Tag: penyelamatan

  • Rawan di Musim Hujan, Ini 7 Cara Cegah Ular Masuk Rumah



    Jakarta

    Mengetahui cara mencegah ular masuk ke dalam rumah penting untuk diketahui. Apalagi kalau rumah kamu dekat dengan pohon, rerumputan, atau area-area yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.

    Beberapa waktu lalu, seekor ular tali wongso sepanjang 120 cm memasuki rumah seorang warga di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ular tersebut ternyata jenis ular berbisa menengah.

    Pemilik rumah pun segera menghubungi Exalos Indonesia, sebuah komunitas yang berfokus pada penyelamatan hewan, seperti ular hingga tawon. Ketua Umum Exalos Indonesia Janu Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan itu dini hari tadi pukul 12.15 WIB. Pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan evakuasi ular tersebut.


    “Ular itu masuk lewat jendela angin-angin rumah, dan berada kamar mandi rumah,” kata Janu dikutip dari detikJateng, Selasa (9/1/2024).

    Ular tali wongso yang masuk rumah warga Kartasura, Sukoharjo, Minggu (7/1/2023).Ular tali wongso yang masuk rumah warga Kartasura, Sukoharjo, Minggu (7/1/2023). Foto: dok. Exalos Indonesia

    Sebagai informasi, ular tali wongso berwarna hitam dan memiliki garis kuning. Biasanya ular ini aktif pada malam hari dan habitatnya ada di pohon.

    Masuknya ular ke dalam rumah memang meresahkan penghuni di dalamnya. Apalagi jika ular tersebut berbisa yang bisa berbahaya bagi penghuni di dalamnya.

    Ternyata, ada beberapa alasan kenapa seekor ular bisa masuk ke dalam rumah. Dikutip dari detikJateng yang melansir dari situs DLHK Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut ini penyebab ular masuk ke dalam rumah.

    Penyebab Ular Masuk Rumah

    1. Habitatnya di alam kemungkinan sudah rusak atau terganggu oleh manusia
    2. Ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat saat musim hujan. Sebaliknya, ular mencari tempat yang teduh untuk berlindung saat musim kemarau.
    3. Bertepatan dengan musim ular berkembang biak
    4. Tersedia pakan yang melimpah seperti tikus, sehingga ular memilih tinggal dan berkembang biak di permukiman.

    Tentunya pemilik rumah nggak mau dong rumahnya dimasuki oleh ular. Nah berikut cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

    Cara Cegah Ular Masuk Rumah

    Dikutip dari detikJatim, berikut ini cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

    1. Tutup Lubang dan Terangi Area Rumah

    Perhatikan kembali keadaan rumah. Apakah ada plafon, saluran air, genteng, dinding, dan bagian lain yang berlubang.

    Jika ada yang berlubang, segera tutup dan jangan sampai ada celah untuk ular memasuki rumah. Lubang-lubang tersebut bisa menjadi sarang ular.

    2. Gunakan Aroma Menyengat

    Aroma menyengat sangat tidak disukai ular, seperti cuka dan cabai. Cara mencegah ular masuk ke rumah ini cukup mudah dengan menyemprotkan cairan cuka. Jika tak ada cuka, kamu bisa menggunakan jeruk dan cabai.

    Bahan dengan bau menyengat lainnya yaitu belerang, yang dapat membuat iritasi pada ular. Aroma wangi pada kapur barus juga cukup efektif dalam mengusir ular.

    Untuk penggunaan kapur barus, perlu dihaluskan terlebih dahulu. Lalu taburkan di area sudut rumah.

    3. Jauhkan Burung dan Usir Tikus

    Bagi kamu yang memelihara burung, gantungkan rumah burung di tempat yang tinggi. Kamu juga patut membasmi tikus agar tak menjadi incaran ular.

    Pentingnya menjaga kebersihan agar rumah kamu tak didatangi tikus. Ular adalah hewan pemangsa tikus, maka basmi tikus yang bisa memancing datangnya ular.

    4. Semprotkan Wewangian

    Selain cuka dan cabai, wewangian ruangan seperti bau parfum, kayu manis, dan minyak cengkeh juga dapat mencegah masuknya ular ke dalam rumah. Semprotkan wewangian tersebut ke area yang rawan datangnya ular.

    5. Bersihkan Sisa Makan Hewan Peliharaan di Dalam Rumah

    Jika kamu memberi makan hewan peliharaan di luar rumah, hal itu akan mengundang ular datang. Terlebih jika tidak segera membersihkan sisa makanan tersebut. Simpan makanan hewan peliharaan di dalam kaleng yang tertutup rapat.

    6. Tutup Tumpukan Kayu

    Ular menyukai tumpukan barang. Kayu bakar yang menumpuk, sisa puing bangunan, batu bata hingga bebatuan pembangunan dapat menjadi tempat yang sempurna untuk ular bersembunyi. Segera tutup atau jauhkan dari rumah kamu apabila tak mau ular datang ke rumah.

    7. Potong Rumput dan Bersihkan Area rumah

    Selain gelap dan kotor, tempat rimbun juga disukai ular. Apabila sekitar rumah kamu ditumbuhi rumput yang lebat, segera potong agar ular tak datang ke rumah.

    Kamu juga harus rajin membersihkan teras, taman, dan sudut-sudut rumah agar tak mengundang datangnya ular.

    Itulah 7 cara mencegah ular masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Geger Rumah Kosong Depok Jadi Sarang 35 Ekor Ular, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Rumah kosong yang dibiarkan tak terawat bisa menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya ada potensi rumah itu menjadi sarang ular, lho.

    Seperti rumah kosong di Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok yang tak ditinggali selama 2 tahun. Petugas Damkar Kota Depok menemukan dan mengevakuasi 35 ekor anak kobra dari rumah tersebut pada Selasa (10/12) lalu.

    Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Tessy Haryati mengatakan pihaknya mengevakuasi puluhan anak kobra tersebut setelah mendapatkan laporan warga soal keberadaan induk kobra.


    “Itu sekitar 2 minggu yang lalu kita respons ke sini, cuma nggak ketemu, indukannya masuk lagi. Nah ini kita respons lagi, ternyata telurnya sudah menetas,” kata Tessy dikutip dari detikNews, Jumat (13/12/2024).

    Tessy mengatakan induk kobra tersebut ternyata menetaskan diri di sebuah rumah kosong milik warga. Namun rumah tersebut sudah tak dihuni dan kondisinya pun tidak layak huni.

    “Jadi saya pesan ya kepada semua warga untuk selalu mengecek, rumah yang kosong ini kemungkinan potensi seperti ini. Ini alhamdulillah kita bisa evakuasi ya, masih anakan. Kalau sudah besar semua mungkin satu kompleks ini bisa terdampak,” jelasnya.

    Lantas bagaimana cara merawat rumah kosong agar ular tidak masuk dan bersarang?

    Tips Cegah Ular Masuk Rumah Kosong

    Inilah cara mencegah ular masuk dan bersarang di rumah kosong, dikutip dari homes to love.

    1. Tutup Lubang di Luar Rumah dan Garasi

    Ular suka memasuki tempat yang gelap dan kering seperti atap, kolong rumah, dan garasi. Pastikan kamu menutup lubang di atap, langit-langit, garasi, dan area lain tempat mereka mungkin tinggal.

    Kamu juga bisa memasang lapisan jaring atau kasa pada bukaan pintu atau ventilasi agar ular atau hewan tidak masuk, namun tetap memungkinkan sirkulasi udara.

    2. Rapikan Pekarangan

    Meski rumah kosong, kunjungi rumah secara berkala untuk merapikan pekarangan. Pastikan tidak ada celah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular di pekarangan.

    Rajin potong rumput agar tetap pendek dan segera buang sisa potongan rumput. Jangan biarkan potongan rumput menumpuk karena bisa menjadi tempat ular menghangatkan diri.

    3. Tutup Lubang Pada Dinding dan Struktur Rumah

    Ular menyukai dinding batu dan bisa masuk rumah melalui celah-celah serta menjadikannya tempat persembunyian. Oleh karena itu, pastikan untuk menutup lubang atau rongga pada dinding atau struktur rumah lainnya.

    4. Bersihkan Rumah

    Walaupun rumah kosong, bersihkan secara berkala karena rumah menjadi kotor dari waktu ke waktu. Pastikan tidak ada sisa makanan di rumah, sebab akan mengundang tikus, yakni makanan ular.

    5. Pilih-pilih Tanaman

    Ternyata jenis tanaman di pekarangan rumah kamu bisa menjadi faktor munculnya ular di rumah, lho.

    Jika kamu punya pekarangan atau taman di rumah, pemilihan tanaman ternyata datang mempengaruhi kedatangan ular. Misalnya, semak rendah dan semak berdaun lebat akan menjadi tempat yang disukai ular buat bersembunyi.

    Namun, menanam pohon tinggi serta mengurangi sampah daun bisa menjadikan rumahmu tidak begitu menarik bagi ular.

    Itulah beberapa cara mencegah ular masuk dan bersarang di rumah kosong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Rumah Kosong Bisa Jadi Sarang Ular? Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Rumah kosong yang lama tak dihuni biasanya kurang terawat. Rumah seperti ini tidak terawat, sehingga bisa menimbulkan masalah seperti dinding retak, genteng bergeser, bahkan sarang ular.

    Mengutip dari AAC Distributing, ular masuk rumah karena mencari tempat tinggal yang nyaman. Selain mencari tempat berlindung, mereka juga bersarang di rumah.

    Lantas, kenapa rumah kosong bisa menjadi sarang ular ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Rumah Kosong Bisa Jadi Sarang Ular

    Inilah beberapa alasan rumah kosong bisa menjadi tempat yang ideal buat ular bersarang.

    1. Retakan dan Lubang di Rumah

    Rumah yang tidak terawat lama-lama bisa menimbulkan kerusakan sekitar bangunan rumah, seperti celah, retakan, hingga lubang. Ular bisa masuk rumah dengan melewati celah-celah sempit.

    Selain itu, ular bisa merangkak ke atap dan masuk lewat celah atap dan ventilasi rumah. Hewan melata satu ini juga dapat masuk melalui celah di sekitar pintu.

    2. Rumah Gelap dan Lembap

    Mengutip dari Revoke Snake Repellent, ular menyukai tempat yang gelap dan lembap untuk bersembunyi. Rumah kosong yang tidak ada aktivitas manusia di dalamnya bisa membuat udara lembap, sehingga mengundang berbagai hewan dan serangga, termasuk ular.

    Rumah rumah kosong juga biasanya kurang penyinaran lampu, sehingga gelap. Lalu, bisa saja ada tumpukan barang-barang di dalam rumah yang cukup gelap buat jadi sarang ular.

    3. Ada Sumber Makanan Ular

    Alasan lain ular tertarik masuk rumah adalah adanya sumber makanan. Rumah kosong yang lama tidak lama-lama malah dihuni oleh hewan lain, seperti tikus misalnya. Tentunya kehadiran tikus di rumah bakal menarik bagi ular.

    4. Pekarangan Rumput yang Tinggi

    Rumput di pekarangan rumah kosong bisa tumbuh tinggi karena tidak ada yang mengurusnya. Area berumput merupakan tempat yang bagus bagi ular untuk beristirahat dan bersembunyi di siang hari.

    Rumput yang tinggi menarik bagi ular, bahkan bisa menjadi ‘surga’ bagi ular. Maka tak heran kalau ada ular di sekitar rumah dan sewaktu-waktu bisa masuk dan bersarang di dalamnya.

    Sebelumnya, ada rumah kosong di Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok sudah tak dihuni selama 2 tahun. Petugas Damkar Kota Depok menemukan dan mengevakuasi 35 ekor anak kobra dari rumah tersebut pada Selasa (10/12) lalu.

    “Itu sekitar 2 minggu yang lalu kita respons ke sini, cuma nggak ketemu, indukannya masuk lagi. Nah ini kita respons lagi, ternyata telurnya sudah menetas,” kata Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Tessy Haryati dikutip dari detikNews, Jumat (13/12/2024).

    Tessy mengatakan induk kobra tersebut menetaskan diri di sebuah rumah kosong milik warga. Rumah tersebut sudah lama tak dihuni dan kondisinya tidak layak huni.

    “Jadi saya pesan ya kepada semua warga untuk selalu mengecek, rumah yang kosong ini kemungkinan potensi seperti ini. Ini alhamdulillah kita bisa evakuasi ya, masih anakan. Kalau sudah besar semua mungkin satu kompleks ini bisa terdampak,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Cabut Peralatan Elektronik


    Jakarta

    Saat hari raya, mudik menjadi momen spesial yang ditunggu. Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan rumah tetap aman serta menghindari risiko pencurian, korsleting listrik, kebakaran, dan hal lain yang tidak diinginkan. Simak beberapa tips meninggalkan rumah saat mudik berikut ini.

    Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik

    Saat meninggalkan rumah untuk mudik sebaiknya cek kembali peralatan elektonik, jaringan listrik dan kabel, sekring, serta keamanan rumah. Begini penjelasannya.


    1. Cabut Peralatan Elektronik

    Dalam laman Instagram PLN Medan Denai, masyarakat disarankan untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan ketika ditinggal mudik. Hindari pemakaian banyak listrik dalam satu stop kontak.

    Senada dengan hal tersebut, mengutip laman Antara, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda menyarankan untuk mencabut kabel dispenser, kipas angin, mesin air, AC, televisi, charger, hingga kulkas saat mudik. Sebab, perangkat-perangkat tersebut berpotensi menyebabkan korsleting listrik.

    2. Pastikan Tidak Ada Kabel yang Rusak

    Pastikan tidak ada kabel yang rusak atau longgar. Hal ini untuk mencegah risiko kebakaran akibat hubungan arus pendek.

    3. Matikan Lampu

    Dalam kondisi menyala terus menerus, lampu akan menjadi panas termasuk pada bagian komponen elektroniknya. Hal ini juga bisa memicu korsleting listrik.

    Cukup hidupkan lampu penerang seperlunya, seperti lampu teras dan halaman untuk memastikan keamanan rumah. Jika perlu, pasang sensor penerangan agar penggunaan listrik bisa efisien.

    4. Pastikan Listrik tetap Hidup

    Untuk pelanggan prabayar yang mengisi token listrik, pastikan sudah mengisi token agar listrik tetap menyala. Sementara, menurut laman Instagram PLN UP3 Salatiga, untuk pelanggan pascabayar, pastikan sudah melakukan pembayaran listrik sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda dan pemutusan.

    5. Jangan Tinggalkan Barang Berharga di Rumah Sembarangan

    Saat pergi mudik dalam waktu yang cukup lama, jangan meninggalkan barang berharga di rumah sembarangan. Simpan perhiasan, uang atau dokumen penting di tempat yang aman.

    6. Pasang CCTV

    Untuk memastikan keamanan rumah, pasang smart CCTV. Jadi, kamu bisa memantau rumah dari mana saja dengan smartphone. Dengan notifikasi gerak, kamu bisa langsung tahu jika ada aktivitas mencurigakan.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Pintu yang Terbuka ke Dalam Lebih Aman dan Untung buat Pemilik Rumah



    Jakarta

    Pintu memiliki beberapa cara untuk dibuka. Salah satunya adalah pintu dibuka dengan didorong atau ditarik. Apabila pintu didorong maka pintu terbuka ke arah dalam. Sementara itu, jika pintu ditarik, maka terbuka ke arah keluar.

    Di antara kedua cara ini, mana yang lebih baik?

    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Fikri, pintu untuk rumah pribadi sebaiknya memakai yang dibuka ke dalam. Dari segini keamanan jauh lebih baik dan dari segi feng shui dapat membawa rezeki bagi penghuni rumah.


    “Kalau dari sisi arsitek, pintu dibuka ke dalam cocok untuk rumah pribadi karena lebih baik dari segi kenyamanan, keamanan, bahkan feng shui,” kata Panggah kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Kemudian, penempatan pintu seperti ini bagus untuk pintu utama, pintu kamar tidur, dan pintu kamar mandi.

    Sementara itu, untuk pintu yang dibuka keluar atau tipe yang ditarik bisa digunakan di rumah. Lokasinya bisa pada pintu pagar dan pintu belakang. Namun, menurutnya pintu yang dibuka keluar biasanya digunakan pada tempat-tempat umum.

    “Untuk pintu dibuka keluar, hanya untuk public place seperti bioskop, rumah sakit, dan sebagainya. Karena untuk keselamatan kerja, pintu dibuka keluar agar memudahkan evakuasi orang,” ujarnya.

    Sementara itu, apabila dilihat dari sisi feng shui, berikut aturan arah buka pintu, menurut situs Favourite Homes, pintu yang terbuka ke dalam dapat menarik energi ‘chi’ positif ke dalam rumah. Sementara jika terbuka ke luar seperti membuang energi chi ke luar.

    Lalu, secara teknis dilansir Vivid Doors, dari segi keamanan, pintu yang terbuka ke arah dalam lebih aman dari pencurian atau penyusupan. Selain itu, pintu yang terbuka biasanya engsel juga terletak di dalam sehingga pintu tidak mudah dijangkau oleh orang lain dari luar.

    Apabila terjadi hujan, pintu yang terbuka ke arah dalam lebih aman dari angin dan air. Berbeda dengan pintu yang terbuka ke arah luar biaa lebih berat dan sulit saat terjadi hujan angin.

    Saat proses penyelamatan diri saat darurat, pintu dengan arah buka ke dalam lebih efektif dan mudah karena mudah terbuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Momen Menhut Raja Juli Nyapu-Ngepel Rumah Saat Ditinggal ART Mudik’:

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pastikan Hal Ini Saat Mulai Proyek Kalau Tak Mau Bangunan Ambruk



    Jakarta

    Fondasi merupakan struktur bangunan paling dasar yang akan menopang bangunan di atasnya. Pembuatan fondasi tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan bobot bangunan yang akan dibangun.

    Apabila dibangun asal-asalan, kata Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan, siap-siap pembangunan tersebut menjadi ‘proyek koboi’, yakni proyek yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Masalah yang timbul dari ‘proyek koboi’ ini cukup banyak, mulai dari proyek mangkrak, menghabiskan modal dan waktu yang banyak, hingga bangunan ambruk.

    Untuk menghindari hal tersebut, setiap pembangunan harus melibatkan ahli struktur. Sebab, kejadian bangunan ambruk umumnya diakibatkan pembangunan yang tidak memiliki perencanaan dan tidak melibatkan arsitek dan ahli teknik sipil. Ahli bukan hanya menggambar bangunan, melainkan membuat perencanaan dan memastikan keamanan bangunan tersebut.


    Dengan adanya perencanaan pembangunan, tenaga ahli bisa menentukan detail-detail mengenai bahan, desain, hingga jumlah material yang harus disiapkan. Detail-detail ini guna memastikan semua hal yang dikerjakan sudah sesuai dengan standar keamanan.

    “Spesifikasi materialnya sesuai dan workernya juga nggak culas. (Proyek tanpa perencanaan) bahasa kerennya proyek koboi, lanjut aja nggak ada perencanaan,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, pada Selasa (30/9/2025).

    Selain itu, perlu juga dilakukan pengecekan pada tanah. Struktur tanah, kata Wildan, bisa berpengaruh pada kekokohan bangunan. Untuk mengecek hal tersebut tentu harus melibatkan ahli yang memang memahami dan berpengalaman dalam hal tersebut.

    Selama pembangunan berjalan sebaiknya semua orang yang berada di sekitar konstruksi harus memakai alat pelindung, minimal pelindung kepala. Sebab, tidak ada yang bisa menebak kapan musibah terjadi.

    “Harusnya nggak boleh (masuk ke area konstruksi tanpa memakai pelindung diri) karena dari segi safety pun nggak masuk. Harus selalu pakai alat pelindung diri,” ucapnya.

    Sementara itu, seperti yang diketahui, baru-baru ini bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo ambruk dan menimpa sekitar 140 santri yang tengah melaksanakan salat Asar berjamaah. Menurut Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso penyebab musala ponpes ambruk diduga karena fondasi bangunan yang tidak kuat.

    “Diduga fondasi tidak kuat sehingga bangunan dari lantai empat runtuh hingga lantai dasar,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dilansir Antara, pada Selasa (30/9/2025).

    Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny KH Abdus Salam Mujib mengatakan bangunan yang runtuh tersebut memang dalam masa pembangunan selama 9-10 bulan belakangan ini. Pada hari kejadian, dilakukan pengecoran pada lantai 4. Selang beberapa jam dari pengerjaan tersebut, tragedi bangunan ambruk terjadi.

    “Mungkin sudah selesai atau bagaimana enggak tahu. Soalnya ngecor mulai dari pagi. Saya kira ngecornya mungkin hanya 4 jam, 5 jam selesai. Mungkin jam 12 sudah selesai,” imbuhnya.

    Penyelamatan santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan masih dilakukan hingga saat ini. Dilansir detikJatim, masih 7 santri yang terjebak. Proses evakuasi terkendala pada risiko bangunan tersebut bisa kembali ambruk.

    “Kami masih fokus melanjutkan untuk penyelamatan atau evakuasi yang masih hidup dan terdeteksi ada tujuh lagi. Ada satu sektor yang di belakang satu orang, kemudian di tengah satu orang, di samping kanan lima orang,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, Selasa (30/9/2025).

    Dengan tips di atas, semoga ke depannya detikers bisa lebih hati-hati dan terencana ketika membangun bangunan apa pun. Jangan lupa selalu utamakan keselamatan.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com