Tag: penyebab retak dinding

  • Dinding Retak Rambut Bikin Risih? Ini Solusi Praktisnya!



    Jakarta

    Dinding yang mengalami retak rambut membuat estetika di rumah jauh berkurang. Retak rambut pada dinding sendiri merupakan keretakan pada tembok yang bentuknya kecil dan menyerupai helaian rambut.

    Retak rambut memang tidak begitu terlihat dari kejauhan. Namun jika tak ditangani bukan tak mungkin keretakan akan meluas dan kian parah.

    Ada beberapa penyebab dan cara untuk mengatasi retak rambut pada tembok rumah. Dikutip dari Instagram Kementerian PUPR,


    1. Ketahui penyebabnya

    Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya retak rambut pada tembok. Misalnya, karena gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik.

    2. Kerok atau amplas tembok

    Untuk mengatasi retak rambut secara tuntas, ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan, tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

    Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, detikers dapat mengerok tembok dengan sekrap hingga cat terkelupas.

    3. Isi celah retak

    Setelah cat terkelupas, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokan hingga benar-benar bersih. Lalu, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

    4. Cat tembok

    Apabila wall sealer sudah mengering dengan sempurna, lakukan pengecatan tembok dengan warna yang detikers inginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

    Demikian cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Retak Rambut Tak Boleh Dianggap Sepele, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Retak rambut adalah sebutan untuk garis-garis kecil karena retakan yang muncul di dinding. Jika dilihat dari dekat, retak rambut juga membuat lubang tipis pada dinding. Ukurannya bermacam-macam, ada yang kecil dan pendek, ada pula yang kecil panjang.

    Munculnya retak rambut bukan disebabkan dari getaran atau pergerakan berskala besar, melainkan berasal dari kesalahan pada saat pembangunan. Jadi retak rambut sebenarnya bisa dicegah sebelum rumah benar-benar selesai dan dihuni.

    Dilansir unggahan akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut penyebab munculnya retak rambut di dinding.


    Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah

    1. Plester

    Proses pembuatan dinding yang tepat dan kokoh melalui beberapa tahapan, bukan hanya menumpuk bata dengan semen. Salah satunya adalah melakukan plester. Tahapan ini merupakan melapisi susunan batu yang sudah selesai ditumpuk sehingga batu-batu tersebut tidak lagi terlihat.

    Retak rambut bisa muncul karena kesalahan pada proses ini. Biasanya karena lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sampai tidak ada kelembapan meski sedikit. Akibatnya acian tidak bisa menempel dengan sempurna sehingga tercipta retak rambut pada dinding.

    2. Acian

    Acian adalah tahap kedua dari pembuatan dinding setelah diplester. Seperti yang dijelaskan sebelumnya apabila plester terlalu kering, acian juga tidak dapat menempel. Dari sana muncul retak-retak halus yang tidak dapat ditutup dengan cara ditimpa cat dinding. Apabila plesternya sudah aman, retak rambut juga tetap akan muncul karena pengacian dilakukan sebelum plester kering.

    3. Cat

    Cat adalah proses terakhir pada saat memoles dinding. Apabila di bagian plester dan acian tidak bagus, cat dinding tidak dapat menyamarkan hal tersebut kecuali dinding dipasang plester atau penutup yang tidak melekat pada dinding. Selain itu, untuk mencegah munculnya retak rambut, dibutuhkan pula cat yang berkualitas sehingga setiap lapisan dapat merekat dengan pada dinding rumah.

    4. Perubahan Cuaca

    Pemicu retak rambut ternyata bukan hanya pada kesalahan pembangunan. Cuaca juga bisa menyebabkan retak rambut karena perubahan cuaca juga menyebabkan perubahan suhu. Material sangat sensitif pada perubahan cuaca dan material yang mengalami pemuaian dan penyusutan dapat memicu retakan halus.

    5. Permukaan Tanah

    Kemudian, adanya pergerakan tanah juga dapat menyebabkan retak rambut. Pergerakan tanah merupakan kondisi alam. Sebenarnya sebaiknya menghindari membangun rumah di lokasi ini karena cukup berbahaya, tetapi terkadang masyarakat tidak memeriksa dan baru menyadari setelah retak pada bangunan semakin banyak. Pergerakan tanah tidak hanya menimbulkan retak rambut, tetapi bisa merambah ke tahap yang lebih parah yakni merobohkan fondasi rumah hingga rata dengan tanah.

    Cara Mengatasi Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Retak rambut masih bisa diperbaiki walaupun ditemukannya setelah rumah dihuni. Berikut penjelasannya.

    1. Kerik Lapisan Cat

    Untuk memperbaiki retak halus, prosesnya harus dikerjakan dari awal yakni memperbaiki kondisi plesteran. Maka, cat dinding harus dibersihkan dengan alat bernama kape atau larutan perusak cat.

    2. Amplas Permukaan Dinding

    Selanjutnya, permukaan dinding bisa dihaluskan menggunakan amplas. Haluskan dinding sampai material pelapis dindingnya hilang.

    3. Isi Celah yang Retak

    Dinding yang sudah tidak ada lapisan catnya tadi akan dilapisi dengan wall sealer. Bagian ini, perlu dilakukan oleh tenaga profesional agar ketebalannya benar. Pastikan lapisan wall sealer ini sudah kering sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

    4. Tambahkan Cat Kembali

    Jika wall sealer telah kering, dinding bisa dicat kembali sesuai warna yang diinginkan. Aplikasikan cat dengan rapi dan pastikan wall sealer maupun noda bekas retakan lainnya tertutupi.

    Selain itu, retak rambut juga dapat diatasi dengan tindakan lain seperti perbaikan struktur bangunan jika penyebabnya adalah kegagalan struktur bangunan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com