Tag: perabotan rumah

  • 10 Jenis Finishing Kayu Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Kayu merupakan bahan yang sering digunakan untuk berbagai model rumah. Mulai dari rumah model modern, kontemporer, maupun klasik.

    Permukaan kayu diperlukan untuk melindungi dari efek keausan (kerusakan yang disebabkan oleh suatu gesekan). Selain memberikan perlindungan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keindahan dan memastikan umur panjang permukaan kayu.

    Ada beragam pilihan jenis finishing kayu yang tersedia, kamu bisa sesuaikan dengan seleramu dengan mengetahui penjelasan di bawah ini.


    Jenis Finishing Kayu

    Dilansir dari situs Homesdirect 365, berikut adalah berbagai jenis finishing kayu.

    1. Wood Stain (Pewarna Natural Kayu)

    Finishing wood stain biasanya paling baik digunakan untuk mengubah warna permukaan kayu yang berwarna terang.

    Kelebihannya, jenis finishing kayu ini punya variasi warna. Namun, kekurangan finishing ini seringnya tidak memberikan banyak perlindungan.

    2. Water-Based Stains (Pelapis Kayu Berbasis Air)

    Pelapisan jenis pewarna kayu ini terkenal karena mudah diaplikasikan dan aman. Selain itu, produknya juga bisa cepat kering (bisa sekitar 1 jam) dan daya tutupnya sangat baik.

    Keunggulan lainnya yaitu jenis noda kayu sangat tahan terhadap lumut dan jamur, sekaligus bisa digunakan pada semua jenis kayu.

    Untuk mengaplikasikanya, bisa menggunakan bantalan busa, kain, atau sikat berbulu alami.

    3. Solvent-Based Wood Stain

    Jenis ini akan memberikan hasil akhir yang halus dan mudah diaplikasikan. Kekurangannya, kita memerlukan pelarut seperti white spirit untuk membersihkan kuas, tangan, dan peralatan lain yang digunakan.

    Waktu pengeringannya juga antara 2 dan 6 jam. Rentang waktu tersebut baru membuatnya cukup kering, untuk mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    4. Wax Finish (Finishing Kayu dengan Lapisan Lilin)

    Pertimbangkan merek lilin pasta yang sudah jadi, karena untuk finishing kayu lilin yang murni tidak memberikan perlindungan jika digunakan pada furniture.

    Lapisan lilin akan ideal untuk benda-benda kayu yang jarang ditangani. Tapi, bukan pilihan terbaik untuk furniture yang ada luar ruangan karena warnanya bisa cepat kusam oleh sinar matahari.

    Jenis ini juga bisa diaplikasikan di atas lapisan kayu lainnya, untuk menambahkan kilau ekstra.

    5. Oil Finishes (Finishing Minyak)

    Jenis finishing kayu minyak mampu membuat tampilan alami permukaan kayu. Ada beberapa pilihan oil finishing yang bisa dipilih, seperti minyak tung (minyak Cina), minyak denmark, minyak biji rami, hingga minyak jati.

    Sebagai contoh, minyak jati sangat tahan air. Dengan waktu pengeringan sekitar 4 hingga 6 jam untuk menghasilkan hasil akhir matte.

    Umumnya, masing-masing jenis pelapis kayu ini memerlukan tiga lapis jika digunakan pada kayu telanjang.

    6. Danish Oil (Pernis Kayu)

    Pernis merupakan cat tanpa pigmen. Kebanyakan berwarna bening, dan punya sedikit warna dengan bahan satin atau hasil mengkilap.

    Jenis ini seringnya berbahan dasar pelarut, seperti pernis poliuretan (mengandung tiga unsur dasar: minyak pernis yang mengeras apabila terkena udara, resin untuk menambah kekuatan dan bentuk, serta pengencer).

    Salah satu kelebihan pernis kayu yaitu biasanya tidak memerlukan lapisan primer atau lapisan bawah.

    7. Tung Oil

    Tung oil disebut juga minyak Cina yakni minyak yang dihasilkan dari kacang pohon tung. Minyak ini sering dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan dan sangat tahan terhadap jamur.

    Namun, salah satu kelemahannya yaitu waktu pengeringan. Diperlukan waktu antara 5 -30 hari untuk mengering sepenuhnya. Lama pengeringannya juga akan bergantung pada suhu udara.

    8. Linseed Oil

    Ada pilihan minyak biji rami mentah (raw linseed oil) dan biji rami rebus (boiled linseed oil). Bentuk paling murninya yaitu minyak biji rami yang tanpa bahan pengawet atau kimia.

    Pada proses pembuatannya, biji rami rebus biasanya akan diberi bahan aditif untuk membuatnya lebih kering.

    Minyak biji rami sendiri merupakan minyak alami yang diekstrak dari biji rami. Minyak ini sering digunakan dalam cat dan pernis, karena memberikan hasil akhir yang halus.

    9. Minyak Jati

    Walaupun namanya minyak jati, seringnya minyak ini tidak diekstraksi dari jati. Disebut minyak jati karena pengaplikasiannya digunakan pada kayu jati.

    Seringnya, setiap produsen memiliki campuran minyak dan pernis sendiri untuk dipasarkan sebagai minyak jati. Umumnya mengandung campuran minyak biji rami dan minyak tung, dengan tambahan berbagai pengencer atau pernis.

    10. Shellac

    Shellac merupakan resin alami yang dihasilkan oleh serangga lac betina. Salah satu manfaat dari shellac yaitu mampu memberikan perlindungan UV. Sehingga, kayu tidak akan menjadi gelap selama bertahun-tahun.

    Namun seiring berjalannya waktu, kayu di bawahnya mungkin akan menjadi gelap apalagi jika kayu itu berwarna terang seperti pinus.

    Itu tadi beberapa jenis finishing kayu yang biasa digunakan. Pastikan kamu memilih jenis yang tepat ya.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Benda di Rumah Ini Sebaiknya Jangan Dicat! Bisa Bahaya


    Jakarta

    Mengecat sering kali dilakukan agar suatu benda menjadi lebih cantik dan menarik. Namun tidak semua benda bisa dicat dengan sembarangan.

    Mengecat benda tertentu justru bisa mengurangi nilai estetikanya. Bahkan sebagian benda jika dicat akan membahayakan kesehatan.

    Apa saja benda tersebut? Simak 10 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat berikut ini.


    10 Benda di Rumah yang Sebaiknya Tidak Dicat

    Dirangkum dari situs Better Homes & Gardens, Southern Living, dan Real Simple, berikut ini 10 benda di rumah yang tidak boleh dicat:

    1. Lantai Kayu

    Lantai kayu jangan dicat sembarangan. Jika ingin tampak lebih baru atau menutup noda, pertimbangkan untuk mendatangkan seorang profesional. Orang berpengalaman pun harus tahu betul apa yang harus dilakukan sebelum mengecatnya.

    Lantai kayu biasanya harus diamplas terlebih dahulu. Jika ada retakan, maka harus diisi dulu retakannya. Pertimbangkan pula jenis kayu dan warna yang cocok agar tidak mengurangi estetikanya.

    2. Ubin

    Jika ingin mengubah warna ubin, bukan dengan cara mengecatnya! Bagaimana pun, hasilnya tidak akan terlihat bagus. Bahkan akan terlihat murahan. Jika hanya memiliki anggaran terbatas, pertimbangkan untuk menempel backsplash peel-and-stick.

    3. Peralatan Makan

    Beberapa peralatan makan seperti piring, mangkuk, atau cangkir, mungkin akan terlihat kusam setelah sekian lama. Tapi jangan coba-coba mengecatnya dengan jenis cat apapun agar terlihat baru.

    Hal ini justru bisa menjadi racun jika peralatan tersebut digunakan untuk makan dan minum. Bahkan produsen alat makan pun harus menggunakan bahan yang aman agar pewarnanya tidak membahayakan konsumen.

    4. Peralatan Memasak

    Sama seperti peralatan makan, jangan sembarangan mengecat peralatan memasak. Bahkan hal ini lebih berbahaya karena peralatan memasak kerap terpapar suhu tinggi. Cat bisa mengeluarkan asap yang mencemari makanan dan menjadi racun.

    5. Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti kulkas, oven, kompor, dan mesin cuci, tidak boleh dicat! Cat bisa merusak perangkat elektronik. Kerusakan tersebut seperti menjadi aus, mudah pecah, membuat bagian luarnya mengelupas.

    6. Perabot Kulit dan Kain

    Selanjutnya, benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat adalah perabot dengan bahan kulit dan kain. Cat bisa membuat tekstur menjadi kasar dan menjadi kaku. Kamu bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    7. Engsel dan Gagang Pintu

    Engsel dan gagang pintu biasanya terbuat dari bahan logam. Jika benda ini dicat, maka kemungkinan akan mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang harus mengecat, kamu harus melepas komponennya dan mengecat satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, baru kemudian pasang kembali komponennya.

    8. Detektor Asap dan Karbon Monoksida

    Di rumahmu mungkin ada detektor asap dan karbon monoksida untuk mencegah kebakaran atau gas beracun. Alat ini tidak boleh dicat! Mengecat alat ini bisa menghalangi sensornya bekerja, sehingga tidak lagi efektif digunakan.

    9. Trim Kayu Alami

    Trim kayu akan tetap cantik jika dibuat alami. Tambahan cat justru akan merusak keindahan serat alaminya. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi baru, gunakanlah plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    10. Barang Antik

    Barang-barang antik memiliki nilai tinggi karena keotentikannya. Jika kamu mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Orang mungkin akan mengira barang tersebut adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis.

    Itulah tadi 10 benda di rumah yang sebaiknya jangan dicat. Pertimbangkan lagi cara lainnya, karena mengecat benda-benda tersebut bisa menurunkan nilainya, atau bahkan membahayakan kesehatan.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Beli 5 Perabotan Ini dalam Kondisi Bekas, Pokoknya Jangan


    Jakarta

    Banyak yang mengatakan perabotan rumah tidak harus barang baru. Perabotan juga bisa dibeli dari toko barang bekas atau tempat rongsokan. Banyak barang dengan kondisi bagus dijual di sana dengan harga murah.

    Peringatan untuk kamu, jangan mudah tergiur dengan embel-embel barang murah karena tidak semua perabotan bekas itu layak untuk digunakan kembali.

    Dilansir House Beautiful ada beberapa perabotan yang sebaiknya tidak dibeli di tempat barang bekas, berikut di antaranya.


    1. Kasur

    Kasur adalah alas tidur tempat kamu beristirahat. Kasur merupakan perabotan yang mudah sekali kotor tetapi tidak terlihat secara kasat mata. Jika kamu mengambil kasur bekas yang kondisinya masih bagus, hati-hati karena banyak sekali risikonya.

    Kasur yang sudah dibiarkan di ruang penuh debu merupakan sarang kutu dan hama. Risikonya apabila kamu memakai kasur tersebut meskipun sudah dibersihkan adalah masalah pada kulit, timbul rasa gatal, dan infeksi.

    2. Sofa dan Kursi Berlapis Kain

    Jika kamu berkunjung ke tempat barang bekas, kamu akan menemukan banyak sofa dengan kualitas yang masih bagus dijual di sana. Namun, hati-hati tidak ada yang menjamin kebersihan benda tersebut. Bisa jadi banyak bulu hewan, noda yang sulit dibersihkan, hingga kutu busuk yang bisa menyebabkan alergi.

    3. Barang Elektronik

    Banyak di antara kalian tertarik untuk membeli barang elektronik yang masih bagus kualitasnya. Sebagai contoh TV, mesin cuci, kipas angin, atau tempat penyetelan CD.

    Sebelum tertarik untuk membeli barang elektronik bekas, ketahui risikonya dahulu. Barang-barang elektronik kerap menjadi tempat bertelurnya serangga seperti kecoak. Mereka menyukai tempat yang hangat dan gelap. Lebih baik kamu membeli barang baru daripada harus sibuk membersihkan tanda-tanda serangga.

    4. Perabotan dari Papan Bongkar Pasang

    Kamu pasti pernah menemukan perabotan yang bisa dibongkar pasang seperti lemari atau rak. Perabotan seperti ini dapat mempermudah pengiriman ke rumah dan biasanya lebih murah.

    Jika kamu tertarik untuk memiliki perabotan seperti ini sebaiknya beli barang yang baru. Terutama yang berbahan kayu. Jenis kayu yang dipakai berbeda dengan kayu jati atau jenis kayu bagus lainnya. Lebih baik bersabar, lalu menabung lebih banyak agar bisa membeli perabotan yang lebih mahal, tetapi tahan lama.

    5. Karpet

    Sama seperti pertimbangan saat membeli sofa dan kasur, karpet juga bisa menjadi sarang hama, kutu, dan noda yang sulit dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Pakai Perabotan Rumah dari Kulit Binatang dalam Ajaran Islam



    Jakarta

    Kulit binatang pada zaman dahulu merupakan salah satu bahan untuk membalut barang dan pakaian bagi manusia. Namun, seiring waktu, penggunaan kulit binatang semakin dibatasi karena teknologi semakin maju dan membunuh binatang untuk diambil kulitnya dianggap tindakan mengeksploitasi hewan.

    Meskipun saat ini sudah dibatasi, bukan berarti penggunaan kulit binatang pada barang-barang berhenti. Peminat barang dari kulit hewan masih banyak karena barang yang memakai bahan ini disebut lebih tahan lama dibandingkan dengan bahan sintetis atau buatan.

    Bagi kamu penikmat barang yang dibuat dari kulit binatang, terutama pada perabotan rumah, ketahui dahulu hukumnya dalam Islam. Sebab, ada anggapan sebenarnya memakai perabotan dari kulit binatang itu sebenarnya tidak diperbolehkan.


    Dalam Al-Quran, surat al-An’am ayat 145 disebutkan Allah SWT menganjurkan manusia untuk memanfaatkan segala hal dari hewan selain dari yang Dia haramkan.

    “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, darah yang mengalir, atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-An’am [6]: 145)

    Meskipun kita diperbolehkan memanfaatkan segala hal dari hewan, terdapat hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan secara keseluruhan yakni babi dan anjing. Terlepas dari itu, masih ada beberapa binatang yang haram untuk dikonsumsi seperti tikus dan ular.

    Ada pun mengenai hukum penggunaan kulit binatang sebagai perabotan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam keterangan tertulis seperti yang dikutip Kamis (6/3/2025) mengatakan kulit hewan yang dagingnya boleh dimakan dan telah disembelih secara syar’i seperti sapi dan kambing diperbolehkan dalam Islam.

    Ternyata hewan yang sudah menjadi bangkai masih diperbolehkan untuk dimanfaatkan asalkan telah disamak. Namun, hukumnya mubah atau boleh menurut MUI.

    Proses penyamakan menurut NU Online adalah kegiatan membersihkan kulit bangkai binatang selain babi dan anjing dari sesuatu yang dapat membuatnya busuk, seperti darah atau daging yang masih menempel padanya, dengan menggunakan benda-benda yang rasanya sepet atau kelat (hirrif) semisal daun bidara dan semisalnya.

    “Memanfaatkan kulit bangkai hewan yang telah disamak sebagaimana dimaksud dalam angka 3 untuk barang gunaan hukumnya mubah (boleh),” tulis MUI.

    Ketentuan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas RA dalam Hadits Bukhari.

    “Nabi SAW menemukan kambing yang merupakan sedekah kepada Maimunah dalam keadaan mati. Nabi saw bersabda: mengapa kalian tidak mengambil manfaat dengan kulitnya? Para sahabat menjawab: Kambing itu telah jadi bangkai. Kemudian Rasul saw pun menjawab: Hanya haram memakannya.” (HR. Al Bukhari).

    Imam al-Mawardi dalam Kitab al-Hawi al-Kabiir, juz 1 halaman 87 juga sempat membahas jika kulit bangkai yang najis bisa menjadi suci setelah proses penyamakan.

    Perlu diingat ketentuan halal untuk dilakukan di atas, tidak berlaku untuk hewan babi dan anjing. MUI memutuskan kulit dari anjing dan babi baik bangkai dan daging segar haram untuk dimanfaatkan dan digunakan.

    “Kulit hewan dari anjing, babi, dan yang terlahir dari kedua atau salah satunya hukumnya tetap najis dan haram dimanfaatkan, baik untuk pangan maupun barang gunaan,” tambahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Hilangkan Goresan pada Perabotan Kayu, Auto Balik Seperti Baru


    Jakarta

    Perabotan dari kayu masih digemari oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan perabotan kayu terlihat timeless atau tidak membosankan, ada pula yang merasa perabotan kayu lebih tahan lama dibandingkan bahan lain, dan mudah perawatannya.

    Namun, perabotan dari kayu juga memiliki kekurangan yakni mudah timbul goresan pada permukaannya. Pada beberapa produk, goresan tersebut tidak akan terlihat secara kasat mata, tetapi ada beberapa produk yang justru terlihat jelas.

    Goresan pada kayu tidak bisa ditambal atau ditutupi karena tampilannya akan berubah dan terlihat aneh. Lantas, bagaimana cara untuk menghilangkan bekas goresan pada perabotan kayu?


    Dilansir Grain and Frame, berikut beberapa cara untuk menghilangkan goresan pada perabotan kayu.

    Cara menghilangkan Goresan pada Furniture

    1. Mengampelas Permukaannya

    Tukang kayu biasanya menggunakan ampelas untuk memperhalus permukaan kayu. Ternyata cara ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan goresan yang terlihat pada permukaan kayu. Tipsnya adalah semakin dalam goresannya pakai kertas yang paling kasar. Lalu, ampelas permukaannya searah serat kayu agar goresan menyatu dengan serat alami. Jika sebaliknya justru merusak tampilan kayu.

    2. Cuka Putih

    Bahan alami satu ini memang memiliki segudang manfaat. Salah satunya adalah menghilangkan goresan pada perabotan kayu .Cuka putih biasanya terdiri dari 5% asam asetat dan 95% air. Sifat ini tidak cocok untuk membersihkan noda dan menghilangkan goresan kecil. Asam asetat akan bekerja pada lapisan akhir di sekitar goresan untuk membantu mengisinya.

    3. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun adalah salah satu bahan alami yang bagus untuk kesehatan. Selain itu, minyak ini bisa untuk membersihkan goresan pada kayu. Cara penggunaannya tetap mencampur cuka putih karena konsentrasi asam asetat yang terlalu tinggi dapat merusak lapisan permukaan meja. Minyak zaitun nanti akan meresap ke dalam kayu yang terbuka di dalam goresan. Kemudian, akan muncul warna yang lebih gelap yang senada pada permukaan kayu yang fungsinya untuk melindungi kayu dari kelembapan.

    4. Krayon

    Mungkin beberapa di antara kalian akan berpikir, apakah krayon efektif membersihkan goresan pada kayu? Benar, krayon ampuh untuk memudarkan tampilan goresan pada kayu. Sebab, krayon mudah sekali terpotong saat terkena permukaan yang tajam. Saat ditekan ke goresan, akan ada bagian krayon yang masuk ke rongga-rongga di kayu. Lama-lama krayon tersebut akan menyatu dan mengeras.

    Pastikan warna krayon yang dipakai sama dengan warna kayu yang hendak diperbaiki. Selain itu, pilih krayon yang aman untuk dimakan karena pasti ada kejadian entah kamu sadari atau tidak, bekas krayon tersebut menyentuh kulit dan tidak sengaja termakan, terutama yang memiliki anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perabotan Emas-Sutra Tidak Dianjurkan Ada di Rumah Menurut Islam



    Jakarta

    Mengisi rumah dengan perabotan dan perlengkapan yang indah dan estetik menjadi hal yang sering kita pertimbangkan. Alih-alih mengutamakan fungsi, sisi keestetisan membuat penghuni rumah suka membeli barang atau sesuatu agar isi rumah kelihatan nampak mewah. Namun, hal tersebut justru sangat tidak dianjurkan oleh Islam.

    Berdasarkan jurnal ilmiah yang berjudul “Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout” yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, Islam melarang umatnya menghias rumah dengan kemewahan, misalnya perlengkapan makan yang terbuat dari emas dan perak. Barang itu bisa berupa piring, cangkir, garpu, dan sendok.

    Nabi Muhammad pernah bersabda “Barangsiapa minum di wadah yang terbuat dari emas atau perak maka hakikatnya dia sedang menuangkan api neraka Jahanam ke dalam perutnya.” (Hadis Sahih Mutaffaq ‘alaih)


    Selain emas dan perak, dalam artikel disebutkan bahan lain yang juga sebaiknya dihindari adalah kain sutra. Bahan sutra yang digunakan pada seprai dan sarung bantal tidak dianjurkan bagi umat Islam. Namun, hal ini masih diperbolehkan bila dalam keadaan tertentu menyangkut masalah kesehatan.

    Bahan emas, perak, serta sutra tersebut memang tidak dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk ada di perabotan rumah. Hal ini semata-mata bermaksud untuk tidak membangga-banggakan sesuatu yang dimiliki serta tidak bermewah-mewahan. Perabotan rumah sebaiknya bertujuan menurut fungsinya serta dapat memberikan ketenangan bagi penghuni rumah dengan senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

    Selain bahan tersebut, ada juga barang yang sebaiknya tidak diletakkan di dalam rumah sebagai hiasan. Misalnya adalah lukisan berwujud makhluk hidup yang dipajang pada dinding. Tak hanya itu, patung atau pahatan yang berbentuk tiga dimensi menyerupai makhluk hidup juga dilarang oleh Islam. Keberadaan patung ini dapat menyebabkan malaikat tidak masuk ke dalam rumah. Namun, patung untuk boneka atau mainan masih diperbolehkan karena ditujukan sebagai mainan anak-anak.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perabotan yang Jangan Dibeli dalam Kondisi Bekas, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Membeli barang bekas terutama barang rumah tangga, banyak sekali keuntungannya. Mulai dari mendapatkan barang yang masih bagus tetapi dengan harga yang murah, bisa lebih hemat dalam berbelanja, dan biasanya cukup banyak pilihannya.

    Sensasi saat membeli barang bekas juga tidak kalah seru ketika membeli barang baru. Pembeli tetap perlu jeli terhadap barang yang akan dibeli. Labelnya sebagai barang yang sudah dipakai, tentu ada kemungkinan terdapat kecacatan produk. Semakin banyak cacatnya, biasanya harga yang ditawarkan akan semakin murah. Jangan terlalu cepat tergiur dari harganya, pembeli perlu memikirkan keselamatan saat menggunakannya dan apakah memungkinkan untuk diperbaiki.

    Di luar itu, ada beberapa barang bekas yang memang tidak bisa dipakai lagi, baik kondisinya masih bagus atau rusak. Sebab, barang-barang tersebut memang hanya baik untuk dipakai sekali. Mau alasan apa pun, sebaiknya jangan mengincar barang-barang tersebut di toko barang bekas.


    Dilansir House Beautiful berikut daftar perabotan yang sebaiknya tidak dibeli di tempat barang bekas.

    1. Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti TV, mesin cuci, kipas angin, AC, hingga oven biasanya dijual dengan harga yang mahal. Orang-orang yang sedang membeli banyak perabotan sekaligus membutuhkan suatu alternatif. Salah satunya dengan membeli barang bekas untuk menekan pengeluaran.

    Sebelum memutuskan membeli, ketahui dahulu risikonya. Barang elektronik yang berada di tempat bekas biasanya kondisinya tidak begitu bagus. Pembeli juga tidak tahu usia pemakaian barang tersebut pada saat itu. Barang elektronik yang telah lama tidak digunakan bisa menjadi tempat tinggal bagi serangga dan hama. Selain itu, kebanyakan toko barang bekas kondisinya berantakan dan banyak sekali debu. Sebelum memutuskan membeli, lebih baik pertimbangkan akan kebersihan dan kualitas pemakaiannya.

    Jangan sampai setelah membelinya, barang tersebut rusak dan perlu diperbaiki lagi dengan harga yang sama mahalnya dengan barang baru.

    2. Perabotan Bongkar Pasang

    Saat ini sudah banyak produk yang dijual dalam bentuk bisa dibongkar dan dipasang sendiri. Hal ini untuk menghemat ruang ketika pengiriman dan menghindari kerusakan ketika pengiriman. Contoh barang bongkar pasang adalah lemari dan rak.

    Barang seperti ini ternyata sebaiknya dibeli dalam keadaan baru, bukan bekas. Hal ini dikarenakan beberapa material bongkar pasang memiliki kualitas yang rendah sehingga mudah sekali rusak. Sebagai contoh lemari dari kayu yang dicampur dengan material lainnya, mudah sekali rusak apabila terkena air dan kelembapan. Selain itu, bisa pula ada beberapa bagian dari barang tersebut hilang sehingga ketahanannya tidak menjamin dapat dipakai lama.

    3. Kasur

    Banyak kasur dibuang karena kondisinya yang tidak lagi layak seperti pernya muncul, besi kerangka timbul, atau bentuknya yang sudah tidak nyaman digunakan. Selain itu, ada pula kasur yang dibuang karena sudah terendam banjir. Biasanya tanda-tandanya adalah terdapat berkas air di permukaannya.

    Oleh karena itu, membeli kasur di tempat bekas tidak disarankan karena kondisinya yang tidak bersih lagi untuk digunakan. Memakai kasur yang kotor justru dapat menimbulkan masalah baru bagi kesehatan seperti gatal, infeksi pernapasan, hingga alergi. Kasur bekas yang telah dibersihkan juga tidak akan menjamin aman digunakan.

    4. Sofa dan Kursi Berlapis Kain

    Barang lainnya yang sebaiknya tidak dipakai apabila kondisinya bekas adalah sofa dan kursi yang berlapis kain. Hal ini dikarenakan bahan yang lembut tersebut apabila tidak dijaga kebersihannya bisa menjadi sarang kutu busuk. Hama satu ini dapat menggigit manusia dan membuat gatal.

    5. Karpet

    Sama seperti pertimbangan saat membeli sofa dan kasur, karpet juga bisa menjadi sarang hama, kutu, dan noda yang sulit dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Amankan Perabotan Rumah biar Nggak Dicakar Kucing


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri maupun teman bagi penghuni rumah. Namun, pemilik kucing juga harus siap dengan segala tingkah lakunya, termasuk mencakar benda-benda sekitar.

    Kucing memang suka mencakar permukaan benda. Mereka suka mencakar ketika main, untuk menandakan teritori maupun mempertajam kuku.

    Kegiatan tersebut tentunya bisa membuat perabotan di rumah rusak kalau tidak segera diatasi. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari barang-barang rusak karena dicakar kucing.


    Dilansir dari Washington Post, NPR, dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.

    1. Taruh Tiang Khusus Cakaran Kucing

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman untuk dicakar kucing, yaitu tiang cakaran. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main kucing. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar.

    Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar kucing. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga kucing tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    “Anda perlu memiliki lebih dari satu tiang garukan, dan Anda ingin meletakkannya di lokasi yang kemungkinan besar digunakan kucing Anda,” kata seorang ahli perilaku hewan bersertifikat dan konsultan perilaku kucing dari Sacramento, Mikel Delgado, dikutip dari NPR.

    2. Lapisi Perabotan

    Cara aman selanjutnya adalah melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari cakaran kucing. Misalnya, membungkus perabotan dengan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    Bisa juga dengan mengarahkan speaker ke dinding agar tidak dicakar kucing. Tempelkan plastik, double-tape, amplas atau karpet terbalik pada furniture atau lantai yang sering menjadi sasaran cakaran kucing.

    3. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Penutup ini biasa disebut juga dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan kucing dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    4. Pakai Cipratan Air

    Jika kucing masih mencakar perabotan rumah, pemilik bisa mencoba dengan mengejutkannya dengan bertepuk tangan atau mencipratkan air. Gunakan cara ini sebagai opsi terakhir karena kucing bisa mengasosiasikan pemiliknya dengan kejadian tersebut dan belajar menjadi takut kepada pemiliknya.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan perabotan dari cakaran kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda Ini Jangan Pernah Dicoba untuk Dicat, Ada yang Bisa Terbakar!


    Jakarta

    Mengecat barang-barang yang terlihat usang merupakan salah satu alternatif untuk mengubah tampilannya agar seperti baru kembali. Namun, cara ini tidak cocok untuk semua benda.

    Hal ini dikarenakan hasilnya akan jauh dari yang dibayangkan dan pada beberapa benda justru bisa memicu bahaya.

    Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    1. Benda dari Logam

    Bahan logam memiliki sifat mudah mengalami korosi. Contoh benda logam yang biasa ada di rumah adalah keran air, engsel jendela dan pintu, dan rak.

    Hampir semula produk logam saat ini sudah memiliki tampilan yang menarik karena dicat. Namun, jika penghuni rumah ingin mengecat ulang karena cat lama terlihat usang atau rusak, sebaiknya jangan dilakukan.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    Apabila benar-benar ingin mengubah warna atau tampilan logam di rumah, gunakan cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Sebelum dicat ulang, sebaiknya hapus cat lama agar lapisan baru bisa menempel dengan erat.

    2. Perangkat Elektronik Rumah Tangga

    Selanjutnya barang di rumah yang sebaiknya tidak dicat sembarangan adalah perangkat elektronik. Benda satu ini juga memiliki kandungan logam pada beberapa bagian komponennya. Lalu, konsumen biasanya tidak mengetahui komponen apa saja yang ada pada perangkat tersebut.

    Apabila gegabah mengecat perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, blender, alat penyedot debu, dan lainnya, justru dapat menimbulkan memicu kebakaran.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Kami (14/8/2025).

    3. Trim Kayu Alami

    Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Trim ini menutupi pertemuan sudut antara dinding dengan plafon serta dinding dengan lantai. Bentuknya siku-siku. Trim kayu banyak digunakan pada rumah zaman dahulu karena terlihat rapi apabila yang semua interiornya berbahan kayu.

    Sebagai bahan alami, tentu perubahan warna dan bentuk mudah terjadi pada kayu. Beberapa orang ada yang berinisitif untuk mengecat ulang agar tampilannya kembali baru. Namun, mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya.

    Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    4. Lantai Kayu

    Sama seperti trim kayu sebelumnya, material kayu juga sebaiknya tidak dicat ulang. Sebab, dapat mempengaruhi tampilan kayu, seperti menutup serat kayu.

    5. Keramik Lantai

    Selain lantai dari kayu, keramik lantai juga tidak bagus jika dicat ulang. Keramik saat ini sudah memiliki beragam tampilan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari yang permukaannya mengkilat, kesat, hingga seperti bebatuan pun ada.

    Mengecat permukaan keramik hanya membuat tampilannya bagus sesaat. Cat akan mudah terkikis karena tidak menempel dengan erat pada permukaan keramik. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

    Itulah deretan benda yang tidak boleh dicat. Semoga bermanfaat.

    Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.
    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com