Tag: perawatan pipa

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Jika Sering Buang Air Panas ke Wastafel!



    Jakarta

    Membuang air panas tidak bisa sembarangan. Ada beberapa material yang dapat rusak atau meleleh setelah disiram air panas. Salah satunya adalah pipa pembuangan air dari wastafel atau tempat pencuci piring (kitchen sink).

    Mungkin kamu berpikir karena fungsinya tempat pembuangan akhir sehingga tidak akan masalah jika membuang bekas makanan atau air panas. Kenyataannya, air panas, minyak, dan bekas makanan tidak dapat dibuang melalui wastafel atau tempat pencuci piring.

    Dilansir WP Plumbing, berikut beberapa dampak yang akan terjadi apabila kamu sering membuang air panas ke wastafel atau tempat pencuci piring.


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Kamu perlu tahu jika pipa pembuangan di rumah biasanya terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Material ini terbuat dari plastik yang tidak begitu tahan terhadap panas. Apabila terkena api, pipa tersebut bisa terbakar. Air panas memang tidak sepanas api, tetapi jika dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lama, tentu permukaannya akan berubah.

    Berdasarkan data, bahan-bahan tadi hanya bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa dapat melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak yang kemudian mengeras di lokasi yang sulit terjangkau akan sulit diperbaiki.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Cara membuang air panas yang benar adalah dengan menunggu hingga air tidak begitu panas. Kamu juga bisa mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya. Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak berpengaruh pada permukaan pipa saluran pembuangan.

    Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Bau Tak Sedap dari Wastafel



    Jakarta

    Bau tak sedap dari wastafel bisa sangat mengganggu kenyamanan di dapur maupun kamar mandi. Meski kerap dianggap sepele, masalah ini bisa menjadi tanda adanya tumpukan kotoran, sisa makanan, atau bahkan jamur yang berkembang di saluran pembuangan.

    Jika dibiarkan, bukan hanya aroma tidak sedap yang muncul, tetapi juga potensi penyumbatan hingga kerusakan pipa. Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

    Kenali Penyebab Wastafel Berbau

    Dilansir dari Home Made Simple, bau tak sedap dari wastafel bisa berasal dari berbagai sumber, antara lain:


    • Sisa makanan yang menyangkut di dalam pipa dan membusuk.
    • Lemak dan minyak dari masakan yang dibuang ke wastafel, lalu mengendap dan mengeras di dalam saluran.
    • Saluran yang jarang digunakan, sehingga air di dalamnya menguap dan menimbulkan bau.
    • Kotoran seperti rambut dan sabun di wastafel kamar mandi yang menumpuk dan mengeras.
    • Pertumbuhan jamur dan bakteri karena kondisi lembap dan tidak bersih.

    Alat Sederhana yang Bisa Digunakan

    Tak perlu peralatan khusus, kamu bisa menggunakan perlengkapan yang ada di rumah, seperti:

    • Sabun cuci piring yang cukup kuat
    • Air panas dari ketel atau panci
    • Spons, sikat gigi bekas, atau penggosok
    • Penyedot wastafel manual (plunger)
    • Kulit jeruk dan es batu (opsional untuk penyegar alami)

    Langkah Membersihkan Wastafel yang Bau

    1. Rendam dengan Air Panas dan Sabun

    Tutup saluran wastafel, isi dengan air panas dan tambahkan sabun cuci piring. Biarkan beberapa saat lalu buka saluran agar air dan sabun mengalir membersihkan bagian dalam.

    2. Sikat Sudut-Sudut Tersembunyi

    Gunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan sisa kotoran di area pinggir, sambungan, dan celah kecil di sekitar wastafel.

    3. Periksa dan Buang Kotoran

    Jika ada sisa makanan yang tersangkut di saluran, keluarkan secara manual. Jangan lupa periksa juga bagian bawah wastafel atau perangkap pipa (U-bend) jika memungkinkan.

    4. Tuang Air Mendidih

    Tuangkan air panas langsung ke dalam saluran secara perlahan. Ini membantu melunakkan sumbatan lemak atau minyak yang membeku.

    5. Gunakan Bahan Alami

    Untuk menghilangkan sisa bau, masukkan kulit jeruk dan es batu ke dalam saluran. Ini bisa membantu menyegarkan aroma sekaligus membersihkan bilah jika wastafel menggunakan garbage disposal.

    6. Hindari Pembersih Kimia Keras

    Beberapa orang mungkin tergoda menggunakan pembersih kimia untuk mengatasi bau dengan cepat. Namun, banyak tukang ledeng menyarankan agar tidak terlalu sering memakai bahan kimia keras, karena berisiko merusak pipa dalam jangka panjang.

    Dengan perawatan rutin dan pembersihan berkala, bau tak sedap dari wastafel bisa dicegah. Hindari membuang minyak, lemak, atau sisa makanan ke dalam wastafel, dan pastikan saluran air tetap bersih agar rumah tetap nyaman dan segar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com