Tag: penyebab

  • Alat Token Listrik Bunyi? Begini Penyebab dan Cara Matikannya Menurut Orang PLN



    Jakarta

    Token listrik adalah istilah masyarakat buat menyebut layanan listrik prabayar. Saat menggunakan layanan ini, alat KWH meter sewaktu-waktu bisa mengeluarkan bunyi.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan KWH meter berfungsi untuk mengukur penggunaan listrik di rumah. Alat ini mengeluarkan bunyi untuk memberikan peringatan bagi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) prabayar.

    “Sebenarnya token bunyi itu sebagai warning saja ke pelanggan,” ujar Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.


    Lantas, apa saja yang menyebabkan token listrik bunyi? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Alat Token Listrik Bunyi

    Inilah beberapa kondisi yang membuat alat token listrik bunyi.

    1. Pulsa Listrik Mau Habis

    Biasanya alat token listrik berbunyi untuk menandakan pulsa listrik tinggal sedikit. KWH meter akan mengeluarkan bunyi ketika mencapai batas minimal KWH.

    “Berbunyi itu untuk warning-warning, salah satunya adalah terkait pulsa listrik yang mau habis,” ucapnya.

    Sistem peringatan tersebut sebenarnya untuk kenyamanan pelanggan. Dengan adanya peringatan, pelanggan tahu kapan harus mengisi pulsa sebelum listrik padam.

    Cara mematikan bunyi adalah dengan mengisi token listrik. Pelanggan juga dapat mematikan bunyi sementara untuk beberapa menit dengan memasukkan kode ‘812’.

    Selain itu, pelanggan bisa mengatur ulang kapan KWH meter bunyi dengan memasukkan kode ‘456’ beserta nominal batas KWH yang diinginkan. Misalnya kode ‘45610’ untuk mengatur alat berbunyi saat sisa pulsa 10 KWH.

    2. Masalah Listrik

    Selain pulsa mau habis, bunyi alat token listrik dapat menandakan masalah pada rangkaian listrik di rumah. Tak hanya berbunyi, ada tulisan ‘periksa’ yang tertera pada KWH meter.

    “Kalau ada bunyi tapi tulisannya ‘periksa’, itu segera laporkan aja ke PLN Mobile,” tuturnya.

    Pelanggan perlu melaporkan kalau KWH meter bunyi di PLN Mobile. Nanti petugas PLN akan segera datang dan memeriksa perangkat listrik di rumah.

    Masalah listrik bisa berupa pemasangan kabel yang tidak tepat, kebocoran listrik, bahkan KWH meter yang diotak-atik. Bunyi alat akan mati setelah ada penanganan dari petugas PLN.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Kamar Tidur yang Selalu Lembap Tanpa AC



    Jakarta

    Kamar tidur yang terasa lembap sering bikin tidak nyaman, apalagi jika disertai bau apek atau bahkan muncul jamur di sudut ruangan. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan atau pada rumah dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Tapi tenang, ada berbagai cara untuk mengatasi kamar lembap tanpa perlu mengandalkan AC.

    Menurut buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan adalah kondisi di mana kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, hal ini biasanya disebabkan oleh penguapan air yang meresap dari dinding, lantai, atau bahkan dari aktivitas penghuni sendiri.

    Jika dibiarkan, kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur yang berdampak buruk pada kesehatan. Seperti dijelaskan dalam buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, jamur atau mould di kamar bisa menyebabkan masalah pernapasan hingga alergi.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi kamar tidur yang selalu lembap tanpa bantuan AC? Simak tipsnya berikut ini:

    8 Cara Mengatasi Kamar Lembap Tanpa AC

    1. Atur Batas Kelembapan

    Idealnya, kelembapan udara di dalam kamar berkisar antara 40-60%. Jika melebihi itu, ruangan sudah tergolong terlalu lembap. Gunakan alat seperti hygrometer untuk memantau tingkat kelembapan secara berkala.

    2. Pastikan Ventilasi Memadai

    Salah satu penyebab utama kamar lembap adalah ventilasi yang buruk. Idealnya, luas ventilasi minimal 10% dari luas ruangan. Ventilasi yang baik akan membantu sirkulasi udara dan menjaga udara kamar tetap segar.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Tanpa AC, kipas angin bisa jadi penyelamat. Udara yang berputar dari kipas membantu mengurangi kelembapan, terutama jika diarahkan ke sudut-sudut ruangan yang rentan lembap.

    4. Buka Jendela Secara Rutin

    Cara sederhana namun efektif. Dengan membuka jendela, udara lembap bisa keluar dan tergantikan udara segar dari luar. Ini juga membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Jika ingin solusi lebih praktis, gunakan dehumidifier. Alat ini bisa menyerap uap air berlebih di udara dan menjaga ruangan tetap kering. Cocok untuk kamar tidur di area yang lembap sepanjang tahun.

    6. Periksa dan Perbaiki Tembok Rembes

    Tembok yang rembes jadi sumber utama kelembapan. Gunakan pelapis kedap air pada permukaan dinding dan pastikan tidak ada kebocoran dari saluran air atau atap.

    7. Rutin Bersihkan Karpet

    Karpet yang jarang dibersihkan bisa menyimpan kelembapan dan jadi tempat tumbuhnya jamur. Cucilah karpet secara rutin atau pertimbangkan untuk menggantinya dengan material yang lebih mudah kering.

    8. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

    Menjemur pakaian di dalam kamar akan meningkatkan kadar uap air di udara. Sebisa mungkin jemur pakaian di luar atau di area dengan sirkulasi udara yang baik.

    Kamu juga bisa meletakkan kapur serap lembap (moisture absorber) di sudut kamar. Produk ini mudah ditemukan di toko swalayan atau online, dan cukup ampuh menyerap kelembapan secara pasif.

    Jadi, tak perlu khawatir lagi jika kamar tidur terasa lembap. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa menjaga kamar tetap kering, sehat, dan bebas jamur tanpa harus mengandalkan AC.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa AC Tidak Dingin? Ketahui Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Menyalakan AC saat cuaca sedang panas dapat membantu mendinginkan ruangan. Namun terkadang AC tidak mampu menyemburkan udara dingin meski sudah dinyalakan dalam waktu yang lama.

    Kondisi ini tentu bikin jengkel karena ruangan tetap terasa panas dan gerah. Di sisi lain, listrik akan menjadi boros karena AC terus dinyalakan selama berjam-jam agar ruangan menjadi dingin.

    Sebelum memanggil teknisi ke rumah, sebenarnya kamu dapat mengecek sendiri penyebab AC menjadi tidak dingin. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya dalam artikel ini.


    Penyebab AC Tidak Dingin

    Ada sejumlah faktor yang membuat AC menjadi tidak dingin. Dilansir situs TCL dan Carrier, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Filter Udara Kotor

    Sebagai informasi, filter udara berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu saat masuk ke dalam AC. Dengan begitu, udara yang disemburkan dari AC ke ruangan dalam kondisi bersih dan sehat.

    Meski begitu, seiring penggunaan filter AC bisa kotor karena tidak dibersihkan. Ketika sudah kotor, aliran udara yang keluar akan terhambat sehingga mengurangi kapasitas pendinginan AC.

    Solusinya adalah dengan membersihkan filter udara AC secara rutin. Jika memang sudah sangat kotor maka sebaiknya diganti dengan yang baru.

    2. Kurang Cairan Pendingin

    Cairan pendingin bersirkulasi melalui evaporator, lalu mendinginkan udara yang mengalir di atasnya dan mengeluarkan udara sejuk ke seluruh ruangan. Ketika level cairan pendingin tidak mencukupi maka AC tidak mampu mendinginkan udara secara optimal. Untuk mengatasi masalah ini bisa menggunakan jasa cuci AC untuk mengisi ulang cairan pendingin.

    3. Ada Serpihan di Kondensor

    Apabila AC masih tidak mengeluarkan udara dingin, cobalah cek bagian kondensor. Sebagai informasi, kondensor adalah bagian dari sistem yang mendorong udara melalui ventilasi.

    Kondensor memiliki kipas dan kumparan yang terletak di bagian luar. Jika terdapat kotoran di dalam atau di sekitar kondensor maka bisa menghalangi aliran udara dingin masuk ke dalam rumah.

    Masalah ini dapat diatasi dengan cara dibersihkan menggunakan sikat berbulu lembut atau menyemprotkan air. Namun jika kotoran yang menempel sudah sangat banyak, sebaiknya panggil teknisi AC untuk membersihkannya.

    4. Kompresor Rusak

    Kompresor bisa disebut sebagai ‘jantung’ AC karena berfungsi untuk mendinginkan udara di ruangan. Sebab, kompresor merupakan motor yang memampatkan cairan pendingin, lalu disebar melalui kumparan evaporator dan kondensor.

    Jika AC tidak dingin maka bisa disebabkan kompresor rusak. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti masalah kelistrikan, ada sumbatan, atau masa usia pakai.

    5. Freon AC Bocor

    AC yang tidak mampu mengeluarkan udara dingin bisa disebabkan karena freon AC bocor. Jika freon AC di rumah kamu sudah mengalami kebocoran parah, maka AC sama sekali tidak mengeluarkan udara dingin. Jika AC dipaksa terus menyala dikhawatirkan dapat merusak komponen lainnya hingga menyebabkan AC mati total.

    6. Remote AC Rusak

    Mungkin penyebab AC di rumah tidak dingin karena remote AC sudah rusak. Hal tersebut membuat remote gagal mengirimkan sinyal perubahan suhu ke unit AC. Solusinya adalah cukup dengan membeli remote yang baru dan cobalah untuk mengatur suhu AC.

    Demikian enam penyebab AC tidak dingin dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Cegah Air Sumur dan PAM Menguning Serta Berbau



    Jakarta

    Salah satu kebutuhan rumah tangga yang utama adalah ketersediaan air bersih. Air bersih bisa dipakai untuk mencuci, memasak, minum juga mandi.

    Oleh sebab itu, air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya. Saat ini, sumber air yang paling umum adalah berasal dari sumur atau perusahaan air minum (PAM).

    Apa jadinya bila air menguning atau berbau? Bolehkah tetap dipakai? Apa yang harus dilakukan?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab AC Tidak Mau Menyala dan Cara Atasinya, Mudah Lho!


    Jakarta

    Air conditioner atau AC dapat menyala dengan hanya menekan tombol power dari remote. Namun, dalam banyak kasus AC tidak mau menyala meski sudah dicoba berkali-kali.

    Kondisi tersebut bikin kesal penghuni rumah karena ruangan jadi panas. Alhasil kamu tidak bisa tidur, bekerja, atau bersantai di dalam ruangan dengan nyaman karena gerah.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan AC tidak mau menyala meski sudah terhubung ke stopkontak. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab AC Tidak Mau Menyala

    AC yang tidak mau menyala membuat pemilik rumah panik dan khawatir. Namun tenang saja, berikut penyebab AC tidak mau menyala dilansir situs Cielo Wigle:

    1. Cek Sakelar AC

    Langkah yang pertama adalah dengan mengecek sakelar AC terlebih dahulu. Meski sudah terhubung ke listrik, tetapi AC tidak bisa menyala jika dalam kondisi OFF atau mati. Cobalah pindahkan sakelar ke posisi ON agar AC bisa menyala dan digunakan untuk mendinginkan ruangan.

    2. Filter Udara Kotor

    Siapa sangka, filter udara yang kotor tak hanya memengaruhi aliran udara yang keluar, tapi juga membuat AC tidak bisa menyala. Hal ini dapat terjadi khususnya pada filter udara yang sudah sangat kotor akibat debu dan kotoran. Cobalah bersihkan filter udara AC secara rutin minimal setiap tiga bulan sekali agar tetap bekerja optimal.

    3. Freon AC Bocor

    Freon AC yang bocor ternyata membuat AC tidak dapat menyala. Pada umumnya, freon AC bisa bocor karena ada retakan pada koil. Jika tidak segera diatasi maka kandungan freon lama-lama akan berkurang hingga habis. Alhasil, AC tidak dapat mengeluarkan udara dingin bahkan lebih parahnya lagi tak dapat dinyalakan sama sekali.

    4. Kondensor Penuh Kotoran

    Masalah pada kondensor bisa memicu AC tidak mau menyala. Biasanya kondensor yang sudah dipenuhi kotoran membuat komponen ini harus bekerja lebih ekstra. Seiring waktu kondensor dapat rusak akibat kotoran menumpuk dan mau tidak mau harus diganti dengan yang baru.

    5. AC Membeku

    Filter udara yang kotor dan wadah pembuangan yang tersumbat menyebabkan AC membeku. Menyalakan AC di malam yang dingin atau kekurangan freon juga menjadi pemicunya. Kondisi tersebut menghambat aliran udara dan dalam beberapa kasus membuat AC tidak dapat digunakan.

    6. Kapasitor Rusak

    Jika AC di rumah tidak bisa dinyalakan, menyala dan mati secara tiba-tiba, atau mengeluarkan suara yang berisik maka bisa disebabkan karena kapasitor AC sudah rusak. Perlu diketahui, kapasitor AC sensitif terhadap panas berlebih. Kondisi ini bisa disebabkan karena AC terlalu bekerja keras untuk mencapai suhu yang diinginkan atau paparan sinar matahari.

    Cara Mengatasi AC yang Tidak Bisa Menyala

    Ada sejumlah cara untuk mengatasi AC yang tidak mau menyala. Dikutip dari Aire Serv, berikut langkah-langkahnya:

    1. Periksa Filter Udara

    Jika filter udara sudah lama tidak dibersihkan maka bisa menyebabkan AC tidak dapat menyala. Untuk itu penting membersihkan filter udara secara teratur. Jika kondisinya sudah mulai rusak sebaiknya segera diganti yang baru agar dapat menyaring debu dan kotoran secara optimal.

    2. Cari Tombol Reset

    Beberapa unit AC memiliki sakelar reset untuk mengatur ulang AC. Langkah ini dilakukan jika AC benar-benar tidak bisa menyala. Meski begitu, langkah ini hanya solusi sementara karena bisa saja AC tidak mau hidup di kemudian hari.

    3. Pastikan Sakelar dalam Posisi ON

    Sakelar AC bisa saja dalam kondisi mati atau OFF karena seseorang telah mematikannya tapi lupa dinyalakan kembali. Jika sakelar dalam posisi ON dengan tanda lampu power menyala, maka AC sudah bisa digunakan kembali.

    Jika cara-cara di atas belum berhasil membuat AC menyala, segera hubungi teknisi agar AC segera diperbaiki. Kemungkinan besar ada kerusakan pada komponen AC yang cukup parah sehingga harus diperbaiki oleh ahlinya.

    Demikian enam penyebab AC tidak mau menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tetap Tenang, Ini Penyebab dan Solusi Lampu Rumah Tiba-tiba Berkedip


    Jakarta

    Lampu rumah yang berkedip secara tiba-tiba kerap bikin khawatir sebagian orang. Sebab, mereka was-was jika terjadi masalah pada kelistrikan yang dapat memicu kebakaran.

    Pada dasarnya, lampu rumah yang kedap-kedip merupakan suatu pertanda adanya kerusakan atau masalah pada listrik di rumah. Namun jangan langsung panik karena kamu juga perlu mengetahui apa penyebabnya.

    Penyebab Lampu Rumah Berkedip Tiba-tiba

    Dilansir situs Sunrise Electric, lampu rumah sering kedap-kedip terkadang dipicu oleh masalah kecil, seperti jenis bohlam lampu yang tidak sesuai, sakelar lampu rusak, dan sambungan yang longgar antara steker dan stopkontak. Masalah tersebut masih bisa diatasi dengan mudah.


    Meski begitu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan lampu rumah terus berkedip. Hal tersebut harus diwaspadai karena jika tidak segera diperbaiki bisa menimbulkan masalah besar.

    Dikutip dari CNET dan Rainbow Restoration, berikut sejumlah penyebab lain lampu rumah berkedip tiba-tiba:

    1. Sirkuit Kelebihan Beban

    Apabila lampu rumah sering berkedip saat dinyalakan, kemungkinan besar disebabkan karena sirkuit lampu yang mengalami kelebihan beban. Kondisi ini dapat terjadi karena ada masalah pada alat, bukan lampunya. Kemungkinan besar terjadi kegagalan bantalan atau sirkuit yang overloading.

    Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi listrik agar dilakukan pengecekan lebih lanjut.

    2. Tegangan Listrik Terlalu Tinggi

    Pada sirkuit standar 120 volt, rumah perlu memiliki tegangan antara 115 dan 125 volt. Jika tegangannya lebih tinggi maka bisa menyebabkan lampu berkedip. Tegangan listrik yang berlebihan bisa disebabkan karena masalah teknis sehingga membutuhkan perbaikan oleh teknisi listrik.

    Ada sejumlah penyebab voltase di rumah bisa terlalu tinggi. Pada umumnya karena masalah teknis dan mengarah pada kesalahan serius pada sistem listrik di rumah. Kondisi tersebut yang membuat lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba.

    Jangan anggap sepele masalah ini karena bisa membahayakan bagi seluruh penghuni rumah. Segera panggil teknisi listrik untuk mengatasinya.

    3. Ada Kabel yang Longgar

    Jika ada kabel yang tidak terpasang dengan benar atau kabel listrik di rumah sudah tua, maka bisa memicu lampu sering berkedip. Jika ada kabel yang longgar segera hubungi teknisi listrik agar dapat diperbaiki. Jangan perbaiki sendiri karena berisiko tersengat listrik. Di sisi lain, jika kabel dibiarkan longgar bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.

    4. Sirkuit Rusak

    Selain kelebihan beban, sirkuit yang rusak juga bisa memicu lampu rumah terus berkedip. Kondisi ini dapat disebabkan karena sambungan kabel longgar atau kabel dan sakelar sudah rusak.

    Ketika sambungan longgar atau kabel rusak, arus listrik mungkin tidak mengalir secara optimal ke lampu sehingga menyebabkan lampu berkedip atau redup. Sakelar yang rusak juga tidak dapat mengontrol aliran listrik ke lampu dengan baik, sehingga mengakibatkan pasokan daya jadi terputus dan menimbulkan kedap-kedip.

    Kabel dan sambungan dalam suatu sirkuit dapat menjadi aus atau rusak karena seiring penggunaan, fluktuasi suhu, dan kelembapan.

    5. Masalah Pelayanan Utilitas Listrik

    Apabila rumah kamu berbagi trafo dengan rumah di sekitar, pasokan listrik jadi terikat pada beban masing-masing. Hal itu yang membuat lampu berkedip karena orang lain menggunakan listrik dalam jumlah besar.

    Namun, jika hal ini tidak terjadi atau lampu di rumah orang lain juga ikut berkedip, mungkin masalahnya terletak pada layanan utilitas.

    6. Masalah Koneksi Utama

    Penyebab yang terakhir karena masalah pada sambungan kotak meteran utama atau kabel layanan di rumah. Kondisi ini bisa menyebabkan lebih dari satu lampu rumah mengalami kedap-kedip. Disarankan untuk segera mengatasi masalah ini untuk menghindari risiko kebakaran.

    Demikian enam penyebab lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Menyebabkan Kamar Mandi Tergenang Air



    Jakarta

    Kamar mandi yang sering tergenang air bisa bikin tidak nyaman dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan struktur rumah. Air yang tak kunjung surut bisa menjadi sarang nyamuk, memicu lumut, dan menyebabkan lantai jadi licin hingga membahayakan.

    Masalah ini ternyata umum terjadi di banyak rumah, terutama yang sudah lama berdiri atau yang sistem drainasenya kurang optimal. Lantas, apa saja penyebab kamar mandi tergenang air? Simak 6 penyebab umumnya berikut ini.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyebab paling umum adalah saluran pembuangan yang tersumbat. Biasanya, sumbatan berasal dari rambut rontok, sabun, sampah kecil, atau endapan kotoran lainnya. Jika saluran sudah mampet, air pun sulit mengalir dan akhirnya menggenang.


    Menurut laman The Spruce, penyumbatan ringan bisa diatasi dengan larutan baking soda dan cuka, atau menggunakan alat seperti plumbing snake. Namun, untuk sumbatan parah, sebaiknya panggil jasa sedot WC atau tukang ledeng profesional.

    2. Kemiringan Lantai Tidak Sesuai

    Kemiringan lantai kamar mandi sangat penting untuk membantu aliran air menuju lubang pembuangan. Jika kemiringannya kurang atau bahkan rata, air akan menggenang dan tidak mengalir dengan baik.

    Mengutip laman Houzz, idealnya kemiringan lantai kamar mandi adalah sekitar 1-2% atau setara 1-2 cm setiap 1 meter ke arah floor drain. Jika kemiringannya tidak sesuai, perlu dilakukan renovasi ringan dengan cara mengupas dan meratakan ulang lantai.

    3. Floor Drain Kecil atau Tertutup

    Ukuran lubang pembuangan yang terlalu kecil juga bisa menyebabkan air tertahan. Apalagi jika floor drain sering tertutup kotoran atau penutupnya tidak memiliki lubang yang cukup besar. Cek apakah tutup lubang pembuangan perlu diganti dengan model yang lebih baik.

    Sumber dari Bob Vila, pakar renovasi rumah asal AS, menyarankan menggunakan penutup floor drain berbahan stainless steel dengan lubang lebar agar aliran air tidak terhambat.

    4. Penumpukan Sabun dan Sisa Sampo

    Sisa-sisa sabun, sampo, dan produk mandi lainnya bisa mengendap di saluran air dan menciptakan lapisan licin yang memperlambat aliran. Jika dibiarkan terus-menerus, endapan ini bisa mengeras dan memperparah sumbatan.

    Solusinya, bersihkan secara berkala saluran pembuangan dengan air panas dan cairan pembersih khusus yang aman untuk pipa.

    5. Kerusakan Pipa atau Sambungan

    Pipa yang bocor atau sambungan yang tidak rapat bisa menyebabkan air kembali keluar dan tergenang di permukaan lantai kamar mandi. Selain itu, air juga bisa merembes ke dinding atau bagian rumah lainnya.

    Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan seperti rembesan di dinding, bau tidak sedap, atau lantai yang selalu basah, segera lakukan pemeriksaan pipa.

    6. Volume Air yang Berlebihan

    Kadang-kadang, volume air dari shower atau keran terlalu deras sehingga melebihi kapasitas saluran pembuangan. Hal ini bisa menyebabkan air menggenang sesaat, terutama jika floor drain tidak cukup besar atau dalam kondisi kurang bersih.

    HomeAdvisor, platform jasa rumah tangga asal Amerika Serikat, menyarankan untuk menyesuaikan tekanan air, terutama jika menggunakan shower dengan tekanan tinggi.

    Agar kamar mandi tetap kering dan nyaman, bersihkan saluran pembuangan minimal seminggu sekali, cek kemiringan lantai secara berkala, dan hindari membuang kotoran ke lubang drainase.

    Jika masalah tetap berlanjut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tukang bangunan atau jasa profesional untuk mengecek kondisi kamar mandi secara menyeluruh.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kamitetep Masih Sering Muncul di Rumah? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa serangga yang kerap muncul di rumah, salah satunya adalah kamitetep. Sebagai informasi, kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat yang memiliki bentuk seperti biji labu.

    Bentuknya yang unik membuat sejumlah orang mengira kamitetep adalah butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, pada salah satu bagian ujungnya ada berwarna cokelat.

    Munculnya kamitetep membuat rumah jadi terkesan kotor. Selain itu, serangga kecil ini bisa menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika dipegang secara langsung.


    Kamitetep biasanya menempel pada tembok, sudut ruangan, atau kolong furnitur. Serangga ini bergerak secara perlahan sehingga kerap tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Membasmi kamitetep bisa menggunakan sabun cuci piring yang dicampur dengan air. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari jika ditemukan ada kamitetep di pakaian.

    Jika kamitetep kembali muncul di rumah, berarti ada celah atau kebiasaan buruk yang membuat serangga tersebut datang lagi. Ketahui sejumlah penyebabnya dalam artikel ini.

    Penyebab Kamitetep Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Bugwiz, berikut sejumlah penyebab kamitetep muncul lagi di rumah:

    1. Jarang Membersihkan Rumah

    Alasan utama kamitetep bisa muncul lagi karena rumah jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Ruangan atau area yang kotor di rumah dapat dipenuhi oleh kepompong kamitetep.

    Serangga kecil ini umumnya ditemukan di kamar mandi, kamar tidur, garasi, dan dapur. Kamitetep dapat menempel di dinding, loteng, kayu, batu-bata, dan plesteran.

    2. Lingkungan yang Memadai

    Kamitetep mencari tempat untuk hidup dan berkembang biak yang lembap, panas, tertutup, dan minim gangguan. Apabila terdapat ruangan di rumah yang punya kondisi seperti itu, maka tak heran kamitetep akan muncul kembali meski sebelumnya sudah dibasmi.

    3. Terdapat Sumber Makanan

    Agar bisa bertahan hidup tentu kamitetep membutuhkan makanan. Para ahli entomologi mengatakan kamitetep kebanyakan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan kamitetep senang hidup di dekat laba-laba. Soalnya, mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaringnya. Selain itu, kamitetep juga dapat memakan serangga mati.

    Rumah yang jarang dibersihkan dapat memunculkan laba-laba dan juga serangga lainnya, sehingga jadi tempat yang nyaman untuk kamitetep berkembang biak karena menemukan sumber makanan yang banyak.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Kamitetep sebenarnya berasal dari luar rumah, tapi kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka bisa masuk karena menemukan celah kecil di rumah.

    Selain itu, kamitetep juga bisa masuk ke rumah karena ikut terbawa. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika pakaian atau benda yang dibawa ternyata ada kamitetep. Alhasil, serangga kecil itu bisa tinggal dan berkembang biak di rumah.

    Cara Membasmi Kamitetep

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membasmi kamitetep cukup dengan menggunakan sabun cuci piring. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan wadah besar dan isi sekitar 3-4 liter air
    • Campur 2 sendok makan sabun cici piring ke dalam wadah
    • Aduk secara perlahan agar cairan tersebut tidak mengandung banyak busa
    • Tusuk kepompong kamitetep agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil
    • Lalu semprotkan atau tuang cairan sabun cuci piring tersebut ke kamitetep.

    Demikian penjelasan mengapa kamitetep bisa muncul lagi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Atasi Lembap di Dinding Samping Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah yang lembap bukan cuma bikin tampilan jadi kusam, tapi juga bisa menimbulkan masalah serius. Mulai dari cat yang mengelupas, jamur, hingga potensi penyakit akibat udara lembap yang tidak sehat.

    Masalah ini kerap terjadi di bagian dinding samping rumah yang langsung terpapar hujan, panas, atau kelembapan tanah. Kalau dibiarkan terlalu lama, dinding bisa rusak dan biaya perbaikannya pun jadi membengkak.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi dinding lembap, terutama di area samping rumah? Simak 3 langkah berikut, dilansir dari Home Building and Renovating dan New Line Painting.


    1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan cat yang sudah terkelupas. Tujuannya agar permukaan dinding kembali rata dan tidak menumpuk jamur atau kotoran.

    Gunakan alat pengikis cat untuk membersihkan bagian yang rusak. Jika ada noda membandel seperti minyak atau lumut, bersihkan terlebih dulu dengan air sabun dan lap bersih. Permukaan yang bersih akan memudahkan proses perbaikan berikutnya.

    2. Cek Sumber Kelembapan

    Setelah dinding dibersihkan, kamu perlu cari tahu penyebab utama kelembapannya. Apakah karena rembesan air hujan, pipa bocor, atau ada retakan kecil di dinding yang membuat air meresap dari luar?

    Retakan halus atau lebar bisa menjadi jalan masuk air yang membuat tembok lembap dari dalam. Di sisi lain, pipa air yang bocor juga sering jadi penyebab yang tak terlihat. Kalau sumber masalahnya tidak diatasi, dinding akan terus-menerus lembap meski sudah dicat ulang berkali-kali.

    3. Gunakan Cat Dasar dan Cat Ulang

    Setelah memastikan dinding kering dan bebas dari masalah struktural, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar (primer). Pilih primer yang khusus untuk area lembap agar bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap jamur dan rembesan air.

    Setelah itu, cat ulang tembok menggunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang tahan cuaca. Untuk dinding luar rumah, penting memilih cat yang punya ketahanan terhadap sinar matahari, hujan, dan kelembapan tinggi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com