Tag: penyimpanan

  • Berapa Lama Umur Cat? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sisa cat rumah yang telah digunakan memang bisa dipakai lagi nantinya. Namun, harus diperhatikan karena cat memiliki umurnya yang baik digunakan.

    Cat akan bertahan lebih lama apabila tutup cat belum dibuka. Cat yang masih tersegel biasanya bisa bertahan sampai 10 tahun. Hal itu karena cat yang kalengnya masih tersegel belum terpapar debu, kotoran, dan udara.

    Akan tetapi, tiap jenis cat memiliki masa waktu yang berbeda. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Umur Cat Berdasarkan Bahannya

    1. Cat Bahan Dasar Minyak

    Cat yang berbahan dasar minyak dan kalengnya masih tersegel bisa bertahan hingga 15 tahun lamanya. Namun, jika sudah dibuka bisa bertahan hingga 10 tahun apabila cat ditutup dengan benar.

    2. Cat Akrilik

    Cat akrilik yang belum dibuka dan disimpan di tempat yang sejuk, gelap, serta kering bisa bertahan hingga 10 tahun. Jika kaleng cat sudah dibuka maka bisa bertahan hingga 2 tahun saja.

    3. Cat Bahan Dasar Air

    Cat berbahan dasar air atau water-based latex paint bisa bertahan antara 2-10 tahun. Jika kaleng cat belum dibuka, maka bisa bertahan hingga 10 tahun.

    Cara Memperpanjang Umur Cat

    Dilansir dari Better Homes and Garden, berikut ini beberapa cara untuk memperpanjang umur cat agar bisa dipakai kembali.

    1. Penyimpanan yang Tepat

    Pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    2. Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    3. Hindari Pencemaran Cat

    Untuk mencegah penambahan bakteri atau jamur ke dalam cat, selalu tuangkan cat dari kaleng ke dalam wadah yang lebar sebelum diaplikasikan ke permukaan yang akan dicat. Hindari mencelupkan kuas atau rol langsung ke dalam kaleng cat atau meninggalkan penutup kaleng terbuka saat cat tidak digunakan.

    Itulah informasi mengenai umur cat agar bisa digunakan di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Ukuran Tempat Tidur Anak Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang pas perlu dilakukan, apalagi untuk anak. Kamu bisa memilih tempat tidur berdasarkan usia anak agar tidak salah pilih.

    Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka. Maka dari itu, memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, berikut ini panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.


    Ukuran Tempat Tidur Berdasarkan Usia Anak

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.

    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh, Meletakkan 7 Benda Ini di Atas Kulkas Bisa Berbahaya


    Jakarta

    Kamu pasti pernah melihat bagian atas kulkas sering digunakan untuk meletakkan beberapa barang. Mulai dari hiasan dekorasi rumah hingga benda-benda dapur lainnya.

    Ternyata bagian atas kulkas ini seharusnya bersih dari benda-benda tak perlu. Bahkan kain penutup juga sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan bagian atas kulkas berfungsi sebagai ventilasi atau tempat untuk melepaskan panas dari kulkas.

    Ventilasi ini berbeda dengan bentuk ventilasi di atas lubang di pintu dan jendela atau kipas angin di kamar mandi. Bagian ini dapat mengeluarkan panas agar bagian dalam kulkas terasa dingin. Dengan cara ini, kulkas dapat melakukan sirkulasi yang baik dan dapat mencegah kerusakan.


    Apabila meletakkan benda di atasnya, apalagi yang berukuran besar atau sama-sama yang menghasilkan panas, seiring waktu kondisi sistem pendingin di dalam kulkas akan terganggu dan performa mesinnya menurun.

    Dilansir The Croma, berikut beberapa benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas.

    1. Peralatan Rumah Tangga

    Banyak ditemukan, di bagian atas kulkas kerap diletakkan gelas, nampan, atau keranjang kecil. Ada pula yang meletakkan peralatan elektronik lainnya seperti oven atau blender di atas kulkas. Padahal kedua alat tersebut menghasilkan panah. Barang-barang ini sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas dan disimpan di rak penyimpanan. Benda-benda ini berisiko diletakkan di tempat yang tinggi terutama saat ada getaran. Lalu, panas yang dihasilkan oven dan blender juga berbahaya jika didekatkan.

    2. Barang Pembersih

    Cairan pembersih terutama yang mengandung bahan kimia sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan tidak ada reaksi panas. Selain itu, kulkas biasanya untuk meletakkan makanan segar. Apabila cairan pembersih tumpah dikhawatirkan bisa masuk ke dalam kulkas.

    3. Obat-obatan

    Sama seperti cairan pembersih, obat-obatan juga sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas. Benda ini seharusnya berada di suhu ruangan dan tidak bisa terpapar sinar matahari atau panas.

    4. Barang Dekorasi Rumah

    Seperti yang disebut sebelumnya kain penutup kulkas sebaiknya tidak perlu dipasang. Bahan kain hanya membuat panas dari kulkas tertahan. Selain itu, hindari meletakkan tanaman, bingkai foto, atau mainan miniatur di atasnya. Kulkas tidak perlu dihias oleh apa pun.

    5. Barang Pecah Belah

    Sama seperti peralatan dapur, barang pecah belah seperti gelas dan piring di atas kulkas tidak boleh ada di atas kulkas. Seperti yang kamu tau, kulkas beberapa kali dapat bergetar saat tegangan listrik tidak stabil. Kemudian, panas yang dihasilkan juga tidak aman untuk barang pecah belah yang mudah pecah.

    6. Makanan

    Menyimpan atau meletakkan makanan sebaiknya di dalam kulkas atau di meja. Piring yang terbuat dari kaca atau plastik berbahaya jika bersinggungan terlalu lama dengan bagian atas kulkas terutama yang kondisinya panas. Begitu pula dengan makanan kemasan. Lebih baik diletakkan di tempat yang suhunya sama seperti di lemari atau stoples.

    7. Stoples Plastik

    Pasti kamu pernah melihat stoples makanan kering diletakkan di atas kulkas agar mudah diambil. Padahal plastik sangat rentan terkena panas. Hal ini bisa merusak permukaan stoples dengan munculnya noda hitam di bawah stoples yang bersinggungan langsung dengan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Rumah Bebas Debu Selama Ditinggal Liburan, Nggak Perlu Khawatir!


    Jakarta

    Rumah yang ditinggal liburan pemiliknya terkadang bisa menyebabkan banyak debu menumpuk. Hal itu tentu membuat pemilik rumah lelah, habis pulang liburan tidak bisa langsung istirahat melainkan harus membersihkan rumah dulu.

    Namun, kamu kini nggak usah bingung atau takut lagi saat meninggalkan rumah. Sebab, ada beberapa cara untuk mencegah rumah berdebu saat ditinggal liburan.

    Bagaimana caranya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa membantu menjaga rumah tetap bebas debu selama kita pergi mudik. Melansir dari laman Apartment Therapy, simak tipsnya di bawah ini.


    Bersihkan Rumah Pakai Vacuum Cleaner

    Membersihkan rumah dengan vacuum cleaner adalah hal yang wajib dilakukan sebelum pergi mudik. Vacuum cleaner memiliki kemampuan untuk membersihkan debu dengan lebih efektif dibandingkan dengan sapu.

    Jadi, agar rumah tidak terlalu berdebu saat ditinggal, pastikan untuk membersihkan setiap sudutnya menggunakan vacuum cleaner.

    Lapisi Perabotan di Rumah dengan Koran atau Plastik

    Melapisi barang-barang di rumah dengan koran atau plastik adalah cara sederhana namun efektif untuk melindungi mereka dari debu dan kotoran. Koran atau plastik bertindak sebagai penghalang yang mencegah debu menempel langsung pada permukaan barang sehingga memudahkan dalam membersihkannya nanti.

    Barang-barang yang penting untuk ditutupi adalah kasur, sofa, dan bagian atas lemari atau meja. Setelah kembali ke rumah, kamu hanya cukup membuang atau membereskan koran dan plastik tersebut tanpa harus membersihkan perabotan rumah satu-persatu.

    Bereskan Kertas dan Pakaian

    Bereskan pakaian kotor dan pakaian yang berserakan karena kain adalah salah satu tempat menumpuknya debu. Lebih baik untuk menyimpan pakaian yang tidak terpakai di dalam kotak penyimpanan.

    Selain itu, pastikan untuk merapikan kertas sebelum berangkat. Majalah, koran, dan kotak kardus sering menjadi sumber debu, jadi lebih baik untuk menyimpannya di luar ruangan jika memungkinkan.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap bersih dari debu saat ditinggal liburan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Begini Cara Cepat Merapikan Rumah Setelah Pesta


    Jakarta

    Setelah mengadakan pesta atau acara di rumah, kemungkinan besar seisi rumah dalam keadaan berantakan dan kotor. Membersihkan seisi rumah bisa jadi pekerjaan yang melelahkan, apalagi kalau tidak memakai strategi.

    Kunci untuk mengatasi ruangan yang berantakan adalah dengan tetap fokus saat merapikannnya. Selain itu, kamu perlu menyederhanakan cara membersihkan rumah agar lebih mudah dan cepat selesai.

    Lalu, bagaimana cara cepat membersihkan rumah ya? Biar kamu nggak kewalahan saat membereskan rumah, coba cara cepat bersihkan rumah berikut ini.


    Tips Membersihkan Rumah Habis Acara

    Inilah cara membersihkan rumah habis acara dengan cepat dan mudah, dikutip dari The Spruce.

    1. Melihat Kondisi Seluruh Rumah

    Langkah awal saat ingin membersihkan rumah, yaitu disarankan untuk menilai seluruh rumah sebelum kamu mulai merapikan ruangan.

    “Kamu perlu mempertimbangkan seluruh rumah saat merapikan satu ruangan karena menata barang dapat berdampak domino jika seluruh rumah berantakan dan tidak teratur,” kata Jamie Hord, pendiri Horderly Professional Organizing.

    Misalnya kamu menemukan beberapa barang di kamar tidur padahal seharusnya barang tersebut berada di kamar mandi.

    2. Gunakan Pengatur Waktu

    Untuk membantu mengurangi kemungkinan berlama-lama membereskan satu titik, kamu bisa menyetel pengatur waktu selama 30 menit untuk menciptakan rasa urgensi dan fokus.

    3. Lakukan Sapuan dengan Cepat

    “Saat saya memasuki ruangan yang berantakan, saya selalu memulai dengan menyapu cepat,” kata Meaghan Kessman, seorang organisator profesional.

    Ia menyarankan untuk mengambil alih mengambil kantong sampah dan segera mengumpulkan sampah yang terlihat seperti barang pecah belah, wadah kosong, atau tisu bekas.

    Kemudian letakkan barang-barang yang salah tempat, seperti piring, buku, atau pakaian di tempat yang telah ditentukan agar dapat dikembalikan ke tempat semestinya.

    4. Buat Sistem Penyortiran

    Gunakan sistem penyortiran tiga kotak, yaitu simpan, sumbangkan, dan buang. Sistem ini akan membantu membuat keputusan dengan cepat dan menjaga proses pembersihan tetap fokus. Mulai dengan mengumpulkan barang-barang ke dalam tumpukan yang disortir.

    5. Tetap Fokus

    Jika merasa kewalahan, fokuslah pada satu area saja dalam satu waktu. Bagi ruangan menjadi beberapa zona yang lebih kecil dan selesaikan setiap tugas. Beberapa ruangan tidak dapat dibersihkan sepenuhnya hanya dalam waktu singkat.

    Disarankan untuk menahan untuk mulai membersihkan secara menyeluruh atau membuat sistem pengorganisasian secara menyeluruh pada tahap ini. Tujuannya adalah merapikan barang dengan cepat.

    6. Selesaikan dan Simpan Barang

    Saat penghitung waktu berbunyi, disarankan agar berhenti bekerja dan meluangkan beberapa menit untuk menyimpan barang-barang ke tempat penyimpanan.

    7. Buat Membersihkan Rumah Tetap Menyenangkan

    Menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan adalah proses yang berkelanjutan. Setiap langkah yang diambil akan membantu menata rumah kamu. Jika tidak mempunyai banyak waktu, luangkan sedikit waktu untuk merapikan barang yang tidak diperlukan.

    Itulah dia langkah mudah untuk membereskan rumah dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Merawat Kain Pel Agar Selalu Bersih, Lantai Jadi Kinclong dan Wangi


    Jakarta

    Penggunaan kain pel yang bersih dilakukan saat mengepel lantai. Jangan sampai sudah susah-susah mengepel tapi lantai tetap kotor dan bau karena menggunakan kain pel yang sudah usang.

    Oleh karena itu, penting untuk merawat kain pel secara teratur supaya bersih, sehingga mengepel lantai jadi lebih efektif. Sebaiknya kamu segera membersihkan kain pel setelah selesai digunakan.

    Lantas, bagaimana cara merawat kain pel? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple.


    Persiapkan Alat dan Bahan

    Sebelum membersihkan kain pel, kamu perlu menyiapkan alat dan bahan berikut ini.

    • Ember
    • Mesin cuci
    • Jemuran
    • Sarung tangan pelindung
    • Pembersih serba guna
    • Detergen
    • Cuka Pembersih cucian
    • Pemutih

    Cara Merawat Kain Pel

    Inilah tips merawat kain pel yang bisa kamu lakukan biar kain pel selalu bersih.

    1. Bersihkan Kain Pel Setelah Digunakan

    Setelah mengepel lantai, kamu bisa merendam kain pel ke dalam bak cuci atau ember berisi air hangat dan biarkan selama tiga menit. Jangan lupa gunakan sarung tangan pelindung untuk menghindari iritasi kulit.

    Lalu, peras kain pel hingga cukup kering. Celupkan dan peras beberapa kali untuk menghilangkan semua sisa sabun.

    Untuk kepala kain pel yang dapat dilepas, kamu bisa masukkan ke mesin cuci dan tambahkan detergen. Setelah dibersihkan, jemur kain pel hingga kering.

    2. Bersihkan Kepala Pel Secara Mendalam

    Isi penuh ember dengan air panas dan pembersih serbaguna. Ikuti petunjuk pemakaian tentang berapa banyak bahan pembersih yang harus digunakan.

    Rendam kain pel dalam larutan pembersih dan biarkan terendam setidaknya selama 10 menit agar pembersih dapat menghilangkan penumpukan kotoran. Isi ulang ember dengan air hangat segar dan bilas kain pel

    3. Sanitasi Kepala Pel

    Kamu perlu menyiapkan dua cangkir cuka, dua cangkir air panas, air dingin, dan campuran air panas dengan pemutih (hanya untuk kepala pel kapas). Rendam kain pel selama 10 menit, lalu tuang larutan pembersih, dan isi ulang ember dengan air hangat.

    Gosok kain pel agar noda hilang, kemudian bilas kepala pel hingga bersih. Peras kain pel dengan baik dan biarkan mengering dalam posisi tegak.

    4. Cara Menyimpan Kain Pel dengan Benar

    Setelah kain pel bersih dan kering, kamu perlu menyimpannya dengan benar. Setiap jenis kain pel memiliki cara penyimpanan yang berbeda.

    • Pel Spons : Selalu simpan spons pel dengan kepala menghadap ke atas untuk mencegahnya berubah bentuk. Jika spons mulai rusak, berbau, atau berubah warna.
    • Kepala Pel Kapas: Kepala pel kapas harus benar-benar kering sebelum menyimpannya dalam posisi tegak di tempat yang tidak berventilasi.
    • Kepala Pel Microfiber: Kepala pel microfiber melingkar atau tali harus disimpan tegak di ruang yang berventilasi baik. Kebanyakan kepala pel mikrofiber dapat bertahan hingga 200 kali penggunaan.

    Itulah cara merawat kain pel agar tetap bersih dan awet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 6 Penyebab Semut Muncul di Rumah



    Jakarta

    Semut merupakan serangga kecil yang bisa ditemukan di mana pun, termasuk di rumah. Mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah jika ada sumber makanan. Tapi sebenarnya selain makanan ada juga penyebab lain semut muncul di rumah.

    Jika kamu sedang menghadapi masalah semut di rumah, kamu harus tahu mana saja lokasi yang disukai semut dan tempat persembunyiannya.

    Mengutip dari Natural Green System, para ahli menjelaskan semut bisa ditemukan jika di rumah ada sumber makanan, tempat lembab, dan celah-celah persembunyian yang terlindung seperti di bawah tempat penyimpanan, di bawah lantai, dan di dinding.


    Penyebab Semut Datang ke Rumah

    Dikutip dari detikBali, berikut beberapa penyebab munculnya semut di rumah.

    1. Dinding retak atau lantai berlubang merupakan tempat paling disukai semut untuk membangun sarang.
    2. Cuaca hujan membuat kondisi menjadi lembap, yang membuat semut-semut di dalam tanah akhirnya keluar untuk mencari tempat kering.
    3. Sisa makanan di atas meja atau jatuh ke lantai.
    4. Makanan atau minuman manis yang dibiarkan terbuka.
    5. Cuaca yang sangat panas membuat semut masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat lebih sejuk.
    6. Kondisi rumah dalam keadaan kotor dengan banyaknya sampah, sisa makanan berserakan, hingga bangkai hewan membuat semut datang.

    Nah, itulah penyebab masuknya semut ke dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Agar Ruangan di Rumah Terasa Lebih Luas


    Jakarta

    Memaksimalkan ruangan yang ada perlu strategi yang cerdik terlebih jika ruangan tidak terlalu luas. Membuat ruangan terasa lebih luas bisa dilakukan tanpa menghamburkan banyak uang.

    Jika rumah kamu bertingkat, kamu bisa memanfaatkan ruang kosong yang ada di bawah tangga. Kamu bisa mengubahnya menjadi tempat penyimpanan, area membaca, atau yang lainnya.

    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih lega. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Gunakan Pintu Geser

    Dilansir dari Martha Stewart, penggunaan pintu geser pada ruangan bisa menghemat ruang yang digunakan. Pintu geser bisa digunakan di dapur, lemari, maupun kamar mandi.

    2. Gunakan Tirai yang Tipis

    Melansir dari The Spruce penggunaan tirai yang tipis, ringan, dan berwarna polos memungkinkan cahaya matahari masuk melalui jendela. Jika ingin yang bermotif, kamu bisa menggunakan motif sulur bunga atau garis-garis agar tampak sederhana.

    3. Pilih Warna yang Lembut

    Menggunakan warna-warna yang lembut dapat membuat ruangan terasa lebih terbuka dan lapang. Untuk efek yang lebih optimal, kamu bisa menggunakan warna hijau dan biru muda. Menggunakan warna yang hangat dan warna ‘dingin’ atau cool colors pada bagian permukaan juga bisa membuat ruangan tampak lebih terbuka.

    4. Hilangkan Barang-barang yang Tidak Diperlukan

    Biasanya, ruangan terasa lebih sempit karena ada banyak barang. Maka dari itu, kamu bisa menghilangkan atau membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Selain itu, bisa juga menaruh barang-barang di tempat yang tidak terlihat, misalnya di dalam laci atau dibalik pintu.

    5. Hindari Wallpaper dengan Motif Terlalu Besar

    Dilansir dari Brightside, wallpaper dengan motif besar bisa memberikan kesan ruangan lebih sempit. Maka dari itu, pilihlah wallpaper dengan motif yang kecil dan berwarna cerah. Warna yang cerah bisa membantu merefleksikan cahaya sehingga ruangan tampak lebih terbuka dan lapang.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di rumah terasa lebih luas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 6 Barang Ini di Kamar Mandi Kalau Nggak Mau Menyesal


    Jakarta

    Banyak dari kita kadang tidak sadar memiliki kebiasaan menyimpan barang di kamar mandi seperti handuk, baju bekas pakai, dan lain-lain. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan sebab kamar mandi adalah ruangan lembap yang dapat menimbulkan jamur, karat, lumur, atau kerusakan pada barang.

    Jadi, jangan sembarangan menaruh barang di dapur, khususnya barang-barang ini seperti dikutip dari Southern Living dan Real Simple, Senin (17/03/2025).


    Barang yang Tak Boleh Disimpan di Kamar Mandi

    Sebagian orang menyimpan handuknya pada gantungan kamar mandi. Kelembapan ruangan dapat menimbulkan jamur pada handuk sehingga menimbulkan bau apek. Jika kamu terpaksa harus selalu menyimpan handuk di dalam kamar mandi, maka upayakan mengganti handuk sesering mungkin.

    Pakaian

    Pakaian juga menjadi tempat berkembangnya kuman jika disimpan dalam kamar mandi apalagi jika menyimpannya selama berbulan-bulan. Sama seperti handuk, kelembapan membuat bakteri muncul dalam pakaian.

    Obat

    Obat biasanya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Maka, jangan menyimpan obat di kamar mandi atau laci dalam kamar mandi.

    Pisau Cukur

    Pisau cukur merupakan salah satu barang yang sering ada di kamar mandi. Pada dasarnya, pisau cukur merupakan peralatan logam yang sebaiknya disimpan di tempat kering. Sebab, kelembapan kamar mandi dapat menimbulkan karat pada pisau cukur.

    Barang Elektronik

    Misalnya kamu menaruh speaker atau HP di kamar mandi maka rentan terjatuh ke dalam bak mandi atau toilet. Kelembapan udara juga membuat barang eletktronik cepat rusak.

    Perhiasan

    Jangan lupa memindahkan perhiasan kamu dari meja atau penyimpanan di kamar mandi. Kelembapan udara dapat membuat noda pada perhiasan.

    Kosmetik

    Kosmetik juga merupakan barang yang tidak bisa disimpan di dalam kamar mandi. Kelembapan udara dapat menurunkan kualitas kosmetik.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com