Tag: penyimpanan

  • 6 Ide Menarik Optimalkan Penyimpanan untuk Kamar Tidur Kecil


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur kecil membuat kamu harus berhati-hati dalam hal penyimpanan barang di kamar kamu. Pastikan kamu memiliki tempat untuk setiap barang dan meletakkan setiap barang pada tempatnya untuk menciptakan suasana kamar tidur bebas dari kekacauan.

    Penting untuk merapikan tempat tidur penyimpanan pakaian kamu, jangan lupa untuk menyediakan tempat penyimpanan untuk barang-barang lainnya. Hal ini membuat kamar tidur kamu tidak terlihat berantakan dan kacau.

    Melansir The Spruce, Minggu (20/10/2024), berikut beberapa ide penyimpanan untuk kamar tidur kecil kamu agar tetap rapi dan mudah di akses.


    Pilih Meja Penyimpanan

    Saat memilih perabotan kamar tidur, sebaiknya carilah meja yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan internal, seperti laci atau tempat kamu dapat menyimpan barang-barang.

    Meja samping tempat tidur kayu memiliki kompartemen penyimpanan tersembunyi di balik bagian depan anyaman yang dapat ditarik kebawah, sehingga bagian atasnya untuk beberapa barang lainnya.

    Penyimpanan Buku

    Menambahkan rak berbentuk L yang berfungsi sebagai penyimpanan buku, tempat memajang karya seni, dan sandaran kepala.

    Rak tersebut menyatu dengan dinding putih sekaligus memberikan struktur, sementara isinya menambahkan warna pada kamar tidur yang terang, cerah, dan membuatnya menjadi kompak.

    Dinding Penyimpanan

    Jika kamu merenovasi kamar tidur kecil, pertimbangkan untuk mengalokasikan seluruh dinding untuk menjadi tempat penyimpanan yang dibuat khusus. Sehingga hal ini dapat memanfaatkan setiap centi ruang yang tersedia.

    Rak Terbuka

    Di kamar tidur, pastikan untuk menata rak dengan rapi dan tertata sedemikian rupa sehingga kamar tidur tidak terasa acak-acakan atau kacau yang dapat mengganggu tidur kamu.

    Menambahkan rak terbuka di ruang kamar tidur bisa digunakan untuk menyimpan dan memajang buku serta dekorasi yang kamu inginkan.

    Tata Ruang Penyimpanan Kamu

    Meskipun penyimpanan lemari lebih mementingkan keteraturan daripada estetika yang diberikan, jangan lupa untuk mencari peluang untuk meningkatkan suasana hati kamu dengan pencahayaan dan dekorasi.

    Gantung Barang Sehari-hari

    Di kamar tidur kecil, carilah kesempatan untuk memajang barang-barang yang sering digunakan dengan menggantungnya di dinding.

    Rak pasak kayu yang digantung di dinding menyediakan tempat untuk menyimpan perhiasan dan syal, sementara bangku dengan penyimpanan tersembunyi di bawahnya berfungsi ganda sebagai tempat duduk.

    Gunakan Kepala Tempat Tidur

    Kepala tempat tidur dengan ruang penyimpanan akan terintegrasi yang membantu kamu memaksimalkan setiap centi kamar tidur kamu. Sehingga hal ini akan membantu kamu dalam masalah penyimpanan yang terbatas.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Sampai Mampet, Ini Waktu yang Tepat Bersihkan Toren Air!



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki tangki air atau biasa disebut toren. Fungsi dari toren sendiri adalah menampung air siap pakai yang nantinya akan mengalir ke setiap saluran air di rumah seperti dapur, kamar mandi, wastafel, hingga keran halaman depan.

    Kebersihan air di rumah juga dipengaruhi oleh kebersihan dari toren air itu sendiri. Maka dari itu, kamu perlu memastikan toren air dalam keadaan bersih dan terawat. Toren air memang tidak perlu setiap hari dibersihkan karena lumut tidak akan secepat itu menyebar di dalamnya. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membersihkan toren air?

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, mengatakan bahwa mayoritas klien menggunakan jasanya saat air di rumah mereka keruh atau keran mampet.


    “Tapi cuci toren itu nunggu air keruh atau mampet baru orang order cuci toren rata-rata,” ungkap Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com beberapa waktu lalu, seperti yang dikutip pada Sabtu (26/10/2024).

    “Rata-rata yang order itu torennya itu kan sampai nggak dicuci bertahun-tahun, nunggu air nggak ngalir, baru order. Rata-rata kayak gitu masalah mampet, banyak lumut, banyak lumpur di saluran,” lanjut Suratman.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan penyebab toren air lebih cepat kotor. Menurutnya pemicu utamanya adalah pertumbuhan lumut dan endapan lumpur di dalam toren tersebut. Pertumbuhan lumut biasanya terjadi karena paparan sinar matahari ke air yang ada di dalam toren. Sementara itu, lumpur di dalam toren berasal dari endapan dari kotoran-kotoran yang ada di dalam kandungan air. Seperti yang diketahui rata-rata rumah di Indonesia memakai air tanah sehingga saat air masuk ke dalam toren air, ada tanah yang terbawa.

    Dua benda ini yang apabila diabaikan justru menyumbat pipa yang menyambungkan toren dengan keran.

    “Jadi keran yang mampet karena lumpur itu jadi endapan di toren itu udah penuh, jadi kotoran itu ke instalasi ke keran. Jadi menutup ke pipa,” jelas Suratman.

    Seberapa Sering Toren Air Harus Dikuras?

    Membersihkan dan menguras toren harus dilakukan rutin, sedikitnya satu sampai dua kali dalam setahun. Banyaknya pengurasan tergantung pada tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” jelas Suratman.

    Suratman menyampaikan Proses membersihkan dan menguras toren pun ternyata hanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebelum dibersihkan, toren air harus dalam keadaan kosong agar waktu pembersihannya semakin cepat.

    “Kalau biasa kita tuh paling lama satu jam, paling cepat 30 menit, tergantung kondisi air, kosong atau penuh pas kita datang. Kosongin dulu itu hampir setengah jam,” jelas Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membuat Rak Sepatu Sendiri di Rumah


    Jakarta

    Membuat rak sepatu sendiri adalah pilihan yang cerdas untuk mengatasi masalah penyimpanan dan organisasi sepatu di rumah. Berikut adalah panduan yang jelas dan mudah diikuti, mulai dari bahan yang diperlukan hingga langkah-langkah pembuatan yang terperinci.

    Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat rak sepatu sendiri di rumah, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu keuntungan membuat rak sepatu sendiri di rumah.

    Keuntungan Membuat Rak Sepatu Sendiri

    Kustomisasi

    Melansir storables.com, salah satu keuntungan utama dari membuat rak sepatu sendiri adalah kemampuan untuk menyesuaikan desain sesuai dengan kebutuhan dan selera pribadi. Kamu dapat menentukan ukuran, bentuk, dan warna rak agar sesuai dengan interior rumah.


    Hemat Biaya

    Membeli rak sepatu siap pakai sering kali bisa mahal. Dengan membuatnya sendiri, kamu dapat menghemat uang, terutama jika kamu menggunakan bahan yang sudah ada di rumah.

    Pengembangan Keterampilan

    Proyek DIY seperti ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan keterampilan pertukangan dan kreativitas. Ini bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama jika melibatkan anggota keluarga.

    Cara Membuat Rak Sepatu Sendiri di Rumah

    Alat-Alat yang Diperlukan

    Gergaji

    Melansir getopenspaces.com, Gergaji digunakan untuk memotong papan kayu sesuai ukuran yang diinginkan. Kamu bisa menggunakan gergaji tangan atau gergaji listrik.

    Bor

    Alat ini sangat diperlukan jika kamu menggunakan baut untuk menyambungkan bagian-bagian rak. Bor juga berguna untuk membuat lubang pada kayu agar tidak pecah saat dipaku.

    Palu

    Untuk memukul paku agar masuk ke dalam kayu.

    Penggaris dan Pensil

    Digunakan untuk mengukur dan menandai papan kayu sebelum memotong.

    Kertas Amplas

    Untuk merapikan dan menghaluskan tepi-tepi papan kayu agar aman digunakan.

    Pita Ukur

    Untuk memastikan ukuran yang tepat saat memotong dan merakit, hal ini penting untuk keakuratan dalam memotong.

    Kuas atau Rol Cat

    Jika kamu ingin mengecat atau memberi lapisan pada rak untuk finishing.

    Sekrup dan Obeng

    Melansir craftycedar.com, alternatif untuk paku jika kamu ingin rak yang lebih kokoh, memilih sekrup yang tebal dan panjang sangat penting guna menyesuaikan kekokohan dengan proyek kamu.

    Proses Pembuatan

    Kamu harus memahami dengan baik langkah-langkah pembuatan rak sepatu, dari perencanaan hingga penyelesaian. Setiap langkah dijelaskan secara rinci, membuatnya mudah diikuti bahkan oleh pemula.

    Perencanaan Desain

    Memulai dengan menggambar sketsa dan merencanakan ukuran rak sesuai dengan ruang yang tersedia.

    Pengumpulan Bahan

    Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti papan kayu, paku, dan alat-alat yang sesuai.

    Pembuatan dan Perakitan

    Mengukur, memotong, dan merakit komponen rak dengan menggunakan alat yang tepat.

    Finishing

    Melakukan pengecatan atau pelapisan untuk memberikan tampilan yang menarik dan melindungi rak dari kerusakan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Merapikan Barang tanpa Harus Membuangnya


    Jakarta

    Memiliki terlalu banyak barang membuat rumah berantakan dan terkesan sempit. Tumpukan barang perlu dirapikan agar hunian bisa terlihat lebih rapi dan kembali nyaman ditempati.

    Membuang bisa dibilang cara terbaik untuk merapikan barang yang menumpuk di rumah. Namun barang yang dibuang sembarangan justru berisiko mencemari lingkungan sekitar.

    Detikers bisa kok merapikan barang di rumah tanpa harus membuangnya. Simak caranya di bawah ini.


    Cara Merapikan Barang di Rumah

    Dilansir Bob Vila dan The Spruce, berikut cara merapikan barang yang berantakan di rumah tanpa harus membuangnya:

    1. Gunakan Kontainer untuk Sortir Barang

    Barang yang menumpuk di rumah belum tentu semuanya masih digunakan. Beberapa mungkin jarang dipakai dan lainnya bahkan tidak lagi diperlukan.

    Detikers dapat menyiapkan beberapa wadah kontainer atau kotak. Setiap wadah bisa diberi label “barang disukai”, “barang sering digunakan”, “barang jarang digunakan”, dan “barang tidak lagi digunakan”.

    Saat beres-beres rumah, rapikan barang dan letakkan dalam kotak sesuai dengan kategorinya.

    2. Simpan Barang dengan Rapi

    Barang yang masih digunakan hendaknya disimpan rapi pada tempatnya. Tata dan letakkan barang di area yang mudah dijangkau sehingga tidak sulit dicari saat memerlukannya.

    Simpan barang yang jarang dipakai di ruang penyimpanan atau gudang. Kelompokkan barang dalam wadah sesuai fungsinya agar lebih mudah dicari. Ruang di bawah ranjang tidur, sofa, hingga laci juga dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai tempat penyimpanan.

    Pada beberapa titik rumah, wadah dapat diletakkan khusus untuk menyimpan barang-barang kecil. Saat membutuhkannya, kamu bisa langsung mencarinya di tempat tersebut.

    3. Perbaiki Barang yang Rusak

    Apabila ada barang yang rusak, hendaknya diperbaiki terlebih dahulu sebelum disimpan. Perbaikan bisa dilakukan mandiri jika bisa melakukannya atau bawa ke tempat servis untuk meminta bantuan tukang servis.

    Kalau barang sudah benar-benar rusak dan tidak dapat diperbaiki, tak ada opsi lagi selain membuangnya.

    4. Ubah Menjadi Barang Berguna

    Furnitur atau barang lama bisa dimodifikasi menjadi barang yang berguna. Misalnya, laci yang tidak terpakai lagi dapat diubah menjadi rak penyimpanan atau pot tanaman. Kamu dapat mengoleskan cat atau menambahkan hiasan supaya menjadi lebih bagus.

    5. Daur Ulang

    Jika ada barang terbuat dari plastik atau kardus bekas, detikers dapat membawanya ke tempat daur ulang terdekat. Plastik bisa dibuat menjadi barang layak jual seperti paving block hingga meja kecil. Bahkan sampah plastik dapat diubah menjadi energi listrik.

    Detikers juga dapat mendaur ulang sendiri barang dari plastik atau kardus menjadi kerajinan tangan cantik, seperti tas, dompet, keranjang, wadah, hingga hiasan dan mainan.

    6. Sumbangkan ke Orang Lain

    Barang tak lagi digunakan yang masih dalam kondisi baik dapat didonasikan ke orang lain. Contohnya, baju yang ukurannya kekecilan, kebesaran, atau modelnya sudah tidak trendi maka bisa disumbangkan ke orang yang membutuhkannya.

    7. Jual Barang yang Tidak Dibutuhkan

    Opsi lain untuk barang yang sudah tidak dipakai tapi kondisinya masih bagus yaitu dijual kembali. Kamu dapat menjualnya ke orang-orang sekitar atau secara online lewat platform jual beli barang bekas.

    Nah, itu tadi sederet cara merapikan barang tanpa membuangnya. Detikers bisa mengawalinya dengan merapikan barang-barang berukuran kecil, kemudian aneka barang dengan ukuran besar setelahnya.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Ideal Membersihkan Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi yang bersih nggak cuman bikin penghuni rumah merasa nyaman tapi juga baik buat kesehatan. Sebab, kamar mandi adalah tempat yang cepat kotor dan jadi tempat ideal buat ditumbuhi kuman dan jamur.

    Nah, penting sekali membersihkan kamar mandi secara rutin. Ada beberapa hal di kamar mandi yang perlu lebih sering dibersihkan ataupun bisa jarang-jarang.

    Berikut jadwal ideal membersihkan kamar mandi yang bisa kamu ikuti, dikutip dari The Spruce, Jumat (1/11/2024).


    Bersih-bersih Harian

    1. Mengelap Permukaan Basah

    Gunakan kain yang mengandung disinfektan ataupun spons untuk mengelap counter, wastafel, dan keran untuk membersihkan tumpahan dan cipratan air. Pastikan untuk menggunakan kain bersih atau baru untuk membersihkan tempat duduk kloset atau lantai.

    2. Keringkan Pintu dan Dinding

    Setiap selesai mandi, gunakan handuk atau alat pembersih karet untuk mengeringkan tembok dan dinding basah supaya mencegah pembentukan kerak air. Selain itu, jangan lupa menutup tirai kamar mandi agar cepat kering.

    3. Gantung Handuk dan Keset

    Pastikan untuk menggantung handuk dan keset basah agar cepat kering. Langkah ini akan mencegah pertumbuhan jamur.

    Bersih-bersih Mingguan

    1. Cuci Handuk dan Keset

    Cuci handuk-handuk dan keset setiap minggu supaya tidak menjadi tempat bersarangnya kuman. Sebaiknya keset dikeringkan dengan cara dijemur agar tidak merusak karet pada bagian bawah keset.

    2. Bersihkan Kloset

    Bersihkan bagian dalam kloset menggunakan sikat dan cairan pembersih. Sementara bagian luar kloset bisa dilap dengan tisu basah yang mengandung disinfektan atau spons dan cairan pembersih kamar mandi.

    3. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai dan tembok kamar mandi secara menyeluruh setiap minggu untuk menghilangkan noda dan jamur pada permukaan. Lalu, buang juga rambut-rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air. Jangan lupa bersihkan juga tirai di kamar mandi.

    4. Bersihkan Wastafel

    Singkirkan barang-barang yang memenuhi area wastafel. Lalu, bersihkan wastafel menggunakan cairan pembersih. Pastikan untuk membilas area wastafel dengan bersih dan keringkan.

    5. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar Lampu

    Jangan membersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Area ini sebenarnya sering disentuh ketika menggunakan kamar mandi, sehingga rawan tumbuh kuman dan bakteri.

    6. Bersihkan Cermin

    Bersihkan cermin dengan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Cermin yang kinclong dapat menunjukkan kamar mandi terawat dengan baik.

    7. Buang Sampah

    Buang isi tempat sampah setiap minggu supaya tidak menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Lalu, kamu bisa menaruh beberapa kantong plastik baru di dalam tempat sampah untuk memudahkan penggantian kantong plastik nantinya.

    Bersih-bersih Bulanan

    1. Sortir dan Bersihkan Tempat Penyimpanan

    Kamu bisa rutin menyortir dan membersihkan tempat penyimpanan di kamar mandi. Buanglah produk-produk yang sudah habis dan kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang yang tidak dipakai menumpuk dan memenuhi ruang.

    2. Bersihkan Shower

    Kalau aliran air pada shower tidak lancar karena tersumbat, sudah saatnya membersihkan shower. Kamu bisa membersihkan shower menggunakan cuka putih sulingan dan sikat untuk membersihkan kotoran dan kerak.

    3. Cuci Tempat Sampah

    Selain membuang sampah dan mengganti kantong plastik tempat sampah, sebaiknya rutin mencuci tempat sampah setiap bulan. Bersihkan tempat sampah dengan menyiram air panas dan menggosoknya dengan sabun.

    4. Bersihkan Tirai

    Jika menggunakan tirai kamar mandi, jangan lupa membersihkannya setiap bulan. Sebab, ada tumpukan debu dan noda yang perlu dibersihkan secara berkala.

    5. Inspeksi Kamar Mandi

    Pastikan untuk melakukan inspeksi kamar mandi setiap bulan untuk mencegah kerusakan. Perhatikan area sekitar wastafel, shower, dan keran untuk melihat ada kebocoran. Selain itu, periksa juga kalau ada pertumbuhan jamur di kamar mandi agar bisa segera diatasi.

    Itulah cara menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Merapikan Kamar Tidur Kecil Agar Terasa Lega


    Jakarta

    Bagi kamu yang mempunyai kamar tidur kecil, mungkin harus lebih rajin merapikan barang-barang di kamar. Terlalu banyak barang yang berserakan atau menumpuk di kamar kecil bisa bikin ruangan terasa lebih sempit dan nggak enak dipandang.

    Oleh karena itu, pemilik kamar tidur kecil perlu lebih kreatif saat menyimpan barang. Kalau mau kamar terasa lega, kamu bisa mulai dari merapikan barang-barang dan menyimpannya di tempat yang tepat.

    Lalu, bagaimana cara merapikan kamar tidur kecil? Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari The Spruce, Senin (4/11/2024).


    Tips Merapikan Kamar Tidur Kecil

    1. Berpikir Minimalis

    Terlalu banyak furnitur dan barang di kamar tidur membuat ruang terasa sempit. Buatlah ruang dengan membatasi furnitur dan barang-barang di dalam kamar. Kamu bisa mengikuti prinsip minimalis yang mengutamakan barang-barang esensial, misalkan tempat tidur, meja nakas, dan lemari pakaian. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan furnitur multifungsi.

    2. Kosongkan Permukaan Meja

    Hindari tumpukan barang yang berserakan di atas meja atau meja nakas. Biasakan untuk membiarkan meja kosong atau hanya segelintir barang saja seperti lampu, tissue, dan jam. Dengan begitu, kamar terlihat rapi karena barang-barang disembunyikan di tempat penyimpanannya.

    3. Gunakan Ruang Bawah Tempat Tidur

    Meski tidak banyak ruang di kamar tidur kecil, kamu bisa memanfaatkan ruang di bawah tempat tidur untuk menaruh barang-barang. Simpanlah barang-barang yang jarang dipakai seperti buku, tas, dan mainan dalam kotak penyimpanan, lalu taruh di bawah tempat tidur.

    4. Rutin Sortir Barang

    Kamar kecil cenderung lebih cepat menjadi berantakan. Kalau ingin menjaga ruang selalu rapi, coba untuk membuat rutinitas merapikan dan menyortir barang-barang. Singkirkan barang-barang yang tidak lagi kamu gunakan supaya tidak makan tempat.

    5. Ruang Penyimpanan Vertikal

    Apabila lantai sudah cukup dipadati beragam barang, kamu bisa menambah ruang penyimpanan secara vertikal dengan ambalan di tembok ataupun gantungan di belakang pintu kamar dan lemari. Dengan begini, barang-barang tidak akan memenuhi lantai kamar.

    Itulah cara merapikan kamar tidur kecil agar terasa lebih lega. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Sederet Potensi Bahaya di Setiap Bagian Rumah



    Jakarta

    Rumah merupakan tempat yang seharusnya membuat kita dapat merasa aman dan terlindungi. Namun, beberapa area di tempat tinggal kita bisa saja menjadi lebih berbahaya daripada yang kita duga.

    Kecelakaan bisa saja terjadi, bahkan di area yang menurut kita aman. Potensi bahaya di dalam rumah kita bisa mulai dari kamar mandi yang licin hingga dapur yang banyak benda tajam.

    Namun, dengan menyadari potensi bahaya, kemungkinan cedera dapat berkurang secara signifikan. Yuk, simak apa saja potensi bahaya di sekitar rumah seperti yang dikutip dari Dengarden, Selasa (5/11/2024).


    1. Kamar Tidur

    Kamar tidur yang nyaman buat beristirahat pun ternyata punya potensi bahaya, lho. Kamu tidak sepenuhnya aman dari segala sesuatu yang berbahaya.

    Misalkan jatuh dari tempat tidur, tersandung karpet, bahkan kepala terbentur meja nakas. Sebagian potensi bahaya bisa cukup parah hingga berpotensi membuat kamu dirawat di rumah sakit.

    Pakailah pegangan pada tempat tidur jika perlu, pasang karpet menggunakan bantalan yang anti selip, lalu atur meja nakas yang jauh dari area kasur kamu guna mengurangi resiko terbentur.

    2. Loteng

    Loteng biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Biasanya bagian ini berantakan dan kurang pencahayaan. Hal ini menciptakan lingkungan yang rawan terjadi kecelakaan karena tidak bisa melihat dengan jelas keadaan di dalam.

    Siapa tahu kamu menginjak benda tajam atau menabrak barang-barang di dalam. Selain itu, lantai loteng juga tidak terlalu kokoh, sehingga ada potensi lantai roboh.

    Jika mau membuat loteng lebih aman lagi, pasang pencahayaan serta lantai yang berkualitas. Lalu, gunakan wadah penyimpanan yang kuat dan kokoh guna menjaga barang-barang tetap teratur.

    Kamu juga harus memperhatikan batas berat dan jangan sampai kelebihan muatan pada ruangan tersebut, yang bisa menimbulkan kerusakan struktural dan meningkatkan resiko kecelakaan.

    3. Garasi

    Sering kali garasi berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan perkakas, alat olahraga, serta berbagai alat rumah tangga lainnya. Kekacauan barang ini bisa menimbulkan lingkungan yang berbahaya karena menyebabkan seseorang mudah tersandung serta menjatuhkan barang.

    Jika ingin mengurangi resiko ini, rapikan perkakas dan peralatan dengan menatanya pada tempatnya dan simpan barang-barang di rak atau lemari. Pastikan bahan-bahan berbahaya seperti bahan kimia dan cat disimpan di tempat yang tertutup dan aman serta jauh dari jangkauan anak-anak.

    Kamu juga perlu mempertimbangkan untuk memasang lampu yang memadai supaya aktivitas di garasi menjadi lebih aman.

    4. Dapur

    Dapur adalah ruangan yang rawan kecelakaan, terutama karena ada benda tajam, lantai yang cenderung licin, serta permukaan panas. Cedera akibat benda tajam seperti pisau sering terjadi, namun sering kali dapat dihindari dengan cara memakai teknik pemotongan yang tepat.

    Kemudian, bersihkan tumpahan minyak atau apapun cairan lainnya pada lantai. Hal ini guna mencegah permukaan licin, sehingga kamu tidak terpeleset dan jatuh.

    5. Kamar Mandi

    Kamar mandi juga bisa menjadi tempat yang berbahaya jika tidak dirawat dengan baik dan benar. Lantai yang basah adalah area yang rawan untuk kamu terpeleset, terutama bagi lansia dan anak kecil.

    Kamu perlu mempertimbangkan untuk memasang keset antiselip guna mencegah kecelakaan itu terjadi, baik di dalam maupun luar pancuran atau bak mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Benda Ini di Kolong Kasur!



    Jakarta

    Jika kamu menempati rumah kecil dan memiliki banyak barang, mulailah bersikap kreatif dengan memikirkan penyimpanan untuk barang-barang tersebut. Memakai ruang kosong pada kolong tempat tidur merupakan ide yang tepat, karena dapat menyembunyikan kekacauan visual dan menjauhkan barang dari lorong kamu.

    Namun, terdapat peringatan untuk menyimpan barang-barang tertentu pada kolong tempat tidur. Ada beberapa barang yang seharusnya kamu hindari untuk disimpan di sana dengan cara apapun demi menjaga area kamar tidur agar selalu bersih.

    Dokumen Penting

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Kamis (7/11/2024), Dokumen penting seharusnya tertata dengan rapi serta mudah untuk diakses dan terlindungi, idealnya diletakkan di brankas yang tahan api.


    Meskipun kamu menyimpan dokumen dengan rapi pada dalam kotak, tapi jika berada di kolong tempat tidur tentu kamu akan susah meraihnya terlebih jika dalam keadaan darurat yang tentunya akan sangat merepotkan, bahkan berbahaya.

    Tak hanya itu, serangga, rayap, termasuk kutu buku tentu akan sangat menyukai hal ini dan yang pasti akan membuat dokumen menjadi rusak. Dalam hal ini, kamu bisa menyimpan produk yang berbahan kertas apa pun pada kolong kasur kamu, termasuk juga foto dan kotak kardus.

    Jika buku kamu terlalu menumpuk dan terlalu besar untuk diletakkan di meja samping kasur, maka kamu bisa meletakkannya di keranjang, tapi hindari dari bawah kasur jika kamu khawatir dengan serangga.

    Barang yang Jarang Dipakai

    Sebaliknya, menyimpan barang-barang yang jarang kamu butuhkan di bawah tempat tidur dapat memperkuat mentalitas jauh dari pandangan, jauh dari pikiran.

    Barang-barang tersebut bisa tertinggal di sana selama bertahun-tahun, mengumpulkan debu, dan menyebabkan energi yang stagnan. Dukung diri kamu dan ciptakan ruang yang lebih segar dengan rutin merapikan barang-barang tersebut.

    Barang yang Sering Dipakai

    Jika bicara tentang kenyamanan, kamu mungkin akan mengalami efek sebaliknya jika kamu memutuskan untuk menaruh barang-barang pada kolong tempat tidur. Membungkuk dan meraih barang yang sulit dijangkau setiap hari atau bahkan setiap minggu pasti akan terasa sangat membosankan.

    Apalagi jika kamu malas untuk menaruh serta meletakkannya kembali, ini akan berakibat pada kekacauan dan mempersulit kamu untuk menemukan barang apa yang akan kamu butuhkan.

    Terlalu Banyak Barang

    Menumpuk terlalu banyak barang di bawah tempat tidur dapat menghambat aliran udara dan menciptakan lingkungan yang kurang ideal untuk penyimpanan. Kamu perlu mengetahui bahwa hal ini juga bisa mengganggu kualitas tidur.

    Sirkulasi udara yang buruk di bawah tempat tidur dapat sedikit meningkatkan suhu kamar, yang mungkin cukup membuat kamu kesulitan untuk tidur nyenyak. Ruangan yang sesak juga menyulitkan pembersihan di bagian bawah tempat tidur, sehingga berpotensi menumpuk alergen yang berdampak pada pernapasan.

    Meskipun mungkin praktis untuk menyimpan barang di bawah tempat tidur, penting untuk memahami efek negatifnya juga.

    Keranjang Cucian

    Kurangnya ruang pada kamar tidur untuk keranjang cucian mungkin akan membuat kamu berpikir untuk memanfaatkan area pada kolong kasur untuk menaruh keranjang cucian. Kecuali kamu sudah putus asa, sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk hal ini.

    Pakaian kotor menahan kelembapan dan menimbulkan bau tak sedap yang akan terus berada di dekat kamu dan akan tercium ketika kamu mencoba untuk tidur.

    Ini akan menjadi hal yang berat untuk menarik dan mengeluarkan keranjang cucian dari kolong tempat tidur secara berulang. Sebaiknya kamu menyiapkan ruang untuk keranjang cucian selain di area tempat tidur.

    Makanan

    Tren laci camilan di nakas yang viral di media sosial membuat menyimpan makanan di kamar tidur semakin umum. Beberapa orang bahkan mungkin mulai menggunakan ruang di bawah tempat tidur mereka untuk menyimpan stok makanan agar tidak perlu ke dapur.

    Memang menggoda untuk memiliki cemilan tengah malam yang mudah dijangkau saat bersantai di tempat tidur, tetapi hal itu tidak sebanding dengan risiko menarik hama ke kamar kamu.

    Hewan pengerat bisa menggerogoti kemasan yang belum dibuka, sementara serangga seperti semut dan kecoa tertarik pada gula dan pati.

    Meskipun makanan disimpan dalam wadah plastik berpenutup di bawah tempat tidur, hama bisa saja menemukan cara untuk mengaksesnya. Untuk mencegah risiko ini, sebaiknya tetap simpan makanan di dapur atau pantry.

    Elektronik

    Menyimpan perangkat elektronik di bawah tempat tidur dapat menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika ada kabel yang terhubung ke stopkontak di area tersebut, yang mudah menjadi terlalu panas.

    Meski tidak sedang diisi daya, perangkat elektronik yang dibiarkan di bawah tempat tidur dalam waktu lama pasti akan berdebu, yang dapat merusak baterai dan sirkuit sehingga perangkat mahal kamu tidak lagi berfungsi.

    Kurangi risiko ini dengan mendaur ulang perangkat elektronik lama di pusat daur ulang limbah elektronik terdekat dan simpan perangkat yang masih digunakan di pusat media atau area kantor rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Membersihkan Garasi Biar Nggak Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Garasi adalah tempat untuk menyimpan kendaraan di rumah. Namun, ada sebagian orang yang menggunakan garasi sebagai ruang serba guna dan tempat penyimpanan barang-barang yang tidak lagi terpakai.

    Lokasi garasi biasanya di tempat yang tertutup dan jarang didatangi sehingga jarang dibersihkan dan berdebu. Barang-barang di dalamnya pun ada yang diletakkan menumpuk dan berserakan. Maka dari itu, ketika mendengar kata gudang pasti terbayang ruangan kotor berisi banyak barang yang sudah tidak digunakan.

    Jika kamu ingin mengubah tampilan gudang di rumah jadi lebih nyaman dan bersih meskipun jarang dipakai, melansir dari Real Simple, Jumat (8/11/2024), berikut beberapa tips membereskan garasi agar barang-barang tidak terlihat berantakan dan menumpuk.


    1. Tentukan Hari Bersih-bersih Gudang

    Kamu perlu memilih hari untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap. Khawatir gudang kamu ternyata berada di luar ruangan atau terpisah dari bangunan utama.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Membersihkan garasi bukan hanya menghilangkan debu dan menata barang-barang di dalamnya, melainkan mengurangi jumlahnya juga. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Memaksimalkan penyimpanan pada bagian plafon. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Lokasi yang Pas buat Taruh APAR di Rumah


    Jakarta

    Alat pemadam kebakaran atau alat pemadam api ringan (APAR) bisa menjadi faktor penentu antara terjadinya kebakaran kecil di rumah dan kerugian total. Namun, alat ini hanya akan berfungsi dengan baik jika dapat diakses dengan mudah saat terjadi keadaan darurat.

    Berikut adalah beberapa lokasi penyimpanan yang tepat untuk alat pemadam kebakaran di rumah serta rekomendasi dari para ahli tentang cara menggunakan alat tersebut dengan efektif.

    Tempat Menyimpan Alat Pemadam Kebakaran

    Di Setiap Lantai Rumah

    Semakin banyak lantai yang dimiliki sebuah rumah, semakin sulit untuk melarikan diri dari kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk memiliki setidaknya satu alat pemadam kebakaran di setiap lantai. Misalnya, kamu punya rumah 3 lantai, maka sebaiknya APAR ada di lantai 1, 2, dan 3.


    Meskipun alat ini tidak dapat sepenuhnya memadamkan api, APAR dapat memberikan akses cepat ke jalur evakuasi dan menyelamatkan nyawa.

    “Sangat disarankan untuk memiliki alat pemadam kebakaran di setiap lantai rumah,” ungkap seorang ahli wawasan rumah di Hippo Insurance, Courtney Klosterman, dalam kutipannya di Better Homes & Gardens pada Jumat (8/11/2024)

    Garasi

    Garasi merupakan area lain yang perlu diperhatikan dalam konteks kebakaran rumah. Biasanya, garasi menyimpan berbagai barang seperti kendaraan, cairan dan bahan kimia yang mudah terbakar, alat-alat, serta berbagai komponen rumah yang dapat terbakar. Pastikan alat tersebut ditempatkan di lokasi yang terlindungi dan tidak terpapar risiko dari benda tajam atau kendaraan.

    Dapur

    Tidak mengherankan bahwa sebagian besar kebakaran rumah berasal dari dapur. Selain itu, kebakaran yang dimulai di area ini dapat dengan cepat menyebar, mengingat banyaknya bahan mudah terbakar seperti kain linen dan minyak goreng yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau di dapur kamu.

    Tempat yang Tidak Disarankan Menyimpan APAR

    Terlalu dekat dengan sumber panas

    Suhu tinggi dari kompor, perapian, tungku, atau benda sejenis dapat merusak berbagai komponen alat pemadam kebakaran.

    Di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak-anak

    Jika ada anak-anak di rumah, alat pemadam kebakaran harus dijauhkan dari jangkauan mereka, tetapi tetap berada di lokasi yang mudah dijangkau oleh orang dewasa.

    Terkena Unsur-unsur Alam

    Paparan terhadap kondisi cuaca ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat membahayakan alat pemadam kebakaran.

    Tempat Tersembunyi

    Kami memahami bahwa alat pemadam kebakaran bukanlah perabotan rumah yang paling menarik. Namun, penting untuk memastikan alat tersebut mudah ditemukan karena setiap detik sangat berharga saat terjadi kebakaran.

    Itulah tempat-tempat yang cocok dan yang harus dihindari untuk menyimpan APAR di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com