Tag: penyebabnya

  • Ini 6 Tanda Perabotan di Rumah Jadi Sarang Kutu Busuk


    Jakarta

    Kutu tidak hanya ditemukan pada rambut. Serangga penghisap darah ini memiliki beragam jenis, salah satunya adalah kutu busuk yang kerap hinggap di perabotan. fenomena kutu busuk ini sempat heboh pada tahun lalu di Prancis dan Singapura. Berbondong-bondong masyarakat membuang perabotannya yang menyebabkan gatal-gatal.

    Kutu busuk termasuk hewan nokturnal sehingga mereka biasa aktif pada malam hari. Umumnya, mereka menggigit manusia antara pukul 1 hingga 5 pagi. Efek gigitan kutu busuk biasanya baru akan terasa di siang hari. Hewan kecil ini menyukai area yang tidak terpapar sinar matahari dan area dekat sumber makanannya. Perabotan yang sering dihinggapi kutu busuk adalah kasur.

    Apa Itu Kutu Busuk?

    Melansir dari Medical News Today, Kamis (5/9/2024), kutu busuk merupakan serangga kecil tak bersayap yang hanya memakan darah hewan berdarah panas. Menurut situs NHS, kutu busuk sering hidup di furnitur atau tempat tidur. Apabila serangga ini sampai menggigit manusia, efeknya adalah sensasi gatal, tetapi tidak sampai terinfeksi oleh penyakit lain.


    Bentuk kutu busuk oval dan pipih dengan kaki tebal, serta tanpa sayap. Panjang kutu busuk dewasa sekitar 5 hingga 6 mm dan akan bertambah menjadi 7 mm jika sudah meminum darah dari inang mereka.

    Tanda-Tanda Perabotan Rumah Dihuni Kutu Busuk

    Untuk mengetahui keberadaan kutu busuk pada perabotan rumah, kamu tidak perlu merasakan gatal lalu baru membasmi serangga ini. Sebab, kamu bisa mengetahui keberadaan kutu busuk dengan mengetahui tanda-tandanya seperti yang dikutip dari Sleep Foundation.

    1. Kasur Berbau Apak

    Cara mudah untuk mengetahui kutu busuk pada perabotan rumah adalah tercium bau apak. Bau apak tercium seperti bau barang yang sudah lama tidak dipakai dan berdebu. Namun, bau apak juga bisa berasal dari pertumbuhan jamur pada permukaan perabotan. Jika sudah mencium bau tersebut, segera bersihkan perabotan, atau minimal jemur di bawah terik matahari.

    2.Adanya Bekas Kotoran dan Darah

    Kotoran kutu busuk biasanya meninggalkan bintik-bintik hitam atau coklat di kasur. Bisa pula berbentuk noda darah berwarna merah dan berkarat.

    3. Telur Kutu Busuk

    Telur kutu busuk berbentuk oval dan berwarna putih. Ukurannya kecil dan sulit dikenali daripada kutu busuk itu sendiri. Biasanya telur-telur ini diletakkan di sudut-sudut kasur. Apabila kamu melihat ada bintik-bintik yang mirip dengan telur kutu busuk, lekas bersihkan dan buang.

    4. Cangkang Kulit

    Kutu busuk memiliki cangkang dan bisa dilepas. Kutu busuk sering melepaskan kulitnya yang tembus pandang dan berlubang. Biasanya kamu bisa menemukannya di sepanjang jahitan kasur atau di sudut-sudut perabot.

    5. Adanya Kutu Busuk yang Masih Hidup

    Tanda paling jelas adanya kutu busuk adalah kamu melihat hewan kecil berkeliaran di kasur. Kutu busuk muda memiliki warna putih atau bening. Sementara itu, kutu busuk dewasa berwarna coklat kemerahan. Mereka biasa bersembunyi di tempat paling jarang terkena sinar matahari seperti area pegas, celah-celah bingkai, dan kepala tempat tidurmu.

    6. Bekas Gigitan di Kulit

    Jika kamu menemukan tanda merah kecil dan gatal di kulit, sementara tidak ada nyamuk di rumah, bisa jadi penyebabnya karena gigitan kutu busuk. Segeralah cek kasur secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda keberadaan kutu busuk lainnya.

    Cara Membasmi Kutu Busuk

    Apabila kamu sudah mengetahui keberadaan kutu busuk, langkah selanjutnya adalah membasmi dan mencegah mereka muncul kembali. Berikut cara mudah mengatasi kutu busuk pada perabotan rumah.

    1. Memeriksa dengan cermat semua furnitur atau kain bekas sebelum membawanya ke rumah.

    2. Segera mencuci seluruh pakaian dengan air panas setelah bepergian, terutama setelah bertemu atau datang ke tempat yang banyak kutu busuk.

    3. Mengeringkan pakaian di pengering.

    4. Membersihkan bagasi setelah bepergian, bisa dengan vacuum cleaner.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Lalat di Rumah Kamu? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sering ada di rumah. Kehadirannya terkadang mengganggu penghuni rumah dan dikhawatirkan membawa penyakit, karena lalat merupakan salah satu binatang pembawa penyakit atau vektor.

    Tak heran, hewan yang satu ini sering diusir baik dengan bahan alami maupun insektisida. Meski demikian, lalat bisa masuk ke dalam rumah kamu bukan tanpa sebab. Ada beberapa hal yang membuat lalat tertarik untuk masuk ke dalam rumah kamu.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa alasan yang menarik lalat untuk datang ke rumah.


    1. Hal yang Membusuk

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, kebanyakan lalat mengkonsumsi makanan organik. Biasanya mereka berburu makan pada tempat sampah, tempat kompos, dan genangan air.

    Makanan yang biasa mereka incar adalah buah yang membusuk atau terlalu matang, bakteri atau makanan kecil pada air menggenang, dan hal organik lainnya yang sedang dalam proses pembusukan.

    2. Suhu Hangat

    Lalat sangat tertarik pada suhu yang hangat. Biasanya lalat akan berkembang biak pada tempat bersuhu di atas 75°F atau setara dengan 24°C.

    3. Cepatnya Reproduksi

    Kebanyakan dari spesies lalat bisa bereproduksi sangat cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Selain itu, rata-rata proses pendewasaan telur tersebut hingga menjadi lalat adalah 7-10 hari. Jadi kalau di rumahmu ada 5 ekor lalat betina, lalat tersebut bisa berkembang hingga 2000 ekor dalam waktu kurang dari satu bulan.

    4. Menaruh Tempat Sampah di Dekat Jendela

    Lalat bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu. Namun, pasti ada alasan yang menarik lalat masuk ke dalam rumah, baik melalui jendela maupun pintu. Misalnya ada tempat sampah di dekat jendela atau adanya retakan di saluran pipa.

    “Beberapa lalat seperti lalat drainase dapat masuk melalui retakan tipis di pipa drainase. Kemudian mereka dapat mulai bertelur. Sebaiknya gunakan pembersih drainase enzimatik beberapa kali setahun jika Anda sering dihinggapi lalat drainase,” kata Craig Wilson, pakar hortikultura, dan Direktur Gardener’s Dream Ltd, dilansir dari Homes and Gardens.

    Jika tempat sampah kamu berada di dekat jendela, kamu bisa berinvestasi pada salah satu tanaman pengusir lalat terbaik yang akan mengusir makhluk itu saat mereka hinggap di jendela.

    5. Ada Tumpahan Makanan/Minuman

    Salah satu hal yang menarik lalat masuk ke dalam rumah adalah adanya tumpahan makanan atau minuman. Jadi, kamu bisa langsung membersihkan tumpahan tersebut agar lalat segera pergi.

    “Lalat buah berkembang biak pada bahan organik yang lembap dan membusuk, seperti buah atau tumpahan minuman. Jika ada tempat bagi serangga ini untuk berkembang biak, mereka akan terus kembali,” kata Nancy Troyano, Ahli Entomologi Bersertifikat dan Direktur Operasional Pendidikan dan Pelatihan untuk Pengendalian Hama Ehrlich.

    Pakar tersebut menambahkan bahwa tingkat reproduksi lalat juga sangat tinggi, karena lalat betina dewasa dapat bertelur ratusan kali dan berkembang menjadi lalat dewasa hanya dalam waktu tujuh hari. Oleh karena itu, penting untuk segera membersihkan sisa makanan dan tumpahan cairan.

    Itulah beberapa hal yang menyebabkan lalat masuk ke dalam rumah. Jangan lupa untuk selalu membersihkan dan merawat rumah ya detikers supaya lalat tidak masuk ke dalam rumah!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Kosong Lama Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak? Ini Alasannya


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan rumah kosong yang lama tidak dihuni akan cepat rusak. Bahkan, penghuni rumah seakan-akan menjadi ‘nyawa’ suatu rumah, sehingga bangunannya bisa bertahan lama.

    Ya, memang rumah yang tidak ditinggali lebih rentan rusak. Kondisi rumah akan semakin buruk mulai dari cepat tumbuh ilalang, lembap dan tembok akan retak hingga sewaktu-waktu bangunan dapat ambruk.

    Lantas, kenapa rumah kosong atau tak berpenghuni lebih berisiko rusak lebih cepat. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dikutip dari detikFinance, Senin (23/9/2024), ternyata kondisi rumah sangat dipengaruhi oleh kualitas sirkulasi udara. Kalau tidak ada yang tinggal dan beraktivitas di rumah, maka sirkulasi di dalamannya mencjadi tidak bagus.

    Udara menjadi lembap saat rumah dibiarkan kosong, sehingga bangunan dan barang di dalam rumah menjadi lebih cepat rusak.

    Nah, salah satu contohnya dampak sirkulasi udara buruk ada pada perabotan. Kualitas udara yang nggak bagus bisa membuat perabotan kayu lapuk. Selain itu, perabotan yang terbuat dari besi juga akan mudah berkarat.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Kemudian, rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti jarang, bahkan tidak pernah dibersihkan dan dirawat. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

    Jika rumah berpenghuni, tentu saja rumah akan dirawat dan dibersihkan sehingga memperlambat berbagai kerusakan di rumah.

    3. Hewan Bersarang

    Selanjutnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Tanpa pengawasan penghuni, makhluk hidup lain seperti laba-laba dan tikus mengotori dan merusak rumah.

    Oleh karena itu, kalau sudah mempunyai rumah dan belum ditempati, sebaiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Rawatlah rumah dengan menyapu dan mengepel lantai. Lalu, mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

    Itulah beberapa penyebab rumah yang tak berpenghuni lebih cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu meringankan pekerjaan mencuci pakaian. Namun, seperti peralatan lainnya, mesin cuci juga bisa mengalami masalah.

    Salah satu masalah umum yang dialami adalah pengering mesin yang tidak berputar. Kondisi ini tentu bisa mengganggu proses mencuci, sebab pakaian yang tidak dikeringkan dengan baik akan memakan waktu lama untuk di jemur. Mungkin beberapa penyebab pengering mesin cuci tidak berputar adalah berikut ini.

    Penyebab Pengering Mesin Cuci Tidak Berputar

    Umumya, pengering mesin cuci yang tidak berputar disebabkan karena masalah kecil yang bisa diatasi sendiri. Mengutip laman Mr Appliance dan Asurion, berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.


    1. Ada Benda Kecil Terselip

    Mengosongkan kantong pakaian sebelum mencuci terkadang terlupakan. Sehingga, barang kecil seperti koin atau kartu kredit bisa masuk ke tabung pengering dan menyebabkannya berhenti berputar. Bisa jadi juga ada pakaian yang berukuran kecil seperti kaus kaki yang terselip di bagian luar tabung.

    Coba periksa ruang antara tabung pengering dan wadahnya. Pastikan tidak ada benda yang terselip.

    2. Kait Pintu Pengering Rusak

    Penyebab selanjutnya adalah kait pintu rusak. Kondisi ini bisa membuat mesin cuci tidak bisa mendeteksi bahwa pintunya tertutup dan elemen pemanas dan tabung tidak bekerja.

    Apakah pintu pengering suka terbuka tiba-tiba aau tidak bisa menutup sepenuhnya? Jika iya berarti kemungkinan kait pintunya rusak.

    3. Bagian dalam Pengering Kotor

    Serabut atau kotoran lainnya bisa masuk ke tabung pengering. Tanda-tandanya adalah bau apek atau terbakar karena pengering tidak berfungsi dengan baik. Ketika kotoran menumpuk, mesin bisa berhenti fungsi secara normal.

    Periksa tabung pengering dan keluarkan kotoran. Jika tabung pengering bersih, maka mesin akan berfungsi kembali,

    4. Sabuk Penggerak Terputus

    Penyebab lain dari mesin pengering yang tidak berputar adalah sabun penggerak yang rusak. Fungsi dari sabuk penggerak adalah memutar tabung pengering. Jika sabuk putus, maka pengering tidak bisa berputar.

    Coba putar drum secara manual. Jika ada sedikit atau tidak adanya hambatan saat memutarnya, mungkin sabuk penggerak tidak berfungsi.

    5. Bantalan Drum Sudah Aus

    Bantalan drum adalah bagian yang menyangga bagian belakang drum. Saat sabuk pengering dilepas, coba putar drum manual dengan tangan. Jika drum macet atau berderit, kemungkinan bantalan rusak atau aus dan membebani motor. Jadi, sudah saatnya kamu mengganti bantalan tersebut.

    6. Motor Penggerak Pengering Rusak

    Motor yang rusak tidak memungkinkan drum pengering berputar. Jika motor rusak akan terdengar suara geraman atau dengungan saat menyalakan cucian. Motor juga bisa mati total di tengah pencucian.

    7. Rol Drum Aus

    Rol drum adalah roda kecil yang menahan drum ditempatnya saat berputar. Jika drum tersangkut atau tidak bisa berputar bebas, mungkin rol sudah aus. Coba buka pengering dan lihat dinding belakangnya. Jika ada celah antara drum dan dinding, mungkin kamu perlu memasang rol drum yang baru.

    Itulah beberapa penyebab tidak berputarnya pengering mesin cuci. Pastikan juga kamu sudah memastikan kabel listrik mesin cuci mendapat aliran listrik dengan baik ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Ampuh Mengatasi Dinding Rembes saat Musim Hujan


    Jakarta

    Hujan menawarkan suasana yang sejuk dan romantis. Sayangnya, menjadi tidak romantis lagi bila dinding rumah Anda bocor karena rembesan air.

    Bila tidak segera diatasi, rumah Anda bisa tergenang air. Tentunya hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan. Berikut ini beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa Anda coba.

    Tips Mengatasi Dinding Rembes saat Musim Hujan

    Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Simak beberapa cara mengatasinya berikut ini, dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.


    1. Cari Tahu Penyebab Utamanya

    Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi dinding yang rembes saat hujan adalah mencari tahu akar penyebabnya. Mungkin Anda perlu bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah Anda dan mencarikan solusi yang tepat.

    Bila penyebab utamanya tidak diatasi, masalah dinding rembes akan terus berulang setiap musim hujan.

    Bila dinding rembes terjadi karena kesalahan dalam konstruksi bangunan, mungkin memerlukan perbaikan yang cukup rumit, seperti membongkar dinding tersebut lalu membangunnya kembali.

    2. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

    Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

    Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

    3. Melapisi Retak Rambut

    Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

    Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

    Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

    5. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

    Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

    Bila dinding rumah Anda terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah Anda. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

    6. Memperbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

    Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, Anda mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

    7. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

    Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

    Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

    8. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

    Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

    Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

    Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

    Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa Anda coba di rumah. Pastikan Anda mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan yang Anda lakukan lebih efektif.

    (inf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

    Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

    10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

    Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Air Merembes Masuk

    Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

    2. Paparan Sinar Matahari

    Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

    Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

    3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

    Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

    Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

    Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

    4. Keramik Sudah Tua

    Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

    5. Terdapat Rongga

    Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

    Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

    6. Cacat Produksi

    Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

    Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

    7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

    Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

    8. Pemasangan yang Kurang Teliti

    Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

    9. Pernah Terendam Air

    Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

    Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

    10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

    Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

    Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

    1. Periksa Nat Keramik

    Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

    2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

    Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

    3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

    Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

    4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

    Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

    5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

    Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

    Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memperbaiki Pintu Berdecit



    Jakarta

    Ingin tahu cara mengatasi pintu yang Berdecit? Engsel yang Berdecit bisa sangat mengganggu, terutama saat pintu dibuka atau ditutup, dan suaranya bisa menjadi masalah, misalnya jika kamu memiliki bayi yang sedang tidur atau sedang melakukan panggilan kantor yang tidak ingin diganggu.

    Apa Penyebab Pintu Berdecit?

    Melansir thespruce.com pada Senin (10/1/2024), ada berbagai penyebab yang mengakibatkan pintu Berdecit salah satunya adalah sebagai berikut ;

    Engsel kering, Kurangnya pelumasan pada engsel membuat logam bergesekan, menyebabkan suara Berdecit.


    Kotoran atau debu, debu atau kotoran yang menumpuk pada engsel dapat menghalangi pergerakan mulus dan memicu suara.

    Korosi atau karat, engsel yang berkarat atau korosi dapat menghambat kelancaran gerakan dan menyebabkan suara.

    Engsel longgar, jika engsel tidak terpasang dengan kuat, bagian pintu bisa bergeser dan menimbulkan derit saat bergerak.

    Penyusutan kayu, kayu pintu yang menyusut akibat perubahan suhu atau kelembaban bisa menyebabkan ketegangan pada engsel, sehingga terdengar Berdecit.

    Langkah-langkah Memperbaikinya

    Identifikasi Sumber Derit

    Sebelum memulai, buka dan tutup pintu untuk mengidentifikasi bagian mana yang mengeluarkan suara Berdecit. Biasanya, suara tersebut berasal dari engsel, tetapi ada kemungkinan sumbernya dari tempat lain.

    Bersihkan Engsel Pintu

    Menurut bobvila.com, kotoran dan debu yang menumpuk pada engsel bisa menjadi salah satu penyebab pintu Berdecit. Gunakan kain bersih untuk membersihkan area di sekitar engsel. Jika terdapat karat pada engsel, amplaslah karat tersebut dengan amplas halus.

    Oleskan Pelumas pada Engsel

    Dalam ulasan tomsguide.com, langkah selanjutnya adalah mengoleskan pelumas pada engsel. Gunakan minyak pelumas seperti WD-40 atau minyak goreng dengan cara, semprotkan atau teteskan pelumas pada engsel secara merata, buka dan tutup pintu beberapa kali untuk memastikan pelumas meresap dan bekerja secara efektif. Jika suara Berdecit masih terdengar, tambahkan pelumas sedikit lagi dan ulangi proses ini.

    Periksa dan Kencangkan Sekrup Engsel

    Jika pelumasan tidak cukup efektif, periksa kondisi sekrup pada engsel pintu. Sekrup yang longgar dapat menyebabkan pintu tidak bergerak dengan lancar. Gunakan obeng untuk mengencangkan semua sekrup yang ada.

    Bersihkan Minyak dan Pasang Kembali Engsel

    Ganti pin engsel dengan memasukkannya melalui lubang di bagian atas engsel. Ketuk pin menggunakan palu hingga menembus bagian-bagian engsel. Setelah itu, buka dan tutup pintu beberapa kali untuk menyebarkan minyak ke seluruh engsel dan pin, lalu bersihkan minyak yang tersisa.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Mencegah dan Menangani Ular Masuk Lubang Toilet


    Jakarta

    Tentu akan sangat mengagetkan jika tiba-tiba ular muncul di dalam toilet. Ular bisa masuk dari berbagai lubang toilet, misalnya ventilasi, pipa yang mengarah ke luar, saluran pembuangan, atau bahkan bersembunyi di lubang WC.

    Dalam artikel ini akan kita ulas penyebab ular masuk ke toilet, termasuk 8 tips mencegah dan menangani ular masuk lubang toilet.

    Penyebab Ular Masuk Toilet

    Dilansir dari laman House Digest, ada beberapa penyebab ular bisa masuk ke toilet melalui lubang-lubang yang ada:


    1. Menyesuaikan Suhu

    Alasan pertama ular masuk ke toilet atau WC adalah karena mereka menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungan. Ular memang memiliki kemampuan beradaptasi dengan suhu lingkungan sesuai kebutuhan. Saat ular merasa kepanasan, insting mereka adalah mencari tempat sejuk, salah satunya adalah toilet yang lembap.

    2. Mengejar Mangsa

    Ular juga mungkin masuk ke toilet karena mengejar mangsa yang mengarah ke toilet. Mangsa mereka antara lain tikus. Indra penciuman ular akan mengejar ke mana tikus bersembunyi. Jika ular masuk ke toilet, mungkin saja ada tikus yang sempat melintas di situ.

    Tips Mencegah dan Menangani Ular Masuk Lubang Toilet

    Berikut ini sejumlah tips mencegah dan menangani ular masuk lubang toilet yang dikutip dari catatan detikProperti dan Gladesville Plumbing Service:

    1. Tutup Tempat Duduk WC

    Ular bisa masuk ke rumah lewat banyak jalan, tidak selalu langsung melalui lubang toilet. Mereka bisa masuk lewat pintu rumah, baru kemudian bersembunyi di dalam WC.

    Jika detikers menggunakan toilet duduk, maka tutuplah ketika tidak menggunakannya. Kamu juga bisa menerapkan penutup untuk WC jongkok dengan penutup apapun.

    2. Kendalikan Mangsa Ular

    Salah satu penyebab ular masuk rumah adalah mengejar mangsa. Jika rumahmu sering ditemukan tikus, maka harus waspada. Segera cari pembasmi tikus untuk mengurangi kemungkinan ular masuk ke rumahmu.

    3. Kenali Masalah Sumbatan WC

    Ular mungkin bersembunyi di dalam lubang toilet rumahmu. Jika ular cukup besar, maka mungkin akan menyumbat saluran pembuangan. Kenali masalah sumbatan yang mungkin terjadi. Jangan-jangan penyebabnya adalah ular.

    4. Pasang Jaring Kawat

    Detikers bisa memasang jaring kawat untuk menutup celah-celah yang ada di toilet, seperti pada ventilasi, pipa, atau saluran pembuangan. Selain mencegah ular masuk, Ini juga berfungsi menghalangi tikus atau reptil lain.

    5. Pasang Multi-Flap

    Multi-flap adalah katup yang berfungsi satu arah. Pasanglah penutup dengan sistem kerja multi-flap di saluran-saluran pembuangan. Dengan demikian, binatang dari luar tidak bisa masuk melalui saluran tersebut.

    6. Siram Toilet Sebelum Pakai

    Untuk mencegah ular keluar dari lubang kloset saat kita buang air, selalu siram toilet dahulu sebelum menggunakannya. Ular kemungkinan akan ikut arus dan mencegah keluar dari lubang.

    7. Bersihkan Kloset Secara Rutin

    Selalu bersihkan toilet dengan rutin, termasuk lubang kloset. Ular tidak suka bau menyengat. Dia akan menjauhi toilet jika baunya menyengat.

    8. Panggil Profesional

    Jika ular sudah dipastikan masuk toilet, maka detikers bisa memanggil profesional, seperti petugas pemadam kebakaran atau pawang ular.

    Nah, itulah tadi berbagai tips mencegah dan menangani ular masuk lubang toilet. Meski kasus ini cukup jarang terjadi, kita sebaiknya tetap waspada agar keluarga dijauhkan dari bahaya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Rumah Berdecit? Ini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Hal sulit ketika memperbaiki lantai kayu berdecit adalah menentukan penyebabnya. Sebagian bunyi itu datang dan pergi seiring pergantian musim.

    Beberapa bunyi decitan tidak berbahaya, tetapi sebagian dapat menandakan masalah yang lebih besar yang tersembunyi di balik lantai kamu.

    Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki lantai yang berdecit.


    Semprot Pelumas Kering untuk Kayu

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Rabu (23/10/2024), pelumas semprot cukup untuk menghentikan decit pada lantai. Biarpun tak semua pelumas semprot bisa berfungsi, pelumas kering juga aman untuk kayu dan efektif untuk menghentikan decit pada lantai.

    Uji pelumas sebelum kamu menyemprotkan pada area yang bermasalah. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah pelumas itu menodai atau mengubah warna kayu.

    Memperbaiki Lantai Berdecit dengan Shim atau Ganjalan

    Temukan Titik Suaranya

    Cek bagian bawah lantai dan temukan decitnya dengan cara mengukur dari bagian atas dan mengukur ulang dari bawah atau kamu bisa memanggil tenaga ahli.

    Ganjal Dengan Shim

    Sebagai informasi, Shim adalah sepotong bahan tipis yang umumnya runcing (seperti kayu, logam, atau batu) yang umumnya digunakan untuk mengisi ruang di antara benda-benda. Kamu bisa taruh Shim ke celah di antara lantai dasar dan kaso hingga terasa hambatannya. Kamu tidak diperkenankan mengganjal lebih jauh lagi.

    Karena hal ini bisa memperburuk masalah dan jika bisa kamu menggeser kedua ganjalan dari sisi lain balok, beri tanda ganjal di tepi balok dengan pensil, dan lepaskan.

    Oles Perekat dan Pasang Kembali Shim-nya

    Beri perekat konstruksi atau lem kayu pada ganjalan dan celah diantara lantai dasar dan balok, lalu geser dan ganjal kembali ke tempatnya dan diamkan hingga lem kering. Jika kamu ingin memotong kelebihan dari ganjalan, kamu bisa menggunakan pisau serbaguna.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Hilangkan dan Cegah Jamur Tumbuh di Langit-langit


    Jakarta

    Menghadapi masalah jamur bisa menjadi hal yang menyebalkan, terutama jika jamur muncul di langit-langit. Hal itu karena jamur jadi lebih sulit untuk dijangkau dan dihilangkan.

    Meskipun tugas ini mungkin tampak berat, sangat penting untuk segera mengatasi pertumbuhan jamur setelah kamu melihat tanda-tanda awal demi menjaga kesehatan struktural dan keamanan rumah kamu. Nah, begini cara menghilangkan dan mencegah jamur tumbuh di langit-langit.

    Tips Menghilangkan Jamur pada Langit-Langit

    Melansir Homes and Gardens, pada Jumat (25/10/2024), tidak semua kasus jamur sama, dan tidak semuanya bisa diselesaikan dengan metode DIY. Namun, jika area yang terinfeksi cukup kecil, yaitu kurang dari 10 kaki persegi, kamu seharusnya dapat mengatasinya sendiri menggunakan larutan pembersih yang sesuai.


    Persiapkan Area

    Menghilangkan jamur dari langit-langit memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi penyebaran spora atau kerusakan pada permukaan. Untuk mencegah penyebaran spora jamur ke bagian lain di dalam ruangan, pastikan untuk melindungi area yang terinfeksi dengan menutupi lantai dan perabotan menggunakan lembaran plastik.

    Kenali Penyebabnya

    “Sebelum kamu mulai membasmi jamur, sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebab yang mendasarinya,” kata CEO Mold Busters, Michael Golubev dalam kutipannya diHomes and Garden.

    Hal ini biasanya disebabkan oleh atap yang rusak, ventilasi buruk, atau tingkat kelembapan yang tinggi di rumah kamu. Menangani masalah ini tidak hanya akan membantu menghapus jamur yang ada, tetapi juga mencegahnya muncul kembali.

    Tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya, kamu mungkin perlu memperbaiki kebocoran di langit-langit, meningkatkan ventilasi, atau menurunkan tingkat kelembapan di rumah kamu.

    Pakai Alat Pelindung Diri

    Jamur dapat membahayakan kesehatan kamu, sehingga sangat penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum mencoba menghilangkannya dari langit-langit.

    Jamur dapat melepaskan spora yang berbahaya jika terhirup, jadi pastikan untuk mengenakan masker, membuka jendela, atau menggunakan kipas angin untuk menjaga ventilasi yang baik saat membersihkan.

    Kamu juga perlu memakai perlindungan seperti sarung tangan dan kacamata untuk melindungi diri dari spora jamur. Perlengkapan sarung tangan dan kacamata dari Walmart ini bisa sangat membantu.

    Pakai Larutan Pembasmi Jamur

    Kamu bisa mencampurkan air dan detergen ke botol semprot adalah salah satu cara yang efektif kemudian di semprotkan ke area yang terkena jamur. Larutan ini membantu meregangkan jamur, sehingga dapat lebih mudah untuk dihilangkan. Kamu juga bisa menggunakan penghilang jamur komersial.

    Pilihan yang lain adalah dengan menggunakan cuka untuk membasmi jamur. Asam asetat yang terkandung pada cuka dapat membunuh jamur dengan baik, buatlah larutan air dan cuka putih dengan perbandingan yang sama.

    Semprot dengan banyak air pada seluruh area yang berjamur, dan diamkan selama 15-20 menit sebelum dibersihkan. Jauhi penggunaan pemutih untuk membunuh jamur, hal ini tidak efektif pada permukaan yang berpori dan bisa menimbulkan resiko kesehatan.

    Gunakan kain bersih yang dibasahi dengan air untuk menghapus larutan pembersih dan sisa jamur yang masih tertinggal. Pastikan untuk membilas kain tersebut agar tidak membuat langit-langit menjadi basah.

    “Setelah dibersihkan, sangat penting untuk mengeringkan area tersebut secara menyeluruh guna mencegah jamur tumbuh kembali,” ujar Michael Golubev.

    “Kamu harus memastikan bahwa area tersebut benar-benar kering sebelum kamu mengecat atau memberikan pelapis ulang,” tambahnya.

    Cara Mencegah Tumbuhnya Jamur di Langit-langit

    Setelah area tersebut benar-benar kering, sebaiknya cat ulang bagian yang ditumbuhi jamur dengan cat dasar dan cat anti jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

    Minyak esensial seperti minyak tea tree, minyak lavender, dan minyak kayu putih memiliki sifat antimikroba alami yang dapat membantu menghambat perkembangan jamur. Selain itu, kayu manis juga dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Panggil Tenaga Ahli

    “Jika jamur menutupi lebih dari 30 cm, maka kamu tidak boleh mencoba untuk menghilangkan jamur sendiri,” ujar direktur pemasaran Cleaner Guys, Melanie Ortegon, dalam kutipannya di Homes and Gardens.

    Sebab, hal ini bisa mengakibatkan jamur yang berakar akan menyebar jauh lebih dalam lagi. Jika jamur menyebar lebih dari 30 cm, maka obat rumahan seperti halnya cuka atau pemutih tidak akan mampu menembus cukup dalam untuk membunuh jamur secara keseluruhan.

    Satu-satunya metode yang benar-benar efektif untuk mengatasi jamur yang telah menyebar lebih dari 1 kaki persegi adalah dengan menyewa perusahaan penghilang jamur bersertifikat untuk menangani masalah tersebut.

    Mencoba mengatasinya sendiri bisa berisiko bagi kesehatan kamu, karena jika tidak ditangani, dihilangkan, dan disanitasi dengan peralatan yang tepat, jamur dapat menyebabkan penyakit atau menyebar lebih jauh ke dalam properti.

    Setelah menghilangkan jamur dari langit-langit, perhatikan area yang telah dibersihkan untuk memastikan jamur tidak muncul kembali.

    Jika kamu menemukan tanda-tanda jamur muncul lagi, lakukan kembali proses pembersihan. Ingatlah, langkah terbaik untuk menangani jamur adalah dengan mencegahnya sejak awal.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com