Tag: perawatan rumah

  • Mau Beli Rumah Bekas? Ketahui 5 Tanda Bangunan yang Lama Tak Diurus


    Jakarta

    Tidak semua orang mampu untuk membeli rumah karena harganya yang mahal. Solusinya, beberapa orang lebih memilih membeli rumah bekas yang harganya biasanya lebih rendah dari pasaran.

    Namun, jangan mudah tergiur dengan harga yang rendah karena bisa jadi perlu adanya banyak perbaikan yang nilainya lebih besar daripada membeli rumah baru.

    Seperti halnya di Eropa, banyak rumah dijual seharga secangkir kopi yakni Rp 17 ribu, tetapi pemerintah setempat mengharuskan pemilik barunya melakukan renovasi yang nilainya mencapai miliaran.


    Untuk menghindari hal seperti ini, sebaiknya sebelum membeli rumah bekas, konsumen harus mengecek kondisi rumah terlebih dahulu. Usahakan membeli rumah yang terawat. Sebab, rumah yang tak terawat biasanya berpotensi harus direnovasi.

    Dilansir Bluenote Painting, berikut ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.

    1. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

    Tanda paling meyakinkan jika rumah tersebut telah lama tidak diurus adalah di halaman rumahnya banyak rumput liar tumbuh. Rumah yang terawat setidaknya sebulan sekali bagian halaman akan dibersihkan. Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    2. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

    Tanda kedua dapat dilihat dari kondisi cat eksterior pada fasad rumah. Jika kondisinya memudar dan mengelupas berarti kualitasnya cat yang dipakai kurang baik, terlalu lembap, ada kebocoran, dan tidak terurus.

    3. Cat Interior Rumah yang Rusak

    Kemudian, konsumen juga perlu mengecek interior rumah terutama kondisi catnya. Cat interior biasanya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena kondisinya yang berada di dalam bangunan. Apabila kondisi cat interior sama buruknya dengan eksterior, maka perlu ada perbaikan besar-besaran pada rumah.

    4. Bagian Rumah Tak Berfungsi

    Cek juga bagian penting pada rumah seperti sistem kelistrikan, air, dan pembuangan. Apabila ketiga sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka nantinya perlu ada perbaikan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Harus Dilakukan Agar Rumah Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Membersihkan rumah memang diperlukan agar hunian tersebut tetap rapi dan bebas kotoran. Biasanya perlu waktu khusus untuk membersihkan seluruh rumah.

    Agar rumah rapi dan bebas kotoran ternyata tak melulu perlu satu hari khusus untuk membersihkan ruangan, tapi bisa dicicil dengan beberapa kebiasaan berikut ini. Sebagai contoh, kebiasaan untuk merapikan bantal di kursi ruang keluarga saat ingin tidur bisa menjadi salah satu kebiasaan yang bisa dilakukan.

    Dengan merapikan bantal kursi di ruang keluarga sebelum tidur bisa membuat ruangan tampak rapi. Selain itu, setelah menggunakan remote TV bisa mengembalikannya ke tempat semula agar tidak berantakan.


    Selain itu masih ada beberapa kebiasaan lainnya yang bisa dilakukan agar rumah tetap rapi dan bersih. Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.

    1. Bersihkan Meja Dapur

    Membersihkan meja dapur setelah digunakan merupakan salah satu kebiasaan untuk menjaga rumah agar tetap bersih dan mencegah timbulnya bau tak sedap. Pastikan segera bersihkan meja jika ada tumpahan makanan, segera mencuci piring, serta simpan barang-barang yang tak terlalu diperlukan agar tidak berantakan.

    2. Lipat Lap Handuk

    Salah satu kebiasaan yang bisa membuat rumah rapi adalah melipat handuk atau lap untuk bersih-bersih. Hal ini agar meja dapur tak berantakan dan mencegah persepsi penghuni malas membersihkan rumah.

    3. Buang Sampah

    Membuang sampah setiap hari harus dilakukan agar rumah tidak bau. Selain itu, kebiasaan membuang sampah setiap hari juga bisa membuat hunian terasa segar dan bersih.

    “Perawatan rutin bukan hanya tentang penampilan; tetapi tentang menciptakan ruangan yang terasa bersih, terawat, dan nyaman setiap hari,” kata cleaning expert di GermSmart, Taylor Riley.

    4. Bersihkan Lantai

    Menjaga lantai bersih merupakan salah satu kebiasaan agar rumah tampak rapi. Sebab, jika bagian lantai kotor akan menimbulkan penampilan rumah yang tidak diurus.

    5. Pastikan Kamar Mandi Bersih

    Ketika ada tamu datang dan harus menggunakan kamar mandi, tentunya pemilik rumah nggak mau dong ruangan tersebut kotor dan bau? Maka dari itu, menjaga kamar mandi tetap bersih perlu dilakukan.

    Cara mudahnya, penghuni rumah bisa mengelap permukaan di kamar mandi serta bagian kloset agar tetap bersih.

    Itulah beberapa kebiasaan untuk menjaga rumah tetap bersih dan rapi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bagian Rumah yang Harus Dicek Usai Mudik Lebaran


    Jakarta

    Mudik dalam rangka Lebaran merupakan hal yang lumrah dilakukan di Indonesia. Umumnya, pemilik rumah mudik hingga beberapa hari ke depan.

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama tentu akan kotor. Setelah kembali liburan, tentunya harus mulai membersihkan rumah agar nyaman dipakai.

    Dilansir dari Apartment Therapy, ada beberapa hal yang dilakukan setelah pulang ke rumah setelah mudik Lebaran, yaitu:


    – Kosongkan koper dan pisahkan pakaian kotor

    – Taruh peralatan mandi kembali di kamar mandi

    – Simpan koper

    – Cuci, keringkan, dan simpan baju kotor usai mudik Lebaran

    – Beli makanan atau bahan belanja secara online agar lebih mudah

    Selain itu, ada beberapa bagian rumah yang bisa kamu bersihkan terlebih dahulu. Dilansir dari HN Magazine, berikut ini bagian-bagian rumah yang harus diperiksa setelah pulang mudik.

    Bagian Rumah yang Harus Diperiksa Usai Mudik Lebaran

    1. Dapur

    Penghuni rumah harus membersihkan dapur terlebih dahulu karena bagian ini digunakan untuk mempersiapkan makanan. Contohnya bisa membuang sisa makanan yang ada agar tidak mengundang serangga maupun tikus.

    2. Kulkas

    Periksa makanan basi yang ada di kulkas dan buang jika ada. Pastikan bahan makanan di kulkas tidak berjamur atau berlendir dan masih layak untuk dimakan.

    Bersihkan rak-rak yang ada di kulkas dengan sabun dan air atau pembersih khusus. Setelah itu, bilas dengan air bersih sebelum dikeringkan.

    3. Ruang Keluarga

    Selanjutnya adalah ruang keluarga. Bersihkan semua permukaan dari debu yang menumpuk, baik di perabotan rumah, lantai, maupun meja.

    Jika di rumah menggunakan karpet, sebaiknya segera sedot debu pada karpet dengan vacuum cleaner. Lalu, bersihkan jendela dan gorden.

    4. Cek Alat Elektronik

    Pastikan alat elektronik seperti TV, komputer, charger handphone, maupun remote kontrol masih berfungsi dengan baik. Jika baterai yang digunakan habis, segera ganti dengan yang baru agar tidak menimbulkan masalah nantinya.

    Setelah mengecek itu semua, penghuni rumah bisa mulai mengecek kamar tidur. Ganti seprai dengan yang baru karena sudah lama tidak ditempati.

    Lalu, penghuni rumah juga bisa mengecek bagian kamar mandi. Penghuni rumah bisa membersihkannya juga sembari mengisi peralatan mandi yang sudah habis.

    Itulah beberapa bagian rumah yang harus segera dicek usai mudik Lebaran. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Bersihkan Kamar Mandi biar Nggak Jadi Sarang Kuman


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan paling kotor di rumah. Ruangan ini tempat penghuni membersihkan diri dan buang kotoran.

    Nggak heran kalau kamar mandi menjadi tempat yang cocok buat kuman bersarang. Kabar baiknya, membersihkan kamar mandi secara mendalam nggak sulit, kok!

    Lalu, bagaimana cara merawat kamar mandi agar bebas kuman? Yuk, simak langkah-langkah membersihkan kamar mandi berikut ini.


    Cara Bersihkan Kamar Mandi

    Inilah sederet hal yang bisa dilakukan untuk membersihkan kamar mandi dikutip dari Real Simple.

    1. Bersihkan Kerak Pancuran Air

    Pancuran air atau shower bisa jadi sarang bakteri yang bisa menyebabkan penyakit pernapasan. Untuk membersihkannya, tuang cuka putih ke dalam kantong plastik dan masukkan pancuran air sampai terendam.

    Ikat kantong plastik dan biarkan semalaman. Saat pagi tiba, lepas plastik dan nyalakan pancuran air untuk membilas.

    2. Bersihkan Tirai dan Pintu Kamar Mandi

    Kuman dari pancuran air dan tubuh penghuni rumah bisa menempel pada tirai dan pintu kamar mandi. Pastikan untuk membersihkan dua area tersebut, tapi jangan lupa untuk membaca panduannya.

    Cuci tirai kamar mandi menggunakan detergen. Sementara itu, pintu kaca tempat shower dibersihkan menggunakan pasta terbuat dari tetesan cuka putih suling dan satu gelas soda kue.

    Aplikasikan pasta pada pintu dan biarkan selama satu jam. Lalu, bersihkan kaca dengan kain mikrofiber dan bilas dengan air. Terakhir, keringkan pintu menggunakan kain mikrofiber kering.

    3. Bersihkan Nat Ubin

    Nat ubin berpori, sehingga kotoran dan bakteri mudah terperangkap. Celupkan sikat nat atau sikat gigi bekas ke dalam pemutih dan gosok bagian yang berubah warna, lalu bilas hingga bersih. Pastikan untuk ada ventilasi pada ruangan saat mengerjakan ini.

    4. Bersihkan Meja Kamar Mandi, Dinding, dan Langit-langit

    Sabun dan kotoran dari tubuh penghuni rumah bisa tertinggal pada permukaan di kamar mandi, seperti meja, dinding, dan langit-langit.

    Bersihkan permukaan kamar mandi dengan menyemprotkan pembersih serbaguna. Biarkan selama 20 menit, lalu lap semua permukaan menggunakan kain mikrofiber bersih.

    5. Bersihkan WC

    Tuangkan satu gelas soda kue ke pada WC dan diamkan selama beberapa menit. Selanjutnya, sikat dan siram WC.

    Jangan lupa untuk menutup WC duduk setiap akan disiram atau flush. Lalu, gunakan kipas ventilasi untuk menyedot bakteri sebelum mengendap di kamar mandi.

    6. Bersihkan Wastafel

    Saluran pembuangan wastafel merupakan salah satu bagian paling kotor di dalam kamar mandi. Untuk itu, bersihkan wastafel dengan menuangkan cuka putih atau soda kue ke dalam saluran pembuangan. Lalu, siram menggunakan air panas.

    Bagian keran dapat dengan mudah dibersihkan memakai tisu basah desinfektan sekali pakai. Tak berhenti sampai situ, gunakan benang gigi untuk membersihkan ruang sempit dan kotor tempat pangkal keran dan keran air bertemu pada wastafel.

    Jangan lupa sekalian bersihkan cermin kamar mandi menggunakan pembersih kaca.

    7. Disinfeksi Gagang dan Gagang Pintu

    Gagang di pintu atau kabinet sering disentuh oleh para penghuni rumah. Oleh sebab itu, pastikan untuk membersihkannya setidaknya seminggu sekali menggunakan tisu basah desinfektan.

    Itulah cara membersihkan kamar mandi agar bebas kuman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Efektif Ngepel Lantai Agar Nggak Muncul Bau Amis


    Jakarta

    Lantai rumah sebaiknya sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Lantai yang bersih dan wangi tentu bikin penghuninya merasa nyaman berjalan di dalam rumah.

    Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru bisa membuat tetap kotor, bahkan muncul bau amis. Jangan sampai capek-capek ngepel lantai, tapi hasilnya sia-sia.

    Lantas, bagaimana cara yang tepat buat ngepel lantai biar nggak muncul bau amis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Pel Lantai Agar Tidak Bau Amis

    Inilah cara mengepel yang efektif membuat wangi, nggak khawatir muncul bau amis, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Bersihkan Ember

    Pastikan menggunakan ember yang bersih ketika hendak mengepel lantai. Sebaiknya langsung membilas ember pel setelah selesai digunakan.

    Bersihkan ember lalu dijemur di bawah bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel. Ember yang tidak dibersihkan akan meninggalkan kerak di dalamnya, sehingga menimbulkan bau tak sedap pada air pel.

    2. Bersihkan Kain Pel

    Kain pel yang kotor bisa membuat lantai bau. Jagalah kebersihan kain pel dengan segera membilas dan dijemur kering setiap selesai digunakan. Jangan biarkan kain pel lembap karena bisa memicu bau tak sedap.

    Selain itu, cuci pel secara rutin dengan detergen agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Disarankan kain pel diganti setiap tiga bulan sekali.

    3. Sering Ganti Air Pel

    Air pel lama-lama akan kotor dan bau setelah digunakan berulang kali. Pastikan untuk sering mengganti air pel terutama air berubah jadi butek dan berbau.

    Jika ingin lebih optimal, coba gunakan air hangat agar kotoran yang menempel di lantai lebih mudah dibersihkan.

    4. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

    Mengepel lantai tak hanya membersihkan kotoran tetapi juga membasmi kuman dan bakteri. Sebaiknya campurkan pembersih lantai yang wangi agar lantai harum dan bersih maksimal.

    5. Gunakan Teknik Ngepel yang Tepat

    Teknik ngepel juga mempengaruhi kebersihan lantai. Jika memakai pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Kalau alat pel terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Lantai yang dibersihkan dengan baik akan mencegah bau amis pada lantai.

    Itulah cara mengepel lantai agar tidak bau amis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Jangan Lupa Selalu Mengganti 4 Alat Bersih-bersih Ini



    Jakarta

    Alat bersih-bersih seperti sapu, kain pel, spons cuci piring, dan yang lainnya sangat berperan penting untuk membuat rumah bersih dan nyaman. Saking seringnya digunakan, terkadang pemilik rumah lupa untuk mengganti alat bersih-bersih ini.

    Dilansir dari situs Homes and Garden, Minggu (25/05/2025), alat bersih-bersih justru harus sering diganti agar menjaga kehigienisan rumah. Berikut 4 alat bersih-bersih yang harus diganti.

    Spons Cuci Piring

    Tanda spons harus diganti adalah jika sudah mencium bau tidak enak. Spons harus diganti setelah beberapa minggu karena spons mudah kehilangan daya serap. Biasanya spons diganti setiap seminggu sekali. Supaya spons tetap higienis, bersihkan dengan cuka untuk membunuh bakteri dan jamur.


    Jika tidak ingin mengganti spons terlalu sering, bisa gunakan spons berbahan silikon. Sebab, spons ini tidak berpori yang membuat bakteri lebih lama tumbuh di dalam spons.

    Kain Pel

    Seberapa sering kamu mengganti kain pel? Kain pel yang kotor tidak akan efektif membersihkan lantai karena dapat meninggalkan bercak atau kotoran. Biasanya kain pel harus diganti setiap tiga bulan sekali, tetapi jika sering digunakan maka bisa diganti lebih cepat.

    Sikat Toilet

    Sikat toilet yang bulunya sudah bengkok atau bentuknya sudah usang dan tidak sesuai maka saatnya diganti. Apalagi jika sudah berbau tidak sedap. Sebab, sikat toilet seperti itu tidak lagi efektif bisa membersihkan. Idealnya ganti sikat toilet enam bulan sekali atau tergantung pemakaian.

    Kantong Pewangi Lemari

    Pemilik rumah yang gemar menggantungkan pengharum entah di ruangan atau lemari memang membuat udara lebih segar. Namun, jangan lupa untuk menggantinya setiap tiga bulan sekali atau ketika produk sudah tidak mengeluarkan aroma dan menunjukkan perubahan warna.

    Itu dia 4 benda untuk bersih-bersih yang harus diganti, jangan lupa ya

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Genteng Rumah Bocor Meski Tak Sedang Hujan, Waspadai Kerusakannya!



    Jakarta

    Masalah kebocoran atap atau genteng rumah sering kali baru disadari saat hujan deras mengguyur. Air yang merembes perlahan masuk ke dalam celah atap bisa menyebabkan noda di plafon, kerusakan material bangunan, hingga munculnya jamur berbahaya. Tapi, bagaimana jika Anda ingin membeli rumah atau melakukan pengecekan saat cuaca cerah dan belum turun hujan?

    Tenang, ada beberapa tanda genteng rumah bocor yang bisa dikenali meskipun tidak sedang hujan. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari Angi:

    1. Genteng Retak, Pecah, atau Bergeser

    Salah satu penyebab umum kebocoran adalah kondisi genteng yang sudah tidak utuh. Periksa bagian atap rumah, bisa dengan bantuan profesional, untuk memastikan tidak ada genteng yang:


    • Retak atau pecah karena usia, beban berat, atau cuaca ekstrem
    • Bergeser dari posisinya akibat angin atau guncangan

    Celah kecil sekalipun bisa menjadi jalur masuk air ke dalam rumah.

    2. Muncul Warna Tak Biasa di Plafon

    Plafon yang berubah warna (biasanya coklat, hitam, atau kehijauan) adalah pertanda kuat bahwa atap pernah bocor. Warna ini umumnya disebabkan oleh:

    • Jamur dan lumut yang tumbuh di area lembap
    • Kebocoran lama yang meninggalkan bekas air

    Jamur, terutama jenis black mold, bisa memicu gangguan kesehatan seperti iritasi kulit hingga gangguan pernapasan.

    3. Suara Tetesan Air dari Plafon

    Mendengar suara air menetes padahal tidak ada keran terbuka? Itu bisa menjadi pertanda ada air yang merembes dari atas plafon. Jika plafon tidak tahan air, jamur bisa tumbuh dan memperburuk kondisi visual maupun struktural rumah.

    4. Flashing Atap Rusak

    Flashing adalah material pelindung yang dipasang di sambungan atap untuk mencegah kebocoran. Jika flashing rusak atau bergeser, air hujan bisa tetap lolos dan masuk ke dalam rumah meskipun sudah dilapisi cat pelindung.

    5. Genangan Air di Talang Atap

    Saat melakukan pemeriksaan atap, cek juga talang air. Jika terlihat genangan yang tidak mengalir, bisa jadi sistem drainase bermasalah. Penyebab genangan antara lain:

    • Cekungan pada jalur pembuangan
    • Sumbatan dari daun atau sampah
    • Desain kemiringan yang kurang optimal

    Saluran air yang tidak lancar bisa menyebabkan limpahan dan memicu kebocoran di bagian dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lupa Bersihkan Bagian Luar Kulkas, Begini Caranya Tanpa Ribet



    Jakarta

    Kulkas perlu dibersihkan secara berkala. Tidak hanya interiornya, bagian luarnya juga perlu dibersihkan.

    Sayangnya, bagian luar kulkas sering luput dibersihkan oleh pemilik rumah. Padahal, eksterior kulkas rentan berdebu, baret, dan berjamur.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan eksterior kulkas? Simak caranya berikut ini.


    Cara Bersihkan Bagian Luar Kulkas

    Inilah beberapa cara untuk membersihkan bagian luar kulkas, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Kemoceng

    Salah satu cara paling sederhana untuk membersihkan kulkas adalah dengan kemoceng. Sapukan kemoceng untuk membersihkan debu pada permukaan kulkas. Jika masih ada sisa kotoran membandel, penghuni bisa gunakan cairan pembersih dan kain microfiber.

    2. Sabun Cuci Piring

    Kulkas memiliki karet untuk memastikan pintu bisa tertutup rapat. Bagian ini bisa kotor dan berjamur kalau tidak dirawat.

    Bersihkan bagian karet menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Caranya dengan menggosokan bagian karet pintu menggunakan spons. Setelah itu, pastikan untuk mengeringkan karet menggunakan kain microfiber.

    3. Cairan Pembersih Serbaguna

    Penghuni rumah bisa menggunakan cairan pembersih serbaguna untuk membersihkan kulkas. Semprotkan cairan pembersih ke kain microfiber, lalu bersihkan seluruh permukaan kulkas.

    Khusus kulkas dari baja anti karat, cara bersihkannya dengan membersihkan permukaan dengan kain microfiber basah. Lalu, keringkan menggunakan kain.

    Jika ada noda yang sulit hilang, cobalah digosok menggunakan alkohol. Namun, jangan lupa keringkan lagi sampai alkoholnya tidak tersisa.

    Itulah tips membersihkan bagian luar kulkas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Rayap dan Cara Cegahnya Agar Tidak Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan rayap sering mengganggu rumah. Rayap biasanya menggerogoti bahan-bahan kayu seperti furniture kayu, kitchen set, bahkan struktur rumah seperti rangka dan fondasi berbahan kayu.

    Tak jarang rayap juga kerap membuat ‘istana’ bila kehadirannya tak segera dibasmi atau dicegah. Alhasil, perabotan kayu hingga struktur rumah bisa rusak karena serangga kecil ini.

    Ada beberapa jenis rayap yang kerap hidup dan ditemui di lingkungan rumah.
    Mengutip dari bhg.com, ada beberapa jenis rayap. Jenis rayap yang paling umum ada di perumahan adalah rayap bawah tanah, kayu kering, dan kayu lembab.


    Jenis-jenis rayap

    1. Rayap Tanah

    Rayap tanah adalah tipe rayap yang sangat invasif. Tipe ini tersebar luas di bawah tanah, dan memiliki daya kerusakan pada kayu paling tinggi dibandingkan rayap kayu kering dan rayap kayu lembab. Hal ini dikarenakan rayap bawah tanah memiliki rahang bergigi gergaji.

    Rayap ini biasanya berwarna kuning muda atau cokelat dengan sayap transparan. Rayap jenis ini biasa hidup di tanah, tumpukan kompos, dan kayu pondasi rumah. Biasanya mereka membuat jalur dari tanah liat sebagai akses jalan mereka dari tanah ke kayu tujuan mereka.

    2. Rayap kayu Kering

    Rayap ini selalu bergantung pada jalur tanah liat yang mereka buat untuk bergerak. tidak seperti rayap tanah yang bisa membuat jalur di bawah tanah.

    Rayap ini memiliki sayap yang besar dan biasanya mereka berwarna kuning tua hingga cokelat muda. Rayap kayu biasa bersarang di bangunan kayu dan umumnya ditemukan di daerah yang hangat, seperti di pesisir.

    3. Rayap Kayu Lembap

    Tipe Rayap ini lebih sering menyebabkan kerusakan pada struktur kayu di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam ruangan, karena mereka lebih menyukai kayu lembap

    Rayap ini biasanya berwarna coklat muda sampai coklat tua atau bahkan coklat kemerahan. Rayap ini biasa bersarang pada kayu lembab, seperti di tumpukan kayu bakar, tiang pagar, tiang listrik, dan kayu yang rusak karena air.

    Nah, setelah kamu tahu tipe-tipenya, kamu bisa ikuti cara berikut ini untuk mencegahnya masuk ke dalam rumahmu.

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Area lembap di rumah bisa membuat rayap tertarik untuk bersarang disitu. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan area lembab di sekitar rumah adalah dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Ganti Tanah Dengan Pasir

    Cara ini dilakukan untuk mencegah sebanyak mungkin kontak kayu dengan tanah. Rayap tidak dapat membuat jalur lumpur melalui pasir.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    4. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    5. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    6. Simpan Kayu Jauh dari Rumah

    Bila kamu suka menyimpan kayu bakar, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya jauh dari rumahmu

    7. Lakukan Pengecekan Rutin
    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa pengenalan dari tipe-tipe rayap dan cara mencegahnya masuk ke rumah. Semoga rumah kamu bebas dari rayap!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Dapur Berminyak Setelah Masak, Pakai Bahan Ini biar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Dapur merupakan ruangan yang cepat kotor. Terkadang lantai dapur sampai terasa berminyak setelah berbagai aktivitas memasak.

    Proses memasak seperti menggoreng dan menumis makanan membuat partikel minyak menguap dan berakhir di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai. Cipratan minyak juga menyebar ke mana-mana.

    Kalau lantai sudah berminyak, penghuni rumah bisa nggak nyaman berjalan di dalam dapur. Belum lagi ada risiko penghuni terpeleset akibat lantai licin.


    Oleh karena itu, penghuni perlu telaten membersihkan lantai dapur. Sekadar mengepel dengan air saja tak cukup untuk menghempaskan minyak pada lantai. Simak tips mudah membersihkan lantai berminyak berikut ini.

    Cara Bersihkan Lantai Dapur Berminyak

    Inilah cara membersihkan lantai dapur yang berminyak, dikutip dari Mr Handyman.

    1. Jus Lemon

    Penghuni rumah bisa mengepel lantai berminyak dengan jus lemon. Caranya campurkan perasan jus lemon dengan air hangat.

    Aplikasikan cairan tersebut menggunakan kain pel atau spons. Biarkan larutan bekerja menghancurkan minyak. Lalu, sikat atau lap lantai dengan air bersih.

    2. Sabun Cuci Piring

    Selain itu, penghuni dapat mencampurkan air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Gunakan cairan itu untuk menyikat atau mengelap noda minyak membandel. Setelah itu, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    3. Cuka Putih

    Cuka putih juga ampuh untuk membersihkan lantai berminyak. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 di dalam botol semprot atau baskom.

    Aplikasikan air cuka tersebut pada area berminyak. Gosok lantai menggunakan sikat secara perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Selanjutnya, bilas lantai pakai air bersih dan keringkan.

    4. Soda Kue

    Penghuni bisa membuat pasta dari soda kue dan sedikit air untuk membersihkan lantai berminyak. Oleskan pasta tersebut pada lantai dan biarkan selama 10-15 menit.

    Kemudian, gosok permukaan menggunakan sikat atau spons secara perlahan. Terakhir, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur yang berminyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com