Tag Archives: penyebabnya

Muncul Bau Amis Setelah Mengepel Lantai? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Jakarta

Setelah bersih-bersih rumah, yang diharapkan adalah rumah bersih dan rumah terasa segar. Namun, pernah tidak mendapati lantai yang baru saja dipel justru mengeluarkan bau tidak sedap seperti amis atau bau telur busuk?

Bau tersebut biasanya tidak tercium saat sedang menyiapkan kain pel, melainkan setelah selesai mengepel. Pasti pemilik rumah bingung karena seharusnya rumah jadi wangi setelah dipel dengan pewangi, bukan justru berbau amis.

Tenang, bau tersebut bisa diatasi segera karena letak masalahnya ada di alat pel yang digunakan. Dilansir situs Hunker, berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi bau amis yang muncul setelah mengepel.


1. Alat Pel

Apabila mendapati lantai berbau amis setelah dipel, coba cek kain pel yang digunakan. Apakah sudah dicuci sebelum digunakan atau langsung digunakan untuk mengelap lantai?

Kain pel rentan sekali menjadi sumber bakteri dan jamur. Aktivitas dari bakteri dan jamur dapat menimbulkan bau dan perubahan warna pada kain pel sehingga harus dicuci bersih dan kering. Ada anjuran untuk selalu mencuci alat pel dengan air bersih atau air hangat sebelum digunakan. Air tersebut bisa juga ditambahkan cairan anti bakteri atau pewangi. Cara ini dapat membuat kain pel lebih steril dan tidak muncul bau tak sedap pada lantai setelah digunakan.

Selain itu, kain pel juga perlu diganti secara berkala, apabila warna kainnya sudah gelap padahal semula berwarna putih, segera ganti dengan yang baru.

2. Sumber Air Pel

Masalah kedua berasal dari air yang digunakan untuk mengepel. Setiap mengepel seharusnya air pembersih diganti karena sudah terkontaminasi bakteri. Kemudian, setiap air baru sebaiknya ditambahkan cairan khusus pembersih lantai dan pemutih. Air yang dicampur dengan pemutih bisa memusnahkan bakteri dan jamur penyebab aroma tidak sedap pada lantai.

3. Sumber Bau Bukan dari Lantai

Jika dirasa bukan dari kain pel dan air yang digunakan, coba periksa kondisi lantai di rumah. Apakah sebelumnya ada makanan atau kotoran yang jatuh ke lantai.

Untuk mengatasi lantai yang memang sudah berbau, bisa dengan menuangkan campuran baking soda dengan air. Lalu biarkan campuran tersebut semalaman. Bila masih tidak berhasil, kamu harus coba untuk mencari sumber baunya. Sebagai contoh, mungkin karpet di rumah kamu adalah penyebabnya, karena karpet cenderung mudah untuk menangkap bau.

4. Tutupi dengan Pengharum Ruangan

Bila semua penyebab di atas sudah diatasi namun lantai masih tercium bau amis, semprot pengharum ruangan ke sekitar area tersebut. Kemudian, coba pel sekali lagi dengan kondisi air dan kain pel bersih.

Bisa juga dengan meletakkan semangkuk cairan pembersih serbaguna di area tersebut dan diamkan semalaman untuk menutupi sebagian aroma amis dari lantai.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

5 Kesalahan Mencuci yang Bikin Warna Pakaian Cepat Pudar



Jakarta

Sering berpikir apa ya penyebab pakaian jadi lebih cepat pudar? Pasti jawabannya sebab terlalu sering dicuci, ‘kan? Padahal, mencuci pakaian sah-sah saja asal dilakukan dengan tepat. Warna pakaian yang cepat pudar itu diakibatkan oleh kesalahan dalam proses mencuci.

Dilansir dari Real Simple, pada Selasa (03/06/2025) terdapat beberapa kesalahan yang mungkin tidak disadari bagi sebagian orang saat mencuci. Kesalahan ini dapat membuat warna pakaian jadi lebih cepat pudar.

Menggunakan Deterjen Keras

Bahan kimia pada deterjen yang terlalu keras dapat merusak bahan tekstil. Selain itu, juga bisa mengubah warna pakaian seiring waktu. Oleh karena itu, perhatikan kembali apakah deterjen yang dipakai sehari-hari terlalu banyak mengandung bahan kimia atau tidak. Sebagai solusi alternatif, bisa coba pakai deterjen yang berbahan dasar alami.


Terlalu Banyak Menggunakan Deterjen

Ternyata terlalu banyak menggunakan deterjen saat mencuci tidak berarti membuat pakaian jadi lebih bersih, justru sebaliknya. Menggunakan deterjen secara berlebihan dapat meninggalkan residu pada pakaian sehingga membuat pakaian menjadi lebih cepat kusam serta mempercepat proses pemudaran.

Kualitas Air Buruk

Beberapa kasus pakaian pudar bisa disebabkan oleh air yang digunakan saat mencuci. Air sadah mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium yang bisa menyebabkan kain terasa kasar, melemahkan serat kain, membuat kain cepat rusak, hingga mempercepat pemudaran warna.

Penggunaan Air Panas

Jenis kain tertentu memang dianjurkan menggunakan air panas seperti handuk atau pakaian yang saat kotor. Namun, air yang terlalu panas ini juga menjadi salah satu penyebab pudarnya warna pakaian. Sebab, air panas dapat membuka serat kain sehingga warna kain lebih mudah hilang. Oleh karena itu, gunakan air dingin terutama untuk pakaian yang berwarna gelap atau cerah.

Terlalu Banyak yang Dicuci

Pakaian justru tidak dapat bersih optimal jika dicuci ke dalam mesin cuci yang muatannya banyak. Membebani mesin cuci dengan pakaian yang banyak justru membuat mesin cuci sulit mendapat ruang cukup untuk bergerak. Akibatnya, pembilasan tidak dilakukan secara benar, deterjen mengendap, dan meninggalkan residu yang membuat pakaian lebih cepat berubah warna.

Itulah beberapa kesalahan mencuci yang berpotensi membuat pakaian kamu lebih cepat pudar warnanya.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Penyebab Ada Kadal di Rumah dan Cara Mengusirnya


Jakarta

Kadal merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di halaman rumah. Keberadaannya tidak berbahaya bagi penghuni rumah.

Terkadang keberadaannya bisa menguntungkan karena berperan sebagai pengusir hama. Walau demikian, adanya kadal di rumah bisa membuat penghuni gelisah dan berusaha untuk mengusirnya.

Sebelum bicara cara mengusir kadal, sebenarnya kenapa bisa sampai ada hewan reptil tersebut di rumah? Dilansir dari Smith Pest Management, berikut ini penyebabnya.


Penyebab Adanya Kadal di Rumah

1. Adanya Tempat Perlindungan

Kadal menyukai tempat yang gelap dan sejuk. Tak heran jika hewan satu ini bisa ditemukan di balik lemari atau di balik semak-semak, bahkan kursi taman.

2. Sumber Air

Kadal tertarik untuk masuk ke dalam maupun di sekitar pekarangan rumah karena adanya sumber air. Dengan air yang cukup, kadal bisa bertahan selama berbulan-bulan.

3. Sumber Makanan

Selain sumber air dan tempat perlindungan, adanya sumber makanan bisa membuat kadal datang ke pekarangan rumah. Beberapa makanan yang dikonsumsi kadal di antaranya semut, cacing tanah, hingga sayur.

Cara Mengusir Kadal

Jika penghuni rumah ingin mengusir kadal, bisa lakukan beberapa hal berikut ini seperti yang dikutip dari The Spruce.

1. Tanam Tanaman Pengusir Kadal

parsley, sage, thyme, mint and chives grow in a wooden self built raised bed on a terracedaun mint. Foto: Getty Images/iStockphoto/TG23

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menanam tanaman yang tidak disukai kadal, contohnya seperti eucalyptus, serai, dan peppermint. Kadal tidak menyukai aroma dari tanaman tersebut.

2. Bubuk Cabai

bubuk cabaibubuk cabai Foto: iStock

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu membuat ramuan semprot. Penghuni rumah bisa membuatnya dengan mencampurkan air dan cabai bubuk ke dalam botol semprot.

Lalu, semprotkan cairan tersebut ke area dekat pintu masuk atau area tersembunyi lainnya agar tidak mengganggu penghuni lainnya. Bau menyengat yang menguar dari cabai akan membuat kadal berpikir dua kali sebelum masuk ke area rumah.

3. Ampas Kopi

Jangan Dibuang! Ini 5 Manfaat Ampas Kopi untuk Keperluan Dapurampas kopi. Foto: Getty Images/Larisa Stefanuyk

Penghuni rumah juga bisa menggunakan ampas kopi untuk mengusir kadal. Cukup taburkan ampas kopi di sekitar rumah, misalnya di taman atau di dekat titik masuk untuk mencegah kadal ke dalam rumah.

Kadal tidak menyukai bau kopi yang kuat serta teksturnya yang kasar.

Nah, kalau sudah dilakukan cara-cara tersebut tapi masih belum ampuh mengusir kadal, saatnya menggunakan jasa profesional. Mereka akan memeriksa rumah dan menutup jalur masuk kadal atau bahkan menggunakan produk pengusir kadal.

Itu dia penyebab dan cara mengusir kadal dari rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi dan Cara Atasinya


Jakarta

Cacing merupakan salah satu hewan melata yang bisa muncul di berbagai tempat, salah satunya di dalam kamar mandi. Sebagian orang merasa geli dan takut dengan kehadiran cacing karena khawatir bisa masuk ke dalam tubuh.

Ada sejumlah penyebab mengapa cacing bisa muncul di kamar mandi, salah satunya karena kondisi kamar mandi yang lembap dan basah. Kondisi itu jadi tempat yang cocok bagi hewan melata tersebut untuk berkembang biak.

Namun jangan khawatir, ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi cacing di kamar mandi. Bagaimana caranya? Simak tipsnya dalam artikel ini.


Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan cacing bisa muncul di kamar mandi rumah. Dikutip dari DIY Home Comfort, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

1. Pipa Air Bocor

Faktor yang pertama karena terjadi kebocoran pipa air. Hal itu menyebabkan kamar mandi sangat lembap sehingga jadi tempat ideal bagi cacing untuk tumbuh. Sayangnya, kebocoran pipa air sering tidak terlihat seperti di balik dinding atau di bawah atap.

2. Drainase Buruk

Kondisi drainase di rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing muncul di kamar mandi. Hewan ini bisa masuk lewat saluran pembuangan yang mampet atau kotor.

3. Kamar Mandi Kotor

Selain karena drainase yang buruk, kondisi kamar mandi yang kotor juga menjadi tempat yang disenangi cacing. Bahkan, kotoran hingga jamur bisa tumbuh di kamar mandi sehingga membahayakan kesehatan penghuni.

4. Suhu Lembap di Kamar Mandi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kondisi lembap pada kamar mandi juga bisa menyebabkan cacing bermunculan. Ventilasi udara yang buruk membuat toilet jadi lembap secara terus-menerus, sehingga jadi tempat yang cocok bagi cacing berkembang biak.

Cara Ampuh Mengatasi Cacing di Kamar Mandi

Jika menemukan cacing di kamar mandi, jangan panik dan khawatir. Ada sejumlah cara ampuh untuk membasmi hewan tersebut. Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

1. Cairan Pemutih

Cara yang pertama adalah menggunakan cairan pemutih. Zat kimia tersebut dapat membunuh telur dan juga cacing-cacing yang bersembunyi di kamar mandi. Untuk cara pakainya, kamu bisa menuangkan cairan pemutih ke saluran air atau sela-sela di kamar mandi yang jadi tempat bersembunyi cacing.

2. Baking Soda dan Cuka Putih

Kombinasi baking soda dan cuka putih dinilai ampuh untuk membasmi cacing di kamar mandi. Untuk cara pakainya, campurkan baking soda dan cuka putih dengan perbandingan 50:50, lalu tuang air secukupnya dan aduk hingga merata.

Jika sudah tercampur rata, siram cairan tersebut ke area yang terdapat cacing dan saluran pembuangan air di kamar mandi.

3. Garam dan Air Sabun Mandi

Cara berikutnya adalah dengan menggunakan garam dan sabun mandi. Campurkan 500 gr garam dengan 5 liter air sabun mandi, setelah itu kocok hingga merata.

Kemudian siram air tersebut pada dinding, lantai, dan saluran pembuangan air di kamar mandi. Jangan lupa untuk menyikat kamar mandi dan siram kembali dengan air bersih.

Itulah empat penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi dan cara ampuh untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Penyebab dan Cara Cegah Cicak Masuk Rumah


Jakarta

Cicak merupakan salah satu reptil yang kerap ada di dalam rumah. Keberadaannya memang tidak berbahaya, tetapi bisa membuat penghuni rumah takut atau terkadang merasa jijik.

Belum lagi, kotoran cicak yang membuat ruangan kotor. Perilakunya juga terkadang suka memakan makanan yang terbuka bisa membuat penghuni rumah kesal.

Kenapa ya bisa ada cicak di rumah?


Penyebab Cicak Ada di Rumah

Ada beberapa alasan yang membuat cicak datang ke rumah. Dilansir dari situs Housing, berikut ini informasinya.

– Banyak serangga di rumah
– Ada makanan yang tergeletak
– Ada genangan air yang membuat ruangan lembap
– Terdapat celah yang memungkinkan cicak masuk, seperti jendela, ventilasi, atau atap
– Suhu di dalam rumah hangat

Cara Mencegah Cicak Masuk Rumah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cicak masuk ke dalam rumah. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.

Singkirkan Sumber Makanan

Biasanya cicak akan muncul karena terdapat banyak makanan, misalnya semut atau serangga lainnya. Kalau di rumah banyak serangga, sebaiknya atasi hal itu terlebih dahulu.

Selain itu, jika ada bahan makanan sebaiknya langsung disimpan di kulkas. Jangan biarkan tergeletak begitu saja karena bisa menarik cicak untuk memakannya. Hal yang jika ada remahan atau tumpahan makanan, sebaiknya segera dibersihkan.

Tutup Akses Masuk Cicak

Pastikan penghuni rumah menutup akses masuk cicak, seperti jendela atau ventilasi. Penghuni rumah bisa memasang jaring pada jendela atau ventilasi untuk mencegah cicak masuk dan masih mendapat sinar matahari.

Bersihkan Rumah

Rapikan dan bersihkan area rumah secara rutin. Kalau ada barang yang menumpuk, segera bereskan tumpukan itu agar tidak menjadi tempat persembunyian cicak. Jangan lupa juga buanglah sampah secara rutin biar cicak tidak bersarang di tempat sampah.

Cicak juga tertarik dengan genangan air. Karena itu, bersihkan genangan air di rumah yang menyebabkan kelembapan seperti pipa bocor agar tidak mengundangnya datang.

Cara Usir Cicak dari Rumah

Kalau sudah ada cicak di rumah, bisa juga mengusirnya. Dilansir dari Livspace dan Homes & Gardens, berikut ini caranya.

Lada dan Cabai

Black pepper seeds or peppercorns ( dried seeds of piper nigrum ) in wooden bowl and spoon isolated on wood table background.lada Foto: Getty Images/iStockphoto/Everyday better to do everything

Salah satu cara untuk mengusir cicak adalah menggunakan lada dan cabai. Caranya cukup campurkan sedikit merica atau bubuk cabai ke dalam air dan semprotkan ke area yang sering didatangi cicak.

Bubuk Kopi

bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

Cicak tidak menyukai aroma kopi yang kuat. Oleh karena itu, ia akan menjauhi aroma yang menyengat dari bubuk kopi.

Untuk mengusir cicak menggunakan bubuk kopi, bisa dengan mencampurkan bubuk kopi ke dalam air dan menyemprotkan ke daerah yang sering dilalui cicak. Selain itu, bisa juga menaburkan bubuknya saja.

Kamper

Untuk mengusir tikus atau hewan lain yang kemungkinan akan bersarang di mesin mobil, gunakan kapur barus.Kamper. Foto: Dadan Kuswaraharja

Kamper juga memiliki bau menyengat yang tidak disukai cicak. Penghuni rumah bisa menyebarkan beberapa kamper di sudut-sudut lemari, dapur, rak, ataupun di bawah wastafel untuk mengusir cicak tanpa harus membunuhnya.

Itulah penyebab, cara mencegah cicak masuk rumah, dan cara mengusir dari rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Bunga Es di Freezer Kulkas Bisa Merusak Mesin, Ini Cara Mencegahnya



Jakarta

Bunga es di freezer kulkas jangan dianggap sepele. Sebab jika bunga es semakin membesar bisa menimbulkan bau, ruang freezer semakin sempit dan bisa merusak kulkas jika terjadi dalam jangka panjang.

Memang munculnya bunga es di freezer kulkas merupakan hal yang wajar. Namun bisa saja itu dihindari jika tahu penyebab dan cara mencegahnya.

Berikut penjelasan mengenai penyebab munculnya bunga es di freezer, lengkap dengan cara mencegah, dan cara mengatasi dengan benar agar tidak merusak kulkas.


Penyebab Munculnya Bunga Es di Freezer

Bunga es adalah uap air yang membeku akibat pintu kulkas yang sering dibuka tutup. Uap air bisa berasal dari tiap benda yang disimpan di kulkas, atau dari ruangan tempat mesin pendingin ini berada.

Sesuai namanya, titik-titik kecil uap air membeku dan makin menumpuk layaknya bunga. Kristal bunga es yang sudah tebal tidak bisa dicairkan. Dikutip dari situs Mr Appliance, berikut beberapa penyebab munculnya bunga es:

Pintu freezer yang terbuka, bahkan dalam waktu singkat dapat menyebabkan munculnya bunga es. Penyebabnya adalah udara hangat dan lembap dari ruangan masuk ke dalam freezer.

Kemudian udara yang masuk akan mengembun pada berbagai benda di dalam freezer. Lama-kelamaan, kondensasi tersebut akan membeku dan menciptakan bunga es di dalam freezer.

Ada Celah pada Pintu

Penyebab pertama adalah terdapat celah pada pintu. Pintu kulkas memiliki magnetic gasket seal yang membuat pintu bisa tertutup rapat. Gasket ini mungkin rusak karena faktor usia atau masalah lain.

Untuk mengecek apakah gasket rusak, coba lakukan tes dengan meletakkan selembar uang kertas di tengah-tengah pintu, lalu tutuplah pintu tersebut. Tariklah kertas tersebut, jika mudah terlepas, berarti gasket kamu tidak menutup rapat.

Freezer Terlalu Penuh

Penyebab ketiga adalah freezer terlalu penuh. Isi yang terlalu penuh akan menghalangi sirkulasi udara. Setiap kali pintu freezer dibuka, udara hangat dan lembap akan mengendap di atas makanan dan memunculkan bunga es.

Pembuat Es Rusak

Jika kulkas kamu memiliki pembuat es built-in di pintu, ada kemungkinan udara hangat masuk ke dalam freezer lewat saluran es. Hal ini tidak cuma menyebabkan terbentuknya bunga es di dalam freezer, tetapi juga bisa merusak pembuat es.

Meletakkan Wadah Panas atau Basah di dalam Freezer

Meletakkan wadah panas atau basah juga akan meningkatkan kelembapan dalam freezer. Udara lembap akan memunculkan bunga es di sisi freezer. Pastikan menyimpan barang dalam kondisi kering.

Pemanas Pencairan Es yang Rusak

Beberapa kulkas dilengkapi pencair bunga es otomatis. Jika bunga es sudah menumpuk, tetapi pemanas tidak bekerja, mungkin ada masalah dengan papan kontrol timer pencairan.

Jika ternyata papan kontrolnya tidak rusak, mungkin alat pemanas pencairannya yang rusak. Tanpa alat ini, kamu harus mencairkan bunga es sendiri.

Termostat Pencairan Es Tidak Berfungsi

Jika penumpukan bunga es paling banyak tampak di sekitar dinding belakang freezer atau di ventilasi, kulkas mungkin mengalami masalah dengan termostat pencairan es.

Masalah ini bisa menjadi rumit, karena termostat pencairan es adalah komponen sensitif yang dipicu oleh perubahan pada evaporator. Ini memainkan peran penting dalam memasok daya ke pemanas dan mengendalikan awal dan akhir siklus pencairan.

Cara Mencegah Munculnya Bunga Es di Freezer

Jangan pernah menganggap sepele terhadap munculnya bunga es. Sebaiknya detikers melakukan langkah pencegahan agar bunga es tidak muncul di freezer. Berikut beberapa caranya:

  • Pastikan menutup pintu freezer dengan rapat dan jangan terlalu sering atau terlalu lama dibuka.
  • Dinginkan makanan sebelum dimasukkan ke freezer: Jangan memasukkan dalam kondisi panas.
  • Bersihkan freezer secara teratur, termasuk jika sisa makanan atau cairan yang tumpah.
  • Isi freezer jangan terlalu penuh, pastikan udara bisa bersirkulasi dengan baik.
  • Periksa segel pintu, apakah ada retakan atau celah pada segel pintu. Gantilah jika perlu agar kulkas tertutup rapat.
  • Cari suhu yang tepat untuk kulkas kamu, sesuai dengan buku panduan.
  • Tempatkan kulkas dengan benar. Jangan diletakkan di ruangan panas atau berdekatan dengan perabotan panas.

Cara Menangani Bunga Es di Freezer

Jika bunga es sudah muncul, jangan membiarkannya terlalu lama. Berikut beberapa langkah menangani bunga es di freezer.

1. Keluarkan Makanan dari Freezer

Langkah pertama adalah mengeluarkan makanan dari freezer ke bagian cooler agar makanan tak rusak karena fluktuasi suhu.

2. Letakkan Handuk Atau Kain

Selanjutnya, letakkan handuk atau kain secara strategis di sekitar dan di bagian bawah kulkas agar bisa menyerap air dari es yang mengalir ke bawah.

3. Cabut Listrik

Setelah melakukan langkah pencegahan di atas, cabut listrik agar beralih ke mode pencairan. Langkah ini juga mencegah terjadinya sengatan listrik maupun korsleting.

4. Biarkan Bunga Es Mencair Sendiri

Diamkan kulkas dan biarkan bunga es mencair secara alami. Jangan melakukan tindakan paksa, seperti mencongkel atau memukul dengan alat keras. Hal ini bisa merusak bagian dalam freezer.

5. Bersihkan dan Keringkan

Jika sudah mencair secara keseluruhan, mulai keringkan freezer. Ini juga waktu yang tepat untuk membersihkan kulkas secara menyeluruh. Manfaatkan sabun cuci piring atau soda kue, Jangan lupa keringkan jika sudah bersih.

6. Masukkan Lagi Makanan ke Freezer

Jika sudah bersih dan kering, kembali colokkan listrik dan masukkan kembali makanan ke freezer yang sudah bebas dari bunga es. Jangan lupa lakukan langkah pencegahan agar bunga es tak lagi muncul.

Nah, itulah berbagai penyebab munculnya bunga es yang mulai sekarang bisa dihindari. Selain merepotkan, bunga es juga membuat kulkas bisa rusak jika dibiarkan dalam jangka panjang.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Membersihkan Keran Air agar Tak Mudah Berkarat-Berlumut


Jakarta

Keran air merupakan perangkat sanitasi yang penting di rumah. Keran perlu dirawat sama seperti perangkat lain agar dapat bertahan lama.

Beberapa masalah yang sering ditemui ketika menggunakan keran adalah debit air yang bisa tiba-tiba menciut, air berlumut, keran kotor, hingga sulit ditutup rapat. Ada banyak faktor penyebab keran air rusak. Salah satu penyebabnya adalah kualitas dari air di rumah. Air yang bersih pasti tidak akan merusak benda-benda yang dilaluinya. Berbeda dengan air berlumpur atau air sadah yang dapat menyebabkan penyumbatan dan korosi.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dilansir Europe Enchanting berikut beberapa cara merawat keran air di rumah agar tidak cepat rusak dan tahan lama.


1. Hindari Pemakaian Spons Kawat

Spons kawat digunakan untuk menyikat noda membandel pada permukaan yang keras. Alat pembersih ini sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan keran air karena permukaan spons yang tajam justru dapat merusak lapisan keran air dan membuat banyak goresan. Lapisan terluar keran air fungsinya untuk melindungi dan mencegah material keran berkarat.

2. Hindari Pemakaian Bahan Kimia yang Keras

Bahan untuk membersihkan keran air sebenarnya tidak sulit dan mahal. Keran air bisa dibersihkan menggunakan perasan lemon, sabun cuci piring, atau cuka. Bahan kimia keras justru bisa membuat keran air meleleh hingga berkarat.

3. Bersihkan Aerator pada Keran Air

Aerator merupakan alat yang dipasang di ujung mulut keran. Bagian ini merupakan area penting pada keran air. Fungsinya untuk menghemat air, menghemat energi, dan mengurangi percikan air. Sebagai mulut keluarnya air, aerator harus dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat.

Cara membersihkannya dengan mencopot aerator kemudian direndam di dalam air hangat yang dicampur dengan cuka putih. Kemudian sikat dengan sikat gigi bekas sampai bersih.

4. Bersihkan Kerak pada Keran Air

Selain aerator, bagian leher keran air juga perlu dibersihkan. Pasti kerak-kerak putih yang menempel. Apabila didiamkan, justru dapat merusak lapisan terluar keran air. Cara membersihkannya bisa dengan cuka, sabun pencuci piring, hingga baking soda.

5. Rendam Keran untuk Membersihkan Kotoran

Selain bagian luar, bagian dalam juga perlu dibersihkan karena pasti ditemukan lumut, lumpur, dan kotoran halus yang menempel pada leher keran air bagian dalam. Caranya dengan melepas dan merendam keran tersebut di air cuka semalaman sehingga kotoran yang membandel dapat larut dan keluar dari keran air. Setelah direndam, bilas dengan air bersih dan memasangnya kembali.

Itulah cara membersihkan keran agar tidak mudah berkarat dan berlumut. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Benda yang Bikin Lalat Menyerbu Rumah, Cepat Singkirkan!



Jakarta

Pernahkah terganggu dengan adanya lalat di rumah? Lalat apalagi dengan jumlah banyak memang bikin resah bila menyerbu rumah.

Apalagi, lalat diketahui sering hinggap di tumpukan sampah sehingga membuat penghuni rumah jijik dan khawatir lalat akan membawa sumber penyakit.

Meski sudah diusir, seringkali lalat masih datang dan masuk ke rumah.


Bisa jadi, rumah kita masih ada benda-benda yang mengundang lalat datang. Apa saja benda yang mengundang lalat datang? Berikut penjelasannya.

Dilansir dari Terminx, berikut ini informasinya.

Sampah

Sampah merupakan hal yang ada di setiap rumah. Lalat umumnya tertarik dengan bahan organik di tempat sampah. Lalat juga bisa bertelur di tempat sampah. Makanya, kamu harus rajin menjaga kebersihan sampah dan menutup tempat sampah agar tidak menjadi sarang lalat.

Kotoran Hewan

Buat kamu yang punya hewan peliharaan wajib waspada. Hal itu karena lalat menyukai kotoran hewan. Pastikan kamu sering membersihkan kotoran hewan di rumah ya detikers.

Makanan Basi

Makanan basi, baik itu makanan hewan maupun makanan manusia, bisa menarik lalat ke rumah. Jadi, pastikan kamu membersihkan makanan basi agar tidak mengundang lalat ke rumah.

Buah dan Sayur Busuk

Buah busuk juga bisa menjadi hal yang menarik lalat untuk datang ke rumah. Segera buang buah busuk jika ada di rumah.

Cairan Manis atau Fermentasi

Cairan manis atau terfermentasi, seperti sirup, soda, maupun cuka bisa mengundang lalat ke rumah. Jika ada tumpahan cairan tersebut segera dilap dan bersihkan kaleng minuman soda sebelum dibuang.

Itulah beberapa hal yang bisa menarik lalat ke rumah.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor Serta Cara Mengatasinya


Jakarta

Air sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apabila air di rumah terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap, tentu hal ini bikin jengkel.

Sebab, air akan digunakan untuk mencuci baju, mandi, hingga mencuci peralatan makan. Apabila air yang digunakan kotor dan bau tentu tidak bisa digunakan.

Sebenarnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan air di rumah jadi kotor dan bau, salah satunya bisa disebabkan kandungan klorin pada air yang terlalu tinggi.


Selain itu, masih ada penyebab lain yang membuat air di rumah menjadi kotor dan bau. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor

Ada sejumlah faktor yang membuat air di rumah menjadi bau dan kotor sehingga tak bisa digunakan. Dikutip dari Better Homes & Gardens dan Clean Water Store, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

1. Kandungan Klorin yang Tinggi

Klorin bisa jadi salah satu penyebab air di rumah jadi batu dan keruh. Klorin sebenarnya terdapat dalam persediaan air pada tingkat sekitar 0,2 sampai 2 part per million (ppm). Namun dalam sejumlah kasus, tingkat klorin bisa menyentuh 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat sehingga efektif dalam membunuh bakteri. Pada umumnya, bau klorin dapat hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

2. Kandungan Besi dan Mangan Tinggi

Kadar zat besi dan mangan juga bisa ditemukan dalam air. Umumnya, kandungan besi dalam air maksimal di angka 0,3 mg/L atau 0,3 ppm. Jika kandungan besi melebihi angka tersebut, maka air dapat berubah warna menjadi merah, cokelat, atau kuning.

Mangan juga merupakan logam yang dapat ditemukan pada air. Mangan berasal dari tanah dan bebatuan di sekitar sumur, sedangkan besi berasal dari kerak bumi.

Kandungan mangan yang tinggi pada air bisa meninggalkan noda berwarna cokelat atau teh pada peralatan makan dan pakaian. Air yang terkontaminasi mangan tinggi dapat menciptakan rasa pahit.

3. Tumbuh Bakteri di Saluran Air

Air di rumah juga bisa mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau belerang atau telur busuk. Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang tumbuh di dalam saluran air, baik pemanas air maupun saluran pembuangan.

Munculnya bakteri di saluran air bisa disebabkan oleh derajat keasaman atau pH yang terlalu rendah, yakni di bawah 6,5. Kondisi itu dapat melarutkan mineral seperti zat besi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tak sedap.

Bakteri seperti Gallionella dan Leptothrix dapat memanfaatkan besi di air untuk metabolisme. Alhasil, kandungan air semakin kotor dan tidak sehat untuk digunakan.

4. Sumber Air Memang Kotor

Apabila tidak ditemukan pipa yang rusak atau kotor, bisa jadi masalahnya datang dari sumber air di rumah yang tidak bagus. Meskipun sudah menggali sumur air lebih dalam tetapi air yang keluar tetap kotor dan berlumpur.

Tips Mengatasi Air di Rumah yang Bau dan Kotor

Masalah air di rumah yang bau dan kotor tidak bisa dianggap sepele. Sebab, air sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Artisanal Water, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air yang kotor dan bau. Berikut caranya:

1. Pasang Filter Air

Tips yang pertama adalah memasang filter air untuk menyaring kandungan besi. Sebaiknya pilih alat filter yang sesuai untuk mengatasi masalah spesifik, seperti bau besi dan keruh.

2. Tawas

Salah satu bahan yang disebut efektif mengatasi air yang bau dan kotor adalah tawas. Bahan ini merupakan garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat.

Cara pakainya cukup melarutkan tawas yang sudah dihaluskan ke penampungan air sebanyak 500 gram hingga 1 Kg. Namun, perlu diperhatikan jika tawas bisa menimbulkan efek samping seperti mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi.

3. Ijuk (Serat Pepohonan)

Kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti ijuk untuk mengatasi air yang kotor. Perlu dicatat, langkah ini tak langsung berhasil secara instan sehingga perlu menunggu beberapa waktu.

Penggunaan ijuk sebagai filter air dapat dilakukan dengan cara membuat setumpuk ijuk yang diikat terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam sumur air. Apabila ijuk mengapung maka perlu diberi pemberat agar bisa masuk ke dalam air.

4. Merawat Pipa Air

Merawat pipa air secara berkala dapat mencegah air di rumah jadi bau dan kotor. Apabila pipa sudah berkarat maka segera ganti dengan yang baru. Sebaiknya pilih pipa yang tahan korosi seperti PVC untuk meminimalisir masalah serupa di kemudian hari.

Itulah penyebab air di rumah menjadi bau dan kotor serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Bantal Juga Bisa Kadaluarsa, Begini Tanda-tandanya


Jakarta

Bantal tidak bisa dipakai selamanya. Alas kepala yang pasti ada di tempat tidur ini memiliki jangka waktu pemakaian dan bisa kadaluarsa. Apabila sudah kadaluarsa, mau tidak mau bantal harus diganti dengan yang baru karena sudah tidak layak dipakai.

Apabila tidak langsung diganti, dapat berisiko bagi kesehatan penggunanya karena bantal yang sudah kotor dan harus diganti merupakan tempat yang disukai oleh tungau dan kutu busuk.

Lantas, bagaimana cara mengetahui bantal sudah kadaluarsa?


Dilansir Daily Mail, pada umumnya setiap jenis bantal memiliki jangka waktu pemakaian. Sebagai contoh bantal sintetis idealnya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.

Untuk mengetahui secara pasti waktu yang tepat untuk mengganti bantal, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.

1. Bantal Kempes

Bantal baru terutama yang sintetis bentuknya cukup besar dan bervolume. Bantal tersebut membuat posisi kepala lebih tinggi ketika digunakan. Massa di dalam bantal dari waktu ke waktu bisa berkurang. Faktornya bukan karena adanya kebocoran atau rusak, melainkan setelah sering dipakai dan menerima banyak tekanan, terjadi pengurangan massa dari dacron di dalamnya.

Jika bantal di rumah seperti ini berarti sudah saatnya untuk mengganti dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

2. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

Dengan berkurangnya massa di dalam bantal tersebut, bantal akan terlihat lebih kempes dan lemas. Dengan begitu, ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni menghadap atas, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

3. Terdapat Noda

Kebanyakan bantal memiliki warna dasar putih. Hal ini untuk mempermudah penggunanya untuk melihat ada kotoran atau noda pada bantal sehingga bisa segera dibersihkan. Selain itu, bantal juga bisa berubah menjadi kekuningan dan sulit dibersihkan karena pertumbuhan jamur. Penyebabnya adalah bantal tersebut lembap dari keringat, suhu udara ruangan, atau memang terkena tumpahan dan tidak dikeringkan.

Perubahan warna ini jangan dianggap sepele karena beberapa noda tidak dapat dibersihkan. Selain mengganggu tampilan bantal, perubahan warna juga sebagai pertanda bantal harus diganti.

4. Bantal Berbau Tidak Enak

Bantal yang telah menguning biasanya disertai dengan muncul bau tak sedap. Bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur. Menurut Doctor Sleep, apabila telah tercium bau apek atau tidak sedap, bantal harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com