Tag Archives: penyebab

Atap Rumah Bisa Berlumut Seiring Waktu, Ini Cara Atasinya


Jakarta

Atap berfungsi untuk melindungi para penghuni dari air hujan dan panas matahari yang menyengat. Namun seiring waktu, atap bisa berlumut karena kondisi udara yang lembap.

Atap rumah yang berlumut dapat mengganggu penampilan sehingga terlihat jelek dan kotor. Jika dibiarkan terus menerus maka lumut bisa merusak material atap itu sendiri.

Salah satu solusi untuk mengatasi atap rumah yang berlumut adalah dengan cara dibersihkan. Namun, ada cara khusus agar lumut di atap rumah bisa hilang dengan efektif.


Lantas, bagaimana cara membersihkan atap yang berlumut? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Penyebab Atap Rumah Berlumut

Selain karena kondisi udara yang lembap, ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan lumut bisa tumbuh di atap rumah. Dilansir situs Guardian Roofing, Selasa (20/5/2025) berikut beberapa penyebabnya:

1. Kurang Terpapar Sinar Matahari

Atap rumah yang tidak menghadap ke sinar matahari membuat lumut bisa tumbuh dengan mudah. Apalagi jika kondisi cuaca yang lebih sering hujan, maka lumut bisa menyebar ke seluruh permukaan atap.

2. Debu dan Kotoran

Debu dan kotoran yang menumpuk di atap rumah bisa menjadi tempat bagi lumut untuk tumbuh. Soalnya, debu dan kotoran dapat menjadi sumber yang menyediakan nutrisi yang dibutuhkan lumut untuk berkembang biak.

3. Material Atap Rumah

Material atap rumah yang digunakan juga dapat memengaruhi pertumbuhan lumut. Untuk material atap yang berpori seperti genting tanah liat dapat menyerap dan menahan kelembapan, sehingga lebih rentan terhadap lumut.

4. Drainase yang Buruk

Apabila drainase tidak berfungsi dengan baik, maka lumut dapat dengan mudah tumbuh di atap rumah. Hal ini bisa terjadi karena talang air tersumbat oleh sampah dedaunan atau ranting pohon.

Cara Mengatasi Atap Rumah yang Berlumut

Atap rumah yang berlumut bisa diatasi dengan cara dibersihkan. Namun, detikers perlu hati-hati karena atap rumah akan lebih licin akibat terdapat lumut yang tebal.

Dikutip dari laman Roof Pro, berikut cara membersihkan atap rumah yang berlumut secara mandiri:

1. Siapkan Alat-alat

Sebelum membersihkan lumut di atap rumah, pastikan kamu telah menyiapkan alat-alatnya terlebih dahulu, mulai dari tangga, selang air, dan cairan pembersih.

Langkah yang pertama adalah memasang tangga terlebih dahulu agar kamu bisa mencapai atap rumah. Pastikan tangga dipasang di tanah yang datar agar kamu tidak goyah.

2. Tuang Cairan Pembersih ke Atap

Setelah berada di atap rumah, kamu bisa mencampur cairan pembersih dengan air ke dalam wadah. Setelah itu, siram ke bagian atap yang terdapat lumut secara menyeluruh.

3. Biarkan Cairan Pembersih Menyerap

Setelah menyiram bagian atap rumah yang berlumut, diamkan selama 30 menit agar cairan dapat bekerja mengangkat lumut secara menyeluruh. Kemudian, bersihkan atap dari lumut menggunakan sikat secara perlahan.

4. Bilas Atap dengan Air

Langkah berikutnya adalah dengan membilas atap rumah dengan air. Siapkan selang yang panjang agar bisa menjangkau sudut-sudut atap rumah.

Sebaiknya, bilas bagian atas atap rumah terlebih dulu dan dilanjutkan ke bagian bawah. Biarkan air mengalir secara perlahan dan masuk ke talang air. Sebagai catatan, hindari menggunakan air bertekanan tinggi karena berisiko merusak genteng.

Itulah empat penyebab dan cara mengatasi atap rumah yang berlumut. Semoga bermanfaat!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Awas! Dua Hal Ini Bisa Bikin Septic Tank Meledak



Jakarta

Kejadian septic tank meledak kerap terdengar di masyarakat. Biasanya kejadian seperti ini terjadi saat sedang menyedot septic tank.

Septic tank merupakan tempat pengolahan limbah di rumah, sehingga muncul unsur yang rawan terbakar. Supaya hal ini nggak terjadi, pemilik rumah perlu tau apa yang menyebabkan septic tank meledak.

Lantas, apa saja pemicu ledakan pada septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Septic Tank Meledak

Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah menurut ahli.

1. Septic Tank Tanpa Pipa Hawa

Spesialis Sanitasi Endro Adinugroho mengatakan septic tank mengandung gas metana yang mudah terbakar. Namun, gas ini bisa terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Hal itu kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Ledakan pun akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap, yakni ada yang menyalakan api di dalam kamar mandi.

2. Menyulut Api

Selanjutnya, Endro mengatakan ledakan pada septic tank dipicu oleh api ketika menyedot septic tank. Ia menyebutkan salah satu kejadian ledakan di masyarakat, ada petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

“Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

Padahal, cara mengecek isi tanki bisa dengan memasukkan tongkat panjang ke dalam manhole. Cara lain adalah dengan menyalakan senter ke lubang kontrol.

Endro menambahkan prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi penyedotan. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

Itulah pemicu septic tank meledak yang perlu pemilik rumah waspadai. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Rumah Diserbu Banyak Nyamuk? Ini Penyebab dan Cara Basminya


Jakarta

Nyamuk kerap kali ditemukan berterbangan di dalam rumah, terutama saat musim hujan. Serangga penghisap darah ini memang sangat mengganggu karena gigitannya membuat kulit jadi gatal.

Lebih dari itu, nyamuk juga bisa membawa penyakit dan menularkannya ke manusia. Belum lagi suara nyamuk cukup bising ketika berlalu-lalang dekat telinga. Nggak heran kalau kehadiran nyamuk dibenci oleh penghuni rumah.

Namun, kenapa bisa ada banyak nyamuk masuk rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Nyamuk Masuk di Rumah

Inilah beberapa alasan nyamuk menyerbu dan berkembang biak di rumah, dikutip dari Recon Pest Services.

1. Mencari Tempat Berlindung

Nyamuk akan mencari tempat berlindung dari cuaca dan angin. Nyamuk menyukai tempat yang hangat, gelap, dan lembap.

Nah, salah satu tempat yang nyaman bagi mereka bisa jadi di dalam rumah. Beberapa tempat persembunyian nyamuk seperti di dapur, kamar mandi, dan lemari.

2. Ada Celah Masuk Rumah

Serangga bersayap ini pandai mencari celah untuk masuk rumah. Mereka bisa menyelinap melalui celah-celah kecil, retakan, dan bukaan pada pintu, jendela, kasa, dan garasi.

Nyamuk juga tertarik dengan cahaya dari lampu. Mereka bisa saja masuk rumah di malam hari karena tertarik dengan lampu yang menyala.

3. Ada Genangan Air

Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak dan bertelur. Genangan air di sekitar rumah seperti kolam dan got dapat menarik nyamuk untuk mendekat.

Sementara di dalam rumah, tanaman pot, minuman hewan, dan genangan air lainnya juga menjadi tempat nyamuk bertelur.

4. Ada Sumber Makanan

Tahukah kalau nyamuk betina lah yang biasa menghisap darah? Ya, nyamuk betina membutuhkan darah untuk bertelur. Dengan begitu, nyamuk tertarik bisa tertarik masuk rumah karena manusia dan hewan piaraan, yakni sumber makanan mereka.

Selain itu, nyamuk juga memakan nektar tanaman. Kalau ada tanaman hias di dalam rumah, hal itu dapat menarik hama ini.

Cara Agar Rumah Bebas Nyamuk

Berikut ini beberapa cara untuk mengusir dan mencegah nyamuk masuk rumah.

1. Tutup Akses Masuk

Periksa celah dan bukaan di sekitar rumah yang bisa jadi titik masuknya nyamuk. Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat.

Memasang kasa nyamuk pada pintu dan jendela adalah cara efektif untuk mencegah nyamuk masuk rumah. Perbaiki atau ganti layar penghalau nyamuk ini kalau rusak.

2. Basmi Nyamuk

Jika menemukan nyamuk di sekitar rumah, penghuni rumah bisa menepuk untuk membunuhnya. Namun, cara lain yang lebih efektif adalah menggunakan menyemprot cairan pembasmi nyamuk.

3. Musnahkan Sarangnya

Temukan dan musnahkan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk di dalam dan di luar rumah. Periksa genangan air seperti tatakan pot tanaman dan mangkuk air hewan peliharaan.

Jaga agar talang tetap bersih dan tidak tersumbat. Lalu, hindari menyiram tanaman di dalam ruangan secara berlebihan.

4. Pelihara Tanaman Pengusir Nyamuk

Ada beberapa tanaman yang tidak disukai nyamuk. Penghuni rumah bisa memelihara tanaman pengusir nyamuk seperti serai, rosemary, dan peppermint di sekitar rumah.

5. Rawat Pekarangan Rumah

Rawatlah pekarangan rumah agar tidak menjadi tempat persembunyian nyamuk. Pangkas semak dan rumput yang terlalu tinggi secara teratur. Lalu, singkirkan daun-daun yang berserakan.

Itulah penyebab dan cara mengusir nyamuk masuk rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Ada Tokek di Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya



Jakarta

Pernah lihat tokek ada di dinding rumah? Hewan reptil ini memang sekilas mirip dengan cicak namun memiliki ukuran yang lebih besar.

Hewan yang satu itu memiliki ciri khas berupa suara yang berbunyi ‘tokek’. Jika mendengar suara tersebut, sudah pasti ada tokek di rumah.

Nah, tokek rumah atau yang biasa disebut tokek ini memang kerabat dekat dari cicak. Hanya saja, hewan dengan nama latin Gecko gecko ini berukuran lebih besar.


Tapi, kenapa ya bisa ada tokek di rumah?

Pada Maret 2025 lalu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi sempat mengatakan bahwa tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di bawah kayu atau bebatuan, tetapi sering juga berada di lingkungan manusia, biasanya di balik lemari atau di gudang. Nah, adanya tokek di dalam rumah biasanya karena ada sumber makanan, air, dan tempat bersarang.

“Sumber makanan bisa disebabkan dari sanitasi yang kurang baik, yang berdampak pada tingginya populasi serangga terbang seperti nyamuk, lalat, dan lainnya,” katanya ketika dihubungi detikProperti belum lama ini.

Tokek adalah pemakan serangga yang masif, tetapi mereka juga memburu makanan lain, seperti cacing, dan terkadang reptilia yang lebih kecil. Tokek betina berkembangbiak dengan bertelur, biasanya diletakkan menempel di sudut lubang atau dinding, sering pula di balik lemari atau pajangan di dalam rumah. Tempat menyimpan telur ini biasanya akan digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

Lalu, bagaimana kalau mengusirnya?

Keberadaan tokek memang tidak mengancam manusia. Namun, ada saja penghuni yang ingin mengusirnya. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihan dan sanitasi rumah.

“Pengendalian tokek dilakukan dengan perbaikan sanitasi, menutup akses masuk, dan pelakuan kimia atau racun cicak,” tuturnya.

Itu tadi penyebab dan cara mengusir tokek dari rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Ini Bahaya Bunga Es Numpuk di Freezer dan Cara Atasinya



Jakarta

Bunga es adalah lapisan es yang menumpuk pada dinding interior freezer. Bukan cuma merusak pemandangan, ternyata bunga es juga berdampak buruk bagi freezer, lho.

Dilansir dari family handyman, bunga es terbentuk saat kelembaban bertemu dengan kumparan evaporator di dalam freezer, kemudian membeku. Meski tampak sepele, bunga es bisa menimbulkan beberapa masalah seperti merusak kualitas makanan.

Lantas, apa saja dampak buruk dari bunga es? Simak ulasannya berikut ini.


Dampak Buruk Bunga Es

Kalau melihat bunga es menumpuk di freezer, segera ambil tindakan. Inilah beberapa dampak buruk dari bunga es.

1. Ruang Freezer Sempit

Lapisan bunga es akan mengurangi ruang penyimpanan di freezer.

2. Freezer Bau

Bunga es bisa jadi penyebab munculnya bau tak sedap pada freezer.

3. Menurunkan Kualitas Makanan

Tumpukan es tersebut dapat menyebabkan ‘freezer burn’, yakni es mengkristal pada makanan. Hal ini membuat rasa makanan menjadi aneh serta membuatnya busuk.

4. Merusak Fungsi Freezer

Bunga es berpengaruh buruk pada fungsi freezer. Lapisan es itu membuat kemampuan freezer membekukan makanan menjadi tidak efisien.

Cara Bersihkan Bunga Es

Jika menemukan bunga es menumpuk pada freezer, penghuni rumah dapat melelehkan es untuk membersihkannya. Cabut sambungan listrik freezer agar es meleleh dengan sendirinya.

Lalu, bersihkan semua kelembapan dan biarkan semuanya kering. Barulah freezer bisa digunakan kembali.

Perlu diingat, sebaiknya tidak mencongkel bunga es dengan benda tajam. Sebab, hal itu akan merusak freezer.

Cara Cegah Bunga Es Numpuk

  • Jangan biarkan pintu freezer terbuka terlalu lama.
  • Periksa segel pintu freezer secara berkala.
  • Pastikan pintu freezer tertutup dengan rapat.
  • Beri jarak antara freezer dengan dinding di belakangnya.
  • Pastikan untuk menyetel suhu freezer sesuai anjuran.

Itulah informasi seputar bunga es di freezer. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Dinding dan Jendela Bergetar Setiap Pintu Ditutup? Cepat Periksa Bagian Ini



Jakarta

Pernahkah kalian pernah merasakan saat menutup pintu, seketika dinding dan jendela rumah juga ikut bergetar? Apalagi ketika pintu tersebut tertutup dengan keras.

Mungkin banyak yang berpikir wajar karena getaran tersebut terlalu keras hingga merambat ke bagian lain. Namun, sebenarnya kejadian ini menunjukkan daya tahan dinding di rumah lho.

Menurut kontraktor Taufiq Hidayat getaran tersebut dipengaruhi pada tingkat kekuatan dari struktur dinding dan celah pada jendela.


“Ya itu kekuatan struktur dinding dan bukaan dari kusennya. Bergetar itu kan karena ada suatu gerakan yang menimbulkan strukturnya juga jadi nggak stabil gitu. Ada pergerakan juga,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

Getaran yang keras dan berlangsung berulang kali dapat menimbulkan retak-retak pada dinding terutama pada area kusen dan pintu. Dalam kata lain, getaran tersebut dapat menimbulkan masalah baru pada rumah.

“Kalau nanti dindingnya itu retak itu kan ditimbulkan karena getaran yang memungkinkan satu konstruksi itu pecah ya. Tidak bisa menyatu lagi jadi ada retak gitu ya. Nah itu kalau misalnya getarannya terlalu keras dan dindingnya itu emang nggak kuat, ya bisa aja timbul retak,” jelasnya.

Retak dari getaran karena ketahanan dinding yang lemah berbeda dari retak yang ditimbulkan oleh bencana alam seperti gempa bumi atau tanah bergerak.

“Kalau udah gempa kan itu dari fondasi yang bergerak karena dari fondasi yang bergerak ya ketahanan bangunan itu diuji sama gerakan dari fondasi,” ungkapnya.

Untuk mengetahui ketahanan pada dinding bangunan, pintu, dan jendela dapat dipersiapkan sejak awal pembangunan. Persiapannya perlu pertimbangan dan perencanaan dari ahli seperti arsitek

Apabila getaran baru terasa setelah rumah selesai dibangun, Taufiq mengatakan hal tersebut masih bisa diperbaiki. Jika yang bergetar adalah jendal, berarti ada bagian kusen jendela yang longgar tidak pas dengan dinding. Cara memperbaikinya dengan melakukan pengeboran dan mengencangkan ke bagian dinding.

“Dicek dulu kalau cuma kusen yang bergetar itu bisa aja kusennya dikasih baut, dikasih anchor bolt. Supaya dia nggak bergerak. Jadi supaya dia tertahan sama dinding. Berbeda halnya jika masalahnya pada dinding, itu harus diperkuat,” ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Dinding Lembap Tapi Nggak Hujan, Ini Penyebabnya


Jakarta

Masalah yang kerap ditemui di rumah dan mungkin jarang disadari oleh penghuninya adalah kondisi dinding yang lembap. Hal ini bisa semakin parah ketika memasuki musim hujan. Lantas, bagaimana tanda kondisi dinding yang lembap?

Tanda-tanda dinding yang lembap cukup beragam tergantung pada penyebabnya. Meskipun begitu, kondisi dinding yang lembap sama-sama dapat menimbulkan ancaman yang sama yakni merusak kualitas dan tampilan dinding rumah. Selain itu, bisa membahayakan kesehatan karena jamur hitam atau black mold dapat membuat gangguan pernapasan.

Dilansir laman Ultra Techcement, berikut beberapa penyebab kelembaban pada dinding dan cara mengatasinya dengan tepat.


1. Rembesan Air

Penyebab paling banyak yang membuat dinding lembab adalah air. Asalnya bukan hanya dari air hujan, melainkan kebocoran atap, kebocoran pipa air, dinding di tempat lembab seperti kamar mandi, wastafel atau bak cucian piring.

Cara mengatasi dinding yang lembab adalah dengan mengatasi sumber masalah. Apabila ada kebocoran, perbaiki dan tutup celahnya, apabila berada di kamar mandi bisa menggunakan cat khusus dan usahakan kamar mandi bisa cepat kering setelah digunakan.

2. Hasil Kondensasi

Kelembaban dari hasil kondensasi terjadi akibat udara yang mengembun di dinding. Ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan yang dingin, seperti dinding, udara tidak bisa menahan kelembaban, yang mengakibatkan tetesan air muncul dan menyebabkan lembap berlebih. Hal ini juga bisa disebabkan karena ventilasi udara yang buruk di rumah.

Cara untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan menyediakan alat dehumidifier yang memang berguna untuk menyerap kelembapan di rumah. Lalu, jangan lupa selalu buka jendela dan ventilasi yang lain saat hari cerah dengan begitu sirkulasi udara di dalam rumah dapat lancar.

Rembesan air yang berlebih dapat merusak tembok dan menyebabkan banyak masalah, seperti kebocoran, cat terkelupas, retak, bahkan jamur dan lumut. Pengecatan ulang tidak akan mengatasi kelembapan pada dinding. Pemilik rumah harus mengatasi sumber masalah, baru memperbaiki tampilan dinding agar masalah yang sama tidak terulang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Kaki Seribu Tiba-tiba Masuk Rumah dan Cara Mencegahnya


Jakarta

Pernahkah menemukan tiba-tiba kaki seribu muncul di kamar mandi, merayap hingga ruang tengah atau bahkan kamar? Jika iya, bisa jadi ini beberapa alasan binatang melata itu bisa masuk ke rumah.

Kaki seribu adalah binatang melata yang cukup menggelikan. Bahkan, tak jarang kaki seribu bisa menggigit bila kondisinya terancam. Kuilit manusia yang tergigit akan merasakan sensasi seeprti digigit semut atau tersengat.

Nah, secara khusus, kaki seribu kerap muncul saat musim hujan, meski tak jarang kaki seribu juga muncul di musim kemarau.


Bila sudah cukup mengganggu, lakukan langkah-langkah pencegahan biar kaki seribu enggan masuk rumah.

Lantas, kenapa kaki seribu masuk ke dalam rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

1. Rumah Lembap

Melansir dari Forbes Home, Senin (5/8/2024), kaki seribu menyukai dan membutuhkan tempat yang lembab untuk hidup. Oleh karena itu, kamu bisa ‘mengeringkan’ atau menjaga kelembaban bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi untuk mencegah masuknya kaki seribu.

Kamu bisa menyalakan dehumidifier untuk menghilangkan kelembaban dalam rumah, sehingga membuat kaki seribu enggan memasukinya.

2. Ada Tanaman Membusuk

Selain itu, kaki seribu adalah hewan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Jadi, kalian sebaiknya menghilangkan rerumputan yang sudah membusuk atau lapisan kompos.

3. Ada Celah di Rumah

Di sisi lain, kalian juga harus mengecek retakan atau celah pada fondasi bangunan maupun jarak bawah pintu yang memungkinkan kaki seribu masuk ke dalam rumah. Perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk, serta jangan terlalu banyak menyiram tanaman di taman.

Supaya kaki seribu tidak masuk rumah, pastikan untuk menutup segala celah. Perhatikan fondasi di sekitar rumah, termasuk engsel pintu dan jendela apakah ada celah atau tidak. Kalian dapat menggunakan sealant untuk menyegelnya.

Cara Basmi Kaki Seribu

Untuk membasmi kaki seribu, semprotkan cuka putih, minyak tea tree, atau minyak peppermint. Campuran sedikit tea tree oil atau peppermint oil dengan air dan semprotkan ke sekitar retakan atau celah atau tempat ditemukannya kaki seribu. Semprotan tersebut aman digunakan oleh manusia, namun beracun bagi kaki seribu.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kok Bisa Toren Air Berlumut? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Hampir setiap rumah memiliki toren air. Disebut juga tandon air, benda ini berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Jika rumah mati lampu dan tak bisa mengalirkan air, maka toren air bisa jadi penyelamat.

Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut. Alhasil, ketika digunakan air yang keluar justru menjadi kotor dan berwarna hijau akibat lumut.

Kondisi ini tentu bikin kesal karena air tersebut otomatis tak bisa digunakan lagi untuk mandi dan mencuci. Lantas, apa yang menyebabkan toren air jadi berlumut? Simak dalam artikel ini.


Penyebab Toren Air Berlumut

Munculnya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut penyebab toren air jadi berlumut:

1. Sinar Matahari

Pada umumnya, masyarakat menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung. Ternyata, paparan sinar matahari justru menyebabkan lumut bisa tumbuh di dalam toren.

2. Air Baku yang Kotor

Apabila air yang digunakan untuk mengisi toren kualitasnya kotor atau keruh, alhasil lumut bisa tumbuh di dalamnya. Sebab, air kotor mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

3. Udara Lembap

Udara lembap di dalam toren air juga bisa menyebabkan tumbuhnya lumut. Apalagi jika posisi toren air terpapar langsung sinar matahari, maka lumut semakin cepat tumbuh.

Cara Atasi Toren Air Berlumut

Meski toren air di rumah berlumut, sebenarnya masih bisa diatasi dengan berbagai cara. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Tutup Toren dengan Rapat

Tips yang pertama adalah memastikan toren air sudah ditutup secara rapat. Jika tidak, sinar matahari bisa masuk ke dalam toren dan alhasil menyebabkan munculnya lumut.

2. Pasang Pelindung Toren

Posisi toren air di ruang terbuka menyebabkan gampang terpapar sinar matahari, sehingga lumut dapat muncul. Apabila ingin menempatkan toren di luar ruangan, sebaiknya pasang pelindung seperti atap agar tidak terpapar cahaya matahari langsung.

3. Kuras Toren Secara Rutin

Air bersih yang terisi di dalam toren bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Maka dari itu, sebaiknya kamu rutin menguras toren air untuk mencegah lumut dapat tumbuh.

Disarankan untuk menguras tandon enam bulan sekali. Jika lumut tumbuh lebih cepat, maka kamu bisa menguras tandon minimal 3-4 bulan sekali.

4. Pilih Toren Berwarna Gelap

Tips yang terakhir adalah dengan memilih toren berwarna gelap. Soalnya, tandon air berwarna cerah justru memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam. Seiring waktu, lumut dapat tumbuh hingga memenuhi toren.

Apabila sudah terlanjur memiliki toren air berwarna cerah, kamu bisa mengecatnya dengan warna gelap. Pastikan mengecat toren ke seluruh permukaan agar menegah cahaya masuk ke dalam.

Itulah penyebab toren air berlumut dan cara mengatasinya. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Lakukan 6 Hal Ini Kalau Nggak Mau Kadal Masuk Rumah


Jakarta

Adanya kadal di rumah terkadang membuat penghuni di dalamnya tidak nyaman. Tak heran, mereka melakukan berbagai cara untuk mengusirnya.

Sebelum kadal masuk ke dalam rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan lho. Apa saja itu?

Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


Mencegah Kadal Masuk Rumah

1. Jaga Kelembapan

Kadal menyukai suasana lembap. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan dehumidifier agar rumah tidak terlalu lembap dan kadal enggan masuk ke dalam.

2. Buang Sampah di Tempat Tertutup

Buang makanan yang sudah tidak dimakan atau kaleng yang sudah dibuka ke dalam tempat sampah tertutup. Dengan begitu, kadal tidak akan bisa masuk.

3. Singkirkan Sumber Makanan Kadal

Penghuni rumah bisa menyingkirkan hama yang menjadi sumber makanan kadal, seperti agas atau serangga kecil lainnya.

4. Bereskan Barang-barang

Bersihkan barang-barang yang berserakan bisa mencegah kadal masuk rumah. Sebab, barang-barang yang berserakan bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi kadal.

5. Tutup Rapat Lubang yang Ada

Selanjutnya adalah tutup titik masuk dekat ventilasi, pintu, maupun jendela.

6. Singkirkan Sumber Air

Selanjutnya adalah singkirkan sumber air. Misalnya air di dalam mangkuk hewan peliharaan atau perbaiki keran dan pipa yang bocor.

Penyebab Kadal Ada di Rumah

1. Sumber Air

Kadal tertarik untuk masuk ke dalam maupun pekarangan rumah karena adanya sumber air. Dengan air yang cukup, kadal bisa bertahan selama berbulan-bulan.

2. Adanya Tempat Perlindungan

Kadal menyukai tempat yang gelap dan sejuk. Tak heran jika hewan yang satu ini bisa ditemukan di balik lemari atau di balik semak-semak, bahkan kursi taman.

3. Sumber Makanan

Selain sumber air dan tempat perlindungan, adanya sumber makanan bisa membuat kadal datang ke pekarangan rumah. Beberapa makanan yang dikonsumsi kadal di antaranya semut, cacing tanah, hingga sayur.

Itulah cara mencegah kadal masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com