga meminjamkan barang pribadi dengan orang yang tampak sakit.

    Di samping itu, jemaah lansia disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung selama beribadah dan meminum air mineral dalam jumlah yang cukup.

    Tidak hanya menjaga diri saat beribadah, otoritas Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan fisiknya menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Persiapan fisik dimulai dengan memperbanyak intensitas berjalan untuk membangun stamina saat ibadah dan istirahat yang cukup.

    Jemaah juga disarankan mengonsumsi makanan yang tidak terlalu berat sebelum menuju Masjidil Haram agar tetap merasa nyaman. Diingatkan pula untuk jemaah agar melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung dengan sunblock atau krim wajah.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com