Tag Archives: penyebab

Jangan Anggap Remeh! 4 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kulkas Cepat Rusak


Jakarta

Kebanyakan orang berasumsi dengan membersihkan kulkas secara teratur sudah cukup untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik. Kulkas memerlukan lebih dari sekadar pembersihan berkala untuk mempertahankan kinerja yang optimal.

Tanpa kamu sadari, banyak kebiasaan yang kamu lakukan menjadi penyebab kulkas kamu cepat rusak. Mengubah kebiasaan ini tidak sulit, jika kamu tahu apa yang harus diperhatikan.

Melansir pro appliance, Senin (23/09/2024), berikut kebiasaan buruk yang menyebabkan kulkas jadi cepat rusak.


Kebiasaan yang Bikin Kulkas Cepat Rusak

1. Menyimpan Sisa Makanan Secara Asal

Daripada membuang sisa makanan, biasanya kamu akan menyimpan dalam wadah dan menyimpannya dalam kulkas. Apabila kamu melakukan dengan tidak benar, hal ini akan membuat kulkas lebih cepat rusak.

Untung mencegah hal ini terjadi, awasi suhu makanan yang disimpan. Sebelum memasukan ke dalam kulkas, sisa makanan harus didiamkan hingga mencapai suhu ruangan.

Hal ini dikarenakan jika makanan dimasukkan saat masih hangat, suhu internal akan naik. Akibatnya, kulkas harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu normalnya.

2. Membiarkan Pintu Kulkas Terbuka

Membiarkan pintu kulkas terbuka adalah hal terburuk yang dapat kamu lakukan. Dengan membiarkan udara dingin keluar, kulkas akan bekerja lebih keras untuk menurunkan suhunya.

Hal itu membuat kompresor pada kulkas akan bekerja lebih keras, sehingga kulkas akan menjadi terlalu panas.

3. Menempatkan Kulkas Terlalu Dekat dengan Dinding

Jika ingin menjaga kulkas tetap dalam keadaan baik, kamu perlu memastikan kulkas memiliki cukup ruang untuk sirkulasi udara di sekitarnya. Jika kulkas memiliki ventilasi yang buruk, kulkas tidak akan bisa mengeluarkan panas secara efisien.

Hal itu akan menyebabkan sistem mengalami peningkatan tekanan dan komponen akan rusak lebih cepat.

Jika ingin melindungi kulkas dari kerusakan, sediakan jarak beberapa inci di atas dan di bawahnya. Menempatkan kulkas ke dalam ruang yang sangat kecil dapat menyebabkan masalah aliran udara, kecuali kulkas dibuat untuk pemasangan di dalam kabinet.

4. Penyimpanan Berlebihan

Terlalu banyak makanan di dalam kulkas dapat menyebabkan kerusakan karena meningkatnya hambatan terhadap aliran udara. Akibatnya, kulkas mungkin tidak dapat mempertahankan suhu yang konsisten dalam menjaga makanan tetap segar.

Kurangnya kontrol suhu dapat menyebabkan kompresor dan kumparan kondensor bekerja berlebihan dan terlalu panas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya


Jakarta

Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu meringankan pekerjaan mencuci pakaian. Namun, seperti peralatan lainnya, mesin cuci juga bisa mengalami masalah.

Salah satu masalah umum yang dialami adalah pengering mesin yang tidak berputar. Kondisi ini tentu bisa mengganggu proses mencuci, sebab pakaian yang tidak dikeringkan dengan baik akan memakan waktu lama untuk di jemur. Mungkin beberapa penyebab pengering mesin cuci tidak berputar adalah berikut ini.

Penyebab Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar

Umumya, pengering mesin cuci yang tidak berputar disebabkan karena masalah kecil yang bisa diatasi sendiri. Mengutip laman Mr Appliance dan Asurion, berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.


1. Ada Benda Kecil Terselip

Mengosongkan kantong pakaian sebelum mencuci terkadang terlupakan. Sehingga, barang kecil seperti koin atau kartu kredit bisa masuk ke tabung pengering dan menyebabkannya berhenti berputar. Bisa jadi juga ada pakaian yang berukuran kecil seperti kaus kaki yang terselip di bagian luar tabung.

Coba periksa ruang antara tabung pengering dan wadahnya. Pastikan tidak ada benda yang terselip.

2. Kait Pintu Pengering Rusak

Penyebab selanjutnya adalah kait pintu rusak. Kondisi ini bisa membuat mesin cuci tidak bisa mendeteksi bahwa pintunya tertutup dan elemen pemanas dan tabung tidak bekerja.

Apakah pintu pengering suka terbuka tiba-tiba aau tidak bisa menutup sepenuhnya? Jika iya berarti kemungkinan kait pintunya rusak.

3. Bagian dalam Pengering Kotor

Serabut atau kotoran lainnya bisa masuk ke tabung pengering. Tanda-tandanya adalah bau apek atau terbakar karena pengering tidak berfungsi dengan baik. Ketika kotoran menumpuk, mesin bisa berhenti fungsi secara normal.

Periksa tabung pengering dan keluarkan kotoran. Jika tabung pengering bersih, maka mesin akan berfungsi kembali,

4. Sabuk Penggerak Terputus

Penyebab lain dari mesin pengering yang tidak berputar adalah sabun penggerak yang rusak. Fungsi dari sabuk penggerak adalah memutar tabung pengering. Jika sabuk putus, maka pengering tidak bisa berputar.

Coba putar drum secara manual. Jika ada sedikit atau tidak adanya hambatan saat memutarnya, mungkin sabuk penggerak tidak berfungsi.

5. Bantalan Drum Sudah Aus

Bantalan drum adalah bagian yang menyangga bagian belakang drum. Saat sabuk pengering dilepas, coba putar drum manual dengan tangan. Jika drum macet atau berderit, kemungkinan bantalan rusak atau aus dan membebani motor. Jadi, sudah saatnya kamu mengganti bantalan tersebut.

6. Motor Penggerak Pengering Rusak

Motor yang rusak tidak memungkinkan drum pengering berputar. Jika motor rusak akan terdengar suara geraman atau dengungan saat menyalakan cucian. Motor juga bisa mati total di tengah pencucian.

7. Rol Drum Aus

Rol drum adalah roda kecil yang menahan drum ditempatnya saat berputar. Jika drum tersangkut atau tidak bisa berputar bebas, mungkin rol sudah aus. Coba buka pengering dan lihat dinding belakangnya. Jika ada celah antara drum dan dinding, mungkin kamu perlu memasang rol drum yang baru.

Itulah beberapa penyebab tidak berputarnya pengering mesin cuci. Pastikan juga kamu sudah memastikan kabel listrik mesin cuci mendapat aliran listrik dengan baik ya.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

8 Penyebab AC Jadi Tidak Dingin dan Hal yang Harus Dilakukan


Jakarta

Air Conditioner (AC) yang tidak dingin bisa jadi masalah yang mengganggu kenyamanan di ruangan bukan? Berbagai faktor bisa menyebabkan kinerja pendingin udara ini menurun.

Mulai dari kurangnya perawatan ataupun kerusakan komponen internal. Oleh sebab itu, kenali penyebab AC tidak dingin dan cara untuk mengatasinya berikut ini.

Penyebab AC Tidak Dingin

1. Kebocoran Refrigerant

Dikutip dari laman Hydes AC, refrigerant (komponen sistem AC yang menghasilkan udara dingin) mengalir lewat kumparan AC, dan memindahkan panas dari dalam rumah ke unit kondensor luar.


Ketika sistem mengalami kebocoran refrigeran, maka sistem tidak akan mampu memindahkan panas keluar h secara memadai. AC akan tetap menyala, namun tidak bisa memberikan dingin dengan optimal.

2. Kumparan Pendingin Kotor

AC punya seperangkat kumparan dalam ruangan yang menyerap panas dari udara rumah, dan kumparan luar ruangan yang memindahkan panas dari rumah ke luar ruangan.

Apabila salah satunya memiliki lapisan kotoran, maka panas akan jauh lebih sulit dipindahkan. Hal tersebut menyebabkan pengurangan kemampuan sistem untuk membuang panas dari rumah.

3. Filter Udara yang Kotor

Filter udara yang kotor akan membuat jumlah udara yang berhembus melewati kumparan evaporator menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar udara hangat yang ditarik AC dari udara rumah tidak akan benar-benar didinginkan.

4. Unit Kondensor Tersumbat

Unit kondensor berada di luar, sehingga rentan tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka unit kondensor tidak bisa melepaskan panas dari kumparan kondensor dengan baik.

Dengan demikian, panas yang dikeluarkan dari rumah tidak akan dilepaskan dengan baik.

5. Sistem yang Sudah Usang

Sistem AC yang lama tidak akan mampu mendinginkan ruangan seperti sebelumnya. Mungkin sistem AC sudah mencapai akhir masa pakainya. Makanya, penting untuk mengganti sistem AC teika ia tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

6. Pengaturan Termostat yang Tidak Tepat

Pengaturan kipas termostat diatur ke “aktif” akan penangan udara akan meniupkan udara bahkan ketika sistem tidak dalam siklus pendinginan. Akibatnya, sebagian udara yang keluar dari ventilasi menjadi terasa hangat.

Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengalihkan pengaturan kipas ke “otomatis”. Pengaturan lain yang bisa dicek taitu apakah sistem dalam mode “panas” atau “dingin”. Pasalnya, AC hanya akan menyala jika termostat diatur ke “dingin”.

7. Masalah Kompresor AC

Kompresor AC berperan untuk memastikan refrigeran berada pada tekanan optimal. Tanpa kompresor, sistem tidak akan bisa menyerap panas dari ruangan di rumah lalu memindahkannya ke luar.

Jika kompresor mengalami masalah, AC Anda tidak akan mampu mendinginkan rumah dengan baik.

8. Remote AC Rusak

Remote yang rusak akan membuat pengiriman sinyal perubahan suhu ke unit AC gagal.

Hal yang Harus Dilakukan jika AC Tidak Dingin

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika AC tidak dingin. Dilansir laman Bob Vila, berikut adalah beberapa cara mengatasi AC jika tidak dingin:

  • Periksa dan setel ulang termostat.
  • Bersihkan saluran kondensasi yang tersumbat.
  • Ganti filter yang kotor.
  • Tambahkan zat pendingin.
  • Bersihkan kumparan yang kotor.
  • Cek sistem untuk mendiagnosis kerusakan saluran.
  • Bersihkan area sekitar kompresor.
  • Beli AC baru yang lebih kuat.

Jika detikers tidak bisa membuka unit AC untuk memperbaikinya, kamu bisa menyewa seorang profesional untuk membersihkannya.

AC Akan berfungsi dengan optimal jika dirawat dalam kondisi prima. Perawatan rutin juga akan memastikan AC berfungsi dengan baik.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

8 Cara Ampuh Mengatasi Dinding Rembes saat Musim Hujan


Jakarta

Hujan menawarkan suasana yang sejuk dan romantis. Sayangnya, menjadi tidak romantis lagi bila dinding rumah Anda bocor karena rembesan air.

Bila tidak segera diatasi, rumah Anda bisa tergenang air. Tentunya hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan. Berikut ini beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa Anda coba.

Tips Mengatasi Dinding Rembes saat Musim Hujan

Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Simak beberapa cara mengatasinya berikut ini, dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.


1. Cari Tahu Penyebab Utamanya

Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi dinding yang rembes saat hujan adalah mencari tahu akar penyebabnya. Mungkin Anda perlu bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah Anda dan mencarikan solusi yang tepat.

Bila penyebab utamanya tidak diatasi, masalah dinding rembes akan terus berulang setiap musim hujan.

Bila dinding rembes terjadi karena kesalahan dalam konstruksi bangunan, mungkin memerlukan perbaikan yang cukup rumit, seperti membongkar dinding tersebut lalu membangunnya kembali.

2. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

3. Melapisi Retak Rambut

Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

4. Mengecat Eksterior Rumah

Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

5. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

Bila dinding rumah Anda terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah Anda. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

6. Memperbaiki Pipa yang Rusak

Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, Anda mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

7. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

8. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa Anda coba di rumah. Pastikan Anda mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan yang Anda lakukan lebih efektif.

(inf/fds)



Sumber : www.detik.com

Apa Itu Biopori? Pengertian dan Manfaatnya


Jakarta

Istilah biopori kerap disebutkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir. Namun, apa sih biopori itu?

Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopori, yuk simak informasi berikut ini.


Pengertian Biopori

Menurut KBBI daring, biopori adalah lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air. Sampah organik ini berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, biasanya lubang biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

Manfaat Biopori

1. Mengurangi Sampah Organik

Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

2. Menyuburkan Tanah

Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

Itulah pengertian dan manfaat biopori.

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Apa Itu Biopori? Pengertian dan Manfaatnya


Jakarta

Istilah biopori kerap disebutkan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir. Namun, apa sih biopori itu?

Biopori merupakan resapan air yang biasanya dipakai di wilayah yang daya serapnya kurang maksimal. Biopori ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai biopori, yuk simak informasi berikut ini.


Pengertian Biopori

Menurut KBBI daring, biopori adalah lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air. Sampah organik ini berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, biasanya lubang biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

Manfaat Biopori

1. Mengurangi Sampah Organik

Biopori mampu mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena kamu dapat membuang sampah organik ke dalam biopori.

Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat kamu terbiasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

2. Menyuburkan Tanah

Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

3. Membantu Mencegah Terjadinya Banjir

Salah satu penyebab banjir adalah sistem drainase yang kurang baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

4. Mempengaruhi Jumlah Air Tanah

Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah di dalam biopori juga akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat lho!

Itulah pengertian dan manfaat biopori.

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


Jakarta

Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


1. Air Merembes Masuk

Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

2. Paparan Sinar Matahari

Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

4. Keramik Sudah Tua

Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

5. Terdapat Rongga

Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

6. Cacat Produksi

Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

8. Pemasangan yang Kurang Teliti

Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

9. Pernah Terendam Air

Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

1. Periksa Nat Keramik

Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

(inf/dna)



Sumber : www.detik.com

Cat Tembok Mengelupas Bikin Rumah Nggak Estetik, Ini Cara Cegah dan Perbaikinya


Jakarta

Cat tembok sangat mempengaruhi penampilan rumah. Seiring berjalannya waktu, kondisi cat tembok bisa rusak, seperti memudar dan mengelupas.

Pastinya hal ini bisa merusak estetika rumah kamu. Kalau cat tembok sudah terkelupas, kamu perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

Lalu, sebenarnya apa saja yang bikin cat tembok mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Faktor Penyebab Cat Tembok Mengelupas

Dikutip dari homesandgardens.com, seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan cat tembok terkelupas umumnya terjadi karena cat tidak menempel dengan benar pada tembok sejak awal.

“Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tuturnya dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (4/10/2024).

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang terlalu lembab bisa membuat cat rusak secara perlahan.

Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembab seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

Cara Perbaiki Cat Tembok

Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan bahwa jika cat tembok sudah mengelupas, sebaiknya kamu harus langsung memperbaikinya. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan permukaan tembok menjadi rusak dan lembab. Selain itu, tembok juga akan menjadi sulit untuk di cat ulang.

Tapi kamu juga tidak boleh terburu-buru. Mengecat ulang tembok rumah memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya, bila teknik mengecat dilakukan dengan cara yang salah, cat tembok akan jadi mudah mengelupas. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu.

Berikut cara mengecat ulang cat tembok yang mengelupas dengan benar.

1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

Langkah pertama adalah bersihkan tembok dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan tembok yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari tembok bisa digunakan alat pengikis.

2. Amplas Bagian Tembok yang Masih Kasar

Untuk mendapatkan permukaan yang halus, tembok bisa diamplas. Atau, kamu juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

3. Gunakan Primer Berkualitas

Setelah tembok dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada tembok jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan tembok yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan tembok.

4. Cat Ulang Tembok yang Catnya Terkelupas

Langkah terakhir adalah mengecat ulang tembok dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada tembok. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di tembok tetap sama.

Nah, itu dia ringkasan mengenai faktor penyebab mengelupasnya cat tembok dan cara untuk mengatasinya dengan benar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Penyebab Rumput Halaman Menjadi Berwarna Coklat, Salah Satunya Jamur


Jakarta

Rumput yang hijau dan subur seringkali menjadi ciri kesehatan dan keindahan sebuah taman atau halaman. Namun, tidak jarang rumput secara perlahan berubah warna menjadi coklat.

Kondisi ini tentunya mengurangi daya tarik visual tanaman dan menandakan adanya masalah. Perubahan warna itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apa saja?

Penyebab Rumput Halaman menjadi Coklat

Beberapa penyebab rumput halaman menjadi coklat di antaranya kurang air atau cuaca yang panas, penyakit dan jamur, hingga air seni hewan peliharaan. Menurut laman Neave Group dan Today’s Home Owner begini penjelasannya.


1. Kurang Air atau Cuaca Panas

Setiap jenis rumput membutuhkan air yang cukup untuk bisa tumbuh. Kekeringan atau cuaca yang sangat panas bisa menghalangi rumput mendapat cukup air dari tanah.

Oleh sebab itu, siram halaman seminggu sekali atau dua kali sebulan atau bahkan lebih sering jika kamu tinggal di daerah rawan kekeringan. Cara termudahnya adalah menggunakan penyiram otomatis.

2. Kutu Busuk

Kutu busuk menjadi penyebab utama rumput coklat. Hewan ini akan memakan rumput dengan menghisap sari tanaman dan menyuntikkan cairan ludah ke daun dan batang.

Hal ini menghalang air dan makanan sehingga membuat rumput mati. Kutu busuk paling aktif dalam kondisi panas, kering, dan cerah.

Pertama-tama halaman akan terlihat layu, menguning, dan akhirnya coklat. Bercak-bercaknya akan terus membesar, meski sudah dilakukan penyiraman secara teratur.

3. Terlalu Banyak Pupuk, Air, atau Keduanya

Penggunaan pupuk yang tepat untuk rumput halaman akan memberikannya nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan untuk tumbuh.

Menyiram halaman memang penting untuk menjaganya tetap sehat. Namun, terlalu banyak pupuk, air, atau keduanya bisa menyebabkan rumput berwarna coklat.

Oleh sebab itu, perhatikan seberapa sering kamu memberikan pupuk pada rumput dan menyiraminya dengan air. Masalah kecoklatan pada rumput ini termasuk bercak-bercak besar yang berubah menjadi coklat.

4. Penyakit dan Jamur

Puluhan penyakit dan jamur bisa membuat rumput halaman menjadi coklat. Penyiraman yang sedang berlangsung dan sering menyebabkan kelembaban tinggi menyebabkan ada jamur di mana-mana.

Untuk mencegah adanya penyakit pada rumput, hindari memotongnya terlalu rendah. Siram dengan benar, dan pastikan halaman memiliki drainase yang memadai.

5. Air Seni Hewan Peliharaan

Air seni hewan peliharaan juga bisa menjadi masalah bagi rumput karena bisa menyebabkannya menjadi berwarna coklat dengan cepat. Air ini mengandung nitrogen dalam kadar yang tinggi.

Nitrogen adalah nutrisi utama untuk halaman yang sehat. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak bisa membuat rumput menjadi coklat dan akhirnya mati.

Itulah sejumlah penyebab rumput halaman berubah menjadi coklat. Semoga artikel ini bisa membantumu.

(elk/inf)



Sumber : www.detik.com

Cara Memperbaiki Pintu Berdecit



Jakarta

Ingin tahu cara mengatasi pintu yang Berdecit? Engsel yang Berdecit bisa sangat mengganggu, terutama saat pintu dibuka atau ditutup, dan suaranya bisa menjadi masalah, misalnya jika kamu memiliki bayi yang sedang tidur atau sedang melakukan panggilan kantor yang tidak ingin diganggu.

Apa Penyebab Pintu Berdecit?

Melansir thespruce.com pada Senin (10/1/2024), ada berbagai penyebab yang mengakibatkan pintu Berdecit salah satunya adalah sebagai berikut ;

Engsel kering, Kurangnya pelumasan pada engsel membuat logam bergesekan, menyebabkan suara Berdecit.


Kotoran atau debu, debu atau kotoran yang menumpuk pada engsel dapat menghalangi pergerakan mulus dan memicu suara.

Korosi atau karat, engsel yang berkarat atau korosi dapat menghambat kelancaran gerakan dan menyebabkan suara.

Engsel longgar, jika engsel tidak terpasang dengan kuat, bagian pintu bisa bergeser dan menimbulkan derit saat bergerak.

Penyusutan kayu, kayu pintu yang menyusut akibat perubahan suhu atau kelembaban bisa menyebabkan ketegangan pada engsel, sehingga terdengar Berdecit.

Langkah-langkah Memperbaikinya

Identifikasi Sumber Derit

Sebelum memulai, buka dan tutup pintu untuk mengidentifikasi bagian mana yang mengeluarkan suara Berdecit. Biasanya, suara tersebut berasal dari engsel, tetapi ada kemungkinan sumbernya dari tempat lain.

Bersihkan Engsel Pintu

Menurut bobvila.com, kotoran dan debu yang menumpuk pada engsel bisa menjadi salah satu penyebab pintu Berdecit. Gunakan kain bersih untuk membersihkan area di sekitar engsel. Jika terdapat karat pada engsel, amplaslah karat tersebut dengan amplas halus.

Oleskan Pelumas pada Engsel

Dalam ulasan tomsguide.com, langkah selanjutnya adalah mengoleskan pelumas pada engsel. Gunakan minyak pelumas seperti WD-40 atau minyak goreng dengan cara, semprotkan atau teteskan pelumas pada engsel secara merata, buka dan tutup pintu beberapa kali untuk memastikan pelumas meresap dan bekerja secara efektif. Jika suara Berdecit masih terdengar, tambahkan pelumas sedikit lagi dan ulangi proses ini.

Periksa dan Kencangkan Sekrup Engsel

Jika pelumasan tidak cukup efektif, periksa kondisi sekrup pada engsel pintu. Sekrup yang longgar dapat menyebabkan pintu tidak bergerak dengan lancar. Gunakan obeng untuk mengencangkan semua sekrup yang ada.

Bersihkan Minyak dan Pasang Kembali Engsel

Ganti pin engsel dengan memasukkannya melalui lubang di bagian atas engsel. Ketuk pin menggunakan palu hingga menembus bagian-bagian engsel. Setelah itu, buka dan tutup pintu beberapa kali untuk menyebarkan minyak ke seluruh engsel dan pin, lalu bersihkan minyak yang tersisa.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com