Tag Archives: penyebab

Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


Jakarta

Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! 5 Kebiasaan Ini Dapat Mengundang Ular Datang ke Rumah


Jakarta

Ular merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di rumah. Meski habitat aslinya berada di alam liar, tapi terkadang ular bisa masuk ke permukiman penduduk.

Sudah banyak kasus ditemukan ular yang bersembunyi di plafon, atap rumah, atau kamar mandi. Bahkan, sudah beberapa kali muncul korban jiwa akibat serangan ular terhadap manusia.

Ular ternyata bisa masuk ke rumah karena penghuninya masih melakukan sejumlah kebiasaan buruk. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Kebiasaan Ini Bikin Ular Tertarik Datang ke Rumah

Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengundang ular datang ke rumah. Sayangnya, hal tersebut sering tidak disadari oleh banyak orang. Dilansir situs Times of India, berikut penjelasannya:

1. Tidak Merawat Kolam Air

Membuat kolam air atau air mancur di rumah memang dapat mempercantik hunian. Namun, adanya kolam air justru dapat mengundang ular untuk datang ke rumah.

Sebab, kolam air menjadi tempat yang cocok bagi hewan seperti kodok, siput, keong, dan serangga untuk berkembang biak. Nah, hewan-hewan itu juga menjadi sumber makanan bagi ular.

Sebenarnya tidak masalah untuk membuat kolam air, asalkan perlu dibersihkan secara berkala agar tidak ada serangga dan hama. Kolam air yang bersih juga semakin mempercantik hunian.

2. Rumput Lebat

Apabila halaman rumah tidak pernah dirawat hingga tumbuh rumput yang lebat dan tinggi, maka bisa menjadi penyebab ular datang. Sebab, tumput yang lebat merupakan tempat yang cocok bagi hewan untuk membuat sarang, terutama tikus.

Kehadiran tikus di halaman rumah dapat memancing ular untuk datang karena mereka telah menemukan sumber makanan. Maka dari itu, sebaiknya rawat halaman rumah dengan cara memotong rumput secara rutin.

Setelah membersihkan halaman rumah, pastikan daun-daun yang berguguran segera dibuang ke tempat sampah. Jangan sampai daun tersebut dibiarkan menumpuk di halaman rumah karena bisa memancing ular untuk datang.

Daun yang terus menumpuk dan tidak dibuang akan membusuk, lalu menghasilkan panas dan kelembapan yang ideal bagi serangga dan tikus untuk berkembang biak. Kondisi ini dapat menarik ular untuk datang karena telah menemukan sumber makanan.

4. Jarang Merawat Tanaman Penutup Tanah

Tanaman penutup tanah atau cover crop merupakan jenis tanaman yang berfungsi untuk melindungi tanah dari erosi, mencegah gulma, dan memperbaiki kualitas tanah.

Beberapa tanaman penutup tanah seperti rumput gajah mini atau daun tapak mampu menciptakan suasana asri di halaman, tetapi juga bisa memancing ular untuk datang ke rumah.

Soalnya, tanaman penutup tanah cenderung lembap dan teduh sehingga menjadi tempat yang aman bagi ular untuk bersembunyi. Sebagai bentuk pencegahan, sebaiknya kamu rutin memangkas tanaman jika sudah lebat guna mencegah ular bersembunyi.

5. Menanam Tanaman yang Harum

Banyak pemilik rumah yang sengaja menanam tanaman yang indah dan wangi agar mempercantik hunian. Namun, hobi ini justru bisa menarik ular untuk datang ke rumah.

Tanaman hias seperti melati dan krisan memiliki aroma wangi yang sangat kuat. Tanaman ini dapat menarik serangga dan hewan kecil untuk datang, yang mana bikin ular ikut terpancing karena menemukan sumber makanan.

Jika ingin menanam tanaman hias tersebut, sebaiknya diimbangi juga dengan menanam tanaman yang dapat mencegah ular seperti marigold, sereh, atau lavender. Tanaman itu juga mengeluarkan aroma yang wangi, tapi tidak disukai oleh ular.

Itulah lima kebiasaan buruk yang dapat mengundang ular datang ke rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Bau Amis di Lantai Jangan Dianggap Sepele, Begini Cara Atasinya


Jakarta

Salah satu cara untuk membuat rumah wangi dan bersih adalah dengan rajin mengepel. Sebab, cairan yang dipakai ketika mengepel biasanya sudah dilengkapi dengan anti bakteri dan pengharum sehingga bisa memusnahkan bakteri penyebab bau.

Namun, pada kenyataannya ditemukan lantai yang baru selesai dipel justru berbau tak sedap, amis, seperti bau telur. Kira-kira kenapa ya?

Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

Dilansir situs Cleanpedia, berikut beberapa penyebab lantai berbau tak sedap setelah dipel.


1. Kain Pel Kotor

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kebersihan kain pel. Sebab, umumnya kain pel terbuat dari kain dan mudah sekali lembap sehingga jamur mudah berkembang dan menimbulkan bau.

Penyebab lain kain pel berbau adalah jarang dibersihkan setelah digunakan. Meskipun permukaannya cepat kering, bakteri tetap dapat hidup di kain pel karena tidak pernah dibersihkan. Alangkah baiknya, setelah kain pel digunakan, bilas hingga bersih dan tidak berbusa.

Sebelum dipakai pun kain pel perlu dibilas di air bersih beberapa kali. Apabila warna air masih keruh, bersihkan kain pel dengan tambahan cairan pembersih seperti sabun cuci piring, cuka, atau soda kue untuk membersihkannya.

2. Air Pel Kotor

Saat mengepel usahakan untuk segera mengganti air apabila warnanya sudah berubah. Untuk melihat perubahan tersebut, pakai ember berwarna cerah. Biasanya di rumah yang benar-benar kotor, warna air bisa cepat berubah dalam 1-2 pemakaian. Bukan hanya kotor, air tersebut bisa menjadi tempat berkembang kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan bau.

3. Ember Pel Sudah Kotor

Selain kain pel dan air, ember yang dipakai juga harus bersih. Tanda ember kotor adalah di permukaannya ditemukan pasir halus, rambut, dan kotoran lainnya yang menempel. Kemudian, ketika diisi air muncul banyak busa. Cara membersihkannya bisa dengan membilas beberapa kali dengan air bersih atau menyikat permukaan dalamnya kemudian bilas.

4. Cara Mengepel yang Salah

Biang kerok selanjutnya terjadi apabila penggunanya mengepel dengan asal-asalan. Cara mengepel yang benar adalah membuat gerakkan menyerupai angka ‘8’ untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, melainkan memakai cairan pembersih asal.

Dilansir Real Simple, cairan pembersih lantai yang bisa dipakai adalah sabun cuci piring, soda kue, cuka, hingga minyak atsiri. Sementara itu, cairan yang tidak boleh digunakan untuk mengepel lantai adalah gabungan dari pemutih dan cuka karena dapat menghasilkan gas klorin. Ada pula pemutih dan amonia (yang terdapat dalam berbagai pembersih), campuran keduanya dapat menghasilkan zat beracun bernama kloramin, serta pemutih dengan alkohol gosok yang justru memicu cairan beracun bernama kloroform.

Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

Itulah lima penyebab lantai sering berbau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Atap Rumah Bocor? Pakai Bahan Ini Dijamin Nggak Kejadian Lagi


Jakarta

Memasuki musim hujan salah satu masalah yang sering muncul di rumah adalah atap bocor. Hal ini umum terjadi karena debit air yang jatuh cukup besar dan tidak diimbangi dengan pelindung atap.

Apabila menemukan terdapat kebocoran, atap harus segera diganti. Menunda perbaikan justru bisa menyebabkan masalah baru seperti rumah becek, air menetes, hingga atap amblas.

Salah satu kontrak rumah bernama Wildan mengatakan ketika menemukan titik kebocoran, hal pertama yang harus dicek adalah melihat kondisi atapnya. Dengan begitu, pemilik rumah mengetahui sumber masalah dan cara perbaikinya. Penyebab atap bocor bisa dikarenakan ada sampah yang menutupi talang air, posisi genteng bergeser, atau ada keretakan atau celah air masuk.


Cara Perbaiki Atap Bocor

1. Cat Anti Bocor

Wildan mengatakan cat anti bocor atau cat waterproofing merupakan salah satu bahan yang bisa dipakai untuk melindungi atap. Cat ini wajib dipakai pada jenis atap yang memakai genteng dan spandek.

2. Serat Fiber

Selain cat anti bocor, atap genteng dan spandek juga perlu dipasang serat fiber. Bentuknya lembaran berwarna putih berserat.

Cara menggunakannya adalah melapisi permukaan yang menjadi sumber kebocoran dengan cat anti bocor. Kemudian, serat fiber ditimpa di atasnya. Pastikan permukaannya merekat pada cat di bawahnya. Setelah itu, timpa kembali dengan cat anti bocor.

3. Karpet Anti Bocor atau Membran

Bahan lain yang dibutuhkan untuk mencegah atap bocor adalah karpet atau membran. Bentuknya lembaran panjang yang umumnya berwarna hitam dan merah. Namun, ada pula karpet dengan warna lain. Permukaannya tidak bisa ditembus air sehingga dapat melindungi atap dari kebocoran.

“Kalau karpet itu biasanya untuk yang pertemuan antar atap jika talang penghubungnya ada kebocoran,” ujar Wildan saat dihubungi detikcom, pada Selasa (16/9/2025).

4. Grunting dan Cor Ulang

Jika memakai atap dak beton yang bentuknya rata, cara memperbaikinya adalah dengan memasang lapisan anti bocor atau waterproofing, pelur (screed) ular, lalu dilapisi lagi dengan cat anti bocor. Namun, sebelum diperbaiki cari tahu dulu jalur air mengalir karena air biasanya bergerak ke tempat yang lebih rendah.

“Bahan waterproofing itu kayak sika, basf, fosroc gitu,” ujar Wildan.

5. Resin

Bagi yang menemukan celah atau keretakan kecil pada atap, Wildan menyarankan cukup ditutup dengan resin.

“Kalau (retak) besar baru pakai cat dan fiber atau cat dan membran,” sebutnya.

Adakah Jenis Atap yang Aman dari Bocor?

Wildan menyampaikan setiap jenis atap berpotensi mengalami kebocoran. Alasannya bisa karena kualitas bahan atau kesalahan dalam pemasangan. Oleh karena itu, lapisan pelindung anti bocor sangat dibutuhkan.

“Cuma kalau yang minim bocor ada, atap UPVC twinwall, tapi dia pun rawan bocor di ujung dan disambungannya,” ungkapnya.

Demikian cara memperbaiki atap bocor dan bahan-bahannya, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Daun Tanaman Tiba-tiba Menguning? Bisa Jadi Ini 5 Penyebabnya


Jakarta

Tanaman yang tumbuh subur dapat dilihat dari daunnya yang berwarna hijau. Artinya, tanaman tersebut dirawat sebaik mungkin dan mendapatkan nutrisi dari tanah secara optimal.

Sebagai pemilik tanaman hias harus waspada dengan perubahan warna pada daun. Apabila warna daunnya berubah dari hijau tua menjadi kuning, maka menandakan ada masalah pada tanaman.

Selain karena jarang dirawat, daun juga bisa menguning karena melakukan perawatan secara tidak benar. Ingin tahu penyebab daun berubah warna jadi kuning? Simak dalam artikel ini.


Penyebab Daun Tanaman Jadi Menguning

Dilansir situs Gardeners World, berikut sejumlah penyebab daun tanaman yang hijau jadi menguning:

1. Kekurangan Air

Faktor yang paling umum disebabkan oleh kekurangan air. Tanaman yang jarang disiram akan kesulitan untuk tumbuh dan mendapatkan nutrisi dari tanah.

Biasanya, pemilik rumah suka lupa atau malas untuk menyiram tanaman, padahal kondisi tanah sudah sangat kering. Maka tak heran kalau tanaman hias jadi layu dan daunnya berubah jadi menguning.

2. Terlalu Sering Disiram

Tanaman yang terlalu sering disiram bukan berarti dapat tumbuh subur, tapi justru bisa merusak akarnya sehingga terjadi pembusukan. Kondisi ini membuat tanaman cepat layu serta perubahan warna pada daun menjadi kuning.

Perlu diketahui, tidak semua tanaman hias perlu disiram secara rutin. Ada beberapa tanaman yang justru disiram sesekali saja, seperti lidah mertua dan kaktus.

Pemilik tanaman juga perlu mengecek kondisi tanah untuk mengetahui apakah tanaman perlu disiram atau tidak. Jika masih lembap, sebaiknya tunggu 1-2 hari untuk disiram lagi.

3. Kurang Mendapat Cahaya

Selain disiram air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Dengan menempatkan tanaman di area yang minim cahaya maka dapat menghambat proses fotosintesis.

Agar bisa menghasilkan klorofil dan energi, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari. Maka dari itu, penting untuk menempatkan tanaman di area yang terpapar sinar matahari.

Meski demikian, ada juga beberapa tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti lidah mertua dan sirih gading. Jadi, pemilik dapat menempatkan tanaman ini di dalam rumah yang minim cahaya.

4. Kekurangan Nutrisi

Daun tanaman muda yang menguning bisa disebabkan karena kekurangan nitrogen, sedangkan daun yang menguning pada bagian tepinya kemungkinan besar dipicu oleh kekurangan kalium. Sementara itu, daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi.

Sebagai informasi, nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk. Jika tanaman kekurangan nutrisi, sebenarnya masih bisa diatasi dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan sumber nutrisi tersebut.

5. Akar Tanaman Tersumbat

Satu lagi penyebab daun tanaman jadi menguning, yakni karena terjadi penyumbatan pada akar tanaman. Hal ini dapat terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot karena ukurannya terlalu kecil, sedangkan tanaman sudah tumbuh subur.

Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memindahkan tanaman ke pot yang lebih luas. Bisa juga memindahkan tumbuhan ke tanah yang lebih lapang.

Demikian lima penyebab daun tanaman jadi berwarna kuning. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Ciri-ciri Stop Kontak yang Harus Segera Diganti, Bisa Dicek Tanpa Tukang



Jakarta

Stop kontak merupakan instalasi listrik yang berguna sebagai titik hubung antara peralatan elektronik dengan arus listrik di rumah. Masa pakai stop kontak cukup lama terutama apabila kondisinya masih bagus.

Usia pemakaian stop kontak bisa singkat apabila menemukan tanda-tanda kerusakan. Hal tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang, tanpa perlu memanggil tenaga ahli.

Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis tanda-tanda stop kontak harus diganti adalah ketika bagian lubang tempat masuknya steker ada yang meleleh, tidak lagi bulat sempurna.


“Jadi di listrik itu namanya stop kontak, dia (steker dengan sub-connector di dalam stop kontak) kan harus menjepit. Nah jepitan itu harus kencang. Kalau nggak kencang itu bisa menimbulkan panas di area yang terpapar tadi (bahan stop kontak yang isolator biasanya terbuat dari plastik). Namanya plastik kan ada titik lebur. Ada panas, dia jadi seperti meleleh kadang-kadang,” jelas Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Apabila sudah meleleh, stop kontak harus segera diganti karena dapat menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

“Harus diganti karena kalau semakin panas nanti bisa mengakibatkan kebakaran. Makanya material yang dipakai (stop kontak) itu (harus) fire retardant, plastiknya. Apa itu fire retardant? Jadi fire retardant itu adalah material plastik yang kalau dibakar lelehannya itu tidak menjadi sumber api,” ungkapnya.

Penyebab Stop Kontak Meleleh

Nurcholis menjelaskan alasan terjadinya panas berlebih di dalam stop kontak hingga menyebabkan dindingnya meleleh karena kualitas stop kontak yang kurang bagus sehingga ketika bertemu dengan ujung steker tidak pas dan menimbulkan celah serta panas berlebih.

“Kalau menurut saya dari material sendiri yang kurang berkualitas. Jadi kan dia harus menjepit istilahnya. Nah jepitannya ini sudah mulai berkurang. Sudah aus,” ujarnya.

Kemudian, kabel yang tidak sesuai standar seperti kabel tembaganya terlalu sedikit atau yang kapasitasnya tidak pas dengan arus listrik di rumah juga bisa menyebabkan stop kontak meleleh.

“Ada pengaruhnya secara dialektika (penalaran). Pasti ada namanya drop voltage atau apa. Jadi ada juga pengaruhnya. Jadi material kabelnya juga harus bagus,” sebutnya.

Ia membantah anggapan penyebab stop kontak rusak karena terlalu lama menyolokkan kabel di dalamnya.

Cara memastikan stop kontak tersebut memiliki kualitas yang bagus minimal sudah memiliki logo SNI di produknya. Selain itu, pilih material yang benar-benar aman, yakni tahan terhadap api dan arus listrik. Nurcholis menyebut bahan stop kontak yang bagus adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC dan di dalamnya terdapat kuningan.

Itulah tanda-tanda dan cara mencegah stop kontak rusak, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Saklar Lampu Sering Panas Pertanda Ada Kerusakan, Harus Segara Diganti



Jakarta

Sakelar berguna untuk menghidupkan dan mematikan lampu di rumah. Permukaan sakelar umumnya memakai material yang bersifat isolator agar arus listrik dan panasnya tidak terasa hingga ke permukaannya. Lantas, jika sakelar lampu terasa panas, apa penyebabnya?

Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis sakelar lampu yang sering panas berarti kapasitasnya tidak sesuai dengan besar daya lampu yang dipakai di rumah tersebut.

Nurcholis menjelaskan saat ini standar sakelar sudah berubah dari yang semula. Kebanyakan sakelar dulu hanya bisa membantu untuk mengoperasikan lampu maksimal 2.200 watt, sekarang sudah mencapai 3.200 watt.


Apabila kapasitas listrik tersebut tidak sesuai dengan kemampuan sakelar yang terjadi adalah muncul panas berlebih yang terasa hingga ke bagian luar.

“Secara material, konektor. Dia kan cetek, nempel. Nah nempelnya ini mungkin kurang kencang, jadi menyebabkan dia itu seperti membara. artinya resistannya tinggi, pambatannya tinggi, jadi dia lebih panas, mengakibatkan panas, dan itu bisa terbakar,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Apabila kedua masalah tersebut dapat diatasi sakelar tidak akan pernah menghasilkan panas. Selain itu, Nurcholis juga membantah bahwa lampu yang menyebabkan saklar panas. Selama kapasitas sakelar mampu memberi perintah kepada banyak lampu yang memiliki daya ribuan, tidak akan ada panas yang terasa.

“Yang harus diganti adalah sakelarnya, bukan lampunya. Dengan kapasitas yang lebih besar. Ampernya harus kita pilih yang paling besar,” tegasnya.

Itulah penyebab saklar panas ketika digunakan, semoga membantu untuk mengetahui tanda masalah pada kelistrikan di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, 5 Hal Ini Bisa Bikin Laba-laba Masuk Rumah


Jakarta

Keberadaan laba-laba terkadang bisa mengganggu para penghuni rumah. Belum lagi, hewan tersebut kerap membuat sarang yang bisa membuat ruangan terkesan tidak terawat.

Laba-laba tidak begitu saja datang ke rumah. Ada beberapa hal yang bisa menarik mereka untuk datang ke rumah. Apa itu?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


1. Tempat Sampah Terbuka

Lalat biasanya mengerubungi sampah makanan. Hal ini tentu bisa menjadi sumber makanan bagi laba-laba yang merupakan insektivora atau pemakan serangga.

Dikutip dari The Spruce, kalau rumah tidak ingin disambangi laba-laba, sebaiknya penghuni pastikan sudah membuang sampah di tempat sampah yang tertutup, apalagi kalau sampah makanan. Selain itu, jangan tinggalkan dus-dus kosong karena bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba.

2. Pintu dan Jendela Rumah yang Terbuka

Hal ini bisa menjadi salah satu cara masuk laba-laba ke dalam rumah. Belum lagi, rumah bisa menjadi tempat yang pas bagi laba-laba untuk berlindung dari cuaca panas maupun hujan.

Maka dari itu, penting untuk menutup celah di sekitar jendela dan pintu, termasuk retak pada fondasi.

3. Tidak Rutin Membersihkan Rumah

Rumah yang kotor dan berantakan bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba. Dilansir dari Real Simple, bagian-bagian rumah seperti pilar dan sudut ruangan harus dibersihkan untuk menghindari adanya sumber makanan serta tempat berkembang biak laba-laba.

4. Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Rumah

Memiliki tanaman di rumah memang baik karena bisa membuat ruangan tampak asri dan indah. Namun kalau terlalu banyak justru bisa menjadi tempat berkembang biak laba-laba.

“Di dalam rumah, laba-laba cenderung tidak menghadapi predator yang biasanya mengancam mereka di lingkungan luar, sehingga ruangan dalam [dan tanaman indoor] menjadi habitat jangka panjang yang menarik,” ujar pendiri perusahaan pest control, Pestie, Matt Rogers, dikutip dari Real Simple.

5. Menyalakan Lampu Luar Rumah

Menyalakan lampu luar rumah pada malam hari memang bisa memberikan rasa aman. Tapi hal itu bisa mengundang serangga lain yang menjadi sumber makanan laba-laba.

Roger menyarankan untuk menggunakan lampu yang menyala berdasarkan sensor atau waktu.

Itulah beberapa hal yang bisa bikin laba-laba masuk ke rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ahli Jelaskan Alasan Listrik di Rumah Suka Tiba-tiba Turun



Jakarta

Salah satu masalah yang kerap terjadi pada kelistrikan di rumah adalah listrik turun atau jepret. Umumnya hal ini terjadi tiba-tiba, tanpa ada peringatan listrik akan mati.

Kondisi ini biasanya hanya sementara, listrik tetap bisa dihidupkan kembali. Namun, kejadian ini tentu mengganggu karena bisa saja saat kejadian di rumah tersebut sedang sibuk memanggang, mencuci, atau menggosok. Kegiatan tersebut jadi tertunda karena listrik perlu dinyalakan kembali.

Selain itu, dari sisi keselamatan ternyata listrik yang terlalu sering turun juga bisa menyebabkan kebakaran lho. Hal ini diungkapkan oleh Spesialis Keselamatan Listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji.


“Kalau yang cepat itu ada yang koslet. Koslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, ditulis Jumat (19/9/2025).

Damar mengatakan penyebab listrik sering turun cukup beragam dan umumnya karena kerusakan pada sistem atau penggunaan listrik yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang menyebabkan listrik sering turun.

1. Beban Berlebih

Setiap rumah memiliki jumlah pemakaian listrik berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya rumah tersebut luas dan banyak perangkat elektronik yang perlu digunakan setiap saat. Jika kondisinya seperti itu kebutuhan listriknya tentu cukup besar.

Listrik turun ini disebabkan listrik yang akan digunakan lebih besar daripada kemampuan daya listrik yang sudah terpasang di rumah. Oleh karena itu ketika pemilik rumah memakai banyak perangkat listrik yang menyedot listrik besar di waktu bersamaan, potensi listrik turun juga sangat besar.

Solusinya adalah kurangi pemakaian listrik atau pemakaian perangkat elektronik dilakukan bergantian. Bisa juga dengan menambahkan watt listrik di rumah agar kapasitas listrik semakin besar.

2. Isolasi Kabel Longgar

Kualitas kabel dan instalasi kelistrikan di rumah sangat berpengaruh pada keamanan. Damar mengatakan apabila terdapat kabel yang isolasinya rusak dan longgar dapat menyebabkan kebocoran arus listrik. Hal ini yang bisa menyebabkan listrik turun.

Untuk mengatasi listrik yang sudah bocor, bagian yang rusak tersebut harus segera diganti. Proses perbaikannya harus dilakukan oleh ahli atau pihak PLN. Jangan sekali-kali nekat untuk memperbaiki kabel yang rusak sendiri karena cukup berbahaya. Dibutuhkan alat khusus yang memiliki isolator yang bagus agar listrik tidak menyambar ke arah seseorang.

Apakah Listrik Turun Boleh Langsung Dihidupkan Kembali?

Damar menjelaskan tidak masalah jika listrik yang sudah turun dihidupkan kembali dalam jangka waktu yang cepat. Namun, apabila setelah itu listrik kembali mati dan terjadi berulang kali dalam waktu sejam, lebih baik langsung hubungi tenaga ahli untuk mengecek dan memperbaikinya.

Itulah beberapa penyebab listrik turun atau jepret dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Selokan Mampet Bisa Bikin Banjir, Begini Cara Cegahnya



Jakarta

Selokan merupakan jalur pembuangan air dan limbah yang pasti ada di sekitar permukiman. Sebagai saluran pembuangan, jalurnya tidak boleh ada hambatan karena selokan yang mampet dapat meluap saat debit air meningkat.

Untuk mencegah selokan mampet, caranya tidak sulit, tidak perlu menggunakan alat canggih. Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki kuncinya adalah selokan tersebut dibuat dengan benar. Mulai dari luas, kedalaman, dan jalurnya. Semuanya harus dipikirkan sebelum rumah dibangun.

Selain itu, selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Tujuannya untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar.


“Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.

Ada pun penyebab selokan mampet salah satunya karena aliran air yang tidak lancar dan kecil. Umumnya dikarenakan ada hambatan sehingga jalur air menyempit, sementara debit yang akan lewat cukup besar. Hambatan tersebut bisa dari sampah dan kotoran padat yang tersangkut.

“Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” jelas Panggah.

Untuk perumahan yang siap huni, pastinya sudah tersedia selokan di depan rumah. Tugas pemilik rumah jauh lebih ringan, cukup merawat dan menjaga kebersihannya.

Salah satu caranya adalah rutin menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Proses penyaringan ini bukan di lubang luar yang mengarah langsung ke selokan, melainkan memisahkan cairan dan benda padat sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Hal ini bisa diterapkan saat mencuci piring, memasak, dan di kamar mandi. Misalnya, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

“Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” ungkapnya.

Itulah tips mencegah selokan mampet, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com