Tag: perawatan taman

  • 5 Langkah Merawat Halaman biar Rumah Makin Cantik


    Jakarta

    Penampilan rumah sangat dipengaruhi dari kebersihan dan penataannya. Penghuni tak boleh lupa merawat halaman rumah, sebab merupakan hal pertama yang terlihat saat hendak masuk rumah.

    Jika halaman tidak terurus, rumput bisa tumbuh sangat tinggi dan daun kering berserakan. Tentunya, penghuni rumah tak mau kan

    Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk merawat halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Merawat Halaman Rumah

    Inilah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk merawat halaman rumah, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Sapu Daun Berguguran

    Daun bisa saja jatuh ke tanah setiap hari kalau punya pohon atau tanaman di halaman. Sebaiknya bersihkan daun gugur tersebut secara rutin agar halaman rumah tidak terlihat berantakan.

    Sapu daun-daun gugur dan dikumpulkan. Daun tersebut bisa digunakan sebagai bahan pupuk kompos. Hindari membakar daun gugur karena dapat mengganggu tetangga dan membuat polusi udara.

    2. Pangkas Rumput Liar

    Rumput liar bisa tumbuh tinggi dan membuat halaman rumah menjadi berantakan. Tumbuhnya rumput liar juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lain.

    Rutin mencabut atau memotong rumput liar setidaknya 3-4 hari sekali. Gunakan gunting rumput untuk mempermudah pekerjaan.

    3. Siram Tanaman dan Rumput

    Tanaman yang kering dan layu juga membuat halaman rumah terlihat tidak rapi. Pastikan untuk menyiram tanaman dan rumput setiap hari supaya halaman rumah asri dan hijau. Gunakan selang panjang untuk mempercepat dan memudahkan menyiram tanaman.

    4. Bersihkan Selokan

    Selain itu, bersihkan selokan yang ada dekat dengan halaman rumah. Jika dibiarkan, selokan bisa tersumbat, lalu genangan air menjadi sumber penyakit.

    Sebaiknya bersihkan selokan seminggu sekali secara rutin. Tak hanya mencegah selokan jadi kotor dan aliran air lancar, membersihkan selokan juga mencegah bau tak sedap di halaman rumah.

    5. Percantik dengan Tanaman Hias

    Setelah halaman bersih, penghuni rumah bisa mendekorasi dengan tanaman hias. Tanaman tersebut bisa menambah kesan indah dan rapi pada halaman.

    Jika jumlahnya cukup banyak, tanaman hias bisa ditaruh dalam pot-pot cantik. Kemudian, tanaman hias bisa disusun rak agar lebih teratur dan enak dipandang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman di Rumah Mendadak Layu? Waspada, Bisa Jadi Diserang Benalu



    Jakarta

    Benalu sering kali muncul tiba-tiba dan mulai merambat di tanaman rumah. Kehadiran tumbuhan parasit ini bisa mengganggu pertumbuhan tanaman lain dan merusak keindahan taman jika tidak segera ditangani.

    Dilansir dari situs Wisconsin Horticulture, tanaman ini termasuk tanaman parasit karena menyerap makanan dari pohon inangnya. Munculnya benalu membuat pemilik tanaman di taman rumah kerap kali merasa khawatir karena benalu bukan hanya menempel, tetapi juga mengambil air dan nutrisi dari tanaman yang ditempelinya.

    Salah satu alasan benalu bisa muncul di taman rumah adalah karena adanya tangkapan benih yang disebarkan oleh burung setelah memakan buah benalu. Burung kemudian menorehkan biji yang lengket ke ranting atau batang tanaman di taman. Selain itu, juga terdapat beberapa alasan benalu bisa muncul di tanaman taman rumah.


    Penyebab Benalu Bisa Muncul

    1. Penyebaran Biji oleh Burung dan Hewan Lain

    Benalu menghasilkan buah yang lengket dan biasanya dimakan oleh burung. Setelah menelan buah, burung akan menempelkan biji ke ranting atau batang tanaman lain di taman, sehingga benalu menempel dan mulai tumbuh.

    2. Tanaman Inang yang Stres atau Lemah

    Pohon atau tanaman yang sedang stres, misalnya kekurangan air, terkena hama, atau tanah yang kurang subur-cenderung lebih mudah ditempeli benalu. Benalu mengambil nutrisi dari tanaman inang, sehingga tanaman yang lemah lebih rentan menjadi targetnya.

    3. Kurangnya Perawatan Taman

    Ranting mati atau sisa tanaman yang dibiarkan bisa menjadi tempat menempelnya benalu. Kurangnya pemangkasan rutin, membuat benalu lebih mudah berkembang karena ada banyak titik perlekatan untuk bijinya.

    Cara Mencegah Munculnya Benalu

    1. Rutin Memeriksa dan Memangkas Ranting Tanaman yang Terinfeksi

    Pemilik taman sebaiknya rutin memeriksa tanaman, terutama di pohon buah atau tanaman hias besar. Jika terlihat benalu, segera pangkas ranting yang terinfeksi dan buang jauh dari taman agar bijinya tidak menempel kembali.

    2. Menjaga Kesehatan Tanaman

    Pastikan Tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, serta tanah memiliki drainase baik. Tanaman sehat lebih kuat menahan serangan benalu dibanding tanaman yang lemah.

    3. Menjaga Kesehatan Tanaman

    Pastikan tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, serta tanah memiliki drainase baik. Tanaman sehat lebih kuat menahan serangan benalu dibanding tanaman yang lemah.

    4. Menghilangkan Sisa Ranting dan Buah

    Jangan biarkan ranting mati atau buah benalu berserakan di taman. Membersihkan sisa tanaman secara rutin membantu mengurangi kemungkinan biji benalu menempel di tanaman sehat.

    5. Menggunakan Alat dan Teknik Mekanis

    Untuk benalu yang sudah menempel, pemotongan dengan alat tajam atau teknik pengikatan batang bisa diterapkan untuk mencegah pertumbuhan lebih lanjut. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang bisa merusak tanaman inang.

    Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi munculnya benalu di taman rumah. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Agar Paving Rumah Bebas Lumut dan Rumput Liar



    Jakarta

    Paving adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving, akan terlihat bersih dan rapi. Namun, meski sudah dipasangi paving, terkadang halaman rumah tetap diserbu oleh lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi. Celah-celah paving dapat menjadi tempat ideal bagi lumut dan rumput liar untuk tumbuh.

    Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan lumut dan rumput liar muncul meski sudah dipaving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis untuk memberantasnya sehingga membuat permukaan paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Bisa Tumbuh di Celah Paving

    Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    Lumut

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut ini beberapa caranya.

    Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara pengaplikasiannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Sapu daerah yang dipasangi paving setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    Perbaiki Drainase dan Tingkat Paparan Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Lapisan pelindung paving atau sealer paving dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah, karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    • Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif
    • Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    Jadwalkan Pemeliharaan

    • Awal dan Akhir Musim Hujan Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.
    • Musim Kemarau Segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com