Tag: penyimpanan

  • Ini Jarak dan Tinggi Ideal Pasang Kitchen Set di Dapur



    Jakarta

    Barang di dapur banyak jenisnya. Mulai dari wastafel, kompor, oven, hingga rak penyimpanan yang biasa berbentuk kitchen set. Semua itu tidak bisa dipasang asal-asalan karena dapat menghambat dan menyulitkan kegiatan di dapur. Dari sekian banyak barang di dapur yang harus diperhatikan adalah letak kitchen set karena kamu akan sering menggunakan.

    Kitchen set ini biasanya berbentuk lemari yang terdapat banyak rak atau biasanya disebut pula dengan kabinet. Fungsinya membuat dapur terlihat rapih, terorganisir, dan fungsional. Dengan memilih kitchen set yang tepat dan sesuai dengan gaya desain dapur itu sendiri dapat meningkatkan tampilan dan kenyamanan selama berada di dapur.

    Biasanya kitchen set terbuat dari bahan kayu, plywood, stainless steel, dan bahan laminasi. Bisa juga tampilannya dibuat transparan, tertutup, atau terbuka. Desain kitchen set cukup beragam menyesuaikan kebutuhan dan luas dapur.


    Kitchen SetKitchen Set Foto: ACE Hardware

    Letak kitchen set ada yang menggantung di atas kompor atau meja dapur, ada pula yang letaknya di bawah. Saat meletakkan kitchen set, kamu tentu perlu menentukan tinggi atau jaraknya dengan kompor atau meja dapur agar kamu memiliki ruang bebas dan nyaman saat memasak. Lantas, berapa tinggi ideal kitchen set di rumah?

    Melansir dari Ray White, Rabu (14/8/2024), tinggi ideal kitchen set di rumah adalah sekitar 85-95 cm untuk bagian bawah dan sekitar 60-90 cm untuk bagian atas yang menggantung. Biasanya kitchen set ini berupa lemari atau rak penyimpanan.

    Sedangkan, untuk ukuran ideal kitchen set yang menggantung sekitar 60-90 cm dengan lebar antara 23 hingga 91 cm. Ukuran ini bukan sebagai patokan, melainkan standar umum agar penyimpanan rapih dan muat.

    Kemudian, jarak antara kitchen set yang menggantung dengan meja dapur disarankan sekitar 50 cm hingga 70 cm. Kabinet ini bisa untuk menyimpan barang-barang yang paling sering dipakai seperti bumbu masakan dan peralatan makan. Dengan kisaran ketinggian ini, kamu akan lebih mudah mengambil atau menyimpan barang di kabinet atau kitchen set di dapur.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Cara Simpan Barang Berharga di Rumah Biar Nggak Dicuri Maling


    Jakarta

    Menyimpan barang berharga di rumah membutuhkan perhatian ekstra. Sebab, selalu ada potensi terjadi aksi kejahatan misalkan maling yang mengincar harta bendamu.

    Seperti yang terjadi pada rumah milik warga di Jalan Capoa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibobol maling. Pelaku mengacak-acak kamar tidur dan membawa kabur uang hingga perhiasan emas.

    “10 gram gelang, 2 gram gelang anak, 2 gram cincin, 1 gram cincin anak, serta uang tunai 4 juta (dicuri pelaku),” ujar Kanit Res Polsek Tallo, Iptu Saiful Basir dikutip dari detikSulsel, Senin (19/8/2024).

    Hal itu terjadi pada Senin (12/8) sekitar pukul 20.00 Wita. Korban yang baru pulang dari rumah sakit mendapati pintu rumahnya telah dicungkil oleh pelaku.


    Korban yang mendapati rumahnya berantakan, langsung memeriksa emas dan uang tunai yang disimpan dalam lemari pakaian. Adapun taksiran kerugian sebesar Rp 23,5 juta.

    Lalu, bagaimana cara menyimpan barang berharga dengan aman di rumah? Simak caranya berikut ini dikutip dari Cekaja.

    Cara Aman Simpan Barang Berharga di Rumah

    1. Jangan Simpan di Dalam Lemari

    Tips menyimpan barang berharga di rumah yang pertama adalah tidak menyimpannya di dalam lemari. Dari beberapa contoh kasus yang telah terjadi, menyimpan barang berharga, seperti emas atau surat-surat tanah di dalam lemari lebih berisiko diambil oleh pencuri saat terjadi perampokan.

    Ketika hal itu terjadi, biasanya pencuri akan langsung tertuju ke kamar tidur dan mencari benda-benda berharga korbannya di dalam lemari.

    Maka dari itu, menyimpan barang berharga maupun benda berharga lainnya di dalam lemari sangat tidak disarankan. Apalagi di dalam celah-celah kecil atau lainnya. Sebaliknya, cobalah simpan barang berharga yang dimiliki di tempat-tempat yang sekiranya sulit untuk ditemukan oleh pencuri.

    2. Simpan di Tempat yang Sulit Dijangkau

    Berikutnya, simpan barang berharga kamu di tempat yang sulit dijangkau. Tempat yang sulit dijangkau ini maksudnya tempat yang sekiranya tak akan terpikirkan oleh pencuri. Misalnya di celah-celah laci dapur ataupun ruang makan.

    Pokoknya, jangan sampai tempat yang disiapkan untuk menyimpan barang berharga, mudah ditebak oleh pencuri.

    Kamu harus mengakalinya dengan sebaik mungkin. Jika memungkinkan, selalu ganti posisi penyimpanannya tiap tiga hingga enam bulan sekali. Terlebih lagi jika rumah sering didatangi oleh tamu.

    Perpindahan posisi ini dimaksudkan untuk menghindari segala risiko kehilangan, yang terkadang bisa dialami jika kita terlalu percaya dengan orang lain, apalagi yang baru dikenal.

    3. Simpan di Dalam Brankas Unik

    Tips menyimpan barang berharga di rumah yang berikutnya adalah dengan menaruhnya di dalam brankas. Untuk keamanan yang lebih lagi sebaiknya jangan gunakan brankas biasa ya.

    Kamu bisa menggunakan brankas dengan bentuk unik, bisa saja menyerupai celengan uang atau buku. Bentuk yang tidak mencolok itu tentu saja akan mengecoh pandangan pencuri.

    Selain itu, hal lainnya yang harus diperhatikan adalah tempat penyimpanan brankas tersebut. Hindari menyimpan brankas atau barang berharga secara langsung di dalam lemari maupun lacinya.

    Sebab, seperti yang sebelumnya sudah dibahas, lemari selalu menjadi sasaran utama pencuri saat mencari barang berharga korbannya. Ada baiknya untuk menyimpan brankas tersebut di ruangan yang lebih aman dan tidak terpikirkan oleh pencuri.

    4. Gunakan Perlindungan Ganda

    Selanjutnya yang juga termasuk dalam tips menyimpan barang berharga di rumah adalah selalu gunakan perlindungan ganda. Meski sudah menggunakan brankas yang terbuat dari material besi, namun ada baiknya lagi bila kamu menambah perlindungannya.

    Caranya? Tentu saja dengan menyimpannya dalam kotak berlapis. Misal, masukkan brankas ke dalam kotak yang lebih besar dan menggunakan gembok maupun kata sandi. Dengan begitu, pencuri tidak akan mudah untuk bisa membuka kotak tersebut.

    5. Gunakan Trik Menipu Pencuri

    Tips menyimpan barang berharga di rumah yang terakhir adalah dengan menggunakan trik menipu pencuri. Nah, di sini, kamu bisa menggunakan lemari untuk mengecoh pencuri.

    Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan brankas untuk menyimpan barang berharga. Di dalam brankas itu, kamu dapat menyimpan berbagai benda yang tidak berguna, namun dalam jumlah yang cukup banyak.

    Dengan begitu, pencuri tentu akan mengira bahwa sebagian besar hartamu ada di dalam brankas tersebut, sehingga pencuri tak perlu lagi mencari ke ruangan lainnya untuk menemukan barang berharga lainnya.

    Itulah cara menyimpan barang berharga di rumah agar tidak dicuri maling. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Dia Tips Basmi Cicak di Rumah Biar Bersih dari Kotoran


    Jakarta

    Cicak adalah hewan melata yang sering ditemukan di rumah. Meskipun tidak berbahaya, cicak termasuk hama yang bisa mengganggu penghuni rumah.

    Biasanya cicak suka membuang kotoran sembarangan, sehingga membuah rumah beserta perabotan terlihat kotor. Selain itu, ada sebagian orang yang geli dan takut dengan hewan kecil ini.

    Bagi kamu yang merasa terganggu dengan kehadiran cicak di rumah, bisa mengikuti cara berikut ini untuk membasmi cicak yang dikutip dari Livspace, Senin (19/8/2024).


    Cara Basmi Cicak dari Rumah

    1. Bubuk Kopi

    Cicak tidak menyukai aroma kopi yang kuat. Oleh karena itu, ia akan menjauhi aroma yang menyengat dari bubuk kopi.

    Untuk mengusir cicak menggunakan bubuk kopi, kamu dapat mencampurkan bubuk kopi ke dalam air dan menyemprotkan ke daerah yang sering dilalui cicak. Kamu juga dapat menaburkan bubuknya saja.

    2. Aneka Bawang

    Selain bubuk kopi, hal lain yang dibenci cicak adalah bawang-bawangan yang menyengat. Simpanlah beberapa siung bawang putih mentah atau irisan bawang merah di berbagai sudut rumah.

    Seiring berjalannya waktu, bau dari bawang akan membuat cicak menjauh. Jika kamu tidak ingin menggunakan potongan bawang, kamu juga dapat menggunakan air bawang dan menyemprotkannya di sekitar rumah.

    3. Kapur barus

    Kapur barus adalah cara yang baik untuk membasmi cicak di dalam rumah. Namun, kapur barus hanya boleh digunakan oleh rumah yang tidak memiliki hewan peliharaan atau bayi karena dapat membahayakan kesehatan mereka.

    Cicak tidak tahan dengan bau yang menyengat dari kapur barus. Oleh karena itu, mereka akan menghindarinya. Usir cicak dengan meletakkan kapur barus di lemari dapur, rak penyimpanan, dan di bawah wastafel.

    4. Atur suhu ruangan

    Cicak merupakan hewan yang tidak mampu mengatur suhu tubuh sesuai dengan lingkungan. Oleh karena itu, mereka sering mencari ruangan yang memiliki suhu yang hangat.

    Suhu ruangan yang dingin dapat menghindari cicak masuk ke dalam rumah. Kamu dapat mengatur AC dan menurunkan suhu rumah menjadi 22 derajat celcius.

    5. Lada dan cabai

    Salah satu cara untuk mengusir adalah menggunakan lada dan cabai. Kamu dapat mencampurkan sedikit merica atau bubuk cabai ke dalam air.

    Lalu, semprotkan cairan tersebut ke area yang sering didatangi oleh cicak. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, kamu dapat menggantung cabai kering.

    6. Cangkang telur

    Kamu dapat menggunakan cangkang telur untuk mengusir cicak dari rumah. Caranya yaitu bersihkan cangkang telur dan taruh di tempat yang sering didatangi cicak, terutama di dekat pintu atau jendela. Kamu perlu membuang cangkang telur keesokan harinya untuk menjaga kebersihan.

    7. Obat nyamuk

    Semprotan pengusir nyamuk kimiawi dapat membasmi cicak dan nyamuk. Selain itu, jumlah cicak di rumah akan berkurang secara alami ketika kamu membasmi nyamuk atau serangga lain di rumah.

    Hal ini karena cicak datang untuk mencari makanan. Jika kamu memotong sumber makanan mereka, maka tidak ada alasan bagi mereka untuk tinggal.

    8. Air Dingin

    Kalau kamu nggak mau memakai bahan-bahan berbau untuk mengusir cicak, masih ada cara lain yang bisa kamu ikuti.

    Seperti yang kita ketahui, cicak menyukai tempat yang lebih hangat. Jika kamu menyiramkan air dingin atau air es pada mereka, maka mereka menjadi tidak bisa bergerak.

    9. Memasang Jaring Jendela

    Memasang jaring jendela adalah solusi jangka panjang yang praktis. Dengan jaring, kamu tidak perlu menutup jendela sepanjang waktu dan membiarkan semua cahaya alami masuk. Kamu dapat memilih jaring yang berwarna putih agar rumah lebih terang.

    10. Menjaga Kebersihan

    Cicak dan jenis hama lainnya bersembunyi di dalam rumah untuk mencari makanan. Jadi disarankan untuk tidak menyimpan makanan di tempat terbuka.

    Simpan semua makanan dalam wadah yang tertutup. Apabila kamu memiliki sisa makanan yang tidak dapat dikonsumsi, pastikan untuk membuangnya.

    Membersihkan rumah secara rutin adalah cara ampuh utama yang dapat kamu melakukan untuk mengusir cicak. Dengan menjaga rumah tetap bersih, hewan pengganggu lain juga akan berkurang.

    Itulah cara membasmi cicak di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 7 Barang Ini di Atas Kulkas, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Kulkas adalah lemari pendingin yang biasa digunakan untuk menyimpan makanan hingga barang yang tidak bisa terlalu lama di suhu ruangan. Sering ditemui, kulkas di Indonesia, bagian atasnya digunakan untuk meletakkan banyak barang. Bagian kosong di atas kulkas menjadi tempat penyimpanan tambahan di rumah, bahkan ada yang meletakkan penutup dengan banyak kantong di kanan dan kiri kulkas.

    Ternyata kebiasaan seperti ini tidak disarankan karena bagian atas kulkas berfungsi sebagai ventilasi atau tempat untuk melepaskan panas dari kulkas. Memang di bagian atas tidak terlihat lubang apa pun yang menandakan ventilasi tersebut. Namun, kamu pasti pernah merasakan bagian luar kulkas terasa panas, padahal di dalamnya menghasilkan dingin.

    Dengan bagian luar kulkas terasa panas, dapat membantu kulkas bekerja normal dan tidak cepat rusak.


    Apabila meletakkan benda di atasnya, apalagi yang berukuran besar atau sama-sama yang menghasilkan panas, seiring waktu kondisi sistem pendingin di dalam kulkas akan terganggu dan performa mesinnya menurun.

    Melansir The Croma pada Sabtu (24/8/2024) berikut beberapa benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas.

    1. Barang Pecah Belah

    Barang pecah belah seperti gelas dan piring di atas kulkas tidak dianjurkan. Seperti yang kamu tau, kulkas beberapa kali dapat bergetar saat tegangan listrik tidak stabil, hal ini membuat barang di atasnya bergerak dan rawan jatuh.

    Selain itu, saat membuka pintu kulkas juga akan menimbulkan getaran pada kulkas yang bisa menyebabkan barang di atasnya bergeser dan berpotensi terjatuh.

    2. Obat-obatan

    Obat-obatan memang dianjurkan diletakkan di suhu ruangan dan tidak bisa terpapar sinar matahari atau panas. Sementara itu, bagian atas kulkas bisa menimbulkan panas yang dapat membuat obat bereaksi. Lebih baik letakkan obat-obatan di tempat yang bersuhu sejuk dan tidak lembap.

    3. Makanan

    Untuk menjaga kesegaran makanan, sebaiknya makanan tidak diletakkan begitu saja di atas kulkas. Begitu pula dengan makanan kemasan. Lebih baik diletakkan di tempat yang suhunya sama seperti di lemari atau stoples.

    4. Stoples Plastik

    Pasti kamu pernah melihat stoples makanan kering diletakkan di atas kulkas agar mudah diambil. Padahal plastik sangat rentan terkena panas. Sementara permukaan kulkas kerap menghasilkan panas. Hal ini bisa merusak permukaan stoples dengan munculnya noda hitam di bawah stoples yang bersinggungan langsung dengan panas.

    5. Barang Dekorasi Rumah

    Selain barang dan makanan, ada beberapa kulkas yang dijadikan tempat untuk meletakkan hiasan agar tampilannya tidak sepi. Misalnya menambahkan tanaman, bingkai foto, atau mainan miniatur. Padahal hal tersebut tidak perlu dilakukan.

    6. Peralatan Rumah Tangga

    Selain barang pecah beling, barang-barang yang berbahaya di dapur seperti rak penyimpanan pisau, oven, hingga blender tidak diletakkan di atas kulkas. Hal ini dikarenakan lokasinya cukup tinggi dan berisiko jatuh apabila ada getaran.

    7. Barang Pembersih

    Selain menghindari dari benda yang tidak tahan dengan panas, barang-barang yang mengandung bahan kimia juga perlu dihindarkan dari bagian atas kulkas. Salah satunya adalah barang pembersih seperti pembersih kaca, sabun cair pencuci piring, hingga pengharum ruangan.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Kabel Kusut bisa Picu Korsleting Listrik dan Kebakaran, Begini Cara Rapikannya


    Jakarta

    Di zaman serba canggih sekarang mengharuskan kamu menggunakan alat elektronik. Mulai dari gadget untuk membantu menyelesaikan pekerjaan atau sebatas untuk hiburan. Karena itu pasti kamu pernah mengalami pusingnya mengurut kabel kusut bertebaran di kamar kamu.

    Selain tak sedap dipandang mata, kabel yang kusut bikin kerusakan kecil jadi sulit terdeteksi. Padahal, bila kabel mengalami kerusakan seperti kulit kabel terkelupas, bisa memicu korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

    Untuk itu, sudah saatnya kamu merapikan kabel kusut tersebut. Kamu pasti nggak mau menghabiskan waktu cuma buat memisahkan kabel earphone dari kabel charging, bukan?


    Hal termudah untuk menyelesaikannya adalah dengan mengorganisir kabel-kabel tersebut. Dikutip dari homes and gardens.com, berikut cara merapikan dan mengorganisir kabel berantakan di kamar kamu.

    Awali dengan menyortir

    Kamu bisa mulai dengan mencabut seluruh kabel dari stop kontak. Lakukan dengan perlahan dan jangan tarik terlalu keras sebab kamu bisa merusaknya. Pisahkan kabel yang sering kamu gunakan dengan kabel yang jarang atau nggak pernah digunakan. Jika kamu nggak pernah pakai kabel tersebut selama 12 bulan kamu bisa buang kabel tersebut.

    Cukup kabel satu saja, Hindari duplikasi

    Dengan mengkategorisasikan berdasarkan fungsi setiap kabel kamu bisa cukup gunakan satu kabel saja. Tanyakan pada dirimu, apa kamu butuh dua kabel dengan tipe yang sama atau tidak? Misalnya kamu bisa batasi satu kepala charger dengan kabel untuk setiap anggota keluarga. Perlu diingat juga membuang kabel ke tempat sampah tidak ramah untuk lingkungan. Alternatifnya, kamu bisa buang ke tempat recycle atau donasikan kepada keluarga atau teman.

    Beralih ke wireless

    Teknologi wireless atau tanpa kabel kini sudah menjadi trend. Sudah banyak gadget keluaran terbaru hadir tanpa kabel seperti mouse wireless, earphone wireless, bahkan wireless charging. Bagaimana? tertarik beralih ke gaya hidup tanpa kabel?

    Beri label

    Terkadang salah cabut kabel bisa menyebalkan seperti mencabut kabel komputer saat bekerja. Solusinya bisa dengan cara labelling. Cara labelling terbukti efektif untuk mengenali jenis kabel dan kegunaannya. Daripada labelling dengan spidol kamu bisa gunakan ikat kabel warna-warni atau label tag.

    Jauhkan kabel dari lantai

    Jika kamu menggerakkan kaki setiap mencabut colokan, maka harus biarkan lantai kamu bersih dari kabel. Singkirkan kabel tebal dari lantai dengan memasang kabel ekstensi di bagian bawah meja, sejauh mungkin di bagian belakang. Jika kamu menyukai desain meja yang lebih ‘minimalis’ atau memiliki banyak soket ekstensi untuk diatur, pertimbangkan untuk berinvestasi pada baki penyimpanan yang terletak tepat di bawah meja dan simpan semua kabel di sana.

    Gulung jadi kumparan Kabel

    Ketika tidak digunakan, cara terbaik untuk menghindari kabel kusut adalah dengan menggulung kabel menjadi lingkaran yang rapi sebelum menyimpannya. Ingat! Jangan berikan terlalu banyak tekanan pada area sambungan kabel. Ini rentan buat kabel bengkok dan patah, sehingga kabel terkelupas sehingga tidak aman untuk digunakan. Untuk memastikan hal ini tidak terjadi, kamu bisa tambahkan pelindung kabel untuk proteksi lebih.

    Gunakan kantong ziplock

    Jika kamu punya banyak jenis earphones, kabel charging atau headphone jangan letakkan di ransel. Agar lebih aman dan nyaman kamu bisa merapikan terdahulu kemudian masukkan dan susun di dalam kantong ziplock.

    Gunakan Pipa

    Pipa paralon juga bisa kamu gunakan sebagai solusi agar kabel-kabel alat elektronik di rumah kamu nggak berantakan. Caranya, susun kabel dan masukan ke pipa paralon. Sesuaikan ukurannya dengan kabel yang kamu punya. Dijamin, kabel di rumah kamu tak akan kusut. Namun perlu diingat, jangan sampai kabel tersebut sobek atau terkelupas untuk menghindari korsleting listrik.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Taruh Gelas Terbalik di Rumah? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Menaruh gelas secara terbalik sering dilakukan setelah mencucinya. Terkadang, gelas yang sudah kering juga disimpan dengan cara terbalik juga.

    Menyimpan gelas secara terbalik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangannya itu mencakup segala hal, mulai dari kebersihan, kemudahan, hingga keindahannya.

    Dilansir dari The Spruce, Sabtu (7/9/2024), berikut ini kelebihan dan kekurangan menaruh gelas secara terbalik di rumah.


    Kelebihan Menaruh Gelas Terbalik

    Mencegah Penumpukan Debu

    Menaruh gelas secara terbalik bisa mencegah terjadinya penumpukan debu. Menurut ahli kebersihan dan supervisor Fantastic Services, Petya Holevich, menaruh gelas secara terbalik merupakan yang paling praktis dan terbaik untuk dilakukan.

    “Saya secara khusus merekomendasikan penataan gelas terbalik untuk barang-barang seperti gelas minum sehari-hari dan gelas khusus. Jika tidak, kamu harus membersihkan debu setiap kali ingin minum segelas air, misalnya,” katanya, dikutip dari The Spruce.

    Sebagai catatan, jika lemari dapur dapat ditutup, maka menyimpan gelas berdiri tidak masalah. Namun, jika menyimpannya di rak terbuka sebaiknya menaruhnya secara terbalik.

    Lebih Enak Dipandang

    Selain mencegah penumpukan debu, menaruh gelas terbalik juga dinilai lebih enak dipandang. Apalagi, jika pintu lemari dapur terbuat dari kaca.

    Mencegah Gelas Terjatuh

    Pemilik perusahaan pembersih Tidy Casa, Ryan Knoll mengatakan tak hanya mencegah penumpukan debu, menaruh gelas secara terbalik juga bisa mencegahnya mudah terjatuh. Terlebih lagi jika bagian atasnya berat.

    Kekurangan Menaruh Gelas Secara Terbalik

    Menimbulkan Bau Apak

    Founder MaidForYou, Delah Gomasi menilai menaruh gelas secara terbalik memiliki kekurangannya tersendiri, yaitu menyebabkan bau apak. Sebelum gelas ditaruh secara terbalik, pastikan sudah kering terlebih dahulu.

    Sebab, jika menaruhnya saat masih basah maka bisa menyebabkan terperangkapnya kelembapan yang dapat menyebabkan bau apek atau jamur. Hal itu bisa terjadi terlebih jika kamu tinggal di iklim yang lembap.

    Pinggiran Gelas Rusak

    Menaruh gelas secara terbalik juga bisa membuat pinggirannya rusak. Maka dari itu, kamu harus menyimpannya dengan hati-hati apalagi jika gelas itu barang antik.

    Terkait penyimpanan peralatan gelas yang lebih mahal atau rapuh secara keseluruhan, ada tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan.

    “Pertimbangkan untuk membeli pelapis rak untuk perlindungan tambahan pada bahan yang rapuh,” kata Holevich.

    Pada akhirnya, cara kamu menyimpan gelas merupakan preferensi pribadi. Jadi, sesuaikan saja dengan keadaan dan kebutuhan kamu.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menyimpan gelas secara terbalik di rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini 7 Tips Jaga Kebersihan Rumah buat Orang Sibuk


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi tentu sangat diidamkan karena bisa bikin penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya. Akan tetapi, sering kali kita terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas, sehingga kebersihan rumah terabaikan.

    Padahal, kondisi rumah yang bersih dan rapi itu baik untuk kesehatan tubuh maupun mental kita. Oleh karena itu, kita harus tetap meluangkan waktu untuk membersihkan rumah walau sebentar saja.

    Lalu, bagaimana cara menjaga kebersihan dan kerapian rumah kalau terlalu sibuk? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari The Savvy Sparrow, Senin (9/9/2024).


    Tips Jaga Kebersihan Rumah buat Orang Sibuk

    Perlu diingat bahwa menunda-nunda pekerjaan rumah hanya akan menciptakan lebih banyak tumpukan pekerjaan dan kekacauan nantinya. Agar rumah tetap terjaga kebersihan dan kerapiannya, sebaiknya lakukan pekerjaan rumah sesegera mungkin.

    Terlebih jika hanya pekerjaan sederhana, seperti mencuci satu piring yang baru saja digunakan atau melipat selimut saat bangun tidur. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Memiliki barang lebih sedikit bisa membantu dalam mengurangi berantakan di rumah. Oleh karena itu, kamu bisa mulai menyortir barang-barang di rumah, lalu menyingkirkan barang yang tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan.

    Dengan mempunyai lebih sedikit barang, maka proses beres-beres semakin cepat. Selain itu, juga menjadi lebih mudah karena sedikit barang yang menghalangi kamu saat mengelap rak ataupun menyapu dan mengepel lantai.

    3. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

    Untuk mencegah baju ataupun barang berserakan karena asal meletakkan barang, coba siapkan tempat penyimpanan sementara. Tempat ini bisa berupa gantungan baju di dinding ataupun keranjang.

    Baju yang baru dikenakan yang tentunya tidak bersih tapi juga tidak terlalu kotor bisa digantung saja. Sementara itu, untuk barang yang baru dipakai tetapi tidak sempat dirapikan, seperti kabel atau tas bisa disimpan dalam keranjang dulu.

    4. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

    Penting bagi sebuah rumah memiliki tempat penyimpanan barang yang cukup. Pastikan agar setiap barang kamu memiliki ‘rumah’ atau tempat penyimpanan khusus.

    Kamu bisa memilih furnitur yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan seperti laci di bawah kasur dan meja ataupun kursi ottoman.

    5. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Coba curi-curi waktu untuk membersihkan atau merapikan rumah di sela-sela kesibukan. Luangkan waktu 10 menit saja setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan seperti melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    6. Tentukan Satu Hari untuk Bersih-bersih Rumah

    Pilih satu hari dalam seminggu khusus untuk membereskan rumah secara mendalam dan tanpa gangguan. Kamu bisa melakukannya di akhir pekan karena biasanya ada lebih banyak waktu luang pada hari itu.

    Buatlah komitmen untuk membersihkan sebagian besar rumah serta melakukan pekerjaan rumah yang berat pada hari itu, sehingga kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut di hari-hari lain.

    7. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

    Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jadi, jangan sungkan untuk mengajak anggota keluarga mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

    Dengan kerja sama tim, tentunya membereskan rumah menjadi lebih mudah dan cepat serta tidak menjadi beban satu orang saja.

    Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Memilih Furniture untuk Rumah Mungil, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Rumah mungil saat ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat, popularitas rumah mungil akan terus meningkat. Tetapi, kekurangan memiliki rumah mungil akan sulit dalam menentukan furniture apa yang harus digunakan, mengingat terbatasnya ruang.

    Pemilihan furniture yang tepat, dapat meminimalisir rumah menjadi sesak dan penuh. Apabila hal itu terjadi, akan menyebabkan kurangnya ruang gerak yang kamu miliki di dalam rumah.

    Namun jangan khawatir, melansir homesandgarden, Kamis (12/09/2024), berikut tips dalam memilih furniture rumah mungil kamu.


    Pilih Furniture Multifungsi

    Dalam pemilihan furniture sangat disarankan untuk memilih yang memiliki kegunaan lebih, hal ini membuat kebutuhan tercapai, tetapi tidak menggunakan banyak barang.

    Lauren Saltman, pendiri Living Simplified menyarankan untuk memikirkan apa yang harus ditambahkan untuk memaksimalkan penyimpanan tanpa meminimalkan ruang lantai. Seperti saat menata tempat tidur kecil, rak buku kecil dapat berfungsi ganda sebagai meja samping tempat tidur.

    Carilah Furniture yang Rendah ke Tanah

    Dilansir dari apartmenttherapy, Kamis (12/09/2024), Pemilihan furniture yang rendah menciptakan ruangan lebih terbuka dan megah. Tempat tidur platform dan kursi selop merupakan furniture yang biasanya lebih rendah beberapa inci.

    Furniture dengan Lingkaran

    Meja bundar lebih sedikit menggunakan ruang dari pada meja kotak, tetapi mendapatkan penawaran permukaan yang digunakan sama banyaknya.

    Desain dengan alas daripada yang memiliki banyak kaki, karena banyak kaki meja yang terlihat membuat ruangan menjadi penuh.

    Pilih Furniture Ukuran yang Proporsional

    Memilih furniture yang terlalu besar dalam ruang yang kecil, membuat ruangan menjadi sempit dan tidak memiliki ruang untuk bergerak.

    Pilih furniture dengan dimensi yang sesuai dan hindari penggunaan barang yang menggunakan banyak tempat, seperti sofa besar atau meja makan yang terlalu lebar.

    Gunakan Furniture Berdesain Minimalis

    Furniture dengan desain minimalis dan ramping sangat cocok untuk rumah mungil. Dengan desain yang sederhana tanpa banyak detail atau ornamen membuat ruangan terlihat lebih luas.

    Fokus pada bentuk yang fungsional dan modern, seperti meja dengan kaki ramping atau lemari tanpa pegangan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


    Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

    Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

    Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com