Tag: perataan

  • Rahasia Lantai Kamar Mandi Kuat dan Anti Licin, Begini Cara Bangunnya!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan di rumah yang sangat penting karena digunakan setiap hari untuk membersihkan diri. Kamar mandi termasuk ruangan yang paling sering digunakan untuk beraktivitas selama 24 jam. Maka dari itu, setiap interior atau elemen di dalam kamar mandi harus diperhatikan guna keselamatan dan keamanan penghuni rumah termasuk lantainya.

    Permukaan lantai kamar mandi perlu perhatian yang berbeda dari lantai di ruangan lain sebab tidak boleh licin dan tidak boleh ada air yang menyebabkan genangan. Hal ini menjadi penting selain karena keamanan juga menyangkut kekuatan lantai kamar mandi yang akan dibuat.

    Merujuk dari artikel berjudul “Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi pada Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Reny Kartika Sary dari Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang, konstruksi lantai kamar mandi khususnya di rumah dibuat dengan lapisan berikut:


    • Tanah.
    • Pasir uruk dengan tinggi maksimal 10 cm.
    • Lantai kerja dengan tinggi maksimal 5 cm.
    • Spesi atau adukan dengan tinggi 2-3 cm.
    • Bahan penutup berupa kayu, ubin, dan semen.

    Ternyata, konstruksi lantai kamar mandi pada umumnya itu belum dapat memenuhi keselamatan, keamanan, serta kekuatan lantai. Sebab, konstruksi itu rentan akan kebocoran lantai yang membuat air merembes ke bawah sehingga tanah turun atau air merembes ke atas sehingga keramik akan pecah. Selain itu, bahaya lain bisa datang dari binatang-binatang tanah yang muncul dari rongga keramik yang patah.

    Oleh karena itu, pada artikel disebutkan bahan-bahan pada konstruksi lantai kamar mandi perlu ditambah menjadi:

    • Tanah yang sudah dipadatkan.
    • Pasir uruk dengan tinggi 10 cm untuk meratakan tanah yang bergelombang menjadi rata.
    • Lantai kerja dengan tinggi 5-8 cm berfungsi untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    • Waterproofing di atas lantai kerja.
    • Beton ringan dengan ketinggian 6-10 cm (sesuai dengan elevasi yang diperlukan).
    • Plastik cor.
    • Spesi atau adukan 2-3 cm.
    • Terakhir bahan finishing berupa ubin, kayu atau semen.

    Adapun, cara penerapannya adalah sebagai berikut.

    1. Pemadatan tanah, bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama stemper. Tanah ditumbuk dengan menggunakan stemper sampai dengan kepadatan yang maksimal, pemadatan tanah ini berguna agar lantai kamar mandi bisa stabil.
    2. Melakukan pengurugan pasir. Pasir urug ini berguna untuk perataan terhadap tanah yang masih miring sehingga permukaan lantai akan sama dan juga sebagai penghalang air untuk meresap ke atas permukaan lantai.
    3. Lantai kerja berguna untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    4. Waterproofing, berguna untuk anti bocor.
    5. Beton ringan, berguna sebagai pengeras konstruksi yang digunakan pada lantai kamar mandi agar tidak patah dan juga berfungsi untuk menahan air supaya tidak turun ke bawah sehingga mengakibatkan longsor atau turunnya lantai kamar mandi.
    6. Plastik cor, berguna untuk menahan air dari atas agar tidak mudah tembus ke bawah.
    7. Spesi (adukan) berfungsi untuk merekatkan keramik pada lantai kamar mandi.
    8. Pemasangan keramik lantai dengan baik dan rata, keramik harus direndam terlebih dahulu di air sebelum dilakukan pemasangan, sehingga antara keramik dan spesi benar-benar bisa merekat dengan sempurna serta hal ini berguna agar keramik tidak mudah meledak dan patah.
    9. Terakhir pemasangan nat, sebaiknya nat kamar mandi menggunakan mortar khusus untuk kamar mandi.

    Dengan langkah-langkah diatas, maka lantai kamar mandi semakin kuat. Standar kemiringan lantai pada kamar mandi juga harus diperhatikan yaitu minimal 1% dari panjang lantai untuk membantu mengarahkan air bekas ke floor drain yang akan diteruskan ke pipa pembuangan.

    Demikian cara membuat lantai kamar mandi rumahmu menjadi aman dan anti licin. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Pasir Urug per 1 Truk Terbaru 2025


    Jakarta

    Pasir merupakan salah satu bahan material yang digunakan dalam membangun rumah. Pasir yang digunakan untuk bangunan terdiri dari beragam jenis, salah satunya adalah pasir urug.

    Dinamakan pasir urug karena terbuat dari hasil penyaringan limbah pasir, seperti sisa ayakan atau sisa pasir yang dicuci. Tekstur pasir urug cenderung lebih kasar dan punya warna kecokelatan atau cenderung keabu-abuan.

    Pasir ini umumnya digunakan untuk mengisi dan meratakan tanah pada proyek konstruksi, seperti fondasi, perataan lantai, atau landasan jalan. Kelebihan dari pasir urug adalah mampu menciptakan permukaan yang stabil dan kokoh.


    Apabila kamu ingin membeli pasir urug, sebaiknya ketahui dulu harga terbarunya. Simak kisaran harga pasir urug per 1 truk di 2025 dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Pasir Urug Terbaru 2025

    Secara umum, pasir urug dijual dalam hitungan per truk. Dalam satu truk dapat mengangkut sekitar 6-7 meter kubik (m3) pasir urug.

    Perlu diingat, harga pasir urug dapat berbeda tergantung dari ketentuan toko bangunan. Harga juga dipengaruhi oleh lokasi penjualan, sehingga harga pasir urug di Jakarta mungkin berbeda dengan di Bogor.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Senin (7/7/2025), berikut kisaran harga pasir urug per 1 truk terbaru 2025:

    • Pasir urug halus: Rp 1.550.000/truk
    • Pasir urug kasar: Rp 1.400.000/truk
    • Pasir urug super Tangerang: Rp 1.300.000/truk
    • Pasir urug super Jakarta Barat dan Selatan: Rp 1.450.000/truk
    • Pasir urug super Jakarta Pusat, Timur, dan Utara: Rp 1.550.000/truk
    • Pasir urug super Depok: Rp 1.550.000/truk
    • Pasir urug super Bekasi: Rp 1.600.000/truk
    • Pasir urug super Kabupaten Bekasi: Rp 2.100.000/truk.

    Sebagai catatan, harga di atas bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan toko bangunan. Selain itu, harga yang tertera masih berupa estimasi, sehingga bisa terjadi perbedaan di sejumlah wilayah.

    Itu dia kisaran harga pasir urug terbaru per 1 truk di 2025. Sebelum membelinya, pastikan detikers sudah berkonsultasi dengan kontraktor agar bisa membeli pasir sesuai kebutuhan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

    Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

    Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Rembes

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

    1. Fondasi Retak

    Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

    2. Talang Tersumbat

    Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

    3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

    Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

    4. Grading Tanah Tidak Tepat

    Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com