Tag: penyebab kebocoran

  • Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

    Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

    Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

    1. Periksa Bagian Atap

    Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


    2. Cari Sumber Kebocoran

    Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

    Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

    3. Mengecek Bagian Bawah Atap

    Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

    Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

    4. Memperbaiki Atap yang Rusak

    Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Begini Cara Periksa Kebocoran Listrik di Rumah


    Jakarta

    Masalah kelistrikan di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Ada beberapa masalah seputar listrik yang tidak diketahui jika dilihat dari fisiknya saja. Kamu perlu mengeceknya langsung dari meteran listrik. Salah satunya adalah kebocoran listrik.

    Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya hingga bisa menyengat manusia dan tidak akan mati meskipun meteran listrik atau kWh meter sudah dalam kondisi mati.

    SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kebocoran listrik dapat berbahaya bagi penghuni rumah. Terutama pada aliran listrik yang bocor di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.


    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti ditulis Jumat (1/11/2024).

    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

    Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

    Untuk mengecek ada kebocoran atau tidak pada listrik, caranya cukup mudah. Kamu bisa mengeceknya di meteran listrik yang biasanya terpasang di depan rumah. Namun, ini hanya berlaku pada meteran listrik pra bayar yang memiliki tombol. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengikuti cara berikut.

    1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

    2. Matikan meteran listrik

    3. Tekan angka ’44’ lalu enter

    4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

    Penyebab Kebocoran Listrik

    1. Kabel Listrik Sudah Tua

    Risiko kebocoran listrik bisa terjadi pada kabel listrik yang periode pemakaiannya sudah lama.

    “Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

    2. Pemasangan Kabel yang Tidak Sesuai

    Meskipun bentuk kabel sama, ternyata setiap besaran arus listrik jenis kabel yang digunakan berbeda lho. Yudhi menuturkan penyambungan kabel yang sembarangan dan tidak sama besarannya dapat menyebabkan arus listrik bocor.

    “Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

    3. Kabel Stop Kontak Berbeda Dipakai Bersambung

    Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memperbaiki Kran Air yang Menetes Terus dan Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada kran adalah airnya terus menetes atau tidak bisa menutup sempurna. Hal ini bisa mengakibatkan air bisa terbuang sia-sia dan menjadi pemborosan.

    Untuk mengatasinya, detikers tidak perlu memanggil tukang. Simak cara memperbaiki kran air yang menetes terus berikut ini, lengkap dengan kemungkinan penyebabnya.

    Cara Memperbaiki Kran Air

    Biasanya kran bisa diperbaiki dengan mengganti washer maupun ring-O. Dirangkum dari situs My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus:


    1. Siapkan Peralatan

    Beberapa peralatan yang diperlukan yaitu kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng.

    2. Matikan Saluran Air

    Pastikan untuk mematikan saluran air agar memudahkan prosesnya. Ini juga menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

    3. Tutup Juga Saluran Pembuangan di Sekitar Kran

    Jangan lupa menutup saluran pembuangan di sekitar kran untuk berjaga-jaga agar tidak ada bagian-bagian kran masuk ke lubang pembuangan saat proses perbaikan.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Gunakanlah obeng untuk melepas sekrup yang pada gagang kran secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan baru kemudian kita bisa membuka sekrup pengaman.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Setelah melepas gagang, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, maka akan terlihat komponennya.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge secara saksama. Cek apakah ada tanda keausan, kerusakan, atau kelonggaran. Jika ada tanda tersebut, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika kran didesain dengan sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekeliling ulir sebelum memasangnya lagi. Hal ini dilakukan agar lebih kencang dan mencegah air merembes lewat ulir tersebut.

    8. Pasang Kran

    Pasang lagi katup secara pelan-pelan pada lokasi semula, dan pastikan bahwa sejajar dengan komponen internal kran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya, yaitu dengan memutar searah jarum jam. Pastikan kencang, tetapi jangan terlalu kencang.

    9. Pasang Kembali Gagang Kran

    Pasang kembali gagang kran dengan memasang sekrupnya. Jika ada penutupnya, pasang kembali pada tempatnya.

    10. Nyalakan Saluran Air

    Nyalakan saluran air. Coba buka dan tutup kran apakah alirannya normal dan apakah masih ada kebocoran. Jika masih ada kebocoran, coba pastikan lagi komponennya terpasang dengan kencang. Jika masih belum teratasi, mungkin detikers harus mengganti kran dengan yang baru.

    Penyebab Kran Air Menetes Terus

    Selain mengetahui cara memperbaiki kran air yang menetes terus, detikers juga sebaiknya tahu penyebab kran air menetes terus. Berikut beberapa penyebab yang dilansir dari Swan’s Plumbing:

    1. Washer Aus atau Rusak

    Penyebab pertama adalah yang paling umum terjadi, yaitu washer yang aus atau rusak. Washer adalah segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang kran yang mencegah air mengalir saat kran ditutup.

    2. Komponen Longgar atau Rusak

    Kran memiliki berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup yang dapat menjadi longgar atau rusak. Jika salah satu dari komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, maka dapat menyebabkan kebocoran.

    3. Tekanan Air Terlalu Besar

    Penyebab lainnya adalah tekanan air yang terlalu besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam kran, sehingga bisa menyebabkan bocor. Detikers bisa memasang pengatur tekanan saluran air agar mencegah kerusakan.

    4. Korosi dan Penumpukan Mineral

    Mineral dan endapan di dalam air dapat menumpuk di dalam kran dan menyebabkan korosi atau penyumbatan. Masalah ini dapat menyebabkan kebocoran dengan mengganggu fungsi komponen kran.

    5. Pipa retak atau rusak

    Dalam beberapa kasus, air yang menetes mungkin terjadi bukan karena masalah kran, tetapi berasal dari pipa. Pipa yang retak atau rusak dapat menyebabkan air bocor pada titik sambungan kran.

    6. Faktor Usia

    Terakhir adalah faktor usia. Semakin lama usia kran maka komponennya juga akan aus, sehingga menyebabkan kebocoran.

    Demikian tadi cara memperbaiki kran air yang menetes terus tanpa memanggil tukang, beserta penyebab kebocoran pada kran. Semoga bermanfaat!

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Bagian Rumah yang Rawan Kebocoran



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, tentunya harus memiliki perhatian ekstra terhadap rumah. Rumah yang kurang mendapatkan perawatan sangat beresiko terjadinya kebocoran, hal ini akan sangat mengganggu dan berbahaya.

    Ada beberapa bagian yang harus diperhatikan karena memiliki resiko tinggi terhadap kebocoran sehingga menimbulkan kerusakan. Kebocoran di rumah juga bisa menimbulkan kelembapan yang berlebih.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa bagian area rumah yang rawan kebocoran saat musim hujan tiba.


    Talang Air

    Pemeriksaan rutin atap dan talang air sangat penting untuk dilakukan. Talang air yang tersumbat akan menyebabkan luapan air dan kebocoran, sehingga akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

    Jendela Atap atau Skylight

    Skylight merupakan cara yang bagus untuk menambah cahaya alami di dapur dan rumah, Skylight juga merupakan salah satu area utama di rumah yang rawan bocor di musim hujan, sehingga hal ini bisa menjadi penyebab utama kebocoran di rumah.

    Masalah yang umum terjadi adalah kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu atau karena terhantam badai. Memperbaikinya bukanlah masalah besar, biasanya hanya melibatkan pemasangan segel baru atau pendempulan.

    Namun, jika ada retakan pada kaca, disarankan untuk secepatnya mengganti seluruh kaca. Jangan hanya menambalnya, karena akan menambah kerusakan yang lebih parah.

    Jendela dan Pintu

    Jendela dan pintu bisa menjadi penyebab kebocoran di rumah. Selama musim hujan, pastikan jendela dan pintu tertutup rapat. Periksa juga keretakan dan celah yang bisa menyebabkan air masuk ke rumah.

    Dek Rumah

    Dek rumah saat musim hujan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Area dek dapat dengan cepat menjadi area bermasalah dan menyebabkan kondisi dek licin yang berbahaya serta beresiko jatuh

    Sambungan dek merupakan sumber umum kebocoran, seperti baut atau sekrup yang menahan dek ke rumah terlihat berkarat atau kendur, sehingga memungkinkan air merembes ke are di bawah dek.

    Lembah Atap

    Lembah atap merupakan titik-titik tempat dua bagian atap bertemu membentuk palung. Tempat ini berperan penting dalam mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap dapat mengembang dan mengacaukan flashing, sehingga membuka pintu kebocoran.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


    Jakarta

    Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

    Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

    Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


    Titik Rawan Bocor di Rumah

    Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

    1. Talang Air

    Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

    2. Jendela Atap atau Skylight

    Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

    Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

    Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

    3. Jendela dan Pintu

    Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

    Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

    4. Lembah Atap

    Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

    Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Tahu Ada Kebocoran Listrik di Rumah dan Penyebabnya


    Jakarta

    Kebocoran listrik harus diketahui sejak awal karena apabila terlambat bisa menimbulkan sengatan listrik dan membahayakan keselamatan penghuni rumah.

    Ada pun, kebocoran listrik adalah kondisi arus listrik yang mengalir di luar jalur. Listrik yang mengalir di luar jalur ini tidak bisa dicegah meskipun token listrik telah dalam kondisi mati.

    Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya hingga bisa menyengat manusia dan tidak akan mati meskipun meteran listrik atau kWh meter sudah dalam kondisi mati.


    SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kondisi listrik dapat lebih berbahaya apabila lokasi yang bocor berada di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Jumat (1/11/2024) lalu.

    “(Aliran dekat air) itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

    Lantas, bagaimana cara mengetahui ada kebocoran listrik di rumah? Berikut penjelasannya.

    Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

    Kebocoran listrik di rumah bisa diketahui dengan mengecek meteran listrik atau token, terutama yang memakai meteran pra bayar. Selanjutnya lakukan hal ini:

    1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

    2. Matikan meteran listrik

    3. Tekan angka ’44’ lalu enter

    4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

    Penyebab Kebocoran Listrik

    Kebocoran listrik bisa disebabkan oleh beberapa hal, berikut di antaranya.

    1. Kabel yang Dipakai Tak Sesuai

    Kabel yang dipasang di rumah harus menyesuaikan dengan besaran listrik di rumah. Sebab, setiap besaran arus listrik memiliki jenis kabel berbeda. Apabila memakai kabel asal-asalan dan tak layak pakai, kebocoran listrik mudah terjadi

    “Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

    2.Kabel Listrik Sudah Tua

    Usahakan memakai kabel baru dan yang memiliki kondisi yang baik. Banyak kejadian kebocoran listrik terjadi karena periode pemakaiannya sudah lama.

    “Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

    3. Pemakaian Stop Kontak Bersambung

    Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Cipratan Air AC yang Membasahi Dinding



    Jakarta

    Cipratan air dari unit AC yang menetes ke dinding rumah tentu bikin risih. Selain menimbulkan bercak lembap dan berisiko merusak cat tembok, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya kebocoran pada sistem pendingin ruangan.

    Masalah ini cukup umum terjadi di rumah-rumah yang menggunakan AC, terutama jika perangkat tidak dirawat secara rutin. Namun sebelum buru-buru memanggil teknisi, penting untuk mengetahui apa saja penyebab cipratan air dari AC dan bagaimana mengatasinya.

    Penyebab AC Menetes dan Membasahi Dinding

    Mengutip Mitsubishi Electric Indonesia, berikut beberapa penyebab umum mengapa air dari AC bisa menetes hingga mengenai dinding:


    Filter Udara Kotor

    Filter yang kotor bisa menghambat aliran udara dan membuat evaporator membeku. Saat es mencair, air yang berlebihan bisa keluar dan menetes ke dinding.

    Pemasangan Tidak Rata

    Posisi AC yang miring ke satu sisi bisa membuat air pembuangan tidak mengalir ke selang dengan baik, dan akhirnya menetes ke luar unit.

    Saluran Pembuangan Tersumbat

    Lumut, jamur, atau kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan bisa menghalangi aliran air. Akibatnya, air mencari celah lain dan keluar lewat celah di dekat unit, lalu membasahi dinding.

    Freon Bocor

    Freon yang bocor biasanya menyebabkan AC tidak dingin. Tapi dalam beberapa kasus, kebocoran ini bisa memicu pembentukan embun dan tetesan air yang jatuh ke luar unit.

    Pipa Sudah Tua

    Pipa AC yang sudah usang dan retak bisa jadi penyebab kebocoran. Air yang seharusnya mengalir ke luar rumah justru menetes dari sambungan pipa yang rapuh.

    Cara Mengatasi Cipratan Air dari AC

    Jika kamu sudah menemukan dinding rumah mulai lembap atau cat mengelupas karena tetesan AC, berikut langkah penanganan awal yang bisa dilakukan:

    • Matikan AC dan cabut kabel listriknya untuk mencegah korsleting.
    • Periksa posisi AC, pastikan tidak miring.
    • Cek saluran pembuangan, bersihkan dari sumbatan lumut atau debu.
    • Ganti filter udara jika sudah kotor dan mampet.
    • Gunakan sealant sementara di titik kebocoran pipa jika terlihat ada retakan.

    Bila masalah tetap berlanjut atau sumber kebocoran sulit ditemukan, sebaiknya segera hubungi teknisi AC profesional. Penanganan yang salah bisa memperparah kerusakan dan berdampak pada komponen lainnya.

    Waspadai Ciri-Ciri AC Bocor

    Cipratan air bukan satu-satunya gejala AC bermasalah. Beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai antara lain:

    • AC tidak dingin meski suhu sudah disetel rendah
    • Muncul suara kasar dari unit indoor
    • Ada es di bagian kondensor
    • Tetesan air makin banyak setiap harinya
    • Tagihan listrik naik karena AC bekerja lebih keras

    Dengan perawatan rutin dan pengecekan sederhana, kebocoran AC yang menyebabkan dinding lembap bisa dicegah. Jangan abaikan masalah sepele ini, karena bisa berujung pada biaya perbaikan rumah yang lebih besar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Tetap Bocor Meski Sudah Bolak-balik Diperbaiki? Ini Masalahnya


    Jakarta

    Setiap jenis material atap pasti memiliki risiko bocor. Penyebab utamanya adalah kualitasnya yang tidak begitu bagus atau pemasangannya yang tidak benar.

    Musim hujan adalah saat yang tepat untuk mengetahui atap rumah kita bocor atau tidak. Apabila sudah menemukan titik kebocoran, penghuni rumah harus segera memperbaikinya untuk menghindari masalah yang lebih parah, seperti rumah kebanjiran dari air yang masuk dari atap, muncul jamur di plafon, hingga plafon ambruk.

    Perbaikan atap ini harus benar-benar diatasi karena pada beberapa kejadian, atap sudah diperbaiki tetapi kembali bocor. Bahkan kebocorannya justru ditemukan di tempat berbeda. Apabila mengalami hal ini, apa sebenarnya masalahnya?


    Dilansir dari RGB Constructions, berikut beberapa penyebab atap yang sudah diperbaiki kembali bocor.

    Alasan Atap Bocor Meski Sudah Ditambal

    1. Kesalahan Diagnosis Kebocoran

    Penyebab yang paling umum ditemui adalah saat perbaikan kebocoran pertama, tukang atau pemilik rumah yang memperbaikinya salah menilai letak masalahnya. Kebocoran atap tidak hanya dikarenakan genteng bergeser atau genteng pecah. Bisa juga dikarenakan ada sumbatan di atap sehingga air tidak bisa terbuang ke bawah. Genangan tersebut bisa naik hingga ke area yang terbuka dan mengarah ke dalam rumah. Oleh karena itu, saat mengecek lokasi kebocoran juga harus disamakan dengan lokasi titik rembesan air di dalam rumah. Selain itu, ikuti jalur air bergerak ketika air datang.

    2. Kualitas Material dan Jasa Perbaikan

    Penyebab selanjutnya bisa dikarenakan kualitas material penutup kebocoran kurang kuat menahan terpaan hujan deras di musim hujan. Artinya perbaikan tersebut tidak efektif.

    3. Robekan atau Lubang Genteng

    Atap mudah robek atau muncul lubang tersembunyi pada genteng. Secara kasat mata kemungkinan letak kerusakan ini sulit ditemukan. Oleh karena itu, harus dilakukan penggantian genteng atau atap secara menyeluruh.

    4. Pergeseran Fondasi Rumah

    Hal ini biasanya terjadi di rumah tua, yakni kebocoran disebabkan oleh fondasi bangunan sudah bergeser karena pergerakan tanah. Hal ini memberi tekanan pada atap sehingga menyebabkan retak. Solusi

    Itulah beberapa alasan atap bocor meski sudah sering ditambah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com