Tag: penutup jendela

  • Gorden Vs Roller Blinds, Mana yang Lebih Baik?


    Jakarta

    Penggunaan gorden atau tirai bisa menjadi elemen penting dalam dekorasi interior. Gorden juga dapat digunakan untuk menjaga privasi penghuni rumah dari dunia luar.

    Tak hanya gorden. penggunaan roller blinds kini sering diterapkan di rumah. Roller blinds biasanya digunakan pada ruangan dengan luas terbatas atau minimalis.

    Tentunya penggunaan gorden dan roller blinds disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Nah, berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk penggunaan gorden maupun roller blinds.


    Apa Itu Gorden dan Roller blinds?

    Sebelum membahas lebih lanjut terkait gorden dan roller blinds, sebaiknya ketahui dulu pengertiannya.

    Gorden

    Gorden merupakan penutup ruangan yang terbuat dari berbagai bahan. Gorden juga memiliki panjang dan desain yang sangat bervariasi. Penggunaan gorden bisa menambah estetika rumah sekaligus menghadang cahaya apabila digunakan di kamar tidur.

    gorden anti tembus pandang.gorden. Foto: Getty Images/ Edwin Tan

    Dalam catatan detikcom, mengutip dari eJournal Unesa, awalnya fungsi gorden adalah untuk melindungi ruangan dari sinar matahari. Namun, kemudian fungsi gorden semakin berkembang, contohnya untuk memperindah tampilan pintu atau jendela pada suatu ruangan (elemen dekoratif interior).

    Gorden memiliki berbagai model dan jenis. Salah satu model gorden yang populer adalah model curtain. Bahan yang digunakan untuk membuat gorden pun bermacam-macam mulai dari bahan jadi hingga bahan yang sudah tidak terpakai atau perca.

    Roller Blinds

    Jenis-jenis GordenIlustrasi roller blinds. Foto: (Istimewa/IKEA)

    Roller blinds merupakan penutup ruangan yang kerapatannya bisa diatur karena memiliki bilah atau kisi. Dengan adanya bilah, roller blinds dapat memberikan fleksibilitas tambahan karena bilah dapat dibuka rata atau miring saat tirai diturunkan.

    Perbandingan Gorden dengan Roller Blinds

    Ukuran Ruangan

    Dikutip dari Architectural Digest India, gorden panjang cocok untuk digunakan pada ruangan yang luas, sedangkan roller blinds lebih cocok untuk ruang terbatas atau pada kamar mandi maupun dapur.

    Desain

    Gorden memiliki berbagai desain dan warna yang menarik. Maka dari itu, gorden bisa cocok di berbagai ruangan.

    Sementara itu, roller blinds memiliki desain yang terbatas dan cocok untuk dekorasi modern dan minimalis. Kelebihan utama roller blinds yaitu membuat ruangan tampak rapi. Roller blinds bisa terbuat dar bahan besi, kayu, kain, bahkan karung goni.

    Untuk diketahui, Senior Director of Design & Innovation di Budget blindss, Kelly Simpson mengatakan, roller blinds tidak mampu menahan ‘panas’. Maka dari itu, bagi kamu yang tinggal di tempat yang dingin juga bisa memperhatikan ha ini.

    “Jadi, jika kamu tinggal di area yang iklimnya lebih dingin, kamu bisa mempertimbangkan solusi penutup jendela yang berbeda, seperti gorden berlayer, maupun gorden panjang untuk membantu insulasi,” tuturnya, dikutip dari Homes & Gardens.

    Kontrol Cahaya dan Suara

    Untuk kontrol cahaya yang optimum, gunakan gorden dengan bahan yang cukup tebal agar cahaya tidak tembus ke dalam ruangan. Hal ini tentu bisa membuat tidur lebih nyenyak di malam hari.

    Sementara itu, roller blinds juga bisa menghalau cahaya yang masuk, namun tidak bisa maksimal karena bentuknya yang memiliki kisi atau bilah.

    Untuk meredam suara, gorden yang tebal dapat meredam suara lebih baik dibandingkan roller blinds. Hal ini cocok bagi kamu yang tinggal dekat dengan pinggir jalan.

    Perawatan

    Perawatan gorden dinilai lebih mudah karena hanya perlu dibersihkan di mesin cuci atau bisa juga di dry clean. Sementara roller blinds, perlu dibongkar agar dapat dicuci terpisah lalu dipasang kembali. Selain itu, perlu diperhatikan juga karena pada bagian bilah kerap berdebu, maka dari itu perlu dibersihkan secara rutin.

    Jadi lebih baik mana, gorden atau roller blinds? Tentunya hal tersebut kembali ke kebutuhan masing-masing, mulai dari cahaya yang masuk, tingkat privasi, hingga budget yang tersedia.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara dan Tips Mengukur Penutup Jendela


    Jakarta

    Hiasan jendela seringkali diabaikan padahal memiliki nilai dalam memperindah atau menciptakan estetika rumah yang indah. Hiasan jendela yang paling sederhana menawarkan berbagai peluang untuk membuat ruangan yang indah.

    Penutup jendela atau window blind adalah contoh bagus dari detail kecil yang dapat memberikan dampak besar. Dengan atau tanpa gorden, penutup jendela menawarkan kontrol cahaya dan privasi ke ruangan manapun.

    Penutup jendela modern menawarkan berbagai warna, pola, dan tekstur yang dapat dipadukan dengan elemen yang sama di seluruh dekorasi kamu. Melansir The Spruce, Jumat (11/10/2024), berikut cara dan tips mengukur penutup jendela.


    Cara Mengukur Penutup Jendela

    1. Tentukan Penutup yang Dipasang di Dalam

    Kamu harus menentukan apakah ada cukup ruang untuk memasang penutup jendela dan arahnya di bukaan jendela. Jika tepi jendela sejajar dengan dinding, kamu perlu menggunakan tirai pemasangan di luar.

    2. Mengukur Lebar Jendela

    Ukur lebar bukaan jendela di tiga tempat, yaitu bagian atas, bagian tengah dan di sepanjang tepi bawah atau ambang jendela. Gunakan pengukuran hingga 1/8 inci, lalu pilih ukuran tersempit dari ketiga pengukuran untuk lebar tirai.

    3. Mengukur Tinggi Jendela

    Ukur tinggi bukaan jendela di tiga tempat berbeda di sepanjang sisi kiri, tengah, dan di sepanjang sisi kanan. Gunakan pengukuran hingga 1/8 inci, gunakan pengukuran terpanjang untuk panjang penutup yang dipasang.

    Tips Mengukur Jendela untuk Penutup atau Window Blind

    1. Selalu ukur hingga 1/8 inci terdekat, jangan membulatkan hasil pengukuran ke atas atau ke bawah.

    2. Saat menuliskan ukuran, cantumkan lebar terlebih dahulu lalu tinggi. Ukuran yang tepat adalah lebar x tinggi.

    3. Jika kamu tidak yakin tentang cara melakukan pengukuran yang akurat, kamu mungkin perlu membayar agar seseorang profesional datang untuk mengukur.

    4. Jika kamu memberikan ukuran sendiri, kamu bertanggung jawab jika penutup tidak pas.

    Itulah cara dan tips mengukur penutup jendela.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jendela Lama Tak Terpakai Jangan Dibuang, Bisa Pintu Lemari



    Jakarta

    Membuat pintu lemari baru dari jendela lama adalah proyek yang menarik dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah ada, kamu tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada material yang mungkin sudah tidak terpakai.

    Alat dan Bahan

    Melansir This Old House, untuk menyelesaikan proyek ini, kamu perlu mengumpulkan alat-alat seperti bor atau obeng, pahat, pisau serbaguna, obeng, memarut, kuas, jigsaw atau gergaji, (jika diperlukan untuk memotong), amplas dengan berbagai grit.

    Serta pita pengukur, dan pensil, serta bahan-bahan seperti jendela tua, pengisi kayu, primer, cat sesuai warna pilihan kamu, engsel baru, disarankan engsel melingkar, sekrup, kenop atau tarikan, dan pengisi epoksi sebelum memulai.


    Pilih dan Persiapkan Penutup Jendela

    Sebelum memulai renovasi, penting untuk memilih penutup jendela yang sesuai dan mempersiapkannya dengan baik, karena langkah awal ini akan menjadi fondasi untuk proyek kamu.

    Ketika memilih penutup untuk pintu lemari, penting untuk mempertimbangkan ukuran, bahan, dan gaya yang cocok dengan interior rumah kamu. Pilihlah penutup yang terbuat dari kayu yang tahan lama, seperti mahoni atau cedar, agar dapat bertahan terhadap penggunaan sehari-hari dan konstruksi.

    Tempat penjualan barang bekas, pasar loak, dan platform daring adalah sumber yang baik untuk menemukan penutup antik. Disarankan untuk memilih penutup yang sedikit lebih besar dari ukuran lemari kamu, sehingga kamu dapat memotong dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

    Perbaiki dan Bersihkan Jendela Lama

    Setelah memilih penutup jendela, bersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kotoran, debu, dan cat yang mengelupas.

    Periksa penutup tersebut untuk mendeteksi kerusakan dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Isi retakan atau lubang dengan dempul kayu, lalu amplas permukaannya hingga halus.

    Lepas Perangkat Lama

    Lepaskan semua perlengkapan yang terpasang pada penutup jendela, termasuk engsel, kait, dan elemen dekoratif lama yang tidak akan digunakan dalam pintu lemari baru kamu.

    Gunakan obeng atau bor untuk mencabut benda-benda ini dengan hati-hati agar tidak merusak kayu.

    Pengisian dan Pengamplasan

    Setelah melepas perangkat keras, langkah selanjutnya adalah memperbaiki ketidaksempurnaan pada daun jendela. Isi lubang engsel lama dan lubang sekrup lainnya dengan pengisi epoksi.

    Setelah pengisi benar-benar kering, gunakan kikir untuk meratakan permukaan epoksi. Kemudian, amplas seluruh permukaan daun jendela agar menjadi halus sebagai persiapan untuk pengecatan.

    Mulailah dengan amplas kasar dan lanjutkan dengan amplas yang lebih halus untuk mendapatkan hasil akhir yang mengkilap.

    Mengubah Jendela Berpalang Menjadi Pintu Lemari Baru

    Setelah penutup jendela kamu siap, kamu dapat mulai mengubahnya menjadi pintu lemari dengan mengukur, memotong, memasang engsel, dan merakit pintu tersebut.

    Ukur dan Potong

    Ukur bukaan lemari dengan teliti dan tandai pada daun jendela. Jika diperlukan, gunakan gergaji ukir untuk memotong daun jendela hingga ukuran yang tepat. Pastikan untuk mempertimbangkan tumpang tindih atau bagian yang ingin kamu buat di sekitar tepi bukaan lemari.

    Jika kamu membuat pintu bifold menggunakan dua daun jendela, kamu mungkin perlu menghapus rabbet atau strip penghalang cahaya di mana dua daun jendela bertemu agar tepinya menjadi halus.

    Membuat Mortis Engsel

    Untuk memastikan pintu berfungsi dengan baik, kamu perlu membuat lubang baru untuk engselnya. Ukur dan tandai posisi engsel, biasanya sekitar tiga inci dari bagian atas dan bawah penutup.

    Buat garis tepi engsel menggunakan pisau serbaguna, lalu gunakan pahat untuk memotong kayu dengan hati-hati hingga mencapai kedalaman plat engsel. Langkah ini akan membantu pintu lemari kamu berfungsi dan tergantung dengan benar.

    Merakit Pintu Lemari

    Setelah lubang engsel dibuat, saatnya untuk merakit pintu lemari kamu. Jika kamu menggunakan beberapa daun jendela untuk membuat satu set pintu bifold, sambungkan daun-daun tersebut dengan engsel pintu.

    Pastikan untuk menyelaraskan daun jendela dengan hati-hati agar dapat dibuka dan ditutup dengan lancar. Periksa kesejajarannya dengan meletakkan pintu yang telah dirakit pada rangka lemari.

    Mengecat dan Menyelesaikan Pintu Lemari Baru

    Lapisan cat baru dapat mengubah penampilan pintu lemari kamu dan memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan yang umum terjadi.

    Persiapkan Penutup Jendela

    Mulailah dengan mengaplikasikan lapisan cat dasar pada kedua sisi penutup jendela. Langkah ini akan membantu cat menempel dengan lebih baik.

    Setelah cat dasar benar-benar kering, amplas permukaannya dengan lembut untuk menghilangkan serat atau ketidaksempurnaan yang terlihat.

    Terapkan Lapisan Akhir

    Terapkan dua lapis cat lateks, biarkan setiap lapisan mengering, dan amplas dengan lembut di antara aplikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

    Gunakan kuas cat berkualitas tinggi atau pertimbangkan untuk menggunakan cat semprot agar hasil cat lebih merata, terutama jika jendela kamu memiliki detail yang rumit.

    Pasang Engsel

    Pasang engsel ke dalam lubang yang telah kamu buat sebelumnya. Bor lubang untuk sekrup agar kayu tidak pecah, kemudian kencangkan engsel pada penutup.

    Jika kamu menginginkan bukaan penuh 180 derajat, yang umum digunakan pada kebanyakan lemari, kamu perlu memasang engsel melingkar.

    Memasang Pintu

    Tahan penutup di tempatnya pada rangka kabinet, dan mintalah bantuan jika diperlukan. Tandai posisi engsel pada rangka, kemudian buat lubang pasak yang sesuai di kabinet.

    Pastikan pintu sejajar dengan baik dan pasang engsel di tempatnya. Uji fungsi pintu dan lakukan penyesuaian jika pintu tidak menutup sepenuhnya atau tidak beroperasi dengan lancar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com