Tag: penyebab

  • Penyebab dan Cara Cegah Cicak Masuk Rumah


    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu reptil yang kerap ada di dalam rumah. Keberadaannya memang tidak berbahaya, tetapi bisa membuat penghuni rumah takut atau terkadang merasa jijik.

    Belum lagi, kotoran cicak yang membuat ruangan kotor. Perilakunya juga terkadang suka memakan makanan yang terbuka bisa membuat penghuni rumah kesal.

    Kenapa ya bisa ada cicak di rumah?


    Penyebab Cicak Ada di Rumah

    Ada beberapa alasan yang membuat cicak datang ke rumah. Dilansir dari situs Housing, berikut ini informasinya.

    – Banyak serangga di rumah
    – Ada makanan yang tergeletak
    – Ada genangan air yang membuat ruangan lembap
    – Terdapat celah yang memungkinkan cicak masuk, seperti jendela, ventilasi, atau atap
    – Suhu di dalam rumah hangat

    Cara Mencegah Cicak Masuk Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cicak masuk ke dalam rumah. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.

    Singkirkan Sumber Makanan

    Biasanya cicak akan muncul karena terdapat banyak makanan, misalnya semut atau serangga lainnya. Kalau di rumah banyak serangga, sebaiknya atasi hal itu terlebih dahulu.

    Selain itu, jika ada bahan makanan sebaiknya langsung disimpan di kulkas. Jangan biarkan tergeletak begitu saja karena bisa menarik cicak untuk memakannya. Hal yang jika ada remahan atau tumpahan makanan, sebaiknya segera dibersihkan.

    Tutup Akses Masuk Cicak

    Pastikan penghuni rumah menutup akses masuk cicak, seperti jendela atau ventilasi. Penghuni rumah bisa memasang jaring pada jendela atau ventilasi untuk mencegah cicak masuk dan masih mendapat sinar matahari.

    Bersihkan Rumah

    Rapikan dan bersihkan area rumah secara rutin. Kalau ada barang yang menumpuk, segera bereskan tumpukan itu agar tidak menjadi tempat persembunyian cicak. Jangan lupa juga buanglah sampah secara rutin biar cicak tidak bersarang di tempat sampah.

    Cicak juga tertarik dengan genangan air. Karena itu, bersihkan genangan air di rumah yang menyebabkan kelembapan seperti pipa bocor agar tidak mengundangnya datang.

    Cara Usir Cicak dari Rumah

    Kalau sudah ada cicak di rumah, bisa juga mengusirnya. Dilansir dari Livspace dan Homes & Gardens, berikut ini caranya.

    Lada dan Cabai

    Black pepper seeds or peppercorns ( dried seeds of piper nigrum ) in wooden bowl and spoon isolated on wood table background.lada Foto: Getty Images/iStockphoto/Everyday better to do everything

    Salah satu cara untuk mengusir cicak adalah menggunakan lada dan cabai. Caranya cukup campurkan sedikit merica atau bubuk cabai ke dalam air dan semprotkan ke area yang sering didatangi cicak.

    Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Cicak tidak menyukai aroma kopi yang kuat. Oleh karena itu, ia akan menjauhi aroma yang menyengat dari bubuk kopi.

    Untuk mengusir cicak menggunakan bubuk kopi, bisa dengan mencampurkan bubuk kopi ke dalam air dan menyemprotkan ke daerah yang sering dilalui cicak. Selain itu, bisa juga menaburkan bubuknya saja.

    Kamper

    Untuk mengusir tikus atau hewan lain yang kemungkinan akan bersarang di mesin mobil, gunakan kapur barus.Kamper. Foto: Dadan Kuswaraharja

    Kamper juga memiliki bau menyengat yang tidak disukai cicak. Penghuni rumah bisa menyebarkan beberapa kamper di sudut-sudut lemari, dapur, rak, ataupun di bawah wastafel untuk mengusir cicak tanpa harus membunuhnya.

    Itulah penyebab, cara mencegah cicak masuk rumah, dan cara mengusir dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bunga Es di Freezer Kulkas Bisa Merusak Mesin, Ini Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Bunga es di freezer kulkas jangan dianggap sepele. Sebab jika bunga es semakin membesar bisa menimbulkan bau, ruang freezer semakin sempit dan bisa merusak kulkas jika terjadi dalam jangka panjang.

    Memang munculnya bunga es di freezer kulkas merupakan hal yang wajar. Namun bisa saja itu dihindari jika tahu penyebab dan cara mencegahnya.

    Berikut penjelasan mengenai penyebab munculnya bunga es di freezer, lengkap dengan cara mencegah, dan cara mengatasi dengan benar agar tidak merusak kulkas.


    Penyebab Munculnya Bunga Es di Freezer

    Bunga es adalah uap air yang membeku akibat pintu kulkas yang sering dibuka tutup. Uap air bisa berasal dari tiap benda yang disimpan di kulkas, atau dari ruangan tempat mesin pendingin ini berada.

    Sesuai namanya, titik-titik kecil uap air membeku dan makin menumpuk layaknya bunga. Kristal bunga es yang sudah tebal tidak bisa dicairkan. Dikutip dari situs Mr Appliance, berikut beberapa penyebab munculnya bunga es:

    Pintu freezer yang terbuka, bahkan dalam waktu singkat dapat menyebabkan munculnya bunga es. Penyebabnya adalah udara hangat dan lembap dari ruangan masuk ke dalam freezer.

    Kemudian udara yang masuk akan mengembun pada berbagai benda di dalam freezer. Lama-kelamaan, kondensasi tersebut akan membeku dan menciptakan bunga es di dalam freezer.

    Ada Celah pada Pintu

    Penyebab pertama adalah terdapat celah pada pintu. Pintu kulkas memiliki magnetic gasket seal yang membuat pintu bisa tertutup rapat. Gasket ini mungkin rusak karena faktor usia atau masalah lain.

    Untuk mengecek apakah gasket rusak, coba lakukan tes dengan meletakkan selembar uang kertas di tengah-tengah pintu, lalu tutuplah pintu tersebut. Tariklah kertas tersebut, jika mudah terlepas, berarti gasket kamu tidak menutup rapat.

    Freezer Terlalu Penuh

    Penyebab ketiga adalah freezer terlalu penuh. Isi yang terlalu penuh akan menghalangi sirkulasi udara. Setiap kali pintu freezer dibuka, udara hangat dan lembap akan mengendap di atas makanan dan memunculkan bunga es.

    Pembuat Es Rusak

    Jika kulkas kamu memiliki pembuat es built-in di pintu, ada kemungkinan udara hangat masuk ke dalam freezer lewat saluran es. Hal ini tidak cuma menyebabkan terbentuknya bunga es di dalam freezer, tetapi juga bisa merusak pembuat es.

    Meletakkan Wadah Panas atau Basah di dalam Freezer

    Meletakkan wadah panas atau basah juga akan meningkatkan kelembapan dalam freezer. Udara lembap akan memunculkan bunga es di sisi freezer. Pastikan menyimpan barang dalam kondisi kering.

    Pemanas Pencairan Es yang Rusak

    Beberapa kulkas dilengkapi pencair bunga es otomatis. Jika bunga es sudah menumpuk, tetapi pemanas tidak bekerja, mungkin ada masalah dengan papan kontrol timer pencairan.

    Jika ternyata papan kontrolnya tidak rusak, mungkin alat pemanas pencairannya yang rusak. Tanpa alat ini, kamu harus mencairkan bunga es sendiri.

    Termostat Pencairan Es Tidak Berfungsi

    Jika penumpukan bunga es paling banyak tampak di sekitar dinding belakang freezer atau di ventilasi, kulkas mungkin mengalami masalah dengan termostat pencairan es.

    Masalah ini bisa menjadi rumit, karena termostat pencairan es adalah komponen sensitif yang dipicu oleh perubahan pada evaporator. Ini memainkan peran penting dalam memasok daya ke pemanas dan mengendalikan awal dan akhir siklus pencairan.

    Cara Mencegah Munculnya Bunga Es di Freezer

    Jangan pernah menganggap sepele terhadap munculnya bunga es. Sebaiknya detikers melakukan langkah pencegahan agar bunga es tidak muncul di freezer. Berikut beberapa caranya:

    • Pastikan menutup pintu freezer dengan rapat dan jangan terlalu sering atau terlalu lama dibuka.
    • Dinginkan makanan sebelum dimasukkan ke freezer: Jangan memasukkan dalam kondisi panas.
    • Bersihkan freezer secara teratur, termasuk jika sisa makanan atau cairan yang tumpah.
    • Isi freezer jangan terlalu penuh, pastikan udara bisa bersirkulasi dengan baik.
    • Periksa segel pintu, apakah ada retakan atau celah pada segel pintu. Gantilah jika perlu agar kulkas tertutup rapat.
    • Cari suhu yang tepat untuk kulkas kamu, sesuai dengan buku panduan.
    • Tempatkan kulkas dengan benar. Jangan diletakkan di ruangan panas atau berdekatan dengan perabotan panas.

    Cara Menangani Bunga Es di Freezer

    Jika bunga es sudah muncul, jangan membiarkannya terlalu lama. Berikut beberapa langkah menangani bunga es di freezer.

    1. Keluarkan Makanan dari Freezer

    Langkah pertama adalah mengeluarkan makanan dari freezer ke bagian cooler agar makanan tak rusak karena fluktuasi suhu.

    2. Letakkan Handuk Atau Kain

    Selanjutnya, letakkan handuk atau kain secara strategis di sekitar dan di bagian bawah kulkas agar bisa menyerap air dari es yang mengalir ke bawah.

    3. Cabut Listrik

    Setelah melakukan langkah pencegahan di atas, cabut listrik agar beralih ke mode pencairan. Langkah ini juga mencegah terjadinya sengatan listrik maupun korsleting.

    4. Biarkan Bunga Es Mencair Sendiri

    Diamkan kulkas dan biarkan bunga es mencair secara alami. Jangan melakukan tindakan paksa, seperti mencongkel atau memukul dengan alat keras. Hal ini bisa merusak bagian dalam freezer.

    5. Bersihkan dan Keringkan

    Jika sudah mencair secara keseluruhan, mulai keringkan freezer. Ini juga waktu yang tepat untuk membersihkan kulkas secara menyeluruh. Manfaatkan sabun cuci piring atau soda kue, Jangan lupa keringkan jika sudah bersih.

    6. Masukkan Lagi Makanan ke Freezer

    Jika sudah bersih dan kering, kembali colokkan listrik dan masukkan kembali makanan ke freezer yang sudah bebas dari bunga es. Jangan lupa lakukan langkah pencegahan agar bunga es tak lagi muncul.

    Nah, itulah berbagai penyebab munculnya bunga es yang mulai sekarang bisa dihindari. Selain merepotkan, bunga es juga membuat kulkas bisa rusak jika dibiarkan dalam jangka panjang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan yang Ampuh Hilangkan Kerak Putih pada Keran Air


    Jakarta

    Kebanyakan keran air memakai material yang mengkilat sehingga saat kotor tidak terlihat jelas. Namun, yang namanya kerak pasti lama kelamaan akan terlihat dan membuat keran terlihat kusam.

    Kerak-kerak tersebut bukan hanya mengganggu tampilan keran, bisa juga menjadi sarang baru bagi bakteri-bakteri. Perangkat yang seharusnya membantu pemakainya untuk bersih-bersih, justru bisa menjadi tempat paling kotor di rumah.

    Sebelum membersihkan keran, perlu cari tahu dulu asal mula kerak muncul di keran tersebut. Penyebab paling umum adalah kondisi air di rumah yang mengandung magnesium tinggi atau sering disebut dengan air sadah. Jenis air ini dapat menimbulkan kerak putih yang tak dapat dihilangkan dengan menyiramkan air saja. Penyebab lainnya adalah bisa karena bekas sabun, sel-sel kulit yang mati yang menempel pada keran, atau bekas makanan yang lengket dan menempel.


    Kerak yang paling sering ditemui di keran air adalah noda putih yang bentuknya bermacam-macam. Saat disentuh, kerak tersebut tidak licin dan tidak basah saat terkena air.

    Untuk mencegah muncul kerak putih pada keran air, penggunanya perlu membersihkan minimal sehari sekali setiap selesai digunakan. Dengan begitu, setiap ada noda yang muncul akan jauh lebih mudah dibersihkan

    Saat membersihkannya, air saja tidak cukup untuk menghilangkan noda putih, perlu bahan-bahan pembersih tambahan. Sebagai rekomendasi, dilansir dari Livspace Magazine berikut beberapa bahan yang bisa digunakan.

    1. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih merupakan bahan pembersih yang bisa membersihkan noda membandel hampir di setiap permukaan. Sifatnya yang asam dikenal ampuh untuk membersihkan beragam macam noda. Untuk pemakaian di keran air juga bisa untuk membuat tampilannya kembali kinclong.

    Caranya dengan menambahkan larutan cuka secukupnya ke dalam air hangat yang jumlahnya sama dengan cuka. Kemudian, celupkan kain ke dalam larutan tersebut. Lilit kain tersebut pada keran air dan diamkan selama sejam. Buka dan lihat apakah kerak-kerak sudah bersih. Jangan lupa untuk bilas menggunakan air bersih dan keringkan. Hal ini untuk menghindari keran berkarat.

    2. Sabun Cuci Piring

    macro shot of dish soap being squeezed onto green sponge in aluminum sinkIlustrasi sabun cuci piring. Foto: iStock

    Sabun cuci piring juga ampuh untuk membersihkan keran air yang kusam karena di dalamnya terdapat kandungan yang abrasi dan mengangkat noda. Sabun cuci piring juga tidak akan merusak keran air dan pasti tersedia di setiap rumah. Cara menggunakan adalah dengan mencampurkan sabun cuci piring ke dalam air hangat. Lalu celupkan kain bersih yang akan digunakan untuk membersihkan keran. Gosok seluruh permukaannya, siram, dan keringkan apabila sudah bersih.

    3. Lemon

    Orang dengan 5 Kondisi Ini Tak Disarankan Konsumsi LemonLemon. Foto: Getty Images/Bryony van der Merwe

    Buah ini memang terkenal dapat membersihkan noda di beberapa benda, salah satunya adalah kerak pada keran air. Caranya dengan menempelkan lemon yang sudah dipotong ke sisi keran yang kotor dan diamkan beberapa jam. Asam pada lemon melarutkan kerak kapur. Kemudian gosok kerak kapur yang terlepas dengan sikat gigi bekas atau kain gosok. Bisa juga dengan mengoleskan air lemon pada kain dan gosok untuk menghilangkan noda air sadah pada keran.

    4. Baking Soda

    baking sodabaking soda Foto: Getty Images/skhoward

    Salah satu bahan yang mudah untuk membersihkan kerak pada keran air adalah baking soda. Bahan ini bahkan tidak perlu menunggu hingga berjam-jam. Ketika dilapisi ke keran air, sudah bisa membersihkan kerak, tetapi bahan ini sebaiknya tidak digunakan begitu sering. Gunakan untuk noda kerak yang benar-benar sulit dihilangkan.

    Itulah bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan kerak pada keran air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membersihkan Keran Air agar Tak Mudah Berkarat-Berlumut


    Jakarta

    Keran air merupakan perangkat sanitasi yang penting di rumah. Keran perlu dirawat sama seperti perangkat lain agar dapat bertahan lama.

    Beberapa masalah yang sering ditemui ketika menggunakan keran adalah debit air yang bisa tiba-tiba menciut, air berlumut, keran kotor, hingga sulit ditutup rapat. Ada banyak faktor penyebab keran air rusak. Salah satu penyebabnya adalah kualitas dari air di rumah. Air yang bersih pasti tidak akan merusak benda-benda yang dilaluinya. Berbeda dengan air berlumpur atau air sadah yang dapat menyebabkan penyumbatan dan korosi.

    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dilansir Europe Enchanting berikut beberapa cara merawat keran air di rumah agar tidak cepat rusak dan tahan lama.


    1. Hindari Pemakaian Spons Kawat

    Spons kawat digunakan untuk menyikat noda membandel pada permukaan yang keras. Alat pembersih ini sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan keran air karena permukaan spons yang tajam justru dapat merusak lapisan keran air dan membuat banyak goresan. Lapisan terluar keran air fungsinya untuk melindungi dan mencegah material keran berkarat.

    2. Hindari Pemakaian Bahan Kimia yang Keras

    Bahan untuk membersihkan keran air sebenarnya tidak sulit dan mahal. Keran air bisa dibersihkan menggunakan perasan lemon, sabun cuci piring, atau cuka. Bahan kimia keras justru bisa membuat keran air meleleh hingga berkarat.

    3. Bersihkan Aerator pada Keran Air

    Aerator merupakan alat yang dipasang di ujung mulut keran. Bagian ini merupakan area penting pada keran air. Fungsinya untuk menghemat air, menghemat energi, dan mengurangi percikan air. Sebagai mulut keluarnya air, aerator harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat.

    Cara membersihkannya dengan mencopot aerator kemudian direndam di dalam air hangat yang dicampur dengan cuka putih. Kemudian sikat dengan sikat gigi bekas sampai bersih.

    4. Bersihkan Kerak pada Keran Air

    Selain aerator, bagian leher keran air juga perlu dibersihkan. Pasti kerak-kerak putih yang menempel. Apabila didiamkan, justru dapat merusak lapisan terluar keran air. Cara membersihkannya bisa dengan cuka, sabun pencuci piring, hingga baking soda.

    5. Rendam Keran untuk Membersihkan Kotoran

    Selain bagian luar, bagian dalam juga perlu dibersihkan karena pasti ditemukan lumut, lumpur, dan kotoran halus yang menempel pada leher keran air bagian dalam. Caranya dengan melepas dan merendam keran tersebut di air cuka semalaman sehingga kotoran yang membandel dapat larut dan keluar dari keran air. Setelah direndam, bilas dengan air bersih dan memasangnya kembali.

    Itulah cara membersihkan keran agar tidak mudah berkarat dan berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor Serta Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Air sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apabila air di rumah terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap, tentu hal ini bikin jengkel.

    Sebab, air akan digunakan untuk mencuci baju, mandi, hingga mencuci peralatan makan. Apabila air yang digunakan kotor dan bau tentu tidak bisa digunakan.

    Sebenarnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan air di rumah jadi kotor dan bau, salah satunya bisa disebabkan kandungan klorin pada air yang terlalu tinggi.


    Selain itu, masih ada penyebab lain yang membuat air di rumah menjadi kotor dan bau. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor

    Ada sejumlah faktor yang membuat air di rumah menjadi bau dan kotor sehingga tak bisa digunakan. Dikutip dari Better Homes & Gardens dan Clean Water Store, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Kandungan Klorin yang Tinggi

    Klorin bisa jadi salah satu penyebab air di rumah jadi batu dan keruh. Klorin sebenarnya terdapat dalam persediaan air pada tingkat sekitar 0,2 sampai 2 part per million (ppm). Namun dalam sejumlah kasus, tingkat klorin bisa menyentuh 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

    Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat sehingga efektif dalam membunuh bakteri. Pada umumnya, bau klorin dapat hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

    2. Kandungan Besi dan Mangan Tinggi

    Kadar zat besi dan mangan juga bisa ditemukan dalam air. Umumnya, kandungan besi dalam air maksimal di angka 0,3 mg/L atau 0,3 ppm. Jika kandungan besi melebihi angka tersebut, maka air dapat berubah warna menjadi merah, cokelat, atau kuning.

    Mangan juga merupakan logam yang dapat ditemukan pada air. Mangan berasal dari tanah dan bebatuan di sekitar sumur, sedangkan besi berasal dari kerak bumi.

    Kandungan mangan yang tinggi pada air bisa meninggalkan noda berwarna cokelat atau teh pada peralatan makan dan pakaian. Air yang terkontaminasi mangan tinggi dapat menciptakan rasa pahit.

    3. Tumbuh Bakteri di Saluran Air

    Air di rumah juga bisa mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau belerang atau telur busuk. Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang tumbuh di dalam saluran air, baik pemanas air maupun saluran pembuangan.

    Munculnya bakteri di saluran air bisa disebabkan oleh derajat keasaman atau pH yang terlalu rendah, yakni di bawah 6,5. Kondisi itu dapat melarutkan mineral seperti zat besi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tak sedap.

    Bakteri seperti Gallionella dan Leptothrix dapat memanfaatkan besi di air untuk metabolisme. Alhasil, kandungan air semakin kotor dan tidak sehat untuk digunakan.

    4. Sumber Air Memang Kotor

    Apabila tidak ditemukan pipa yang rusak atau kotor, bisa jadi masalahnya datang dari sumber air di rumah yang tidak bagus. Meskipun sudah menggali sumur air lebih dalam tetapi air yang keluar tetap kotor dan berlumpur.

    Tips Mengatasi Air di Rumah yang Bau dan Kotor

    Masalah air di rumah yang bau dan kotor tidak bisa dianggap sepele. Sebab, air sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

    Dikutip dari Artisanal Water, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air yang kotor dan bau. Berikut caranya:

    1. Pasang Filter Air

    Tips yang pertama adalah memasang filter air untuk menyaring kandungan besi. Sebaiknya pilih alat filter yang sesuai untuk mengatasi masalah spesifik, seperti bau besi dan keruh.

    2. Tawas

    Salah satu bahan yang disebut efektif mengatasi air yang bau dan kotor adalah tawas. Bahan ini merupakan garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat.

    Cara pakainya cukup melarutkan tawas yang sudah dihaluskan ke penampungan air sebanyak 500 gram hingga 1 Kg. Namun, perlu diperhatikan jika tawas bisa menimbulkan efek samping seperti mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi.

    3. Ijuk (Serat Pepohonan)

    Kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti ijuk untuk mengatasi air yang kotor. Perlu dicatat, langkah ini tak langsung berhasil secara instan sehingga perlu menunggu beberapa waktu.

    Penggunaan ijuk sebagai filter air dapat dilakukan dengan cara membuat setumpuk ijuk yang diikat terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam sumur air. Apabila ijuk mengapung maka perlu diberi pemberat agar bisa masuk ke dalam air.

    4. Merawat Pipa Air

    Merawat pipa air secara berkala dapat mencegah air di rumah jadi bau dan kotor. Apabila pipa sudah berkarat maka segera ganti dengan yang baru. Sebaiknya pilih pipa yang tahan korosi seperti PVC untuk meminimalisir masalah serupa di kemudian hari.

    Itulah penyebab air di rumah menjadi bau dan kotor serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Bisa Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman merupakan elemen penting di rumah. Tanaman hijau memiliki segudang manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia yakni sebagai pemasok oksigen, dekorasi alami, mengatasi stress, hingga membantu mempercepat penyembuhan.

    Makhluk hidup ini bisa diletakkan di mana saja menyesuaikan dengan sifat tanaman tersebut. Sebab, ada tanaman yang membutuhkan cahaya matahari, ada tanaman yang membutuhkan air, hingga tanaman yang bisa hidup tanpa matahari dan air.

    Dari segala tempat di rumah yang bisa diletakkan tanaman, ternyata dapur adalah salah satu pengecualiannya. Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, meletakkan tanaman di dapur dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan membuatnya cepat layu dan mati.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur

    1. Tanaman Stres

    Ketika memasak dapur menjadi lebih panas dan meningkatkan suhu di ruangan tersebut. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    2. Pori-pori Tanaman Tersumbat

    Saat memasak akan muncul banyak partikel bebas dan minyak yang menyebar di dapur. Jangan dianggap sepele partikel ini karena apabila sudah hingga pada tanaman dapat mempersulit proses fotosintesis karena pori-pori tanaman tersumbat.

    Selain itu residu bebas dari partikel minyak juga bisa menumpuk di tanah hingga mempengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Cara Membuat Tanaman Tetap Subur di Dapur

    Meskipun meletakkan tanaman kurang baik bagi pertumbuhannya, tetapi hal ini bisa disiasati dengan tidak meletakkan tanaman terlalu dekat dengan sumber panas yakni kompor atau oven.

    Jika di dapur terdapat jendela atau ventilasi yang juga jauh dari kompor atau oven, coba letakkan tanaman di sana. Dengan begitu tanaman mendapatkan cahaya matahari maksimal. Selain itu, jangan lupa selalu bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukan residu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab, Cara Cegah, dan Bersihkan Bantal Kuning Jadi Bersih Lagi


    Jakarta

    Bantal yang menguning kerap ditemukan di rumah. Apalagi, kalau bantal tersebut sudah digunakan dalam waktu yang cukup lama.

    Noda kuning pada bantal ini terkadang bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman menggunakannya dan tidak enak dipandang. Namun jangan khawatir, karena masih ada cara untuk menghilangkannya.

    Nah, sebelum mengetahui cara membersihkan noda kuning pada bantal, sebaiknya ketahui dulu penyebabnya. Dilansir dari Sleep Foundation, berikut ini informasinya.


    Penyebab Bantal Menguning

    1. Air Liur

    Ketika tidur, seseorang bisa saja mengeluarkan air liur alias ngiler. Disarankan untuk tidur telentang agar tidak mudah ngiler saat tidur, hal ini guna membantu mengurangi kelembaban berlebih pada bantal.

    2. Keringat

    Keringat dalam jumlah tertentu saat kamu tertidur adalah cara normal tubuh mengatur suhu. Namun, keringat yang merembes ke sarung bantal bisa menimbulkan noda kuning.

    Untuk meminimalisir hal ini, kamu bisa memakai piyama yang lebih ringan dan tidur di ruangan yang lebih sejuk guna mencegah bantal menguning dan mengurangi keringat malam.

    3. Minyak Rambut dan Kulit

    Kelenjar sebasea adalah bagian tubuh yang bertanggung jawab memproduksi minyak rambut dan kulit. Kelenjar ini menghasilkan zat yang disebut sebum yang berperan penting untuk kesehatan kulit.

    Walau demikian, kelenjar sebasea yang terlalu aktif membuat rambut dan kulit berminyak. Minyak berlebih ini kemungkinan akan menyerap ke dalam bantal dan mengubah warna bantal.

    4. Rambut Basah

    Jangan langsung tiduran di bantal ketika rambut masih basah. Hal itu karena air bisa meresap ke dalam sarung bantal dan menyebabkan perubahan warna.

    Kamu bisa menghindari hal ini dengan cara memberi jeda waktu mandi dan waktu tidur, serta pastikan rambutmu sudah kering agar mengurangi kelembapan pada bantal.

    5. Krim Wajah, Lotion, dan Produk Kecantikan

    Setiap orang punya rutinitas perawatan kulit di malam hari, seperti mencuci muka atau mengoleskan bermacam krim atau lotion. Saat mengoleskan produk kecantikan sebelum tidur, pastikan produk tersebut punya waktu untuk menyerap ke dalam kulit. Hal ini bertujuan agar produk perawatannya tidak meresap ke dalam bantal dan menimbulkan noda serta perubahan warna.

    Cara Mencegah Bantal Menguning

    Dilansir dari English Home, untuk mencegah noda kekuningan, sarung bantal dapat digunakan untuk melindunginya dari keringat dan minyak yang dihasilkan tubuh. Pakai sarung bantal yang mudah dilepas-pasang sehingga bisa dicuci secara rutin.

    Penting untuk mencuci bantal secara berkala setiap 6-12 bulan sekali. Gunakan mesin pengering untuk mengeringkan bantal secara menyeluruh. Jika mesin cuci tidak cukup besar, bantal dapat dicuci di tempat binatu atau laundry.

    Cara Membersihkan Noda Kuning pada Bantal

    Masih dilansir dari English Home, berikut ini cara membersihkan noda kuning pada bantal.

    1. Pakai Soda Kue dan Cuka

    Soda kue dan cuka sudah dikenal sebagai pembersih alami yang bantu hilangkan noda atau kotoran membandel. Berikut cara menggunakannya:

    – Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
    – Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
    – Setelah itu, basahkan kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
    – Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan detergen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

    2. Pakai Detergen

    Detergen yang dipakai sehari-hari untuk mencuci juga dapat digunakan untuk membersihkan noda kekuningan pada bantal. Berikut caranya:

    – Tambahkan detergen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
    – Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
    – Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan detergen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

    Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

    Itulah penyebab, cara mencegah, dan menghilangkan noda kuning pada bantal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Baja Ringan Berisik Saat Hujan? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Ada berbagai jenis atap yang bisa dipilih berdasarkan kualitas materialnya. Salah satu yang sering digunakan rumah modern adalah atap baja ringan.

    Jenis atap ini dianggap cukup kuat dan tahan lama. Sebab, atap baja ringan terbuat dari lembaran baja berkualitas struktural.

    Meski kuat, atap baja ringan punya kekurangan, yaitu kerap menimbulkan suara bising ketika terjadi hujan dan angin kencang. Hal ini tentu dapat mengganggu ketenangan penghuni rumah.


    Lantas, kenapa atap baja ringan berisik ya? Simak penyebab dan cara mengatasinya di sini.

    Penyebab Atap Baja Ringan Berisik

    Dilansir dari Metal Roofing Alliance, material atap baja ringan mempunyai sifat logam, yakni dapat mengeluarkan bunyi dering atau denting ketika terkena hantaman. Faktor lainnya dipengaruhi oleh insulasi, teknik pemasangan, dan, dek atap.

    Bentuk atap pun mempengaruhi bunyi yang ditimbulkan. Biasanya, atap dengan permukaan yang lebih tinggi dan ruang loteng yang luas lebih senyap dibandingkan atap datar.

    Selain itu, atap logam yang berisik bisa menandakan sejumlah masalah Penempatan atap tidak tepat, atap tidak dipasang sesuai dengan rekomendasi, atau insulasi tidak memadai, sehingga rawan bunyi. Kemudian, suara tersebut juga bisa menandakan jumlah pengencang terlalu sedikit atau longgar.

    Cara Mengatasi Atap Baja Ringan Berisik

    Inilah cara mengatasi atap baja ringan yang berisik, dikutip dari JJ Roofing Supplies.

    1. Pasang Atap dengan Benar

    Pastikan instalasi atap baja ringan dilakukan dengan benar. Proses pemasangan berperan penting untuk menentukan seberapa senyap atap logam tersebut ketika dihantam hujan dan angin kencang.

    2. Pasang Atap Lebih Curam

    Buatlah struktur atap dengan kemiringan yang lebih curam. Kemiringan tersebut membantu meredakan dampak dari terjangan air hujan.

    Biasanya atap yang miring lebih senyap dibandingkan yang datar. Lalu, ruang loteng dapat menjadi zona penyangga tambahan untuk meredam suara.

    3. Gunakan Insulasi dan Lapisan Bawah

    Suara bising dari atap baja ringan dapat diredam menggunakan insulasi dan lapisan bawah. Bahan ini membantu menghalangi dan menyerap kebisingan sebelum memasuki ruang.

    Itulah penjelasan seputar atap baja ringan yang berisik ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Jarak Aman Sumur Air dengan Septic Tank? Ini Panduannya



    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki berbagai sistem untuk menunjang kehidupan penghuninya. Beberapa di antaranya adalah sumur air sebagai sumber air bersih dan septic tank yang mengolah limbah.

    Kedua hal tersebut biasanya berada di halaman rumah. Namun perlu diingat, sumur air dan septic tank tidak boleh ditempatkan secara berdekatan ya.

    Pasalnya, sumber air bersih pada sumur air bisa tercemar kotoran dari septic tank. Kalau sampai air tercemar, penghuni rumah berpotensi terserang penyakit.


    Dilansir dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkap salah satu penyebab tingginya cemaran air tinja di Indonesia adalah lokasi septic tank dekat dengan tempat tinggal warga. Jarak septic tank dengan bangunan rumah hanya 2-3 meter di permukiman padat.

    Sumber air bersih dapat tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) kalau septic tank dan sumur air berdekatan. Hal ini dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Lantas, berapa jarak aman sumur air dengan septic tank? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dengan sumur air setidaknya harus berjarak 10 meter. Jarak upflow filter septic tank dengan sumur air minimal 1,5 meter. Lalu, taman sanita septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di sisi lain, sebaiknya sumur resapan air juga tidak berdekatan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan bisa menjadi cadangan air buat rumah tangga ketika krisis air.

    Minimal sumur resapan septic tank berada 5 meter dari sumur resapan air hujan. Sementara itu, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal sumur air dengan septic tank agar tidak terjadi pencemaran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Heboh 14 Ekor Ular Sanca Bikin Sarang di Septic Tank Rumah Warga Bekasi’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Dinding dan Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Pergerakan Tanah



    Jakarta

    Dinding dan plafon retak kerap ditemukan di rumah. Kondisi ini sering kali membuat penghuni bertanya-tanya dan khawatir karena bisa dipicu oleh masalah serius, salah satunya pergerakan tanah.

    Biasanya, retakan pada area dinding dan plafon rumah terbilang tipis atau disebut juga retak rambut (hairline crack). Banyak orang yang menganggap kalau retakan tersebut muncul karena terjadi pergerakan tanah.

    Sebagai informasi, pergerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batu yang bergerak ke arah tegak, mendatar, atau miring dari kedudukan semula. Pergerakan tanah ini ada yang terlihat seperti longsor, ada pula yang bergerak perlahan seperti merayap.


    Pemicu dari pergerakan tanah ini adalah gaya pendorong pada lereng lebih besar dari pada gaya penahan sehingga terjadilah longsor. Gaya penahan itu bisa berupa batuan penyangga atau kepadatan tanah itu sendiri.

    Sedangkan besarnya gaya pendorong ditentukan dengan kemiringan permukaan tanah, beban yang diterima tanah dari air, getaran, atau kemampuan batu menyangga tanah tersebut.

    Mengenai adanya retakan pada dinding dan plafon rumah, arsitek Denny Setiawan mengatakan jika tak sepenuhnya dipicu oleh pergerakan tanah. Ia mengatakan salah satu penyebab umum muncul retak rambut karena masalah muai susut.

    “Nggak selalu ya, ada beberapa pergerakan atau retakan gitu yang ahli sipil bisa mendiagnosa apakah ini ada masalah dengan strukturnya atau nggak. Tapi kebanyakan retak rambut yang terjadi itu bukan masalah pergerakan struktur, tapi juga itu masalah muai susut,” kata Denny saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/6/2025).

    Denny menjelaskan, komposisi antara semen, pasir, dan air yang tidak tepat dapat menyebabkan dinding rumah kerap mengalami muai susut. Hal itulah yang menimbulkan adanya retak halus pada dinding hingga plafon rumah.

    Meski begitu, Denny mengatakan jika retakan di dinding dan plafon juga bisa disebabkan oleh pergerakan struktur. Adapun titik-titik retakan yang dipicu pergerakan tanah biasanya terdapat di simpul-simpul kolom dan balok.

    “Kalau orang awam menyebutnya tiang beton dan balok beton,” ungkapnya.

    Apabila terjadi retakan pada area tersebut, pemilik rumah harus waspada karena dapat memengaruhi struktur bangunan. Namun, untuk memastikan apa penyebab dari retak rambut tersebut sebaiknya harus diteliti lebih lanjut oleh tenaga ahli yang kompeten.

    “Walaupun harus diteliti lebih lanjut beneran apa nggak itu bagian (penyebab) dari pergerakan struktur,” papar Denny.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com