Tag: penyaring

  • Jangan Sembarangan, Begini Cara Buang Bangkai Tikus yang Benar


    Jakarta

    Tikus adalah hewan pengerat yang sering bikin banyak masalah di rumah. Bukan hanya saat hidup, tikus mati juga bikin banyak masalah. Membuang bangkai tikus ternyata bukan perkara sederhana.

    Jika kamu menemukan bangkai tikus di dalam rumah, penting untuk mengetahui bagaimana menangani bangkai tikus tersebut. Mengutip dari Terminix, Senin (12/2/2024), berikut ini cara membuang bangkai tikus dengan benar.

    Cara Membuang Bangkai Tikus

    Tikus merupakan hewan pengerat yang membawa berbagai jenis penyakit. Hama ini dapat menularkan banyak penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menyingkirkan bangkai tikus sembarangan bisa berisiko kamu tertular penyakit. sebaiknya hubungi ahli pengendalian hewan pengerat untuk menangani situasi ini. Namun, jika kamu bersikeras melakukannya sendiri, berikut cara membuang tikus mati yang benar.


    Alat dan Barang yang Dibutuhkan

    • Sarung tangan dan pakaian pelindung

    • Masker respirator atau penyaring debu

    • Sebuah kantong plastik

    • Sebuah kantong sampah

    Setelah mengenakan masker dan alat pelindung, masukkan tikus ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Kemudian, masukkan kantong plastik tersebut ke dalam kantong sampah terpisah dan ikat kantong sampah tersebut dengan erat.

    Meski mungkin tampak berlebihan, tetapi lebih baik mencegah penularan penyakit dari bangkai tikus. Kamu dapat membuang bangkai tikus di tempat sampah ataupun di luar ruangan. Pastikan kamu membuang tikus jauh dari lingkungan kamu.

    Tindakan Pencegahan Setelah Membuang Bangkai Tikus

    • Lakukan terus perbaikan dan pemeliharaan bangunan rumah untuk menghilangkan celah masuk untuk tikus.

    • Pangkas cabang-cabang pohon agar tidak menyentuh bangunan atau rumahmu sehingga tikus tak dapat memanjat.

    • Tutup talang air hujan dengan kawat atau jaring agar tikus tidak bisa memasuki dan memanjatnya.

    • Gunakan tempat sampah luar ruangan yang tidak bisa dimasuki tikus.

    • Pastikan persiapan makanan dan area makan dibersihkan dengan benar dan simpan makanan dalam wadah kedap udara.

    Demikian cara membuang bangkai tikus yang benar. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Saluran Air Mampet? Bisa Jadi Ada Benda Ini…


    Jakarta

    Saluran air mampet adalah salah satu masalah yang sering terjadi di rumah. Hal ini bisa terjadi pada saluran air di wastafel dapur ataupun area shower kamar mandi.

    Kondisi seperti ini sangat mengganggu karena air meluap dan menggenang dapat mengotori rumah. Selain itu, aktivitas penghuni rumah akan terganggu.

    Saluran air bisa mampet karena penghuni yang jarang membersihkan rumah. Namun, kemungkinan ada benda yang tidak sengaja masuk ke saluran air.


    Lantas, apa saja benda yang sering bikin saluran air mampet dan bagaimana cara cegahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini dikutip dari Simply Green Plumbing, Kamis (29/8/2024).

    Benda yang Sering Bikin Saluran Air Mampet

    1. Sisa Makanan

    Kemungkinan masih ada sisa-sisa makanan di piring yang terbuang ke saluran air saat mencuci piring. Jika saluran air tidak tersiram dengan baik, maka sisa-sisa makanan bisa menumpuk menjadi sampah.

    Sisa makanan kecil dan mudah lembek mungkin tidak berpengaruh banyak. Tetapi bila jumlahnya banyak atau padat bisa menyumbat saluran air, misalnya tulang, wortel, dan sebagainya.

    Oleh karena itu, sebaiknya kumpulkan sisa-sisa makanan sebelum mencuci agar tidak terbawa air. Kamu bisa mendaur ulang sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos.

    2. Rambut

    Saat keramas, sering kali tanpa sadar rambut kita ada yang rontok, begitu pula dengan hewan peliharaan. Rambut ini lama-kelamaan bisa bercampur dengan sampah makanan hingga menyumbat saluran air.

    Pasanglah penutup saluran air di kamar mandi untuk mencegah masuknya rambut. Jika suka memandikan hewan, pertimbangkan melakukannya di luar rumah.

    3. Sabun

    Sabun batangan sering kali tidak digunakan sampai habis. Sisanya yang berukuran kecil dapat jatuh dan terbuang di saluran air.

    Selain itu, buih sabun yang berlebihan juga sulit dihilangkan dari permukaan kamar mandi dan bisa menyebabkan pipa pembuangan tersumbat.

    Jika sabun batangan meninggalkan buih yang terlihat, pertimbangkan untuk beralih ke sabun cair atau sabun batangan yang komposisinya tanpa lemak hewani.

    4. Tisu

    Tisu adalah penyebab dari kebanyakan penyumbatan saluran air. Ini termasuk tisu yang dibuang sembarangan maupun serpihan tisu yang jatuh karena tersiram air.

    Sebaiknya kamu membuang tisu di tempat sampah, bukan di toilet. Sebab sebagian besar tisu tidak larut dan dapat membentuk penyumbatan di dalam toilet, maupun saluran air.

    5. Lemak dan Minyak

    Lemak dan minyak mungkin terlihat seperti benda cair dan tidak berbahaya. Namun kenyataannya, zat ini lama-kelamaan akan melapisi dinding pipa dan bergabung dengan puing-puing lainnya hingga menyebabkan sumbatan.

    Kumpulkan minyak goreng bekas pakai ke dalam stoples. Jika penuh, buang ke sampah rumah tangga. Atau buang minyak ke sampah padat yang bisa menyerap minyak, misalnya tisu, kertas, dan biarkan dibuang bersama sampah rumah tangga.

    6. Penumpukan Mineral

    Endapan mineral dari jenis air tertentu dapat terkumpul di sepanjang dinding saluran air. Beberapa jenis air memiliki kalsium, magnesium, dan mineral lain yang terlarut secara alami dalam air. Kamu bisa menggunakan filter atau penyaring air agar tidak ada penumpukan mineral.

    7. Bilasan Sampah

    Banyak benda-benda kotor yang sering kita bilas di kamar mandi atau toilet, misalnya popok, pembalut, hingga kotoran kucing. Biasakan agar hal tersebut tidak dilakukan lagi. Toilet hanya untuk membilas kotoran manusia.

    Jadi ada baiknya menyediakan tempat sampah di dalam kamar mandi untuk memudahkan kita membuang sampah dengan benar.

    8. Benda Asing

    Jika membersihkan saluran air, mungkin kamu menemukan benda asing atau yang tak diperkirakan, misalnya mainan anak. Mainan anak yang padat akan mengganggu saluran air dan akan menyumbat jika bergabung dengan sampah-sampah lainnya.

    Cegah hal ini dengan memasang penutup saluran air untuk melindungi wastafel atau saluran pembuangan toilet dari benda asing ini.

    Nah, itulah tadi penyebab-penyebab saluran air sering mampet. Ada 9 benda yang kemungkinan menjadi penyebabnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mudah Hilangkan Jamur di Kasur, Cukup Pakai Alat Pembersih di Rumah


    Jakarta

    Jamur yang tumbuh di permukaan kasur bisa jadi hal yang menyebalkan dan sebagai pertanda masalah. Jamur yang muncul tersebut bisa menyebabkan bintik-bintik coklat kehitaman dan beberapa jenisnya bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Jika kamu menemukan adanya jamur lebih awal, jamur bisa dihilangkan dengan mudah. Sebab, penyebab utama jamur muncul adalah kondisi di dalam dan sekitar kasur terlalu lembap.

    Dilansir The Spruce, Jumat (1/11/2024), berikut langkah untuk menghilangkan jamur yang ada di kasur.


    1. Siapkan Alat Pengaman dan Penyaring Udara

    Untuk mencegah kamu terkena alergi karena spora jamur, saat berada di kasur gunakan pelindung mata, masker, dan sarung tangan karet. Jika memungkinkan, letakkan alat pembersih udara untuk membantu menangkap jamur yang beterbangan di udara.

    2. Lepas Semua Barang yang Melapisi Kasur

    Lepaskan semua perlengkapan tempat tidur, termasuk pelindung kasur atau sprei. Lalu, cuci perlengkapan tidur dengan air panas yang cocok untuk jenis kainnya. Tambahkan pewangi dan cairan pembunuh kuman. Keringkan sprei pada suhu tinggi yang sesuai untuk kain, hal ini memastikan spora jamur telah hilang dari sprei kamu.

    3. Gunakan Vakum

    Ambil penyedot debu, arahkan dari salah satu ujung kasur dan bersihkan seluruh permukaannya dengan penyedot debu, jangan lupakan area yang tidak terkena jamur.

    Balikkan kasur dan periksa sisi lainnya untuk melihat apakah ada jamur yang tumbuh, lalu ulangi proses penyedotan debu. Setelah selesai, bawa penyedot debu ke luar untuk mengurangi kemungkinan penyebaran jamur, lalu buang ke tempat sampah luar.

    4. Hilangkan Jamur dengan Larutan Alkohol

    Bersihkan area yang ditumbuhi jamur dengan produk yang dapat membunuh spora. Untuk membunuh jamur di permukaan kasur, campurkan larutan isopropil alkohol dan air dengan perbandingan 50:50.

    Celupkan kain bersih lalu gosok perlahan permukaan kasur yang berjamur dengan gerakan memutar. Jangan basahi kasur dalam jumlah berlebihan karena akan merusak kasur. Setelah jamur sudah tidak terlihat, bilas dengan air bersih.

    5. Keringkan Secara Menyeluruh

    Tambahkan kipas angin atau pindahkan kasur ke tempat yang terkena sinar matahari langsung untuk membantunya kering secepat dan semaksimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Teras Sering Kotor gegara Cipratan Air Hujan? Cegah Pakai 3 Cara Ini



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, halaman depan akan sering tergenang air. Otomatis bagian teras juga ikut kotor terkena cipratan air bercampur tanah. Belum lagi lantai teras jadi licin karena cipratan air tersebut.

    Salah satu cara agar teras tidak semakin kotor adalah dengan tidak memakai sepatu atau sandal yang baru saja menginjak tanah ke teras rumah, nanti bercak coklat tercetak di teras. Masalah lainnya adalah jika pipa air pembuangan dari atas berada di dekat teras, cipratan air pasti langsung masuk ke area teras.

    Sebenarnya cipratan air bercampur tanah ini mudah dibersihkan cukup dipel atau dilap. Namun, harus langsung dibersihkan. Apabila sudah kering kamu perlu membasahi lantainya lagi dan menggosok noda tersebut.


    Ada cara lain yang lebih efektif sehingga kamu tidak susah membersihkan yakni dengan mencegah cipratan air tersebut masuk ke area teras. Melansir dari Good to be Home Magazine, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa cara agar rumah tetap bersih dari cipratan air.

    1. Buat Taman Hujan

    Taman hujan adalah area hijau yang ditumbuhi dengan tanaman yang dapat menyerap air dengan baik. Salah satu tanaman yang cocok adalah tanaman rumput zebra yang memiliki daun panjang dan ramping.

    Rumput ini berfungsi sebagai penyaring alami dan menyerap air sehingga dapat mencegah luapan. Tanaman berakar dalam seperti tanaman keras merendam dan menyimpan air untuk bertahan hidup selama musim kemarau. Dengan adanya tanaman ini terutama ditanam di pinggiran teras bisa mencegah cipratan air masuk.

    2. Buat Saluran Pembuangan Air

    Kamu tidak bisa hanya mengandalkan air hujan menyerap, alternatif lainnya adalah membuat sebuah selokan kecil atau saluran air yang mengarah ke tempat pembuangan terdekat.

    3. Letakkan Kerikil di Bawah Pipa Air

    Beberapa pipa ada yang dipasang di atas sehingga air yang jatuh di atap akan terbuang seperti air terjun. Kamu bisa menambahkan rantai talang air di tengah mulut air keluar agar aliran airnya mengikuti rantai itu. Kemudian, agar cipratan air tidak langsung menyentuh tanah dan membuat kotor, kamu bisa menambahkan kerikil di bawahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Sederet Barang Ini Tak Boleh Ditaruh Dekat Jendela



    Jakarta

    Jendela menjadi bagian yang cukup penting bagi sebuah rumah. Selain agar masuknya pencahayaan dari luar, jendela juga berfungsi sebagai sirkulasi udara.

    Nah sering kali jeda di pinggir-pinggir jendela dimanfaatkan untuk menaruh barang, Seperti tanaman ataupun hiasan. Padahal tidak semua barang-barang bisa tahan terpapar sinar matahari. Banyak barang yang dapat menua lebih cepat, mengalami perubahan warna, dan bisa saja hancur karena paparan sinar UV sehingga sangat penting untuk memperhatikan hal itu.

    Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (6/112024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan dekat dengan jendela agar mengurangi paparan sinar matahari.


    Karya Seni

    Sinar matahari dapat memberikan sorotan alami untuk karya seni, namun lebih baik memilih cahaya buatan yang tidak akan memudarkan atau mengubah warna karya seni kamu. Jika karya seni berada di dekat jendela, sebaiknya bingkai dengan kaca penyaring UV.

    Lilin Aromaterapi

    Aroma dan warna lilin akan rusak jika kamu menaruhnya di dekat jendela. Sinar matahari akan menyebabkan proses oksidasi yang merusak unsur-unsur wangi dan pewarna lili. Simpan lilin di tempat tersembunyi untuk memastikan aromanya tetap harum.

    Buku

    Sinar matahari dapat mempercepat kerusakan buka, sehingga kerusakan yang terjadi tidak dapat dibetulkan. Kerusakan seperti halaman buku yang menguning dan rapuh, perubahan warna pada sampul, dan jilidan buku yang longgar.

    Gunakan kotak untuk menyimpan buku-buku yang paling rapuh atau mudah rusak, dan menata ulang koleksi buku serta simpan di tempat yang sejuk dan gelap sehingga akan menjaga kondisi buku tetap bagus.

    Foto

    Sinar UV matahari dapat memudarkan warna lebih cepat daripada yang seharusnya, penting untuk menyimpannya dengan hati-hati. Hasil cetak harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, pilih kaca pelindung UV untuk menjaga foto agar tidak rusak.

    Perlengkapan Pembersih

    Sinar matahari dapat menjadi pembersih alami, namun sinar matahari tidak akan membantu larutan pembersih karena panas dan kelembapan yang ditimbulkan. Perubahan ini dapat mempengaruhi kualitas perlengkapan pembersih kamu.

    Lebih baik menyimpan perlengkapan rumah tangga di bawah wastafel atau di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

    Elektronik

    Peralatan elektronik harus tetap dingin, oleh karena itu peralatan elektronik harus diletakkan di tempat yang mendapatkan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Meletakkan peralatan ini di dekat jendela dapat menyebabkan peralatan menjadi panas dan rentan kerusakan.

    Jika kamu meletakkan peralatan elektronik di dekat jendela dan menyadari bahwa terlalu panas, pindahkan peralatan ke tempat yang teduh dan jangan gunakan lagi hingga peralatan tersebut dingin.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Bersihkan Kipas Angin Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Saat udara panas menerjang di dalam rumah, pastinya kamu menginginkan udara yang segar yang membuat rumah adem. Kipas angin dapat membantu hal itu, namun kamu harus membersihkannya secara teratur.

    Dengan semua pergerakan di udara, motor penggerak dapat menarik kotoran dan debu yang mengganggu performa kipas angin. Kotoran dan debu dapat menempel pada bilah dan rangka kipas serta mengumpulkan debu.

    Membersihkan kipas sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Frekuensi pembersihan sangat bergantung pada tingkat debu di rumah, dengan pembersihan seminggu atau dua minggu sekali merupakan kebiasaan yang bagus.


    Melansir The Spruce, berikut langkah mudah membersihkan kipas dengan benar.

    Cara Bersihkan Kipas Angin

    Inilah cara membersihkan kipas angin agar bekerja dengan baik dan menghasilkan udara sejuk.

    1. Pastikan Keselamatan

    Sebelum membersihkan kipas jenis apapun, pastikan unit telah dicabut dari stopkontak di dinding atau pastikan kipas dalam posisi mati.

    2. Singkirkan Debu dengan Cepat

    Untuk pembersihan rutin, kamu tidak perlu membongkar kipas untuk membersihkan bilahnya. Gunakan pengering rambut atau udara bertekanan untuk meniup debu dari permukaan bilahnya.

    Gunakan pengaturan udara paling dingin pada pengering rambut dan jaga jarak dari bilahnya. Pastikan untuk memutar kipas untuk membersihkan bagian belakang bilah dengan cara yang sama.

    3. Menyedot Debu dengan Vakum

    Gunakan penyedot debu genggam atau berukuran besar dengan sikat debu, bersihkan semua permukaan kipas dengan hati-hati. Mulailah dari bagian atas kipas dan bersihkan bagian padat.

    Berikan perhatian ekstra pada debu yang terkumpul pada ventilasi pembuangan motor penggerak dan kabel listrik.

    4. Bersihkan Noda

    Basahi kain microfiber sedikit dan bersihkan noda pada casing kipas, terutama di sekitar kontrol. Jika kamu memiliki kipas angin dengan dudukan, bersihkan tiang dan alas kipas sehingga bersih secara menyeluruh.

    Tips agar Kipas Angin Tetap Bersih Lebih Lama

    Membersihkan kipas angin seminggu sekali secara teratur akan membantu mengurangi debu seminimal mungkin. Dengan begitu, kamu tidak perlu membersihkan kipas angin secara menyeluruh terlalu mungkin.

    Jika kipas angin kamu memiliki penyaring udara, jangan lupa untuk memeriksanya secara berkala untuk memastikan bersih agar kipas angin dapat bekerja secara efisien dan efektif.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi Agar Tak Mampet


    Jakarta

    Saluran air kamar mandi yang mampet merupakan masalah yang sering ditemukan. Hal itu tentunya sangat menjengkelkan karena bisa membuat air bekas mandi tergenang dan membutuhkan waktu untuk surut.

    Tak hanya itu, saluran air yang mampet juga bisa menimbulkan bau tak sedap. Jika terjadi dalam waktu lama, kamar mandi bisa saja menjadi lebih lembap dan memungkinkan tumbuhnya jamur.

    Tentunya kamu nggak mau kan hal itu terjadi? Nah, ada beberapa cara untuk mengatasi saluran air kamar mandi yang mampet.


    sebelum mengetahui cara mengatasi saluran air kamar mandi, ketahui dulu seberapa sering saluran air kamar mandi dibersihkan. Berikut ini informasinya.

    Seberapa Sering Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi?

    Melansir Real Simple, membersihkan saluran air kamar mandi sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk menghilangkan rambut yang terjebak dan sisa sabun. Jika ada beberapa penghuni rumah memiliki rambut panjang, membersihkan saluran air lebih baik dilakukan setiap dua minggu sekali.

    Langkah-Langkah Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi

    Ketahui Penyebabnya

    Sebelum kita mulai membersihkan, penting untuk mengetahui penyebab saluran air kamar mandi mampet dan berbau tidak sedap. Apakah disebabkan oleh sisa sabun, rambut panjang, atau mungkin jamur? Dengan mengidentifikasi penyebabnya, kamu akan mudah dalam memilih metode pembersihan yang paling efektif.

    Bersihkan dengan Penyedot Toilet

    Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan penyedot toilet. Isi bak mandi atau kamar mandi dengan air hingga menggenang untuk menutupi bagian karet embung. Tempatkan embung di atas saluran dan tekan-tekan untuk menciptakan tekanan air yang bisa menghilangkan sumbatan. Jika langkah ini tidak berhasil, gunakan drain snake untuk menjangkau dan menghilangkan sumbatan yang lebih sulit.

    Bersihkan dengan Soda Kue dan Cuka

    Soda kue dan cuka bisa menjadi penyelamat dalam membersihkan saluran air kamar mandi akibat sisa sabun yang mengeras. Rebus air, lalu tuangkan ke dalam saluran air kamar mandi. Setelah itu, campur 1 cangkir soda kue dan 1 cangkir cuka putih. Tuangkan campuran ini ke dalam saluran dan biarkan bekerja selama minimal 10 menit sebelum dibilas dengan air panas.

    Bersihkan dengan Produk Serbuk Anti Mampet

    Jika sumbatan terlalu sulit, kamu bisa coba membersihkannya dengan serbuk anti mampet untuk saluran air yang dijual di pasaran. Pembersih saluran berbasis kimia ini bisa membantu melarutkan sumbatan yang lebih kuat. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat dan menggunakan perlindungan mata serta sarung tangan.

    Langkah Pencegahan Agar Saluran Air Kamar Mandi Tetap Lancar

    Agar masalah saluran air tidak kembali, terapkan langkah-langkah pencegahan berikut:

    • Gunakan penyaring rambut untuk mencegah rambut masuk ke dalam saluran.
    • Rutin membersihkan saluran menggunakan soda kue dan cuka untuk mencegah penumpukan sisa sabun.
    • Evaluasi produk kebersihan yang kamu pakai yang mungkin menjadi penyebab saluran air mampet.

    Jangan lupa untuk membersihkan penutup saluran air kamar mandi dari rambut maupun sisa sabun supaya bersih.

    Demikian cara efektif membersihkan saluran air kamar mandi agar tidak mampet dan terhindar dari bau tak sedap. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa kembali menggunakan kamar mandi yang bersih, lancar, dan bebas dari bau tak sedap. Semoga informasinya bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu PAM, 5 Solusi Bikin Air Keran yang Keruh Jadi Jernih



    Jakarta

    Persoalan air keran di rumah kotor dan keruh menjadi masalah yang kerap terjadi di rumah terutama untuk rumah yang baru dihuni. Air keran yang bersumber dari sumur bor atau pompa biasanya tidak sebersih air yang dipasok dari perusahaan air minum (PAM).

    Air keran yang keruh dan kotor yang dipakai untuk mandi dan mencuci tak hanya bisa menyebabkan gangguan pada kulit, bila air itu juga dipakai untuk memasak dan minum, penyakit lain pun akan mengintai.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air keran kotor dan keruh tanpa harus berlanggapan PAM.


    Berikut tips membuat air keran jernih dilansir dari Angi:

    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 5 Tips Amankan Listrik dan Rumah Saat Banjir



    Jakarta

    Belakangan ini beberapa wilayah di Indonesia terus menerus diguyur hujan lebat. Kondisi ini tentu membuat para warga yang tinggal di wilayah rawan banjir khawatir.

    Jika terjadi banjir besar banyak korban yang memilih untuk meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Nah sebelum melakukan itu sebaiknya pastikan rumah dan listrik dalam keadaan aman dengan cara berikut. Berikut ini tipsnya.

    1. Matikan Listrik di Rumah

    Saat air sudah masuk ke dalam rumah, langsung matikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) karena ditakutkan ada stopkontak terjadi korsleting listrik.


    Mengutip dari situs Perusahaan Listrik Negara (PLN), peralatan listrik yang masih tersambung dengan stopkontak dan alat elektronik sebaiknya dinaikkan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, cabut barang elektronik yang masih tersambung ke listrik.

    Apabila terjadi banjir dan belum sempat mematikan listrik, kamu bisa melaporkan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat.

    2. Pakai Lampu Darurat

    Selama listrik mati, otomatis rumah dalam keadaan gelap atau kurang pencahayaan, kamu bisa menerangi rumah dengan cahaya dari senter, ponsel, atau lampu darurat yang tersedia di rumah. Hindari menggunakan lilin karena permukaan rumah yang tidak stabil akibat pergerakan air.

    Jika perlu keluar saat banjir atau berjalan di dalam rumah bisa gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, tiang payung, sapu, dan atau barang panjang lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang.

    3. Taruh Perabotan di Tempat Tinggi

    Pindahkan perabotan yang ringan dan kecil ke atas dan kering agar tidak terendam banjir terutama yang berbahan kain atau besi yang mudah berkarat dan timbul jamur. Untuk barang-barang berharga, simpan ke tempat yang kering dan aman sehingga saat meninggalkan rumah tidak ada barang yang hilang dan rusak.

    4. Jangan Tutup Saluran Air

    Biarkan saluran air tetap terbuka untuk mempercepat air surut. Namun, tetap gunakan semacam penyaring agar hewan seperti ular tidak keluar dari lubang di dalam rumah.

    5. Kunci Rumah

    Saat listrik dimatikan tidak ada barang elektronik yang berfungsi termasuk alat keamanan di rumah seperti smart door atau CCTV. Dengan demikian kamu perlu menggunakan sistem keamanan manual. Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi pastikan sudah mengunci pintu, jendela, pagar, menutup gorden, dan akses lainnya agar tetap aman.

    Itulah tips supaya rumah dan listrik aman saat terjadi banjir. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 5 Hal Ini Jika Rumah Kebanjiran!



    Jakarta

    Hujan besar dengan durasi yang cukup lama beberapa hari kemarin membuat beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Kondisi ini juga melanda di beberapa wilayah perumahan.

    Jika rumah terendam banjir ada baiknya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi sebaiknya pastikan rumah dan listrik dalam keadaan aman dengan cara berikut. Berikut ini tipsnya.

    1. Matikan Listrik di Rumah

    Saat air sudah masuk ke dalam rumah, langsung matikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) karena ditakutkan ada stopkontak terjadi korsleting listrik.


    Mengutip dari situs Perusahaan Listrik Negara (PLN), peralatan listrik yang masih tersambung dengan stopkontak dan alat elektronik sebaiknya dinaikkan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, cabut barang elektronik yang masih tersambung ke listrik.

    Apabila terjadi banjir dan belum sempat mematikan listrik, kamu bisa melaporkan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat.

    2. Pakai Lampu Darurat

    Selama listrik mati, otomatis rumah dalam keadaan gelap atau kurang pencahayaan, kamu bisa menerangi rumah dengan cahaya dari senter, ponsel, atau lampu darurat yang tersedia di rumah. Hindari menggunakan lilin karena permukaan rumah yang tidak stabil akibat pergerakan air.

    Jika perlu keluar saat banjir atau berjalan di dalam rumah bisa gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, tiang payung, sapu, dan atau barang panjang lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang.

    3. Taruh Perabotan di Tempat Tinggi

    Pindahkan perabotan yang ringan dan kecil ke atas dan kering agar tidak terendam banjir terutama yang berbahan kain atau besi yang mudah berkarat dan timbul jamur. Untuk barang-barang berharga, simpan ke tempat yang kering dan aman sehingga saat meninggalkan rumah tidak ada barang yang hilang dan rusak.

    4. Jangan Tutup Saluran Air

    Biarkan saluran air tetap terbuka untuk mempercepat air surut. Namun, tetap gunakan semacam penyaring agar hewan seperti ular tidak keluar dari lubang di dalam rumah.

    5. Kunci Rumah

    Saat listrik dimatikan tidak ada barang elektronik yang berfungsi termasuk alat keamanan di rumah seperti smart door atau CCTV. Dengan demikian kamu perlu menggunakan sistem keamanan manual. Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi pastikan sudah mengunci pintu, jendela, pagar, menutup gorden, dan akses lainnya agar tetap aman.

    Itulah tips supaya rumah dan listrik aman saat terjadi banjir. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com