Tag: penyebab lantai keramik

  • 10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

    Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

    10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

    Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Air Merembes Masuk

    Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

    2. Paparan Sinar Matahari

    Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

    Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

    3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

    Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

    Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

    Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

    4. Keramik Sudah Tua

    Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

    5. Terdapat Rongga

    Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

    Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

    6. Cacat Produksi

    Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

    Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

    7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

    Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

    8. Pemasangan yang Kurang Teliti

    Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

    9. Pernah Terendam Air

    Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

    Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

    10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

    Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

    Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

    1. Periksa Nat Keramik

    Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

    2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

    Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

    3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

    Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

    4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

    Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

    5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

    Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

    Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Rumah Bergelombang dan Terangkat



    Jakarta

    Lantai rumah yang bergelombang atau keramik yang terangkat bisa menjadi masalah serius jika dibiarkan. Selain mengganggu estetika, kondisi ini juga bisa membahayakan penghuni rumah. Masalah ini umum terjadi, terutama pada lantai keramik, dan perlu penanganan yang tepat.

    Keramik memang dikenal kuat dan awet, namun bukan berarti bebas dari kerusakan. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah keramik terangkat, pecah, atau bahkan ‘meledak’-kondisi yang dikenal dengan istilah popping. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa merembes ke bawah lantai dan memicu jamur serta kerusakan lebih lanjut.

    Lalu, apa penyebab lantai rumah menjadi bergelombang atau terangkat, dan bagaimana cara mengatasinya?


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat atau Pecah

    Dikutip dari catatan detikProperti dan The Floor Trader Outlet, berikut beberapa penyebab umum lantai keramik bisa mengalami popping:

    1. Perubahan Suhu

    Keramik akan sedikit mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Perubahan suhu yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan keramik bergeser, longgar, hingga terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, pondasi rumah bisa mengalami pergeseran karena perubahan kelembaban, tekanan tanah, atau penyusutan material. Ini bisa membuat keramik menjadi retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat yang Digunakan

    Tidak semua perekat punya kekuatan sama. Perekat berkualitas rendah atau yang sudah melemah seiring waktu bisa membuat ubin longgar dan terlepas.

    4. Cara Pemasangan yang Kurang Tepat

    Pemasangan yang hanya menggunakan titik-titik perekat di tengah atau sudut keramik bisa menciptakan rongga udara. Inilah yang memicu popping.

    5. Permukaan Dasar yang Tidak Rata

    Jika lantai dasar tidak rata, tekanan yang tidak merata akan membuat ubin bergeser, pecah, atau terangkat. Permukaan seperti ini harus diratakan sebelum pemasangan.

    Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Terangkat

    Jika keramik sudah terangkat atau pecah, satu-satunya cara efektif adalah mengganti ubin yang rusak. Berikut langkah-langkah perbaikannya:

    • Potong nat di sekitar ubin yang rusak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat ubin dengan hati-hati, bisa menggunakan palu atau bor jika sulit dilepas.
    • Bersihkan sisa puing dan permukaan dasar.
    • Pasang ubin baru dengan perekat berkualitas dan teknik yang benar.
    • Tutup kembali nat dengan rapi dan biarkan kering.

    Pastikan pengerjaan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak keramik lain di sekitarnya.

    Cara Mencegah Lantai Bergelombang Sejak Awal

    Untuk mencegah keramik terangkat atau lantai bergelombang, perhatikan hal-hal berikut saat pemasangan:

    1. Gunakan Teknik Pemasangan yang Tepat

    Gunakan adukan mortar yang sesuai dan ratakan perekat secara menyeluruh di bawah ubin, bukan hanya di titik-titik tertentu.

    2. Pilih Perekat Berkualitas Tinggi

    Gunakan perekat khusus keramik yang lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    3. Cek dan Rawat Nat Secara Berkala

    Jika ada celah atau keretakan pada nat, segera perbaiki agar udara dan air tidak masuk.

    4. Antisipasi Potensi Banjir

    Jika rumah berada di kawasan rawan banjir, pertimbangkan untuk meninggikan lantai agar tidak terendam air yang bisa menyebabkan kerusakan pada keramik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com