Tag: penyakit

  • Banyak Bulu Kucing yang Menempel di Karpet? Ini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan yang lucu dan menggemaskan. Namun, bulunya yang suka berterbangan di udara kerap menjadi masalah bagi penghuni rumah.

    Apalagi jika bulu kucing sudah menempel di karpet. Sebab, membersihkan bulu-bulunya cukup sulit sehingga harus dikerjakan secara ekstra.

    Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan bulu kucing yang menempel di karpet. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan

    Bagi kamu yang memelihara kucing di rumah, sebaiknya tetap hati-hati agar tidak menghirup bulu kucing. Soalnya, bulu ini dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.

    Dilansir situs Interior Design, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing:

    1. Alergi

    Bagi sebagian orang, bulu kucing bisa menyebabkan alergi. Air ludah dan urine yang tertinggal pada bulu kucing ini dapat mengandung zat yang memicu alergi pada kulit manusia.

    2. Toksoplasmosis

    Penyakit yang satu ini dinilai cukup berbahaya karena disebabkan oleh parasit yang terdapat pada feses kucing yang telah terinfeksi dan sisa feses yang menempel pada bulu kucing. Apabila parasit berpindah ke manusia maka bisa memicu cacat pada bayi lahir hingga rentan keguguran.

    3. Kurap

    Seseorang juga bisa mengalami kurap ketika terkena bulu kucing. Hal ini terjadi karena bulu kucing yang menempel di kulit dan tidak dicuci secara bersih.

    Cara Mengatasi Bulu Kucing di Karpet

    Ada beberapa cara sederhana dan ampuh untuk mengatasi bulu kucing di karpet. Berikut sejumlah tipsnya:

    1. Selotip Polos

    Selain membersihkan di karpet, selotip polos juga bisa digunakan untuk mengangkat bulu kucing di pakaian. Caranya mudah, cukup potong selotip menggunakan gunting atau menyobek langsung dengan ukuran sekitar 10 cm sampai 15 cm.

    Kemudian, tempelkan bagian perekat pada selotip pada permukaan karpet atau barang yang terdapat bulu. kamu dapat melakukannya berulang kali sampai bersih.

    2. Sarung Tangan Karet

    Sarung tangan karet dapat digunakan untuk mengangkat sisa-sisa bulu kucing yang menempel di karet. Bahan karet saat digesekkan dengan permukaan kasar seperti karet mampu menghasilkan listrik statis. Hasilnya, bulu kucing yang ada di permukaan karpet dapat terangkat.

    3. Rol Rambut

    Cara berikutnya adalah menggunakan rol rambut. Soalnya, permukaan rol yang bertekstur kasar dan bercabang dapat mengangkat bulu dan rambut rontok dari karpet.

    4. Balon

    Balon juga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat bulu-bulu kucing di karpet. Tekniknya sama seperti memakai sarung tangan karet, yakni dengan menggesekkan balon ke permukaan karpet dan voila! Bulu kucing yang menempel dapat terangkat berkat listrik statis.

    5. Lap Basah

    Kain lap basah juga bisa dipakai untuk mengangkat bulu kucing, lho. Caranya cukup menggunakan kain atau lap yang dibasahi dengan air bersih untuk mengangkat bulu kucing di karpet. Cara ini juga bisa diterapkan pada permukaan lain, seperti dinding atau papan.

    Itu dia lima cara mengatasi bulu kucing yang menempel di karpet dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Mudah Bersihkan Kipas Angin Tanpa Perlu Dibuka



    Jakarta

    Kipas angin harus rajin dibersihkan kalau nggak mau ada debu yang menumpuk. Kalau dibiarkan, kotoran pada kipas angin bisa terhirup penghuni rumah dan menjadi sumber penyakit.

    Membersihkan baling-baling kipas angin memang agak menantang karena terhalang pelindung. Namun tenang saja, ada cara mudah membersihkan kipas angin tanpa perlu membongkarnya, lho.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan kipas angin? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Bersihkan Kipas Angin Tanpa Membukanya

    Inilah beberapa cara untuk membersihkan kipas angin tanpa perlu membuka bagian penutup, dikutip dari The Spruce dan The Dollar Stretcher.

    Pengering Rambut

    Penghuni rumah bisa menghempaskan debu pada kipas angin menggunakan pengering rambut. Alat ini mengeluarkan angin kencang yang bisa membersihkan kotoran yang menempel. Berikut ini cara menggunakan pengering rambut untuk membersihkan kipas angin.

    1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin.
    2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah.
    3. Semprotkan angin menggunakan pengering rambut dari bagian belakang, lalu ke seluruh bagian hingga debu terjatuh.
    4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Vacuum Cleaner

    Selain itu, penghuni juga bisa menggunakan vacuum cleaner atau penyedot debu untuk membersihkan kipas. Penyedot debu akan lebih efektif jika ujungnya berukuran kecil dan bisa masuk ke jaring penutup kipas angin. Berikut ini langkah untuk membersihkan kipas dengan vacuum cleaner.

    1. Cabut listrik dari stop kontak atau cabut baterai kipas angin.
    2. Sedot debu menggunakan vacuum cleaner dan bersihkan semua bagian dalam kipas angin dengan hati-hati.
    3. Jika sudah cukup, bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang lembap.

    Kompresor Angin

    Penghuni bisa menggunakan kompresor angin sebagai alternatif yang lebih kuat daripada pengering rambut. Namun, alat ini memang tak banyak yang memilikinya di rumah. Cara menggunakannya pun sama dengan pengering rambut.

    1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin.
    2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah.
    3. Semprotkan angin dengan kompresor dari bagian belakang, lalu seluruh bagian.
    4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sedikit basah.

    Larutan Sabun, Cuka, Baking Soda

    Kalau nggak mau pakai alat, penghuni rumah juga bisa menggunakan larutan dari campuran sabun, cuka, dan baking soda. Caran membersihkan kipas dengan larutan ini sebagai berikut.

    1. Campurkan 2 sdm (sendok makan) sabun cuci piring, 1/2 gelas cuka, dan 3 sdm baking soda.
    2. Masukkan ke dalam botol semprotan, kocok-kocok.
    3. Semprotkan cairan ke arah kipas yang berdebu.
    4. Tutup seluruh bagian lingkaran kipas dengan plastik besar.
    5. Nyalakan kipas agar berputar dengan kecepatan tinggi selama sekitar 5 menit.
    6. Buka plastik dan debu akan terlepas dari kipas angin.

    Garam atau Pasir

    Kemudian, garam atau pasir pun dapat digunakan untuk membersihkan kipas angin tanpa perlu dibuka. Caranya sebagai berikut.

    1. Letakkan kipas angin secara mendatar.
    2. Tutup bagian kipas dengan kain atau plastik.
    3. Masukkan garam atau pasir kering ke kipas angin.
    4. Pastikan kipas tertutup rapat, nyalakan kipas dan biarkan berputar-putar selama beberapa menit agar debu tersapu.
    5. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Itulah beberapa cara membersihkan kipas angin tanpa membukanya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda yang Bikin Lalat Menyerbu Rumah, Cepat Singkirkan!



    Jakarta

    Pernahkah terganggu dengan adanya lalat di rumah? Lalat apalagi dengan jumlah banyak memang bikin resah bila menyerbu rumah.

    Apalagi, lalat diketahui sering hinggap di tumpukan sampah sehingga membuat penghuni rumah jijik dan khawatir lalat akan membawa sumber penyakit.

    Meski sudah diusir, seringkali lalat masih datang dan masuk ke rumah.


    Bisa jadi, rumah kita masih ada benda-benda yang mengundang lalat datang. Apa saja benda yang mengundang lalat datang? Berikut penjelasannya.

    Dilansir dari Terminx, berikut ini informasinya.

    Sampah

    Sampah merupakan hal yang ada di setiap rumah. Lalat umumnya tertarik dengan bahan organik di tempat sampah. Lalat juga bisa bertelur di tempat sampah. Makanya, kamu harus rajin menjaga kebersihan sampah dan menutup tempat sampah agar tidak menjadi sarang lalat.

    Kotoran Hewan

    Buat kamu yang punya hewan peliharaan wajib waspada. Hal itu karena lalat menyukai kotoran hewan. Pastikan kamu sering membersihkan kotoran hewan di rumah ya detikers.

    Makanan Basi

    Makanan basi, baik itu makanan hewan maupun makanan manusia, bisa menarik lalat ke rumah. Jadi, pastikan kamu membersihkan makanan basi agar tidak mengundang lalat ke rumah.

    Buah dan Sayur Busuk

    Buah busuk juga bisa menjadi hal yang menarik lalat untuk datang ke rumah. Segera buang buah busuk jika ada di rumah.

    Cairan Manis atau Fermentasi

    Cairan manis atau terfermentasi, seperti sirup, soda, maupun cuka bisa mengundang lalat ke rumah. Jika ada tumpahan cairan tersebut segera dilap dan bersihkan kaleng minuman soda sebelum dibuang.

    Itulah beberapa hal yang bisa menarik lalat ke rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanaman Ini Diklaim Ampuh Mengusir Tikus dari Rumah


    Jakarta

    Tikus adalah salah satu hama yang sering muncul di dalam rumah. Selain dapat mengganggu penghuni, hadirnya tikus dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

    Mengutip laman Triangle Pest, tikus kerap muncul di atap rumah, dapur, hingga kamar mandi. Terkadang, tikus juga sering bersembunyi di sela-sela lemari atau saluran pipa air rumah. Biasanya, tikus yang muncul di dalam rumah bertujuan untuk mencari makan.

    Kehadiran tikus terkadang kerap tidak diketahui oleh pemilik rumah. Alhasil, tikus bisa bebas berkeliaran untuk mencari makan atau berkembang biak.


    Sebagai bentuk pencegahan, kamu bisa menggunakan sejumlah tanaman hias yang dapat mengusir tikus dari dalam rumah. Apa saja tanaman tersebut? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Tikus

    Menanam tanaman hias tak hanya mempercantik rumah saja, tetapi juga bantu mencegah serangan hama, salah satunya adalah tikus. Dilansir situs Country Living, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah tanaman hias yang diklaim ampuh dapat mengusir tikus.

    1. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryFoto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary bisa digunakan untuk mengusir tikus dari dalam rumah. Tanaman herbal yang punya bentuk seperti pohon pinus ini ternyata tidak disukai oleh tikus karena punya aroma kuat.

    Rosemary bisa ditanam di depan teras rumah atau di halaman, tempat tikus sering bersembunyi dan berusaha masuk ke dalam rumah. Tanaman ini juga mudah dirawat sehingga cocok bagi pemula.

    “Rosemary dapat tumbuh subur di lokasi yang terkena sinar matahari langsung dan tanah yang memiliki drainase baik, tanaman ini dapat dipangkas agar terlihat lebih menarik,” kata Igor Podyablonskiy, seorang pakar tanaman dan bunga dari My Flowers.

    2. Mint

    Tanaman mintFoto: Getty Images/stock_colors

    Tanaman mint punya segudang manfaat untuk tubuh, mulai dari melancarkan pencernaan hingga menjaga kesehatan mulut. Selain itu, tanaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus di rumah.

    Sebab, aroma dari daun mint yang kuat ternyata tidak disukai oleh tikus. “Meskipun kita menyukai aroma segar daun mint, tapi ternyata aroma ini bisa mengusir tikus dari rumah,” ungkap Igor.

    Igor mengatakan, mint dapat tumbuh subur dalam berbagai kondisi, mulai dari sinar matahari penuh atau berada di tempat yang redup. Selain itu, mint juga dapat tumbuh dengan cepat sehingga bisa dirawat dengan mudah.

    “Tanaman mint bisa ditanam di halaman agar dapat tumbuh dengan maksimal, lalu daunnya bisa digunakan juga untuk dicampur ke dalam teh atau sebagai hiasan,” jelasnya.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender disebut ampuh untuk mengusir tikus dari dalam rumah. Tanaman ini punya aroma yang dapat menenangkan tubuh, tapi justru menjadi senjata ampuh untuk membasmi tikus.

    Kandungan minyak di dalam daun dan bunga lavender ternyata dapat mengganggu indra penciuman tikus. Alhasil, tikus yang berusaha masuk ke rumah akan kabur karena mencium aroma kuat dari lavender.

    Lavender dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari dan punya drainase yang baik. Tanaman ini cocok diletakkan di dalam rumah atau teras karena warna bunganya yang cantik.

    “Agar lavender dapat tumbuh optimal, pangkas setelah berbunga untuk mempertahankan bentuknya dan mendorong pertumbuhan lebih lanjut,” ujar Igor.

    4. Daffodil

    Tanaman hias daffodilFoto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil atau disebut juga bunga Narcissus bisa jadi opsi alternatif untuk mengusir tikus. Sebab, bunganya mengandung alkaloid yang beracun bagi hama dan serangga.

    Kamu bisa menanam daffodil dengan mudah di rumah. Caranya adalah dengan menanam bibit benih daffodil di tanah yang telah dikeringkan. Jika menanam di pot, sebaiknya dilapisi dengan kawat kasa tipis untuk mencegah tikus agar tidak menggalinya.

    Itulah empat tanaman hias yang diklaim ampuh mengusir tikus di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang ditakuti banyak orang. Sebab, gigitan dan bisa ular dapat melukai hingga membunuh manusia.

    Meski hewan ini hidup dan berkembang biak di hutan, tapi ada banyak kasus ular masuk ke rumah penduduk. Selain di pedesaan, rumah warga di kota-kota besar juga sering disusupi oleh reptil tersebut.

    Hal ini tentu bikin banyak masyarakat khawatir sebab ular menjadi ancaman bagi para penghuni. Terlebih jika ular sudah menetap dan berkembang biak, tentu hal ini sangat merepotkan.


    Nah, ada sejumlah tanda-tanda ular bersarang di dalam rumah. Penasaran? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Ada Sarang Ular di Rumah

    Sebagai pemilik rumah, kamu perlu waspada dengan hadirnya hewan liar yang masuk ke dalam hunian, salah satunya adalah ular. Dilansir situs Revoke Snake Repellent dan Accurate Pest Control, Selasa (16/6/2025), berikut tanda-tanda ada sarang ular di rumah:

    1. Muncul Jejak Ular

    Ular merupakan reptil yang bergerak menggunakan kontraksi otot tubuh. Meski tidak memiliki kaki, tetapi ular dapat meninggalkan jejak di tanah atau lantai yang berdebu.

    Jejak ular umumnya berbentuk pola ‘S’ tapi juga bisa berbeda tergantung dari gerakan ular. Ada juga pola jejak ular yang berbentuk seperti coretan menyamping.

    Apabila kamu curiga ada aktivitas ular di dalam rumah, cobalah taburkan tepung ke area yang diyakini bakal dilalui ular. Kalau muncul jejak ular, segera panggil petugas Damkar agar hewan tersebut bisa disingkirkan.

    2. Muncul Sisa Kulit Ular yang Mengelupas

    Ular termasuk hewan yang kerap berganti kulit melalui proses yang disebut ecdysis. Apabila kamu menemukan sisa kulit ular di sekitar rumah atau halaman, bisa jadi pertanda kalau ada sarang ular di dalam rumah.

    3. Muncul Suara Desis

    Ular mengeluarkan suara desis yang khas. Jika detikers mendengar suara desis dari dalam ruangan yang gelap atau sempit, hal itu bisa menunjukkan ada sarang ular di rumah.

    Ular memang cenderung tinggal di tempat yang kecil, gelap, dan lembap. Kondisi ini sangat cocok bagi ular untuk berkembang biak dan membuat sarang.

    Pada umumnya, sarang ular bisa berada di ruang bawah tanah, loteng, atau bahkan kamar mandi. Jika sudah mendengar suara desis yang dicurigai adalah ular, segera hubungi petugas Damkar untuk menangkap reptil tersebut.

    4. Tercium Bau yang Aneh

    Tanda lain jika ada sarang ular di rumah adalah muncul bau yang aneh. Apabila kamu mencium bau tersebut dari tempat yang gelap, lembap, dan sempit maka perlu hati-hati. Sebab, bau tersebut bisa menandakan adanya sarang ular di dalam rumah.

    5. Terdapat Kotoran Ular

    Karena berkembang biak di rumah, maka kamu bisa saja menemukan sejumlah kotoran ular yang tersebar di berbagai sudut ruangan. Kotoran ular umumnya mirip seperti kotoran burung, yakni cairan berwarna kuning dan putih serta mengandung urea.

    Perlu diingat, jangan pernah menyentuh kotoran ular dengan tangan kosong. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sarung tangan tebal sebagai antisipasi agar tidak tertular penyakit.

    6. Tidak Ada Tikus di Dalam Rumah

    Ciri-ciri yang terakhir adalah tidak ada tikus di dalam rumah. Hal ini dapat terjadi karena tikus-tikus tersebut telah dimakan oleh ular.

    Jika rumah kamu sebelumnya terdapat banyak tikus lalu mendadak hilang padahal tidak memasang perangkat sama sekali, maka perlu hati-hati sebab bisa menandakan ada sarang ular di rumah.

    Itulah enam ciri-ciri ada sarang ular di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Aman Sumur Air dengan Septic Tank? Ini Panduannya



    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki berbagai sistem untuk menunjang kehidupan penghuninya. Beberapa di antaranya adalah sumur air sebagai sumber air bersih dan septic tank yang mengolah limbah.

    Kedua hal tersebut biasanya berada di halaman rumah. Namun perlu diingat, sumur air dan septic tank tidak boleh ditempatkan secara berdekatan ya.

    Pasalnya, sumber air bersih pada sumur air bisa tercemar kotoran dari septic tank. Kalau sampai air tercemar, penghuni rumah berpotensi terserang penyakit.


    Dilansir dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkap salah satu penyebab tingginya cemaran air tinja di Indonesia adalah lokasi septic tank dekat dengan tempat tinggal warga. Jarak septic tank dengan bangunan rumah hanya 2-3 meter di permukiman padat.

    Sumber air bersih dapat tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) kalau septic tank dan sumur air berdekatan. Hal ini dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Lantas, berapa jarak aman sumur air dengan septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dengan sumur air setidaknya harus berjarak 10 meter. Jarak upflow filter septic tank dengan sumur air minimal 1,5 meter. Lalu, taman sanita septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di sisi lain, sebaiknya sumur resapan air juga tidak berdekatan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan bisa menjadi cadangan air buat rumah tangga ketika krisis air.

    Minimal sumur resapan septic tank berada 5 meter dari sumur resapan air hujan. Sementara itu, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal sumur air dengan septic tank agar tidak terjadi pencemaran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Heboh 14 Ekor Ular Sanca Bikin Sarang di Septic Tank Rumah Warga Bekasi’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Pakai Timun Bisa Usir Lalat dari Dalam Rumah



    Jakarta

    Keberadaan lalat di Dalam rumah tentu akan angat mengganggu. Serangga ini bisa membawa penyakit dan menularkannya ke manusia dengan hinggap di makanan.

    Saat ini banyak produk pembasmi serangga yang bisa digunakan untuk mengusir lalat. Akan tetapi kebayakan produk tersebut mengandung bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengganti produk tersebut bisa menggunakan bahan alami.

    Dikutip dari situs Express, salah satu bahan alami yang ampuh usir lalat adalah timun. Hal ini karena lalat tidak suka bau timun. Bahkan, negara-negara panas seperti di Spanyol menggunakan timun untuk membasmi lalat.


    Menurut Pakar DIY di Saxton Blades, Glen Peskett, seperti dikutip dari situs Ideal Home, aroma timun menghasilkan bau tidak sedap dan pahit yang tidak disukai lalat.

    “Lalat rumah menjauh karena aroma mentimun, terutama yang lebih pahit. Alasan pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa senyawa alami dalam kulit mentimun, seperti cucurbitacin menghasilkan bau yang tidak sedap dan secara naluriah dihindari lalat,” ujar Peskett.

    Sebab, lalat secara naluriah lebih menyukai buah atau makanan yang manis. Sehingga, mereka tidak suka aroma yang pahit seperti timun.

    Biasanya lalat akan tertarik ke tempat sampah sebagai tempat bertelur. Cara mudah yang dapat dilakukan adalah meletakkan irisan timun di atas tempat sampah. Selain itu, bisa juga menaruh irisan timun di dekat titik masuk rumah seperti pintu dan jendela.

    Namun, risiko dari menyimpan irisan timun di tempat-tempat tersebut adalah timun bisa membusuk. Oleh karena itu, disarankan mengganti irisan timun setiap satu atau dua hari sekali.

    Walau demikian, metode ini tidak bisa membasmi semua lalat, tetapi cukup untuk mengurangi jumlahnya secara signifikan. Oleh karena itu, langkah yang lebih ampuh adalah tetap menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak mudah masuk ke dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 6 Tempat Favorit Nyamuk di Rumah, Segera Basmi!


    Jakarta

    Nyamuk adalah hama yang kerap terlihat berterbangan di dalam rumah. Serangga ini cukup mengganggu penghuni karena bisa menghisap darah sampai menimbulkan sensasi gatal pada kulit.

    Selain membuat gatal, nyamuk juga dapat membawa penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, penghuni sebaiknya memastikan rumah bebas nyamuk.

    Nyamuk ini dapat bersembunyi di berbagai tempat di dalam rumah. Penghuni bisa coba periksa tempat-tempat yang disukai nyamuk, lalu membasminya dengan semprotan anti serangga.


    Lantas, di mana tempat favorit nyamuk untuk bersembunyi? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah

    Inilah beberapa lokasi yang paling disukai nyamuk, dirangkum dari beberapa sumber.

    1. Bagian Bawah Sudut Dinding

    Dilansir dari Best Life, berdasarkan penelitian dari jurnal PNAS Nexus menemukan menyemprot insektisida pada bagian bawah dinding dapat membasmi nyamuk. Hal ini dikarenakan adanya panas, sementara nyamuk lebih suka tinggal di tempat yang lebih dingin.

    2. Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah tempat yang disukai nyamuk buat bersembunyi. Nyamuk tertarik dengan tempat yang ada sumber air, salah satunya kamar mandi.

    3. Dapur

    Tak hanya kamar mandi, dapur juga ruang yang ada sumber air yang disukai nyamuk. Dapur adalah tempat yang banyak genangan, terutama wastafel.

    4. Dekat Tanaman

    Tanaman hias di dalam ruangan menjadi tempat persembunyian yang menarik bagi nyamuk. Apalagi kalau tanaman terlalu banyak air dan berada di dekat jendela yang terbuka.

    Penghuni sebaiknya selalu cek bagian bawah pot apakah ada genangan air atau tidak. Lalu, periksa juga kondisi tanah terlalu berair atau tidak.

    5. Genangan Air

    Dikutip dari USA Today, seperti diketahui, nyamuk sangat menyukai genangan air. Sebab, itulah tempat nyamuk berkembang biak.

    Nah, genangan air ini bisa muncul di tanah atau lantai yang cekung. Nyamuk juga bisa memanfaatkan sisa air di bawah pot, air yang menggenang di benda yang tahan air, dan ember di rumah.

    Kalau nggak mau rumah jadi sarang nyamuk, penghuni perlu memastikan tidak ada air yang tersisa di ember atau wadah yang letaknya di luar ruangan atau ruang terbuka.

    6. Tumpukan Barang

    Kemungkinan besar setiap rumah punya area atau sudut rumah untuk menyimpan barang tak terpakai. Tempat tersebut juga jarang dibersihkan dan barang menumpuk. Ternyata area seperti ini penuh dengan barang adalah tempat yang disukai oleh nyamuk, lho.

    Itulah beberapa titik yang perlu penghuni rumah waspadai karena bisa jadi tempat persembunyian nyamuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Pakai 2 Bahan Dapur, Gulma di Halaman Rumah Langsung Tumbang!


    Jakarta

    Gulma merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di sekitar tanaman lain. Pada umumnya, gulma tumbuh secara liar sehingga cukup sulit untuk diatasi.

    Bagi pemilik tanaman, gulma jadi salah satu tumbuhan yang patut diwaspadai karena dapat mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi tanaman lain. Bahkan, gulma juga jadi tempat berkembang biak bagi hama, penyakit, hingga bakteri bagi tanaman lho.

    Maka dari itu, jika menemukan gulma di halaman rumah sebaiknya segera diatasi sebelum tanaman hias milikmu rusak dan mati. Biasanya, gulma dapat dibasmi dengan herbisida, yaitu senyawa kimia yang dapat mengendalikan dan membunuh tumbuhan pengganggu, salah satunya gulma.


    Apabila kamu ragu jika menggunakan bahan kimia, sebenarnya ada cara mudah untuk membasmi gulma dengan menggunakan dua bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    2 Bahan Sederhana Ini Ampuh Atasi Gulma

    Mengatasi gulma di halaman ternyata dapat menggunakan dua bahan sederhana di rumah, yakni sabun cuci piring dan air. Bagaimana bisa?

    Dikutip dari The Spruce, Selasa (24/6/2025), kombinasi air dan sabun cuci piring disebut ampuh mengatasi gulma. Soalnya, kedua bahan ini dapat mengeringkan dan membunuh tanaman liar dengan cara merusak lapisan pelindung.

    Sabun cuci piring sendiri mengandung zat pelarut yang dapat memecah lapisan lilin yang menutupi daun tanaman. Setelah terurai maka gulma akan mengering dan akhirnya mati.

    Untuk cara penggunaannya juga mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan 1 botol semprot berukuran besar
    • Tuang 1 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam botol semprot
    • Kemudian tuang air secukupnya sesuai ukuran botol semprot
    • Setelah itu kocok hingga merata
    • Lalu semprotkan cairan tersebut ke area yang terdapat gulma.

    Meskipun sabun cuci piring memiliki sifat herbisida, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakannya untuk membasmi gulma, yaitu:

    • Takaran sabun cuci piring yang tepat
    • Pemilihan sabun cuci piring yang punya kualitas baik
    • Faktor cuaca dapat memengaruhi efektivitas cairan untuk membasmi gulma
    • Tergantung jenis gulma karena ada beberapa gulma yang sulit mati.

    Sebagai informasi, karena cairan tersebut berfungsi untuk mengeringkan gulma hingga mati, maka sebaiknya cek kondisi cuaca saat akan menyemprotkannya. Sebaiknya pilih kondisi cuaca sedang panas dan cerah agar efektif membasmi gulma.

    Sebaiknya hindari menyemprot cairan tersebut ketika cuaca sedang mendung atau turun hujan. Selain itu, jangan menyemprot cairan saat kondisi cuaca sedang berangin karena dikhawatirkan cipratan airnya mengenai tanaman lain, sehingga jadi kering dan mati. Bila perlu, tutup tanaman di sekitar daun agar tidak terkena cairan untuk membasmi gulma.

    Demikian tips mengatasi gulma dengan dua bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com