Tag: penyimpanan makanan

  • Jangan Simpan 13 Barang Ini di Dalam Kulkas! Simak Cara yang Benar


    Jakarta

    Kulkas biasa dipakai untuk menyimpan makanan agar lebih awet. Namun, beberapa makanan justru tidak boleh disimpan di dalam kulkas karena akan merusak kualitasnya.

    Dalam artikel ini, kita akan ulas 13 barang yang tidak boleh disimpan ke dalam kulkas. Ketahui juga bagaimana cara menyimpan barang tersebut dengan benar.

    Bahan Makanan yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

    Dirangkum dari situs Homes and Gardens, Good Housekeeping, dan Southern Living, berikut ini 13 benda (bahan makanan) yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas:


    1. Telur

    Saat membeli telur di pasar maupun di supermarket, telur tidak pernah ditempatkan di dalam kulkas. Ini adalah cara yang benar.

    Tetapi sebagian orang membawanya pulang dan segera menyimpannya ke dalam kulkas agar awet. Cara menyimpan telur yang benar dan aman adalah dengan meletakkannya di suhu ruangan yang sejuk.

    2. Madu

    Madu sudah mengandung pengawet alami, sehingga tidak perlu disimpan di kulkas agar awet. Jika disimpan di dalam kulkas, madu justru akan mengeras dan sulit dioleskan atau dituang.

    Suhu dingin menyebabkan madu lebih cepat mengkristal. Cukup simpan madu di suhu ruangan yang teduh dan sejuk.

    3. Cake

    Cake atau kue bisa disimpan di wadah kedap udara selama tiga hari. Kecuali kue tersebut memiliki isian krim atau krim keju asli atau lapisan gula, simpanlah ke dalam lemari es.

    4. Minyak

    Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai hal ini. Minyak tidak boleh disimpan di dalam kulkas, termasuk minyak sayur, minyak zaitun, dan sebagainya.

    Efeknya tentu bisa dengan cepat terlihat karena minyak segera mengental di suhu dingin. Simpanlah minyak di tempat yang sejuk dan tidak terpapar cahaya matahari.

    5. Roti dan Pisang

    Pendiri perusahaan penataan dan pengorganisasian The Simplified Island, Caroline Roberts, mengatakan roti dan pisang tidak baik disimpan di kulkas.

    “Roti akan mengering jika disimpan di kulkas, dan pisang akan menghitam. Meskipun pisangnya masih bisa dimakan, tapi terlihat sangat kotor,” ungkapnya.

    Simpanlah pisang yang belum dikupas di suhu ruangan. Atau jika memang ingin mengawetkan, kupas pisang dan simpanlah ke dalam freezer agar membeku. Sedangkan roti, simpanlah dalam kondisi tertutup dan berada di suhu sejuk.

    6. Kopi

    Pendiri Home Bar Select, Aaron Jerez, menyebut kopi tidak perlu disimpan di kulkas. Suhu dingin kulkas justru akan menyebabkan rasa kopi menjadi basi. Simpan kopi di wadah kedap udara pada suhu kamar.

    7. Bawang Merah dan Bawang Putih

    Bawang merah dan bawang putih membutuhkan tempat penyimpanan dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga jangan menyimpannya di dalam kulkas. Kecuali jika bawang tersebut sudah dipotong atau dihaluskan, maka simpanlah di dalam kulkas.

    8. Paprika, Mentimun, dan Tomat

    Paprika, mentimun, dan tomat termasuk jenis barang yang tidak perlu disimpan di dalam kulkas karena kualitasnya bisa menurun, bahkan hilang.

    Hal ini dijelaskan oleh direktur rantai pasokan makanan, ritel, dan FMCG di British Standards Institution, Neil Coole.

    “Saat disimpan di kulkas, mereka sering kali kehilangan rasa, dan kualitasnya secara keseluruhan. Sebaiknya menyimpan barang-barang ini pada suhu kamar untuk mendapatkan rasa terbaik dan nutrisi terbanyak,” katanya.

    9. Acar

    Acar termasuk makanan yang difermentasi. Suhu ruangan membuat makanan ini memiliki cita rasa segar. Jadi tidak perlu lagi menyimpan acara di dalam kulkas, ya!

    10. Alpukat

    Ahli gizi dari The Candida Diet, Lisa Richards, mengingatkan agar tidak menyimpan alpukat di dalam kulkas, terlebih jika alpukat masih belum matang.

    Hal ini akan mempengaruhi tekstur dan rasanya. Suhu dingin juga bisa memperlambat proses pematangan dan membuat daging menjadi keras, bahkan menjadi tidak bisa dimakan. Cukup taruh saja alpukat pada suhu ruangan.

    11. Labu, Ubi, dan Terong (Sweet Potato)

    Labu, terong, dan ubi akan lebih baik jika disimpan di suhu ruangan karena bisa memberikan kelembapan alami, sehingga ubi tetap keras. Ini sekaligus meminimalkan perkecambahan dan pembusukan dari jenis bahan makanan ini.

    12. Buah yang Masih Perlu Dimatangkan

    Jangan menyimpan buah yang belum matang di dalam kulkas karena akan memperlambat prosesnya. Kalian bisa menunggu buah sampai matang dengan menaruhnya di meja dengan suhu ruangan.

    13. Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

    Selain yang sudah di atas, ada sejumlah sayur yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas, antara lain kentang dan bawang bombay. Simpanlah di suhu ruangan.

    Itulah tadi 13 barang yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas karena bisa menurunkan kualitasnya. Cukup simpan di ruang dengan suhu sejuk dan tidak terpapar sinar matahari.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Benda yang Sebaiknya Tidak Ditaruh di Atas Kulkas, Bisa Berbahaya!



    Jakarta

    Atas kulkas sering kali jadi ‘meja darurat’ di rumah. Mulai dari botol minyak, roti, hingga peralatan dapur kecil semuanya kerap numpuk di atas permukaan kulkas. Bahkan, ada yang sengaja melapisinya dengan taplak lengkap dengan kantong-kantong untuk menyimpan berbagai barang.

    Padahal, nggak semua benda aman ditaruh di atas kulkas, lho! Alih-alih praktis, kebiasaan ini justru bisa bikin kulkas cepat rusak, barang jadi cepat basi, bahkan bisa membahayakan keselamatan.

    Melansir dari Southern Living, berikut daftar benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas:


    1. Minyak Goreng

    Menurut Petya Holevich, supervisor pembersihan rumah dari Fantastic Service, minyak sangat sensitif terhadap panas dan cahaya. Suhu hangat dari atas kulkas bisa mengubah rasa dan kualitas minyak, bahkan bisa mempercepat tengik.

    2. Roti

    Roti memang sering jadi andalan sarapan, tapi kalau diletakkan di atas kulkas, teksturnya bisa cepat berubah. Panas dari kulkas bisa menimbulkan embun dalam kemasan, yang akhirnya mempercepat pertumbuhan jamur.

    3. Keripik

    Camilan favorit satu ini juga sebaiknya disimpan jauh dari kulkas. Suhu hangat membuat teksturnya cepat melempem dan minyak di dalamnya bisa rusak, bikin rasa keripik jadi hambar.

    4. Minuman Beralkohol

    Bryan Griffin, pendiri Patriot Maids Cleaning Services, mengungkap bahwa suhu panas dari kulkas dapat merusak cita rasa minuman beralkohol dan mengurangi daya simpan botolnya.

    5. Benda Pembersih

    Menurut Kathy Cohoon, manajer operasional Two Maids, bahan pembersih sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan berventilasi. Menaruhnya di atas kulkas bisa jadi kombinasi berbahaya karena panas bisa memicu reaksi kimia.

    6. Benda Berat

    Permukaan atas kulkas umumnya terbuat dari bahan logam atau plastik tipis. Menaruh benda berat seperti rice cooker, galon, atau tumpukan buku bisa menekan struktur kulkas dan berpotensi penyok. Selain itu, benda berat bisa jatuh dan membahayakan orang di sekitarnya.

    7. Microwave dan Pemanggang Roti

    Dua alat ini menghasilkan panas dan butuh ventilasi khusus. Menaruhnya di atas kulkas bisa mengganggu sirkulasi panas keduanya-risikonya? Bisa merusak dua perangkat sekaligus.

    8. Wadah Plastik Kosong

    Kelihatannya aman, tapi wadah plastik bisa berubah bentuk atau bahkan retak kalau terus-menerus terpapar suhu hangat dari kulkas. Apalagi jika wadah tersebut terbuat dari bahan murah.

    9. Benda Mudah Terbakar

    Lilin, korek api, atau bahan kimia sebaiknya dijauhkan dari permukaan kulkas. Panas dari mesin kulkas bisa memicu kebakaran jika benda-benda ini tidak sengaja terpancing nyala.

    10. Obat-Obatan

    Obat memerlukan suhu penyimpanan yang stabil. Menaruhnya di atas kulkas bisa membuat efektivitasnya menurun karena panas yang dihasilkan dari mesin kulkas merambat ke atas.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


    Jakarta

    Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

    Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

    Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


    Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

    Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

    1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

    Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

    2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

    Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

    3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

    Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

    4. Kabinet Berlubang

    Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

    Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Posisi Terbaik dan Terburuk Meletakkan Kulkas di Dapur Menurut Ahli


    Jakarta

    Kulkas biasanya diletakkan di dapur atau berada di area memasak. Hal ini dikarenakan fungsinya sebagai penyimpanan bahan makanan.

    Letaknya pun pasti berbeda-beda pada setiap rumah, bisa ada yang di pojok kanan, kiri, atau bahkan di tengah ruangan. Hal ini menyesuaikan dengan ukuran kulkas yang dipakai dan desain dapurnya yang berbeda. Selama kulkas tidak mengganggu atau memakan banyak ruang di dapur, di mana pun letak kulkas tidak akan jadi masalah.

    Namun, jika ingin membuat dapur yang lebih terstruktur dengan ruang gerak lebih efisien, beberapa desainer interior mengungkapkan lokasi-lokasi kulkas yang tepat. Dilansir Homes and Gardens, berikut lokasi yang disarankan untuk meletakkan kulkas.


    Posisi Kulkas yang Tepat

    1. Tentukan dengan Konsep Kitchen Triangle

    Dalam mendesain dapur, dikenal konsep yang disebut kitchen triangle. Konsep ini mengatur posisi 3 benda penting di dapur, yakni kompor atau oven, kulkas, dan wastafel atau bak cuci piring. Ketikanya harus berada dalam batas jarak yang aman yang apabila ditarik garis akan membentuk segitiga.

    Desainer senior di British Standard by Plain English Adrian Bergman mengungkapkan fungsi dari konsep kitchen triangle adalah agar ruang gerak di dapur leluasa tidak saling bertabrakan.

    Dalam aturan tersebut, kulkas harus berada di dekat kompor, tetapi tidak menempel, melainkan urutannya adalah kulkas, kompor, dan bak cuci piring.

    2. Ruang Penyimpanan Makanan

    Selain dapur, kulkas bisa diletakkan di ruang tempat penyimpanan makanan. Lokasi ini juga cukup strategis dan efisien karena saat menyimpan bahan makanan dan hendak memakannya berada di satu tempat.

    3. Ruang Makan

    Kulkas juga bisa diletakkan di area makan. Hal ini dapat mempermudah ketika menyimpan makanan setelah semua orang selesai makan. Bisa juga mempermudah penghuni rumah ketika hendak mengambil air dingin, es batu, atau cemilan manis.

    Posisi Kulkas yang Harus Dihindari

    1. Tempat Lalu Lalang

    Pemimpin Redaksi Homes & Gardens Lucy Searle mengatakan kulkas sebaiknya tidak diletakkan di area berlalu lalang, seperti lorong dan tepat di persimpangan koridor. Area ini harus bebas dari gangguan benda besar dan keras untuk menghindari tabrakan dan benturan.

    2. Dekat dengan Sumber Panas

    Kulkas sebaiknya tidak tepat bersebelahan dengan kompor, oven, atau perangkat yang dapat menghasilkan panas. Hal ini dikarenakan panas dapat berpengaruh pada kinerja kulkas. Kulkas butuh area dengan suhu normal agar bisa menjaga suhu dingin di dalamnya.

    3. Area yang Terkena Paparan Matahari Langsung

    Selain panas dari perangkat lain, sinar matahari langsung pun harus dihindari. Oleh karena itu, kulkas sebaiknya tidak berada di dekat jendela atau tepat di bawah sky light.

    Itulah lokasi yang disarankan dan harus dihindari untuk meletakkan kulkas, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Makan Rebusan-Kukusan yang Keburu Dingin? Hati-hati, Ini Risikonya


    Jakarta

    Makanan rebusan-kukusan begitu nikmat disantap ketika masih hangat. Selain sensasi memakannya akan berbeda, jika terlalu lama didiamkan di suhu ruang, maka bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri.

    Spesialis gizi klinis, dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK mengatakan, makanan kukusan-rebusan yang didiamkan di suhu ruang bisa menimbulkan risiko. Salah satunya adalah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti mual, muntah, dan diare.

    “Ini karena makanan rebus atau kukus punya kadar air tinggi, yang membuatnya rentan terhadap bakteri jika dibiarkan di “danger zone” suhu, yaitu antara 4°C hingga 60°C. Di rentang suhu ini, bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Bacillus cereus bisa berkembang biak dengan cepat, bahkan dua kali lipat setiap 20 menit,” katanya kepada detikcom, Kamis (13/12/2025).


    dr Ardian menuturkan, ada studi yang menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama dari penyakit akibat makanan adalah pendinginan yang tidak benar setelah dimasak.

    “Jadi, kalau makanan masak yang panasnya dibiarkan dingin perlahan di suhu ruang, bakteri di makanan itu bisa menghasilkan toksin yang tahan panas, artinya, meski dipanaskan ulang, toksinnya tetap ada dan ini yang menyebabkan infeksi,” tuturnya.

    “Khusus untuk makanan karbohidrat tinggi seperti singkong atau kentang, Bacillus cereus sering jadi masalah karena bisa tumbuh di makanan yang didinginkan lambat,” tambahnya.

    Namun, jika makanan sudah dingin karena disimpan disimpan dengan benar di kulkas dengan suhu

    “Jadi risiko muncul kalau dibiarkan dingin di meja atau suhu ruang terlalu lama,” katanya.

    Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan rebus atau kukus seperti ubi, singkong, kentang, atau jagung secara langsung setelah matang. Hal ini untuk memaksimalkan manfaat nutrisi dan meminimalisir risiko keracunan.

    “Tapi, kalau nggak bisa langsung habis, nggak masalah kok, asalkan dinginkan cepat dan simpan langsung di kulkas, terus durasi maksimal 2 jam di suhu ruang, lalu masukkan kulkas, terus bisa dimakan dingin atau dipanaskan ulang sebelum dikonsumsi,” tuturnya.

    Menurut dr Ardian, yang terpenting adalah jangan sering-sering memanaskan dan mendinginkan makanan secara berulang, Hal ini bisa menurunkan kualitas kandungan nutrisinya.

    (elk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera