Tag: perbaikan keramik

  • Jangan Langsung Bongkar, Ini 4 Langkah Mudah Perbaiki Lantai Keramik Pecah


    Jakarta

    Lantai keramik yang pecah tentu dapat mengganggu estetika rumah. Hal ini bisa terjadi ketika keramik terkena benturan yang keras atau tekanan yang kuat.

    Keramik juga bisa rusak karena proses pemasangannya tidak benar. Lalu, penyebab lainnya adalah suhu yang tinggi.

    Selain tak enak dipandang, keramik yang pecah memiliki ujung-ujung yang tajam karena terbuka. Garis pecahan keramik ini bisa membahayakan penghuni rumah, jika terinjak tanpa alas kaki.


    Kalau mengalami lantai keramik pecah, bukan berarti kamu harus bongkar lantai dan diganti dengan yang baru kok. Semua tergantung dengan besarnya kerusakan dan modal yang dimiliki.

    Mengganti lantai keramik yang pecah juga tidak membutuhkan proses yang sulit. Beberapa kasus ada yang hanya perlu diberi lem.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang pecah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Home Decor Bliss.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Pecah

    Inilah langkah-langkah memperbaiki lantai keramik yang pecah.

    1. Bersihkan Retakan

    Memasang kembali retakan keramik, kamu perlu melihat jalur retakannya dan potongan yang terpisah. Cara mudah untuk melihat jalur retakannya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu.

    Pertama, gunakan amplas atau pengikis lainnya ke dalam retakan dan kikis bagian yang terlalu tajam. Kedua gunakan pembersih cair atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran yang menempel di keramik.

    2. Oleskan Epoxy pada Retakan

    Cara memperbaiki keramik yang pecah adalah menggunakan epoxy. Tata cara mencampurkan epoxy tertera pada kemasan. Setelah itu siapkan karton atau alat yang khusus untuk meratakan permukaan. Tuang epoxy ke bagian retakan keramik tersebut dan tunggu hingga mengeras.

    Untuk retakan yang lebih tipis, gunakan dengan tusuk gigi. Untuk retakan yang lebih lebar, gunakan alat yang memiliki permukaan yang rata. Hindari penggunaan pisau saat mengaplikasikan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Bagian yang Kelebihan

    Apabila saat menuangkan epoxy terlalu banyak dan menyebar ke bagian yang lain, kamu bisa mengikis bagian tersebut agar terlihat lebih rapih. Lakukan dengan cepat sebelum epoxy mengeras. Lalu biarkan epoxy di dalam celah keramik yang pecah mengering.

    4. Cat Retakan yang Telah Ditutup Epoxy

    Langkah terakhir setelah epoxy mengering adalah mengecat bagian atasnya agar terlihat seperti baru. Pilih warna cat yang mirip dengan keramik yang terlihat mengkilap atau berbahan dasar minyak karena tidak mudah pudar saat terkena air. Gunakan kuas tipis untuk mengecatnya.

    Itulah cara memperbaiki keramik yang pecah tanpa membongkarnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Biang Kerok Lantai Keramik Terangkat dan Meledak Lengkap Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keramik lantai dapat terangkat dan meledak. Hal ini bisa terjadi pada bagian tengah keramik sehingga membuat lantai tersebut pecah. Materialnya yang keras, akan berbahaya jika terinjak. Bagian ujung keramik pasti tajam dan bisa menggores kulit.

    Lantas, apa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak?

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr yang tayang pada 2023 lalu, berikut beberapa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak.


    1. Banjir

    Air merupakan musuh bagi bahan bangunan, tidak terkecuali keramik. Air bisa mengikis nat yang mengikat keramik agar menempel pada lantai. Apabila pengeratnya hilang, keramik dengan mudah rusak, retak, hingga pecah.

    2. Ada Celah Udara Masuk

    Penyebab lainnya adalah banyaknya udara berkumpul di bawah keramik. Hal ini membuat banyak tekanan pada bagian bawah keramik sehingga lama kelamaan justru membuat retak dan mengangkat permukaannya.

    3. Pergerakan Pondasi Rumah

    Terpisah, menurut The Floor Trader Outlet, keramik terangkat juga bisa disebabkan oleh kekuatan yang lebih besar yakni pergerakan pada fondasi rumah. Biasanya disebabkan oleh alam seperti pergerakan tanah dan gempa. Namun, kualitas bangunan yang rendah juga bisa menyebabkan kerusakan yang sama.

    4. Perubahan Suhu

    Setiap material dapat mengalami pemuaian dan penyusutan, termasuk keramik. Biasanya hal ini terjadi karena perubahan suhu yang tinggi seperti dari yang semula panas menjadi sangat dingin. Perubahan ini memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, seiring waktu muncul tanda-tandanya yakni retakan pada lantai.

    5. Kesalahan pada Cara Pemasangan

    Seperti yang disebut sebelumnya, cara pemasangan keramik yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan. Sebagai contoh bagian bawah keramik ada yang kopong dan proses persiapan pemasangan keramik yang kurang sesuai.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Retak karena Tekanan Besar


    Jakarta

    Lantai keramik bisa pecah karena terkena benturan keras atau tekanan yang besar. Pemilik rumah perlu memperbaiki lantai agar tidak merusak estetika rumah.

    Pemilik bisa memperbaiki lantai retak dengan mengganti seluruh keramiknya. Namun, retakan yang masih ringan bisa diperbaiki tanpa perlu melakukan pembongkaran kok.

    Bagaimana cara mudah mengatasi lantai retak? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mengatasi Lantai Retak

    Inilah cara memperbaiki lantai keramik yang retak akibat tekanan besar, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin keramik agar jalur retakan terlihat jelas. Gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik. Jika ada bagian yang terlalu tajam, pemilik bisa menggunakan amplas atau pengikis pada retakan.

    2. Oleskan Epoxy

    Kemudian, isi retakan menggunakan epoxy. Gunakan karton atau alat khusus untuk mengoleskan dan meratakan permukaan lantai dengan epoxy.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Tusuk gigi bisa digunakan untuk retakan tipis, sedangkan alat dengan permukaan lebar untuk retakan besar. Hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa menyebar ke bagian lain kalau pemilik terlalu banyak menuangkannya. Pemilik dapat merapikannya dengan cara mengikis bagian berlebih. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Setelah epoxy kering, pemilik bisa mengecat bekas retakan agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas yang tipis untuk mengecat bekas retakan.

    Pastikan untuk memilih warna cat yang mirip dengan lantai dan finish-nya mengkilap. Sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak cepat pudar ketika terkena air.

    Itulah cara mengatasi lantai retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menambal Keramik Pecah dengan Rapi


    Jakarta

    Keramik adalah salah satu pelindung lantai yang memiliki ketahanan yang cukup kuat. Kekurangannya adalah apabila pemasangannya asal-asalan, permukaannya bisa pecah dan retak.

    Kondisi keramik lantai yang sudah pecah atau retak agak sulit diperbaiki karena tidak mudah untuk dibongkar. Mau tidak mau harus ada cara lain yang lebih efektif untuk memperbaiki keramik lantai yang pecah.

    Salah satunya adalah dengan cara ditambal apabila bagian pecahannya masih berada di tempat atau retakannya tidak begitu dalam.


    Dilansir Family Handyman berikut cara menambal keramik lantai yang pecah.

    1. Bersihkan Permukaan Keramik yang Pecah

    Mulai dengan membersihkan area yang akan diperbaiki. Hal ini penting terutama jika retakan sudah ada cukup lama dan kotor. Untuk area yang pecah atau retak dengan tepi tajam, bagian yang tajam tersebut perlu diampelas terlebih dahulu dengan amplas halus.

    Cara membersihkannya bisa dengan sikat yang lembap dan lembut serta sabun cuci piring. Apabila ada genangan air, keringkan memakai tisu kertas. Setelah area tersebut bersih dan kering, keramik siap untuk ditambal.

    2. Tambahkan Nat

    Untuk ubin yang berwarna-warni dengan permukaan yang tidak mengkilap, cara menyamarkan retakan atau pecahannya bisa dengan menambal menggunakan nat. Hasilnya nanti permukaannya akan mulus. Nat yang dipakai harus memiliki warna yang sama atau mendekati dengan warna keramik yang pecah atau retak.

    Biarkan nat mengering. Biasanya membutuhkan waktu 20-30 menit. Bersihkan sisa residu dengan spons nat.

    3. Cat

    Sebenarnya cat bukan solusi permanen untuk mengatasi pecahan pada ubin. Cara ini hanya bisa dipakai untuk retakan pada ubin yang kondisinya tidak begitu dalam.
    Pilih cat berbahan dasar air yang sesuai dengan warna ubin atau beli cat khusus ubin keramik. Oleskan cat ke area keramik yang rusak memakai kuas. Pastikan cat mengisi rongga yang ada di keramik. Setelah cat mengering, aplikasikan lapisan akrilik bening berbahan dasar air agar menutupi rongganya. Kemudian, pilih hasil akhir permukaan yang sesuai, seperti matte, satin, atau gloss.

    4. Cat Epoksi

    Untuk retak yang cukup dalam, bisa memakai cat epoksi. Caranya dengan mengisi retakan atau serpihan. Terus tuang cat poksi dan pengampelas hingga area yang rusak rata dengan permukaan ubin. Terakhir, cat dan finishing area yang baru diperbaiki tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Mudah Perbaiki Keramik Retak Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Lantai keramik suatu ketika bisa retak atau pecah karena berbagai faktor. Keramik pecah bisa dipicu akibat tekanan tinggi, benturan keras, atau suhu panas yang tinggi.

    Retakan itu membuat tampilan lantai menjadi tidak estetik. Pemilik rumah pun mungkin berpikir harus bongkar lantai dan mengganti semua keramik.

    Padahal, pemilik tak perlu buru-buru ganti keramik kok. Jika tingkat kerusakan ringan, pemilik bisa memperbaiki keramik retak sendiri.


    Bagaimana cara memperbaiki keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah mudah untuk memperbaiki lantai keramik yang retak atau pecah, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik menggunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, bersihkan kotoran pada keramik dengan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy pada retakan keramik. Siapkan campuran epoxy beserta karton atau alat khusus buat mengaplikasikannya.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan diamkan hingga mengeras. Untuk retakan lantai yang tipis dan kecil bisa menggunakan tusuk gigi. Gunakan alat dengan permukaan yang rata buat retakan yang lebar. Jangan pakai pisau saat mengoleskan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain keramik. Pemilik dapat membersihkannya dengan cara mengikis sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah kering bisa dicat dengan warna serupa dengan keramik. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin. Sebaiknya pilih cat dengan finish mengkilap dan berbahan dasar minyak.

    Itulah cara memperbaiki lantai keramik yang retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com