Tag: penyebab perut buncit

  • 6 Makanan Paling Gampang Bikin Perut Buncit, Awas Gagal Diet!

    Jakarta

    Siapa sih yang tak mau memiliki bentuk tubuh yang ideal alias body goals? Untuk mewujudkan itu semua, tak sedikit orang yang rela menjalani program diet yang sangat ketat lho.

    Misalnya, dengan mengonsumsi makanan diet untuk menggantikan sumber asupan sehari-hari. Banyak yang mengira makanan diet seperti protein shake atau protein bar merupakan asupan alternatif yang dapat membantu menghilangkan perut buncit. Tapi terkadang, makanan-makanan tersebut malah bisa menjadi ‘biang kerok’ yang menggagalkan diet loh. Kok bisa?

    Pasalnya, makanan-makanan tersebut bisa saja mengandung bahan yang malah membuat gemuk, seperti gula dan lain sebagainya. Lantas, apa saja sih makanan diet yang bisa menggagalkan usah menghilangkan perut buncit tersebut?


    1. Protein Shake

    Protein merupakan asupan penting bagi orang yang menjalani diet. Pasalnya, protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menekan keinginan untuk ngemil atau makan berlebih.

    Nah, tak jarang orang yang sedang diet memenuhi kebutuhan proteinnya dengan mengonsumsi protein shake. Meski sebagian besar protein shake bernutrisi dan menyehatkan, ada juga beberapa protein shake yang tinggi gula dan kalori. Karena praktis dikonsumsi, protein shake juga cenderung diminum beberapa kali dalam sehari. Alhasil, tubuh malah bisa kelebihan gula dan kalori.

    2. Protein Bar

    Selain protein shake, protein bar juga menjadi salah satu makanan diet yang harus dipilih dengan teliti. Alasannya pun sama, karena beberapa jenis protein bar mengandung kalori dan gula yang justru bisa menggagalkan usaha untuk menghilangkan perut buncit.

    3. Yogurt Rendah Lemak

    Yogurt rendah lemak memang merupakan camilan ideal bagi orang yang sedang diet. Namun, tak jarang yogurt rendah lemak mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk memberikan rasa yang lezat.

    Kandungan lemak memang amat memengaruhi rasa dari yogurt. Semakin rendah kadar lemaknya, maka semakin hambar pula rasa yogurt tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa yogurt rendah lemak yang menambahkan gula untuk menghasilkan rasa manis. Yogurt seperti inilah yang bisa menggagalkan diet, jadi telitilah sebelum memilih ya.

    4. Sereal Rendah Kalori

    Orang yang sedang diet memang harus benar-benar memerhatikan asupan kalori hariannya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan yang rendah kalori, seperti sereal.

    Kendati demikian, ada banyak sereal rendah kalori yang mengandung gula atau pemanis tambahan untuk memberikan rasa yang enak. Selain itu, sereal rendah kalori umumnya mengandung protein dan lemak sehat yang sedikit, sehingga tidak bisa membuat kenyang dalam waktu yang lama.

    5. Buah Kering

    Buah kering merupakan camilan yang cukup sering dikonsumsi oleh orang yang sedang diet. Sama seperti buah segar, buah kering juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Namun karena ukurannya yang lebih kecil, serta rasanya yang cenderung lebih manis dibanding buah segar biasa, orang-orang gampang ‘bablas’ saat mengonsumsi buah kering.

    Terlebih, satu porsi buah kering memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih banyak dibanding buah segar dalam jumlah yang sama. Karena itu, batasilah konsumsi buah kering agar tidak mengganggu program diet.

    6. Kopi

    Kopi memang menjadi salah satu minuman yang bisa memberikan energi bagi orang-orang yang sedang diet. Tapi, beberapa jenis kopi tertentu malah bisa memberikan efek yang berbalik dan menggagalkan diet loh.

    Misalnya, kopi rasa (flavoured coffee) seperti latte, frappe, atau cappucino. Alasannya pun jelas, karena jenis kopi tersebut cenderung memiliki kandungan gula dan kalori tinggi yang bisa menggagalkan upaya menghilangkan perut buncit.

    Karena itu, tetaplah mengonsumsi kopi hitam tanpa gula agar program diet tetap berjalan dengan lancar.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Banyak Makan Kuning Telur Bikin Kolesterol Naik’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Penyebab Perut Buncit dan Tetap Bergelambir Meski Sudah Diet

    Jakarta

    Hampir seluruh orang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, banyak yang rela menjalani program diet dan pola makan yang sangat ketat demi mewujudkan tubuh idaman.

    Kendati demikian, banyak orang yang masih memiliki perut buncit meski sudah melakukan diet ketat. Tak jarang, hal ini membuat putus asa dan menurunkan motivasi untuk menurunkan berat badan.

    Penyebab Perut Buncit Meski Sudah Diet

    Sebenarnya, diet ketat tak selalu menjadi jawaban mutlak untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit. Faktanya, ada sejumlah faktor lain yang ikut memiliki andil dalam menurunkan berat badan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab perut buncit meski sudah diet.

    1. Tidak mengonsumsi cukup protein

    Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Sejumlah studi membuktikan diet tinggi protein dapat membantu mendukung proses menurunkan berat badan.

    Pasalnya, asupan protein dapat menekan produksi hormon ghrelin yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, perut bisa merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan menjadi lebih terkendali.

    2. Kurang berolahraga

    Perut buncit meski sudah diet juga bisa disebabkan oleh minimnya olahraga atau aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, tubuh akan memanfaatkan kalori yang ada di dalam tubuh sebagai energi. Semakin sering dan intens berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang diproses oleh tubuh.

    Jika seseorang jarang berolahraga, maka kelebihan kalori yang ada dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak visceral. Timbunan lemak inilah yang membuat perut terlihat buncit, meski sudah melakukan diet ketat.

    3. Mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis dapat menghambat proses menurunkan berat badan. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi minuman manis bisa dengan mudah mengalami kelebihan kalori.

    Selain minuman manis, orang yang sedang diet juga perlu menjauhi gula atau zat pemanis tambahan. Misalnya, ketika minum kopi hitam. Meski kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan, jika ditambah gula atau pemanis lainnya tentu malah bisa membuat berat badan semakin meningkat.

    4. Tidur tidak teratur

    Kualitas tidur yang baik memiliki dampak yang signifikan terhadap berat badan. Studi menunjukkan orang dengan pola tidur yang buruk lebih rentan mengalami obesitas.

    Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Kurang minum air putih

    Meski sederhana, air putih memiliki dampak yang luar biasa untuk membantu menurunkan berat badan. Air putih dapat membantu tubuh untuk senantiasa terhidrasi. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka metabolisme juga akan ikut meningkat. Alhasil, pembakaran kalori berjalan dengan lebih efisien sehingga membantu menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan Sederhana yang Diam-diam Bikin Berat Badan Membengkak

    Jakarta

    Makanan memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana yang dijalani sehari-hari ternyata secara diam-diam juga bisa membuat berat badan bertambah.

    Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang kita anggap sepele sebenarnya malah bisa menghambat proses diet. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah menjalani pola makan dan program yang ketat.

    Karenanya, proses diet tidak hanya sebatas mengatur pola makan, tapi juga merubah gaya hidup sehari-hari. Termasuk, menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat berat badan meningkat.


    Kebiasaan Kecil yang Bikin Berat Badan Membengkak

    Pertanyaannya sekarang, apa saja kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuat berat badan meningkat? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    1. Kurang tidur

    Waktu dan kualitas tidur memiliki dampak yang sangat besar terhadap berat badan. Dikutip dari Healthline, orang yang hanya tidur selama 5 jam setiap malam memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 7 jam atau lebih.

    Tak hanya itu, orang yang kurang tidur juga cenderung memiliki perut yang buncit. Pasalnya, orang yang kurang tidur rentan mengalami penumpukan lemak visceral di bagian tubuhnya, termasuk di perut dan sekitar pinggang.

    2. Makan terlalu cepat

    Jadwal kerja yang serba sibuk kerap membuat orang terburu-buru saat makan. Padahal, kebiasaan sederhana ini malah dapat membuat berat badan meningkat dengan mudah.

    Sebuah studi menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Alhasil, tubuh baru akan merasa kenyang selang beberapa waktu setelah makan.

    Tapi ketika seseorang makan terlalu cepat, tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses makanan dan memunculkan rasa kenyang. Akibatnya, orang tersebut tanpa sadar bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

    3. Kurang minum

    Kurang minum dapat menyebabkan haus. Namun, tak jarang tubuh salah mengartikan sinyal tersebut sebagai rasa lapar. Alhasil, orang yang jarang minum bisa saja malah makan secara berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, minum air yang cukup juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Sebuah studi mengungkapkan orang yang minum dua gelas air putih sebelum sarapan mengonsumsi kalori 22 persen lebih sedikit dibanding mereka yang tidak minum. Semakin sedikit kalori yang dikonsumsi, tentu semakin kecil pula kemungkinan berat badan membengkak.

    4. Sering stres

    Stres memang tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung. Namun, salah satu dampak stres bisa membuat orang ingin makan lebih banyak. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah emotional eating.

    Saat sedang stres, orang-orang akan mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian atau menghilangkan rasa cemas atau sedih akibat stres. Bagi sebagian orang, pelampiasan tersebut dilakukan dengan cara makan. Semakin sering orang tersebut mengalami stres, maka semakin sering pula dia makan secara berlebihan. Hal inilah yang membuat orang yang sering stres rentan mengalami kenaikan berat badan.

    5. Keseringan duduk

    Tak sedikit aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk selama berjam-jam. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan loh.

    Sebuah studi menyebutkan orang yang duduk terlalu lama memiliki kecenderungan obesitas. Ketika kita melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau berdiri, tubuh akan membakar sejumlah kalori. Duduk terlalu lama dapat menghambat proses pembakaran kalori tersebut. Akibatnya, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi malah menumpuk dan disimpan sebagai lemak visceral dalam tubuh.

    6. Makan sambil ditemani gadget

    Pada zaman seperti sekarang, keseharian kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, termasuk ketika sedang makan. Namun sebuah studi menyebutkan orang yang makan sambil bermain gadget ternyata memiliki risiko mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

    Saat bermain gadget, fokus dan perhatian dapat dengan mudah teralihkan. Hal ini bisa membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk jumlah makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, orang makan sambil bermain gadget bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari seharusnya. Hal inilah yang membuat kebiasaan makan sambil bermain gadget dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera