Tag: perabot

  • Habis Lebaran Waktunya Dekor Rumah, Begini Cara Mengukur Furnitur Baru


    Jakarta

    Kamu masih punya uang sisa tunjangan hari raya (THR) Lebaran. Uang itu bisa kamu gunakan untuk apa saja seperti investasi atau bahkan renovasi. Atau, kamu bisa juga menggunakannya untuk menambah koleksi furnitur biar rumah makin cantik.

    Tapi, membuat rumah yang nyaman dan mewah membutuhkan lebih dari sekadar memilih furnitur yang indah. Hal ini memerlukan perencanaan yang cermat dan pengukuran yang tepat.

    Ukur Ruangan untuk Furnitur

    Langkah pertama saat membeli furnitur baru adalah menentukan apakah furnitur yang kamu pilih sesuai dengan luas ruangan. Sangat penting untuk memeriksa ukuran furnitur kalau kamu beli secara online, kamu bisa periksa apakah kamu punya ruang yang cukup untuk meletakkan furnitur tersebut.


    Dilansir dari Voyage Maison, kalau kamu tidak yakin atau masih bingung, jangan khawatir, berikut rinciannya:

    Menentukan Ukuran

    Mulai dengan memvisualisasikan furnitur di ruangan. Kamu bisa menggunakan selotip untuk menentukan ukuran lantai.

    Metode sederhana ini memberi gambaran yang jelas, sehingga kamu bisa memperkirakan tampilan tiap furnitur. Kamu harus mempertimbangkan tinggi, lebar, dan kedalaman furnitur baru tersebut, memastikan proporsinya sesuai dengan ukuran ruangan. Semua ukuran ini semestinya dicantumkan di deskripsi produk.

    • Ukur Tinggi (Height) – Lakukan pengukuran dari lantai ke titik tertinggi dari barang yang dirakit.
    • Ukur Lebar (Width) – Ukur titik terjauh dari kiri ke kanan barang yang dirakit.
    • Ukur Kedalaman (Depth) – Ukur titik terjauh dari depan ke belakang barang yang dirakit.

    Ruang di Sekitar Furnitur

    Meski sangat penting agar furnitur muat, sama halnya untuk menyisakan ruang yang cukup di sekeliling furnitur. Penting untuk mempertimbangkan potensi kendala, seperti jarak antara lampu gantung dan furnitur, ruang untuk buka-tutup pintu, dan lain-lain. Langkah ini akan meningkatkan estetika dan fungsionalitas ruangan.

    Cara Mengukur Pengiriman Furnitur

    Memilih furnitur yang ideal hanyalah setengah dari perjalanan; memasukkannya ke rumah dengan mulus adalah rintangan selanjutnya. Berikut cara mengukur untuk pengiriman furnitur:

    Melalui Pintu Depan

    Sebelum melakukan pembelian, penting untuk mengukur pintu depan dulu. Langkah ini memastikan furnitur kamu mudah masuk lewat pintu. Perhatikan lebar, tinggi, dan kedalaman diagonal, sebab beberapa barang mungkin punya ukuran yang bisa menimbulkan tantangan saat pengiriman.

    Melalui Lorong

    Kalau harus melewati lorong, penting untuk mengukur lebar lorong tersebut. Hal ini sangat penting untuk furnitur besar atau yang bentuknya tidak lazim. Dengan memastikan ukuran lorong, kamu bisa meminimalkan risiko hambatan yang tak terduga.

    Melalui Tangga

    Untuk rumah bertingkat, pengukuran tangga sangatlah penting. Ukur lebar dan tinggi tangga, pastikan ukurannya sesuai dengan ukuran furnitur. Perhatikan setiap belokan atau pijakan untuk mengantisipasi potensi kendala. Antisipasi ini mencegah masalah dan memastikan kelancaran menuju lantai atas.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang Ini Sebaiknya Jangan Diletakkan di Teras Rumah


    Jakarta

    Teras menjadi area luar yang umumnya menjadi ‘wajah’ jika terletak di depan rumah. Area ini biasanya digunakan sebagai tempat bersantai hingga menerima tamu.

    Menurut Vastu Shastra, ilmu India kuno tentang harmoni dan kehidupan yang sejahtera, teras dapat menyeimbangkan energi rumah dengan meningkatkan aliran positif. Sehingga penataannya mesti diperhatikan agar mendatangkan manfaat.

    Ada sejumlah benda yang perlu disingkirkan dari teras agar tidak menghalangi energi positif masuk ke rumah. Barang-barang ini juga dapat mengganggu estetika teras dan membuatnya lebih sempit. Apa saja?


    Barang yang Tidak Boleh Diletakkan di Teras

    Dilansir laman resmi astrolog India Bejan Daruwalla dan Times Now, berikut sederet benda yang sebaiknya tidak diletakkan di teras rumah:

    1. Barang Berkarat

    Material berkarat yang disimpan di teras diyakini menyebabkan gangguan bagi penghuni rumah. Benda ini juga dipercaya membuat keuangan bermasalah.

    Di sisi lain, barang yang berkarat seperti teralis dan perkakas mudah patah akibat korosi. Barang seperti ini membahayakan penghuni dan orang lain sehingga baiknya dihindari dari teras rumah.

    2. Perabot Rusak

    Menurut vastu, perabotan rusak misalnya pot pecah bisa merusak kebahagiaan dan kedamaian rumah. Energi negatif juga mampu ditarik masuk hunian dengan adanya barang ini.

    Perabot rusak juga dianggap sial dan berbahaya jika terkena ujungnya yang tajam. Karena itu, sebaiknya langsung buang barang yang rusak atau ganti dengan benda baru.

    3. Tanaman Berduri

    Meski mempunyai keindahan tersendiri dan dipercaya mendatangkan energi, tanaman berduri tidak demikian. Tanaman ini dianggap menghambat kemajuan dalam hidup di masa mendatang. Misalnya kaktus. Tanaman berduri juga membahayakan penghuni akibat duri-durinya.

    4. Barang Terbuat dari Bambu

    Barang yang terbuat dari bambu kerap digunakan sebagai perabotan rumah di teras seperti kursi maupun meja. Namun ternyata menurut Vastu, barang dari tanaman ini hendaknya dihindari dari teras karena diyakini membawa masalah dan menguras energi positif di dalam hunian.

    5. Sapu

    Peralatan untuk membersihkan lantai seperti sapu disarankan tidak diletakkan di teras. Disebutkan akan berdampak buruk pada kebahagiaan dan kemakmuran penghuni rumah.

    Sebaiknya simpan sapu di sudut rumah bersama alat pembersih lainnya. Hindari meletakkan sapu di teras agar juga tidak terlihat berantakan.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com