Tag Archives: penyebab

Kamar Mandi Diserbu Cacing? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Cacing yang biasanya tinggal di dalam tanah ternyata bisa muncul di kamar mandi, lho. Hewan melata ini terkadang cukup mengganggu ketenangan penghuni rumah.

Sebagian penghuni rumah merasa jijik dan geli sama cacing. Saat melihat cacing di kamar mandi, insting pertama penghuni mungkin langsung menyiramnya dengan air. Akan tetapi, jurus ini kurang ampuh.

Penghuni yang tak suka cacing perlu tahu penyebab kemunculan beserta cara mengatasinya. Simak penjelasannya di sini.


Penyebab Cacing Masuk Kamar Mandi

Inilah beberapa faktor yang membuat cacing bisa muncul di kamar mandi.

1. Lingkungan Lembap

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan cacing tinggal di lingkungan yang lembap. Kamar mandi sendiri merupakan ruangan yang lembap sehingga bisa ditinggali cacing.

“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Celah Lantai Keramik

Cacing dapat muncul melalui celah atau retakan di lantai keramik. Adanya celah itu membuat kamar mandi berpotensi didatangi cacing.

Cara Cegah Cacing di Kamar Mandi

Jika tak ingin ada cacing di kamar mandi, penghuni bisa mengikuti tips pencegahan berikut ini.

  • Hilangkan genangan air
  • Rutin bersihkan saluran air
  • Menjaga kebersihan kamar mandi
  • Menjaga tingkat kelembapan kamar mandi
  • Mengelola limbah rumah tangga dengan baik
  • Pastikan sumber air tidak terkontaminasi telur atau larva cacing

Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi

Kalau kamar mandi diserang cacing, penghuni dapat membasminya dengan insektisida. Namun, pastikan untuk berhati-hati ketika menggunakan insektisida.

“Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tuturnya.

Itulah penyebab cacing muncul di kamar mandi dan cara mengatasinya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Susah Buka Pintu Kayu yang Seret? Ini Cara Perbaikinya


Jakarta

Pernahkah kesulitan membuka pintu kayu? Saat diayun, pintu kayu yang seret bisa sampai menggesek lantai.

Arsitek Denny Setiawan pernah mengatakan banyak orang memakai material kayu untuk pintu rumah. Beberapa jenis kayu terkenal kuat seperti merbau, jati, dan ulin.

“Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” ujar Denny kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


Namun, bahan ini punya kekurangan yaitu bisa seret alias susah dibuka dan ditutup. Kondisi seperti ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

Jika pintu susah dibuka, pemilik dapat memperbaikinya kok. Simak cara memperbaiki pintu seret berikut ini.

Cara Perbaiki Pintu Kayu Seret

Inilah tips untuk mengatasi pintu kayu yang susah dibuka, dikutip dari Better Homes & Gardens.

1. Bersihkan Pintu dan Kusen

Salah satu penyebab pintu seret adalah kusen pintu sudah kotor. Periksa pintu dan kusen untuk melihat adanya kotoran seperti sisa cat, tumpukan debu, atau kotoran yang menempel. Bersihkan kusen pintu dari kotoran tersebut agar pintu mudah dibuka.

2. Kencangkan Engsel

Selain itu, pintu kayu bisa seret karena ada sekrup yang longgar. Untuk mengatasinya, cukup kencangkan engsel pintu.

Jika sekrup berputar tapi tak bisa dikencangkan, ganti dengan sekrup yang lebih besar. Lalu, posisi pelat juga dapat diatur untuk mengatasi pintu seret.

3. Pangkas Bawah Pintu

Kalau pintu masih seret, kemungkinan pintu kayu memuai karena lembap. Pemilik bisa memangkas bagian bawah pintu dengan cara menyerut dan mengamplasnya.

Itulah cara memperbaiki pintu yang susah dibuka dan menggesek lantai. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


Jakarta

Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

1. Spons Sudah Kotor

Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

4. Noda Membandel

Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Kamar Mandi Terasa Pengap Setiap Usai Dipakai? Begini Cara Atasinya


Jakarta

Salah satu permasalahan yang kerap ditemui di kamar mandi adalah kelembapan. Hal ini menyebabkan siapa pun yang masuk ke dalamnya merasa pengap dan pasti memicu pertumbuhan jamur.

Salah satu biang keroknya adalah kamar mandi tersebut tidak memiliki ventilasi udara. Di dalamnya, tidak ada pertukaran udara yang baik sehingga uap dan udara lembap tersebut tidak bisa terdorong keluar.

Cara mengatasi kamar mandi seperti ini bukan hanya dengan rajin membersihkannya. Sebab, kejadian serupa akan kembali terjadi setiap kamar mandi selesai digunakan.


Dilansir The Spruce, berikut cara mengatasi kamar mandi pengap dan lembap.

1. Kamar Mandi Harus Kering

Salah satu penyebab kamar mandi selalu terasa pengap dan lembap adalah bagian dalam kamar mandi selalu basah dan banyak genangan. Untuk mengeringkan pasti lebih lama karena tidak memiliki ventilasi udara.

Untuk mempercepat pengeringannya, setiap setelah mandi keringkan dahulu dinding, lantai, dan barang-barang di kamar mandi. Meskipun tidak kering sempurna, area basah tersebut bisa mengering lebih cepat.

2. Hindari Meletakkan Handuk Basah di Dalam

Handuk basah tidak boleh disimpan di dalam kamar mandi. Hal ini dikarenakan handuk juga bisa memicu udara lembap dan pertunjukan jamur. Selesai dipakai, sebaiknya handuk digantung di luar rumah atau dijemur agar tidak ada jamur yang berkembang dan lebih aman dipakai tanpa perlu takut dapat memicu alergi kulit.

3. Pasang Exhaust Fan

Salah satu solusi untuk mengeringkan kamar mandi yang tidak memiliki ventilasi adalah memakai exhaust fan di dinding atau atap. Kipas angin ini berfungsi untuk menarik udara lembap. Setelah kamar mandi selesai digunakan biarkan kipas bekerja selama 20-30 menit. Untuk menyalakannya bisa otomatis seperti saat lampu kamar mandi dihidupkan atau saat pintu dibuka.

4. Buka Jendela atau Pintu

Apabila tidak memiliki kipas angin, selalu buka pintu setelah kamar mandi selesai digunakan. Uap air di dalamnya tidak akan menumpuk dan terperangkap.

5. Ganti Shower dengan Pancuran Rendah

Bagi yang memakai shower yang bisa diatur suhunya, hati-hati perangkat tersebut bisa menjadi salah satu penyebab kamar mandi sering lembap. Hal ini dikarenakan air hangat yang digunakan bisa menghasilkan uap panas. Untuk mencegah kamar mandi selalu pengap setelah digunakan, ganti posisi shower ke lokasi yang lebih pendek agar uap yang dihasilkan tidak begitu banyak.

6. Kurangi Durasi Mandi

Bagi pengguna shower yang bisa diubah suhu airnya, sebaiknya tidak mandi terlalu lama karena uap yang dihasilkan juga akan semakin banyak.

7. Pakai Dehumidifier Portabel

Saat ini sudah tersedia alat khusus untuk menyerap kelembapan bernama dehumidifier. Alat ini layaknya penyedot udara kotor, cukup diletakkan di ruangan yang agak lembap, dalam 24 jam di tangki penampungan air akan terlihat jumlah air yang sudah terserap.

Itulah beberapa cara mengatasi kamar mandi yang lembap, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Kutu Busuk Bisa Muncul di Sofa dan Kasur? Ini Penyebabnya



Jakarta

Kutu busuk adalah serangga yang suka menggigit dan bikin gatal kulit manusia. Serangga ini biasanya muncul pada bahan kain di rumah seperti sofa dan kasur.

Pemilik rumah sering kali tidak menyadari kehadiran kutu busuk karena ukurannya yang sangat kecil. Mereka juga tidak tahu bagaimana bisa ada kutu busuk di sofa dan kasurnya.

Memang, kenapa kutu busuk bisa muncul di sofa dan kasur ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Kutu Busuk Muncul di Sofa dan Kasur

Dikutip dari Healthline, Selasa (9/9/2025), kutu busuk biasanya tinggal di tempat yang banyak dihuni manusia. Serangga ini menyukai manusia karena merupakan sumber darah yang dapat diisap.

Sejumlah ahli mengatakan kutu busuk bisa melompat ke barang atau pakaian yang dikenakan manusia. Kutu busuk itu pun ikut pulang sampai rumah manusia. Biasanya kutu busuk ditemukan di berbagai tempat seperti hotel, apartemen, angkutan umum, dan alam bebas.

Setelah sampai di rumah, orang yang dihinggapi kutu busuk bakal duduk di sofa atau tempat tidur. Momen itu menjadi kesempatan buat kutu busuk berpindah dengan cepat untuk membuat sarang dan berkembang biak di sana.

Di sisi lain, kutu busuk bisa bertahan hidup meski satu tahun tidak makan. Oleh karena itu, penghuni perlu rutin membersihkan rumah dan membasmi serangga ini.

Selain sofa dan kasur, ada tempat lain yang sering menjadi sarang kutu busuk di rumah. Sebaiknya penghuni lebih memperhatikan benda-benda yang rawan dihinggapi kutu busuk ini:

  • Seprai dan selimut
  • Bagian kepala tempat tidur
  • Tumpukan pakaian yang tidak dicuci selama berminggu-minggu
  • Di sela-sela kertas dinding yang mengelupas
  • Di bawah dan tepi karpet
  • Pakaian di dalam lemari
  • Koper
  • Kotak kardus
  • Tas yang jarang dipakai

Itulah penyebab kutu busuk bisa berada di sofa dan kasur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Kesal Lantai-Furniture Sering Kotor? Ini 5 Cara Cegah Debu Masuk ke Rumah


Jakarta

Rumah perlu dibersihkan secara berkala agar tidak banyak debu dan kotoran. Meski sudah rutin disapu dan dipel, tapi terkadang debu masih sering ditemukan di sudut-sudut ruangan.

Debu juga kerap ditemukan di meja, gorden, karpet, dan atas lemari. Jika dibiarkan, debu bisa menumpuk hingga tebal dan dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah, seperti bersin, kulit gatal, dan gangguan pernapasan.

Selain membersihkan rumah secara rutin, penting juga untuk mengetahui cara cegah debu dan kotoran masuk ke rumah. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Cegah Debu dan Kotoran Masuk ke Rumah

Dikutip dari Times of India, berikut sejumlah cara mencegah debu dan kotoran masuk ke dalam rumah:

1. Buat Rumah Tetap Rapi

Langkah yang pertama adalah dengan merapikan seluruh ruangan di rumah, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga ruang kerja. Pastikan tidak ada barang-barang yang berserakan atau diletakkan sembarangan di sudut-sudut ruangan.

Hal itu karena, semakin banyak barang yang tergeletak di atas meja, sofa, atau karpet, maka semakin banyak pula debu dan kotoran di dalam rumah.

Pastikan juga untuk selalu menutup pintu lemari pakaian dengan rapat. Hal itu karena, partikel debu dan kotoran bisa masuk dan menempel di baju jika pintu lemari pakaian dibiarkan terbuka.

2. Pasang Air Purifier

Agar udara di rumah tetap bersih dan sehat, sebaiknya pasang air purifier secara rutin. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan udara kotor karena dapat menyaring partikel kecil seperti debu, bulu hewan, dan kotoran.

Air purifier bekerja dengan cara menyedot udara kotor, lalu melewati serangkaian filter seperti High-Efficiency Particulate Air (HEPA). Setelah udara kotor disaring, air purifier akan menyemburkan udara bersih ke dalam ruangan.

3. Tutup Celah di Dekat Pintu dan Jendela

Adanya celah di dekat pintu dan jendela bisa jadi penyebab rumah cepat kotor dan berdebu. Sebaiknya tutup retakan dengan dempul agar tidak ada lagi kotoran yang masuk ke rumah.

Apabila kamu tinggal di wilayah yang penuh debu, selalu tutup pintu rumah dan jendela dengan rapat. Sebab, celah sedikit pun bisa membuat kotoran masuk ke dalam rumah.

4. Pasang Keset Kaki di Depan Pintu Masuk

Kotoran dan debu juga bisa terbawa masuk ke rumah karena ulah kita sendiri. Misalnya, debu yang menempel di kaki dapat mengotori lantai rumah sehingga terasa berpasir.

Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang keset kaki di depan pintu masuk. Setiap penghuni rumah atau tamu yang masuk perlu membersihkan kaki di keset agar tidak ada debu, kotoran, dan kuman yang ikut masuk ke dalam rumah.

5. Jangan Terlalu Banyak Dekorasi dari Kain

Agar tidak banyak debu dan kotoran di dalam rumah, sebaiknya kurangi furnitur atau dekorasi yang terbuat dari kain, seperti karpet, gorden, atau sofa kain. Meski dapat menambah estetika ruangan, tapi bahan ini dapat memerangkap debu, rambut, dan kotoran jika jarang dibersihkan.

Partikel debu yang terperangkap di bahan kain sangat mudah beterbangan sehingga dapat menurunkan kualitas udara di dalam ruangan. Jika ingin menggunakan furnitur dan dekorasi dari kain, sebaiknya rutin dibersihkan secara berkala.

Demikian lima cara mencegah debu dan kotoran bisa masuk ke dalam rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



Jakarta

Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


“Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

“Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

“Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

“Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cat Dinding Menggelembung? Ini Penyebab, Cara Cegah dan Perbaikinya


Jakarta

Pemilik rumah perlu merawat dinding karena kondisi catnya bisa rusak seiring waktu, salah satu masalahnya muncul gelembung. Gelembung ini bisa dipecahkan, tetapi bakal merusak cat dinding.

Cat menggelembung ini ada yang berukuran kecil dan besar tergantung pada isinya. Setiap gelembung biasanya berisi udara atau air.

Namun, kenapa bisa muncul gelembung pada cat dinding ya? Simak penyebab, cara mencegah, serta memperbaikinya berikut ini.


Penyebab Cat Dinding Menggelembung

Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya menjelaskan cat dinding menggelembung utamanya disebabkan oleh penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung

Jika tak ingin cat dinding menggelembung, pemilik perlu mencegah terjadi penggumpalan garam alkali. Caranya dengan menggunakan cat dasar yang mengandung anti garam alkali. Setelah itu, pemilik baru bisa memakai cat dinding bagian atas alias top coat.

“Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Cara Perbaiki Cat Dinding Menggelembung

Kalau cat dinding sudah terlanjur menggelembung, pemilik dapat memperbaikinya dengan melakukan pengecatan ulang. Namun pengecatan nggak boleh asal, ikuti tipsnya berikut ini.

1. Keruk Cat Lama

Rahman tidak menyarankan cat bergelembung langsung ditimpa cat baru. Sebelum dicat ulang, lapisan cat lama perlu dibersihkan dengan cara dikeruk menggunakan alat kape.

“Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” ucapnya.

2. Pastikan Dinding Kering

Setelah tidak ada cat yang menempel, pastikan dinding tidak lembap. Keringkan dinding sebelum memulai proses pengecatan.

3. Aplikasikan Cat Dasar

Kemudian, dinding baru bisa dicat dengan cat dasar. Pastikan cat dasar mempunyai komposisi anti garam alkali.

4. Aplikasikan Cat Luar

Setelah cat dasar kering, aplikasikan cat luar atau top coat pada dinding. Aplikasikan dua lapis top coat agar warnanya terlihat dan rata.

Itulah informasi seputar cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Horor, Ternyata Ini 5 Penyebab Lampu Suka Berkedip


Jakarta

Lampu yang meredup dan kembali terang berulang kali terkadang membuat suasana rumah agak ngeri bagi sebagian orang. Padahal, bisa saja lampu berkedip karena sudah mendekati akhir masa pakainya.

“Salah satu alasan paling umum, dan Anda harus selalu mencari hal-hal yang jelas terlebih dahulu, adalah bohlam akan segera putus,” kata Terry Duncan, CEO Mr Electric dikutip dari Family Handyman, Senin (15/9/2025).

Selain itu, lampu yang berkedip-kedip bisa saja pertanda bohlam ada bagian lampu atau aliran listrik yang rusak. Simak penyebab lampu berkedip berikut ini.


Penyebab Lampu Berkedip

Inilah beberapa hal yang membuat lampu berkedip.

1. Sirkuit Kelebihan Beban

Lampu bisa berkedip karena sirkuit kelebihan beban. Kondisi ini terjadi ketika ada berbagai perangkai elektronik yang digunakan dalam satu waktu. Sebab, aliran listrik dapat melambat atau menumpuk di satu tempat.

2. Sakelar Tidak Serasi

Jika tidak ada masalah pada bohlam, pemilik rumah bisa coba cek sakelar lampu. Dalam beberapa kasus, sakelar terasa panas dan menyetrum ketika dipegang. Lampu bisa berkedip kalau sakelar dan bohlam tidak kompatibel. Oleh karena itu, sakelar dan lampu harus diserasikan agar alirannya setara.

3. Sakelar Sudah Lama

Selain itu, sakelar yang sudah berumur biasanya mengalami penurunan dari segi kualitas dan fungsinya. Hal itu dapat mempengaruhi sinyal yang diterima sehingga lampu berkedip.

4. Soket Harus Diganti

Soket adalah tempat untuk memasang lampu. Perangkat ini semakin lama bisa mengalami korosi sampai rusak akibat sering terkena panas. Kalau sudah rusak, sebaiknya langsung mengganti soket agar lampunya tidak berkedip.

5. Masalah Kabel

Dilansir dari Sunrise Electric, kabel yang kedaluwarsa atau longgar juga dapat mengakibatkan lampu berkedip, bahkan risiko kebakaran. Jika pemilik belum melakukan perubahan atau peningkatan apa pun pada sistem listrik, tetapi lampu berkedip, penyebabnya bisa jadi kabel yang kendor. Pemilik sebaiknya segera mengatasinya dengan bantuan ahli listrik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati? Ini 5 Penyebabnya


Jakarta

Menanam tanaman hias dapat mempercantik penampilan rumah sekaligus menjadi hobi yang menyenangkan. Apalagi jika bunganya sudah bermekaran, tentu rasanya sangat bahagia melihat tanaman hias tumbuh subur.

Sebagai pemilik tanaman hias di rumah, maka kamu harus bertanggung jawab untuk merawatnya secara rutin. Jangan sampai keindahan bunganya hanya mekar sementara karena tanaman jarang dirawat, sehingga jadi layu dan mati.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman hias jadi cepat layu dan mati. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Tanaman Cepat Layu dan Mati

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman jadi cepat layu dan mati. Dikutip dari Rural Sprout, berikut penyebabnya:

1. Kekurangan Air

Penyebab yang paling umum adalah tanaman kekurangan air karena jarang atau bahkan tidak pernah disiram. Hal itu membuat tanaman hias yang awalnya cantik dan tumbuh subur malah menjadi layu dan mati.

Perlu diingat, tanaman membutuhkan air agar bisa memproses nutrisi dari dalam tanah untuk tumbuh. Ciri-ciri paling umum ketika tanaman sudah layu karena kekurangan air dapat dilihat dari daunnya yang kering berwarna kuning atau kecokelatan.

2. Terlalu Banyak Air

Di sisi lain, tanaman yang terlalu sering disiram air juga bisa cepat layu dan mati. Terkadang, banyak pemilik rumah yang langsung menyiram tanaman ketika melihat daun sudah menguning.

Padahal, daun yang menguning dan layu belum tentu disebabkan karena kekurangan air, tapi bisa juga terjadi pembusukan akar akibat terlalu banyak air.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis tanaman yang ditanam di rumah. Apakah termasuk tanaman yang perlu disiram secara rutin atau tidak.

3. Kurang Mendapatkan Cahaya Matahari

Tanaman membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun, tingkat cahaya yang dibutuhkan setiap tanaman bisa berbeda-beda.

Ada tanaman yang bisa tumbuh di tempat yang minim cahaya, tapi ada juga yang membutuhkan banyak sinar matahari. Jika kamu membeli tanaman yang cenderung membutuhkan cahaya untuk tumbuh, maka jangan diletakkan di tempat yang gelap.

4. Terpapar Suhu Ekstrem

Selain karena cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh subur karena faktor cuaca. Banyak tanaman hias yang tidak bisa hidup pada kondisi suhu yang ekstrem, sehingga jadi cepat layu dan mati.

Untuk itu, pilih tanaman yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, ada beberapa tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

5. Serangan Hama

Tanaman hias bisa cepat layu karena dirusak oleh hama, seperti agas dan kutu daun. Kedua hama ini biasanya sering berkumpul di bawah daun dan menyerang tanah. Hama ini dapat menyedot cairan dan menyebabkan daun cepat menguning.

Demikian lima penyebab tanaman hias di rumah cepat layu dan mati. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com