Tag Archives: penyebabnya

Anti Ribet, Ini 5 Cara Agar Kamar Mandi Bebas Bau


Jakarta

Memiliki kamar mandi yang harum tentunya bisa membuat penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penghuni rumah agar kamar mandi bebas bau.

Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan di rumah. Tak heran, bau tak sedap kadang menguar dari sana.

Tapi jangan khawatir karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kamar mandi bebas bau. Dilansir dari The Spruce berikut ini informasinya.


Rutin Membersihkan Kamar Mandi

Potret orang sedang membersihkan lantai kamar mandiPotret orang sedang membersihkan lantai kamar mandi Foto: freepik/Freepik

Hal ini tentu tidak boleh dilewatkan oleh penghuni rumah. Membersihkan kamar mandi secara rutin bisa membuat ruangan tersebut terbebas dari bau.

Hal itu karena bau di kamar mandi biasanya berasal dari lumut, saluran mampet, atau lubang kloset yang kotor. Nah, kalau sudah dibersihkan maka akan terbebas dari bau tak sedap. Para ahli kebersihan menyarankan untuk membersihkan kamar mandi seminggu sekali.

Bersihkan Saluran Air Kamar Mandi

Saluran air kamar mandi dipenuhi banyak kotoran dan debu setiap hari. Kalau kamar mandi bau, bisa jadi dari sana penyebabnya.

Untuk mengatasinya, bisa dengan menggunakan baking soda dan cuka. Caranya dengan menuangkan campuran baking soda dan cuka saluran air, lalu siram dengan air panas setelah 15 menit.

“Ini mencegah penumpukan biofilm, lapisan bakteri berlendir yang dapat menyebabkan bau tak sedap yang terus-menerus bahkan di kamar mandi yang tampak bersih,” kata pendiri Organize Every Room, Cara Palmer, dikutip dari The Spruce.

Tingkatkan Sirkulasi Udara

Meningkatkan sirkulasi udara bisa membantu menghilangkan bau. Kalau di kamar mandi ada jendela, sebaiknya dibuka beberapa saat agar udara masuk atau bisa juga memasang exhaust fan. Hal ini bisa menurunkan kelembapan di kamar mandi.

Pakai Baking Soda

jar of baking soda and spoon on the white backgroundbaking soda Foto: iStock

Baking soda merupakan salah satu bahan serba guna. Bubuk berwarna putih ini ternyata juga bisa menetralisir bau.

Salah satu cara mudah untuk mengatasi bau tak sedap di kamar mandi adalah dengan menaruh semangkuk kecil atau piring berisi baking soda di rak kamar mandi atau di dalam lemari kamar mandi.

Tambahkan Tanaman

Ilustrasi tanaman hias lidah mertua di kamar mandiIlustrasi tanaman hias lidah mertua di kamar mandi Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Trik lainnya adalah dengan menambahkan tanaman hias di dalam kamar mandi. Mungkin tampak tidak biasa, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa tanaman mampu menghilangkan polutan tertentu dari udara dan bahkan mengubahnya menjadi nutrisi. Beberapa tanaman hias pemurni udara terbaik antara lain spider plant, lidah mertua, bunga lili perdamaian atau peace lily.

Itulah beberapa cara agar kamar mandi di rumah bebas bau.

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Saklar Lampu Sering Panas Pertanda Ada Kerusakan, Harus Segara Diganti



Jakarta

Sakelar berguna untuk menghidupkan dan mematikan lampu di rumah. Permukaan sakelar umumnya memakai material yang bersifat isolator agar arus listrik dan panasnya tidak terasa hingga ke permukaannya. Lantas, jika sakelar lampu terasa panas, apa penyebabnya?

Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis sakelar lampu yang sering panas berarti kapasitasnya tidak sesuai dengan besar daya lampu yang dipakai di rumah tersebut.

Nurcholis menjelaskan saat ini standar sakelar sudah berubah dari yang semula. Kebanyakan sakelar dulu hanya bisa membantu untuk mengoperasikan lampu maksimal 2.200 watt, sekarang sudah mencapai 3.200 watt.


Apabila kapasitas listrik tersebut tidak sesuai dengan kemampuan sakelar yang terjadi adalah muncul panas berlebih yang terasa hingga ke bagian luar.

“Secara material, konektor. Dia kan cetek, nempel. Nah nempelnya ini mungkin kurang kencang, jadi menyebabkan dia itu seperti membara. artinya resistannya tinggi, pambatannya tinggi, jadi dia lebih panas, mengakibatkan panas, dan itu bisa terbakar,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Apabila kedua masalah tersebut dapat diatasi sakelar tidak akan pernah menghasilkan panas. Selain itu, Nurcholis juga membantah bahwa lampu yang menyebabkan saklar panas. Selama kapasitas sakelar mampu memberi perintah kepada banyak lampu yang memiliki daya ribuan, tidak akan ada panas yang terasa.

“Yang harus diganti adalah sakelarnya, bukan lampunya. Dengan kapasitas yang lebih besar. Ampernya harus kita pilih yang paling besar,” tegasnya.

Itulah penyebab saklar panas ketika digunakan, semoga membantu untuk mengetahui tanda masalah pada kelistrikan di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Ini 4 Masalah Listrik yang Sering Terjadi di Rumah


Jakarta

Bukan cuma maling, masalah pada kelistrikan di rumah juga bisa menimbulkan bahaya baik dari harta dan keselamatan jiwa. Penting untuk mengetahui apa saja kemungkinan kecelakaan yang terjadi akibat masalah pada kelistrikan di rumah.

Umumnya masalah kelistrikan di rumah yang sering terjadi adalah korsleting. Benar, itu salah satunya. Ada masalah-masalah lain yang mungkin tidak disadari dan tidak disangka akan menjadi ancaman bagi keselamatan.

Spesialis keselamatan listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji, menyebutkan beberapa masalah pada kelistrikan yang sering ditemukan di rumah, yaitu:


1. Masalah pada Instalasi Kelistrikan yang Sudah Tua

Instalasi listrik di rumah perlu rutin dicek dan dirawat. Apabila tidak, banyak bagian dari instalasi listrik di rumah yang akan rusak seperti kabel terkelupas atau kabel sobek. Hal ini dapat menyebabkan aliran listrik tidak stabil dan memicu korsleting listrik.

2. Cara Penyambungan Kabel yang Tak Benar

Cara pemasangan kabel pada instalasi listrik di rumah harus tertutup atau terisolasi dengan material yang tidak menghantarkan listrik. Kemudian, setiap kabel tidak ada yang tergencet apalagi tertumpuk. Semua dipasang dengan dengan rapi dan tertata.

Pemasangan kabel yang menumpuk dan berantakan dapat menimbulkan panas. Hal ini dapat menyebabkan lapisan isolasi meleleh seiring waktu.

Damar mengatakan pemakaian kabel dengan stop kontak lebih dari satu atau extension socket juga tidak dianjurkan. Misalnya dalam satu extension socket digunakan untuk kulkas, oven, dan penanak nasi, cara penggunaan kabel seperti ini dapat menyebabkan kebocoran arus.

“Kebocoran arus itu akibat isolasinya gagal. Nah kita harus tahu isolasi itu seperti kita pakai sepatu nih karena tegangan dengan lantai itu ada beda potensial. Itu bisa lewat kita (kasih efek) kalau kita tanpa alas kaki. Jadi sebaiknya kalau di rumah, pakai alas kaki (sebagai isolator),” jelas Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025).

3. Korsleting Listrik

Korsleting listrik umumnya disebabkan karena adanya kerusakan pada isolasi kabel, ada sambungan listrik yang longgar, dan terjadi lonjakan arus pendek.

“Kalau yang cepat itu ada yang korslet. Korslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar.

4. Listrik Turun

Kejadian listrik tiba-tiba mati tetapi setelah MCB dinyalakan, listrik akan kembali seperti semula disebut dengan listrik turun atau jepret. Penyebabnya adalah isolasi kabel yang tidak baik atau sudah rusak dan kelebihan beban pemakaian. Listrik yang turun berulang kali dalam waktu yang berdekatan juga bisa menyebabkan korsleting listrik.

Itulah masalah-masalah pada kelistrikan di rumah yang harus diwaspadai, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



Jakarta

Penghuni rumah biasanya menyapu lalu mengepel lantai agar bersih dan wangi. Namun, terkadang lantai muncul bau amis meski sudah dipel.

Alih-alih membersihkan rumah, lantai malah bau amis dan bikin kesan masih kotor. Hal ini sebenarnya bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat maupun alat pembersih yang kotor.

Lantas, kenapa lantai bisa bau amis setelah dipel ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Lantai Bau Amis Habis Dipel

Inilah beberapa penyebab lantai bau amis walau sudah dipel, dikutip dari Cleanipedia.

1. Air Pel Kotor

Jika lantai bau amis setelah dipel, penyebabnya bisa jadi air yang digunakan kotor. Sebaiknya penghuni sering mengganti air pel, apalagi kalau warnanya sudah butek dan berbau.

2. Kain Pel Kotor

Selain air, kain pel yang kotor juga membuat lantai bau amis. Kain pel kotor tentu tidak dapat membersihkan lantai secara optimal.

Pastikan untuk mencuci pel secara berkala menggunakan detergen, lalu menjemurnya. Simpan pel dalam kondisi kering agar tidak muncul bau amis. Penghuni juga bisa mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

3. Ember Kotor

Ember yang sering digunakan bakal kotor dan meninggalkan kerak. Air pel yang ditampung dalam ember kotor itu pun bisa jadi penyebab bau amis pada lantai. Penghuni perlu membersihkan dan mengeringkan ember setiap kali selesai digunakan.

4. Tidak Pakai Cairan Pembersih

Bau amis merupakan pertanda lantai belum bersih. Mengepel dengan air saja tidak cukup untuk membersihkan lantai. Sebaiknya gunakan cairan pembersih yang juga mengandung pewangi agar lantai tak bau.

5. Metode Ngepel Kurang Tepat

Metode ngepel lantai yang kurang tepat juga memicu bau amis. Gunakan alat dan metode ngepel sesuai dengan jenis lantai. Lantai keramik bisa dibersihkan menggunakan berbagai kain pel.

Kalau penghuni menggunakan kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai, lakukan gerakan menyerupai angka delapan. Sementara pel berupa spons, penghuni bisa melakukan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

Itulah beberapa penyebab lantai bau amis meski sudah dipel. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Lantai Atas Rumah Sering Terasa Panas dan Pengap? Ini 4 Biang Keroknya


Jakarta

Bagi yang rumahnya memiliki dua lantai atau lebih, pernah nggak merasakan lantai atas terasa lebih panas dan pengap? Perubahan suhu ini terasa bahkan saat masih berada di tangga rumah.

Hal ini cukup mengherankan karena bisa hampir setiap siang lantai atas terasa seperti itu. Sementara, ventilasi seperti jendela dan lubang angin dalam keadaan terbuka untuk udara masuk. Kira-kira apa ya penyebabnya?

Dilansir BBC, berikut alasan lantai atas bisa lebih panas dan pengap dari lantai bawah.


1. Sirkulasi Udara Lantai Atas Buruk

Jika rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, panas akan meresap melalui atap. Hal ini yang kemudian terasa di seluruh ruangan di lantai dua. Solusinya adalah buat jalur pertukaran udara di lantai bawah dan atas agar udara panas bisa keluar dan udara segar bisa masuk. Selain itu, tambahkan insulasi atau peredam panas pada atap, misalnya papan kayu besar yang menutupi seluruh atap.

2. Tidak Ada Perangkat yang Membantu Pergerakan Udara

Apabila sirkulasi di rumah tersebut tidak dapat diperbaiki karena sulit dan membutuhkan biaya besar. Minimal lantai dua disediakan kipas angin. Perangkat elektronik ini bisa membantu membuat pergerakan udara dan sirkulasi udara dengan cepat pada sebuah ruangan sehingga tidak begitu terasa panas dan pengap. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

3. Terpapar Sinar Matahari

Panas siang hari biasanya berasal dari atap. Namun, panas juga bisa datang dari jendela. Sebaiknya saat siang hari gorden jendela dalam keadaan tertutup agar panas matahari tidak terus menyorot langsung ke dalam rumah.

4. Lampu Jarang Dimatikan

Lampu juga bisa menjadi sumber panas apabila dihidupkan. Oleh karena itu, banyak anjuran untuk mematikan lampu apabila tidak digunakan atau di luar terang. Apabila saat gorden jendela ditutup ruangan jadi gelap, setidaknya di ruangan tersebut terdapat sirkulasi udara yang baik dan kipas angin atau AC.

Itu dia beberapa alasan lantai atas rumah sering panas dan pengap. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Atap Rumah Langganan Bocor Tiap Hujan? Begini Cara Atasinya


Jakarta

Atap bocor biasanya diketahui pertama kali saat hujan turun. Hal ini bisa terjadi pada rumah baru dan rumah lama.

Penyebabnya cukup banyak, mulai dari pemasangan atap yang tidak rapih, tidak dilengkapi dengan bahan-bahan pelindung air, adanya sumbatan pada talang air, hingga memang ada retakan atau kerusakan pada atap.

Tanda kebocoran pada atap rumah umumnya adalah muncul rembesan air pada atap dan dinding. Kemudian, jika kerusakannya sudah parah tetesan air akan terdengar dengan jelas dan lama kelamaan akan muncul noda kehitaman pada plafon. Noda tersebut sebenarnya jamur yang tumbuh di area yang lembap.


Sayangnya, saat ini tidak ada jenis atap yang benar-benar 100 persen dapat melindungi rumah dari kebocoran. Namun, kebocoran pada atap bisa diatasi, dilansir How Home, berikut caranya.

1. Tentukan Lokasi Kebocoran

Ketika hendak memperbaiki atap, kita harus tahu titik kerusakan dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Caranya adalah dengan naik ke atas. Jangan lupa ingat-ingat lokasi kebocoran yang terlihat dari dalam untuk dijadikan patokan kemungkinan letak kerusakannya.

Terkadang air mengalir jauh dari tempat kerusakan karena perbedaan ketinggian permukaan atap, maka dari itu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

Setelah mengetahui letak kerusakan, lakukan perbaikan dari bagian yang terbesar agar tidak bekerja dua kali. Apabila ada retak besar berarti harus dilakukan waterproofing berupa cairan mirip cat tetapi dengan hasil yang lebih tebal dan kental. Apabila hanya retakan kecil, bisa ditutup dengan cairan resin. Jangan lupa ditutup dengan bahan-bahan anti bocor lainnya sebelum genteng baru dipasang kembali.

3. Mengganti Genteng

Jangan memakai genteng atau jenis atap yang rusak. Apabila sudah retak, pecah, atau hancur, harus diganti dengan yang baru. Bisa juga meminta bantuan ahli untuk pemasangannya apabila tidak memiliki pengalaman.

4. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti roll roofing atau genteng double.

5. Bersihkan Talang Air

Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

6. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Bantal di Rumah Menguning? Ini 3 Penyebab dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Bantal bukan hanya bisa mengalami perubahan bentuk, melainkan warna juga. Saat ini kebanyakan bantal berwarna putih, warna ini lama kelamaan bisa berubah jadi kekuningan seperti warna kuning yang biasa ditemukan pada kerah dan lipatan tangan baju.

Penyebabnya bisa karena beragam alasan, dilansir Sleep Foundation, beberapa di antaranya karena kebiasaan penggunanya, seperti:

1. Tidur dengan Rambut Basah

Siapa yang suka tiduran di kasur padahal habis keramas. Alhasil bantal yang dipakai untuk meletakkan kepala jadi basah. Air sisa mandi di malam hari dapat meresap ke sarung bantal, menyebabkan noda kuning dan perubahan warna. Sebaiknya saat rambut masih basah, tahan dulu untuk tiduran menggunakan bantal.


Hal ini juga berlaku untuk seseorang yang baru selesai olahraga dan kepalanya basah bermandikan keringat. Bantal bukan hanya jadi lembap, melainkan bisa bau apek. Selain itu, kepala yang lepek karena berminyak juga sebaiknya dibersihkan dahulu, baru setelah itu tidur menggunakan bantal. Minyak kulit ini sebenarnya bagus untuk kesehatan rambut, tetapi apabila telah membuat lembap bantal justru dapat mengubah warnanya menjadi kekuningan.

2. Ngiler

Selanjutnya adalah apabila bantal tersebut tidak memakai sarung bantal dan terkena iler atau air liur yang keluar dari mulut. Biasanya ngiler itu terjadi tidak sengaja saat sedang tidur. Orang yang tidur telentang cenderung tidak ngiler dibandingkan mereka yang tidur tengkurap atau menyamping. Jadi apabila ingin mengatasi masalah ngiler ini coba ubah posisi tidur.

3. Tidak Membersihkan Makeup

Saat ini sudah banyak perempuan memakai produk kecantikan pada wajah untuk terlihat lebih segar, menarik, dan cantik. Beberapa produk kecantikan ada yang tidak bisa terkena dengan benda lain karena bahannya bisa menempel pada benda lain. Produk kecantikan tersebut seperti lotion, krim wajah, dan bedak. Sebelum tidur sebaiknya bersihkan wajah dan pastikan benar-benar bersih karena produk kecantikan juga bisa menyebabkan permukaan bantal kuning.

Cara Membersihkan Noda Kuning pada Bantal

Apabila bantal di rumah sudah terlanjut berubah warna, berarti harus segera dibersihkan, begini caranya.

1. Pakai Detergen

Bantal bisa dicuci dengan detergen seperti pakaian. Dilansir dari The English Home, berikut caranya:

– Tambahkan detergen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
– Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
– Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan detergen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

2. Pakai Soda Kue dan Cuka Putih

Apabila warnanya tidak ada perubahan, coba pakai campuran soda kue dan cuka. Kedua bahan ini sering dipakai untuk membersihkan noda membandel di segala benda. Berikut cara menggunakannya:

– Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
– Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
– Setelah itu, basahkan kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
– Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan detergen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

3. Pakai Pemutih

Dilansir dari Sleep Foundation, pemutih umumnya dipakai untuk menghilangkan noda pada pakaian putih. Bahan ini ternyata bisa digunakan untuk menghilangkan noda kuning pada bantal. Caranya, rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula.

Kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

Itulah beberapa cara menghilangkan noda kuning pada bantal. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Ada Banyak Cicak di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


Jakarta

Cicak merupakan salah satu hewan reptil yang sering muncul di rumah. Kehadiran cicak bikin sebagian orang merasa takut karena bisa digigit atau mencemari makanan.

Jika populasi cicak di rumah cukup banyak, maka detikers harus waspada. Sebab, ada sejumlah faktor yang membuat hewan melata itu bisa hidup dan berkembang biak di tempat tinggal kamu.

Ingin tahu kenapa ada banyak cicak di sekitar rumah? Lalu bagaimana cara mengusirnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Penyebab Muncul Banyak Cicak di Rumah

Ada beberapa hal yang membuat cicak sering muncul di rumah. Dilansir situs Pest Clinic Singapore, berikut sejumlah penyebabnya:

1. Rumah yang Lembap dan Hangat

Cicak dapat berkembang biak di tempat yang lembap, gelap, dan hangat. Area ini juga ideal bagi cicak untuk berburu makanan seperti semut dan nyamuk.

Ada beberapa titik di rumah yang cenderung lembap dan gelap, seperti lemari pakaian, rak buku, dan plafon. Maka tak heran kalau cicak sering bersembunyi di tempat-tempat tersebut.

2. Ada Sisa Makanan di Meja

Selain memburu serangga, cicak juga gemar memakan sisa-sisa makanan yang ada di atas meja, seperti nasi, buah, dan sayuran. Jika kamu lupa untuk membuang atau menutup sisa makanan di atas meja, maka bisa menarik cicak untuk datang ke rumah.

3. Ada Retakan atau Celah di Rumah

Karena memiliki ukuran tubuh yang kecil, cicak dapat menyelinap ke celah atau retakan di rumah, seperti jendela, dinding, pintu, dan lubang ventilasi udara. Oleh sebab itu, penting untuk menutup celah atau retakan di rumah supaya cicak tidak bisa masuk.

4. Ada Genangan Air

Agar bisa bertahan hidup, cicak akan mencari sumber air terdekat yang bisa dijangkau. Jika di rumah ada kebocoran pipa air, maka dapat mengundang reptil kecil itu untuk datang.

Selain itu, cicak juga kerap ditemukan di wastafel dan kamar mandi yang basah. Sisa-sisa cipratan air yang tidak dikeringkan justru menjadi tempat yang cocok bagi cicak untuk mendapatkan sumber air.

Cara Mengusir Cicak di Rumah dengan Ampuh

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir cicak di rumah. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut tipsnya:

1. Simpan Makanan di Tempat yang Aman

Langkah pertama adalah menyimpan makanan di tempat yang aman, seperti di kulkas atau ditutup dengan tudung saji. Jangan biarkan makanan tergeletak begitu saja karena dapat mengundang cicak datang untuk memakannya.

Jika di rumah memiliki ruang khusus untuk menyimpan makan, sebaiknya dibersihkan secara berkala agar tidak dijadikan sarang oleh cicak.

2. Bersihkan Rumah

Selalu bersihkan rumah setiap hari dengan cara menyapu dan mengepel lantai. Selain itu, singkirkan barang-barang yang menumpuk karena bisa menjadi tempat persembunyian cicak.

Jika ada remahan makanan yang jatuh ke lantai, sebaiknya segera dibersihkan. Soalnya, sisa-sisa makanan juga dapat mengundang cicak untuk datang ke rumah.

3. Tutup Akses Masuk

Cicak bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau retakan. Sebagai bentuk pencegahan, pemilik rumah dapat memasang jaring di jendela dan lubang ventilasi udara agar cicak dan hewan lainnya tidak bisa masuk.

Kalau ditemukan ada retakan atau lubang pada dinding dan struktur rumah, sebaiknya segera diperbaiki karena bisa menjadi akses masuk cicak.

4. Sebarkan Kamper

Agar efektif mengusir cicak, pemilik rumah bisa menebarkan kamper di beberapa sudut rumah. Kamper disebut efektif untuk membasmi cicak karena mengeluarkan bau menyengat yang tidak disukai reptil tersebut.

Selain di sudut ruangan, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari, rak buku, dapur, atau di bawah wastafel.

5. Semprot Cairan Merica

Selain bau yang menyengat, cicak ternyata juga tidak suka aroma pedas dari merica. Pemilik rumah bisa membuat semprotan merica dengan cara mencampur merica bubuk ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

Agar efektif, kocok botol semprot terlebih dahulu sebelum digunakan. Lalu, semprotkan cairan ke sejumlah titik yang sering dilalui cicak.

Itulah penyebab ada banyak cicak di rumah dan cara mengusirnya secara efektif. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Tikus Ternyata Suka Bersarang di Atap Rumah, Ini Cara Usirnya


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering kali ditemukan bersarang di sejumlah tempat, salah satunya pada bagian atap rumah.

Meski tinggal di atap, tapi tikus masih bisa mengganggu penghuni rumah. Misalnya, tikus dapat turun ke bawah demi menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di atas meja makan.

Munculnya sarang tikus di dalam rumah tentu tidak bisa dianggap remeh. Sebab, tikus bisa membawa sejumlah kotoran dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia.


Ingin tahu mengapa tikus bisa bersarang di atap rumah? Lalu bagaimana cara untuk mengusirnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Penyebab Tikus Sering Bersarang di Atap Rumah

Ada sejumlah faktor yang membuat tikus memilih bersarang di atap rumah. Dilansir situs Cleanipedia, berikut penyebabnya:

1. Ada Lubang atau Celah

Tikus bisa masuk ke atap rumah dengan melewati lubang ventilasi udara. Selain itu, ada celah yang terbuka juga bisa mengundang tikus untuk datang dan membuat sarang di atap rumah.

Hewan ini bahkan mampu masuk ke dalam lubang yang ukurannya lebih kecil dari tubuh mereka. Sebab, tikus memiliki tubuh yang lentur.

2. Menemukan Sumber Air

Jika tikus bersarang di atap rumah maka kemungkinan besar karena ada pipa air yang bocor. Air yang keluar dari pipa dimanfaatkan oleh para tikus untuk mendapatkan minum. Bahkan, tikus tak segan untuk menggerogoti pipa air agar bisa mendapatkan air yang jauh lebih banyak.

3. Tempat yang Nyaman

Faktor lain yang membuat tikus bersarang di atap rumah karena menemukan tempat yang aman. Perlu diketahui, tikus termasuk hewan yang dapat bersarang di tempat hangat dan gelap.

Selain itu, rumah yang kotor juga menjadi tempat yang cocok bagi tikus untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau sering menemukan tikus di meja makan atau dapur saat malam hari.

Cara Ampuh Mengusir Tikus dari Atap Rumah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir tikus dari atap rumah. Berikut langkah-langkahnya:

1. Periksa Atap Rumah

Langkah pertama adalah mengecek area plafon rumah yang sering dilalui tikus. Jika melihat tanda-tanda seperti muncul kotoran tikus atau bekas cakaran di kayu, maka sebaiknya lakukan penanganan dengan cepat agar tikus bisa keluar dari rumah.

2. Pasang Lem Tikus

Jika sudah menemukan jejak tikus di atap rumah, kini tinggal memasang perangkap tikus. Kamu bisa memasang lem tikus dengan cara menempatkannya di area yang sering dilalui hama tersebut.

Jangan lupa letakkan beberapa makanan yang beraroma menyengat. Hal ini agar tikus bisa terpancing dan masuk ke perangkap.

3. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

Guna mencegah tikus datang lagi ke atap rumah, kamu bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus. Lakukan penyemprotan cairan secara berkala agar hama tersebut tak akan datang lagi.

Itu dia penyebab tikus bersarang di atap rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



Jakarta

Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


Retakan Tipis

Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

“Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

Retakan yang Disertai Perubahan Warna

Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

“Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com