Tag Archives: penyebab

Atap Hitam Bisa Bikin Rumah Jadi Lebih Panas, Mitos atau Fakta?



Jakarta

Banyak orang menghindari penggunaan atap berwarna hitam karena dipercaya bisa membuat rumah terasa lebih panas saat cuaca terik. Warna hitam memang dikenal menyerap panas, tapi benarkah ini jadi penyebab utama suhu rumah meningkat?

Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi suhu di dalam rumah. Material atap juga berperan besar dalam menentukan seberapa panas rumah terasa.

Ada bahan atap berwarna hitam yang justru mampu menahan panas, sementara ada pula bahan atap yang tidak hitam-seperti asbes-yang malah membuat rumah lebih panas.


Atap berwarna hitam cenderung menyerap panas karena sinar matahari yang mengenai permukaannya terperangkap di lapisan bawah. Panas ini kemudian merambat ke dalam rumah, terutama bila tidak ada plafon atau ventilasi yang cukup. Akibatnya, udara di dalam ruangan terasa pengap dan sirkulasinya tidak lancar.

Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas akan selalu berada di bagian atas ruangan. Karena itu, setiap rumah sebaiknya memiliki sistem ventilasi silang agar udara segar bisa masuk dan udara panas bisa keluar.

“Kalau tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan kipas angin agar udara di dalam rumah tetap bergerak,” kata Denny.

Namun, kipas angin hanya membantu perputaran udara, bukan menurunkan suhu. Jika ingin menurunkan suhu secara signifikan, penggunaan air conditioner (AC) bisa menjadi solusi, meski konsekuensinya adalah meningkatnya tagihan listrik dan dampak pada lingkungan.

Denny juga menyarankan agar rumah memiliki plafon tinggi sekitar 2,4 meter dari lantai. Plafon tinggi akan membantu udara panas berkumpul di atas sehingga ruangan di bawah terasa lebih sejuk.
“Kalau rumahnya sudah pakai atap hitam, bisa ditambah plafon dan pasang kipas dengan baling-baling menghadap ke bawah supaya sirkulasi udara lebih baik,” ujarnya.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kok Bisa Ada Rayap di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Rayap merupakan salah satu hewan yang bisa ditemukan di rumah. Hati-hati, karena keberadaannya bisa membuat furnitur yang terbuat dari kayu rusak.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, rayap sebenarnya tidak hanya memakan kayu saja tetapi apa pun yang mengandung selulosa. Contohnya seperti multipleks, conwood, gipsum, karpet, wall paper, buku, dan lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya kalau ada rayap di rumah? Sebelum mengetahui cara mengatasinya, yuk simak informasi mengenai rayap terlebih dahulu.


Pembagian Kasta Rayap

Rayap merupakan serangga yang hidup berkoloni. Dalam koloni tersebut, ada pembagian kasta yang jelas yaitu kasta pekerja, kasta prajurit, dan kasta reproduktif.

Sekitar 90 persen anggota koloni rayap adalah kasta pekerja. Rayap tersebut bertugas untuk memelihara sarang, koloni dan anggotanya, mencari makan, grooming serta membersihkan kasta lain.

Selanjutnya ada kasta prajurit yang jumlahnya 10 persen dari koloni rayap. Mereka bertugas untuk mempertahankan koloni.

Di sisi lain, ada juga kasta reproduktif. Kasta ini memiliki abdomen yang besar terutama milik ratu koloni. Untuk spesies Coptotermes bisa menghasilkan 100 telur per hari.

Siklus Hidup Rayap

Siklus hidup rayap sebenarnya berawal dari laron yang berhasil berpasangan. Ya, rayap dan laron merupakan hewan yang sama.

Boyke mengatakan, laron dihasilkan setelah koloni mencapai ukuran tertentu, misalnya pada Coptotermes formosanus yang ada di China, setelah 8 tahun.

Sebelum terbang, kasta pekerja menyiapkan pintu keluar dan ruang tunggu (lounge) dekat pintu keluar serta dijaga oleh prajurit. Curah hujan merupakan salah satu pemicu keluarnya laron.

“Sepasang laron berkembang menjadi raja dan ratu (kasta reproduktif), dan bertelur untuk selanjutnya menghasilkan rayap muda yang kita kenal sebagai nimfa. Nimfa akan mengalami perubahan bentuk menjadi kasta pekerja atau kasta prajurit, atau menjadi calon kasta reproduktif,” kata Boyke kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Habitat Rayap

Di muka bumi ini ada sekitar 3.000 jenis rayap yang 200 di antaranya ada di Indonesia. Di Indonesia rayap merupakan serangga perusak bangunan, perkebunan, dan hutan tanaman industri. Hal ini karena letak geografis, geologis, dan geomorfologis yang mendukung tumbuh subur rayap di Indonesia.

Habitat rayap ada dua, di tanah yang disebut dengan rayap tanah (subterranean termite), dan di kayu yang disebut dengan rayap kayu kering (dry wood termite).

Dilansir dari Homes & Gardens, rayap bisa masuk ke rumah karena ada area lembap yang membuatnya tertarik untuk bersarang. Area lembap juga bisa membuat kayu mudah lunak sehingga disukai oleh rayap.

Cara Atasi Rayap di Rumah

Boyke menuturkan, pengendalian rayap bisa dilakukan dengan cara pencegahan dan juga pembasmian. Untuk pencegahan, ia menyarankan untuk menjaga kelembapan rumah dan merawat kayu agar tidak dikonsumsi rayap.

“Metode pembasmian menggunakan bahan kimia seperti insektisida dan termitisida, serta metode fisik seperti mengganggu rumah rayap atau menggunakan umpan. Metode fisik seperti semprotan busa dan injeksi bahan kimia ke dalam kayu atau tanah dapat membasmi rayap dengan cepat,” ungkapnya.

Namun, apabila serangan rayap sudah parah, sebaiknya pertimbangkan untuk memakai jasa pengendalian hama profesional. Hal ini supaya mendapat solusi efektif dan terjamin.

“Layanan profesional juga dapat membantu mendeteksi keberadaan rayap secara dini sebelum kerusakan meluas,” tutupnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/dhw)



Sumber : www.detik.com

6 Penyebab Suhu di Rumah Terasa Panas Banget dan Bikin Gerah


Jakarta

Beberapa hari terakhir cuaca di Indonesia lagi panas-panasnya. Suhu udara di sejumlah kota bisa mencapai 37,6 derajat Celcius. Kondisi ini tentu bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak berada di luar ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebab, di rentang waktu tersebut suhu udara sangat panas.

Meski dianjurkan berada di dalam ruangan, terkadang suhu ruangan juga ikut menjadi panas. Hal ini menyebabkan tubuh terasa gerah dan udara menjadi pengap.


Kalau suhu di dalam rumah terasa panas dan bikin gerah, sebaiknya segera diatasi agar penghuni kembali merasa nyaman. Ketahui penyebab udara panas di rumah dalam artikel ini.

Penyebab Suhu Rumah Panas dan Bikin Gerah

Ada sejumlah penyebab suhu di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Dilansir situs Southern Living, berikut penyebabnya.

1. Terlalu Banyak Sinar Matahari

Faktor yang pertama karena terlalu banyak sinar matahari yang masuk ke rumah. Pada dasarnya, cahaya matahari dapat membantu menerangi rumah sekaligus mencegah kelembapan.

Namun, di kondisi cuaca panas esktrem seperti sekarang ini, sebaiknya hindari menyerap sinar matahari terlalu banyak. Hal itu yang membuat suhu di dalam rumah jadi terasa sangat panas.

“Ketika sinar matahari bersinar langsung melalui jendela, ia memanaskan semua yang terpapar olehnya, seperti lantai, furnitur, dan dinding. Hal ini dikenal sebagai pemanas surya pasif,” kata Owner Air Treatment Company Dan Simpson.

Simpson mengatakan jendela besar yang menghadap matahari langsung dan tanpa gorden jadi pemicu udara terasa panas di dalam rumah. Pada waktu tertentu, terutama saat siang hari, suhu di dalam ruangan terasa jauh lebih panas karena sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Ruangan dengan jendela besar tanpa penutup yang menghadap matahari dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat sehingga terasa sangat panas daripada bagian rumah lainnya,” jelasnya.

2. Retakan di Jendela dan Pintu

Munculnya retakan di jendela dan pintu rumah ternyata jadi pemicu suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Al Fagundes menyebut retakan kecil sekalipun tetap memungkinkan udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

“Suhu udara yang sangat panas itu dapat menghambat kinerja AC dan menyebabkan pendinginan yang tidak merata. Untuk itu, segera tutup retakan dengan didempul demi menjaga udara dingin tetap masuk dan udara panas tetap keluar,” tutur Fagundes.

3. Warna Atap Rumah Hitam Gelap

Banyak hunian modern yang kini menggunakan atap rumah berwarna hitam gelap. Meski terlihat estetis, tapi warna ini bisa menjadi faktor utama meningkatnya suhu panas di dalam rumah.

“Jika atap Anda berwarna gelap, kemungkinan besar atap tersebut menyerap banyak sinar matahari dan memancarkan panasnya ke loteng,” ungkap Fagundes.

4. Tidak Ada Ventilasi Udara

Faktor berikutnya karena rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan suhu udara panas di dalam rumah yang bikin penghuni terasa gerah dan pengap, terutama saat siang hari.

Di sisi lain, ventilasi udara yang buruk bisa memicu masalah kesehatan karena udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar, sedangkan udara bersih tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sejumlah penyakit yang berisiko terjadi di antaranya gangguan pernapasan, alergi, hingga TBC.

5. Dinding Bata

CEO Chris Heating & Cooling Jon Gilbertsen mengatakan rumah yang menggunakan dinding bata ternyata bisa meningkatkan udara panas di dalam ruangan. Sebab, bata dikenal sebagai material yang dapat menyerap panas matahari dan melepaskan panas tersebut saat malam hari.

“Jika Anda tinggal di rumah dari bata tanpa sekat termal seperti celah udara, panas yang terkumpul di dalam bata akan menghangatkan ruangan sampai malam hari, bahkan setelah suhu di luar ruangan mulai turun,” imbuhnya.

6. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik yang Menyala

Selain kulkas, beberapa barang elektronik lainnya yang menyala seperti oven dan mesin cuci juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan sehingga terasa panas. Lampu yang terus dibiarkan menyala saat siang juga menciptakan hawa panas.

“Di ruangan berukuran 10×10 meter dengan pintu tertutup, kondisi ini dapat meningkatkan suhu ruangan, terutama jika aliran udara buruk dan perangkat elektronik yang terus menyala sepanjang hari,” tutur Gilbertsen.

Itulah enam hal yang bikin suhu ruangan di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

Ini Penyebab Laron Muncul di Rumah dan Cara Mengatasinya


Jakarta

Anai-anai atau yang lebih dikenal dengan sebutan laron merupakan serangga jenis rayap yang seringkali terbang bergerombol dan masuk ke dalam rumah saat musim hujan berlangsung. Serangga bersayap ini sering kali muncul di malam hari dan beterbangan masuk ke dalam rumah, mengerumuni lampu dan memenuhi sayapnya memenuhi lantai.

Dilansir dari detikJogja, laron keluar dari sarangnya saat musim hujan karena udara menjadi lebih lembap setelah hujan reda. Mereka biasanya muncul pada sore hingga malam hari dan terbang bergerombol mengerumuni sumber cahaya seperti lampu untuk mencari pasangan dan berkembang biak. Setelah bertemu pasangan, laron akan melepaskan sayapnya dan membentuk koloni baru.

Lalu, apa sebenarnya penyebab utama laron muncul saat musim hujan dan mengerumuni lampu dalam rumah?


Penyebab Laron Masuk Rumah

Mencari Kehangatan dan Cahaya

Laron akan muncul saat memasuki musim hujan, terutama pada malam hari. Hewan yang terbang secara berkoloni ini muncul karena mencari kehangatan sehingga mereka tertarik pada cahaya seperti lampu rumah.

Sarang Basah Terkena Air Hujan

Saat masih menjadi rayap, mereka hidup di tempat yang kering seperti kayu ataupun tanah. Ketika musim hujan tiba, sarang mereka menjadi lembap atau tergenang air sehingga laron keluar untuk bertahan hidup dan mencari tempat baru.

Mencari Pasangan untuk Reproduksi

Selain mencari Kehangatan, laron juga akan keluar untuk mencari pasangan. Apabila gagal menemukan pasangan, mereka akan mati. Jika berhasil, mereka akan menggugurkan sayap dan membangun koloni baru.

Mencari Sumber Makanan Baru

Sebagai bagian dari koloni rayap, laron tertarik pada sumber makanan seperti kayu, pohon mati, kayu bakar, ataupun tanaman di halaman rumah. Jika rumah memiliki material berbahan kayu, mereka bisa menjadikan itu sebagai sasaran utamanya.

Bahaya Laron Bila Dibiarkan di Rumah

Meskipun terlihat remeh, laron akan berbahaya jika dibiarkan saja dan tidak diatasi dengan baik. Sisa sayap yang mereka gugurkan dan bangkai dari rayap-rayap yang mati, dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, juga bisa menjadi pertanda adanya koloni rayap yang berpotensi merusak perabotan berbahan kayu. Bagi kesehatan, bangkai laron dan sisa-sisa sayap dapat memicu alergi dan gangguan pernapasan pada sebagian orang.

Cara Mengatasi dan Mencegah Laron Masuk ke Dalam Rumah

Laron yang masuk ke dalam rumah saat musim hujan bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa menjadi tanda awal adanya aktivitas rayap.

Kemunculan laron perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi koloni baru yang merusak struktur rumah. Karena itu, penting mengetahui cara mencegah dan mengatasinya.

Dilansir dari Orkin, Rabu (22/10/2025), berikut merupakan cara mengatasi dan mencegah laron untuk masuk ke dalam rumah.

Matikan Lampu yang Tidak Diperlukan

Laron sangat tertarik pada cahaya karena memang mereka muncul untuk mencari kehangatan. Maka dari itu, mematikan lampu menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengusir laron masuk ke dalam rumah.

Matikan lampu teras ataupun ruangan yang dekat dengan area terbuka. Bisa juga mengganti lampu putih terang menjadi lampu kuning yang lebih redup.

Pasang Jaring pada Ventilasi dan Jendela

Memasang jaring pada ventilasi ataupun jendela dapat menahan laron masuk ke dalam rumah. Khususnya di ruangan-ruangan yang memiliki penerangan maksimal. Cara ini digunakan untuk mencegah laron masuk ke dalam rumah

Bersihkan Rumah dari Sisa Kayu atau Tanaman Mati

Buang kayu bekas, ranting mati, atau tumpukan daun basah di sekitar rumah karena ini bisa menjadi sumber makanan rayap dan laron.

Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Laron

Letakkan bahan-bahan alami seperti serai wangi, cengkih, atau daun mint di dekat lampu atau sudut rumah. Aromanya dapat mengusir laron secara alami.

Gunakan Perangkap Air atau Baskom Berisi Sabun

Letakkan baskom berisi air dan sedikit sabun di bawah lampu. Ketika laron mendekat, mereka akan jatuh ke air dan tenggelam.

Tutup Celah Kecil di Rumah

Periksa celah-celah di jendela, pintu, atau langit-langit rumah. Tutup menggunakan sealant, plester, atau dempul agar laron tidak mudah masuk.

Cara Membersihkan Laron yang Masuk ke Dalam Rumah

– Gunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan bangkai dan sayap laron.
– Segera pel lantai agar tidak licin dan tetap steril.
– Buang sampah ataupun bangkai laron keluar rumah agar tidak memicu kedatangan serangga lainnya.

Laron bermunculan saat musim hujan karena beberapa faktor, seperti mencari kehangatan, sarang yang rusak akibat air hujan, mencari pasangan, dan menemukan sumber makanan. Meski terlihat remeh, keberadaan laron bisa jadi tanda awal potensi serangan rayap yang merusak rumah.

Dengan langkah pencegahan seperti mengatur pencahayaan, memasang jaring, menjaga kebersihan dan menggunakan bahan alami, bisa menghindari serangan laron di rumah dengan efektif.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Atap Rumah Suka Berisik Saat Hujan? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Beberapa rumah ada yang atapnya suka timbul suara berisik ketika hujan. Kondisi seperti itu bukanlah kerusakan tetapi memang efek yang timbul dari bentuk atap.

Penghuni rumah bisa merasa mengganggu dengan suara bising. Apalagi kalau hujan deras mengguyur rumah di malam hari ketika penghuni beristirahat.

Jika tak tahan dengan bunyi atap, pemilik rumah bisa meredam suaranya. Namun sebelum itu, sebaiknya pemilik tahu dulu penyebab atap berisik.


Penyebab Rumah Berisik Saat Hujan

Inilah penyebab atap rumah berbunyi saat hujan menurut kontraktor.

1. Rongga Atap

Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, menjelaskan suara muncul karena ada rongga antar kuda-kuda di dalam atap. Rongga tersebut merupakan ruang udara yang dapat menghantarkan suara.

“Rongganya ada medium (udara) yang menghantarkan bunyi, makanya dia (atap) berisik. Kalau solid saya rasa enggak seberisik itu, tapi namanya rangka atap pasti ada rongganya,” kata Wildan kepada detikProperti, Kamis (23/10/2025).

2. Bahan Genteng

Selain ada rongga sebagai penghantar suara, bunyi sebenarnya timbul dari bahan penutup atap. Genteng seng dan spandek cenderung berisik ketika hujan. Pasalnya, jenis material seperti itu bentuknya tipis dan terbuat dari besi.

“Karena (seng) tipis jadi kena hajar air hujan bunyinya nyaring dia. Beda sama genteng keramik atau beton yang solid materialnya,” ucapnya.

Cara Mengatasi Atap Rumah Berisik

Setiap atap punya potensi untuk muncul bunyi ketika hujan, tetapi pemilik bisa meredam suara tersebut. Hal ini perlu direncanakan sejak awal membangun atap.

Jika sudah terlanjur membangun atap, pemilik perlu membongkar dan membangun ulang atap yang minim berisik. Berikut ini tipsnya.

1. Pasang Insulasi

Untuk membuat atap yang enggak berisik, pemilik perlu memasang lapisan insulasi atau disebut juga bubble foil. Insulasi tersebut dapat membantu meredam panas dan suara hujan.

Lapisan tersebut dipasang di bawah penutup atap dengan cara dilem atau disekrup. Posisinya ada di antara reng dan rangka baja ringan.

2. Pilih Genteng yang Tebal

Selain itu, sebaiknya pilih genteng yang bahannya tebal seperti keramik, beton, dan bitumen. Material ini solid atau padat sehingga dapat meredam suara.

“Atap (rangka) baja ringan saat hujan berisik atau tidak tergantung treatment-nya. Kalau penutup atapnya bahan seng, iya pasti berisik, kalau penutup atapnya genteng (keramik) saya rasa tidak terlalu berisik,” tuturnya.

Itulah penyebab dan cara mengatasi atap rumah yang berisik saat hujan. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Air di Tandon Terasa Panas Saat Siang Hari? Ini Penyebab dan Solusinya!



Jakarta

Tandon atau toren merupakan alat penyimpanan air yang biasanya digunakan baik di perkotaan maupun pedesaan, terutama jika pasokan air dari PDAM ataupun sumur tidak selalu tersedia sepanjang waktu. Air dalam tandon menjadi cadangan penting yang digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak.

Saat digunakan pada siang hari terutama ketika cuaca sangat terik, biasanya air yang keluar terasa panas. Padahal, kita pada umumnya menginginkan air yang bersih, segar, dan sejuk untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Suhu air yang meningkat ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas air jika dibiarkan terus menerus. Kondisi ini kerap terjadi terutama saat tandon ditempatkan di area terbuka atau di atas atap rumah.


Lantas, mengapa hal tersebut dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan berikut.

Penyebab Air Tandon Terasa Panas

1. Paparan Sinar Matahari Langsung

Menurut Tabarestan Plastic Complex, salah satu penyebab utama adalah tandon yang terpasang di atap, di ruang terbuka atau terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari. Saat sinar matahari menyinari tandon air, permukaan tandon akan menyerap panas, kemudian diteruskan ke dalam air di dalamnya.

2. Material Tangki dan Sifat Termal

Sifat bahan tandon sangat mempengaruhi kemampuan menyerap panas. Melansir dari Solico Tanks, menyebutkan bahwa tandon berbahan logam atau plastik lebih mudah menyerap panas dari matahari sehingga secara signifikan juga meningkatkan
suhu air di dalam tandon.

3. Warna dan Desain Tandon

Tandon dengan warna gelap atau tanpa lapisan anti-UV akan menyerap lebih banyak panas daripada tangki berwarna terang atau yang dilengkapi lapisan reflektif. Tandon yang didesain dengan tiga sampai empat lapisan (termasuk anti-UV) akan mengurangi pemanasan.

4. Minimnya Sirkulasi dan Volume Udara di Dalam Tangki

Bila tangki jarang digunakan atau volume airnya kecil, udara di atasnya akan memenuhi isi tandon sehingga udara panas dapat mengalir di dalam tangki dan memanaskan air.

Dampak Air Tandon yang Terlalu Panas

Air yang terlalu panas tidak ideal untuk digunakan, karena suhu tinggi dapat mempengaruhi kualitas air tersebut. Selain itu terdapat juga dampak lainnya yang berbahaya jika dibiarkan terus-menerus, di antaranya sebagai berikut.

  1. Air panas dari tandon dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya dan kurang cocok dikonsumsi sehari-hari. Pada tandon berbahan plastik, paparan panas berlebih dapat menyebabkan pelapisan dalam tangki melepaskan zat kimia ke dalam air. Zat ini berpotensi mempengaruhi rasa dan keamanan air jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
  2. Suhu yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme atau alga.Melansir dari Solico Tanks, suhu yang tinggi di dalam tandon air dapat mempercepat pertumbuhan alga, lumut, dan bakteri. Mikroorganisme ini bisa mengubah warna, bau, dan rasa air sehingga tidak layak diminum.
  3. Bahan tandon bisa mengalami kerusakan lebih cepat jika sering terpapar panas yang ekstrim. Suhu ekstrem dapat membuat bahan tandon, terutama plastik atau fiberglass, menjadi rapuh dan mudah retak. Kerusakan ini berisiko mencemari air dengan serpihan halus dari material tandon.

Cara Mengatasi Air Tandon yang Terasa Panas agar Tetap Sejuk

Berikut beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi air tandon yang terasa panas menurut Tabarestan Plastic Complex.

  1. Gunakan tandon dengan warna terang (misalnya putih) sehingga memantulkan cahaya matahari, tidak malah menyerap cahaya matahari.
  2. Pasang insulasi pada sambungan pipa agar bagian yang mempengaruhi aliran air tidak menambah panas.
  3. Usahakan tandon ditempatkan pada lokasi yang tidak langsung terpapar sinar matahari atau bisa juga dipasang peneduh untuk tandon.
  4. Pastikan tandon terisi penuh agar bagian atas tandon tidak terisi udara (udara panas lebih mudah memanaskan air jika terdapat ruang kosong).
  5. Gunakan tandon multi-lapis (lapisan anti-UV) apabila menggunakan bahan plastik polietilen.
  6. Sirkulasikan air secara rutin sehingga air yang panas tidak menetap di satu bagian.

Air tandon bisa terasa panas di cuaca terik siang hari karena beberapa faktor. Dengan menerapkan strategi seperti penempatan yang tepat, penggunaan cat terang, dan tandon yang multi lapis, bisa meminimalisir suhu panas di air secara signifikan.

Itulah penjelasan mengenai penyebab air tandon terasa panas, serta dampak dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Air Kolam Berubah Hijau Berbahaya buat Ikan, Begini Cara Atasinya


Jakarta

Salah satu tantangan saat membuat kolam ikan di rumah adalah pemiliknya harus rajin merawat dan membersihkannya. Kolam ikan yang tidak diperhatikan justru menjadi kolam lumut, berwarna hijau dan tidak enak dilihat.

Dilansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, penyebab kolam ikan berubah menjadi kehijauan karena adanya penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Aktivitas alga ini tidak hanya mengubah air menjadi hijau, melainkan bisa menjadi cokelat dan merah.

Banyaknya alga di dalam air tidak akan baik untuk ikan. Kesehatannya akan terganggu karena kualitas air menurun dan terbatasnya oksigen yang diterima oleh ikan. Alhasil risiko kematian sangat besar bagi ikan yang hidup di dalam kolam yang sudah penuh dengan alga.


Bukan hanya karena alga, perubahan warna air pada kolam juga bisa disebabkan karena sedimen yang mengendap dari mineral yang terlarut. Sedimen ini bisa terbawa di dalam air yang kualitasnya kotor.

Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

Membuat kolam ikan pasti tidak murah, apalagi jika di dalamnya terdiri dari ikan-ikan kesukaan. Pemilik rumah harus berusaha untuk merawatnya agar ikan tetap dapat hidup dengan nyaman di air dan setiap hari pemilik rumah bisa mendapat hiburan dari kolam tersebut. Bagi pemilik rumah yang baru memiliki kolam ikan dan belum ada pengalaman untuk membersihkan ikan, dilansir dari Yard Focus, berikut cara untuk menghilangkan alga dari kolam.

1. Rawat Hewan Pemakan Alga ke Kolam

Cara paling mudah untuk memastikan pertumbuhan alga masih dalam batas ambang adalah di dalam kolam tersebut terdapat ikan sapu-sapu. Hewan ini seperti namanya suka sekali menempel pada sisi kolam dan membersihkan atau memakan lumut yang menempel di sana.

Hewan lainnya yang juga bisa membersihkan alga dari kolam adalah berudu. Hewan ini memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak. Namun, apabila pemilik kolam takut terhadap katak, lebih baik pelihara ikan sapu-sapu.

Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi.

2. Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

Bukan hanya hewan yang bisa membasmi alga, tanaman lili air maupun gelagah juga ampuh mencegah pertumbuhan alga. Caranya tanaman ini menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga. Namun, keberadaan tanaman tidak akan mengganggu ikan maupun lingkungan.

3. Pasang Filter Air

Saat ini sudah banyak perangkat kebersihan yang dapat menjaga kolam ikan tetap bersih. Salah satunya adalah filter air. Perangkat ini bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

Sistem penyaringan juga bermanfaat meningkatkan kualitas air kolam sehingga baik untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Lemari Pakaian Tercium Bau Apak dan Cara Atasinya


Jakarta

Lemari pakaian merupakan salah satu furniture penting di dalam rumah. Tanpa ada lemari, pakaian kesayanganmu tidak bisa disimpan secara rapi.

Sayangnya, tak semua orang sadar untuk merawat lemari pakaian secara rutin. Apabila lemari pakaian jarang dirawat dan dibersihkan maka bisa mengeluarkan bau apak yang tidak sedap.

Ada sejumlah penyebab lemari pakaian bisa mengeluarkan bau apak. Ingin tahu penyebab lemari pakaian bau apak dan cara atasinya? Simak dalam artikel ini.


Penyebab Lemari Bau Apak

Dilansir situs Southern Living, bau apak di lemari pakaian disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya sirkulasi udara yang tidak lancar. Saat lemari pakaian ditutup dalam waktu lama tanpa ada sirkulasi udara, maka lemari akan menjadi lembap dan menimbulkan bau apak.

Kondisi lembap pada lemari pakaian tak hanya menyebabkan bau, tapi juga menimbulkan jamur dan lumut. Jika dibiarkan terus-menerus maka pakaian kesayangan yang disimpan di lemari bisa rusak akibat serangan jamur.

Kebiasaan menyimpan pakaian kotor ke dalam lemari juga bisa menimbulkan bau apak. Jika pakaian telah digunakan dan tercium aroma tidak sedap, sebaiknya segera masukkan ke dalam keranjang bau kotor.

Selain menyebabkan bau tidak sedap, menyimpan pakaian kotor di lemari juga memicu pertumbuhan bakteri. Jika terus dibiarkan maka bakteri bisa menyebar ke pakaian lain.

Cara Atasi Bau Apak di Lemari Pakaian

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apak di lemari pakaian. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Atur Kelembapan

Faktor utama yang menyebabkan bau apak di lemari pakaian karena kelembapan tinggi. Untuk mengatasinya, gunakan dehumidifier agar mampu mengendalikan kelembapan berlebih di dalam lemari. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi kelembapan di dalam ruangan.

2. Kipas Angin

Kipas angin bisa digunakan untuk menghilangkan bau apak di lemari. Caranya sangat mudah, cukup buka pintu lemari semalaman dan letakkan satu kipas angin di dalam lemari. Fungsinya agar udara yang terjebak di dalam lemari bisa keluar berkat dorongan dari kipas angin.

Sebelum memulai langkah di atas, pastikan seluruh pakaian telah dipindahkan dari dalam lemari. Jadi, lemari pakaian dalam kondisi benar-benar kosong.

3. Soda Kue

Cara paling efektif dan praktis untuk menghilangkan bau apak di kamar mandi adalah dengan soda kue. Bahan dapur yang satu ini dikenal dapat menyerap bau tidak sedap di dalam ruangan.

Tuang soda kue ke dalam wadah kecil, lalu tempatkan di dalam lemari pakaian. Pastikan seluruh baju telah dikeluarkan dari dalam lemari agar baking soda bekerja efektif mengatasi bau apak.

Itulah penyebab bau apak di dalam lemari pakaian dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

3 Bahan Alami yang Ampuh Basmi Lalat di Rumah, Tanpa Semprotan Kimia!


Jakarta

Lalat merupakan salah satu hewan yang banyak dibenci karena bisa membawa penyakit bagi manusia. Sebab, lalat bisa mengangkut virus dan bakteri yang ditularkan melalui makanan yang dihinggapinya.

Pada umumnya, lalat dapat dibasmi menggunakan semprotan anti serangga yang dijual bebas di pasaran. Namun, kandungan zat kimia dari cairan tersebut bisa berbahaya jika terhirup manusia dalam jumlah banyak.

Jika enggan memakai semprotan anti serangga, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk membasmi lalat, yakni dengan bahan-bahan alami. Bahkan, bahan tersebut diklaim lebih ampuh membunuh serangga tersebut.


Cara Ampuh Basmi Lalat dengan Bahan Alami

Ada sejumlah bahan alami yang disebut ampuh untuk membasmi lalat di rumah. Dilansir situs Martha Stewart, berikut cara-caranya:

1. Cuka Apel

Bahan yang pertama adalah menggunakan cuka apel. Kandungan asam dan rasa sedikit manis pada cuka apel dapat menarik perhatian lalat untuk mendekat.

Kamu bisa membuat perangkap dengan menggunakan cuka apel. Caranya dengan menuang sedikit cuka apel ke dalam mangkuk kecil dan tutup dengan plastik pembungkus, lalu buat beberapa lubang di atasnya.

Letakkan wadah berisi cuka apel di area yang sering dilalui lalat. Biarkan selama beberapa jam agar lalat masuk ke dalam perangkap sederhana itu.

2. Cuka dan Sabun Piring

Kombinasi cuka dan sabun cuci piring ternyata dinilai ampuh untuk membasmi lalat di rumah. Caranya dengan mencampur sedikit cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam gelas panjang.

Setelah itu, tutup gelas tersebut dengan bungkus plastik secara rapat dan diikat dengan karet agar kuat. Lalu beri lubang kecil-kecil di atas bungkus plastik.

Lalat akan tertarik dengan bau cuka yang tersebar ke seluruh ruangan. Setelah masuk ke dalam perangkap, lalat perlahan akan mati karena tercebur ke dalam larutan penuh sabun cuci piring.

3. Tanaman Herbal

Menanam tanaman herbal seperti daun mint dapat membasmi lalat agar tidak datang lagi ke rumah. Sebab, tanaman ini mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai serangga terbang itu.

Letakkan tanaman herbal tersebut di dekat pintu, jendela, atau teras rumah. Bisa juga di area yang sering ditemui ada lalat, seperti dapur dan meja makan.

Penyebab Lalat Muncul di Rumah

Lalat termasuk serangga yang tertarik pada lingkungan dengan sumber makanan yang mudah didapat, terutama bahan organik yang membusuk. Selain memiliki indra penciuman tajam, lalat bisa masuk ke rumah lewat pintu atau jendela yang terbuka karena tertarik oleh aroma makanan di dalam ruangan.

“Selain itu, lalat dapat terbawa masuk ke dalam ruangan melalui buah-buahan, sayuran, atau barang-barang lain yang dibawa dari luar,” kata Kepala Entomologi di Aptive, Trent Frazer.

Frazer menyebut lalat juga dapat berkembang biak di saluran pembuangan air, talang air, atau pipa yang bocor. Di dalam ruangan, lalat juga bisa bersembunyi di tempat gelap dan terpencil.

“Pada siang hari lalat dapat bersembunyi di tempat gelap dan terpencil, sedangkan saat malam hari mereka aktif mencari makanan,” ujarnya.

Selain itu, lalat juga tertarik datang ke rumah karena menemukan beberapa hal yang disukainya, seperti ada bangkai hewan, sampah busuk, kotoran hewan, piring yang belum dicuci, atau makanan busuk di dapur.

Demikian tiga cara ampuh basmi lalat di rumah dengan bahan alami. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Biang Kerok Pengering Mesin Cuci Tak Mau Berputar, Cek Sendiri Aja


Jakarta

Salah satu fitur yang sangat berguna di mesin cuci adalah pengering pakaian. Hal ini sangat membantu penggunanya agar setelah selesai dicuci bisa langsung dijemur karena memeras pakaian terkadang membuat telapak tangan perih.

Bentuk pengering pakaian tergantung pada model mesin cucinya. Ada yang berbentuk tabung kecil dan terpisah dari tabung penggilingan. Ada juga yang hanya satu tabung dan bisa otomatis dikeringkan tanpa perlu dikeluarkan dari mesin cuci.

Di luas kegunaannya yang bermanfaat, pengering pakaian juga bisa mengalami error atau masalah. Ciri-ciri pengering pakaian bermasalah adalah tidak bisa berputar cepat, mengeluarkan air, dan membuat pakaian benar-benar kering.


Untuk dapat mencegah hal tersebut atau agar bisa mengatasinya dengan cepat, dilansir dari Mr Appliance dan Asurion berikut beberapa penyebab pengering pakaian bermasalah.

Penyebab Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar

1. Ada Benda Kecil Terselip

Berbeda dengan cara manual yang harus diperas. Mesin pengering mengurangi air pada pakaian caranya dengan menerapkan pemutaran yang cepat. Apabila pengering tidak dapat berputar berarti ada yang mengganjal kerja mesin tersebut, seperti benda yang terbawa ke dalam mesin cuci.

Oleh karena itu, ada anjuran untuk selalu mengosongkan kantong pakaian sebelum mencuci. Barang kecil tersebut contohnya koin, kartu kredit, peniti, tisu, hingga kertas. Jika mesin cuci tiba-tiba berhenti cek bagian dasar apakah ada benda padat yang tersangkut.

2. Kait Pintu Pengering Rusak

Jenis mesin cuci yang memiliki sistem pengering terpisah, biasanya model wadah pakaiannya dari plastik yang ringan dan terdapat kain di bagian atas. Tidak menutup kemungkinan kait tersebut rusak karena beban pakaian yang berat dan tekanan dari gerakan keranjang yang diputar keras saat pengeringan. Apabila kait tersebut rusak, keranjang pakaian akan berat sebelah. Biasanya mesin cuci akan bergetar dan timbul suara keras seperti dua benda berbenturan. Hal ini mengindikasi ada ketimpangan beban.

Kondisi ini juga bisa membuat mesin cuci tidak bisa mendeteksi bahwa pintunya tertutup dan elemen pemanas dan tabung tidak bekerja. Cara mengatasinya adalah dengan mengganti peralatan yang rusak pada bagian pengering.

3. Bagian dalam Pengering Kotor

Saat mencuci pakaian pasti ditemukan rambut atau kotoran yang ikut terbawa. Benda-benda kecil tersebut dapat mengendap di permukaan bersama air yang terbuang. Lama kelamaan kotoran tersebut akan menyumbat kerja mesin dan membuat pergerakannya melambat dan tersendat.

Cara mengatasinya adalah dengan memeriksa tabung pengering dan bersihkan kotoran secara teratur. Jika tabung pengering bersih, maka mesin akan berfungsi kembali.

4. Sabuk Penggerak Terputus

Kemudian, mesin pengering bisa tidak berputar karena sabun penggerak yang rusak. Fungsi dari sabuk penggerak ini amat penting, yakni untuk memutar tabung pengering. Jika sabuk putus, maka pengering tidak bisa berputar.

Cara mengeceknya adalah coba putar drum secara manual. Jika ada sedikit atau tidak adanya hambatan saat memutarnya, artinya sabuk penggerak tidak berfungsi.

5. Bantalan Drum Aus

Bantalan drum merupakan bagian yang menyangga bagian belakang drum. Cara mengecek jika memang ada masalah pada bantalan drum adalah coba lepas sabuk pengering. Coba putar drum manual dengan tangan. Jika drum macet atau berderit, kemungkinan bantalan rusak atau aus dan membebani motor. Cara mengatasinya adalah mengganti bantalan tersebut.

6. Motor Penggerak Pengering Rusak

Drum pengering yang rusak tadi juga akan mempengaruhi motor mesin. Tandanya adalah terdengar suara geraman atau dengungan saat menyalakan cucian. Motor juga bisa mati total di tengah pencucian.

7. Rol Drum Aus

Rol drum adalah roda kecil yang menahan drum agar tetap di tempatnya saat berputar. Jika drum tersangkut atau tidak bisa berputar bebas, mungkin rol sudah aus. Coba buka pengering dan lihat dinding belakangnya. Jika ada celah antara drum dan dinding, gantinya adalah pasang rol drum yang baru.

Itulah beberapa penyebab tidak berputarnya pengering mesin cuci. Selain penyebab di atas, pastikan arus listrik ke mesin cuci besarnya tepat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com