Tag: penyebab air

  • 5 Masalah Water Heater yang Bisa Diperbaiki Tanpa Tukang


    Jakarta

    Water heater menjadi alat andalan buat memanaskan air di kamar mandi agar penghuni rumah tidak kedinginan. Namun, alat ini sewaktu-waktu bisa rusak, apalagi kalau sudah lama digunakan.

    Jika water heater bermasalah, penghuni rumah tidak perlu buru-buru panggil tukang buat memperbaikinya. Ada beberapa masalah pemanas air yang dapat ditangani sendiri.

    Penghuni perlu mengenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater agar tahu cara memperbaikinya. Simak penjelasannya berikut ini.


    Masalah Water Heater

    Inilah deretan masalah yang dapat terjadi pada water heater dan cara memperbaikinya, dikutip dari The Spruce.

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Suhu air yang terlalu panas bukannya membuat nyaman, tetapi menyiksa penghuni rumah. Nah, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Selain itu, masalah yang paling umum pada water heater adalah air yang keluar tidak panas. Hal ini biasanya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Bagian dalam tangki pemanas air bisa korosi sehingga air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater. Batang tersebut mudah korosi dibandingkan tangki. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    4. Water Heater Bocor

    Kemudian, water heater bisa bocor pada bagian katup dan sambungan pipa. Jika air bocor itu hangat atau panas, kemungkinan hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor.

    Untuk memperbaikinya, penghuni dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging. Suara bising itu menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 6 Masalah pada Water Heater, Salah Satunya Tercium Bau Busuk


    Jakarta

    Water heater merupakan perangkat yang berfungsi untuk memanaskan air. Water heater umumnya banyak dipakai di penginapan, terutama di daerah yang cukup dingin.

    Hal ini untuk membantu tamu yang tidak biasa memakai air dingin sehingga ketika mandi tetap nyaman tanpa takut kedinginan. Water heater biasanya sudah aktif secara otomatis di kamar mandi. Bentuknya seperti tabung besar di pojokan.

    Cara mendapatkan air hangat hasil dari water heater adalah mengarahkan keran ke bagian air hangat. Dalam hitungan menit air akan berubah menjadi lebih hangat atau panas.


    Meskipun canggih, pengguna perlu berhati-hati setelah memasang water heater karena perangkat ini kerap mengalami kendala, dilansir The Spruce berikut penjelasannya.

    Masalah Water Heater

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Bagi pengguna baru, kendala yang kerap ditemui ketika memakai water heater adalah tidak mengetahui bagaimana mengatur suhu air hangat yang pas. Ada kalanya air terasa sangat panas seperti membakar kulit dan membuat tangan kemerahan. Alhasil, pengguna jadi harus ekstra hati-hati ketika memakai water heater. Untuk mengatasi hal ini pastikan termostat yang terpasang suhunya pas. Cara mengatur ulang suhunya sebagai berikut. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Matikan daya water heater di panel servis
    • Lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Kendala lainnya yang juga membingungkan adalah ketika water heater tidak dapat memanaskan air di kamar mandi. Hal ini umumnya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali di tombol ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Water heater yang bermasalah bisa menyebabkan kondisi air berubah. Salah satunya adalah water heater yang korosi bisa membuat air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater. Hal ini dikarenakan oksigen yang berada di batang anoda tersebut bersifat korosif.

    4. Water Heater Bocor

    Sama seperti saluran air lainnya, water heater juga bisa bocor. Posisi kebocoran umumnya berada pada bagian katup dan sambungan pipa. Untuk memperbaikinya, pemiliknya dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdengung saat aktif. Suara tersebut menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    6. Mengeluarkan Bau Busuk

    Terpisah, dilansir Homes and Gardens aroma telur busuk bisa saja tercium di dalam rumah. Hal ini dikarenakan adanya kebocoran gas. Salah satunya sumbernya bisa berasal dari water heater di kamar mandi. Bau telur busuk ini jangan dianggap sepele karena bisa mengancam nyawa.

    “Periksa peralatan gas, seperti kompor atau pemanas air (pemanas air), dan periksa letak kebocoran. Biasanya, akan terlihat api kuning atau jelaga di sekitar pembakar sebagai tanda adanya kebocoran. Jika Anda mencurigai adanya kebocoran, segera keluar dan hubungi ahli. Jangan menyalakan korek api atau menyalakan sakelar,” kata Elizabeth Shields, manajer operasional di Super Cleaning Service Louisville, seperti yang dikutip pada Selasa (14/10/2025).

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air (water heater) dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Telur Busuk dari Air Toren? Bisa Jadi Karena Hal Ini!


    Jakarta

    Air yang disimpan dalam toren atau tandon air rumah sering dianggap aman dan siap digunakan. Tetapi, tidak jarang muncul masalah berupa bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengguna.

    Bau tersebut bisa muncul dari aroma seperti telur busuk, tanah lembap, hingga logam yang kadang menunjukkan adanya kondisi penyimpanan atau aliran air yang kurang optimal. Bau tak sedap di tandon air biasanya dikarenakan air yang terlalu lama berada dalam tandon dan menjadi tempat berkembangnya bakteri atau organisme lain.

    Penyebab Air Toren Bau

    Dilansir dari situs Watertest Systems, penyebab air bau di toren tidak selalu berasal dari sumber utama, tetapi juga karena kondisi tangki itu sendiri, seperti tidak tertutup rapat, ventilasi buruk, endapan organik, atau juga karena air yang stagnan. Toren air yang aliran oksigennya rendah dapat memicu pertumbuhan bakteri anaerobik, sehingga air yang lama disimpan berbau sulfur dan tidak sedap. Selain itu juga terdapat penyebab lainnya.


    Pertumbuhan Bakteri dan Alga

    Salah satu penyebab utama air tandon berbau tak sedap adalah karena adanya pertumbuhan bakteri dan alga. Air yang diam atau jarang dikuras, menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang

    Bakteri jenis ini bisa menghasilkan gas sulfur yang menimbulkan bau tak sedang . Alga yang menempel di dinding tangki juga dapat memproduksi aroma tanah atau amis.

    Penumpukan Endapan dan Kotoran Organik

    Endapan di dasar toren juga sering menjadi penyebab bau. Daun, ranting, serangga, atau kotoran burung yang masuk ke toren bisa terurai dan menghasilkan bau tidak sedap. Endapan mineral atau karat di dasar tangki pun bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri yang memperparah aroma air.

    Kualitas Air dan Material Tandon

    Air yang digunakan untuk mengisi toren bisa mengandung senyawa sulfur, besi, atau mangan, yang berpotensi menimbulkan bau. Selain itu, tandon yang terbuat dari bahan yang sudah tua atau rapuh rentan mengalami korosi dan menumpuk lumut, yang mempercepat terbentuknya bau logam atau tanah.

    Ventilasi dan Sirkulasi yang Buruk

    Toren yang tertutup rapat tanpa ventilasi atau aliran air yang jarang bergerak menciptakan kondisi air stagnan tertampung dalam tandon. Kondisi ini memudahkan bakteri anaerobik berkembang, sehingga bau muncul lebih cepat.

    Tutup Tangki Tidak Rapat atau Sambungan Bocor

    Jika tutup toren tidak rapat atau sambungan pipa bocor, debu, serangga, dan kotoran bisa masuk. Hal ini menyebabkan kontaminasi yang menimbulkan bau, terutama saat air toren jarang dibersihkan.

    Cara Mengatasi Air Tandon yang Bau

    Bersihkan Toren Secara Rutin

    Dilansir dari situs Watertest System, pembersihan tandon disarankan minimal enam bulan sekali untuk menjaga kebersihan air. Kosongkan toren, bersihkan dinding, dan dasar dari endapan lumut, lalu bilas dengan air bersih.

    Pastikan Tutup Toren dan Saringan Baik

    Pastikan tutup tangki rapat dan saringan pipa masuk bebas dari daun atau kotoran. Untuk toren yang diisi air hujan, gunakan first-flush diverter untuk mencegah kotoran besar masuk.

    Perbaiki Sirkulasi dan Ventilasi

    Kuras air dalam toren sesekali dengan cara mengalirkannya dan membiarkannya tergantikan dengan yang baru. Pastikan juga ventilasi toren berfungsi untuk mencegah kondisi anaerobik.

    Periksa Sumber Air dan Instalasi

    Jika air sumber berbau, lakukan pengujian kualitas dan gunakan filter atau sistem pengolahan. Periksa kondisi pipa dan tandon, ganti jika terjadi korosi atau kerusakan.

    Disinfeksi Bila Diperlukan

    Untuk bau akibat bakteri sulfur, bisa dilakukan pengapuran ringan atau shock chlorination. Langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak peralatan atau tanaman jika air digunakan untuk irigasi.

    Itulah penyebab air toren berbau tidak sedap dan cara mengatasinya. Lakukan pengecekan air tandon sekarang. Semoga membantu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com