Tag Archives: penyebab

Pagar Rumah Susah Digeser? Ini Solusinya biar Tak Seret


Jakarta

Pernahkah kesulitan menggeser pagar? Bagian rel seret sehingga susah membuka pagar rumah.

Model pagar sepertinya ini sebenarnya praktis untuk dibuka tutup. Namun, kalau roda dan relnya tidak dirawat, lama-lama bisa seret.

Jika sudah seperti ini, bagaimana cara memperbaikinya? Simak tipsnya berikut ini.


Cara Perbaiki Pagar Geser yang Seret

Inilah beberapa metode yang bisa dicoba biar buka tutup pagar menjadi mudah, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

1. Bersihkan Rel

Kotoran bisa menumpuk pada rel sehingga pagar sulit bergeser. Jika itu kondisinya, bersihkan rel menggunakan sapu atau peniup daun.

Penghuni rumah juga bisa menyikat rel menggunakan air dan sabun. Jangan lupa untuk membilas dan mengeringkan rel sebelum dipakai ya.

2. Sejajarkan Pagar dengan Rel

Pagar juga bisa seret karena posisinya tidak sejajar dengan rel. Periksa kesejajaran pagar dan rel, lalu perbaiki kalo tidak sesuai.

Cara periksanya dengan menutup pagar, lalu ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukuran harus sama, jika tidak, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar.

3. Ganti Roda yang Aus

Selain itu, roda yang sudah rusak atau aus bisa jadi penyebab pagar susah dibuka. Pastikan roda dalam kondisi baik. Kalau roda rusak, segera ganti dengan yang baru ya.

4. Beri Pelumas

Gunakan pelumas untuk membantu pagar meluncur dengan mulus. Semprotkan pelumas berbasis silikon pada rel secara teratur.

5. Kencangkan Baut dan Sekrup

Terakhir, pastikan semua baut dan sekrup terpasang dengan kencang. Baut dan sekrup yang longgar membuat pagar bergoyang dan tidak stabil.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi pagar geser yang seret. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, Ini 3 Jalur Masuk Cacing ke Kamar Mandi


Jakarta

Pernah melihat cacing di kamar mandi? Makhluk kecil yang meliuk-liuk itu mungkin tidak berbahaya tapi cukup bikin bulu kuduk penghuni rumah berdiri.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan kamar mandi adalah ruangan yang lembap sehingga dapat ditinggali cacing. Hama ini memang suka tinggal di lingkungan yang lembap.

“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.


Kalau tak mau ada cacing, penghuni perlu telaten merawat kamar mandi. Pastikan untuk menghilangkan genangan air, rutin bersihkan saluran air, serta mengelola limbah dengan baik.

Jika kamar mandi sudah terlanjur diserang cacing, penghuni bisa membasminya dengan insektisida. Penghuni dapat menggunakan abamektin dan diazinon untuk mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi tanah. Akan tetapi, hati-hati menggunakannya karena bisa berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan.

Namun, kenapa cacing bisa sampai masuk kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Cacing Masuk Kamar Mandi

Inilah penyebab cacing masuk kamar mandi.

1. Celah Lantai Keramik

Menurut Boyke, cacing bisa masuk kamar mandi melalui celah atau retakan di lantai keramik. Celah tersebut membuat kamar mandi berpotensi didatangi cacing.

2. Pipa Retak

Dilansir dari DIY Home Comfort, cacing bisa masuk kamar mandi lewat pipa yang retak. Retakan pada pipa bisa menyebabkan tanah serta cacing masuk ke sistem perpipaan.

Apalagi pipa yang bocor menciptakan lingkungan lembap yang disukai oleh cacing. Kebocoran pipa ini bisa terjadi di balik dinding atau di bawah lantai kamar mandi.

3. Masalah Saluran Pembuangan

Selain itu, cacing dapat masuk ke toilet melalui saluran pembuangan. Toilet yang tersumbat limbah dapat menjadi tempat cacing berkembang biak.

Itulah beberapa cara beserta penyebab ada cacing di kamar mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Ada Banyak Nyamuk di Halaman Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


Jakarta

Pernahkah berjalan di halaman rumah atau sekadar bersantai di teras, lalu diserang banyak nyamuk? Alhasil, kulit jadi bentol-bentol dan gatal. Hal itu tentu bikin risih penghuni rumah.

Kehadiran nyamuk memang patut diwaspadai. Sebab, hama ini dapat membawa sumber penyakit berbahaya.

Bukan cuma di pekarangan, nyamuk itu nantinya bisa masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, penghuni perlu mencegah nyamuk di halaman rumah.


Namun, kenapa ada banyak nyamuk di pekarangan ya? Simak penyebab dan cara cegahnya berikut ini.

Penyebab Banyak Nyamuk di Halaman Rumah

Inilah beberapa faktor yang mengakibatkan nyamuk bersarang di pekarangan, dikutip dari Trio Pest Control, Senin (6/10/2025).

1. Genangan Air

Salah satu penyebab utama kehadiran nyamuk adalah adanya genangan air. Nyamuk betina bertelur, lalu larvanya tumbuh di sana. Biasanya genangan air ada di talang air, pot tanaman, ataupun benda lainnya.

2. Area Gelap dan Lembap

Area pekarangan yang lembap dan gelap menjadi tempat yang menarik bagi nyamuk. Penyiraman kebun secara teratur tanpa adanya sinar matahari yang cukup untuk area tersebut mengering bisa menciptakan kondisi lembap yang disukai nyamuk.

3. Tempat Berlindung

Nyamuk mencari tempat berlindung dari angin dan predator di rumput tinggi, semak lebat, dan bawah dedaunan. Selain jadi tempat istirahat nyamuk, kondisi pekarangan yang rimbun seperti itu membuat lingkungan lebih lembap.

4. Sampah Organik

Akumulasi sampah organik di halaman rumah seperti daun kering, ranting, dan potongan rumput bisa menahan kelembapan. Tempat itu menjadi lokasi yang ideal buat nyamuk tempati.

Cara Cegah Nyamuk di Halaman Rumah

Jika tak ingin ada banyak nyamuk di halaman rumah, ikuti langkah-langkah pencegahan berikut ini.

1. Hilangkan Genangan Air

Periksa kondisi pekarangan setiap minggu untuk mengecek adanya genangan air. Segera hilangkan genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.

2. Bersihkan Talang Air

Pastikan talang air bersih dan air mengalir dengan baik supaya tidak ada genangan air.

3. Rapikan Halaman Rumah

Rapikan halaman rumah dengan memangkas rumput tinggi dan semak lebat biar nggak disinggahi nyamuk. Penghuni juga bisa menanam tanaman yang tak disukai nyamuk. Lalu, perbaiki juga permukaan tanah yang rawan timbul genangan air.

4. Pasang Perangkap

Perangkap nyamuk dapat mengurangi populasi nyamuk di halaman. Kemudian, penghuni dapat memasang produk anti nyamuk di teras biar nyamuk ogah mendekat.

Itulah penyebab beserta cara cegah banyak nyamuk di halaman rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cara Basmi Kaki Seribu yang Bikin Kulit Gatal dengan Bahan Alami


Jakarta

Ada sejumlah hewan yang sering kali muncul di rumah, salah satunya adalah kaki seribu. Hewan yang termasuk kelompok filum arthropoda ini sering terlihat di halaman dan teras rumah.

Ketika menemukan kaki seribu, sebaiknya detikers tetap hati-hati. Sebab, kandungan zat di dalam hewan ini dapat memicu rasa gatal dan terbakar jika menyentuh kulit.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyak kaki seribu bermunculan di rumah. Namun jangan khawatir, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang mudah didapat.


Penyebab Kaki Seribu Muncul di Rumah

Dilansir situs Better Homes & Gardens, kaki seribu termasuk hewan yang bertahan hidup di tempat lembap dan gelap. Jika tingkat kelembapan di rumah sangat tinggi, maka tak heran kalau menemukan banyak kaki seribu.

Kehadiran hama tersebut juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Kemungkinan terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, dan rayap yang merupakan sumber makanan bagi kaki seribu.

Terkadang, kaki seribu juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau lubang yang tidak ditutup. Mereka akan mencari tempat yang aman untuk berkembang biak.

Ketika hujan deras, kaki seribu yang semula hidup di halaman rumah akan berpindah ke tempat yang kering. Sebab, habitat mereka tergenang air dan tak bisa ditinggali lagi. Maka dari itu, kaki seribu sering ditemukan sedang merayap di dinding atau lantai rumah.

Cara Basmi Kaki Seribu dengan Bahan Alami

Mengusir kaki seribu di rumah bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Tak harus menggunakan cairan kimia, cukup dengan bahan alami yang mudah didapat sudah bisa membasmi hama tersebut. Berikut caranya:

1. Cuka Putih

Kandungan asam asetat pada cuka putih ternyata dinilai ampuh untuk membasmi hama di rumah, termasuk kaki seribu. Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih ke kaki seribu, tak lama mereka akan mati karena terpapar cairan asam.

2. Garam

Selain digunakan untuk bumbu masak, garam juga bisa digunakan untuk membasmi kaki seribu. Sama seperti cara sebelumnya, cukup taburkan garam ke kaki seribu dan perlahan akan mati.

3. Minyak Esensial

Guna mencegah kaki seribu masuk ke rumah bisa menggunakan minyak esensial atau essential oil. Cukup mencampur minyak esensial dan air hingga menjadi cairan, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan minyak esensial ke sudut-sudut rumah.

Untuk aroma minyak esensial bisa dipilih secara bebas sesuai keinginan, seperti peppermint, tea tree, jeruk, atau lavender. Semprotkan secara berkala atau ketika wanginya sudah tidak tercium

4. Daun Pandan dan Serai

Daun pandan dan serai dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai kaki seribu. Caranya dengan memotong daun pandan menjadi beberapa bagian, lalu geprek serai agar aromanya keluar.

Setelah itu, masukkan ke dalam wadah terbuka dan letakkan di area yang sering dilalui kaki seribu. Jika sudah tidak mengeluarkan wangi, segera ganti dengan daun pandan dan serai yang baru.

Demikian penyebab kaki seribu muncul di rumah dan cara atasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Ini Penyebab Banyak Debu di Rumah yang Picu Masalah Kesehatan


Jakarta

Rumah tak hanya tampak indah dan estetis, tapi juga harus mengutamakan kebersihan. Maka dari itu, penting untuk selalu membersihkan rumah minimal dua kali dalam seminggu.

Apabila rumah jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan banyak debu dan kotoran yang menempel di lemari, lantai, dan dinding. Jika dibiarkan, partikel debu dapat terhirup dan memicu masalah kesehatan, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rumah dipenuhi oleh debu dan kotoran. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Penyebab Banyak Debu di Rumah

Ada sejumlah penyebab debu dan kotoran menumpuk di rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut penyebabnya:

1. Sirkulasi Udara yang Buruk

Alasan utama banyak debu di rumah karena sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini makin diperparah dengan ventilasi udara yang jarang dibersihkan sehingga kotoran terus menumpuk.

Jika terdapat exhaust fan di rumah, sebaiknya segera dibersihkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kalau kondisi lingkungan di rumah banyak debu maka perlu dibersihkan berkala setiap dua bulan sekali.

2. Karpet Kotor

Karpet di rumah perlu dibersihkan secara berkala setiap dua kali dalam seminggu. Jika karpet sering dilalui penghuni rumah maka perlu dibersihkan minimal tiga kali seminggu.

Karpet yang kotor dapat menyebabkan penumpukan debu. Selain itu, ada banyak tungau dan kutu busuk yang bersarang di dalam karpet sehingga menyebabkan kulit gatal dan bercak merah.

3. Bulu Hewan Peliharaan

Jika kamu memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, penting untuk menjaga kebersihan rumah secara rutin. Sebab, bulu-bulu dari hewan peliharaan bisa beterbangan dan menumpuk di karpet, tempat tidur, dan kain sofa.

“Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya cenderung menjadi sumber debu utama,” kata pakar kebersihan di Nectar Shyam Joshi.

Sebagai solusinya, hewan peliharaan perlu dimandikan dan dicukur bulunya secara berkala. Joshi menyarankan untuk membawa hewan kesayangan ke salon khusus hewan agar bersih dan wangi.

4. Rumah Jarang Dibersihkan

Rumah yang tak terawat akan menyebabkan penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan maka dapat mengganggu kesehatan seperti alergi, kulit gatal, hingga gangguan pernapasan.

Joshi menyarankan agar membersihkan rumah setiap seminggu sekali, termasuk menyapu dan mengepel lantai. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu di sofa dan karpet, lalu cuci seprai tempat tidur secara teratur.

“Idealnya, langkah ini dilakukan setiap minggu jika memungkinkan untuk menghindari debu dan berbagai alergen,” ujarnya.

Itulah empat penyebab banyak debu dan kotoran yang menumpuk di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Pakaian Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Ini Sebabnya


Jakarta

Agar pakaian kembali bersih dan wangi maka harus dicuci menggunakan carian detergen. Setelah itu, jemur baju di bawah sinar matahari agar cepat kering.

Namun sayangnya, baju yang telah dicuci terkadang masih mengeluarkan bau tidak sedap. Meski sudah dicuci sampai berulang kali dengan detergen, tapi tetap saja pakaian masih bau.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan pakaian tetap bau meski sudah dicuci berulang kali. Apa sebabnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Penyebab Pakaian Masih Bau Walau Sudah Dicuci

Dilansir situs Cleanipedia, berikut sejumlah penyebab pakaian masih bau meski sudah dicuci sampai berulang kali:

1. Mesin Cuci Sudah Kotor

Sama halnya seperti pakaian, mesin cuci yang digunakan berulang kali juga harus dibersihkan. Soalnya, partikel debu dan kotoran bisa menumpuk di bawah mesin cuci sehingga dapat mengotori pakaian saat sedang dicuci.

2. Jumlah Detergen yang Tidak Tepat

Detergen sangat penting digunakan saat mencuci agar baju kembali bersih dan wangi. Namun, apakah kamu memperhatikan jumlah detergen yang digunakan?

Jika jumlah detergen terlalu banyak maka tidak akan terbilas dengan air secara optimal, sehingga meninggalkan sisa di bawah mesin cuci. Seiring waktu, sisa detergen tersebut akan lembap dan memicu bau tidak sedap.

Di sisi lain, jumlah detergen yang terlalu sedikit membuat pakaian yang dicuci tidak akan bersih dan wangi. Maka dari itu, penting untuk menuangkan detergen sesuai ketentuan.

3. Membiarkan Pakaian di Mesin Cuci

Sering membiarkan pakaian di mesin cuci selama berjam-jam? Jika iya, maka hal itu bisa memicu pakaian jadi bau. Sebab, udara lembap di dalam mesin cuci membuat pakaian yang harusnya wangi malah justru bau.

Oleh sebab itu, segera jemur pakaian yang telah dicuci. Jangan dibiarkan berjam-jam atau bahkan seharian di dalam mesin cuci.

4. Menjemur Pakaian di Tempat Lembap

Pakaian yang dijemur di tempat lembap dan minim sinar matahari akan menciptakan bau tidak sedap. Meski awalnya baju terasa wangi dan segar usai dicuci, tapi bisa saja menjadi bau karena tidak dijemur secara benar.

Pastikan kamu menjemur baju di bawah sinar matahari langsung. Panas dari matahari dapat mengeringkan baju dengan cepat.

5. Proses Pengeringan yang Tidak Tepat

Baju yang telah dicuci akan memasuki tahap pengeringan. Pada fase ini, pastikan baju benar-benar dikeringkan dengan mesin cuci sampai selesai. Proses pengeringan yang tidak tepat membuat baju masih basah dan berpotensi menimbulkan bau apak.

Saat proses pengeringan dengan mesin cuci, sebaiknya jangan menaruh pakaian dalam jumlah banyak. Hal ini dapat memberikan beban besar pada mesin cuci sehingga tidak bekerja secara optimal.

6. Pakaian Masih Basah Saat Diangkat dari Jemuran

Pakaian yang dijemur sebaiknya diangkat jika benar-benar sudah kering. Cek bagian sela-sela ketiak dan bawah baju. Kalau masih sedikit basah sebaiknya biarkan dijemur selama beberapa jam lagi.

Mengangkat pakaian yang masih basah berpotensi menimbulkan bau apak. Jika baju langsung dimasukkan ke dalam lemari, maka bau tersebut bisa menyebar ke seluruh pakaian.

Itulah enam penyebab pakaian yang dicuci masih mengeluarkan bau. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ketahui 6 Masalah pada Water Heater, Salah Satunya Tercium Bau Busuk


Jakarta

Water heater merupakan perangkat yang berfungsi untuk memanaskan air. Water heater umumnya banyak dipakai di penginapan, terutama di daerah yang cukup dingin.

Hal ini untuk membantu tamu yang tidak biasa memakai air dingin sehingga ketika mandi tetap nyaman tanpa takut kedinginan. Water heater biasanya sudah aktif secara otomatis di kamar mandi. Bentuknya seperti tabung besar di pojokan.

Cara mendapatkan air hangat hasil dari water heater adalah mengarahkan keran ke bagian air hangat. Dalam hitungan menit air akan berubah menjadi lebih hangat atau panas.


Meskipun canggih, pengguna perlu berhati-hati setelah memasang water heater karena perangkat ini kerap mengalami kendala, dilansir The Spruce berikut penjelasannya.

Masalah Water Heater

1. Suhu Air Terlalu Panas

Bagi pengguna baru, kendala yang kerap ditemui ketika memakai water heater adalah tidak mengetahui bagaimana mengatur suhu air hangat yang pas. Ada kalanya air terasa sangat panas seperti membakar kulit dan membuat tangan kemerahan. Alhasil, pengguna jadi harus ekstra hati-hati ketika memakai water heater. Untuk mengatasi hal ini pastikan termostat yang terpasang suhunya pas. Cara mengatur ulang suhunya sebagai berikut. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

  • Matikan daya water heater di panel servis
  • Lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius
  • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

2. Air Panas Tidak Keluar

Kendala lainnya yang juga membingungkan adalah ketika water heater tidak dapat memanaskan air di kamar mandi. Hal ini umumnya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali di tombol ON.

Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

3. Air Berwarna Karat

Water heater yang bermasalah bisa menyebabkan kondisi air berubah. Salah satunya adalah water heater yang korosi bisa membuat air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater. Hal ini dikarenakan oksigen yang berada di batang anoda tersebut bersifat korosif.

4. Water Heater Bocor

Sama seperti saluran air lainnya, water heater juga bisa bocor. Posisi kebocoran umumnya berada pada bagian katup dan sambungan pipa. Untuk memperbaikinya, pemiliknya dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdengung saat aktif. Suara tersebut menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

  • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater
  • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali
  • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar
  • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah
  • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang
  • Nyalakan listrik dan air lagi.

6. Mengeluarkan Bau Busuk

Terpisah, dilansir Homes and Gardens aroma telur busuk bisa saja tercium di dalam rumah. Hal ini dikarenakan adanya kebocoran gas. Salah satunya sumbernya bisa berasal dari water heater di kamar mandi. Bau telur busuk ini jangan dianggap sepele karena bisa mengancam nyawa.

“Periksa peralatan gas, seperti kompor atau pemanas air (pemanas air), dan periksa letak kebocoran. Biasanya, akan terlihat api kuning atau jelaga di sekitar pembakar sebagai tanda adanya kebocoran. Jika Anda mencurigai adanya kebocoran, segera keluar dan hubungi ahli. Jangan menyalakan korek api atau menyalakan sakelar,” kata Elizabeth Shields, manajer operasional di Super Cleaning Service Louisville, seperti yang dikutip pada Selasa (14/10/2025).

Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air (water heater) dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Waspada, Hewan Mirip Tikus Ini Bisa Masuk Rumah dan Gigit Penghuni!


Jakarta

Pernah melihat tikus kecil dengan moncong yang panjang? Itu bukanlah tikus tetapi curut. Meski jarang, hewan ini terkadang muncul di dalam rumah.

Dikutip dari Westchester Wildlife, curut adalah makhluk kecil yang agresif. Kalau curut sampai masuk rumah, bisa bikin riweh.

Kehadiran curut di rumah sangat mengganggu. Mereka suka mengeluarkan aroma tak sedap dan bisa menggigit penghuni atau peliharaan di rumah.


Selain itu, curut dapat mengontaminasi air dan makanan dengan urin dan kotoran mereka. Hal ini berbahaya karena bakteri dan parasit dari curut bisa menimbulkan infeksi pada manusia.

Penyebab Curut Masuk Rumah

Alasan utama curut menyerang rumah adalah mencari tempat berlindung, makanan, dan air. Curut terbiasa hidup di luar ruangan di mana ada banyak makanan mereka. Namun, kalau sumber makanan terbatas, mereka terkadang mencari ke dalam rumah.

Makanan utama curut adalah serangga, tetapi mereka juga bisa makan hewan lainnya. Makhluk mungil ini pun bisa makan biji-bijian, sayur, buah, dan bunga. Nafsu makan curut yang besar dan sumber makanan yang banyak membuat curut menjadi ancaman saat mereka menyerang rumah.

Selain itu, curut mencari tempat untuk berlindung ketika cuaca ekstrem, dilansir dari Colonial Pest Control. Mereka hanya ingin menghindari lingkungan yang dingin dan terlalu basah.

Cara Menangkap Curut

Jika menemukan curut di rumah, sebaiknya jangan gegabah berusaha menangkapnya langsung. Penghuni rumah harus berhati-hati dan menggunakan sarung tangan. Soalnya, curut punya gigi yang sangat tajam dan tak sungkan untuk menggigit.

Dikutip dari Sherman Traps, cara efektif untuk membasmi curut adalah dengan perangkap. Posisikan perangkap hidup dekat tembok, tempat curut suka berlalu-lalang.

Penghuni juga bisa menaruhnya di tempat yang terdapat jejak kotoran curut. Kemudian, jangan lupa untuk memeriksa perangkap secara berkala untuk memastikan curut sudah tertangkap ya.

Supaya lebih ampuh, penghuni rumah bisa memancing curut masuk perangkap dengan menaruh umpan. Umpan yang menarik bagi curut antara lain daging, selai kacang, dan oat.

Itulah alasan curut masuk rumah beserta cara menangkapnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

AC Kurang Dingin? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


Jakarta

Saat cuaca lagi panas-panasnya, paling enak menyalakan AC di rumah. Namun, kalau udara yang keluar dari AC kurang dingin, rasanya tetap gerah dan panas.

AC yang tidak dingin bisa jadi pertanda masalah, lho. Ada yang nggak beres dengan perangkatnya sehingga mesti dicek dan diperbaiki sama tukang servis AC.

Supaya lebih paham, sebaiknya pemilik rumah ketahui dulu penyebab AC tidak dingin. Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab AC Tidak Dingin

Inilah beberapa faktor yang bikin AC kurang dingin, dikutip dari laman Neighborhood Plumbing, Heating, Cooling & Electrical, Rabu (15/10/2025).

1. Setting AC Kurang Tepat

Terkadang penyebab AC kurang dingin itu sederhana, cuman salah penyetelan. Penghuni rumah bisa tanpa sengaja setting AC ke ‘fan’ alih-alih ‘cool’. Hal itu membuat blower berjalan tapi kompresor tidak bekerja sehingga udara yang keluar nggak dingin.

Selain itu, bisa saja penghuni menyetel AC dengan suhu terlalu tinggi. Akibatnya, udara yang keluar kurang dingin. Oleh karena itu, pastikan untuk mengecek setelan AC pada remotnya ya.

2. Filter Kotor

Filter itu bagaikan paru-paru AC. Jika filter kotor atau tersumbat, sistem AC mesti bekerja lebih keras. Lama-lama penumpukan kotoran itu bakal menghalangi aliran udara sehingga AC menjadi tidak dingin.

Solusinya adalah membersihkan filter AC. Filter yang bersih bisa sangat mempengaruhi pendinginan ruangan. Idealnya, filter dibersihkan sebulan sekali kalau pemakaian AC sangat sering digunakan.

3. Kumparan Kondensor Kotor

AC split terbagi menjadi dua bagian, yakni unit indoor dan outdoor. Kondensor outdoor memiliki kumparan yang berfungsi untuk melepaskan panas.

Kalau kumparan tertutup debu, kotoran, atau dedaunan, hawa panas tidak bisa keluar. Tanpa pertukaran panas yang tepat, AC tidak bisa mendinginkan ruangan.

4. Kekurangan Refrigeran

Refrigeran atau yang lebih dikenal sebagai freon sangat penting buat mendinginkan udara. Jika ada kebocoran atau tingkat freon rendah, udara nggak akan dingin.

Refrigeran yang rendah biasanya menandakan ada kebocoran di dalam sistem. Kebocoran itu bisa terjadi pada pipa tembaga, sambungan, atau kumparan. Lalu, kebocoran sering kali akibat keausan, korosi, atau pemasangan perangkat yang buruk. Masalah seperti ini membutuhkan bantuan dari tukang servis AC.

5. Masalah Kompresor

Kompresor berfungsi memompa refrigeran ke sistem AC. Tanpanya, udara ruangan nggak bakal dingin.

Terkadang kompresor tidak menyala meski kipas sudah berjalan. Hal itu bisa disebabkan oleh kerusakan kapasitor atau kompresor. Pemilik rumah perlu meminta bantuan tukang servis buat memperbaikinya.

Itulah beberapa penyebab AC tidak bisa mendinginkan ruangan. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rumah Tercium Bau Gas? Waspada, Ini Langkah Cepat Cegah Ledakan!


Jakarta

Penghuni rumah perlu waspada terhadap kebocoran tabung gas karena bisa menimbulkan bahaya besar jika tidak segera ditangani. Mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga cara mencegahnya penting untuk diketahui agar rumah tetap aman.

Berikut ini penjelasan penyebab dan cara mengatasi tabung gas bocor seperti dirangkum detikProperti.

Penyebab Tabung Gas Bocor

Salah satu penyebab utama tabung gas bocor adalah pemasangan regulator yang kurang tepat. Pastikan regulator terpasang rapat dan tidak ada celah udara setiap kali mengganti tabung gas baru.


Selain itu, kondisi tabung yang tidak layak pakai juga bisa menyebabkan kebocoran. Karena itu, sebaiknya periksa selalu kondisi fisik tabung dan jangan gunakan tabung yang penyok, berkarat, atau rusak pada bagian lehernya.

Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor

Jika penghuni rumah mencurigai adanya kebocoran, berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan:

1. Kenali Tanda Kebocoran Gas

Tanda paling mudah dikenali adalah bau gas menyengat di dapur atau area tempat tabung disimpan.

Jika tercium bau gas, jangan menyalakan atau mematikan saklar listrik, dan jangan menyalakan api dalam bentuk apa pun. Hindari juga merendam tabung ke dalam air karena bisa memperburuk situasi.

2. Cabut Regulator Tabung Gas

Segera cabut regulator dari tabung gas untuk menghentikan aliran gas. Langkah ini penting agar kebocoran tidak terus terjadi dan tabung bisa segera dipindahkan ke tempat aman.

3. Buka Ventilasi dan Buat Sirkulasi Udara

Buka pintu dan jendela agar udara segar masuk dan gas keluar dari ruangan.
Setelah itu, pindahkan tabung ke area terbuka dan biarkan gas yang tersisa menguap hingga habis dengan sendirinya. Pastikan tidak ada orang menyalakan api di sekitar lokasi tersebut.

4. Jika Tabung Gas Terbakar

Apabila muncul api di area tabung, jangan panik. Kondisi ini menandakan tabung tidak akan meledak, tetapi api tetap harus segera dipadamkan.

Gunakan karung basah, handuk, atau kain lembap untuk menutup sumber api, kemudian lepaskan regulator dan bawa tabung keluar rumah dengan hati-hati.

(das/das)



Sumber : www.detik.com