Tag Archives: penyebab

Air Shower Bau Telur Busuk? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Atasinya



Jakarta

Pernahkah merasakan mandi dengan shower tapi airnya berbau seperti telur busuk? Terkadang air bisa menimbulkan bau karena menandakan ada masalah dalam saluran airnya.

Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu ketenangan selama mandi. Jika menghadapi kondisi seperti itu, segera atasi sampai akar masalahnya ya.

Lantas, apa penyebab air shower bau telur busuk dan cara mengatasinya? Berikut ini penjelasannya.


Penyebab Air Shower Bau Telur Busuk

Dikutip dari Bell Bros, bau telur busuk disebabkan oleh bakteri pemakan sulfat. Bakteri ini secara umum tidak berbahaya, tetapi menimbulkan bau tidak sedap di kamar mandi.

Bakteri tersebut tinggal di tempat-tempat tanpa udara dan menghasilkan gas hidrogen sulfida dari mengonsumsi mineral sulfat. Nah, gas hidrogen sulfida ini yang beraroma seperti telur busuk.

Kalau air shower kamu beraroma telur busuk, kemungkinan ada kandungan mineral sulfat di dalam air. Kemudian, bakteri tengah memakan mineral tersebut.

Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

Dilansir dari MN Department of Health, kamu perlu mencari tahu sumber masalah tempat bakteri sulfur itu berkembang biak. Hal ini penting untuk menentukan langkah terbaik mengatasi masalah.

Kecuali kamu tahu cara mengoperasi dan merawat pemanas air, sebaiknya minta tolong ahli seperti tukang ledeng atau profesional sistem air untuk melakukan perbaikan berikut ini.

Berikut ini beberapa cara mengatasi air bau telur busuk sesuai sumber masalahnya.

Water Heater

Kalau muncul bau hanya saat mengalirkan air panas, kemungkinan bakteri tersebut ada pada water heater. Ada beberapa cara mengatasi masalah ini, salah satunya mencopot atau mengganti anoda magnesium.

Cara lain adalah menyiram atau membersihkan water heater dengan cairan pemutih klorin. Selain itu, kamu dapat menaikkan suhu water heater hingga 71 derajat celsius. Kedua cara ini dapat membunuh bakteri sulfur penyebab bau busuk.

Namun, perlu diingat langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan oleh profesional agar tidak menimbulkan risiko kerusakan atau bahaya.

Sumur, Sistem Perpipaan, atau Water Softener

Bau telur busuk yang muncul saat mengalirkan air dingin menandakan ada masalah pada water softener, sistem perpipaan, atau sumber air. Kamu bisa coba mencopot water softener untuk menguji sumber masalahnya.

Apabila air tidak bau saat water softener dilepas, bisa dipastikan bakteri sulfur berada di water softener. Hubungi petugas yang memasang atau produsen untuk mendapat petunjuk cara disinfeksi water softener.

Kalau air tetap bau selama beberapa saat ketika tidak terpasang water softer, artinya bakteri sulfur berada pada sistem perpipaan atau sumur. Hubungi ahli untuk melakukan disinfeksi menggunakan cairan klorin.

Sumber Air

Jika bau telur busuk tercium terus menerus saat mengalirkan air dingin, artinya bakteri sulur ada pada sumber air. Kamu bisa mengatasinya dengan memasang filter air. Ada beberapa jenis filter air yang bisa kamu pilih sesuai tingkat hidrogen sulfida.

Filter karbon aktif efektif untuk kadar hidrogen sulfida kurang dari 1 miligram per liter (mg/L).

Kalau kadar hidrogen sulfida di bawah dan di atas 1 mg/L, kamu bisa coba oxidizing media filtration, aeration, continuous chlorination, ozonation. Jangan lupa konsultasikan kepada ahlinya ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hawa Dapur Lembap, Ini Biang Kerok dan Cara Atasinya


Jakarta

Dapur merupakan salah satu ruangan penting di rumah untuk memasak dan menyimpan makanan. Hal ini membuat kamu perlu menjaga kondisi dapur tetap bersih dan nyaman digunakan.

Nah, terkadang udara atau hawa di dapur bisa terasa lembap. Hawa tersebut bisa bikin penghuni rumah kurang nyaman berlama-lama masak dapur. Belum lagi makanan bisa cepat basi dan perabotan rusak dengan hawa seperti itu.

Lantas, kenapa dapur bisa lembap dan panas ya? Yuk, simak penjelasannya dan cara mengatasinya berikut ini.


Penyebab Dapur Lembap

Inilah beberapa alasan hawa dapur kamu lembap dan panas beserta cara mengatasinya, dikutip dari Europe Enchanting.

1. Ventilasi Udara

Dapur yang cepat lembap dan panas bisa disebabkan oleh ventilasi yang tidak cukup. Akibatnya, jamur akan tumbuh dengan subur karena udara yang terperangkap di dalam dapur. Belum lagi, kondisi ini bisa memicu alergi seperti reaksi gatal-gatal pada kulit, dan napas jadi sesak.

Sebaiknya kamu memanfaatkan ventilasi udara yang alami di dapur. Misalnya jendela yang bisa dibuka tutup atau celah lubang. Selain itu, kamu dapat memasang kipas angin dan AC untuk memperlancar sirkulasi udara.

2. Curah Hujan

Curah hujan yang tinggi di daerah rumah kamu bisa membuat dapur menjadi lembap dan berjamur. Sebab, udara menjadi lebih dingin dan kandungan air di udara lebih tinggi.

Kamu perlu menjaga dapur tetap kering, salah satu caranya adalah menggunakan cat tahan air pada dinding luar rumah. Lakukan juga waterproofing pada atap rumah. Cara ini akan mencegah air rembes masuk ke dalam rumah.

3. Lantai

Ternyata lantai rumah bisa jadi penyebab dapur lembap, lho. Lapisan adukan pada lantai yang tidak kedap air, memungkinkan air tanah naik dan merembes ke lantai

Untuk mengatasinya, kamu dapat membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Tuangkan pasir tebal ke dasar fondasi dan lapisi dengan plastik. Lakukan ini kalau kondisi lantai sudah sangat buruk.

4. Kamar Mandi

Kalau letak dapur berada dekat dengan kamar mandi, kemungkinan itu penyebab dapur menjadi lembap. Pasalnya, kamar mandi jarang kering dan minim ventilasi udara, sehingga memperburuk kelembapan di rumah.

Cara praktis untuk mengatasinya adalah memasang exhaust fan. Exhaust fan adalah kipas angin untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Lalu, kamu bisa menaruh kapur barus atau kamper buat mengurangi kelembapan di kamar mandi.

Itulah beberapa alasan mengapa dapur terasa lembap. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

5 Kesalahan Rawat Taman Ini Bisa Mengundang Hama ke Rumah, Hindari!


Jakarta

Memiliki taman rumah bisa membuat suasana sejuk, asri, dan segar. Banyaknya tanaman di kebun rumah memang memanjakan mata, namun terkadang bisa mengundang hama.

Keberadaan hama ini bisa merusak tanaman dengan cepat. Hama maupun hewan pengganggu tanaman bisa saja datang karena kelalaian dari pemilik rumah. Tentunya pemilik rumah nggak mau dong hal itu terjadi? Nah, ada beberapa kesalahan umum yang harus diperhatikan karena bisa mengundang hama ke taman rumah.

Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasi mengenai kesalahan yang dapat mengundang hama tanaman.


1. Penyiraman Berlebihan

Penyiraman tanaman secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama datangnya hama ke taman rumah. Hal itu menyebabkan kelembapan berlebihan yang menjadi tempat perkembangbiakan beberapa serangga, seperti nyamuk dan agas.

Untuk mencegahnya, penghuni rumah bisa memasang jadwal penyiraman tanaman serta memasang timer pada selang.

Selain itu, penghuni rumah juga sebaiknya menghilangkan genangan air karena bisa menjadi tempat perkembangbiakan serangga. Genangan air ini biasanya ada di tanah maupun bawah pot.

2. Tidak Membuang Bahan yang Membusuk

Hama tertarik pada bahan tanaman yang membusuk. Kebun menghasilkan sejumlah besar bahan yang membusuk, seperti daun yang mati, buah yang terlalu matang, maupun sampah organik lainnya. Hal tersebut memungkinkan hama untuk mencari tempat persembunyian serta berkembang biak.

Langkah yang bisa dilakukan adalah bersihkan kebun dari apa pun yang jatuh. Buah yang membusuk dengan cepat menarik hama yang tidak diinginkan, jadi segera ambil. Masukkan bahan yang membusuk ke dalam tempat sampah kompos atau tempat sampah.

3. Membunuh Predator Alami

Menurut pakar pengendalian hama dan pengelolaan vegetasi di Teminix, Terry Keyzer, membunuh predator alami adalah kesalahan berkebun umum yang menarik hama,

“Penting untuk tidak membunuh semua serangga. Dari semua spesies serangga yang biasa ditemukan di kebun, 99 persen bermanfaat,” katanya.

Untuk melindungi predator alami spesies hama, sangat penting untuk tidak menyemprotkan insektisida di mana-mana, sebaliknya menggunakan pendekatan yang terarah untuk menghilangkan masalah hama.

4. Mengabaikan Keanekaragaman Tanaman

Mengabaikan keanekaragaman tanaman adalah kesalahan berkebun lain yang mengundang hama yang tidak diinginkan. Kebun tidak hanya menyediakan sumber makanan bagi hama, tetapi juga menyebabkan penipisan nutrisi tanah, yang dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan hama.

Sebaiknya pahami tanaman pendamping dari tiap tanaman yang ada di kebun agar lebih beranekaragam.

5. Tidak Menanam Tanaman Pengusir Serangga

Menanam tanaman yang dapat mengusir serangga bisa menghindari kebun rusak karena hama serangga. Contohnya, penghuni rumah bisa menanam basil atau kemangi, serai, lavender, maupun daun mint untuk mengusir lalat maupun nyamuk.

Itulah beberapa kesalahan yang bisa mengundang hama ke taman rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Habis Ngepel Malah Bau Amis? Ini Cara biar Lantai Kinclong dan Wangi


Jakarta

Lantai harus rajin dipel agar kinclong dan wangi. Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru menimbulkan bau amis pada lantai.

Hal ini bisa menandakan lantai sebenarnya masih kotor, lho. Alhasil, penghuni rumah menjadi kurang nyaman berjalan di atas lantai kotor sambil menghirup bau yang tidak sedap.

Lantas, apa yang bikin lantai amis setelah dipel? Simak penjelasan dan tips ngepel berikut ini.


Penyebab Lantai Bau Amis Setelah Dipel

Inilah beberapa alasan lantai bau amis setelah dipel beserta cara menyiasatinya, dikutip dari Cleanpedia.

1. Kain Pel Kotor

Bau tak sedap pada lantai setelah dipel bisa disebabkan dari kain pel yang sudah kotor. Kain pel yang kotor pastinya tidak akan bisa membersihkan lantai kamu dengan optimal.

Oleh karena itu, kamu perlu menjaga kebersihan kain pel. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin dengan detergen, lalu dijemur hingga kering.

Pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai. Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

2. Air Pel Kotor

Salah satu biang kerok lantai bau amis usai dipel adalah penggunaan air yang kotor. Jangan mengepel lantai dengan air yang sudah butek dan berbau.

Kamu perlu rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat supaya kotoran yang menempel di lantai keramik bisa dibersihkan dengan lebih mudah.

3. Ember Kotor

Ember pel yang sering digunakan lama-lama akan kotor. Bila ember tak dibersihkan secara rutin, ember akan berkerak dan kotor akibat sisa sabun dan kotoran yang tertinggal. Kalau menggunakan air dari ember kotor, tentu akan mempengaruhi kebersihan lantaimu.

Setelah digunakan, sebaiknya membersihkan ember pel dan dikeringkan. Kamu juga bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel.

4. Cara Pel yang Kurang Tepat

Lantai yang bau amis setelah dipel bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat. Kamu perlu menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai supaya bersih menyeluruh. Bila lantai dibersihkan dengan lebih baik, bau tak sedap pun lebih mudah dicegah.

Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Jika lantai rumah kamu terbuat dari jenis lantai lain, bersihkan lantai kamu dengan jenis pel yang tepat.

Gunakan gerakan yang tepat saat membersihkan lantai sesuai dengan alat pel yang kamu gunakan. Kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka delapan.

Sementara pel yang terbuat darispons dibersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Cara mengepel lantai seperti ini membantu kamu menjangkau seluruh permukaan lantai, sehingga lebih bersih.

5. Tidak Menggunakan Cairan Pembersih dan Pewangi

Bau tak sedap menandakan lantai sebenarnya belum bersih. Kamu harus membasmi bau beserta kuman dan bakteri menggunakan cairan pembersih. Kamu juga dapat menggunakan pembersih lantai dengan pewangi agar lantai jadi bau harum dan segar.

Itulah penyebab lantai bau amis setelah dipel beserta cara supaya kinclong dan wangi. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

Lihat juga Video ‘Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Alasannya’:

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Kasur Sering Terasa Berpasir? Bisa Jadi gegara Aktivitas Kutu Busuk!


Jakarta

Kasur merupakan benda penting di rumah yang harus selalu bersih. Kasur yang bersih mempengaruhi kenyamanan penggunanya ketika beristirahat.

Namun, pernahkah kalian merasakan kasur terasa berpasir? Seperti ada butir-butir keras di kasur, padahal naik ke kasur dalam keadaan bersih, tidak datang dari luar rumah, dan rumah tidak berada di pinggiran pantai.

Berasal dari mana pasir-pasir yang terasa di kasur tersebut?


Dilansir Home Unstain, berikut beberapa sumber munculnya pasir-pasir di kasur.

1. Faktor Lingkungan

Ternyata pasir-pasir yang terasa di kasur tidak sepenuhnya benar-benar butiran pasir. Bisa jadi itu merupakan partikel debu yang mengeras dan kasar. Debu tersebut terbawa dari luar yang menempel pada pakaian atau tubuh penggunanya.

Solusi untuk membersihkan debu tersebut adalah dengan membersihkan kasur sebelum naik ke atas dengan menyedot debu atau membuang debu dengan sapu lidi.

2. Kutu Busuk

Salah satu hewan yang biasa menempati kasur adalah kutu busuk. Hewan kecil ini bisa menghasilkan kotoran keras dan berpasir di tempat tidur selain menyebabkan alergi.

Kutu busuk biasa bersembunyi di celah-celah kasur seperti rangka tempat tidur, kasur, seprai, dan kertas dinding, di antara tempat-tempat kecil dan gelap lainnya.

3. Kulit Mati

Kemudian, pasir-pasir yang terasa di kasur juga bisa berasal dari kulit mati penggunanya. Saat berkeringat, tubuh melepaskan mineral dan garam, yang menyebabkan kulit menjadi kasar. Selain itu, partikel-partikel ini dapat menumpuk di tempat tidur dan membuatnya bertekstur berpasir akibat pengelupasan sel kulit.

4. Kotoran di Bawah Kaki

Seperti yang disebut sebelumnya kotoran seperti pasir ini bisa berasal dari kaki atau pakaian penggunanya yang menempel dan jatuh di kasur. Untuk menghindari hal ini disarankan pengguna kasur memakai alas kaki selama di rumah agar tidak ada kotoran yang menempel di kaki.

5. Debu dari AC atau Kipas Angin

Partikel debu ada yang berasal dari pendingin ruangan atau kipas angin yang digunakan di rumah. Penyebaran debu ini bisa dihentikan apabila alat elektronik tersebut rajin dibersihkan. Namun, apabila kamu tidak peduli dengan alat tersebut, siap-siap debu-debu seperti pasir menempel di tempat tidur.

6. Remah Makanan

Alasan lainnya kasur terasa berpasir adalah remahan makanan yang tertinggal di kasur. Jika kasusnya seperti ini, penghuni rumah biasanya sudah menyadari penyebab kasur terasa seperti berpasir. Untuk menjaga kasur tetap bersih dan nyaman digunakan adalah hindari makan di atas kasur.

Itulah penyebab kasur terasa seperti berpasir. Jangan lupa untuk membersihkan kasur sebelum digunakan ya detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Buruan Cek! 5 Penyebab Daun Tanaman Menguning Meski Tersiram Air Hujan


Jakarta

Warna pada daun dapat menunjukkan kesehatan dan kesegaran pada tanaman. Warna hijau menandakan kondisi tanaman yang baik dan ternutrisi. Sebaliknya, daun yang menguning menandakan adanya masalah pada tanaman tersebut.

Masalah tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tergantung pada faktor lingkungan, iklim, dan perawatan dari pemiliknya. Bahkan tanaman yang letaknya di luar dan tersiram air hujan, bisa menyebabkan daun tanaman menguning.

Dilansir Gardeners World, berikut beberapa penyebab daun tanaman menguning.


1. Terlalu Banyak Disiram

Ternyata tanaman yang tersiram air hujan tetap berpotensi daunnya menguning. Hal ini disebabkan penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah seperti pembusukan pada akar, mengganggu penyerapan nutrisi, dan menarik hama mendekat.

Untuk mengukur kapan tanaman perlu mendapat air adalah dengan mengecek kondisi tanah. Apabila tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunggu satu hari lagi untuk menyiram.

2. Kurang Air

Selain terlalu banyak air, tanaman yang kekurangan air juga mudah warna daunnya berubah. Pemilik tanaman bisa menggunakan cara yang sama seperti tadi untuk mengecek kelembapan tanah. Apabila sejak awal mengetahui tanaman tersebut menyukai banyak air, letakkan tanaman tersebut dekat dengan sumber air.

3. Akar Tanaman Tersumbat

Daun yang menguning bisa juga disebabkan karena akar tanaman tidak bisa bertumbuh atau tersumbat. Biasanya terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot. Jika mengalami hal seperti ini, pindahkan tanaman di pot atau tanah yang lebih luas.

4. Kurang Mendapat Cahaya

Tanaman membutuhkan cahaya yang baik. Menempatkan tanaman di lokasi yang minim cahaya matahari masuk membuat proses fotosintesisnya terhambat. Seperti yang kita tahu dalam proses menghasilkan klorofil dan energi pada tumbuhan membutuhkan cahaya. Oleh karena itu, banyak daun tanaman arah tumbuhnya mengikuti lokasi di mana cahaya berada.

5. Kekurangan Nutrisi

Daun muda yang menguning biasanya disebabkan oleh kekurangan nitrogen, sementara daun yang menguning di bagian tepinya kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan kalium. Daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi

Nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk umum. Kekurangan nutrisi sebenarnya dapat diperbaiki dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan nutrisi tersebut.

Itulah beberapa faktor yang membuat daun tanaman menguning.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 5 Risikonya


Jakarta

Kita mungkin sering melihat orang menjemur baju di depan rumah. Hal ini seringkali dianggap praktis, bukan?

Tapi, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidak hanya mengganggu pemandangan hingga masalah kesehatan.

Alasan Tidak Boleh Baju Jemur Baju di Depan Rumah

Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak menjemur baju di depan rumah:


1. Menganggu Estetika

Jemuran baju berdiri atau tali jemuran bagi sebagian orang bisa merusak pemandangan lingkungan. Karena biasanya terlihat tumpukan baju di halaman depan atau tergantung di pagar.

Hal ini memberikan kesan berantakan dan kurang teratur. Faktor ini juga tentu akan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri.

Di beberapa lingkungan atau area perumahan juga ada aturan mengenai menjemur baju di depan rumah yang ditetapkan oleh Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) atau perhimpunan pemilik rumah di suatu komunitas atau kompleks perumahan.

Menjemur baju di depan rumah dapat dianggap mengganggu pemandangan atau merusak kesan visual. Umumnya, peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa area publik tetap terlihat rapi dan teratur. Oleh karena itu, penghuni yang melanggar aturan ini bisa dikenakan sanksi, di mana ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama.

2. Cuaca yang Bisa Berubah

Dilansir Homes and Gardens, pertimbangan cuaca juga termasuk alasan kenapa sebaiknya tidak menjemur pakaian di luar. Cuaca yang terlalu terik bisa membuat baju jadi luntur hingga membuat debu bisa mudah menempel.

Selain itu, hujan yang tiba-tiba juga terkadang membuat pakaian yang sudah kering jadi basah lagi. Hal ini seringnya membuat kita harus mencucinya lagi.

Cerah, sedikit berangin, dan kering adalah cuaca ideal untuk menjemur pakaian di luar ruangan.

3. Membuat Kotoran dan Debu Lebih Mudah Menempel

Masalah cuaca seperti hujan dan angin juga akan menerbangkan kotoran dan debu ke pakaian yang baru dicuci. Ini merupakan salah satu risiko jika kita menjemur pakaian di depan rumah.

Menjemur pakaian di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka juga rentan terhadap serbuan serangga seperti burung dan kotorannya, lalat, nyamuk, hingga serangga lainnya.

4. Memungkinkan Muncul Masalah Kesehatan

COO dan Pakar kebersihan di The Maids, Ken Doty, mengatakan bahwa pada bulan-bulan musim panas dan musim semi, serbuk sari juga menyebabkan alergen.

Serbuk tersebut umumnya bisa tersangkut di baju, dan menularkannya ke seluruh rumah. Hal ini tidak hanya akan memperparah gejala alergi, namun bisa mengakibatkan kamu harus menghilangkan noda serbuk sari dari kain alias mencuci lagi.

5. Berisiko Membuat Baju Bau Apek dan Pertumbuhan Jamur

Baju yang dijemur di luar akan terpapar langsung dengan udara luar. Namun, udara di luar tidak selalu segar dan terkontrol,

Paparan sinar matahari yang intens atau pakaian yang tidak kering sempurna (lembap) bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada pakaian dan pertumbuhan jamur.

Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan.

Mengingat kita tidak punya kendali atas kelembapan di luar, mesin pengering pakaian terkadang bisa lebih baik mengeringkan pakaian di dalam ruangan.

Lalu, Jemur Baju Sebaiknya Di Mana?

Mengutip laman The National, jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan rumah maka pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Idealnya, area yang paling hangat dan berventilasi paling baik.

Hindari tempat yang lembap atau memiliki aliran udara yang sedikit, contohnya ruang bawah tanah (kecuali kamu telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kelembapan di area tersebut).

Buka jendela, agar udara segar dapat bersirkulasi dan membantu keluarnya kelembapan. Hal ini bisa menghindari reaksi alergi, jamur atau lumut pada kain.

Apabila cuaca terlalu dingin atau tidak memungkinkan untuk membuka jendela, maka pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara. Cara ini juga membantu mempercepat proses pengeringan dan mengurangi risiko kelembapan.

Jika ingin menjemur di luar ruangan, pastikan areanya terlindung dengan aliran udara yang baik, seperti balkon atau teras.

Sinar matahari yang baik juga akan membantu baju lebih cepat kering dan membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

Selain itu, berinvestasilah pada jemuran pakaian yang kokoh, gantungan pakaian yang digantung di langit-langit, maupun rak yang dipasang di dinding.

Simak juga Video ‘Review Tren Pakaian Di Hari Lebaran:

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Baja Ringan Anti-Karat dapat Berkarat Juga? Ini Penjelasannya


Jakarta

Baja ringan menjadi salah satu bahan bangunan yang banyak dipilih sebagai pengganti kayu. Punya lapisan Alumunium Zinc (AZ) atau lapisan yang dapat mencegah karat, tapi mengapa baja ringan masih bisa berkarat seiring waktu?

Saat ini, baja ringan kerap digunakan sebagai rangka atap dan partisi dinding pada rumah. Banyak orang yang memilih baja ringan karena punya sejumlah keunggulan, salah satunya yaitu memiliki bobot yang ringan dan kuat.

Keunggulan lain dari baja ringan adalah anti rayap, anti karat, dan mudah dibentuk. Meski diklaim anti karat, akan tetapi baja ringan juga bisa berkarat seiring waktu.


Ada sejumlah faktor yang menyebabkan baja ringan menjadi korosi. Pada umumnya, hal ini terjadi karena cara menggunakannya yang salah.

Lantas, apa yang menyebabkan baja ringan anti-karat jadi bisa berkarat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Kenapa Baja Ringan Anti-karat bisa Berkarat?

Mengutip catatan detikProperti, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan ada kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan saat membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru memicu korosi. Apabila dibiarkan maka bisa fatal akibatnya.

“Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” kata Albert kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Jika baja ringan dibiarkan berkarat, maka seiring waktu dapat menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan bisa saja runtuh dalam kasus yang ekstrem.

“Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” jelasnya.

Lebih lanjut, Albert menjelaskan penyebab korosi karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang dapat merusak lapisan AZ yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dan korosi.

Albert menuturkan, baja ringan adalah bahan sederhana yang selama digunakan sesuai fungsinya maka akan awet. Hanya saja, baja ringan tidak dapat dicampur dengan cairan semen yang dapat menyebabkan korosi.

“Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” pungkas Albert.

Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

Mengutip buku Rumah Rangka Baja Ringan Gaya Hunian Inspiratif dan Inovatif oleh Doni Swadarma, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari baja ringan sebagai bahan bangunan.

1. Kelebihan Baja Ringan

  • Sifatnya yang tidak mudah hancur (daktilitas)
  • Bobotnya ringan tapi tetap kuat
  • Proses pemasangannya lebih mudah
  • Anti karat
  • Kuat terhadap api dan rayap.

2. Kekurangan Baja Ringan

  • Harga cenderung mahal
  • Tampilannya kurang estetis
  • Jika tidak dipasang dengan benar, akan mudah goyang terbawa angin
  • Bisa mengalami korosi jika digunakan secara tidak benar.

Demikian penjelasan mengenai alasan baja ringan anti-karat bisa berkarat seiring waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Arti Tulisan Periksa pada Meteran Listrik dan Cara Menanganinya


Jakarta

Mengisi token listrik prabayar seharusnya menjadi proses yang sederhana dan cepat. Namun dalam praktiknya, tak jarang pengguna mengalami hambatan saat memasukkan kode token.

Salah satu kendala yang cukup sering terjadi adalah munculnya pesan ‘Periksa’ pada layar meteran setelah melakukan pengisian token listrik. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama jika dikhawatirkan aliran listrik akan terputus.

Tapi jangan panik. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, mulai dari memastikan kode token yang dimasukkan sudah benar, hingga melapor ke pihak PLN melalui aplikasi resmi mereka, yaitu PLN Mobile.


3 Penyebab Umum Munculnya Tulisan ‘Periksa’

Pesan ‘Periksa’ sering kali menandakan adanya gangguan pada instalasi listrik di rumah atau kemungkinan terjadi kebocoran listrik. Berikut adalah penyebab umum yang perlu diperhatikan, dirangkum dari berbagai sumber dan Portal Layanan Pelanggan PLN:

1. Ada Kebocoran Arus Listrik

Tulisan ‘Periksa’ yang muncul pada kWh meter merupakan tanda adanya potensi gangguan pada instalasi listrik di dalam rumah. Salah satu penyebab yang umum adalah adanya kebocoran arus listrik.

Kebocoran listrik terjadi ketika arus mengalir melalui jalur yang tidak seharusnya, misalnya karena kabel rusak atau sambungan yang longgar. Selain menyebabkan kegagalan pengisian token, kondisi ini juga membahayakan penghuni rumah. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik sangat dianjurkan untuk menghindari potensi bahaya ini.

2. Terjadi Perbedaan Arus Listrik

Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan oleh kesalahan pada instalasi seperti fasa yang tertukar yakni kabel listrik yang membawa arus terhubung secara tidak semestinya. Bisa karena adanya perbedaan arus atau pemasangan sistem listrik yang tidak sesuai, seperti polaritas terbalik atau grounding yang tidak benar. Dalam kasus seperti ini, penanganan hanya boleh dilakukan oleh teknisi resmi PLN.

3. Pemasangan Grounding yang Tidak Tepat

Faktor lain yang mungkin menjadi pemicu adalah pemasangan sistem pentanahan (grounding/arde) yang tidak sesuai standar. Grounding yang tidak terpasang dengan benar bisa mengganggu sistem kelistrikan dan menyebabkan munculnya pesan ‘Periksa’.

Fungsi grounding sangat penting untuk mengalirkan arus bocor ke tanah, sehingga menjaga keamanan peralatan listrik. Jika terdapat kesalahan instalasi, segera hubungi tenaga ahli PLN.

Cara Menangani Munculnya Tulisan ‘Periksa’ pada Meteran Listrik

Jika tulisan ‘Periksa’ muncul pada meteran listrik di rumahmu, segera laporkan masalah ini melalui aplikasi PLN Mobile. Berikut langkah-langkah pengaduan yang dapat kamu lakukan:

  1. Unduh dan buka aplikasi PLN Mobile dari Play Store (Android) atau App Store (iOS).
  2. Pilih menu “Pengaduan” pada halaman utama.
  3. Tentukan jenis gangguan yang sesuai.
  4. Masukkan ID Pelanggan atau nomor meteran. Jika tidak tahu ID, kamu bisa menandai lokasi rumah melalui peta yang tersedia.
  5. Tekan “Konfirmasi”, lalu lengkapi data lokasi, dan pilih “Lanjutkan”.
  6. Jika memungkinkan, lampirkan foto kondisi meteran dan tambahkan penjelasan singkat mengenai kendala yang terjadi, lalu tulis penjelasan singkat masalah yang dihadapi dan klik “Kirim Pengaduan”.
  7. Setelah semua data diisi, tekan “Lanjutkan”.
  8. Kamu akan menerima Nomor Laporan (format Gxxxxx) dan bisa memantau status laporan secara langsung melalui aplikasi.
  9. Setelah laporan dikirim, pelanggan akan menerima instruksi berupa kode yang perlu dimasukkan ke dalam kWh meter. Kode ini berfungsi untuk mereset sistem dan menghilangkan tulisan “Periksa”. Dengan begitu, meteran akan kembali berfungsi normal.
  10. Untuk bantuan cepat, kamu juga dapat menghubungi Call Center PLN di 123.

Nah itulah tadi penyebab dan solusi jika ada tulisan periksa pada meteran listrik. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan kamu bisa segera memperoleh solusi atas kendala pengisian token listrik. Semoga membantu!

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Jangan Anggap Sepele, Ini Arti di Balik Bau Tak Sedap di Kamar Mandi


Jakarta

Kamar mandi adalah tempat yang rawan muncul bau tak sedap. Sebab, kamar mandi merupakan tempat yang lembap dan biasa digunakan buat membersihkan tubuh dari kotoran.

Jangan biarkan kamar mandi mengeluarkan bau yang tidak mengenakan. Selain membuat penghuni tidak nyaman, bau tersebut bisa jadi pertanda ada masalah di dalam kamar mandi, lho.

Lantas, apa saja arti di balik bau tak sedap di kamar mandi? Yuk, simak penjelasan soal kamar mandi bau berikut ini.


Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

Inilah beberapa penyebab kamar mandi bisa berbau tidak sedap, dikutip dari Mr. Rooter.

1. Saluran Pembuangan Tersumbat

Bau tak sedap di kamar mandi bisa jadi pertanda saluran pembuangan yang tersumbat. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

2. Saluran Pembuangan Tercemar

Bau tak sedap di kamar mandi dapat bersumber dari saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi yang tercemar. Gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah.

Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

3. P-Trap Kering atau Rusak

P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi. P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah.

Kalau P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

5. Septic Tank Penuh

Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur.

6. Pertumbuhan Bakteri

Bau tak sedap merupakan ciri-ciri pertumbuhan bakteri. Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri.

Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

Jika kamar mandi bau, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Berikut ini beberapa tips mengatasi kamar mandi bau, dikutip dari The Spruce.

1. Gunakan Pengharum Udara

Untuk menetralisir aroma tak sedap, tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

2. Jaga Ventilasi yang Baik

Pastikan kamar mandi punya sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Sebaiknya gantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

4. Bersihkan Secara Teratur

Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

Itulah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang bau. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com