Tag: penyebabnya

  • Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Penghuni rumah biasanya menyapu lalu mengepel lantai agar bersih dan wangi. Namun, terkadang lantai muncul bau amis meski sudah dipel.

    Alih-alih membersihkan rumah, lantai malah bau amis dan bikin kesan masih kotor. Hal ini sebenarnya bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat maupun alat pembersih yang kotor.

    Lantas, kenapa lantai bisa bau amis setelah dipel ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Lantai Bau Amis Habis Dipel

    Inilah beberapa penyebab lantai bau amis walau sudah dipel, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Air Pel Kotor

    Jika lantai bau amis setelah dipel, penyebabnya bisa jadi air yang digunakan kotor. Sebaiknya penghuni sering mengganti air pel, apalagi kalau warnanya sudah butek dan berbau.

    2. Kain Pel Kotor

    Selain air, kain pel yang kotor juga membuat lantai bau amis. Kain pel kotor tentu tidak dapat membersihkan lantai secara optimal.

    Pastikan untuk mencuci pel secara berkala menggunakan detergen, lalu menjemurnya. Simpan pel dalam kondisi kering agar tidak muncul bau amis. Penghuni juga bisa mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

    3. Ember Kotor

    Ember yang sering digunakan bakal kotor dan meninggalkan kerak. Air pel yang ditampung dalam ember kotor itu pun bisa jadi penyebab bau amis pada lantai. Penghuni perlu membersihkan dan mengeringkan ember setiap kali selesai digunakan.

    4. Tidak Pakai Cairan Pembersih

    Bau amis merupakan pertanda lantai belum bersih. Mengepel dengan air saja tidak cukup untuk membersihkan lantai. Sebaiknya gunakan cairan pembersih yang juga mengandung pewangi agar lantai tak bau.

    5. Metode Ngepel Kurang Tepat

    Metode ngepel lantai yang kurang tepat juga memicu bau amis. Gunakan alat dan metode ngepel sesuai dengan jenis lantai. Lantai keramik bisa dibersihkan menggunakan berbagai kain pel.

    Kalau penghuni menggunakan kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai, lakukan gerakan menyerupai angka delapan. Sementara pel berupa spons, penghuni bisa melakukan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

    Itulah beberapa penyebab lantai bau amis meski sudah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Atas Rumah Sering Terasa Panas dan Pengap? Ini 4 Biang Keroknya


    Jakarta

    Bagi yang rumahnya memiliki dua lantai atau lebih, pernah nggak merasakan lantai atas terasa lebih panas dan pengap? Perubahan suhu ini terasa bahkan saat masih berada di tangga rumah.

    Hal ini cukup mengherankan karena bisa hampir setiap siang lantai atas terasa seperti itu. Sementara, ventilasi seperti jendela dan lubang angin dalam keadaan terbuka untuk udara masuk. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Dilansir BBC, berikut alasan lantai atas bisa lebih panas dan pengap dari lantai bawah.


    1. Sirkulasi Udara Lantai Atas Buruk

    Jika rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, panas akan meresap melalui atap. Hal ini yang kemudian terasa di seluruh ruangan di lantai dua. Solusinya adalah buat jalur pertukaran udara di lantai bawah dan atas agar udara panas bisa keluar dan udara segar bisa masuk. Selain itu, tambahkan insulasi atau peredam panas pada atap, misalnya papan kayu besar yang menutupi seluruh atap.

    2. Tidak Ada Perangkat yang Membantu Pergerakan Udara

    Apabila sirkulasi di rumah tersebut tidak dapat diperbaiki karena sulit dan membutuhkan biaya besar. Minimal lantai dua disediakan kipas angin. Perangkat elektronik ini bisa membantu membuat pergerakan udara dan sirkulasi udara dengan cepat pada sebuah ruangan sehingga tidak begitu terasa panas dan pengap. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

    3. Terpapar Sinar Matahari

    Panas siang hari biasanya berasal dari atap. Namun, panas juga bisa datang dari jendela. Sebaiknya saat siang hari gorden jendela dalam keadaan tertutup agar panas matahari tidak terus menyorot langsung ke dalam rumah.

    4. Lampu Jarang Dimatikan

    Lampu juga bisa menjadi sumber panas apabila dihidupkan. Oleh karena itu, banyak anjuran untuk mematikan lampu apabila tidak digunakan atau di luar terang. Apabila saat gorden jendela ditutup ruangan jadi gelap, setidaknya di ruangan tersebut terdapat sirkulasi udara yang baik dan kipas angin atau AC.

    Itu dia beberapa alasan lantai atas rumah sering panas dan pengap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Rumah Langganan Bocor Tiap Hujan? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Atap bocor biasanya diketahui pertama kali saat hujan turun. Hal ini bisa terjadi pada rumah baru dan rumah lama.

    Penyebabnya cukup banyak, mulai dari pemasangan atap yang tidak rapih, tidak dilengkapi dengan bahan-bahan pelindung air, adanya sumbatan pada talang air, hingga memang ada retakan atau kerusakan pada atap.

    Tanda kebocoran pada atap rumah umumnya adalah muncul rembesan air pada atap dan dinding. Kemudian, jika kerusakannya sudah parah tetesan air akan terdengar dengan jelas dan lama kelamaan akan muncul noda kehitaman pada plafon. Noda tersebut sebenarnya jamur yang tumbuh di area yang lembap.


    Sayangnya, saat ini tidak ada jenis atap yang benar-benar 100 persen dapat melindungi rumah dari kebocoran. Namun, kebocoran pada atap bisa diatasi, dilansir How Home, berikut caranya.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Ketika hendak memperbaiki atap, kita harus tahu titik kerusakan dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Caranya adalah dengan naik ke atas. Jangan lupa ingat-ingat lokasi kebocoran yang terlihat dari dalam untuk dijadikan patokan kemungkinan letak kerusakannya.

    Terkadang air mengalir jauh dari tempat kerusakan karena perbedaan ketinggian permukaan atap, maka dari itu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Setelah mengetahui letak kerusakan, lakukan perbaikan dari bagian yang terbesar agar tidak bekerja dua kali. Apabila ada retak besar berarti harus dilakukan waterproofing berupa cairan mirip cat tetapi dengan hasil yang lebih tebal dan kental. Apabila hanya retakan kecil, bisa ditutup dengan cairan resin. Jangan lupa ditutup dengan bahan-bahan anti bocor lainnya sebelum genteng baru dipasang kembali.

    3. Mengganti Genteng

    Jangan memakai genteng atau jenis atap yang rusak. Apabila sudah retak, pecah, atau hancur, harus diganti dengan yang baru. Bisa juga meminta bantuan ahli untuk pemasangannya apabila tidak memiliki pengalaman.

    4. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti roll roofing atau genteng double.

    5. Bersihkan Talang Air

    Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

    6. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bantal di Rumah Menguning? Ini 3 Penyebab dan Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Bantal bukan hanya bisa mengalami perubahan bentuk, melainkan warna juga. Saat ini kebanyakan bantal berwarna putih, warna ini lama kelamaan bisa berubah jadi kekuningan seperti warna kuning yang biasa ditemukan pada kerah dan lipatan tangan baju.

    Penyebabnya bisa karena beragam alasan, dilansir Sleep Foundation, beberapa di antaranya karena kebiasaan penggunanya, seperti:

    1. Tidur dengan Rambut Basah

    Siapa yang suka tiduran di kasur padahal habis keramas. Alhasil bantal yang dipakai untuk meletakkan kepala jadi basah. Air sisa mandi di malam hari dapat meresap ke sarung bantal, menyebabkan noda kuning dan perubahan warna. Sebaiknya saat rambut masih basah, tahan dulu untuk tiduran menggunakan bantal.


    Hal ini juga berlaku untuk seseorang yang baru selesai olahraga dan kepalanya basah bermandikan keringat. Bantal bukan hanya jadi lembap, melainkan bisa bau apek. Selain itu, kepala yang lepek karena berminyak juga sebaiknya dibersihkan dahulu, baru setelah itu tidur menggunakan bantal. Minyak kulit ini sebenarnya bagus untuk kesehatan rambut, tetapi apabila telah membuat lembap bantal justru dapat mengubah warnanya menjadi kekuningan.

    2. Ngiler

    Selanjutnya adalah apabila bantal tersebut tidak memakai sarung bantal dan terkena iler atau air liur yang keluar dari mulut. Biasanya ngiler itu terjadi tidak sengaja saat sedang tidur. Orang yang tidur telentang cenderung tidak ngiler dibandingkan mereka yang tidur tengkurap atau menyamping. Jadi apabila ingin mengatasi masalah ngiler ini coba ubah posisi tidur.

    3. Tidak Membersihkan Makeup

    Saat ini sudah banyak perempuan memakai produk kecantikan pada wajah untuk terlihat lebih segar, menarik, dan cantik. Beberapa produk kecantikan ada yang tidak bisa terkena dengan benda lain karena bahannya bisa menempel pada benda lain. Produk kecantikan tersebut seperti lotion, krim wajah, dan bedak. Sebelum tidur sebaiknya bersihkan wajah dan pastikan benar-benar bersih karena produk kecantikan juga bisa menyebabkan permukaan bantal kuning.

    Cara Membersihkan Noda Kuning pada Bantal

    Apabila bantal di rumah sudah terlanjut berubah warna, berarti harus segera dibersihkan, begini caranya.

    1. Pakai Detergen

    Bantal bisa dicuci dengan detergen seperti pakaian. Dilansir dari The English Home, berikut caranya:

    – Tambahkan detergen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
    – Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
    – Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan detergen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

    Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

    2. Pakai Soda Kue dan Cuka Putih

    Apabila warnanya tidak ada perubahan, coba pakai campuran soda kue dan cuka. Kedua bahan ini sering dipakai untuk membersihkan noda membandel di segala benda. Berikut cara menggunakannya:

    – Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
    – Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
    – Setelah itu, basahkan kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
    – Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan detergen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

    3. Pakai Pemutih

    Dilansir dari Sleep Foundation, pemutih umumnya dipakai untuk menghilangkan noda pada pakaian putih. Bahan ini ternyata bisa digunakan untuk menghilangkan noda kuning pada bantal. Caranya, rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula.

    Kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda kuning pada bantal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Banyak Cicak di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu hewan reptil yang sering muncul di rumah. Kehadiran cicak bikin sebagian orang merasa takut karena bisa digigit atau mencemari makanan.

    Jika populasi cicak di rumah cukup banyak, maka detikers harus waspada. Sebab, ada sejumlah faktor yang membuat hewan melata itu bisa hidup dan berkembang biak di tempat tinggal kamu.

    Ingin tahu kenapa ada banyak cicak di sekitar rumah? Lalu bagaimana cara mengusirnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Muncul Banyak Cicak di Rumah

    Ada beberapa hal yang membuat cicak sering muncul di rumah. Dilansir situs Pest Clinic Singapore, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Rumah yang Lembap dan Hangat

    Cicak dapat berkembang biak di tempat yang lembap, gelap, dan hangat. Area ini juga ideal bagi cicak untuk berburu makanan seperti semut dan nyamuk.

    Ada beberapa titik di rumah yang cenderung lembap dan gelap, seperti lemari pakaian, rak buku, dan plafon. Maka tak heran kalau cicak sering bersembunyi di tempat-tempat tersebut.

    2. Ada Sisa Makanan di Meja

    Selain memburu serangga, cicak juga gemar memakan sisa-sisa makanan yang ada di atas meja, seperti nasi, buah, dan sayuran. Jika kamu lupa untuk membuang atau menutup sisa makanan di atas meja, maka bisa menarik cicak untuk datang ke rumah.

    3. Ada Retakan atau Celah di Rumah

    Karena memiliki ukuran tubuh yang kecil, cicak dapat menyelinap ke celah atau retakan di rumah, seperti jendela, dinding, pintu, dan lubang ventilasi udara. Oleh sebab itu, penting untuk menutup celah atau retakan di rumah supaya cicak tidak bisa masuk.

    4. Ada Genangan Air

    Agar bisa bertahan hidup, cicak akan mencari sumber air terdekat yang bisa dijangkau. Jika di rumah ada kebocoran pipa air, maka dapat mengundang reptil kecil itu untuk datang.

    Selain itu, cicak juga kerap ditemukan di wastafel dan kamar mandi yang basah. Sisa-sisa cipratan air yang tidak dikeringkan justru menjadi tempat yang cocok bagi cicak untuk mendapatkan sumber air.

    Cara Mengusir Cicak di Rumah dengan Ampuh

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir cicak di rumah. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut tipsnya:

    1. Simpan Makanan di Tempat yang Aman

    Langkah pertama adalah menyimpan makanan di tempat yang aman, seperti di kulkas atau ditutup dengan tudung saji. Jangan biarkan makanan tergeletak begitu saja karena dapat mengundang cicak datang untuk memakannya.

    Jika di rumah memiliki ruang khusus untuk menyimpan makan, sebaiknya dibersihkan secara berkala agar tidak dijadikan sarang oleh cicak.

    2. Bersihkan Rumah

    Selalu bersihkan rumah setiap hari dengan cara menyapu dan mengepel lantai. Selain itu, singkirkan barang-barang yang menumpuk karena bisa menjadi tempat persembunyian cicak.

    Jika ada remahan makanan yang jatuh ke lantai, sebaiknya segera dibersihkan. Soalnya, sisa-sisa makanan juga dapat mengundang cicak untuk datang ke rumah.

    3. Tutup Akses Masuk

    Cicak bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau retakan. Sebagai bentuk pencegahan, pemilik rumah dapat memasang jaring di jendela dan lubang ventilasi udara agar cicak dan hewan lainnya tidak bisa masuk.

    Kalau ditemukan ada retakan atau lubang pada dinding dan struktur rumah, sebaiknya segera diperbaiki karena bisa menjadi akses masuk cicak.

    4. Sebarkan Kamper

    Agar efektif mengusir cicak, pemilik rumah bisa menebarkan kamper di beberapa sudut rumah. Kamper disebut efektif untuk membasmi cicak karena mengeluarkan bau menyengat yang tidak disukai reptil tersebut.

    Selain di sudut ruangan, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari, rak buku, dapur, atau di bawah wastafel.

    5. Semprot Cairan Merica

    Selain bau yang menyengat, cicak ternyata juga tidak suka aroma pedas dari merica. Pemilik rumah bisa membuat semprotan merica dengan cara mencampur merica bubuk ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Agar efektif, kocok botol semprot terlebih dahulu sebelum digunakan. Lalu, semprotkan cairan ke sejumlah titik yang sering dilalui cicak.

    Itulah penyebab ada banyak cicak di rumah dan cara mengusirnya secara efektif. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tikus Ternyata Suka Bersarang di Atap Rumah, Ini Cara Usirnya


    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering kali ditemukan bersarang di sejumlah tempat, salah satunya pada bagian atap rumah.

    Meski tinggal di atap, tapi tikus masih bisa mengganggu penghuni rumah. Misalnya, tikus dapat turun ke bawah demi menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di atas meja makan.

    Munculnya sarang tikus di dalam rumah tentu tidak bisa dianggap remeh. Sebab, tikus bisa membawa sejumlah kotoran dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia.


    Ingin tahu mengapa tikus bisa bersarang di atap rumah? Lalu bagaimana cara untuk mengusirnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Penyebab Tikus Sering Bersarang di Atap Rumah

    Ada sejumlah faktor yang membuat tikus memilih bersarang di atap rumah. Dilansir situs Cleanipedia, berikut penyebabnya:

    1. Ada Lubang atau Celah

    Tikus bisa masuk ke atap rumah dengan melewati lubang ventilasi udara. Selain itu, ada celah yang terbuka juga bisa mengundang tikus untuk datang dan membuat sarang di atap rumah.

    Hewan ini bahkan mampu masuk ke dalam lubang yang ukurannya lebih kecil dari tubuh mereka. Sebab, tikus memiliki tubuh yang lentur.

    2. Menemukan Sumber Air

    Jika tikus bersarang di atap rumah maka kemungkinan besar karena ada pipa air yang bocor. Air yang keluar dari pipa dimanfaatkan oleh para tikus untuk mendapatkan minum. Bahkan, tikus tak segan untuk menggerogoti pipa air agar bisa mendapatkan air yang jauh lebih banyak.

    3. Tempat yang Nyaman

    Faktor lain yang membuat tikus bersarang di atap rumah karena menemukan tempat yang aman. Perlu diketahui, tikus termasuk hewan yang dapat bersarang di tempat hangat dan gelap.

    Selain itu, rumah yang kotor juga menjadi tempat yang cocok bagi tikus untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau sering menemukan tikus di meja makan atau dapur saat malam hari.

    Cara Ampuh Mengusir Tikus dari Atap Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir tikus dari atap rumah. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Periksa Atap Rumah

    Langkah pertama adalah mengecek area plafon rumah yang sering dilalui tikus. Jika melihat tanda-tanda seperti muncul kotoran tikus atau bekas cakaran di kayu, maka sebaiknya lakukan penanganan dengan cepat agar tikus bisa keluar dari rumah.

    2. Pasang Lem Tikus

    Jika sudah menemukan jejak tikus di atap rumah, kini tinggal memasang perangkap tikus. Kamu bisa memasang lem tikus dengan cara menempatkannya di area yang sering dilalui hama tersebut.

    Jangan lupa letakkan beberapa makanan yang beraroma menyengat. Hal ini agar tikus bisa terpancing dan masuk ke perangkap.

    3. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

    Guna mencegah tikus datang lagi ke atap rumah, kamu bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus. Lakukan penyemprotan cairan secara berkala agar hama tersebut tak akan datang lagi.

    Itu dia penyebab tikus bersarang di atap rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

    Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

    Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


    Retakan Tipis

    Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

    Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

    “Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

    Retakan yang Disertai Perubahan Warna

    Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

    Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

    “Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

    Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


    Jakarta

    Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

    Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

    Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


    Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

    Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

    Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

    1. Debu dan Kotoran Terlihat

    Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

    2. Aliran Udara Lemah

    Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

    3. Tercium Bau Tak Sedap

    AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

    4. Tagihan Listrik Bengkak

    Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

    5. Terdengar Bunyi

    Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

    6. Embusan Udara Hangat

    Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

    Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


    Jakarta

    Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

    Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

    Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


    Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

    Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

    Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

    1. Debu dan Kotoran Terlihat

    Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

    2. Aliran Udara Lemah

    Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

    3. Tercium Bau Tak Sedap

    AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

    4. Tagihan Listrik Bengkak

    Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

    5. Terdengar Bunyi

    Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

    6. Embusan Udara Hangat

    Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

    Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Usir Lintah di Rumah dengan Bahan Alami, Bisa Pakai Garam


    Jakarta

    Lintah merupakan salah satu hewan yang sering muncul di rumah. Kehadiran lintah membuat para penghuni rumah merasa tidak nyaman karena khawatir digigit dan dihisap darahnya.

    Hewan parasit ini menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi atau halaman rumah. Jika kamu menemukan lintah di sekitar rumah, sebaiknya jangan panik dan khawatir.

    Sebab, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengusir lintah dari rumah. Lalu, penting juga untuk mengetahui penyebab lintah dapat muncul di dalam rumah. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Ada Banyak Lintah di Rumah

    Munculnya banyak lintah di rumah bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir situs We Are Explorers, berikut penyebabnya.

    1. Kondisi Rumah yang Lembap

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lintah merupakan hewan yang senang berada di tempat yang lembap. Jika kondisi rumah sangat lembap, tak heran lintah dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, kalau hunian berada di dekat sungai, rawa atau selokan yang sering tergenang, lingkungan akan cenderung lembap. Hal itu yang membuat lintah juga sering muncul di rumah.

    2. Usai Hujan dan Banjir

    Setelah turun hujan biasanya lintah kerap muncul di perkarangan rumah atau menempel di dinding. Mereka akan berjalan secara perlahan menuju tempat yang kering agar tidak kebasahan.

    Lintah juga sering muncul usai banjir melanda. Bisa saja lintah terbawa arus banjir sehingga menempel di kendaraan, dinding rumah, atau tubuh manusia.

    3. Kamar Mandi yang Lembap

    Selain muncul di halaman rumah, terkadang lintah juga sering muncul di kamar mandi yang sangat lembap. Hewan melata tersebut bisa muncul di toilet lewat dua cara, yaitu melalui saluran air atau celah kamar mandi.

    Cara Usir Lintah dengan Bahan Alami

    Lintah yang muncul di halaman atau kamar mandi rumah dapat diusir dengan bahan alami, lho. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh usir lintah.

    1. Garam

    Selain digunakan untuk bumbu masakan, garam juga bisa digunakan untuk membasmi lintah di rumah. Cukup menaburkan garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah agar mereka tidak datang lagi.

    Penghuni juga bisa membasmi lintah dengan menaburkan garam secukupnya ke badannya. Tak lama, lintah akan bereaksi karena efek dari garam dan perlahan akan mati.

    2. Bawang Putih dan Cengkeh

    Penggunaan bawang putih dan cengkeh bisa menjadi solusi ampuh untuk membasmi lintah. Caranya cukup geprek 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Lalu, taburkan di ruangan yang lembap atau sudut-sudut kamar.

    3. Minyak Atsiri

    Minyak atsiri atau essential oil ternyata dapat digunakan untuk membasmi lintah. Cara pakainya juga mudah, siapkan beberapa bola kapas yang sudah dioleskan minyak esensial, lalu letakkan di sudut-sudut ruangan.

    4. Jus Lemon

    Cara lain untuk mengusir lintah di rumah bisa menggunakan jus lemon. Caranya cukup dengan peras 2 buah lemon dan dicampur dengan air secukupnya, lalu masukkan ke dalam botol semprot dan kocok sampai merata. Semprotkan cairan jus lemon itu pada area dinding dan tanaman agar lintah tidak datang lagi ke rumah.

    Itulah penyebab ada banyak lintah masuk ke rumah dan cara ampuh mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com