Tag Archives: penyebabnya

Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


Jakarta

Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

1. Debu dan Kotoran Terlihat

Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

2. Aliran Udara Lemah

Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

3. Tercium Bau Tak Sedap

AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

4. Tagihan Listrik Bengkak

Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

5. Terdengar Bunyi

Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

6. Embusan Udara Hangat

Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


Jakarta

Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

1. Debu dan Kotoran Terlihat

Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

2. Aliran Udara Lemah

Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

3. Tercium Bau Tak Sedap

AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

4. Tagihan Listrik Bengkak

Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

5. Terdengar Bunyi

Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

6. Embusan Udara Hangat

Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Usir Lintah di Rumah dengan Bahan Alami, Bisa Pakai Garam


Jakarta

Lintah merupakan salah satu hewan yang sering muncul di rumah. Kehadiran lintah membuat para penghuni rumah merasa tidak nyaman karena khawatir digigit dan dihisap darahnya.

Hewan parasit ini menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi atau halaman rumah. Jika kamu menemukan lintah di sekitar rumah, sebaiknya jangan panik dan khawatir.

Sebab, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengusir lintah dari rumah. Lalu, penting juga untuk mengetahui penyebab lintah dapat muncul di dalam rumah. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Penyebab Ada Banyak Lintah di Rumah

Munculnya banyak lintah di rumah bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir situs We Are Explorers, berikut penyebabnya.

1. Kondisi Rumah yang Lembap

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lintah merupakan hewan yang senang berada di tempat yang lembap. Jika kondisi rumah sangat lembap, tak heran lintah dapat hidup dan berkembang biak.

Selain itu, kalau hunian berada di dekat sungai, rawa atau selokan yang sering tergenang, lingkungan akan cenderung lembap. Hal itu yang membuat lintah juga sering muncul di rumah.

2. Usai Hujan dan Banjir

Setelah turun hujan biasanya lintah kerap muncul di perkarangan rumah atau menempel di dinding. Mereka akan berjalan secara perlahan menuju tempat yang kering agar tidak kebasahan.

Lintah juga sering muncul usai banjir melanda. Bisa saja lintah terbawa arus banjir sehingga menempel di kendaraan, dinding rumah, atau tubuh manusia.

3. Kamar Mandi yang Lembap

Selain muncul di halaman rumah, terkadang lintah juga sering muncul di kamar mandi yang sangat lembap. Hewan melata tersebut bisa muncul di toilet lewat dua cara, yaitu melalui saluran air atau celah kamar mandi.

Cara Usir Lintah dengan Bahan Alami

Lintah yang muncul di halaman atau kamar mandi rumah dapat diusir dengan bahan alami, lho. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh usir lintah.

1. Garam

Selain digunakan untuk bumbu masakan, garam juga bisa digunakan untuk membasmi lintah di rumah. Cukup menaburkan garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah agar mereka tidak datang lagi.

Penghuni juga bisa membasmi lintah dengan menaburkan garam secukupnya ke badannya. Tak lama, lintah akan bereaksi karena efek dari garam dan perlahan akan mati.

2. Bawang Putih dan Cengkeh

Penggunaan bawang putih dan cengkeh bisa menjadi solusi ampuh untuk membasmi lintah. Caranya cukup geprek 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Lalu, taburkan di ruangan yang lembap atau sudut-sudut kamar.

3. Minyak Atsiri

Minyak atsiri atau essential oil ternyata dapat digunakan untuk membasmi lintah. Cara pakainya juga mudah, siapkan beberapa bola kapas yang sudah dioleskan minyak esensial, lalu letakkan di sudut-sudut ruangan.

4. Jus Lemon

Cara lain untuk mengusir lintah di rumah bisa menggunakan jus lemon. Caranya cukup dengan peras 2 buah lemon dan dicampur dengan air secukupnya, lalu masukkan ke dalam botol semprot dan kocok sampai merata. Semprotkan cairan jus lemon itu pada area dinding dan tanaman agar lintah tidak datang lagi ke rumah.

Itulah penyebab ada banyak lintah masuk ke rumah dan cara ampuh mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


Jakarta

Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

1. Halaman Rumah Tidak Terawat

Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

“Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

“Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

3. Banyak Kerusakan di Rumah

Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

“Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

4. Perabotan yang Sudah Jadul

Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

“Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

“Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ini Penyebab Banyak Debu di Rumah yang Picu Masalah Kesehatan


Jakarta

Rumah tak hanya tampak indah dan estetis, tapi juga harus mengutamakan kebersihan. Maka dari itu, penting untuk selalu membersihkan rumah minimal dua kali dalam seminggu.

Apabila rumah jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan banyak debu dan kotoran yang menempel di lemari, lantai, dan dinding. Jika dibiarkan, partikel debu dapat terhirup dan memicu masalah kesehatan, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rumah dipenuhi oleh debu dan kotoran. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Penyebab Banyak Debu di Rumah

Ada sejumlah penyebab debu dan kotoran menumpuk di rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut penyebabnya:

1. Sirkulasi Udara yang Buruk

Alasan utama banyak debu di rumah karena sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini makin diperparah dengan ventilasi udara yang jarang dibersihkan sehingga kotoran terus menumpuk.

Jika terdapat exhaust fan di rumah, sebaiknya segera dibersihkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kalau kondisi lingkungan di rumah banyak debu maka perlu dibersihkan berkala setiap dua bulan sekali.

2. Karpet Kotor

Karpet di rumah perlu dibersihkan secara berkala setiap dua kali dalam seminggu. Jika karpet sering dilalui penghuni rumah maka perlu dibersihkan minimal tiga kali seminggu.

Karpet yang kotor dapat menyebabkan penumpukan debu. Selain itu, ada banyak tungau dan kutu busuk yang bersarang di dalam karpet sehingga menyebabkan kulit gatal dan bercak merah.

3. Bulu Hewan Peliharaan

Jika kamu memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, penting untuk menjaga kebersihan rumah secara rutin. Sebab, bulu-bulu dari hewan peliharaan bisa beterbangan dan menumpuk di karpet, tempat tidur, dan kain sofa.

“Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya cenderung menjadi sumber debu utama,” kata pakar kebersihan di Nectar Shyam Joshi.

Sebagai solusinya, hewan peliharaan perlu dimandikan dan dicukur bulunya secara berkala. Joshi menyarankan untuk membawa hewan kesayangan ke salon khusus hewan agar bersih dan wangi.

4. Rumah Jarang Dibersihkan

Rumah yang tak terawat akan menyebabkan penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan maka dapat mengganggu kesehatan seperti alergi, kulit gatal, hingga gangguan pernapasan.

Joshi menyarankan agar membersihkan rumah setiap seminggu sekali, termasuk menyapu dan mengepel lantai. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu di sofa dan karpet, lalu cuci seprai tempat tidur secara teratur.

“Idealnya, langkah ini dilakukan setiap minggu jika memungkinkan untuk menghindari debu dan berbagai alergen,” ujarnya.

Itulah empat penyebab banyak debu dan kotoran yang menumpuk di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Tembok Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya, Begini Penjelasannya



Jakarta

Dinding rumah yang mulai retak tentu bikin risih. Selain mengganggu tampilan rumah, retakan ternyata bisa jadi tanda adanya masalah pada struktur bangunan, lho.

Retakan tembok bisa muncul di rumah baru maupun lama, tergantung kondisi fondasi, material, dan lingkungan sekitar. Ada retakan yang aman, tapi ada juga yang berpotensi membahayakan. Yuk, kenali jenis dan penyebabnya supaya kamu bisa bertindak cepat sebelum makin parah!

Jenis-Jenis Retakan Dinding

1. Retakan Horizontal

Kalau kamu melihat retakan besar yang membentang horizontal, hati-hati. Jenis ini biasanya menandakan adanya pergerakan struktur atau kerusakan fondasi. Penyebab lainnya bisa karena pergeseran tanah atau air yang merembes ke dinding. Sebaiknya segera periksa ke tenaga ahli agar tidak berisiko bagi keamanan rumah.


2. Retakan Diagonal

Retakan diagonal atau bergerigi biasanya muncul akibat kerusakan struktur, seperti tanah ambles, rayap, atau rusaknya kayu penyangga. Ini termasuk retakan serius dan harus segera diperiksa oleh profesional.

3. Retakan Vertikal

Jenis ini sering muncul di sudut antara dinding dan langit-langit. Umumnya disebabkan oleh ambles ringan atau penyusutan material. Kalau retakannya tidak melebar atau panjangnya bertambah, biasanya tidak berbahaya. Tapi jika mulai lembap atau muncul air, sebaiknya segera diperiksa.

Penyebab Umum Dinding Retak

1. Rumah Baru

Retakan kecil di rumah baru adalah hal wajar karena material masih menyesuaikan diri. Namun, kalau retakannya terus muncul di tempat yang sama, sebaiknya konsultasikan ke kontraktor.

2. Rumah Tua

Rumah yang sudah berumur biasanya lebih sering mengalami retakan karena pergeseran fondasi atau kelembapan tinggi. Retakan kecil di bawah 0,8 cm umumnya aman, tapi kalau sudah lebih lebar, segera periksa penyebabnya.

3. Plester Menyusut

Plester yang cepat kering bisa menyusut dan menimbulkan retak halus. Solusinya mudah: tambal dan cat ulang, serta pastikan proses pengeringan dinding dilakukan perlahan agar tidak retak lagi.

4. Lembap dan Air Merembes

Kelembapan tinggi bisa membuat dinding retak dan berjamur. Ini sering terjadi saat musim hujan. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa masuk ke celah dan memperburuk struktur dinding.

5. Retakan di Plafon

Plafon juga bisa retak akibat pergerakan struktur atau kelembapan tinggi. Cek apakah ada tanda-tanda lapisan plester terlepas atau rayap. Jika iya, segera perbaiki agar tidak ambruk.

6. Akar Tanaman

Pohon besar di dekat rumah bisa menyebabkan tanah ambles karena akar menekan fondasi. Solusinya, pangkas atau pindahkan pohon yang terlalu dekat dengan bangunan.

7. Gempa dan Pergerakan Tanah

Guncangan besar seperti gempa bisa menimbulkan retakan baru. Setelah gempa, periksa seluruh dinding, terutama bagian sudut dan fondasi rumah.

8. Tanaman Merambat

Tanaman rambat memang indah, tapi akarnya bisa menembus dan merusak lapisan luar dinding. Sebaiknya pasang teralis khusus agar tanaman tidak langsung menempel ke tembok.

Kapan Harus Khawatir?

Jika retakan terlihat makin panjang, lebar, atau disertai rembesan air, segera hubungi tenaga ahli bangunan. Retakan yang dibiarkan bisa berkembang jadi kerusakan struktural serius dan membahayakan penghuni rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Alasan Ubin Lantai Bisa Meledak dan Terangkat Menurut Kontraktor


Jakarta

Ubin lantai suatu ketika bisa meledak sampai terangkat. Kerusakan ini membuat permukaan lantai tidak rata sehingga tidak nyaman buat dipijak maupun dipandang.

Kontraktor dari Rebwild, Wildan, mengatakan ubin lantai yang terangkat karena meledak disebut dengan istilah ‘popping’. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada bangunan rumah tua.

Untuk mengatasinya, pemilik rumah dapat mengganti ubin yang rusak. Pemilik juga bisa mengganti seluruh ubin lantai sekaligus.


Lantas, mengapa ubin lantai bisa meledak? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Keramik Lantai Meledak

Inilah faktor-faktor yang bisa membuat ubin lantai meledak.

1. Penurunan Lantai

Penurunan atau pergeseran lantai atau tanah dapat menyebabkan lantai popping. Kejadian itu biasanya terjadi di lantai satu rumah bertingkat.

“Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

2. Hawa Panas dari Tanah

Lalu, gas alam atau hawa panas dari bawah tanah juga bisa membuat ubin lantai meledak. Tekanan dari gas mendorong ubin hingga terangkat.

3. Panas Semen Terperangkap

Selain dari bawah tanah, hawa panas yang terperangkap pada semen bisa membuat lantai terangkat. Adonan semen memang bersifat panas.

Sebagai langkah pencegahan, tukang bangunan bisa merendam ubin selama 15 menit hingga 1 jam sebelum pemasangan. Pastikan juga permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai.

4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

Kemudian, ubin lantai meledak bisa disebabkan oleh kekuatan lantai. Komposisi adukan mortar yang tidak sesuai anjuran dapat mengurangi kekuatan lantai.

“Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” ucapnya.

5. Keramik Tidak Berkualitas

Terakhir, ubin lantai meledak karena kualitas keramik kurang memadai. Ubin yang tak mampu menahan tekanan besar punya potensi untuk meledak. Nah, sebaiknya menggunakan ubin yang berkualitas dengan daya tekan sesuai standar.

“Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

Itulah sejumlah penyebab ubin lantai meledak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Buruan Cek, Ini 5 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


Jakarta

Sebagus apa pun rumah, pasti penghuninya pernah mendapati kerusakan di dalamnya. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor pembangunan atau faktor luar.

Apabila mendapati masalah, sekecil apa pun, penghuni rumah harus segera memperbaiki atau melakukan renovasi. Hal ini untuk menjaga kelangsungan rumah dan meningkatkan keamanannya karena bisa saja kerusakan tersebut mengancam nyawa.

Dilansir dari Architecture Beast, ada 5 kerusakan rumah yang harus segera ditangani dan tidak boleh ditunda, berikut daftarnya.


1. Atap atau Genteng Bocor

Masalah yang kerap ditemui di rumah adalah kebocoran pada atap rumah. Tandanya biasanya sangat jelas, mulai dari terdengar tetesan air, banyak rembesan air pada dinding, muncul bekas air pada plafon hingga tumbuh jamur.

Atap yang bocor harus segera diperbaiki agar kerusakan pada plafon tidak semakin meluas dan terhindar dari kejadian atap ambruk. Renovasi atap bocor tidak harus mengeluarkan uang yang besar. Perbaikan bisa disesuaikan dengan luas kebocoran dan kerusakannya. Apabila atap tidak pernah mengalami kebocoran, umumnya atap genteng harus diganti setiap 30 tahun sekali.

2. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

Rumah sepertinya tidak terlepas dari yang namanya perbaikan. Minimal sekali ada bagian di rumah yang harus direnovasi.

Namun, apabila bagian tersebut terus-terusan rusak setelah diperbaiki, bagian tersebut harus diganti atau melakukan renovasi besar. Bisa jadi penyebabnya karena sumber masalah yang belum diatasi sehingga kerusakan kecil tersebut terus terjadi. Mengganti atau melakukan renovasi besar dapat menekan biaya renovasi berulang dan menjaga rumah lebih awet dan kokoh.

3. Kerusakan pada Lantai

Di antara banyak sudut di rumah, lantai merupakan bagian dari rumah yang paling jarang mengalami masalah, terutama jika pemakaiannya benar. Namun, apabila pemasangannya asal-asalan seperti memiliki material kayu yang murahan, pemasangan keramik banyak bawah yang kopong, atau tidak merawat marmer dengan baik, siap-siap biaya renovasinya akan mahal.

4. Pipa Bocor

Air merupakan fasilitas wajib yang harus tersedia di rumah. Apabila terdapat pipa bocor harus segera diperbaiki karena hal ini membuat air sering bocor, setelah mengisi air cepat habis padahal belum banyak digunakan hingga membuat rumah lembap. Cara memperbaikinya sebenarnya bisa dilakukan sendiri tapi jika tidak berpengalaman bisa meminta bantuan tukang ledeng.

5. Banyaknya Rayap dan Hama

Selain kerusakan, adanya hama dan serangga perusak rumah juga bisa menjadi ancaman. Beberapa hama yang harus dibasmi adalah rayap. Hewan kecil ini diketahui senang menggerogoti kayu. Perabotan dari kayu seperti lemari, meja, pintu, hingga kitchen set harus selalu diawasi.

Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah sehingga memerlukan biaya perbaikan yang mahal. Oleh karena itu penghuni rumah harus membasmi serangan rayap terlebih dahulu sebelum memulai renovasi rumah.

Itulah beberapa tanda rumah harus segera direnovasi, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Penyebab Suhu di Rumah Terasa Panas Banget dan Bikin Gerah


Jakarta

Beberapa hari terakhir cuaca di Indonesia lagi panas-panasnya. Suhu udara di sejumlah kota bisa mencapai 37,6 derajat Celcius. Kondisi ini tentu bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak berada di luar ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebab, di rentang waktu tersebut suhu udara sangat panas.

Meski dianjurkan berada di dalam ruangan, terkadang suhu ruangan juga ikut menjadi panas. Hal ini menyebabkan tubuh terasa gerah dan udara menjadi pengap.


Kalau suhu di dalam rumah terasa panas dan bikin gerah, sebaiknya segera diatasi agar penghuni kembali merasa nyaman. Ketahui penyebab udara panas di rumah dalam artikel ini.

Penyebab Suhu Rumah Panas dan Bikin Gerah

Ada sejumlah penyebab suhu di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Dilansir situs Southern Living, berikut penyebabnya.

1. Terlalu Banyak Sinar Matahari

Faktor yang pertama karena terlalu banyak sinar matahari yang masuk ke rumah. Pada dasarnya, cahaya matahari dapat membantu menerangi rumah sekaligus mencegah kelembapan.

Namun, di kondisi cuaca panas esktrem seperti sekarang ini, sebaiknya hindari menyerap sinar matahari terlalu banyak. Hal itu yang membuat suhu di dalam rumah jadi terasa sangat panas.

“Ketika sinar matahari bersinar langsung melalui jendela, ia memanaskan semua yang terpapar olehnya, seperti lantai, furnitur, dan dinding. Hal ini dikenal sebagai pemanas surya pasif,” kata Owner Air Treatment Company Dan Simpson.

Simpson mengatakan jendela besar yang menghadap matahari langsung dan tanpa gorden jadi pemicu udara terasa panas di dalam rumah. Pada waktu tertentu, terutama saat siang hari, suhu di dalam ruangan terasa jauh lebih panas karena sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan tersebut.

“Ruangan dengan jendela besar tanpa penutup yang menghadap matahari dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat sehingga terasa sangat panas daripada bagian rumah lainnya,” jelasnya.

2. Retakan di Jendela dan Pintu

Munculnya retakan di jendela dan pintu rumah ternyata jadi pemicu suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Al Fagundes menyebut retakan kecil sekalipun tetap memungkinkan udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

“Suhu udara yang sangat panas itu dapat menghambat kinerja AC dan menyebabkan pendinginan yang tidak merata. Untuk itu, segera tutup retakan dengan didempul demi menjaga udara dingin tetap masuk dan udara panas tetap keluar,” tutur Fagundes.

3. Warna Atap Rumah Hitam Gelap

Banyak hunian modern yang kini menggunakan atap rumah berwarna hitam gelap. Meski terlihat estetis, tapi warna ini bisa menjadi faktor utama meningkatnya suhu panas di dalam rumah.

“Jika atap Anda berwarna gelap, kemungkinan besar atap tersebut menyerap banyak sinar matahari dan memancarkan panasnya ke loteng,” ungkap Fagundes.

4. Tidak Ada Ventilasi Udara

Faktor berikutnya karena rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan suhu udara panas di dalam rumah yang bikin penghuni terasa gerah dan pengap, terutama saat siang hari.

Di sisi lain, ventilasi udara yang buruk bisa memicu masalah kesehatan karena udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar, sedangkan udara bersih tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sejumlah penyakit yang berisiko terjadi di antaranya gangguan pernapasan, alergi, hingga TBC.

5. Dinding Bata

CEO Chris Heating & Cooling Jon Gilbertsen mengatakan rumah yang menggunakan dinding bata ternyata bisa meningkatkan udara panas di dalam ruangan. Sebab, bata dikenal sebagai material yang dapat menyerap panas matahari dan melepaskan panas tersebut saat malam hari.

“Jika Anda tinggal di rumah dari bata tanpa sekat termal seperti celah udara, panas yang terkumpul di dalam bata akan menghangatkan ruangan sampai malam hari, bahkan setelah suhu di luar ruangan mulai turun,” imbuhnya.

6. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik yang Menyala

Selain kulkas, beberapa barang elektronik lainnya yang menyala seperti oven dan mesin cuci juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan sehingga terasa panas. Lampu yang terus dibiarkan menyala saat siang juga menciptakan hawa panas.

“Di ruangan berukuran 10×10 meter dengan pintu tertutup, kondisi ini dapat meningkatkan suhu ruangan, terutama jika aliran udara buruk dan perangkat elektronik yang terus menyala sepanjang hari,” tutur Gilbertsen.

Itulah enam hal yang bikin suhu ruangan di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

Segini Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Agar Kualitas Air Bersih Terlindungi



Jakarta

Rumah sering kali dilengkapi dengan septic tank dan sumur air. Keduanya berada di bawah tanah dan berfungsi untuk menunjang aktivitas penghuni rumah.

Septic tank merupakan tempat untuk mengolah limbah rumah tangga. Isinya kotoran dari WC di kamar mandi.

Sementara itu, sumur air merupakan sumber air bersih di rumah. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan bisa diminum setelah diolah.


Pemilik rumah bisa membuat dua sistem ini di rumah. Namun perlu diingat, jarak antara septic tank dan sumur air tak boleh berdekatan ya.

Dikutip dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng sempat menyampaikan bahwa pencemaran air tinja di Indonesia terbilang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

Banyak bangunan rumah warga yang jaraknya hanya 2-3 meter dari septic tank, terutama di permukiman padat. Septic tank itu pun dekat dengan sumber air sehingga membuat airnya tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri tersebut bisa memicu penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

Untuk itu, pastikan ada jarang yang cukup antara septic tank dan sumur air. Temukan jarak ideal antara keduanya berikut ini.

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus ada jarak setidaknya 10 meter. Lalu, upflow filter septic tank dan sumur air minum berjarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita atau lahan basah buatan septic tank mesti dibuat minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

Selain itu, sumur resapan air hujan juga sebaiknya diberi jarak dari septic tank. Sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan sewaktu saat kekeringan atau krisis air.

Pastikan sumur resapan septic tank minimal berjarak 5 meter dari sumur resapan air hujan. Kemudian, upflow filter septic tank dan sumur resapan air hujan ada jarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak setidaknya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

Itulah seputar jarak antara septic tank dan sumur air. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com