Tag Archives: penyebab

Ingat! Ini Penyebab Munculnya Kecoa di Rumah



Jakarta

Mendapati satu atau dua kecoa berkeliaran di sekitar rumah, akan sangat mengganggu dan membuat takut penghuni rumah. Peningkatan jumlah kecoa secara tiba-tiba dapat terjadi setelah hujan deras atau pipa pembuangan yang terbuka.

Kecoa adalah ahli dalam bertahan hidup, karena kecoa dapat hidup di celah-celah rumah tanpa makanan selama sebulan. Hal ini akan membuat kecoa berkembang biak dan menimbulkan serangan secara tiba-tiba.

Dilansir dari Cockroach Facts, berikut beberapa penyebab munculnya kecoa di rumah sehingga sangat mengganggu penghuni rumah.


Makanan yang Disukai Kecoa

Indra penciumannya yang sangat peka untuk mendeteksi apapun yang dapat dimakan. Kecoa akan memakan apa saja yang organik, termasuk kertas, lem, kotoran hewan peliharaan, dan sampah.

Kecoa bahkan akan memakan bulu hewan peliharaan yang terkumpul di bawah furniture dan kotoran yang menempel di tempat pembuangan sampah.

Penting untuk selalu membersihkan rumah secara menyeluruh untuk menghindari kecoa muncul ke dalam rumah.

Adanya Kelembapan

Kebanyakan kecoa sangat sensitif terhadap dehidrasi dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Sehingga itulah yang menyebabkan kecoa hidup di tempat lembap dan seringkali ditemukan di bawah wastafel atau di kamar mandi.

Seperti beberapa tetes air dari pipa bocor, kran yang menetes, atau keset kamar mandi yang basah akan menjadi tempat yang cocok untuk kecoa berkembang biak.

Akses Pipa Pembuangan Terbuka

Melansir Cockroach Savvy, sistem pembuangan limbah biasanya dipenuhi berbagai kecoa sehingga tidak mengherankan jika menemukan satu atau dua kecoa ditemukan di sekitar rumah kamu.

Kamu dapat menghindari masalah ini dengan memastikan semua pipa pembuangan tetap tertutup rapat. Memasang kasa-kasa di titik masuk juga merupakan ide yang bagus untuk mencegah serangga masuk.

Tempat Berlindung

Saluran pembuangan dan selokan yang terenda air karena hujan, hal ini akan membuat kecoa untuk mencari tempat yang lebih tinggi sebelum air menyapu. Kemungkinan kecoa merangkak masuk ke dalam rumah melalui akses kecil yang tidak terlihat.

Alasan lain kecoa berlindung ke rumah adalah untuk mencari perlindungan dari suhu yang sangat panas di luar ruangan. Kecoa memang menyukai panas, tetapi metahari langsung dapat membuat tubuh kecoa menjadi sangat kering.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Coba 7 Trik Cegah Cacing Muncul di Kamar Mandi


Jakarta

Cacing adalah salah satu hewan yang sering muncul di kamar mandi. Padahal biasanya hewan satu ini berada di luar rumah, tepatnya di dalam tanah.

Penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi karena kondisi kamar mandi yang kotor. Tempat yang kotor banyak dihinggapi sumber makanan yang dibutuhkan oleh cacing. Cacing juga bisa muncul karena kamar mandi yang lembap. Mereka masuk melalui pipa saluran air atau sisi keramik.

Keberadaannya memang tidak mengganggu karena cacing tidak melukai atau mengancam manusia. Namun, ada beberapa orang yang merasa geli melihat bentuk tubuhnya yang menggeliat.


Jika kamu salah satu dari mereka, melansir dari The Guardian, berikut cara mencegah cacing muncul di kamar mandi.

1. Pastikan Kamar Mandi Selalu Bersih

Penyebab utama cacing muncul di kamar mandi adalah kondisi kamar mandi yang kotor. Tidak ada cara lain, selain kamu perlu rutin membersihkan kamar mandi bahkan hingga ke sudut-sudutnya dan area yang tinggi. Pastikan pula tidak ada bagian di kamar mandi yang lembap dan tergenang.

2. Perbaiki Pipa dan Keramik yang Bocor

Pipa bocor dapat menjadi akses cacing masuk ke rumah. Bahkan lantai yang retak juga bisa memberikan celah kepada cacing. Solusinya adalah menutup celah yang mempermudah cacing masuk ke dalam rumah.

3. Tambah Ventilasi dan Siram Secara Teratur

Kamar mandi tidak boleh terlalu lama lembap. Ruangan yang lembap memicu pertumbuhan bakteri dan organisme yang disukai oleh cacing. Dengan adanya ventilasi di kamar mandir berupa bolongan atau kipas dapat membantu mengurangi kelembapan dan bau di kamar mandi.

4. Cuka dan Soda Kue

Cara satu ini cukup efektif karena memakai bahan instan. Caranya cukup mudah yakni campurkan soda kue dan cuka. Setelah itu, tuangkan ke seluruh kamar mandi, gosok setiap sudut, dan bilas.

5. Gunakan Larutan Garam

Selain soda kue dan cuka, garam juga ampuh untuk mencegah cacing muncul di kamar mandi. Caranya sama dengan cuka dan soda kue yakni tinggal ditaburkan pada area cacing sering muncul. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu lalu siram.

6. Lemon

Air lemon bisa menjadi disinfektan alami yang dapat membantu menghilangkan bau dan mencegah cacing datang. Caranya dengan menuangkan secangkir jus lemon ke toilet dan diamkan semalaman. Setelah itu bilas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton, Anti Ribet dan Ekonomis


Jakarta

Banyaknya lumut di kolam beton seringkali jadi masalah yang mengganggu estetika, karena membuat kolam terlihat kotor.

Meskipun seperti hal sepele, tapi keberadaanya juga mungkin membahayakan keseimbangan ekosistem air di dalamnya. Namun jangan khawatir, karena ada berbagai cara menghilangkan lumut di kolam beton yang mudah dilakukan.

Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton

Berikut adalah hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lumut di beton:


1. Pakai Soda Kue (Baking Soda)

Dikutip dari situs Concrete Renovations, baking soda adalah bahan yang bisa berfungsi dengan baik untuk membersihkan lumut.

Caranya pun cukup sederhana, taburkan saja soda kue pada permukaan kolam yang terkena lumut. Jika sudah, kamu bisa membersihkan sisa-sisanya setelah 24 jam.

2. Pakai Air Panas atau Mendidih

Penggunaan air panas bisa menghilangkan lumut kolam beton. Ini termasuk metode yang hemat biaya. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tuangkan air mendidih ke area yang ada lumutnya.
  • Setelah disiramkan, gosok area tersebut dengan sikat kaku.
  • Jika sudah, gunakan selang untuk membersihkan sisa-sisa lumut.

3. Pakai Campuran Cuka dan Air

Noda lumut yang membandel di permukaan beton, bisa diatasi dengan campuran setengah cuka dan air. Cuka putih dan air dicampur dalam botol semprot.

Dengan begitu, cairan ini hanya perlu disebarkan dengan cepat dan mudah ke seluruh permukaan beton yang berlumut.

4. Menggunakan Mesin Cuci Bertekanan (Pressure Washer)

Pressure washer adalah alat semprotan air bertekanan tinggi. Untuk menghilangkan lumut di beton, air dari alat ini hanya perlu disemprotkan ke area yang terkena lumut atau kotoran untuk membuatnya menjadi bersih.

5. Menggunakan Larutan Bleach (Pemutih)

Pemutih juga bisa digunakan di kolam renang untuk menghilangkan lumut, membunuh bakteri atau virus. Namun, pemilihannya perlu diperhatikan.

  • Campurkan pemutih dengan hati-hati satu bagian air dan satu bagian larutan pemutih yang diencerkan. Ini dilakukan sambil mengenakan sarung tangan pelindung ya.
  • Setelah itu, semprotkan campuran ini ke area beton yang berlumut.
  • Tunggu hingga beberapa menit
  • Sikat dan siram area tersebut.

Jika memungkinkan, pakailah pemutih taman yang dirancang untuk melawan lumut tapi tetap aman bagi lingkungan.

6. Menggunakan Produk Pembasmi Lumut

Di pasaran, kamu bisa menemukan berbagai produk pembunuh lumut komersial yang diformulasikan khusus untuk permukaan beton. Memakai produk ini merupakan cara pembersihan melalui teknik kimia.

Mengutip Good Grow, jika kamu memilih menggunakannya, perhatikan hal hal berikut:

Pilih produk penghilang lumut yang sesuai dengan jenis permukaan beton.
Gunakan produk sesuai petunjuk produsen (ada yang siap pakai ada juga yang memerlukan pengenceran).
Pilihlah opsi yang ramah lingkungan.
Setelah pengaplikasian, berikan waktu beberapa jam agar produk bekerja sebelum menghilangkan lumut.

Jika menggunakan bahan-bahan kimia, ingatlah untuk selalu melindungi diri dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan mendapat ventilasi yang baik.

Penyebab Kolam Berlumut

Lumut memang bisa tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan teduh. Di mana, area beton di sekitar rumah juga termasuk tempat yang sempurna bagi lumut untuk tumbuh subur.

Lumut di kolam disebut juga dengan alga. Mengutip Splash Supply Company, berikut adalah penyebab kolam berlumut secara umum:

  • Akibat perubahan musim.
  • Terlalu sedikit bakteri menguntungkan dalam kolam.
  • Nutrisi berlebih seperti pemberian pupuk, makanan ikan yang membusuk. Ini berlaku jika kolam
  • ikan.
  • Airnya hangat dan dangkal.
  • Kurangnya ekosistem yang mapan di kolam baru.

Sebagai informasi, kolam beton memang cukup tahan lama dan menawarkan kemungkinan desain yang tak terbatas. Kalau detikers tertarik membangun atau memiliki kolam beton, kamu perlu memahami cara merawatnya termasuk terkait pertumbuhan lumut.

(khq/khq)



Sumber : www.detik.com

Cara Perbaiki Kitchen Set Berjamur Gegara Lembap, Mudah!


Jakarta

Dapur masa kini banyak yang dilengkapi dengan kitchen set yang berguna sebagai tempat penyimpanan barang di dapur. Bentuknya seperti lemari atau rak dan kitchen island. Lokasinya berada di atas kompor atau di bawahnya.

Ada yang perlu kamu tahu saat ingin memasang kitchen set, yakni tempat penyimpanan ini berpotensi berjamur. Penyebabnya adalah permukaannya yang mudah lembap sehingga jamur mudah berkembang di sana. Salah satu bahan kitchen set yang biasanya rentan berjamur adalah kayu.

Penyebab Kitchen Set Berjamur

Melansir dari laman JMT Kitchens and Bedrooms, kitchen set yang berjamur biasanya disebabkan karena faktor luar seperti tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak.


Meningkatnya kelembapan di sekitar kitchen memicu pertumbuhan jamur. Tandanya dengan timbulnya noda berwarna, saat dilihat dari dekat terdapat serabut halus di permukaannya. Lama kelamaan warna tersebut menghitam dan makin jelas.

Apabila didiamkan, jamur ini dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur.

Namun, tidak perlu khawatir, tidak semua kitchen set berbahan kayu seperti ini. Biasanya juga dari pihak penjual, permukaannya sudah dilapisi dengan cat khusus anti jamur dan rayap.

Namun, apabila kamu sudah menemukan tanda pertumbuhan jamur, kamu bisa mengatasinya dengan cara berikut.

Cara Mengatasi Jamur di Kitchen Set

1. Bersihkan jamur menggunakan larutan pembersih jamur dan sikat scrub.

2. Pastikan area yang dibersihkan kering. Kamu bisa menggunakan kipas angin atau dehumidifier.

3. Perbaiki kebocoran dan tambah ventilasi untuk mencegah pertumbuhan jamur kembali.

4. Gunakan cat tahan jamur. Cat dinding dan langit-langit dapur dengan cat tahan jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Kamu bisa memiliki material lain yang lebih aman dari jamur dan rayap seperti HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ini Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa Berdasarkan Ukuran Inci


Jakarta

Seiring perkembangan teknologi, ukuran TV kini sudah semakin lebar. Jika dahulu TV masih berukuran 32 hingga 40 inch, kini ada TV yang ukurannya hingga 65 inch.

Punya TV yang ukurannya lebar tentu memberikan sensasi tersendiri saat menonton. Sebab, gambar di TV akan terasa lebih jelas dan seolah dekat dengan kita.

Namun, menonton TV yang punya layar besar juga membuat mata cepat lelah. Apalagi jika kamu menonton TV dalam jarak terlalu dekat, pasti kamu tidak akan betah berlama-lama.


Maka dari itu, sebaiknya atur jarak aman saat menonton TV dari sofa kesayangan. Cara ini dapat memberikan sensasi menonton yang nyaman dan aman karena mata tidak mudah lelah.

Lantas, berapa jarak nonton TV yang aman dari sofa? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa

Muncul stigma di masyarakat jika menonton TV terlalu dekat bisa menyebabkan sakit mata. Sebenarnya, jarak antara TV dan mata manusia yang terlalu dekat tidak menyebabkan gangguan penglihatan, hanya saja berisiko memicu masalah lain seperti sindrom mata lelah.

Oleh karena itu, sebaiknya menonton TV dengan jarak yang pas agar mata tidak cepat lelah. Mengutip catatan detikProperti, berikut panduan jarak menonton TV ke sofa berdasarkan ukuran inci TV.

  • 24 inci = 1,2 meter
  • 32 inci = 1,2 meter
  • 40 inci = 1,2 meter
  • 42 inci = 1,2 meter
  • 46 inci = 1,4 meter
  • 47 inci = 1,4 meter
  • 50 inci = 1,5 meter
  • 55 inci = 1,7 meter
  • 65 inci = 2 meter
  • 75 inci = 2,3 meter
  • 85 inci = 2,6 meter
  • 98 inci = 3 meter
  • 100 inci = 3 meter.

Penyebab Mata Lelah saat Menonton TV

Head of Product AV Business Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengatakan, saat menonton TV ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi mata. Ia mencontohkan saat menonton TV dalam keadaan gelap, sebaiknya buat layar TV jadi lebih redup.

Begitupun sebaliknya, jika kamu menonton TV dalam keadaan terang, maka sebaiknya atur kecerahan TV juga lebih terang. Cara ini untuk menghindari kelelahan pada mata.

Lalu, Ubay menjelaskan antara TV 4K dan 8K punya perbedaan jarak ideal menonton. Semakin tinggi kepadatan pixel TV, maka bisa menonton lebih dekat.

“TV 8K punya kepadatan pixelnya lebih tinggi dari 4K jadi bisa menonton lebih dekat,” kata Ubay mengutip detikInet.

Dilansir Will Vision, menonton TV terlalu lama bisa menyebabkan mata tegang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti nyeri mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala.

Selain menonton TV terlalu lama, kamu juga bisa mengalami mata lelah jika menonton TV dari sudut yang sembarangan, misalnya dari samping kiri atau kanan. Jika mata sudah tegang, sebaiknya istirahat sejenak dan jauhkan dari perangkat elektronik lainnya, seperti HP, tablet, ataupun komputer.

Demikian penjelasan mengenai jarak aman menonton TV ke sofa. Semoga dapat bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


Jakarta

Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

Penyebab Air Keran Mengalir Terus

Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

Kartrid Keran Rusak

replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

Masalah Pipa

Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

Tekanan Air Tinggi

Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Peralatan yang Diperlukan

Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

Matikan Pasokan Air Utama

Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

Lepas Pegangannya

Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

Lepas Kartrid Keran

Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

Perbaiki Masalahnya

Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

Pasang Kembali Keran

Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 3 Penyebab Munculnya Kelabang di Rumah



Jakarta

Melihat kelabang berkeliaran di rumah, tentu menjadi hal yang menakutkan dan sangat mengganggu untuk penghuni rumah. Kelabang memiliki tubuh yang panjang dan memiliki banyak kaki, antena, serta mulut seperti cakar.

Walaupun rumah selalu dibersihkan dan terlihat rapi, terkadang kamu masih menemukan kelabang berkeliaran karena beberapa penyebab.

Dilansir dari Pests Hero, berikut beberapa penyebab kelabang muncul di dalam rumah yang akan sangat mengganggu penghuni rumah.


Kelembapan

Segala jenis kelembapan, genangan air, dan tetesan air dapat berasal dari berbagai tempat di sekitar rumah. Keran yang bocor, penyumbatan atau penumpukan air karena masalah talang dan semua yang menyebabkan kelembapan sangat perlu diperhatikan.

Hal ini menjadi tempat yang sempurna bagi kelabang untuk memulai dan memastikan kelabang mendapat kelembapan untuk tetap hidup. Tanah yang lembap di sekitar rumah dapat menjadi tempat yang bagus bagi kelabang untuk bertelur.

Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan memastikan kelembapan berkurang. Seperti memperbaiki kebocoran, menambal keretakan, dan mengurangi kelembapan dari udara di rumah.

Makanan untuk Kelabang

Kelabang akan ditemukan di tempat yang memiliki persediaan makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Kelabang akan memakan serangga, kutu, dan laba-laba. Area yang memiliki persediaan makanan melimpah akan menarik kelabang ke daerah tersebut.

Untuk menghindari datangnya serangga di malam hari, pastikan tutup semua celah dan lampu dimatikan. Serangga akan tertarik pada lampu, yang menjadi makanan kelabang.

Hal lain yang dapat menarik serangga adalah sampah yang ditinggalkan di luar. Kelabang akan tertarik pada banyaknya lalat dan laba-laba. Di manapun terdapat banyak serangga dan laba-laba, hal ini menjadi peluang munculnya kelabang.

Karena kelabang biasanya tidak sering terlihat, indikasi populasi serangga yang lebih tinggi dapat menjadi indikator bahwa ada kelabang di sekitar rumah. Menyingkirkan sumber makanan kelabang akan memaksa kelabang keluar dari rumah.

Tempat Berlindung

Kelabang membutuhkan tempat untuk menghabiskan hari yang jauh dari predator lain dan sinar matahari. Hal ini karena kelabang bersifat nokturnal, artinya kelabang aktif di malam hari.

Tempat tinggal kelabang sangat bervariasi, seperti di antara tumpukan kayu atau dibawah peralatan yang telah ditinggalkan selama beberapa waktu. Kelabang bahkan dapat bersembunyi di rumput tinggi yang lembap dan tumpukan daun.

Di dalam ruangan, kelabang akan tinggal di bawah rak, kotak, atau barang lainnya. Akan lebih baik jika kelabang dapat menemukan barang-barang di ruangan yang tidak terpakai di rumah.

Cara termudah agar kelabang tidak memiliki tempat tinggal adalah dengan membuang benda-benda yang biasa digunakan untuk tinggal. Menjaga halaman tetap bersih akan mencegah serangga lain hidup di halaman rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Masalah Umum yang Terjadi di Rumah saat Musim Hujan



Jakarta

Datangnya musim hujan harus dengan persiapan ekstra agar terhindar dari masalah-masalah yang tidak diinginkan. Masalah kecil yang terjadi jika dibiarkan, akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Dengan mengetahui masalah-masalah umum yang terjadi di rumah saat musim hujan, tentunya akan membantu kamu dalam mempersiapkan rumah saat musim hujan.

Melansir Civil Engineering Web, berikut beberapa masalah umum yang ditemukan di rumah saat musim hujan.


Kebocoran Atap

Kebocoran atap menjadi masalah yang sangat umum terjadi selama musim hujan. Seperti retakan pada struktur yang biasanya menjadi penyebab utama kebocoran atap. Pemeliharan rutin yang tidak memadai dapat mengakibatkan kerusakan atap dan terbentuknya retakan.

Sistem drainase yang tersumbat, rusak, atau pecah juga dapat menyebabkan air bocor ke atap atau lantai sehingga mengakibatkan air masuk ke dalam ruangan dan terbentuknya noda yang tidak diinginkan di langit-langit atau dinding.

Kerusakan Dinding dan Kebocoran

Jika dinding luar bangunan tidak dirawat dengan baik, termasuk plesteran dan pengecatan yang tidak memadai sehingga hujan deras dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan seperti mengelupas.

Retakan kecil pada dinding dapat mengakibatkan kebocoran air ke dalam ruangan, sehingga tampilannya tidak sedap dipandang dan menciptakan lingkungan yang tidak menyenangkan.

Saluran Drainase Tersumbat

Penyumbatan saluran drainase selama musim hujan merupakan masalah yang umum terjadi, dengan penyumbatan pada talang air utama menjadi masalah utama. Masalah ini muncul karena kurangnya pembersihan atap dan pipa drainase.

Sebaiknya lakukan perawatan sebelum musim hujan untuk memastikan kelancaran fungsi sistem talang air. Periksa kondisi talang air dan bersihkan secara teratur untuk mencegah penyumbatan.

Genteng yang Terlepas

Selama musim hujan, hujan lebat disertai angin kencang dan badai dapat menyebabkan kerusakan pada genteng. Kerusakan ini dapat terjadi karena sambungan yang longgar atau tertiupnya genteng.

Periksa kondisi genteng dan sambungan antar genteng. Jika ada kerusakan, segera perbaiki.

Lumut yang Tumbuh

Bila hujan sering turun, lumut dapat tumbuh di depan rumah atau di jalan setapak. Jangan abaikan karena dapat mengakibatkan kecelakaan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegahnya setelah hujan.

Untuk menghilangkannya, kamu dapat menggunakan larutan pembersih yang sesuai berdasarkan permukaan yang ingin dibersihkan. Biarkan larutan bekerja, lalu gunakan sikat gosok atau pembersih bertekanan tinggi untuk menghilangkannya secara efektif.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Musim Hujan Bisa Bikin Dinding Lembap, Hati-hati Struktur Rumah Bisa Rusak!



Jakarta

Saat musim hujan seperti saat ini, salah satu masalah yang muncul di rumah adalah dinding lembap. Kondisi ini tak bisa diremehkan, sebab dinding lembap dapat menimbulkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

Artikel ini membahas mengenai cara mengatasi dinding lembap. Sebelum bahas itu ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, berikut pembahasannya.

Penyebab Dinding Bisa Lembap

Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


  • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
  • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
  • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
  • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
  • Pipa talang air yang bocor
  • Terdapat kebocoran atap

Cara Mencegah Dinding Lembap

Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

1. Periksa Retakan pada Dinding

Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

1. Rusaknya Struktur Rumah

Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

2. Kayu Membusuk

Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

3. Cat Dinding Terkelupas

Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Semut Suka Tiba-tiba Muncul? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



Jakarta

Pernahkah kamu melihat ada banyak semut yang berbaris memasuki rumah? Agak mengherankan mengapa mereka masuk rumah berbondong-bondong.

Lantas, apa yang membuat semut-semut masuk rumah?

Dilansir dari Eco Care Pest Control, kedatangan semut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, bagi sebagian besar rumah, penyebabnya adalah 1 dari 2 faktor, yakni mencari sumber makanan atau tempat bersarang.


Semut selalu dalam pencarian untuk menemukan sumber makanan. Begitu mereka menemukan persediaan makanan, mereka tak akan pergi sampai persediaan habis. Serangga satu ini biasanya menyerbu makanan hewan peliharaan, makanan manis, hingga remah-remah makanan.

Selain itu, rumah bisa didatangi semut untuk membangun sarang. Lalu, semut akan sering berlalu-lalang di rumah selama sarang itu masih ada.

Semut menyukai kayu yang basah dan lapuk. Jika rumah baru saja mengalami kerusakan akibat air atau saat ini mengalami kebocoran, rumah kamu sangat rentan jadi sarang semut.

Tempat Persembunyian Semut

1. Dapur

Mengingat semut selalu mencari makanan, tidak heran jika dapur menjadi tempat berkumpulnya semut di rumah. Hal ini terutama kalau ada makanan tertinggal di luar, piring menumpuk, atau makanan tidak disimpan dengan baik.

2. Kamar mandi

Kamar mandi merupakan tempat berkumpulnya semut. Air yang bocor dan kelembapan yang terbentuk dari pancuran menjadi tempat tinggal yang ideal bagi semut.

3. Bingkai Jendela Lapuk

Bingkai jendela lapuk adalah tempat andalan semut untuk masuk rumah. Hal ini menjadi tempat berkembang biaknya sarang dan juga cara bagi semut untuk masuk ke dalam rumah.

Cara Atasi Semut Masuk Rumah

Memerangi koloni semut di rumah memang membutuhkan banyak ketekunan. Langkah pencegahan terbaik adalah rajin membersihkan. Namun, ada beberapa cara untuk mencegah jejak semut sebagai berikut.

1. Bersihkan Permukaan di Rumah

Bersihkan permukaan seperti di dapur dengan cairan pembersih. Kamu bisa menggunakan pemutih atau cuka tergantung pada jenis permukaannya. Kamu juga dapat membunuh semut dengan campuran Boraks dan pengobatan rumahan lainnya.

2. Tutup Celah di Rumah

Tutup semua titik masuk yang dapat diakses semut. Jika menemukan semut di rumah, telusuri jalur semut untuk melihat dari mana mereka berasal dan tutup aksesnya.

3. Bersihkan Sisa Makanan

Pastikan lantai dan permukaan di rumah bebas dari sisa makanan yang berjatuhan. Cara ini pasti akan mengurangi jumlah semut yang mencari makanan di dapurmu.

4. Tutup Rapat Sumber Makanan

Simpan makanan dalam wadah tertutup di dapur. Lalu, sebaiknya wadah tersebut disimpan di tempat lebih tinggi dari lantai.

Jika kamu memiliki hewan peliharaan, pastikan mangkuk makanan bersih dan tidak menyentuh lantai saat tidak digunakan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com