Tag Archives: penyimpanan

Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


Jakarta

Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


Jakarta

Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Anggap Remeh! 4 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kulkas Cepat Rusak


Jakarta

Kebanyakan orang berasumsi dengan membersihkan kulkas secara teratur sudah cukup untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik. Kulkas memerlukan lebih dari sekadar pembersihan berkala untuk mempertahankan kinerja yang optimal.

Tanpa kamu sadari, banyak kebiasaan yang kamu lakukan menjadi penyebab kulkas kamu cepat rusak. Mengubah kebiasaan ini tidak sulit, jika kamu tahu apa yang harus diperhatikan.

Melansir pro appliance, Senin (23/09/2024), berikut kebiasaan buruk yang menyebabkan kulkas jadi cepat rusak.


Kebiasaan yang Bikin Kulkas Cepat Rusak

1. Menyimpan Sisa Makanan Secara Asal

Daripada membuang sisa makanan, biasanya kamu akan menyimpan dalam wadah dan menyimpannya dalam kulkas. Apabila kamu melakukan dengan tidak benar, hal ini akan membuat kulkas lebih cepat rusak.

Untung mencegah hal ini terjadi, awasi suhu makanan yang disimpan. Sebelum memasukan ke dalam kulkas, sisa makanan harus didiamkan hingga mencapai suhu ruangan.

Hal ini dikarenakan jika makanan dimasukkan saat masih hangat, suhu internal akan naik. Akibatnya, kulkas harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu normalnya.

2. Membiarkan Pintu Kulkas Terbuka

Membiarkan pintu kulkas terbuka adalah hal terburuk yang dapat kamu lakukan. Dengan membiarkan udara dingin keluar, kulkas akan bekerja lebih keras untuk menurunkan suhunya.

Hal itu membuat kompresor pada kulkas akan bekerja lebih keras, sehingga kulkas akan menjadi terlalu panas.

3. Menempatkan Kulkas Terlalu Dekat dengan Dinding

Jika ingin menjaga kulkas tetap dalam keadaan baik, kamu perlu memastikan kulkas memiliki cukup ruang untuk sirkulasi udara di sekitarnya. Jika kulkas memiliki ventilasi yang buruk, kulkas tidak akan bisa mengeluarkan panas secara efisien.

Hal itu akan menyebabkan sistem mengalami peningkatan tekanan dan komponen akan rusak lebih cepat.

Jika ingin melindungi kulkas dari kerusakan, sediakan jarak beberapa inci di atas dan di bawahnya. Menempatkan kulkas ke dalam ruang yang sangat kecil dapat menyebabkan masalah aliran udara, kecuali kulkas dibuat untuk pemasangan di dalam kabinet.

4. Penyimpanan Berlebihan

Terlalu banyak makanan di dalam kulkas dapat menyebabkan kerusakan karena meningkatnya hambatan terhadap aliran udara. Akibatnya, kulkas mungkin tidak dapat mempertahankan suhu yang konsisten dalam menjaga makanan tetap segar.

Kurangnya kontrol suhu dapat menyebabkan kompresor dan kumparan kondensor bekerja berlebihan dan terlalu panas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Beli, Ketahui 5 Tips Saat Pilih Kulkas yang Pas Untuk Dapur


Jakarta

Kulkas adalah barang penting dan dibutuhkan di rumah. Kulkas memiliki fungsi sebagai pendingin makanan dan minuman agar tetap segar dan tidak cepat basi.

Jenis lemari pendingin sangat bervariasi dan memiliki ukuran yang berbeda-beda. Dengan begitu pembeli memiliki banyak pilihan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhannya.

Dilansir Reviewed, Senin (23/09/2024), berikut ini beberapa tips memilih kulkas yang bisa menjadi pertimbangan saat kamu hendak membeli kulkas agar tidak salah pilih.


1. Pertimbangkan Ukuran

Jika kamu ingin membeli kulkas, kamu perlu mengukur semuanya. Pertama, mulai dengan menentukan di mana kulkas akan diletakkan. Pastikan pintunya tidak membentur dinding. Sisakan sedikit ruang ekstra setidaknya satu inci di sekelilingnya.

Lihat jalur yang akan dilalui kulkas untuk masuk ke dapur kamu. Misalnya tempat kamu terlalu kecil, kamu dapat memperkirakan ukuran kulkas dari kardus dan mengujinya dari teras menuju tempat kulkas akan ditempatkan.

2. Cek Penyimpanan

Ukuran dapur dan kebiasaan makan keluarga kamu akan menentukan banyak ruang penyimpanan yang dibutuhkan untuk kulkas di rumah. Misalnya keluarga kamu tipe yang sering menyetok makanan manis untuk 5 orang, maka ruang penyimpanannya yang luas akan cukup untuk menyimpan makanan dan minuman kesukaan keluargamu.

Sebelum membeli, pastikan kamu mencari tahu kapasitas yang dimilikinya agar sesuai dengan kebutuhan kamu. Bila perlu tanyakan langsung kepada penjual atau tim marketing agar kamu yakin dengan kulkas yang kamu pilih.

3. Desain atau Jenis Kulkas

Mempertimbangkan desain kulkas perlu kamu pertimbangkan. Kulkas bukan hanya tentang fungsi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pemanis dekorasi terutama pada dapur kamu. Kamu juga bisa menyesuaikan desain kulkas kamu dengan interior dapur, agar terlihat semakin menarik.

4. Fitur Khusus

Fitur-fitur tambahan mungkin bagi sebagian orang tidak penting. Apabila kamu ingin fitur tambahan seperti dispenser es dan kulkas dengan fitur smart home, pertimbangkan kulkas yang akan kamu pilih memiliki fitur yang kamu inginkan.

5. Pertimbangkan Harga

Harga menjadi hal yang penting kamu pertimbangkan, Semakin tinggi harga kulkas, maka kualitas dan fitur yang diberikan lebih lengkap.

Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk kebutuhan yang kamu perlukan. Jangan paksakan apabila harga lebih tinggi dari budget yang kamu miliki.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah Pilih! Berikut Ukuran Ideal untuk Lemari di Rumah Kamu



Jakarta

Memilih lemari baju yang tepat sangat penting untuk menjaga kerapihan dan efisiensi ruang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menentukan ukuran lemari baju yang ideal.

Memilih lemari baju yang ideal adalah langkah penting dalam menciptakan ruang yang teratur dan fungsional. Pertama, evaluasi kebutuhan pakaian kamu dengan menghitung jumlah pakaian dan tipe pakaian yang dimiliki, ini akan membantu menentukan ukuran dan desain lemari yang tepat.

Melansir bostonwardrobes.co.nz, ukuran baju yang ideal terbagi menjadi beberapa bagian, dengan panjang 1800mm per orang atau 2400mm, biasanya ukuran tersebut difungsikan untuk pakaian jalan-jalan dan dengan kedalaman internal 600mm jaket atau jas bisa dimasukkan disini, serta kedalaman dan lebar rak 400mm untuk pakaian sehari-hari, juga memiliki lebar atau kedalaman 350mm.


Ukuran ruangan juga berperan krusial, pastikan untuk mengukur area tempat lemari akan diletakkan, sehingga ada cukup ruang untuk membuka pintu atau laci.

Jika plafon tinggi, lemari yang lebih tinggi dapat memaksimalkan penyimpanan, atau kamu juga bisa memakai rak gantung atau ruang gantung agar desain kamu berbeda dan unik untuk menambah estetika pada ruangan.

Desain lemari harus mempertimbangkan fungsionalitas. Pilih antara pintu geser atau pintu buka, dan pastikan ada berbagai kompartemen untuk menggantung dan menyimpan pakaian, material yang digunakan juga penting; pilih bahan yang tahan lama dan mudah dirawat, seperti kayu solid atau Medium Density Fiberboard (MDF).

Estetika juga tak kalah penting, sesuaikan warna dan gaya lemari dengan interior ruangan agar terlihat padu dan harmonis, terakhir tetapkan anggaran yang sesuai dan bandingkan harga dari berbagai pilihan. Dengan panduan ini, kamu akan menemukan lemari baju yang ideal untuk kebutuhan ruangan kamu.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

3 Ukuran Ruang Kerja di Rumah, Mana yang Cocok buat Kamu?


Jakarta

Mendesain ruang kerja yang nyaman dan efisien adalah impian setiap orang yang bekerja dari rumah. Meskipun kamu tidak akan menghabiskan banyak waktu di ruang kerja, ada baiknya untuk memperhatikan tata letak umum dan dimensi yang direkomendasikan.

Memiliki ruang yang cukup akan memastikan kamu dapat bekerja secara efisien tanpa merasa sempit atau berantakan. Saat menentukan ukuran ruang kerja di rumah, penting juga mempertimbangkan gaya kerja dan preferensi kamu.

Dilansir dari Arthitectural, Senin (7/10/2024), berikut beberapa kisaran ukuran rata-rata ruang kerja di rumah dan mana yang terbaik.


Ukuran Rata-rata Ruang Kerja di Rumah

2,8 hingga 4,6 Meter Persegi

Ruang kerja berukuran kecil dapat berkisar antara 2,8 hingga 4,6 meter persegi, yang cukup untuk satu meja dan kursi sederhana. Jangan berharap terlalu banyak ruang penyimpanan untuk kamu gunakan.

Ukuran ruang kerja ini biasanya tidak terlalu nyaman, dan ukuran ini paling cocok untuk orang-orang yang hanya bekerja dari rumah sesekali.

Meskipun beberapa menyarankan untuk memperkecil ruangan menjadi 1,9 meter persegi, hal itu sangat tidak direkomendasikan. Karena 2,8 meter persegi pada dasarnya adalah ukuran lemari.

4,6 hingga 9,3 Meter Persegi

Ukuran ini adalah kisaran yang lebih masuk akal untuk ruang kerja kamu. Meskipun masih dianggap ukuran sedang, ukuran ini cukup bagi orang-orang yang bekerja 30-40 jam per minggu di rumah mereka.

Jika kamu memiliki ukuran ruang kerja ini di rumah kamu, maka kamu hanya dapat menempatkan satu meja kantor besar atau dua meja kantor kecil beserta setidaknya satu kursi dan lemari arsip berukuran sedang.

9,3 hingga 27,9 Meter Persegi

Ruangan ukuran ini lebih dari cukup untuk menampung beberapa kursi dan meja, jika kamu perlu mengundang seseorang untuk mengerjakan proyek bersama. Ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang kerja rumah komersial.

Faktor yang Harus Kamu Pertimbangkan

Pertimbangkan Ruang yang Tersedia

Jika kamu tinggal di rumah kecil, akan sulit untuk menyediakan satu ruangan penuh untuk bekerja. Dalam kasus ini, lebih baik menggunakan sudut kosong atau menggunakan kembali lemari lama.

Pikirkan Kebutuhan

Seberapa banyak waktu yang akan kamu butuhkan juga harus menjadi pertimbangan. Semakin banyak waktu yang kamu habiskan di ruang kerja rumah, semakin besar pula kebutuhan ruang kerja kamu.

Dengan mempertimbangkan ruang penyimpanan dan kenyamanan kamu, 6,5 meter persegi umumnya merupakan ukuran ruang kerja yang baik untuk di rumah.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Panduan Menyesuaikan Ukuran Gudang di Rumah


Jakarta

Gudang adalah menjadi salah satu bagian yang paling berguna untuk menyimpan barang-barang tambahan. Banyak orang cenderung merasa rumah mereka tidak muat lagi, sehingga membangun gudang menjadi pilihan penting bagi setiap pemilik rumah.

Gudang memiliki banyak kegunaan dan penyimpanan. Struktur penyimpanan yang terlalu kecil hanya akan memenuhi kebutuhan untuk membangun gudang lain. Jika menyangkut ukuran gudang, semakin besar maka semakin baik untuk di rumah.

Banyak jenis gudang, yang lebih kecil berukuran 6×8 kaki atau setara dengan 48 kaki persegi. Ada gudang berukuran sedang dengan 9×12 kaki atau 120 kaki persegi dan gudang yang lebih besar berukuran 12×12 atau sekitar 144 kaki persegi.


Melansir Designing Idea, Rabu (9/10/2024), berikut beberapa ukuran gudang untuk kebutuhan di rumah kamu.

Gudang Kecil

Gudang kecil menjadi pilihan terbaik bagi pemilik rumah yang berprofesi sebagai tukang kebun atau memiliki hobi berkebun. Ukuran gudang kecil dengan lebar dan panjang 6×8 kaki atau sekitar 1,8 hingga 2,4 meter.

Gudang kecil akan menjaga semua barang yang ada di dalamnya tetap kering dan bebas dari semua hama dan lingkungan yang akan meningkatkan pembusukan. Gudang kecil adalah pilihan yang paling tepat untuk rumah yang lebih kecil.

Gudang Sedang

Ukuran gudang yang paling umum adalah yang berstruktur sedang. Hal ini karena lebih efisiensi biaya, tidak memakan banyak tempat, dan juga memiliki kapasitas penyimpanan lebih besar dibandingkan gudang yang lebih kecil.

Ukurang gudang sedang berkisar antara 90 hingga 120 kaki persegi, ukuran ini cukup besar untuk kamu yang membutuhkan banyak ruang.

Gudang berukuran sedang dengan ukuran 8×12 kaki akan mencakup sekitar 96 kaki persegi. ukuran ini menjadi ukuran yang paling banyak digunakan. Ukuran lebih besar adalah 10×10 kaki atau 3×3 meter yang mencakup area seluas 100 kaki persegi.

Gudang Besar

Gudang berukuran besar merupakan pilihan terbaik untuk sebagian besar rumah dengan ruang yang lebih besar. Gudang yang besar juga berfungsi sebagai bengkel, atau menjadi garasi mobil yang tidak sering digunakan.

Ruang kerja yang lebih besar juga dapat menyimpan furniture dan rak asalkan pemilik rumah memilih pintu yang lebih besar agar sesuai.

Gudang besar biasanya berukuran 8×16 kaki atau 2,4 x 4,9 meter yang mencakup area seluas 128 kaki. Ini adalah keseimbangan antara memilih struktur berukuran sedang hingga besar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jarang Ada Padahal Penting, Ini 5 Alasan Kamu Butuh Gudang di Rumah


Jakarta

Tidak semua orang memiliki gudang di rumahnya, kadang orang-orang berpikir memiliki gudang hanya memenuhi ruang yang ada di rumah. Namun, gudang memiliki fungsi penting untuk penyimpanan barang berlebih.

Gudang dapat menawarkan lebih dari sekedar solusi penyimpanan untuk masalah rumah kamu. Saat ini, banyak pemilik rumah memanfaatkan gudang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tetapi apakah kamu butuh gudang di rumah? dilansir dari Backyard Unlimited, Rabu (9/10/2024), berikut alasan kenapa kamu membutuhkan gudang penyimpanan.


Menambah Kemewahan untuk Properti

Gudang dapat menambah sedikit kemewahan pada eksterior rumah kamu. Gudang juga merupakan cara mudah untuk menata semua perkakas, peralatan, dan perlengkapan yang tidak dapat kamu simpan di rumah atau garasi.

Dengan meletakkan barang yang tepat, kamu akan lebih mudah menemukannya saat dibutuhkan. Kamu juga melindungi barang-barang dengan memastikannya memiliki tempat yang aman dan kering agar tidak rusak oleh cuaca.

Penataan yang Teratur

Gudang menyediakan peluang yang sangat berharga untuk menata barang-barang kamu dan menjaganya tetap teratur. Dengan menggunakan wadah penyimpanan, kait dinding, rak, dan lain-lain.

Hal ini membuat barang-barang tetap berada di tempat yang mudah ditemukan dan dirawat saat tidak digunakan.

Ruang Ekstra untuk Diri Sendiri

Kamu dapat mengubah gudang menjadi gubuk yang nyaman. Gudang dapat diubah menjadi area bersantai yang nyaman, ruang meditasi, atau apa pun yang dapat kamu bayangkan. Yang dibutuhkan hanyalah kreativitas dan kerja keras dalam waktu singkat.

Dapat Disesuaikan dengan Keinginan

Daya tarik utama membeli gudang adalah tingkat kustomisasi yang dapat kamu lakukan. Gudang yang awalnya tampak biasa dapat diubah menjadi rumah bermain mewah, rumah mungil, studio kerja, atau dapat dilengkapi dengan fasilitas lainnya.

Gudang menawarkan dasar yang baik untuk sejumlah proyek, setelah kamu memiliki ide dan serangkaian rencana yang bagus. Pertimbangkan untuk berbicara dengan produsen untuk mewujudkan impian kamu.

Tempat Penyimpanan untuk Barang-barang

Saat kamu tidak memiliki tempat penyimpanan, hal ini akan dapat menyebabkan barang-barang rusak atau furniture yang sudah lapuk karena cuaca tidak lagi sesuai untuk digunakan saat musim yang tepat tiba.

Dengan penyimpanan semua peralatan dan barang-barang yang berhubungan dengan luar ruangan di gudang, akan dapat melindungi investasi kamu dan mengosongkan ruang di halaman saat dibutuhkan.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


Jakarta

Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


1. Cairan Pembersih Kimia

Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

2. Tekstil

Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

3. Makanan Hewan Peliharaan

Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

4. Barang yang Mudah Berkarat

Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Bikin Sempit, Hindari Simpan 6 Barang Ini di Lemari Pakaian


Jakarta

Menata lemari bukanlah tugas mudah, seringkali saat menata barang justru membuat lemari pakaian menjadi semakin kacau. Hal ini biasanya terjadi karena banyak yang tidak mengetahui cara menata lemari yang tepat dan barang apa yang harus disimpan.

Agar ruang penyimpanan di lemari cukup untuk menyimpan banyak barang, kamu perlu mengosongkan ruang. Maka, baranga-barang yang tidak diperlukan harus disingkirkan. Cara ini juga disebut dengan Declutter. Dengan mulai menerapkan sistem penyimpanan seperti ini, lemari dapat lebih mudah untuk tetap rapi.

Melansir Homes&Gardens, Selasa (15/10/2024), berikut beberapa barang yang seharusnya tidak disimpan di lemari pakaian kamu.


1. Sprei dan Handuk

Jika kamu ingin menjadikan lemari hanya sebagai lemari pakaian, maka kamu harus memindahkan semua sprei dan handuk kamu.

Apabila ditumpuk, sprei dan handuk memakai banyak ruang dan juga berat saat dipindahkan. Salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan solusi penyimpanan lain di kamar kamu.

2. Pakaian yang Sudah Tidak Dipakai

Jika kamu menyimpan pakaian yang sudah tidak dipakai, keluarkan pakaian dan simpan di tempat lain atau bisa kamu sumbangkan.

Pisahkan pakaian-pakaian ini ke dalam tumpukan yang dapat disimpan dan disumbangkan. Ini akan menciptakan ruang yang sangat dibutuhkan untuk barang-barang kamu yang lain.

3. Barang Berharga

Barang lain yang perlu kamu lindungi dari kerusakan adalah barang berharga kamu. Daripada membiarkannya hilang di dalam lemari, disarankan untuk menyimpan di tempat yang lebih aman dengan dokumen penting di brankas.

4. Peralatan Olahraga

Jika kamu adalah seseorang yang suka dalam berolahraga, mungkin kamu memiliki peralatan olahraga yang besar. Meskipun terlihat mudah dalam menyimpannya, peralatan olahraga seringkali memakan terlalu banyak ruang.

Letakkan perlengkapan kamu di area tertentu seperti bagasi atau tas ransel sehingga semuanya siap diambill saat kamu membutuhkannya.

5. Barang Dekorasi

Jangan menyimpan barang dekorasi di lemari kamu, hal ini akan membuat lemari menjadi berantakan dan terlihat penuh. Simpan barang dekorasi di area garasi atau loteng sehingga tidak terlihat berantakan.

6. Koper

Koper adalah barang yang cukup besar dan akan memenuhi lemari apabila kamu menyimpannya di lemari pakaian kamu. Simpanlah di area lain, seperti garasi atau di bawah tempat tidur.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com