Tag: penyakit

  • Kenapa Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kecoak merupakan salah satu serangga yang banyak ditakuti orang. Meski tidak menggigit, tetapi gerakannya yang cepat, bisa terbang, dan dapat menyebarkan penyakit membuat orang lebih memilih menghindarinya.

    Namun sayang, kecoak sering kali muncul di dalam rumah, terutama di dalam kamar mandi. Biasanya kecoak kerap berjalan di lantai, dinding, atau bahkan di dalam kloset kamar mandi. Terkadang jumlahnya tidak hanya satu, tapi bisa dua atau lebih.

    Meski kamu sudah menjaga kebersihan, tapi bukan berarti kecoak tidak bisa ‘mampir’ ke rumah kamu. Apa yang menyebabkan kecoak sering muncul di kamar mandi? Berikut penjelasannya.


    Penyebab Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi

    Kehadiran kecoak di kamar mandi tentu bukan tanpa sebab. Dilansir situs Hi Care, Jumat (27/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Suhu Lembap

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sangat lembap. Di sisi lain, kecoak senang tinggal di area yang lembap agar bisa berkembang biak. Maka tak heran kalau serangga tersebut menjadikan kamar mandi sebagai tempat favoritnya.

    2. Terdapat Saluran Pembuangan Air

    Kamar mandi jadi salah satu jalan bagi kecoak untuk bisa masuk ke dalam rumah. Sebab, kamar mandi memiliki beberapa saluran pembuangan air, seperti dari wastafel, kloset, hingga tempat bilas.

    Kecoak dapat merayap melalui pipa saluran air untuk bisa masuk ke dalam kamar mandi. Selain itu, sistem drainase air yang tidak terawat juga mempermudah kecoak untuk masuk ke dalam rumah.

    3. Gelap dan Tersembunyi

    Kecoak merupakan hewan yang menyukai tempat gelap dan tersembunyi. Maka dari itu kamar mandi sangat cocok bagi kecoak untuk bertahan hidup.

    Lampu kamar mandi biasanya dalam kondisi mati setelah digunakan, sehingga membuat kecoak merasa aman. Selain itu, beberapa sudut di kamar mandi seperti di belakang wastafel, celah dinding, atau balik kloset jadi tempat yang nyaman bagi kecoak.

    4. Banyak Pakaian Kotor

    Kecoak biasanya sering bersembunyi di balik pakaian atau handuk kotor. Jika kamu punya kebiasaan menumpuk pakaian kotor, maka tak heran kalau ada banyak kecoak ditemukan di kamar mandi.

    5. Ventilasi Udara yang Buruk

    Faktor berikutnya karena ventilasi udara yang buruk di kamar mandi. Hal tersebut membuat toilet jadi mudah lembap sehingga kecoak akan senang tinggal di sana.

    Cobalah untuk memasang exhaust fan yang berfungsi untuk menghisap atau mengeluarkan udara dari dalam kamar mandi, sehingga mencegah terjadinya lembap.

    6. Sisa Sabun dan Shampoo Bekas yang Tidak Dibuang

    Kecoak memang menyukai sisa-sisa makanan, tetapi serangga tersebut juga tertarik pada produk seperti sabun dan shampoo bekas di kamar mandi. Maka dari itu, sebaiknya segera buang bekas botol sabun, shampoo, atau pasta gigi jika sudah habis agar tidak menumpuk.

    Itulah enam penyebab kecoak sering muncul di kamar mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Dicuci, Keset Kamar Mandi Bisa Jadi Sarang Bakteri!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan paling cepat kotor di rumah. Salah satu benda yang tak luput kotor adalah keset kamar mandi.

    Sayangnya, keset kamar mandi sering kali luput dari perhatian penghuni rumah, sehingga jarang dicuci. Padahal, keset harus rajin dicuci atau diganti karena bisa menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang biak.

    Dengan mencuci keset kamar mandi, kebersihan kamar mandi lebih terjaga karena terhindari dari pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal itu membantu menurunkan risiko timbulnya penyakit.


    Selain itu, tampilan kamar mandi bakal lebih bersih kalau penghuni rajin mencuci keset. Aroma kamar mandi pun bakal lebih segar.

    Lantas, kapan dan seberapa sering penghuni rumah perlu mencuci keset kamar mandi? Simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari HappyNest, Rabu (2/7/2025).

    Seberapa Sering Keset Kamar Mandi Harus Dicuci?

    Intensitas mencuci keset kamar mandi tergantung pada beberapa faktor, termasuk berapa penghuni rumah, seberapa sering keset dilalui, serta kebersihan kamar mandi secara menyeluruh. Keset kamar mandi di rumah yang sibuk sebaiknya dicuci setiap 3-5 hari.

    Jika kamar mandi hanya digunakan oleh segelintir orang serta tidak terlalu sering, penghuni bisa mengulur waktu buat mencuci keset. Namun, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi, sehingga keset tidak perlu sering dibersihkan. Dalam hal ini, mencuci keset kamar mandi bisa seminggu sekali.

    Di sisi lain, seberapa sering mencuci keset kamar mandi bisa ditentukan tergantung kondisi keset. Kalau keset terlihat ada berubah warna atau muncul bau tak sedap, itulah tanda untuk mencucinya.

    Penghuni rumah juga perlu memperhatikan kapan harus mengganti keset dengan yang baru. Keset kamar mandi lama-lama dapat rusak dan kehilangan kemampuannya menyerap air. Jika sudah tidak berbentuk, inilah saatnya untuk menggantinya.

    Cara Cuci Keset Kamar Mandi

    Cara terbaik untuk mencuci keset kamar mandi adalah menggunakan mesin cuci dengan air hangat. Namun, kalau bahan keset raput, penghuni bisa mencucinya menggunakan tangan dengan air hangat dan detergen.

    Sebaiknya menggunakan detergen yang lembut dan memiliki pH netral. Bahan kimia keras seperti pemutih dapat merusak keset kamar mandi, jadi hindari bahan kimia tersebut. Keset kamar mandi akan lebih awet jika digantung hingga kering setelah dicuci dan dijauhkan dari area lembap.

    Itulah informasi seputar mencuci keset kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias yang Ampuh Serap Kelembapan, Rumah Bisa Bebas dari Jamur


    Jakarta

    Kelembapan merupakan salah satu masalah yang kerap ditemukan di rumah, tetapi jarang disadari oleh penghuni. Sebab, kelembapan ini tidak terlihat, bahkan tanda-tandanya baru disadari ketika bangunan sudah terdampak.

    Masalah yang ditimbulkan kelembapan banyak sekali. Menurut Head of Marketing PTICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati, salah satu dampaknya adalah bisa menyebabkan cat dinding di rumah cepat rusak dan mengelupas karena terjadi pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Selain itu, bisa juga menyebabkan munculnya jamur hitam atau black mold pada plafon dan dinding yang bahaya bagi kesehatan.

    Kelembapan juga bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya dan memicu beberapa penyakit pernapasan, seperti asma, alergi, sinusitis, dan masih banyak lagi.


    Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar setiap rumah menginvestasikan membeli alat penyerap kelembapan daripada berobat ke rumah sakit. Selain itu, ada solusi lain yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan ada manfaat lainnya yang tak akan ditemukan pada alat canggih sekalipun yakni dengan meletakkan tanaman yang dapat menyerap kelembapan.

    Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa menyerap kelembapan di rumah.

    1. Anggrek

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Tanaman hias yang jenisnya sudah ada sejak 2 abad yang lalu, dapat tumbuh di lingkungan lembap. Namun, kelembapannya pun yang tidak terlalu basah karena apabila terlalu basah justru membuat akarnya menjadi cepat busuk. Di pasaran, tanaman ini memiliki banyak jenis dan warna sehingga pemilik rumah memiliki pilihan untuk merawat berbagai jenis anggrek. Selain bermanfaat, anggrek juga memiliki tampilan yang indah sehingga cocok untuk dipajang di rumah atau dijadikan hadiah yang berharga.

    2. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Tanaman pakis memiliki banyak sekali jenis. Salah satu yang memiliki kemampuan untuk menyerap kelembapan adalah pakis bintang biru yang memiliki daun yang lebar. Pakis satu ini tidak memiliki bunga, hanya berupa dedaunan hijau. Bentuknya yang rimbun dan panjang sangat cocok sebagai hiasan di rumah terutama di ruang tamu. Tanaman ini bisa membuat tampilan ruangan menjadi lebih hijau dan sejuk.

    3. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Peace Lily merupakan tanaman hias yang memiliki bunga berwarna putih seperti kuncup. Tanaman cantik ini bukan hanya menarik dari segi tampilan, melainkan manfaat yang diberikan. Tanaman peace lily bisa menyerap kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur di rumah. Tanaman ini juga bisa diletakkan di dalam rumah sehingga dapat memberikan pasokan oksigen, menyerap kelembapan, dan mencegah adanya jamur.

    Namun, tanaman peace lily harus dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan karena apabila tidak sengaja memakan tanaman ini bisa menimbulkan efek samping seperti keracunan. Di dalam tanaman ini terdapat kandungan oksalat yang beracun.

    4. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Siapa yang nggak kenal tanaman lidah buaya? Tanaman ini terkenal dengan segudang khasiat yang dimilikinya sebagai tanaman obat, kecantikan, hingga penyedot kelembapan. Tanaman ini juga terkenal memiliki perawatan yang mudah sehingga bisa tumbuh subur meski jarang disiram air. Lidah buaya juga bisa hidup di dalam rumah bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.

    5. Palem

    Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

    Tanaman lainnya yang memiliki manfaat dapat menyerap udara lembap adalah palem kuning. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi manusia dan memiliki daun yang ramping dan panjang seperti daun pohon kelapa. Meskipun daunnya tidak begitu lebar, tetapi tanaman ini sangat menyukai daerah yang lembap dan bisa menyaring udara.

    6. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman lidah mertua merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman ini banyak dipakai untuk menyerap polusi. Namun, ada satu kegunaannya yang jarang diketahui orang, tetapi sama pentingnya yakni dapat menyerap kelembapan. Jika kamu meletakkan tanaman ini di rumah, bisa dipastikan tidak akan repot merawatnya karena lidah mertua tidak butuh banyak disiram.

    7. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman spider plant memiliki bentuk daun panjang dan ramping. Tanaman ini menarik karena warnanya yang cerah dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini ternyata bisa menyerap kelembapan dan polutan seperti formaldehida dan xilena di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa menyerap kelembapan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Perangkap Lalat dari Bahan Sederhana, Bisa Pakai Botol Bekas


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sangat mengganggu. Soalnya, lalat kerap membawa penyakit karena mereka sering hinggap di tempat-tempat kotor dan bau, seperti tempat sampah hingga bangkai hewan.

    Jika ada banyak lalat di rumah, kamu bisa membasminya dengan semprotan serangga yang dijual bebas. Meski begitu, kandungan zat di dalamnya dinilai berbahaya bagi kesehatan jika dihirup dalam jumlah banyak.

    Kalau ragu menggunakan semprotan serangga, kamu dapat membuat perangkap lalat dari bahan sederhana. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.


    Cara Buat Perangkap Lalat dari Bahan Sederhana

    Ada sejumlah bahan sederhana yang bisa digunakan untuk membuat perangkap lalat. Dikutip dari Good Housekeeping, Selasa (8/7/2025), berikut sejumlah caranya:

    1. Botol Soda Bekas

    Botol soda bekas sebaiknya jangan langsung dibuang ke tempat sampah. Kamu bisa membuat perangkap lalat yang efektif dari benda ini. Berikut cara membuatnya:

    • Ambil 1 botol soda bekas ukuran 1 liter
    • Potong botol menjadi 2 bagian dengan gunting atau pisau
    • Isi bagian bawah botol soda dengan cuka apel tapi jangan sampai penuh. Sisakan sedikit ruang agar bisa meletakkan bagian atas botol
    • Tambahkan juga beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam botol
    • Lalu, masukkan bagian atas botol secara terbalik sehingga ujung botol ada di bagian dalam atau terlihat seperti corong.

    Jika tidak ada cuka apel, kamu bisa menggantinya dengan madu, sisa buah, atau air gula. Fungsinya adalah untuk memancing lalat agar masuk ke dalam perangkat. Sabun cuci piring berguna untuk menenggelamkan lalat agar tidak bisa kabur dari perangkap.

    2. Stoples Bekas

    Jika kamu memiliki stoples bekas di rumah, jangan dibuang dulu. Kamu bisa mengubahnya menjadi perangkap lalat yang ampuh dan efektif. Ini cara membuatnya:

    • Ambil satu stoples bekas di rumah yang ukurannya sekitar 600 ml.
    • Tuang cuka apel ke dalam stoples secukupnya. Bisa ditambahkan juga umpan lainnya seperti gula, madu, atau sisa buah agar lalat makin tertarik
    • Tambahkan juga beberapa tetes sabun cuci piring agar lalat tidak bisa kabur
    • Gunakan paku dan palu untuk melubangi bagian tutup stoples. Lakukan secara hati-hati agar tidak membuat lubang yang terlalu besar.
    • Jika sudah, pasang tutup stolpes dan taruh perangkap di tempat yang sering didatangi lalat.

    Apabila lalat yang terkumpul di dalam perangkap sudah banyak, segera buang lalat dengan cara dimasukkan ke dalam kantong plastik dan masukkan ke tempat sampah. Pastikan juga kamu menempatkan perangkap tersebut di area yang sering dilalui lalat, seperti meja makan dan dapur.

    Itu dia dua perangkap lalat dari bahan sederhana yang efektif. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Bahaya Black Mold di Rumah, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Sebagai pemilik rumah, kamu harus waspada dengan kemunculan black mold atau jamur hitam. Black mold dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, hingga perabotan.

    Selain mengganggu penampilan rumah, kehadiran black mold juga berbahaya bagi kesehatan penghuninya. Bahkan, sudah ada beberapa kasus kematian yang disebabkan munculnya black mold.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya black mold. Namun jangan khawatir karena jamur hitam ini bisa diatasi dengan beberapa cara. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Munculnya Black Mold

    Penyebab utama munculnya black mold di rumah karena kelembapan tinggi. Dilansir Home Building and Renovating, hal ini terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Seiring waktu, lapisan dalam dinding akan menjadi sangat lembap sehingga menimbulkan jamur hitam.

    Selain itu, faktor lainnya disebabkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh penghuni rumah itu sendiri, seperti mandi, memasak, dan menjemur pakaian di dalam ruangan.

    Bangunan yang sudah tua dan lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi tempat bertumbuhnya black mold. Di sisi lain, masalah pada pipa air rumah yang bocor dan tak segera diperbaiki juga memicu tumbuhnya jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Ada beberapa cara untuk mengatasi black mold di rumah. Dikutip dari The Spruce, berikut tipsnya:

    1. Larutan Pembersih Jamur

    Jamur hitam tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan black mold di tembok yang tidak begitu luas yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi black mold. Kandungan asam pada cuka putih diyakini bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan masih ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Kamu dapat menyemprotkan larutan pembersih ke area yang dipenuhi black mold dengan cara disemprot dari bawah ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Pastikan permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur hitam berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa menggunakan tangga untuk membersihkannya.

    Waspada Bahaya Black Mold

    Dalam catatan BBC, munculnya black mold di rumah telah menyebabkan banyak kasus kematian. Jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara yang jika terhirup manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, dan mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 31 triliun (kurs Rp 21.820) setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 5 Cara Aman Usir Kelelawar dari Rumah


    Jakarta

    Kelelawar sering kali beterbangan di sekitar rumah, terutama saat malam hari. Terkadang, kelelawar juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atap yang terbuka.

    Kehadiran kelelawar di dalam rumah tentu bikin resah penghuninya karena bisa menimbulkan suara berisik hingga membawa penyakit berbahaya. Belum lagi kotoran kelelawar yang dapat memicu bau tak sedap.

    Perlu diketahui, kelelawar termasuk hewan yang tertarik pada rumah karena hangat dan terasa aman. Dengan tingginya urbanisasi, mamalia terbang ini sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia sehingga mereka tidak merasa takut.


    Namun sebaliknya, ada banyak orang yang merasa khawatir dengan kehadiran kelelawar di rumah. Untuk mengusirnya, ada sejumlah cara aman yang bisa diterapkan. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Aman Usir Kelelawar di Rumah

    Jika kamu ingin mengusir kelelawar sendiri dari rumah, sebaiknya jangan dilakukan sembarangan. Dilansir situs Homes and Gardens, berikut cara aman mengusir kelelawar:

    1. Cari Jalur Masuk Kelelawar

    Langkah yang pertama dalam mencari jalur masuk kelelawar ke dalam rumah. Cobalah cari celah-celah kecil di sekitar atap dan loteng. Agar lebih mudah, kamu dapat mengamati jalur masuk kelelawar ke dalam rumah saat malam hari.

    “Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari titik masuk. Kelelawar bisa masuk melalui celah dan retakan kecil, sekecil setengah inci,” kata AH David pemilik Pest Control Weekly.

    2. Singkirkan Sumber Makanan

    Salah satu alasan kelelawar sering datang ke rumah karena mungkin terdapat sumber makanan. Sebab, kelelawar sering memakan hama kecil seperti serangga.

    Meski begitu, tak semua kelelawar memakan serangga karena ada beberapa jenis spesies yang pemakan buah. Jika kelelawar diketahui pemakan serangga, cobalah bersihkan bagian atap dan loteng rumah karena bisa jadi terdapat sarang serangga.

    Apabila kelelawar memakan buah yang ada di halaman rumah, coba lindungi pohon tersebut dengan jaring khusus agar mamalia tersebut tidak bisa mengambilnya.

    3. Pasang Lampu Terang

    Kelelawar merupakan hewan nokturnal dan menyukai kondisi cahaya redup. Maka tak heran hewan satu ini sering bersembunyi di tempat gelap.

    Peter Gros selaku pakar satwa liar menyarankan agar memasang lampu terang di loteng dan halaman rumah. Langkah ini dinilai efektif untuk membantu mengusir kelelawar dan mencegah mereka bersarang di dalam rumah.

    4. Pakai Bahan Alami

    Cobalah gunakan beberapa bahan alami untuk mengusir kelelawar, seperti minyak esensial rasa peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Jika ingin menggunakan minyak esensial sebagai bahan utama, campurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula.

    Setelah itu, aduk seluruh bahan hingga merata dan tuang ke dalam botol semprot. Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprotkan cairan ke sarang atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mengusirnya.

    5. Bersihkan Area yang Dihinggapi Kelelawar

    Kelelawar akan berusaha mencium area tempat tinggalnya untuk menandai wilayah dan menemukan rumah mereka. Agar mereka tidak datang lagi, segera bersihkan area tersebut hingga bersih.

    Kamu bisa menggunakan cairan pembersih khusus yang wangi dan ampuh untuk mengusir sisa kotorannya. Gunakan sarung tangan, baju lengan panjang, dan juga masker saat membersihkan sarang kelelawar agar tidak terpapar penyakit.

    Kalau menemukan ada celah di atap rumah, sebaiknya segera diperbaiki agar kelelawar tidak datang kembali untuk membuat sarang baru.

    Demikian lima tips mengusir kelelawar dari rumah dengan aman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Lokasi Andalan buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan pada ruangan. Perangkat ini banyak digunakan di kamar mandi.

    Menurut arsitek Denny Setiawan, exhaust fan sangat berguna untuk mengurangi kelembapan di kamar mandi. Exhaust fan ini bisa menjadi solusi untuk kamar mandi yang kekurangan ventilasi udara.

    “Musuh dari kamar mandi itu bukan luasnya kesempitan, tapi kelembaban yang tidak keluar oleh ventilasi alami dan cahaya matahari sebagai disinfektan, membuat kamar mandi terasa lembab dan pengap. Kamar mandi yang pengap dan lembab Ini kemudian akan membawa penyakit bagi penggunanya,” kata Denny saat dihubungi Jumat (20/12/2024).


    Cara menghidupkan exhaust fan tidak sulit karena ada yang sudah otomatis menyala ketika lampu kamar mandi menyala sehingga tidak perlu menekan tombol apa pun.

    Untuk memaksimalkan kerjanya, exhaust fan harus dipasang di lokasi yang tepat. Dilansir The Spruce, berikut tempat yang tepat memasang exhaust fan.

    1. Plafon atau Atap Kamar Mandi

    Pemasangan exhaust fan sebenarnya tidak membutuhkan tempat yang luas. Diletakkan di bagian plafon juga bisa. Biasanya posisi ini cocok untuk lokasi kamar mandi yang terhimpit di antara 2 ruang sehingga tidak bisa sembarangan membuat lubang. Ketika memasang exhaust fan, siapkan juga saluran pembuangan yang langsung mengarah keluar.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Bagi yang memiliki kamar mandi yang luas bahkan seluas kamar tidur. Pasti di dalamnya terdapat area basah dan kering. Exhaust fan lebih cocok diletakkan di area yang basah dan paling mudah lembap. Area tersebut berada di dekat shower, bak mandi, atau keran. Letak exhaust fan tersebut bisa dipasang di plafon atau di atas shower.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya. Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lama-lama Simpan 5 Barang Ini di Kamar Mandi, Bisa Picu Penyakit!


    Jakarta

    Ada sejumlah barang yang diletakkan di kamar mandi, seperti sabun, shampoo, sikat gigi, hingga sikat lantai. Terkadang, ada beberapa barang yang tak sengaja tertinggal selama berbulan-bulan di kamar mandi, padahal sudah tidak dipakai lagi.

    Kebiasaan menyimpan barang tak terpakai membuat kamar mandi terlihat sumpek dan berantakan. Di sisi lain, barang-barang tersebut bisa saja memicu berbagai penyakit jika digunakan kembali.

    Maka dari itu, ada beberapa barang yang sebaiknya segera dibuang jika sudah habis atau tidak digunakan lagi. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang di Kamar Mandi yang Perlu Segera Dibuang

    Ada beberapa barang di kamar mandi yang perlu segera dibuang. Dilansir situs Good Housekeeping, berikut daftar barang-barangnya:

    1. Kemasan Produk

    Kemasan produk seperti plastik pembungkus toilet, kotak pasta gigi, hingga botol sabun yang tidak dipakai sebaiknya segera dibuang dari kamar mandi. Terkadang, banyak orang yang sering meninggalkan kotak kemasan di dalam kamar mandi dan lupa untuk membuangnya setelah habis.

    2. Sikat Gigi Bekas

    Meninggalkan sikat gigi bekas selama berbulan-bulan di kamar mandi tentu tidak baik karena dapat merusak pemandangan. Di sisi lain, sikat gigi tersebut juga bisa menjadi sarang bakteri dan dapat mengganggu kesehatan.

    “Bakteri di kamar mandi menyebar lebih banyak dan cepat daripada yang kita bayangkan,” kata Melissa Klug pemilik Home By Eleven.

    Agar sikat gigi tersebut tidak digunakan lagi oleh orang lain, segera buang dari kamar mandi. Disarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali.

    3. Sampel Kosmetik Gratis yang Tidak Terpakai

    Sering mendapatkan sampel kosmetik gratis dan menyimpannya di kamar mandi? Cobalah cek sampel kosmetik tersebut. Kalau sudah kedaluwarsa atau tidak bisa digunakan lagi, sebaiknya segera dibuang dari kamar mandi.

    “Sering kali barang-barang tersebut berakhir disimpan di lemari atau laci lebih lama dari yang seharusnya, dan kemungkinan besar Anda tidak akan menggunakannya,” ujar pemilik VS Organized Interiors, Violetta Elezovic.

    Jika mendapatkan banyak sampel kosmetik dan tidak ingin digunakan, kamu bisa menyumbangkannya ke teman atau saudara yang membutuhkan.

    4. Produk Perlengkapan Mandi yang Terbengkalai

    Ada sejumlah produk perlengkapan mandi yang mungkin tidak digunakan lagi, tapi masih tersimpan di kamar mandi. Menyimpan botol produk tersebut dapat memenuhi ruangan dan akhirnya terlihat sumpek.

    “Daripada membiarkannya begitu saja, cobalah untuk bertukar produk lainnya dengan teman,” kata pendiri Thee Tailored Life, Ashley.

    5. Handuk Bekas

    Handuk punya fungsi penting untuk mengeringkan tubuh setelah dari kamar mandi. Namun, seiring waktu handuk akan kehilangan daya serapnya karena digunakan hampir setiap hari.

    Jackie Pittman selaku pakar dari Chez Nous Organizing menyarankan agar rutin mengganti handuk dengan yang baru minimal setahun sekali. Cara ini dilakukan agar kamu dapat mengeringkan badan dengan maksimal.

    “Handuk akan kehilangan daya serapnya seiring waktu dan jika ditaruh di kamar mandi yang lembap, hal ini dapat menjadi sarang bakteri dan mengeluarkan bau,” papar Pittman.

    Itulah lima barang di kamar mandi yang perlu segera dibuang jika sudah habis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Mudah Bersihkan Pipis Kucing Biar Nggak Tercium Bau Pesing


    Jakarta

    Pernah nggak pagi-pagi keluar rumah mencium bau tak sedap? Setelah dicari ternyata ada kucing yang pipis sembarangan di dekat tanaman di rumah.

    Tentu pemilik rumah nggak bisa menyalahkan kucing karena memang sifat hewan sering buang kotoran sembarangan. Nggak semua kucing dilatih untuk buang di tempat yang benar. Terlalu banyak kucing liar daripada kucing peliharaan.

    Dilansir dari The Vets, kucing yang pipis sembarangan ternyata bukan kebiasaan semata. Bisa juga karena ada pemicunya. Salah satunya adalah kucing tersebut mengalami masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis.


    Selain itu, perilaku pipis sembarangan pada kucing juga bisa disebabkan karena stres, kecemasan, atau perasaan tengah menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya, misalnya kotak pasir tersebut kotor.

    Hal yang perlu diingat oleh pemilik rumah saat menemukan bau bekas pipis kucing adalah harus segera dibersihkan. Dengan begitu, kotoran tersebut lebih mudah dibersihkan dan kucing tidak lagi datang ke halaman rumah. Untuk lebih jelasnya, bisa ikuti tips berikut.

    3 Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    1. Harus Segera Bersihkan

    Kotoran kucing mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut. Kucing juga bisa kembali lagi ke rumah kita dan buang air di tempat yang sama karena wilayah tersebut sudah ditandai milik mereka.

    2. Bersihkan Pakai Tisu atau Kain

    Air mengalir saja tidak cukup untuk membersihkan pipis kucing. Untuk di tempat-tempat tertentu kotoran tersebut dibersihkan menggunakan kain atau tisur. Saat mengelap kotoran tersebut usahakan memakai sarung tangan agar kotoran tidak mengenai tangan langsung.

    Setelah itu, masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Pakai cairan pembersih buat membersihkan bekas pipis kucing. Pastikan cairan tersebut tidak mengandung zat berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa memicu kucing pipis kembali di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


    Jakarta

    Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

    Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

    Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


    Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Toren Air Berlumut

    Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

    Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

    Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com